cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
LenteraBio
ISSN : 22523979     EISSN : 26857871     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 281 Documents
PENGARUH FILTRAT DAUN KENIKIR (COSMOS CAUDATUS) TERHADAP KUALITAS SPERMATOZOA MENCIT (MUS MUSCULUS) YANG TERPAPAR ASAP ROKOK Lestari, Naning Dwi; Tjandrakirana, Tjandrakirana; Rahayu, Yuni Sri
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 7, No 1 (2018): Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asap rokok mengandung komponen gas yang berpotensi menimbulkan radikal bebas yang dapat merusak kualitas spermatozoa sehingga dibutuhkan antioksidan flavonoid jenis kuersetin yang dapat mengurangi aktivitasnya dalam sel. Salah satunya yang mengandung zat tersebut yaitu daun kenikir (Cosmos caudatus), karena itu perlu dilakukan penelitian untuk mengkaji bahwa filtrat daun kenikir berpengaruh terhadap kualitas spermatozoa setelah terpapar asap rokok. Jenis penelitian ini adalah eksperimental menggunakan postest design, dengan jumlah sampel 60 ekor mencit jantan dengan menggunakan filtrat daun kenikir yang dibedakan dosis yaitu K0 (kontrol normal), K1 (kontrol terpapar asap rokok), P1 (terpapar asap rokok + 3,0 mL/hari), P2 (terpapar asap rokok + 3,5 mL/hari), dan P3 (terpapar asap rokok + 4,0 mL/hari) dan diulang 4 kali. Asap rokok dipapar selama 20 hari dan pemberian filtrat daun kenikir selama 10 hari. Data dianalisis dengan uji ANOVA satu arah dan uji duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa filtrat daun kenikir berpengaruh terhadap kualitas spermatozoa dilihat dari motilitas dan viabilitas spermatozoa dengan dosis terbaik yaitu 4,0 mL/hari, dengan motilitas 33,07±3,22 menjadi 79,00±2,96 dan viabilitas 36,17±4,68 menjadi 79,75±2,35. Simpulan penelitian ini adalah filtrat daun kenikir berpengaruh terhadap kualitas spermatazoa.
BIOREMEDIASI TANAH TERCEMAR MINYAK BUMI DENGAN PENAMBAHAN KOMPOS BERBAHAN BAKU LIMBAH CAIR TAHU DAN KULIT PISANG Hanifah, Nabela Nur; Yuliani, Yuliani; Fitrihidajati, Herlina
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 7, No 1 (2018): Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertambangan minyak bumi di Bojonegoro mengakibatkan turunnya kualitas tanah yang diketahui dari rendahnya unsur hara dan tingginya senyawa pencemar hidrokarbon yaitu Total Petroleum Hydrocarbon, yang menyebabkan tanah menjadi kurang produktif.Oleh karena itu perlu dilakukan penanganan terhadap tanah tercemar minyak bumi tersebut yaitu dengan upaya bioremediasi.Bioremediasi merupakan aplikasi dari prinsip biologi dalam mengatasi zat kimia berbahaya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pemberian kompos limbah cair tahu dan kulit pisang terhadap penurunan kadar TPH dan kenaikan kadar N tanah. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdapat satu faktor perlakuan terdiriatas empat aras yaitu tanpa penambahan kompos (A), pemberian kompos 87,46 g/kg (B),  120 g/kg (C), dan 154,8 g/kg (D) dengan 5 kali pengulangan. Data hasil penelitian tahap pertama dianalisis secara deskriptif dibandingkan dengan nilai sifat kimia tanah dan data pada penelitian tahap kedua dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan kompos yang diperoleh dari limbah cair tahu dan kulit pisang mempunyai kadar hara N= 3,83%, P= 2,00%, K= 0,352%, C= 43,91%. Pemberian kompos limbah cair tahu dan kulit pisang berpengaruh terhadap penurunan kadar TPH dan peningkatan kadar hara N pada tanah tercemar minyak bumi.
