cover
Contact Name
Angga Hadiapurwa
Contact Email
angga@upi.edu
Phone
+6285221282902
Journal Mail Official
curricula@upi.edu
Editorial Address
Program Studi Pengembangan Kurikulum, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Pendidikan Indonesia, Jl. Dr. Setiabudhi Nomor 229 Bandung 40154
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Curricula: Journal of Curriculum Development
ISSN : 29647339     EISSN : 28307917     DOI : https://doi.org/10.17509/curricula
Core Subject :
Curricula: Journal of Curriculum Development is an open access and peer-reviewed journal published by Curriculum Development Study Program, Faculty of Education, Universitas Pendidikan Indonesia in collaboration with Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN) MoU file. The journal includes particular interests in issues related to research results on curriculum development, including curriculum design, implementation, evaluation, and learning development (resources, models, media, and assessment). Curricula: Journal of Curriculum Development aims to publish research conducted by researcher, teachers, lecturers, and others focusing on research at the levels of Early Childhood, Elementary, Junior High, or Senior High Schools, as well as Higher-Education. This journal is published quarterly, in March, June, September, and December.
Arjuna Subject : -
Articles 264 Documents
Curriculum theory: Empowering teachers in delivering effective teaching for children’s holistic development Idowu Tope Aisha Adekanbi; Michael Timilehin Oladele
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 3 No. 2 (2024): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v3i2.70214

Abstract

The significance of curriculum in education cannot be underestimated, as it enables teachers to know what to teach during teaching and learning. The dominant curriculum used in schools today is a scripted curriculum that does not allow teachers to see learners as co-creators in constructing knowledge. Many teachers find it challenging to adjust this curriculum to the interests and abilities of learners. This article aims to explore how scripted curricula can be adapted in childhood education to promote a child-centered approach that acknowledges children's knowledge, interests, needs, and abilities. This article examines 2011 to 2024 peer-reviewed articles that emphasize curriculum flexibility and students’ involvement in creating knowledge with 104 articles. The findings show that teachers need the knowledge of curriculum theory to modify and implement scripted curriculum in a way that is inclusive and culturally responsive to all learners. This knowledge will enable teachers to deliver instruction capable of motivating learners to work at their own pace and participate in meaningful and rewarding learning experiences.   Abstrak Pentingnya kurikulum dalam pendidikan tidak dapat diremehkan, karena kurikulum memungkinkan guru untuk mengetahui apa yang harus diajarkan selama proses belajar mengajar. Kurikulum dominan yang digunakan di sekolah saat ini adalah kurikulum tertulis yang tidak memungkinkan guru untuk melihat peserta didik sebagai rekan pencipta dalam membangun pengetahuan. Banyak guru merasa sulit untuk menyesuaikan kurikulum ini dengan minat dan kemampuan peserta didik. Tujuan artikel ini adalah untuk mengeksplorasi bagaimana kurikulum tertulis dapat diadaptasi dalam pendidikan anak usia dini untuk mempromosikan pendekatan yang berpusat pada anak yang mengakui pengetahuan, minat, kebutuhan, dan kemampuan anak-anak. Artikel ini mengkaji artikel yang ditinjau sejawat dari tahun 2011 hingga 2024 yang menekankan fleksibilitas kurikulum dan keterlibatan siswa dalam penciptaan pengetahuan menggunakan 104 artikel. Temuan menunjukkan bahwa pengetahuan teori kurikulum dibutuhkan oleh guru untuk memodifikasi dan menerapkan kurikulum tertulis dengan cara yang inklusif dan responsif secara budaya terhadap semua peserta didik. Pengetahuan ini memungkinkan guru untuk memberikan instruksi yang mampu memotivasi peserta didik untuk bekerja sesuai kecepatan mereka sendiri dan berpartisipasi dalam pengalaman belajar yang bermakna dan bermanfaat. Kata Kunci: kurikulum tertulis; minat peserta didik; praktik pembelajaran; teori kurikulum 
Principals' intellectual stimulation and teachers’ job satisfaction in public secondary schools Olaolu Paul Akinnubi; Moses Adeleke Adeoye
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 3 No. 2 (2024): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v3i2.75053

