cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
LenteraBio
ISSN : 22523979     EISSN : 26857871     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 281 Documents
KEANEKARAGAMAN MAKROFAUNA DAN MAKROFLORA AIR DI WADUK SUMENGKO KABUPATEN GRESIK Arviani, Vuji Irma; Rachmadiarti, Fida; Ambarwati, Reni
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 7, No 2 (2018): Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keanekaragaman makroflora air dan makrofauna air di Waduk Sumengko Kabupaten Gresik. Penelitian ini dilakukan pada bulan September 2016. Penelitian ini merupakan penelitian observasional. Pengambilan sampel makrofauna air dan makroflora air dilakukan di tujuh titik sampling. Identifikasi makroflora air dan makrofauna air berdasarkan ciri-ciri morfologi. Keanekaragaman dianalisis berdasarkan indeks Shannon-Wiener. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, di Waduk Sumengko ditemukan makroflora air sebanyak sembilan spesies yang dikelompokkan ke dalam enam famili dan makrofauna air sebanyak 15 spesies  yang dikelompokkan ke dalam delapan famili. Indeks keanekaragaman makroflora air 1,27 dan makrofauna air 2,19. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa keanekaragaman makroflora air dan makrofauna air Waduk Sumengko dalam kategori sedang.
KEMELIMPAHAN LALAT BUAH (DIPTERA: TEPHRITIDAE) YANG MENYERANG JAMBU BIJI KRISTAL (PSIDIUM GUAJAVA) DI PERKEBUNAN DLANGGU, MOJOKERTO Alima, Rafida Hani; Kuntjoro, Sunu; Ambarwati, Reni
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 7, No 2 (2018): Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lalat buah merupakan salah satu hama utama yang sering menimbulkan kerugian yang besar bagi para petani buah dan sayuran. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis lalat buah yang menyerang tanaman jambu biji Kristal di Perkebunan Dlanggu Mojokerto, yang merupakan salah satu produsen jambu biji Kristal di Mojokerto, serta mengevaluasi kemelimpahan relatif jenis lalat buah yang menyerang tanaman jambu biji Kristal di Perkebunan Dlanggu Mojokerto. Penelitian ini dilaksanakan selama selama dua bulan, yaitu pada bulan Desember 2015 s.d. Januari 2016. Metode yang digunakan dalam identifikasi lalat buah adalah metode Host Rearing dan metode perangkap. Untuk metode Host Rearing, sampel buah diambil dari Perkebunan Dlanggu Mojokerto dan dipelihara hingga larva yang ada di dalam buah menjadi imago. Untuk metode perangkap, atraktan yang digunakan adalah Metil Eugenol dan Cue Lure. Pengambilan sampel dengan menggunakan metode perangkap, dilakukan tiga kali dengan interval waktu 1 minggu. Berdasarkan jumlah dan jenis lalat buah, dihitung kemelimpahan relatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lalat buah yang menyerang tanaman jambu biji Kristal di Perkebunan Dlanggu Mojokerto adalah Bactrocera carambolae. Namun, Bactrocera carambolae juga ditemukan menyerang tanaman lain di Perkebunan Dlanggu Mojokerto, antara lain menyerang tanaman jambu air, pepaya, dan mangga. Pada Perkebunan Dlanggu Mojokerto juga ditemukan lalat buah jenis lain, yaitu Bactrocera papayae dan Bactrocera tau. Lalat buah di Perkebunan Dlanggu Mojokerto yang memiliki kemelimpahan tertinggi adalah Bactrocera carambolae (67,28%), kemudian disusul Bactrocera papayae (17,89%), dan Bactrocera tau (14,81%).
