cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Inovasi Pendidikan Fisika
  • inovasi-pendidikan-fisika
  • Website
ISSN : 23024496     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Inovasi Fisika Indonesia(IFI) merupakan jurnal peer-reviewed, ISSN: 2302-4313, yang dikelola dan diterbitkan oleh Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Jurnal ini tersedia gratis untuk seluruh pembaca dan mencakup perkembangan dan penelitian dalam bidang fisika. Jurnal ini diperuntukkan bagi mahasiswa Program Studi Fisika Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya.
Arjuna Subject : -
Articles 413 Documents
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GUIDED INQUIRY DAN TEKNIK BRAIN GYM UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI GETARAN HARMONIK SEDERHANA DI SMAN 1 SIDAYU THIYAH AWIDDAH, NINDI; BUDININGARTI, HERMIN
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterlaksanaan pembelajaran, hasil belajar, dan mengetahui respon siswa dengan menerapkan model pembelajaran guided inquiry dan teknik brain gym pada materi getaran harmonik sederhana. Jenis penelitian yang digunakan adalah pre-experimental design. Penelitian dilakukan di SMAN 1 Sidayu dengan sampel sebanyak tiga kelas dengan satu kelas eksperimen dan dua kelas replikasi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, tes, dan angket. Instrumen tes berupa tes pilihan ganda. Berdasarkan uji normalitas dan uji homogenitas nilai pre-test dan post-test didapatkan kelas eksperimen, kelas replikasi 1, dan kelas replikasi 2 terdistribusi normal dan homogen. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Keterlaksanaan pembelajaran pada ketiga kelas dinyatakan terlaksana dengan sangat baik dengan persentase 83%; 2) Berdasarkan analisis n-gain hasil belajar siswa pada ketiga kelas meningkat dengan kategori sedang; 3) Pembelajaran yang dilakukan mendapatkan respon positif dari siswa sebesar 84% dengan kategori sangat baik. Berdasarkan hal di atas, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran guided inquiry dan teknik brain gym dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Kata kunci: model pembelajaran guided inquiry, teknik brain gym, hasil belajar. Abstract This study aims to describe the implementation of learning, learning outcomes, and student?s responses of by applying guided inquiry learning and brain gym technique in simple harmonic motion. The type of research used pre-experimental design. The research was conducted at SMAN 1 Sidayu with three sample classes with one experiment class and two replication classes. Technique of collecting data is observation method, test, and questionnaire. The test instrument is a multiple choice. Based on the normality test and homogeneity test of pre-test and post-test values ??obtained experimental class, replication class 1, and replication class 2 are normal distributed and homogeneous. The results showed: 1) The implementation of learning in the three classes observed from the teacher activity for two meetings was stated to be very well executed with the percentage of 83%; 2) Based on the analysis of n-gain student learning outcomes in the three classes increased in the medium category; 3) The learning done earns positive responses from the students with very good category with the average percentage of 84%. The results concluded that guided inquiry model and brain gym techniques can improve student learning outcomes. Keywords: guided inquiry learning, brain gym technique, and learning outcome
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK SMA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NHT MENGGUNAKAN TEKNIK THE POWER OF TWO AND FOUR NUR SAPUTRI, VENI; BUDININGARTI, HERMIN