Abstract

This study examined the relationship between principals' intellectual stimulation and teachers' job satisfaction in public secondary schools in Oyo State, Nigeria. This study identified specific intellectual stimulation strategies employed by principals to assess the level of job satisfaction among teachers and evaluate the effectiveness of these strategies. A descriptive research design was used for the study. A random sampling technique was used to select 352 teachers from 30 public secondary schools in nine local government areas in Oyo State, Nigeria. The findings indicate that teachers who perceived their principals as intellectually stimulating reported higher job satisfaction. The findings revealed that certain intellectual stimulation strategies positively impact teachers' job satisfaction, highlighting the importance of leadership practices in educational settings. It suggests that teachers who perceive their principals as intellectually stimulating are more likely to be satisfied with their jobs, motivated to perform at their best, and more committed to their professional roles. The study concludes that principals must embrace their role as intellectual stimulators and champions of continuous learning to cultivate a positive work environment.   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara stimulasi intelektual kepala sekolah dan kepuasan kerja guru di Sekolah Menengah Negeri di Negara Bagian Oyo, Nigeria. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi efektivitas strategi stimulasi intelektual yang digunakan oleh kepala sekolah untuk menilai tingkat kepuasan kinerja guru. Desain penelitian yang digunakan pada studi ini adalah penelitian deskriptif. Teknik pengambilan data yang digunakan adalah teknik random sampling untuk memilih 352 guru dari 30 Sekolah Menengah Negeri di sembilan wilayah pemerintah daerah di Negara Bagian Oyo, Nigeria. Temuan menunjukkan bahwa kepala sekolah yang menerapkan strategi secara intelektual melaporkan kepuasan kerja yang lebih tinggi. Temuan mengungkapkan bahwa kepala sekolah yang melakukan stimulasi intelektual berdampak positif pada kepuasan kerja guru dan memperlihatkan pentingnya praktik kepemimpinan dalam lingkungan pendidikan. Hal ini memperlihatkan kepala sekolah yang dapat menstimulasi secara intelektual cenderung membuat guru lebih puas dengan pekerjaan mereka, termotivasi untuk bekerja sebaik mungkin, dan dapat lebih berkomitmen secara profesional. Studi ini menyimpulkan bahwa kepala sekolah harus menjalankan peran mereka sebagai stimulator intelektual dan pendukung pembelajaran berkelanjutan untuk menumbuhkan lingkungan kerja yang positif. Kata Kunci: kepemimpinan kepala sekolah; kepemimpinan transformasional; kepuasan kerja guru; stimulasi intelektual
Assessment of ICT tool usage in teaching Chemistry among secondary school teachers Nafisat Oyebola Oyeniyi; Tawa Abiola Ahmed; Habibat Bolanle Abdulkareem
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 3 No. 2 (2024): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v3i2.69863

Abstract

The study explored the availability and utilization of ICT tools for chemistry teaching in Offa Local Government Area (LGA) of Kwara State. The study employed a descriptive survey research design. Purposive sampling was adopted to choose twenty-one chemistry teachers from sixteen public senior secondary schools and five private senior secondary schools in Offa LGA for the study. The tool employed to obtain the data was a questionnaire that the researcher designed. The instrument was face-validated by senior lecturers in scientific education and Pearson's Product Moment Correlation Coefficient (PPMC). The study found that the minimal ICT resources available were only moderately used to teach chemistry and that public and private schools in Offa LGA, Kwara State, have some ICT resources. It was suggested that the government give sufficient ICT resources to public schools and that private school owners supply sufficient ICT resources to their schools. It was also suggested that chemistry teachers use ICT resources when instructing Chemistry.   Abstrak Penelitian ini meneliti ketersediaan dan pemanfaatan perangkat TIK untuk pengajaran kimia di Offa Local Government Area (LGA) di Negara Bagian Kwara. Penelitian ini menggunakan desain penelitian survei deskriptif. Pengambilan sampel secara sengaja dilakukan untuk memilih dua puluh satu guru kimia dari enam belas sekolah menengah atas negeri dan lima sekolah menengah atas swasta di Offa LGA untuk penelitian ini. Perangkat yang digunakan untuk memperoleh data adalah kuesioner yang dirancang oleh peneliti. Instrumen tersebut divalidasi oleh dosen senior dalam pendidikan sains dan Product Moment Correlation Coefficient (PPMC). Penelitian ini menemukan bahwa sumber daya TIK minimal yang tersedia hanya digunakan secara moderat untuk mengajar kimia dan bahwa sekolah negeri dan swasta di Offa LGA, Negara Bagian Kwara memiliki beberapa sumber daya TIK. Di antara hal-hal lain, disarankan agar pemerintah memberikan sumber daya TIK yang cukup untuk sekolah negeri dan agar pemilik sekolah swasta menyediakan sumber daya TIK yang cukup untuk sekolah mereka. Disarankan juga agar guru kimia memanfaatkan sumber daya TIK yang dapat diakses dengan baik saat mengajar Kimia. Kata Kunci: asesmen guru; guru kimia; pemanfaatan TIK; perangkat TIK
Awareness, efficacy, and readiness on the usability of counseling service application software to enhance the academic outcome Abdulmutalib Opeyemi Adio; Hameed Olamilekan Bolaji
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 3 No. 2 (2024): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v3i2.69875