EFEKTIVITAS EKSTRAK KULIT BATANG DAN BIJI MAHONI (SWIETENIA MAHAGONI) SEBAGAI ANTIBAKTERI XANTHOMONAS CAMPESTRIS PENYEBAB PENYAKIT BUSUK HITAM PADA TANAMAN KUBIS Nisyak, Choirun; Yuliani, Yuliani; Asri, Mahanani Tri
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 7, No 1 (2018): Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bakteri Xanthomonas campestris adalah bakteri yang menyebabkan penyakit busuk hitam pada tanaman kubis. Ekstrak kulit batang dan biji mahoni (Swietenia mahagoni) memiliki potensi sebagai antibakteri karena mengandung beberapa senyawa metabolit sekunder. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi kandungan dari ekstrak kulit batang dan biji mahoni dan untuk menguji kemampuan ekstrak kulit batang dan biji mahoni dalam menghambat pertumbuhan X. campestris secara in vitro serta untuk mengetahui konsentrasi ekstrak kulit batang dan biji mahoni yang optimal dalam menghambat pertumbuhan bakteri X. campestris. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL)  dengan ekstrak kulit batang dan biji mahoni dan konsentrasi masing-masing ekstrak 25%, 50%, 75%, dan 100%, serta menggunakan dua kali ulangan, pengamatan dilakukan setelah media yang berisi ekstrak dan X. campestris diinkubasi selama 24 jam. Parameter penelitian adalah besarnya zona hambat dari pertumbuhan koloni X. campestris yang terbentuk pada media. Data diatas diuji dengan ANAVA dua arah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kulit batang mengandung mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, fenol, dan saponin sedangkan ekstrak biji mahoni mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, steroid, dan triterpenoid. Ekstrak kulit batang dan biji mahoni mampu menghambat pertumbuhan bakteri X. campestris. Konsentrasi 75% dan 100% pada masing-masing ekstrak kulit batang dan biji mahoni adalah konsentrasi yang optimal dalam menghambat pertumbuhan X. campestris dengan zona hambat rata-rata 10,75±0,35 mm dan 13,75±0,35 mm untuk ekstrak kulit batang sedangkan pada ekstrak biji 3,75±0,35 dan 4,0±0,70 mm.
IDENTIFIKASI BAKTERI ENDOFIT ISOLAT B2 DAN B3 DARI AKAR TANAMAN UBI JALAR (IPOMOEA BATATAS L.) VAR. PAPUA PATIPPI BERDASARKAN KARAKTER FENOTIPIK Husna, Asmaul; Yuliani, Yuliani; Lisdiana, Lisa
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 7, No 1 (2018): Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mikrob endofit merupakan mikrob yang hidup di dalam jaringan internal tumbuhan tanpa menyebabkan efek negatif pada inangnya. Berdasarkan penelitian sebelumnya, ditemukan  isolat bakteri endofit penghasil hormon IAA dari akar tanaman ubi jalar varietas Papua patippi yaitu, isolat B2 dan B3. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan karakter fenotipik dan mengidentifikasi nama spesies isolat B2 dan B3. Isolat bakteri B2 dan B3 dikarakterisasi berdasarkan karakter fisiologi biokimia dan dibandingkan dengan bakteri acuan yaitu Bacillus subtilis dan Pseudomonas flourescens. Hasil karakter yang telah diketahui kemudian dilihat tingkat similaritas menggunakan program Clad97. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan isolat B2, B3 memiliki bentuk irregular, elevasi raised, tepi serate dan entire, permukaan halus dan kasar,warna putih dan optik opaque, gram positif, bentuk sel batang pendek, susunan sel monobasil, dan tidak  berendospora, motilitas motil, katalase positif, dapat mereduksi glukosa, sukrosa, laktosa, maltosa,galaktosa, fruktosa, xilosa, selulosa, mannosa, arabinosa, D-arabinosa, dektrosa, L-arabinosa, amilum, sorbitol, D-glukosa, inositol, dapat melakukan fermentasi asam campuran, dapat memproduksi 2,3 butanadiol, tahan terhadap asam, dapat memproduksi nitrat, dapat memproduksi indol, dapat bertahan pada rentan  pH 3,0; 7,0; dan 10,0, dapat tumbuh pada suhu suhu 4?C,30?C dan 50?C, adanya oksidsi sitokrom pada isolat B2 dan B3 pada uji oksidase, terjadi hidrolisis gelatin pada uji gelatin, dengan demikian isolat B2 dan B3 merupakan spesies Bacillus subtilis.
