cover
Contact Name
Jurnal Agro UNIDA
Contact Email
gasj@unida.gontor.ac.id
Phone
+6285857786739
Journal Mail Official
gasj@unida.gontor.ac.id
Editorial Address
Jalan Raya Siman, Demangan, Siman, Ponorogo, East Java, Indonesia, 63471
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
Gontor Agrotech Science Journal
Core Subject :
Gontor AGROTECH Science Journal is a peer review journal with covers many topics such as integrated farming, soil science, agronomy, plant cultivation, agrotechnology, plant protection, Islamic view in agriculture, and many related topics.
Arjuna Subject : -
Articles 50 Documents
Efek Perbedaan Media Aklimatisasi Pada Pertumbuhan Bibit Talas Beneng (Xanthosoma undipes K.Koch): Effects of Different Acclimatization Media on The Growth of Beneng Taro Seedlings (Xanthosoma undipes K.Koch) Dhandy Mulia; Nova Triani; Didik Utomo Pribadi; Ali Husni
Gontor Agrotech Science Journal Vol. 11 No. 01 (2025): Juni 2025
Publisher : University of Darussalam Gontor, Ponorogo, East Java Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang terjadi di tahap aklimatisasi terdapat pada komposisi media. Komposisi media yang tepat dapat meningkatkan pertumbuhan dan keberhasilan saat aklimatisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan media aklimatisasi yang lebih baik untuk pertumbuhan bibit talas beneng hasil dari kultur jaringan. Penelitian ini merupakan percobaan satu faktor yang disusun berdasarkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non- faktorial, dengan faktor yaitu komposisi media tanam. Media tanam yang digunakan yaitu tanah, pasir dan pupuk kandang sapi. Analisis data menggunakan Analisis Ragam (ANOVA) dan uji lanjut menggunakan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) 5%. Analisis korelasi digunakan untuk pengamatan korelasi antar variabel pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi media tanah dan pasir menunjukkan hasil yang lebih baik pada persentase bibit hidup serta rerata tinggi bibit pada saat aklimatisasi. Komposisi media tanah, pupuk kandang sapi dan pasir memberikan hasil yang lebih baik pada parameter jumlah daun serta jumlah tunas bibit. Analisis korelasi memberikan hasil berupa korelasi positif antara tinggi tanaman dengan jumlah daun dan jumlah tunas bibit. Analisis korelasi tidak nyata didapatkan dari korelasi antara jumlah daun dengan jumlah tunas talas beneng, sehingga penambahan jumlah daun pada bibit talas beneng karena pengaruh perlakuan komposisi media tidak berpengaruh pada penambahan jumlah tunas, begitu pula sebaliknya.
Pertumbuhan Dan Kualitas Pascapanen Bayam (Amaranthus tricolor L.) Dengan Pengayaan Kalsium Nitrat (Ca(NO3)2) Melalui Sistem Hidroponik Wick: Growth and Post-Harvest Quality of Spinach (Amaranthus tricolor L.) with Calcium Nitrate (Ca(NO3)2) Enrichment through a Wick Hydroponic System Siti Zuraidah Binti Yakob; Zulfa Ulinnuha; Eny Rokhminarsi; Agus Suroto
Gontor Agrotech Science Journal Vol. 11 No. 01 (2025): Juni 2025
Publisher : University of Darussalam Gontor, Ponorogo, East Java Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bayam mengandung kalsium 99 mg kalsium per 100 g, tetapi kandungan oksalat juga tinggi, sehingga menurunkan bioavailabilitas sehingga hanya 5% atau sekitar 13 mg kalsium yang dapat digunakan oleh tubuh. Penelitian ini bertujuan mendapatkan konsentrasi Ca(NO3)2 dalam larutan nutrisi AB Mix terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bayam, mendapatkan varietas yang paling responsif terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bayam, mendapatkan kombinasi varietas dan konsentrasi Ca(NO3)2 dalam larutan nutrisi AB Mix yang paling optimum terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bayam. Rancangan penelitian menggunakan rancangan petak terpisah dengan 2 faktor: Ca(NO3)2 sebagai petak utama terdiri dari: tanpa Ca(NO3)2, Ca(NO3)2 300 mg/l, Ca(NO3)2 600 mg/l, Ca(NO3)2 900 mg/l, dan Ca(NO3)2 1200 mg/l. Varietas sebagai anak petak terdiri dari: varietas Maestro, Mira, dan Belang. Variabel yang diamati: tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, volume akar, panjang akar, bobot tajuk segar, bobot tajuk kering, susut bobot, kandungan klorofil, laju pertumbuhan relatif, dan laju asimilasi bersih. Analisis data menggunakan ANOVA dan uji DMRT. Hasil penelitian menunjukkan varietas Maestro memberikan pertumbuhan yang terbaik dibanding varietas lainnya. Konsentrasi Ca(NO3)2 900 mg/l secara signifikan meningkatkan pertumbuhan tanaman bayam.