Abstract

With the emergence of e-counseling applications, counseling services can now be provided to clients online. This study examines secondary school counselors' awareness, efficacy, and readiness to utilize counseling service application software in Lagos, Nigeria. Using a descriptive survey design, data were collected through a standardized questionnaire validated by experts. The analysis revealed that counselors exhibit low awareness, capability, and readiness to use such software. Additionally, there is a moderate positive relationship between these variables and the usability of counseling applications, which is statistically significant. These findings highlight the need for training programs to enhance counselors’ awareness and competencies. Support from the government and educational institutions is essential to promote the adoption of this technology, which can improve counseling effectiveness, support students’ mental health, and enhance academic outcomes. Collaboration with technology experts is strongly recommended to optimize the application of this software in counseling practices.   Abstrak Munculnya aplikasi e-konseling, layanan konseling kini dapat diberikan kepada klien secara online. Penelitian ini mengkaji tingkat kesadaran, efikasi, dan kesiapan konselor sekolah menengah di Lagos, Nigeria, dalam menggunakan perangkat lunak aplikasi layanan konseling. Dengan desain survei deskriptif, data dikumpulkan melalui kuesioner terstandar yang telah divalidasi oleh para ahli. Analisis data menunjukkan bahwa konselor memiliki tingkat kesadaran, kemampuan, dan kesiapan yang rendah terhadap penggunaan perangkat lunak tersebut. Hasil juga menunjukkan adanya hubungan positif yang moderat antara ketiga variabel tersebut dengan kegunaan aplikasi konseling, yang signifikan secara statistik. Temuan ini menyoroti pentingnya program pelatihan yang dirancang untuk meningkatkan kesadaran dan kompetensi konselor. Dukungan pemerintah dan institusi pendidikan diperlukan untuk memfasilitasi adopsi teknologi ini, yang diharapkan dapat meningkatkan efektivitas layanan konseling, mendukung kesehatan mental siswa, serta memperbaiki hasil akademik mereka. Kolaborasi dengan pakar teknologi sangat dianjurkan untuk memaksimalkan penerapan perangkat lunak ini dalam praktik konseling. Kata Kunci: aplikasi layanan konseling; konseling; teknologi
Implementing curriculum at Sekolah Rimba Indonesia Imaanuddin Muhtar; Haliza Hanif; Winny Azwita Putri; Lisa Amelia
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 3 No. 2 (2024): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v3i2.70816

Abstract

This article discusses implementing policies at Sekolah Rimba Indonesia, founded by Hanan Attaki. Sekolah Rimba adopts a nature-based educational approach and Islamic values, focusing on character development, life skills, and a deep understanding of religion. This article was written with the aim of providing a better understanding of the curriculum provided at Sekolah Rimba so that other schools can later implement this interesting and creative curriculum. The curriculum discussion at Sekolah Rimba was carried out because Sekolah Rimba has a combined curriculum between nature-based and religious education aligned with the current curriculum. Through observation and analysis, this article explores how the Sekolah Rimba curriculum is designed to create a holistic and contextual learning environment. The findings show that the educational methods used at Sekolah Rimba improve students' academic understanding and shape their morals and ethics, resulting in individuals with noble character who make positive contributions to society. This article also provides challenges and successes in implementing these criteria and recommendations for further improvement.   Abstrak Artikel ini membahas penerapan kebijakan di Sekolah Rimba Indonesia yang didirikan oleh Hanan Attaki. Sekolah Rimba mengadopsi pendekatan pendidikan berbasis alam dan nilai-nilai keislaman, dengan fokus pada pengembangan karakter, keterampilan hidup, dan pemahaman agama yang mendalam. Artikel ini dibuat dengan tujuan agar memberikan pemahaman lebih mengenai kurikulum yang disediakan di Sekolah Rimba agar nantinya sekolah lain dapat menerapkan kurikulum yang menarik dan kreatif tersebut. Pembahasan kurikulum di Sekolah Rimba dilakukan karena Sekolah Rimba memiliki kurikulum gabungan antara pendidikan berbasis alam dan agama yang diselaraskan dengan kurikulum saat ini. Melalui observasi dan analisis, artikel ini mengeksplorasi bagaimana kurikulum Sekolah Rimba dirancang untuk menciptakan lingkungan belajar yang holistik dan kontekstual. Temuan menunjukkan bahwa metode pendidikan yang digunakan di Sekolah Rimba tidak hanya meningkatkan pemahaman akademis peserta didik, tetapi juga membentuk moral dan etika mereka, sehingga menghasilkan individu yang berakhlak mulia dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Artikel ini juga memberikan tantangan dan keberhasilan dalam penerapan kriteria tersebut, serta memberikan rekomendasi untuk perbaikan lebih lanjut. Kata Kunci: kurikulum sekolah; pendidikan; sekolah Rimba.
Student perceptions of the socialization and implementation Merdeka Belajar Kampus Merdeka program Tridelvy Sensony; Dadang Sukirman; Ahmad Fajar Fadlillah
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 3 No. 2 (2024): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v3i2.74952