KUALITAS AIR SUMBER GADUNG DESA WATESNEGORO MOJOKERTO DITINJAU DARI INDEKS KEANEKARAGAMAN PLANKTON DAN KADAR OKSIGEN Nikmah, Choiron; Purnomo, Tarzan; Wisanti, Wisanti
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 7, No 1 (2018): Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sumber air Sumber Gadung merupakan sumber air yang terluas di desa Watesnegoro kabupaten Mojokerto. Sumber air tersebut digunakan warga untuk mandi, mencuci baju dan memandikan hewan ternak. Akibat kegiatan tersebut, air di sumber tersebut tercemar. Berdasarkan uji pendahuluan sumber tersebut mengandung kadar deterjen sebesar 0,5 mg/l, indeks keanekaragaman pankton sebesar 1,1891 individu/ml dan kadar oksigen sebesar 1,7 mg/l. Warga yang memanfaatkan air terebut mengaku bahwa mereka mengalami kulit kering dan gatal-gatal serta banyak ikan kecil yang mati. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kualitas air sumber gadung di Desa Watesnegoro ditinjau dari indeks keanekaragaman plankton dan kadar oksigen. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi deskriptif. Pengukuran kualitas air dengan tiga parameter yaitu parameter fisika berupa suhu dan kecerahan, parameter kimia berupa uji deterjen, uji kadar Pb, pH, BOD dan DO dan parameter biologi berupa indeks keanekaragaman plankton. Berdasarkan penelitian yang dilakukan  fitoplankton yang ditemukan terdiri atas 10 famili, 13 genus dan 13 spesies. Sedangkan zooplankton yang ditemukan terdiri atas 3 famili, 3 genus, 3 spesies. Indeks keanekaragaman plankton di sumber gadung sebesar 1,6 individu/ml. Kadar oksigen sebesar 3,3 mg/l dan kadar BOD sebesar 2,88 mg/l. Standart devisiasi oksigen terlarut sebesar 1,37 dan nilai probabilitas 0,3. Berdasarkan data tersebut dapat disimpukan bahwa kualitas perairan sumber gadung pada stasiun I dan stasiun II sedang sedangkan stasiun III tidak tercemar.
PENGARUH MACAM MEDIA PENGENCER TERHADAP MOTILITAS SPERMATOZOA IKAN TOMBRO (CYPRINUS CARPIO) SELAMA PENYIMPANAN PADA SUHU 4-5ºC Handoko, Kukuh Juni; Ducha, Nur; Purnomo, Tarzan
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 7, No 1 (2018): Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media pengencer dibutuhkan dalam penyimpanan semen ikan untuk mengurangi kerapatan spermatozoa dan memperpanjang lama penyimpanan spermatozoa. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh berbagai macam media pengencer terhadap motilitas dan durasi motilitas spermatozoa ikan tombro selama penyimpanan pada suhu 4-5ºC. Desain penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan empat perlakuan dan lima kali pengulangan. Perlakuan tersebut meliputi tanpa pemberian media pengencer sebagai kontrol, media KCl, media Kurokura, serta media FRE. Semen segar ikan tombro didapatkan dengan cara stripping. Semen segar diencerkan dengan rasio 1:4 pada tiga media pengencer yang berbeda. Parameter penelitian yang diukur meliputi persentase motilitas dan durasi motilitas spermatozoa yang diamati setiap hari selama penyimpanan. Persentase motilitas didapatkan dari estimasi spermatozoa yang bergerak maju kedepan dengan menggunakan mikroskop cahaya elektrik pada perbesaran 400X. Durasi motilitas dihitung dari lama waktu spermatozoa bergerak sampai tidak bergerak dalam satuan detik. Data dianalisis menggunakan uji ANAVA satu arah. Hasil penelitian menunjukkan media pengencer terbaik adalah media KCl dalam mempertahankan motilitas spermatozoa selama enam hari penyimpanan dengan persentase motilitas 42.50±4.60 serta durasi motilitas 116.60±18.35 detik. Simpulan dalam penelitian ini adalah pemberian media pengencer yang berbeda berpengaruh nyata terhadap motilitas dan durasi motilitas spermatozoa selama penyimpanan pada suhu 4-5ºC.
