cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
LenteraBio
ISSN : 22523979     EISSN : 26857871     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 281 Documents
IDENTIFIKASI JENIS PROTOZOA EKTOPARASIT PADA UDANG VANAME (PENAEUS VANNAMEI) DI LAHAN PERTAMBAKAN TRADISIONAL DAERAH BANGIL DAN GLAGAH Widiani, Jenni; Ambarwati, Reni
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 7, No 2 (2018): Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Udang Vaname (Penaeus vannamei) merupakan salah satu jenis udang yang marak dibudidayakan di Indonesia. Terdapat beberapa daerah di Jawa Timur yang membudidayakan udang Vaname dengan sistem pertambakan tradisional, di antaranya adalah Bangil dan Glagah. Budi daya udang di Bangil menggunakan air payau, sedangkan budi daya udang di Glagah menggunakan air tawar. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret hingga Mei 2017, bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis protozoa ektoparasit pada udang Vaname. Sampel udang diambil dengan metode purposive random sampling. Sampel udang yang diamati seluruhnya sebanyak 360 ekor, diambil dari enam tambak di tiga desa pada setiap daerahnya. Pengamatan protozoa ektoparasit dilakukan di laboratorium menggunakan metode natif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di pertambakan daerah Bangil dan Glagah, ektoparasit yang menyerang udang Vaname adalah Vorticella campanula, Zoothamnium sp., dan Epistylis sp.
POTENSI TANAMAN LILI PARIS (CHLOROPHYTUM COMOSUM), MELATI JEPANG (PSEUDERANTHEMUM RETICULATUM), DAN PAKU TANDUK RUSA (PLATYCERIUM BIFURCATUM) SEBAGAI ABSORBEN TIMBAL (PB) DI UDARA Fascavitri, Ayudhiniar; Rachmadiarti, Fida; Bashri, Ahmad
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 7, No 3 (2018): Vol 7 No 3 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Timbal (Pb) adalah gas emisi yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor, sehingga berpotensi sebagai penyumbang bahan pencemar ke udara. lili paris, melati jepang dan paku tanduk rusa adalah tanaman pinggir jalan yang dapat dimanfaatkan untuk mengurangi pengaruh buruk akibat pencemaran udara. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi tanaman lili paris (Chlorophytum comosum), melati jepang (Pseuderanthemum reticulatum) dan paku tanduk rusa (Platycerium bifurcatum) sebagai absorben timbal (Pb), dan menganalisis pengaruh antara kadar timbal (Pb) dengan kadar klorofil daun yang dihasilkan. Sampel daun diambil dari tiga stasiun yaitu Jalan Diponegoro, J.A Suprapto, dan H.R Muhammad Kota Surabaya. Kadar timbal (Pb) pada sampel daun dianalisis dengan metode AAS dan kadar klorofil daun diuji dengan alat spektrofotometer dengan panjang gelombang 649 nm dan 665 nm. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan penyerapan kadar timbal (Pb) oleh tanaman lili paris sebesar 0,243±0,043 ppm, melati jepang sebesar 0,174±0,008 ppm dan paku tanduk rusa sebesar 0,171±0,028 ppm. Potensi tanaman menyerap timbal (Pb) paling tinggi pada daun lili paris (C. comosum), melati jepang (P. reticulatum) dan paku tanduk rusa (P. bifurcatum) lebih rendah. Kadar timbal (Pb) tidak mempengaruhi jumlah kadar klorofil daun yang dihasilkan. Setiap tanaman memiliki kemampuan yang berbeda-beda dalam menyerap polutan seperti timbal (Pb). Tanaman yang berpotensi sebagai absorben timbal (Pb) yang baik adalah lili paris.