APLIKASI PROBIOTIK, PREBIOTIK DAN SINBIOTIK PADA PAKAN TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN GURAMI (OSPHRONEMUS GOURAMY LAC.) Sari, Putri Mayang; Hariani, Dyah; Trimulyono, Guntur
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 7, No 2 (2018): Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan gurami memiliki tingkat pertumbuhan yang lambat karena kondisi fisiologis saluran pencernaannya. Oleh karena itu perlu upaya penambahan bakteri probiotik, prebiotik, dan sinbiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian probiotik, prebiotik, dan sinbiotik melalui pakan terhadap pertumbuhan ikan gurami. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan desain percobaan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri atas empat perlakuan dengan lima ulangan. Adapun perlakuan yang diberikan yakni perlakuan A (kontrol), perlakuan B (penambahan probiotik 1%), perlakuan C (penambahan prebiotik 2%), dan perlakuan D (penambahan sinbiotik yakni probiotik 1% dan prebiotik 2%). Ikan gurami uji dengan bobot 70 ? 130 g diberi pakan perlakuan selama 35 hari dan dipelihara dalam wadah (53x35x35 cm) dengan kepadatan 5 ekor/55 L. Data penelitian berupa laju pertumbuhan spesifik (Spesific Growth Rate/SGR) dan rasio konversi pakan (Feed Conversion ratio/FCR dianalisis menggunakan uji ANAVA kemudian dilanjutkan menggunakan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan probiotik, prebiotik, dan sinbiotik memberikan pengaruh yang signifikan terhadap SGR dan FCR (p > 0,05) dengan perlakuan sinbiotik memberikan pengaruh terbaik dibandingkan dengan perlakuan lainnya yakni menghasilkan SGR sebesar 0,97 ± 0,28 %, FCR sebesar 1,92 ± 0,94. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pemberian probiotik, prebiotik dan sinbiotik dapat meningkatkan pertumbuhan pada ikan gurami.
UJI ANTIPIRETIK REBUSAN SEMANGGI (MARSILEA CRENATA) TERHADAP SUHU TUBUH TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS L) YANG DIINDUKSI VAKSIN PENTABIO (DTP-HB-HIB) Nurmalasari, Kiki; Tjandrakirana, Tjandrakirana; Kuswanti, Nur
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 7, No 2 (2018): Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam merupakan gejala respons fisiologi kompleks yang disebabkan oleh infeksi atau stimuli aseptik. Telah dilakukan penelitian eksperimental tentang uji antipiretik rebusan semanggi yang bertujuan untuk membuktikan bahwa pemberian rebusan semanggi (Marsilea crenata) dapat menurunkan suhu tubuh tikus putih (Rattus norvegicus) saat demam dengan pre post test design. Subjek penelitian adalah 60 ekor tikus putih jantan yang dibedakan dalam 3 kelompok perlakuan dan 2 kelompok kontrol. Seluruh kelompok diinduksi vaksin pentabio (DTP-HB-Hib) sebanyak 0,16 ml kecuali kelompok kontrol normal. Setelah 8 jam, kelompok perlakuan diberi rebusan semanggi dengan konsentrasi 50%, 75%, dan 100% sebanyak 1 ml. Pada masing-masing kelompok, suhu rektal diukur tiap 1 jam selama 4 jam. Hasil rata-rata suhu tubuh pada konsentrasi rebusan semanggi 50% dari 38,5ºC menjadi 37,0ºC, 75% dari 38,3ºC menjadi 36,6ºC, dan 100% dari 38,4ºC menjadi 36,2ºC. Simpulan penelitian bahwa rebusan semanggi dapat menurunkan suhu tubuh tikus putih demam, dan pada konsentrasi 100% menunjukkan penurunan suhu yang paling efektif.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK BERBAHAN ECENG GONDOK TERFERMENTASI DENGAN BERBAGAI KONSENTRASI TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN CABAI MERAH VARIETAS GADA MK F1 Wardhani, Marella Kusuma; Rachmadiarti, Fida; Fitrihidajati, Herlina
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 7, No 2 (2018): Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan adanya pengaruh pemberian berbagai konsentrasi pupuk organik berbahan eceng gondok terfermentasi dan menentukan konsentrasi optimal pupuk organik berbahan eceng gondok terfermentasi terhadap pertumbuhan tanaman cabai merah varietas Gada MK F1. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktorial, yaitu konsentrasi  pupuk organik eceng gondok terfermentasi. Konsentrasi yang digunakan antara lain 31,92 g/5 kg tanah; 63,84 g/5 kg tanah; 95,76 g/5 kg tanah; 127,68 g/5 kg tanah dan 0,27 g urea sebagai kontrol. Perlakuan diulang sebanyak 5 kali sehingga diperoleh 25 unit percobaan. Parameter yang diamati adalah pertumbuhan tanaman yang meliputi tinggi tanaman dan jumlah daun tanaman cabai merah varietas Gada MK F1. Data dianalisis menggunakan ANAVA satu arah dan dilanjutkan dengan Uji Duncan taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian berbagai konsentrasi pupuk organik berbahan eceng gondok terfermentasi memberikan pengaruh yang berbeda terhadap pertumbuhan tanaman yang meliputi tinggi tanaman dan jumlah daun tanaman cabai merah varietas Gada MK F1 dan pemberian pupuk organik berbahan eceng gondok terfermentasi pada konsentrasi 127,68 g/5 kg tanah memberikan pengaruh paling optimal terhadap pertumbuhan tanaman yang meliputi tinggi tanaman dan jumlah daun tanaman cabai merah varietas Gada MK F1.