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untk mendeskripsikan pelaksanaan dan untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar peserta didik setelah dilaksanakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT menggunakan teknik the power of two and four. Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 1 Pare menggunakan tiga kelas sebagai sampel yaitu satu kelas implementasi dan dua kelas replikasi yang dipilih secara purposive sampling, dengan jenis penelitian yang digunakan adalah pre experimental design. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode observasi dan tes dengan instrumen tes yang berupa soal pilihan ganda yang akan dikerjakan oleh peserta didik sebelum dan sesudah pembelajaran. Berdasarkan uji normalitas dan homogenitas kelas implementasi, replikasi 1, dan replikasi 2 terdistribusi normal dan homogen. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Keterlaksanaan pembelajaran pada ketiga kelas yang telah diamati dari aktivasi guru dan peserta didik pada dua pertemuan dinyatakan terlaksana dengan cukup baik berdasarkan rata-rata aspek. 2) Berdasarkan hasil perhitungan pada ranah kognitif yaitu pada uji n-gain menunjukkan ketiga kelas sampel mengalami peningkatan hasil belajar dengan kategori sedang dan pada analisis anava menunjukkan hasil belajar peserta didik meningkat secara konsisten. 3) Berdasarkan hasil perhitungan pada ranah psikomotor atau ranah keterampilan peserta didik ikut berperan aktif dalam pembelajaran dengan kategori baik. Kata kunci: model pembelajaran kooperatif, tipe NHT, teknik the power of two and four, dan hasil belajar
VALIDITAS INSTRUMEN FOUR-TIER MISCONCEPTION DIAGNOSTIC TEST UNTUK MATERI FLUIDA STATIS ISFARA, LAILA; ULFAH ERMAWATI, FRIDA
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Miskonsepsi merupakan masalah yang harus dicegah dan diatasi sebab dapat mengganggu proses belajar siswa. Salah satu contoh miskonsepsi yang ditemukan oleh Peneliti adalah miskonsepsi pada materi Fluida Statis. Miskonsepsi ini dapat dideteksi dengan menggunakan instrumen four-tier misconception diagnostic test (FTMDT). Salah satu syarat kelayakan instrumen tes adalah validitas. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kelayakan produk instrumen FTMDT ditinjau dari aspek validitas khususnya validitas internal yang terdiri dari ranah isi, konstruk dan bahasa dan validitas eksternal yang meliputi validitas empiris isi dan validitas empiris konstruk (per butir soal). Validitas internal diperoleh melalui metode penilaian validasi oleh dosen ahli sedangkan validitas eksternal diperoleh melalui metode uji coba produk FTMDT. Pada penelitian ini, validitas internal ditentukan menggunakan persentase validitas sedangkan validitas eksternal ditentukan berdasarkan persentase jumlah False Positives (kombinasi jawaban benar, tingkat keyakinan tinggi, alasan salah, tingkat keyakinan tinggi) dan False Negatives (kombinasi jawaban salah, tingkat keyakinan tinggi, alasan benar, tingkat keyakinan tinggi) dan menggunakan persamaan korelasi Product Moment. Diperoleh hasil bahwa instrumen yang dikembangkan memiliki validitas internal untuk ranah isi, konstruk dan bahasa berturut-turut sebesar 88 %, 90 % dan 96 %. Validitas empiris isi terpenuhi dengan masing-masing nilai False Positives dan False Negatives adalah sebesar 4,37 % dan 3,19 %. Validitas empiris konstruk untuk tiap butir soal berada pada rentang 0,264 ? rxy ? 0,712. Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan maka produk instrumen tes yang dikembangkan dinyatakan layak untuk digunakan. Kata Kunci: Validitas, Miskonsepsi, Tes Diagnostik Miskonsepsi Berformat Four-tier, Fluida Statis Abstract Misconception is a problem that must be prevented and overcome because it can interfere students learning process. An example of misconception found by researcher is misconception in Static Fluid concepts. This misconception can be detected using a four-tier misconception diagnostic test (FTMDT). A good instrument has to be valid. The aim of this study was to determine the worthiness of the instrument in terms of the validity aspect especially the internal validity which was evaluated from the aspects of content, construct, and the language of the instrument and the external validity which covered the empirical content validity and the empirical construct validity (each item). Internal validity was obtained through validation assessment by expert lecturers while external validity was obtained through the implementation of FTMDT. The internal validity of the instrument was determined from the percentage of the validity for each aspects and the external validity was determined using the percentage of False Positives (combination of the correct answer, high confidence, false reason and high confidence) and False Negatives (combination of the false answer, high confidence, correct reason and high confidence) and Product Moment correlation. The developed instrument has the internal validity of 88 %, 90 % and 96 % each for the content, construct and language aspects. The empirical content validity contained FP and FN values of 4,37 % and 3,19 % respectively. The empirical construct validity of each item is in the range of 0,264 ? rxy ? 0,712. Based on the data above, the developed instrument is worth to be used. Keywords: Validity, Misconception, Four-tier Misconception Diagnostic Test, Static Fluid Concepts
PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES DIAGNOSTIK MISKONSEPSI BERFORMAT FOUR-TIER UNTUK MATERI SUHU, KALOR DAN PERPINDAHANNYA INDAH UTARI, JULI; ULFAH ERMAWATI, FRIDA
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dalam kehidupan sehari-hari, seseorang tidak terlepas dari Ilmu Fisika. Sebagai contoh api unggun yang dapat menghangatkan badan siswa di malam hari merupakan hantaran panas secara radiasi. Hangatnya badan karena api unggun pada malam hari merupakan pengetahuan awal yang dimiliki siswa (prakonsepsi). Di sekolah guru mengajarkan konsep-konsep Fisika. Apabila siswa tidak mampu membuat hubungan benar antara prakonsepsi-prakonsepsi yang dimiliki dengan informasi baru yang disampaikan oleh guru maka akan menimbulkan miskonsepsi. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengembangkan instrumen four tier misconception diagnostic test (FTDT) pada materi Suhu, Kalor dan Perpindahannya. Tujuannya adalah menentukan kelayakan instrumen FTDT yang dikembangkan ditinjau dari aspek validitas dan reliabilitas, serta mengidentifikasi profil miskonsepsi siswa pada materi Suhu, Kalor dan Perpindahannya. Jenis penelitian ini adalah pengembangan dengan model pengembangan R & D (research and develompment). Siswa kelas XI MIPA 2 sampai XI MIPA 4 SMA Negeri 4 Sidoarjo dipilih sebagai sampel uji coba. Uji coba dilakukan sebanyak 2 kali yakni Uji Coba 1 dan Uji Coba 2. Uji Coba 1 yang dilakukan kepada 70 siswa Kelas XI MIPA 2 dan XI MIPA 3 digunakan untuk menentukan validitas dan reliabilitas produk instrumen FTDT yang dikembangkan. Sedangkan Uji Coba 2 dilakukan kepada 32 (XI MIPA 4) siswa untuk mengidentifikasi miskonsepsi siswa materi Suhu, Kalor dan Perpindahannya. Hasil Uji Coba 1 menunjukkan bahwa instrumen FTDT yang dikembangkan dikategorikan valid dengan persentase siswa menjawab jawabaan benar, alasan salah, serta tingkat keyakinan tinggi (FP) dan siswa menjawab jawaban salah, alasan benar, serta tingkat keyakinan tinggi (FN) masing-masing sebesar 9,82 % dan 9,10 %; validitas empiris konstruk sebesar 0, 8185; reliabilitas instrumen yang diperoleh menggunakan perhitungan Alpha Cronbach adalah sebesar 1,067. Sedangkan untuk hasil Uji Coba 2 menunjukkan bahwa mayoritas siswa mengalami miskonsepsi pada materi Suhu, Kalor dan Perpindahannya. Kata Kunci: four tier test diagnostic, miskonsepsi, Suhu, Kalor dan Perpindahannya Abstract In daily life, everyone can?t be separated from Physics. For example, a bonfire that can warm a students body at night is a radiant heat transfer phenomenon. The warmth of the body due to the campfire at night is the initial knowledge possessed by the students (preconception). At school, the teacher teaches the concepts of physics. If students can?t make the right relationship between the preconceptions with new information conveyed by the teacher, it will lead to misconceptions. This study was intended to develop a four-tier misconception diagnostic test (FTDT) for Temperature and Heat Transfer concepts. The aim was to determine the worthiness of the FTDT instrument in terms of the validity and the reliability aspects and to identify students?s misconception profiles on the Temperature and Heat Transfer concepts. R & D (research and development) model was used in this study. The students of XI MIPA 2, XI MIPA 3 and XI MIPA 4 was chosen as the test sample. The trial of the FTDT instrument was conducted twice, namely Trial 1 and Trial 2. The Trial 1 was conducted to the 70 students of XI MIPA 2 and XI MIPA 3 in order to determine the validity and the reliability of the instrument. Whereas Trial 2 was conducted to 32 (XI MIPA 4) students to identify the student?s misconceptions profiles. The data obtained from Trial 1 shows that the developed instrument is categorized as a valid instrument with the percentage of FP and FN is 9.82 % and 9.10 % respectively; the empirical construct validity is 0, 8185; the instrument reliability that was obtained using Alpha Cronbach correlation is 1.067. Whereas the results of the Trial 2 show that the majority of the XI IPA 4 students experienced misconceptions on the Temperature and Heat Transfer concepts. Keywords : four tier test diagnostic, misconsepcion, temperature and heat transfer