POTENSI TANAMAN BAKUNG (HYMENOCALLIS SPECIOSA), PURING (CODIAEUM VARIEGATUM), DAN BINTARO (CERBERA MANGHAS) SEBAGAI ABSORBEN TIMBAL (PB) DI UDARA Azizah, Diana Nur; Rachmadiarti, Fida
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 7, No 3 (2018): Vol 7 No 3 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kendaraan bermotor menghasilkan emisi gas buang kendaraan berupa timbal (Pb). Timbal (Pb) dapat mengakibatkan pencemaran udara. Pencemaran udara dapat diatasi dengan memanfaatkan tanaman sebagai absorben timbal (Pb). Tanaman bakung (Hymenocallis speciosa), puring (Codiaeum variegatum) dan bintaro (Cerbera manghas) dominan ditanam di beberapa jalan Kota Surabaya sehingga dapat dimanfaatkan sebagai absorben Pb di udara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur kadar timbal (Pb) pada daun H. speciosa, C. variegatum dan C. manghas yang terpapar emisi kendaraan bermotor dan menganalisis pengaruh kadar timbal (Pb) yang terabsorbsi pada daun H. speciosa, C. variegatum dan C. manghas terhadap kadar klorofil yang dihasilkan. Pengukuran kadar timbal (Pb) diuji dengan metode AAS (Atomic Absorption Spectrophotometry), sedangkan kadar klorofil diuji dengan menggunakan Spektrofotometer dengan panjang gelombang 649 nm dan 665 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman bakung, puring dan bintaro memiliki potensi sebagai absorben timbal (Pb) di udara dengan kadar timbal (Pb) daun dari urutan tertinggi hingga terendah yaitu puring sebesar 0,296 ppm; bintaro sebesar 0,245 ppm dan bakung sebesar 0,236 ppm. Kadar klorofil daun dari urutan tertinggi hingga terendah yaitu bintaro sebesar 19,27 mg/l; puring sebesar 14,79 mg/l dan bakung sebesar 10,38 mg/l. Kadar klorofil pada daun bakung, puring dan bintaro tidak dipengaruhi oleh kadar timbal (Pb) yang terabsorbsi pada daun bakung, puring dan bintaro.
PENGARUH PERENDAMAN LARUTAN ASAM CUKA SEBAGAI PENURUN KADAR LOGAM BERAT KADMIUM PADA IKAN MUJAIR (OREOCHROMIS MOSSAMBICUS) Oxi, Rizki Yulia; Kuntjoro, Sunu; Faizah, Ulfi
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 7, No 3 (2018): Vol 7 No 3 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asam cuka merupakan pelarut protik hidrofilik yang bisa melarutkan senyawa polar maupun non-polar, juga memiliki kemampuan untuk mengikat logam. Penelitian ini bertujuan untuk menguji keefektifan larutan asam cuka sebagai penurun kadar logam berat kadmium (Cd) pada ikan mujair. Penelitian ini merupakan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor perlakuan yaitu lama perendaman (15 menit dan 30 menit) dan konsentrasi larutan asam cuka (3%, 6%, dan 9%). Penelitian dilakukan dengan empat kali pengulangan. Parameter penelitian yang diamati adalah persentase penurunan kadar logam berat kadmium pada ikan mujair dan hasil uji organoleptik.  Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar kadmium mengalami penurunan setelah direndam dengan asam cuka. Persentase penurunan kadar kadmium tertinggi pada ikan mujair adalah asam cuka konsentrasi 6% dengan lama perendaman 15 menit sebesar 51,950%. Hasil uji organoleptik paling baik pada saat ikan mujair direndam dengan asam cuka 3% dan lama perendaman 15 menit.
KARAKTER MORFOLOGI DAN MORFOMETRI KERANG ERES DAN JUBING (BIVALVIA: PHARIDAE) Apriliana, Dwi Ulfa; Ambarwati, Reni
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 7, No 3 (2018): Vol 7 No 3 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerang eres dan jubing merupakan fauna dari Kelas Bivalvia yang lazim dikonsumsi masyarakat Madura, namun belum ada informasi ilmiah tentang kedua jenis kerang tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakter morfologi, mengetahui morfometri kerang eres dan jubing, dan mengetahui kedudukan kerang eres dan jubing dalam klasifikasi. Identifikasi berdasarkan ciri morfologi cangkang, meliputi eksterior dan interior cangkang. Morfometri panjang, lebar, dan tinggi cangkang diukur menggunakan jangka sorong. Morfologi interior cangkang diamati menggunakan magnifier lamp. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerang eres tergolong dalam genus Cultellus, sedangkan kerang jubing tergolong dalam spesies Pharella acutidens. Morfologi eksterior cangkang kerang eres dan jubing dapat dibedakan berdasarkan bentuk dan pola cangkang, tepi ventral cangkang, dan lapisan periostrakum. Interior cangkang kerang eres dan jubing dapat dibedakan berdasarkan bekas perlekatan otot aduktor anterior dan posterior. Berdasarkan morfometri diketahui panjang cangkang eres (Cultellus) 52,84 + 5,99 mm dan panjang cangkang jubing (Pharella acutidens) 62,86 + 5,53 mm.