PENGARUH PUPUK ORGANIK TERHADAP KADAR TPH (TOTAL PETROLEUM HIDROKARBON) DAN HARA N (NITROGEN) PADA TANAH TERCEMAR MINYAK BUMI Rahayu, Tanaya Juwita; Rachmadiarti, Fida; Rahayu, Yuni Sri
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 7, No 2 (2018): Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Kandungan unsur hara N, P, K pada pupuk organik kombinasi kedelai dan kayu apu; 2) Pengaruh pemberian pupuk organik kombinasi kedelai dan kayu apu pada berbagai konsentrasi terhadap penurunan kadar TPH dan peningkatan kadar hara nitrogen (N) tanah tercemar minyak bumi; 3) Konsentrasi optimal dalam pemberian pupuk organik terhadap penurunan kadar TPH dan peningkatan kadar hara N pada tanah tercemar minyak bumi. Penelitian ini bersifat eksperimental terdiri atas kontrol (petroganik) dan 1 perlakuan yaitu konsentrasi pupuk organik kedelai dan kayu apu berturut-turut sebesar 0,35%; 0,45%;0,55%. Ulangan dalam penelitian ini untuk setiap perlakuan sebanyak 4 kali, sehingga jumlah sampel secara keseluruhan sebesar 16 sampel. Parameter yang diukur dalam penelitian ini meliputi: 1) Kandungan unsur hara N, P, K pupuk organik kombinasi kedelai dan kayu apu; 2) Penurunan kadar TPH dan peningkatan kadar hara N pada tanah tercemar minyak bumi; 3) Konsentrasi yang optimal dalam menurunkan kadar TPH dan kadar hara N pada tanah tercemar minyak bumi. Analisis data untuk kadar hara N, P, K dilakukan secara deskriptif dan dibandingkan dengan kriteria menurut hardjowigeno (2003) sedangkan kadar  TPH dan kadar hara N dianalisis secara statistik, analisis statistik yang digunakan adalah ANAVA satu arah yang dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Pupuk organik kombinasi kedelai dan kayu apu mengandung kadar nitrogen (N) sebesar 2,03%, fosfor (P) sebesar 0,81%, kalium (K) 0,68%; 2) Pemberian pupuk organik kombinasi kedelai dan kayu apu pada berbagai konsentrasi berpengaruh terhadap penurunan kadar TPH da peningkatan kadar hara N pada tanah tercemar minyak bumi; 3) Konsentrasi pupuk organik yang optimal dalam menurunkan kadar TPH tanah tercemar minyak bumi adalah 0,55% dengan presentase penurunan sebesar 42,43% dan meningkatakan kadar hara N tanah tercemar minyak bumi adalah 0,55% dengan presentase peningkatan sebesar 48,05%.