Abstract

This study analyzes the perceptions of students of the Universitas Pendidikan Indonesia about the implementation of the Merdeka Belajar Kampus Merdeka Program Policy, including their interests and expectations related to learning activities. The background of this study focuses on the importance of socialization programs in improving student understanding and participation. The method used in this research is a quantitative approach with a descriptive design involving 40 respondents who are active students and have finished the program for at least one semester. Data were collected using a closed questionnaire with 30 statements with a Likert scale and then analyzed using descriptive analysis. The findings revealed that students' perceptions of program socialization and independent study implementation were rated to be in the category of "positive". This means that most of the respondents agreed that through socialization they became informed about the existence of the program and joined the same. Additionally, interests in learning were categorized as "very positive". These findings emphasize the importance of effective socialization in educational programs and can be a reference for developing better MBKM programs in the future. It is expected that this research will contribute to an increase in the quality of education in Indonesia.   Abstrak Penelitian ini menganalisis persepsi mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia tentang implementasi Kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka, termasuk minat dan harapan mereka terkait dengan kegiatan pembelajaran. Latar belakang penelitian ini berfokus pada pentingnya program sosialisasi dalam meningkatkan pemahaman dan partisipasi mahasiswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif yang melibatkan 40 responden yang merupakan mahasiswa aktif dan telah menyelesaikan program minimal satu semester. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tertutup dengan 30 pernyataan dengan skala likert kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi mahasiswa terhadap sosialisasi program dan implementasi studi mandiri dinilai dalam kategori "positif". Artinya sebagian besar responden setuju bahwa melalui sosialisasi mereka menjadi tahu tentang keberadaan program dan mengikutinya. Selain itu, minat belajar dikategorikan "sangat positif". Temuan ini menekankan tentang pentingnya sosialisasi yang efektif dalam program pendidikan dan dapat menjadi acuan untuk mengembangkan program MBKM yang lebih baik di masa mendatang. Diharapkan penelitian ini akan memberikan kontribusi bagi peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. Kata Kunci: kampus merdeka; minat belajar; persepsi mahasiswa
Courses design based on perspective human-centered learning design Taopik Barkah; Asep Herry Hernawan; Angga Hadiapurwa
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 3 No. 2 (2024): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v3i2.66567