TINGKAT SERANGAN NEMATODA PARASIT PADA BAWANG PUTIH (ALLIUM SATIVUM) IMPOR DAN LOKAL DI JAWA TIMUR Amritha, Malna Levy; Budijastuti, Widowati
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 7, No 3 (2018): Vol 7 No 3 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bawang putih merupakan salah satu komoditas penting yang banyak dimanfaatkan sebagai bumbu masak. Besarnya peran bawang putih sebagai bumbu masakan mendorong konsumsi bawang putih semakin meningkat. Sentra bawang di Jawa Timur tidak mampu memenuhi kebutuhan pasar sehingga Indonesia mengimpor bawang putih. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi jenis-jenis nematoda parasit, mendeskripsikan tingkat serangan nematoda parasit pada bawang putih impor dan lokal di Jawa timur dan mengetahui hubungan antara mutu bawang dengan nematoda parasit. Penelitian ini dilakukan dengan metode sampel acak. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan,diperoleh hasil berupa tiga jenis nematoda parasit yaitu Ditylenchus dipsaci, Aphelenchoides sp., Xiphinema sp., dan tiga jenis nematoda non parasit yaitu Dorylaimus sp., Rhabditis sp., dan Plectus sp.. Intensitas serangan nematoda parasit pada bawang impor dan lokal Magetan sama, yakni 1 parasit/umbi dengan kategori ringan. Intensitas serangan pada bawang putih lokal Pacet sebanyak 2 parasit/umbi dengan kategori ringan. Prevalensi Ditylenchus dipsaci sebesar 15% dengan kategori sering. Prevalensi Aphelenchoides sp. sebesar 0,5%  dengan kategori jarang pada bawang putih impor dan lokal Magetan. Prevalensi Xiphinema sp. Sebesar 2% dan 3% dengan kategori kadang-kadang pada bawang putih lokal Magetan dan Pacet. Ada hubungan antara mutu bawang dengan nematoda parasit pada bawang putih impor dan lokal.
PENGARUH PEMBERIAN LIMBAH PADAT INDUSTRI AGAR SEBAGAI PUPUK ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI HIJAU (BRASSICA JUNCEA) Syarifah, Fitriatus; Fitrihidajati, Herlina; Indah, Novita Kartika
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 7, No 3 (2018): Vol 7 No 3 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah padat industri agar merupakan salah satu limbah organik yang dibiarkan menumpuk di tempat penimbunan. Limbah padat industri agar dapat diubah menjadi pupuk organik dengan cara memfermentasikan limbah padat tersebut dengan menggunakan mikroorganisme. Mikroorganisme yang digunakan yaitu Effective Microorganism-4 (EM-4) dan dicampur dengan dedak dan kotoran sapi. Pupuk organik tersebut diimplementasikan terhadap tanaman sawi hijau (B. juncea). Tujuan penelitian ini yaitu untuk menguji kualitas unsur hara yang terkandung dalam limbah padat industri agar, baik sebelum maupun sesudah pengomposan dan untuk menguji pengaruh kompos limbah padat industri agar terhadap pertumbuhan tanaman sawi hijau. Penelitian ini menggunakan desain Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan  lima perlakuan. Dosis kompos dari limbah industri agar yaitu 0,28 g; 0,56 g; 0,84 g dan 1,12 g juga 0,24 g urea sebagai kontrol. Data dianalisis menggunakan Analisis Varian Satu Arah (ANOVA). Kompos limbah padat industri agar memiliki kandungan N 1,01% (sangat tinggi), P 0,14% (rendah), K 1,40% (sangat tinggi), dan rasio C/N 15 (sedang). Hasil analisis penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh dari berbagai dosis kompos limbah padat industri agar terhadap pertumbuhan tanaman sawi hijau. Dosis kompos limbah padat industri agar 1,12 g/polybag memberikan dampak yang optimum terhadap pertumbuhan tanaman sawi hijau.