PENGARUH JUS LIDAH BUAYA (ALOE VERA) TERHADAP JUMLAH LEUKOSIT PADA TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS) YANG TERPAPAR ASAP ROKOK Sari, Aris Ratna; Tjandrakirana, Tjandrakirana; Kuswanti, Nur
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 7, No 2 (2018): Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beberapa bahan alami merupakan materi yang dapat digunakan sebagai obat. Salah satunya adalah  lidah buaya yang mengandung asam salisilat. Asam salisilat berkhasiat sebagai agen anti inflamasi dari kelompok non steroid. Atas dasar hal tersebut maka dilakukan penelitian eksperimental untuk membuktikan pengaruh jus lidah buaya  (Aloe vera) terhadap jumlah leukosit, dengan post test with randomized control group design, menggunakan 45 ekor tikus, dengan 5 perlakuan dan 3 kali pengulangan. Pada penelitian ini tikus yang terpapar asap rokok dihasilkan dari 9 batang rokok sehari yang diberikan 3 kali per hari pada pukul 08.00, 12.00, dan 16.00. Jus lidah buaya diberikan 1 kali sehari dengan  volume 1 ml, 2,5 ml, dan 4 ml per 250 gram BB. Data jumlah leukosit dianalisis dengan ANAVA untuk signifikansi dan beda nyata antar kelompok dianalisis dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara statistik pemberian jus lidah buaya berpengaruh signifikan terhadap penurunan jumlah leukosit tikus putih dan volume pemberian jus lidah buaya terbaik adalah 4 ml.
ABSORBSI CO2 OLEH MIKROALGA CHLOROPHYTA EPIFIT DI HUTAN KOTA SURABAYA Arif, Muhammad Nur Komaruddin; Purnomo, Tarzan; Indah, Novita Kartika
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 7, No 2 (2018): Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan mikroalga epifit di hutan kota Surabaya dalam penyerapan CO2. Metode penelitian ini adalah observasi deskriptif tentang kemampuan mikroalga epifit dalam penyerapan CO2 pada tanaman hutan kota Surabaya. Parameter yang diukur adalah massa CO2 dan jumlah mikroalga epifit. Pengambilan spesimen menggunakan metode PCQ (Point Center Quarter) dengan analisis data deskriptif kuantitatif. Lokasi pengambilan spesimen di Bunderan Waru, Kebun Bibit Wonorejo dan Taman Flora Bratang. Lokasi uji karbohidrat di Laboratorium Fisiologi, sedangkan pengamatan mikroalga di Laboratorium Taksonomi Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Surabaya. Hasil penelitian diperoleh mikroalga Chlorococcum dan Chlorella yang dapat mampu menyerap massa CO2 tertinggi sebesar 58,96 mg dihasilkan oleh mikroalga epifit pada pohon Sono saat siang hari di Taman Flora Bratang, sedangkan massa CO2 terendah  sebesar 11,73 mg dihasilkan oleh mikroalga epifit pada pohon Trembesi saat sore hari dan pohon Sono saat siang hari di Kebun Bibit Wonorejo.