Abstract

This article aims to investigate and analyze course design based on a human-centered learning design perspective. In the modern educational era, effective course design requires an approach that understands the needs and characteristics of learners. The design of human-centered learning places learners at the center of the subject, acknowledging their diversity in learning styles, backgrounds, and individual needs. This research was conducted using the scientific literature review method to find data on the flow and recommendation model that can be applied in the development of courses or training with human-centered learning design. The results of this literature review provide insight into the principles of human-centered learning design and provide practical guidance for teachers, curriculum designers, and education practitioners in designing effective and impactful learning experiences. By understanding and applying this approach, it is expected that the development of learning design, both course development, learning materials, modules, and learning media can be more relevant, and interesting, and make a significant contribution to the development of the learning needs of today's students.   Abstrak Artikel ini bertujuan untuk menyelidiki dan menganalisis desain kursus berdasarkan perspektif desain pembelajaran yang berpusat pada manusia. Dalam era pendidikan modern, desain kursus yang efektif memerlukan pendekatan yang memahami kebutuhan dan karakteristik peserta didik. Desain pembelajaran yang berpusat pada manusia menempatkan peserta didik sebagai subjek utama, mengakui keberagaman mereka dalam gaya belajar, latar belakang, dan kebutuhan individual. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kajian literatur ilmiah untuk mencari data mengenai alur dan model rekomendasi yang dapat diterapkan dalam pengembangan kursus atau pelatihan dengan desain pembelajaran yang berpusat pada manusia. Hasil kajian literatur ini memberikan wawasan tentang prinsip-prinsip desain pembelajaran yang berpusat pada manusia dan memberikan panduan praktis bagi para pengajar, desainer kurikulum, dan praktisi pendidikan dalam merancang pengalaman pembelajaran yang efektif dan berdampak positif. Dengan memahami dan menerapkan pendekatan ini, diharapkan pengembangan desain pembelajaran baik itu pengembangan kursus, bahan ajar materi, modul, dan media pembelajaran agar dapat menjadi lebih relevan, menarik, dan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perkembangan kebutuhan belajar pelajar saat ini. Kata Kunci: berpusat pada manusia; desain berpikir; desain pembelajaran
Duolingo in English education: Evidence-based perspectives on learning outcomes Fitriani Fitriani
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 3 No. 2 (2024): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v3i2.75706

Abstract

The proliferation of Mobile-Assisted Language Learning (MALL) applications has reshaped the landscape of language education, with platforms like Duolingo making language learning more accessible, engaging, and flexible. This study systematically reviews 20 research articles to evaluate Duolingo’s effectiveness in fostering language proficiency, with a focus on vocabulary acquisition, reading comprehension, speaking, listening, and writing skills. The findings indicate that Duolingo is particularly effective at building foundational vocabulary and supporting beginner-level reading and listening comprehension through gamified and personalized learning features. Duolingo’s gamified elements enhance engagement and promote consistent practice, but the platform’s lack of interactive, real-time communication restricts its ability to develop higher-order language skills. This study underscores the complementary role of digital tools like Duolingo within language curricula, particularly in blended or hybrid learning models, where mobile learning can support vocabulary retention and independent study. Findings from this study contribute to the ongoing discourse on the role of MALL in language acquisition, offering practical insights for educators and policymakers considering digital integration in language programs.   Abstrak Proliferasi aplikasi pembelajaran bahasa berbasis perangkat seluler (Mobile-Assisted Language Learning/MALL) telah mengubah lanskap pendidikan bahasa, dengan platform seperti Duolingo yang membuat pembelajaran bahasa menjadi lebih mudah diakses, menarik, dan fleksibel. Studi ini secara sistematis mengulas 20 artikel penelitian untuk mengevaluasi efektivitas Duolingo dalam meningkatkan kemahiran bahasa, terutama pada aspek kosakata, membaca, berbicara, mendengarkan, dan menulis. Temuan menunjukkan bahwa Duolingo sangat efektif dalam membangun kosakata dasar dan mendukung pemahaman membaca dan mendengarkan pada tingkat pemula melalui fitur pembelajaran yang digamifikasi dan dipersonalisasi. Elemen gamifikasi di Duolingo meningkatkan keterlibatan dan mendorong praktik yang konsisten, kurangnya interaksi waktu nyata membatasi pengembangan keterampilan bahasa tingkat lanjut. Studi ini menekankan peran pelengkap alat digital seperti Duolingo dalam kurikulum bahasa, terutama dalam model pembelajaran campuran atau hybrid, di mana pembelajaran seluler dapat mendukung retensi kosakata dan pembelajaran mandiri. Temuan dari studi ini berkontribusi pada wacana berkelanjutan tentang peran MALL dalam perolehan bahasa, serta menawarkan wawasan praktis bagi pendidik dan pembuat kebijakan yang mempertimbangkan integrasi digital dalam program bahasa. Kata Kunci: Duolingo; keterampilan bahasa Inggris; pembelajaran bahasa dengan bantuan ponsel
The analysis of project-based learning models implementation on student motivation and learning achievement Amara Mery Athaya; Mira Kusmiati; M. Azhar Faturachman
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 3 No. 2 (2024): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v3i2.63535