Karakterisitik Sifat Fisik Tanah Pada Lahan Budidaya Talas Beneng (Xanthosoma undipes K. KOCH) Berdasarkan Perbedaan Ketinggian : Characteristics of the Physical Properties of Soil in Talas Beneng (Xanthosoma undipes K. Koch) Cultivation Areas Based on Altitudinal Differences Aghnia Sholihat; Nuniek Hermita
Gontor Agrotech Science Journal Vol. 11 No. 01 (2025): Juni 2025
Publisher : University of Darussalam Gontor, Ponorogo, East Java Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karakteristik fisik tanah berperan penting dalam menentukan kualitas lahan dan kondisi lingkungan. Sifat fisik tanah seperti tekstur, struktur, dan permeabilitas merupakan indikator utama dalam menilai kualitas lahan pertanian sehingga melakukan analisis terhadap sifat fisik tanah di berbagai ketinggian menjadi penting untuk menentukan lokasi yang paling sesuai bagi pengembangan talas beneng secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik fisik tanah pada lahan budidaya talas beneng di berbagai ketinggian tempat. Metode yang digunakan deskriptif kuantitatif yang dilakukan di tiga lokasi dengan perbedaan ketinggian, yaitu Desa Talaga Warna di Kecamatan Pabuaran (343 mdpl), Desa Juhut di Kecamatan Karangtanjung (615 mdpl), dan Desa Kaduengang di Kecamatan Cadasari (761 mdpl). Parameter sifat fisik tanah yang di uji yaitu tekstur, struktur dan permeabilitas tanah. Pengambilan sampel tanah menggunakan ring sampel pada kedalaman 0-20 cm kemudian di analisis di Laboratoriun Tanah Universitas Sultan Ageng Tirtayasa dan Laboratorium Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan Fakultas Pertanian IPB. Hasil penelitian menunjukan bahwa tekstur tanah pada seluruh lahan budidaya talas beneng di dominasi oleh lempung berpasir, struktur tanah memiliki struktur yang berbentuk granular sedang hingga kasar dan kelas permeabilitas tanah tergolong cepat hingga agak cepat.