PENGARUH MACAM MEDIA AKTIVATOR TERHADAP MOTILITAS SPERMATOZOA IKAN TOMBRO (CYPRINUS CARPIO) Prastyawan, Sukma Aji; Ducha, Nur; Purnomo, Tarzan
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 7, No 2 (2018): Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fertilisasi buatan membutuhkan larutan yang dapat menginduksi motilitas spermatozoa ikan. Spermatozoa ikan tidak motil dalam seminal plasma, sehingga dibutuhkan media aktivator untuk menginduksi motilitas spermatozoa. Tujuan  penelitian ini untuk mengkaji pengaruh penambahan media aktivator yang berbeda terhadap motilitas dan durasi motilitas spermatozoa ikan tombro (Cyprinus carpio). Rancangan Acak Lengkap (RAL) digunakan dalam penelitian ini dengan empat perlakuan dan lima pengulangan. Empat media perlakuan meliputi; media aktivator A dengan komposisi KCl, sukrosa, K2HPO4 dan MgCl2.6H2O. Media aktivator B dengan komposisi NaCl, glycine, dan larutan penyangga tris. Media aktivator C dengan komposisi NaCl, KCl, dan larutan penyangga tris.  Media aktivator D dengan komposisi NaCl.  Nilai motilitas didapat dengan mengestimasi persentase spermatozoa yang bergerak lurus ke depan menggunakan mikroskop perbesaran 400x dan nilai durasi motilitas didapat dengan mencatat lama waktu spermatozoa motil sampai tidak motil dalam detik. Data dianalisis menggunakan uji ANAVA satu arah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivator memberikan pengaruh paling baik pada motilititas dengan nilai 92,00± 5,219 dan durasi motilitas dangan nilai 1089,60± 28,174 setelah aktivasi. Simpulan dari penelitian ini adalah penambahan berbagai macam media aktivator berpengaruh terhadap motilitas dan durasi motilitas.
PENGARUH PEMBERIAN FORMULA PAKAN YANG BERBEDA TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN LELE (CLARIAS SP.) ?Aini, Nurul; Hariani, Dyah; Raharjo, Raharjo
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 7, No 2 (2018): Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh pemberian pakan komersial yang difermentasi dengan filtrat kulit nanas (FKN) dan probiotik Lactobacillus casei FNCC 0090 terhadap pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup benih ikan lele. Jenis penelitian ini adalah eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan enam perlakuan yang diulang sebanyak tiga kali sehingga diperoleh 18 unit percobaan. Pakan difermentasi selama 30 menit sebelum diberikan pada benih ikan lele ukuran 5-8 cm. Parameter yang diamati adalah laju pertumbuhan spesifik (Spesific Growth Rate/SGR) dan kelangsungan hidup (Survival Rate/SR). Data dianalisis dengan ANAVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara statistik pemberian formula pakan yang berbeda tidak berpengaruh signifikan terhadap SGR dan SR benih ikan lele
POTENSI ISOLAT BAKTERI ENDOFIT DARI AKAR TANAMAN UBI JALAR SEBAGAI PENGHASIL HORMON INDOLE ACETIC ACID Iswanti, Anisah; Asri, Mahanani Tri; Lisdiana, Lisa