Abstract

Learning activities are now centered not only on teachers but also on students who actively participate in the process. Learning motivation needs to be developed in students to achieve high learning outcomes. There are several learning models that teachers can use in the teaching process, one of which is project-based learning. This learning model is a model that guides students to engage in a project collaboratively and provides them with opportunities to develop themselves based on their real experiences. This study aims to analyze the implementation of the project-based learning model on student motivation and learning achievement in the environment of one of the Vocational High Schools in the Lembang area. The research method used in this study is a qualitative approach using the interview method. The results of the study show that this learning model increases student participation in learning so that students are encouraged to have motivation and achieve in getting good project results.   Abstrak Kegiatan pembelajaran kini tidak hanya terpusat kepada guru, namun peserta didik turut serta aktif dalam prosesnya. Motivasi belajar perlu untuk dikembangkan dalam diri peserta didik agar bisa mendapatkan hasil belajar yang prestatif. Terdapat beberapa model pembelajaran yang dapat digunakan oleh guru dalam proses mengajar, salah satunya adalah pembelajaran berbasis proyek atau Project-Based Learning. Model pembelajaran ini merupakan model yang membimbing peserta didik untuk terlibat dalam sebuah proyek secara kolaboratif dan memberikan kesempatan bagi mereka untuk mengembangkan diri berdasarkan pengalaman yang dimilikinya secara nyata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi model pembelajaran berbasis proyek pada motivasi dan prestasi belajar peserta didik yang ada di lingkungan salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di daerah Lembang. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran ini meningkatkan partisipasi peserta didik yang tinggi dalam pembelajaran sehingga peserta didik terdorong untuk memiliki motivasi dan berprestasi dalam mendapatkan hasil proyek yang baik. Kata Kunci: motivasi; pembelajaran berbasis proyek; prestasi belajar
Implementation of the hidden curriculum in the formation of the religious character of students Ulfa Fitria; Nur Khalimah
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 3 No. 2 (2024): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v3i2.73181

Abstract

The educational curriculum applied in Islamic boarding schools to educate students' character is limited to using a written curriculum system and a hidden curriculum applied in teaching activities at Islamic boarding schools. This study aims to explain the hidden curriculum policy (hidden curriculum in the Darussalam Blokagung Banyuwangi Islamic boarding school). This study uses a qualitative descriptive method, which emphasizes field observation. This method aims to obtain complete and in-depth information by collecting data through observations, interviews, and documentation. As a result of this study, the researcher found that the hidden curriculum applied at the Darussalam Blokagung Islamic boarding school has been implemented since the founders of the Islamic boarding school, namely KH. Mukhtar Syafa'at Abdul Ghofur. The hidden curriculum implemented includes congregational prayers, madrasah diniyah, istighosah, study sessions of the Ihya’ Ulumiddin book, Quran learning using the Yanbu’a method, monthly Ahad Legi gatherings, and weekly ro’an activities every Friday. This research contributes to uncovering the role of the hidden curriculum as an effective strategy for character development in Islamic boarding schools. It provides a reference for other educational institutions to integrate similar practices into their teaching systems.   Abstrak Kurikulum pendidikan yang diterapkan di pondok pesantren dalam mendidik karakter santri tidak hanya sebatas menggunakan sistem kurikulum yang tertulis saja, ada pula kurikulum tersembunyi yang diterapkan dalam proses kegiatan pengajaran di pondok pesantren. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan mengenai kebijakan hidden curriculum (kurikulum tersembunyi yang ada di Pondok Pesantren Darussalam Blokagung Banyuwangi). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, yang menekankan observasi lapangan. Tujuan dari metode ini adalah untuk mendapatkan informasi yang lengkap dan mendalam dengan pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini menemukan bahwa hidden curriculum yang diterapkan di pondok Pesantren Darussalam Blokagung sudah dilaksanakan sejak zaman pendiri pondok pesantren sendiri, yaitu KH. Mukhtar Syafa’at Abdul Ghofur. Hidden curriculum yang diterapkan meliputi sholat berjamaah, madrasah diniyah, istighosah, pengajian kitab Ihya’ Ulumiddin, pembelajaran Al-Qur'an dengan metode Yanbu’a, pengajian rutin bulanan Ahad Legi, serta kegiatan ro’an santri setiap Jumat. Penelitian ini berkontribusi dalam mengungkap peran hidden curriculum sebagai strategi efektif dalam pembentukan karakter santri di pondok pesantren, serta memberikan referensi bagi institusi pendidikan lain untuk mengintegrasikan praktik serupa dalam sistem pengajarannya. Kata Kunci: hidden curriculum; karakter religius; santri

Page 9 of 27 | Total Record : 264