STRATEGI PEMBELAJARAN MULTIREPRESENTASI PADA MATERI USAHA DAN ENERGI DI SMAN 1 AROSBAYA INDRASWARI, DWIKI; , DWIKORANTO
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan keterlaksanaan pembelajaran fisika dengan menggunakan strategi pembelajaranomultirepresentasi dalam materi usaha dan energi. Pada tahapan pembelajaran strategi pembelajaran multireprentasi terdiri 5 fase, yaitu orientasi peserta didik pada fenomena fisis, penyajian model dari peristiwa dan fenomena fisis yang dialami peserta didik, penanaman konsep melalui pemberian strategi pembelajaran multirepresentasi, pemantapan dan pengayaan,pdan tindak lanjut. Jenis penelitian yang digunakan adalah experimental. Penelitian menggunakan satu kelas eksperimen dan metode pengumpulan data yang digunakan yaitu metode pengamatan dengan menggunakan tiga pengamat. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa: keterlaksanaan pembelajaran strategi pembelajaran multirepresentasi berkategori sangat baik sangat baik, yaitu: 89,75%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran strategi pembelajaran multirepresentasi terlaksana dengan sangat baik. Kata kunci: pembelajaran, strategi pembelajaran multirepresentasi, usaha dan energi ABSTRACT This study aims to describe the feasibility of physics learning by using multi-representation learning strategies in work and energy. In the learning phase of the multipresentation learning strategy consists of 5 phases,namely the orientation of students to physical phenomena, the presentation of models of physical events and phenomena experienced by students, the planting of concepts through the provision of multi-representation learning strategies, strengthening and enrichment, and follow up. The study uses one experimental class and the method of collecting documents used is the observation method using three observers. Based on the results of the analysis shows that: the implementation of learning multirepresentation learning strategies in very good category is very good, namely: 89.75%. Thus, it can be concluded that the learning of multi representation strategies is carried out very well. Keywords: learning, multi representation, business and energy learning strategies
THE INFLUENCE OF MOTIVATION TO PHYSICS LEARNING ACHIEVEMENTS GRADE XI MIA STUDENTS OF SMA MUHAMMADIYAH 2 SURABAYA CHABIBUR ROCHMAN ALWACHIDY, MUCHAMMAD; , SUPARDIYONO
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to described the influence of learning motivation to physics learning achievements grade XI MIA Students of SMA Muhammadiyah 2 Surabaya. The type of research is non experiment. The subject of research uses 185 students of XI science classes. This research method used is test and questionnaire with the questionnare sheets and physics learning achievemets tests. The questionnare analyze with factor analyze KMO and Bartlett?s Test of sphericity and for the data used normality test, linearity test, simple regression linearity test, coefficient product moment correlation (R) and coefficient determination (R square). The results of the research show the motivation questionnare is significant with coefficience KMO value 0,779 and bartlett?s test significant (x^2=1664,161, df = 231, p < 0,000) with six factor loading cumulative variance 57,647%. For the result, simple regression linear test show that motivation influenced to physics learning achievement 38,4% expressed the regression equation that is Y = -10,811+0,381x with coefficient product moment correlation R value 0.619 includes having a high level of relationship between motivation and physics learning achievement
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR FISIKA BERBASIS CORE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK MATERI MOMENTUM DAN IMPULS SYUKRON AMRULLOH, MOHAMMAD; SUPRAPTO, NADI