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 7, No 2 (2018): Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indole Acetic Acid (IAA) adalah hormon yang berperan dalam pembelahan sel, menghambat pertumbuhan tunas samping, merangsang terjadinya abisi dan pemanjangan akar. Hormon IAA pada umumnya terdapat pada tanaman dan ditemukan pada hampir semua jenis tanaman, pembentukan IAA pada tanaman di dukung oleh adanya mikroba yang bersimbiosis dengan tanaman. Empat isolat bakteri yang memiliki potensi sebagai penghasil hormon IAA yaitu A1, B1, B2, dan B3. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan produksi hormon Indole Acetic Acid (IAA) masing?masing isolat bakteri endofit selama 5 hari masa inkubasi. Jenis penelitian ini adalah observasi. Parameter yang diukur adalah kemampuan isolat bakteri endofit yaitu A1, B1, B2, dan B3 dalam memproduksi hormon Indole Acetic Acid (IAA). Uji potensi dilakukan dengan menginkubasi bakteri pada media JNFB cair, selama 5 hari dengan suhu 30oC. Kadar IAA diukur menggunakan spektrofotometri dengan panjang gelombang 530 nm, pengukuran dilakukan setiap hari dari hari ke 0 sampai hari ke 5. Hasil pengukuran dengan menggunakan spektrofotometer menujukan bahwa isolat A1 mampu  menghasilkan IAA secara berturut-turut dari hari pertama sampai hari ke-lima sebesar 0,43 ppm, 0,50 ppm, 2,08 ppm, 1,06 ppm, 0,26 ppm. Isolat B1 mampu memproduksi IAA sebesar 0,30 ppm, 0,46 ppm, 0,93 ppm, 0,53 ppm, 0,43 ppm. Isolat B2 mampu memproduksi IAA sebesar 0,16 ppm, 0,16 ppm, 1,26 ppm, 0,60 ppm, 0,16 ppm. Isolat B3 mampu memproduksi IAA sebesar 0,20 ppm, 0,33 ppm, 0,76 ppm, 0,46 ppm, 0,23 ppm. Dari keempat isolat bakteri tersebut kosentrasi IAA tertinggi yaitu pada masa inkubasi 72 jam.
IDENTIFIKASI JAMUR PENYEBAB PENYAKIT PADA UBI JALAR UNGU (IPOMOEA BATATAS) DAN SEBARANNYA DI KECAMATAN TUTUR KABUPATEN PASURUAN Alfarobi, Abdullah; Isnawati, Isnawati; Trimulyono, Guntur
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 7, No 2 (2018): Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ubi Jalar ungu (Ipomoea batatas) memiliki kandungan antosianin yang tinggi, dan memiliki manfaat menghambat peroksida lemak dan menangkap radikal bebas. Kecamatan Tutur memiliki daerah yang berpotensi tinggi menghasilkan ubi jalar ungu. Salah satu penyebab penurunan produksi ubi jalar ungu adalah penyakit dari jamur. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gejala yang disebabkan oleh jamur pada tanaman ubi jalar ungu, penyebab penyakit tanaman ubi jalar ungu, dan sebaran penyakit ubi jalar ungu. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Sampel diambil di tiga desa, yaitu Desa Wonosari, Desa Kayu Kebek, dan Desa Blarang. Di setiap desa diambil lima titik pengambilan sampel sebagai ulangan sehingga terdapat 15 titik pengambilan sampel. Penentuan 15 titik tersebut berdasarkan dekat dan jauhnya sumber air, dekat dan jauhnya hutan dan terdapat aktivitas warga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua genus jamur yang menyerang pada tanaman ubi jalar ungu, yaitu: Cercospora dan Fusarium. Genus jamur Cercospora ditemukan di tiga desa, khususnya di daerah yang dekat dengan hutan, sedangkan genus jamur Fusarium hanya ditemukan di Kayu Kebek di daerah dekat dengan hutan dan terdapat aktivitas warga.