IDENTIFIKASI STRUKUR SEKRETORI YANG BERPOTENSI MENGHASILKAN MINYAK ATSIRI PADA GENUS COLEUS Sulistyowati, Sulistyowati; Yuliani, Yuliani; Bashri, Ahmad
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 7, No 2 (2018): Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Spesies dari genus Coleus berpotensi sebagai tanaman obat karena mengandung minyak atsiri dan senyawa metabolit sekunder lainnya. Senyawa metabolit yang dimanfaatkan sebagai obat umumnya terakumulasi pada struktur sekretori. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur sekretori pada Coleus. Penelitian dilakukan pada helai daun Coleus amboinicus, Colus scutellarioides, dan Coleus tuberosus yang belum berbunga. Pengamatan jenis dan sebaran struktur sekretori menggunakan sayatan segar secara transversal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur sekretori yang terdapat pada genus Coleus yang berpotensi menghasilkan minyak atsiri adalah trikoma kelenjar dengan empat jenis, yaitu kapitat, peltat, konoidal, dan digitiform. Trikoma kelenjar kapitat dan digitiform ditemukan pada ketiga tumbuhan dari genus Coleus. Trikoma kelenjar peltat ditemukan pada tumbuhan Coleus scutellarioides dan Coleus tuberosus. Trikoma kelenjar konoidal ditemukan pada tumbuhan Coleus scutellarioides. Sebaran trikoma kelenjar kapitat paling banyak terdapat pada nodus ke 1 permukaan adaksial dan abaksial helai daun Coleus amboinicus. Semakin bertambah usia daun (nodus 3-5) ada penurunan jenis dan sebaran trikoma kelenjar.Spesies dari genus Coleus berpotensi sebagai tanaman obat karena mengandung minyak atsiri dan senyawa metabolit sekunder lainnya. Senyawa metabolit yang dimanfaatkan sebagai obat umumnya terakumulasi pada struktur sekretori. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur sekretori pada Coleus. Penelitian dilakukan pada helai daun Coleus amboinicus, Colus scutellarioides, dan Coleus tuberosus yang belum berbunga. Pengamatan jenis dan sebaran struktur sekretori menggunakan sayatan segar secara transversal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur sekretori yang terdapat pada genus Coleus yang berpotensi menghasilkan minyak atsiri adalah trikoma kelenjar dengan empat jenis, yaitu kapitat, peltat, konoidal, dan digitiform. Trikoma kelenjar kapitat dan digitiform ditemukan pada ketiga tumbuhan dari genus Coleus. Trikoma kelenjar peltat ditemukan pada tumbuhan Coleus scutellarioides dan Coleus tuberosus. Trikoma kelenjar konoidal ditemukan pada tumbuhan Coleus scutellarioides. Sebaran trikoma kelenjar kapitat paling banyak terdapat pada nodus ke 1 permukaan adaksial dan abaksial helai daun Coleus amboinicus. Semakin bertambah usia daun (nodus 3-5) ada penurunan jenis dan sebaran trikoma kelenjar.
PENGARUH PEMBERIAN MULSA PERAK DAN TANAMAN TUMPANG SARI TERHADAP DOMINANSI ORGANISME PENGGANGGU TANAMAN (OPT) PADA TANAMAN JERUK KEPROK PULUNG (CITRUS RETICULATA) Umah, Elviadian Nadzimatul; Rahayu, Yuni Sri; Endarto, Otto
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 7, No 2 (2018): Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Serangan hama pada tanaman jeruk dapat menurunkan produksi jeruk. Salah satu upaya dalam menekan serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) yaitu dengan penggunaan plastik mulsa dan tanaman tumpang sari yang diduga dapat berpengaruh terhadap pengurangan serangan OPT pada areal pertanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan OPT yang terdapat pada tanaman jeruk keprok, untuk mendeskripsikan indeks dominansi OPT pada tanaman jeruk keprok pulung, dan mendeskripsikan kemelimpahan OPT pada tanaman jeruk keprok pulung. Penelitian ini dilakukan di Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) Malang. Mulsa yang digunakan adalah mulsa perak dan tanaman tumpang sari meliputi tanaman cabai, tanaman terong, dan tanaman kacang tanah. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok pola faktorial dengan 8 perlakuan dan 3 pengulangan, yaitu tumpang sari cabai, tumpang sari terong, tumpang sari kacang tanah, mulsa dengan cabai, mulsa dengan terong, mulsa dengan kacang tanah, tanpa tanaman, tanpa tanaman dan tanpa mulsa. Data yang diperoleh berupa indeks dominansi OPT, dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa OPT yang ditemukan di areal pertanaman jeruk keprok pulung adalah Tungau Merah (Panonychus citri), Kutu Sisik Merah (Aonidiella aurantii), Kutu Hijau (Coccus viridis). Tidak ada OPT yang mendominansi pada tanaman jeruk keprok pulung pada perlakuan berbagai jenis tanaman tumpang sari maupun pemberian mulsa. Kemelimpahan OPT tertinggi pada tanaman jeruk keprok pulung yaitu Tungau Merah (Panonychus citri) dan kemelimpahan terendah yaitu Kutu Sisik Merah (Aonidiella aurantii).