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian pengembanganibahan ajar yang telah dilakukan di SMA Negeri 16 Surabaya dengan subjek penelitian yakni peserta didik kelas X-IPA 3 dan X-IPA 4 bertujuan untuk menguji kelayakan bahan ajar fisika yang ditinjau dari kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan, serta menguji keterbacaan dan pengaruh penggunaan bahan ajar Fisika CORE untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi momentum dan impuls. Penelitian pengembangan ini menggunakan model ADDIE. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah penyebaran angket, dokumentasi penelitian, observasi, dan test tertulis. Langkah percobaan sesuai dengan tahapan ADDIE. Sehingga hasil data penelitian diambil dari tahapan ADDIE yakni: (1) Tahap Analysis menghasilkan persentase kebutuhan bahan ajar sebesar 85,16%; (2) Tahap Design menghasilkan validasi perangkat pembelajaran dengan persentase validitas 80,59%; (3) Tahap Development menghasilkan bahan ajar Fisika yang telah dilakukan validasi instrumen kelayakan,keterbacaan, dan pengaruh bahan ajar Fisika CORE terhadap hasil belajar menghasilkan persentase validitas 81,80%; (4) Tahap Implementation menghasilkan penilaian hasil belajar sebesar 87,84; (5) Tahap Evaluation menghasilkan kenaikan hasil belajar mendapatkan kriteria tinggi 74,88% melalui uji gain ternormalisasi, keterbacaan bahan ajar dengan nilai rata-rata 88,42 melalui tes rumpang, penilaian kepraktisan sebesar 95,55% melalui angket kendala dan keterlaksanaan, dan keefektifan mendapatkan respon positif sebesar 84,66% melalui angket respon peserta didik. Hasil pada semua tahap tersebut dapat dinyatakan bahwa bahan ajar yang dikembangkan layak dan dapat digunakan untuk meningatkan hasil belajar peserta didik. Kata kunci: Pengembangan bahan ajar, model pembelajaran CORE, dan hasil belajar
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS PADA MATERI FLUIDA STATIS DI SMA NEGERI MOJOAGUNG WIDYA SAFIRA, YUAZULFA; SUNARTI, TITIN
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterlaksanaan pembelajaran, peningkatan keterampilan proses sains, dan respons siswa terhadap penerapan model inkuiri terbimbing pada materi fluida statis. Subjek penelitian ini berjumlah 98 siswa yang berada di tiga kelas. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, tes keterampilan proses sains, dan angket respon. Jenis penelitian ini yaitu pre-experimental dengan rancangan penelitian One group pretest-posttest `desaign. Data yang terkumpul kemudian di analisis dengan menggunakan uji t-berpasangan dan n-gain. Hasil penelitian didapatkan: (1) keterlaksanaan pembelajaran menggunakan model inkuiri mendapatkan skor 3,3 dengan kategori baik; (2) keterampilan proses sains siswa meningkat secara signifikan dengan kategori sedang setelah diterapkan model pembelajaran inkuiri terbimbing; (3) respon siswa terhadap penerapan pembelajaran inkuiri terbimbing berkategori sangat baik di ketiga kelas. Kesimpulan dari analisis penelitian bahwa penerapan inkuiri terbimbing dapat meningkatkan keterampilan proses sains. Kata Kunci: inkuiri terbimbing, keterampilan proses sains, fluida statis. This study aims to determine the implementation of inquiry learning model, science process skills, and student responses through the application of inquiry model on fluid static. The subject of this study is 98 students in all three classes. The research instrument used an observation sheet of learning implementation, a scientific process skills test, and a response questionnaire. This type of research in pre-experiment with One group pretest-posttest desaign. The collected data were analyzed using paired t-test and n-gain. The results of this study indicated that: (1) The qimplementation of learning qusing the guided inquiry model gets a score ofq3,3 with a qood category; (2) the result of science process skills increased singnificantly with the medium category after applied guided inquiry learning model; (3) students responded to the application of guided inquiry qodel in categorized learning is very good in all three classes. The conclusion of the research analysis is that the application of guided inquiry can improve science process skills.Keyword: guided inquiry, science process skills, fluid static.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING BERBASIS KEGIATAN LABORATORIUM UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATERI GEJALA PEMANASAN GLOBAL FARID AINUL MARHUM, A.; BUDININGARTI, HERMIN