PENGGUNAAN AGEN HAYATI RHIZOBIUM SP. DAN PSEUDOMONAS FLUORESCENS TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN KEDELAI (GLYCINE MAX) PADA TANAH SALIN Zulaikah, Dewi; Yuliani, Yuliani
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 7, No 3 (2018): Vol 7 No 3 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah salin merupakan tanah bersifat marginal atau yang mempunyai produktivitas rendah akibat rendahnya unsur hara yang tersedia. Salah satu cara yang dilakukan untuk meningkatkan potensi tanah salin tersebut yaitu dengan penambahan agen hayati Rhizobium dan Pseudomonas fluorescens yang diharapkan mampu meningkatkan kadar nitrogen dan fosfor. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pengaruh Rhizobium dan konsentrasi Rhizobium yang optimum terhadap pertumbuhan tanaman kedelai. Penelitian ini menggunakan desain Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan faktor yaitu konsentrasi Rhizobium. Konsentrasi Rhizobium yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu 0 g/kg, 5 g/kg, 10 g/kg, dan 15 g/kg. Parameter yang diamati yaitu pertumbuhan tanaman yang meliputi tinggi, biomassa basah, dan jumlah daun. Data pertumbuhan tanaman dianalisis menggunakan Anava satu arah dan dilanjutkan menggunakan uji beda nyata terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan pemberian Rhizobium pada tanah salin berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman kedelai dengan parameter tinggi, biomassa basah, jumlah daun dengan konsentrasi Rhizobium yang paling optimum yaitu 15 g/kg.
PENGARUH MIKORIZA VESIKULAR ARBUSKULAR DAN TRICHODERMA HARZIANUM PADA PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI HIJAU (BRASSICA JUNCEA L.) DI TANAH LIAT DAN TANAH PASIR Ginting, Agape Emmanuella Br; Yuliani, Yuliani; Dewi, Sari Kusuma
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 7, No 3 (2018): Vol 7 No 3 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mikoriza Vesikular Arbuskular dan Trichoderma harzianum merupakan mikroorganisme yang berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan tanaman sawi. Pertumbuhan tanaman sawi juga dipengaruhi oleh media tanam seperti media tanam tanah liat dan tanah pasir. Tujuan penelitian adalah untuk menguji pengaruh jenis media tanam yang digunakan terhadap pertumbuhan tanaman sawi, menguji pengaruh jenis agen hayati yang digunakan terhadap pertumbuhan tanaman sawi hijau, dan mendeskripsikan interaksi antara jenis media tanam dengan jenis agen hayati yang digunakan terhadap pertumbuhan sawi hijau. Penelitian ini menggunakan desain Rancangan Acak Kelompok (RAK). Variabel manipulasi yaitu jenis agen hayati dan jenis media tanam. Penelitian  ini menggunakan enam perlakuan yang diulang sebanyak empat kali sehingga diperoleh 24 unit percobaan. Parameter pertumbuhan yang diamati yaitu biomassa basah, tinggi tanaman serta jumlah daun. Data dianalisis dengan ANAVA dua arah kemudian dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh media tanam tanah pasir dan agen hayati Mikoriza Vesikular Arbuskular terhadap pertumbuhan tanaman sawi hijau, dan interaksi antara tanah pasir dan Mikoriza Vesikular Arbuskular menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan tanaman sawi hijau yaitu biomassa basah dan jumlah daun.
PENGARUH PEMBERIAN MIKROORGANISME LOKAL (MOL), TRICODERMA HARZIANUM, RHIZOBIUM SP. DAN KOMBINASINYA TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN KEDELAI (GLYCINE MAX) PADA MEDIA TANAH KAPUR Prasetyowati, Kartika; Yuliani, Yuliani
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 7, No 3 (2018): Vol 7 No 3 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah berkapur umumnya bertesktur pasir berlempung, memiliki kadar kalsium (Ca) tinggi, dan pH di atas 7 (basa). Upaya pengelolaan lahan pertanian tanpa menggunakan bahan kimia yang merusak lingkungan, salah satunya dengan menggunakan Mikroorganisme Lokal (Mol), Tricoderma harzianum dan Rhizobium sp. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian kombinasi mikroorganisme terhadap pertumbuhan tanaman kedelai (Glycine max) pada media tanah kapur. Pertumbuhan tanaman dalam penelitian ini meliputi; tinggi, biomassa, jumlah daun, panjang akar, jumlah polong  biomassa polong, dan biomassa bintil akar. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tujuh perlakuan meliputi; Kontrol, Mol, Tricoderma harzianum, Rhizobium sp, kombinasi Mol dan Tricoderma harzianum, kombinasi Mol dan Rhizobium sp, kombinasi Mol, Tricoderma harzianum dan Rhizobium sp. dan empat ulangan. Data dianalisis dengan menggunakan Anava satu arah dan dilanjutkan dengan menggunakan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kombinasi Mikroorganisme Lokal (Mol), Tricoderma harzianum dan Rhizobium sp. merupakan kombinasi terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman kedelai pada media tanah kapur dibanding dengan perlakuan lainnya.