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterlaksanaan pembelajaran, hasil belajar, dan mengetahui respon siswa dengan menerapkan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis kegiatan laboratorium pada materi gejala pemanasan global. Jenis penelitian yang digunakan adalah pre-experimental design. Penelitian dilakukan di SMA Negeri 18 Surabaya dengan sampel sebanyak tiga kelas dengan satu kelas eksperimen dan dua kelas replikasi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, tes, dan angket. Instrumen tes berupa tes pilihan ganda. Berdasarkan uji normalitas dan uji homogenitas nilai pre-test dan post-test didapatkan kelas eksperimen, kelas replikasi 1, dan kelas replikasi 2 terdistribusi normal dan homogen. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Keterlaksanaan pembelajaran pada ketiga kelas dinyatakan terlaksana dengan kategori sangat baik; 2) Berdasarkan analisis n-gain hasil belajar siswa pada ketiga kelas meningkat dengan kategori sedang; 3) Pembelajaran yang dilakukan mendapatkan respon positif dari siswa dengan kategori baik sekali. Berdasarkan hal di atas, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis kegiatan laboratorium dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Kata kunci: model pembelajaran inkuiri terbimbing, hasil belajar, kegiatan laboratorium, gejala pemanasan global. Abstract This study aims to describe the implementation of learning, learning outcomes, and student?s responses of by applying guided inquiry learning models based on laboratory activities in symptoms global warming. Thentype of research used pre-experimental design. The research was conducted at Senior High School 18 Surabaya with three sample classes with one experiment class and two replication classes. Technique of collecting data is observation method, test, and questionnaire. The test instrument is a multiple choice. Based on the normality test and homogeneity test of pre-test and post-test values ??obtained experimental class, replication class 1, and replication class 2 are normal distributed and homogeneous. The results showed: 1) The implementation of learning in the three classes observed from the teacher activity for two meetings was stated to be very well executed; 2) Based on the analysis of n-gain student learning outcomes in the three classes increased in the medium category; 3) The learning done earns positive responses from the students with very good category. The results concluded that guided inquiry models based on laboratory activities can improve student learning results. Keywords: guided inquiry learning, laboratory activities, and learning result, symptoms global warming
APLIKASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) DENGAN TEKNIK MIND MAPPING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK CHOIRUNISA, ANA; BUDININGARTI, HERMIN
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterlaksanaan pembelajaran kooperatif tipe TPS dengan teknik mind mapping materi pemanasan global kelas XI MIPA SMAN Bareng Jombang. Jenis penelitian ini adalah pre-experimental. Hasill analisis uji normalitas dan homogenitas dari hasil pretest dan posttest di ketiga kelas yang berdistribusi normal dan homogen. Kemudian dianalisis uji t-signifikasi setelah menentukan kelas eksperimen dan replikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlaksanaan pembelajaran pada ketiga kelas yang diamati dari aktivitas guru dan peserta didik melalui lembar keterlaksaan pembelajaran menunjukkan terlaksana dengan sangat baik. Kata kunci: kooperatif tipe TPS, mind mapping Abstract This aim of this research is to describe the learning outcomes of students of XI MIPA SMAN Bareng Jombang after the implementation of think pair share type cooperative learning model with mind mapping technique on the of global warming. This type of research is pre-experimental designs. The result of analysis of nnormality and homogeneity test of the pretest results obtained three classes which normally distributed and homogeneos distributed. And than of analysis of t-signification after that change experiment class and replication class. The research shows that the implication of learning in the three classes observed from the activties of teacher and students through the learning implementation shows is very good implemented. Keywords: TPS type cooperative learning, mind mapping