Jenis Komposisi Media TAnam Mempengaruhi Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Selada (Lactuca sativa. L): The Composition of The Planting Medium Affects The Growth And Yield Of Lettuce Plants (Lactuca sativa. L) Intan Indriyani; Umi Barokah
Gontor Agrotech Science Journal Vol. 11 No. 01 (2025): Juni 2025
Publisher : University of Darussalam Gontor, Ponorogo, East Java Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman selada (Lactuva sativa. L) sebagai salah satu jenis sayuran yang memiliki kandungan gizi tinggi dan digemari masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis komposisi media tanam yang mempengaruhi pertumbuhan dan hasil tanaman selada (Lactuca sativa. L). Penelitian ini dilaksanakan di lahan Desa Sidobunder, Kecamatan Puring, Kabupaten Kebumen pada bulan Januari sampai dengan Maret 2025 dengan menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) Non faktorial dengan 10 perlakuan dan 3 ulangan yaitu P0 = tanah (Kontrol) (100%), P1 = Tanah + Pupuk kandang (1:1), P2 = tanah + Pupuk kandang + Arang sekam (1:1:1), P3 = Tanah + Pupuk kandang + Arang sekam + Cocopeat (1:1:1:1), P4 = Tanah + Arang sekam (1:1), P5 = Tanah +Arang sekam + Cocopeat (1:1:1), P6 = Tanah + Cocopeat (1:1), P7 = Arang sekam + Pupuk kandang (1:1), P8 = Cocopeat + Pupuk kandang (1:1), dan P9 = Arang sekam + Cocopeat + Pupuk Kandang (1:1:1). Hasil penelitian respon berbagai jenis komposisi media tanam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada (Lactuva sativa. L) berpengaruh nyata terhadap jumlah daun, diameter batang, berat segar akar, panjang akar, berat segar tajuk, pH, dan berat kering tajuk, serta tidak berpengaruh nyata terhadap lebar tajuk dan berat kering akar. Media tanam terbaik yaitu arang sekam + cocopeat + pupuk kandang.
Respon Tanaman Cabai (Capsicum annuum L.) Terhadap Pemberian Biofertilizer Akar Bambu dan Akar Putri Malu: Response of Chili Pepper Plant (Capsicum annuum L.) to The Apllication of Bamboo Root and Putri Malu Root Biofertilizer Yeni Yeni; Betari Safitri; Dila Febria; Nanang Wahyu Prajaka
Gontor Agrotech Science Journal Vol. 11 No. 01 (2025): Juni 2025
Publisher : University of Darussalam Gontor, Ponorogo, East Java Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cabai (Capsicum annuum L) adalah komoditas sayuran yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Pemberian nutrisi melalui pemupukan merupakan faktor penting dalam budidaya cabai untuk dapat meningkatkan produksi. Biofertilizer merupakan material yang berisi mikroba fungsional yang dapat membantu penyerapan nutrisi untuk tanaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui respon tanaman cabai terhadap pemberian biofertilizer yang berasal dari akar bambu (AB) dan akar putri malu (PM). Penelitian inimenggunakanRancanganAcakKelompok(RAK)dengan1 faktor, 10perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan yang digunakan yaitu biofertilizer AB konsentrasi 0%, 25%, 50%, 75%, 100% dan biofettilizer PM konsentrasi 0%, 25%, 50%, 75%, dan 100%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan biofertilizer akar bambu dan putri malu memberikan pengaruh sangat signifikan terhadap parameter hari muncul bunga (HST), jumlah buah (buah), bobot per buah (g), dan bobot buah per tanaman (g). Perlakuan akar bambu 100% dan putri malu 100% merupakan perlakuan terbaik di semua parameter pengamatan dengan memberikan hari muncul bunga tercepat (30.17 – 30.92 HST), jumlahbuahterbanyak(36.9 – 41.08 buah), bobot buah tertinggi (4.3 g), dan bobot buah per tanaman tertinggi(161.36 – 176.86 g).
Aplikasi Perangkap Warna Termodifikasi Terhadap Keragaman Athropoda Pada Budidaya Jagung Ketan (Zea mays var Ceratina): Application Of Modified Color Traps on Arthropoda Diversity In Corn Plants Sticky Rice (Zea mays var Ceratina) Iqbal Erdiansyah; Faine Arum Wardhani
Gontor Agrotech Science Journal Vol. 11 No. 01 (2025): Juni 2025
Publisher : University of Darussalam Gontor, Ponorogo, East Java Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jagung ketan (Zea mays var. Ceratina) adalah jenis jagung yang banyak dikonsumsi di Indonesia. Namun, produksi jagung ketan masih belum optimal karena serangan hama dan penyakit tanaman. Oleh karena itu, diperlukan inovasi untuk melindungi hasil panen jagung ketan dengan menggunakan perangkap serangga berwarna. Tujuan penelitian mengkaji potensi penggunaan perangkap warna terhadap indeks keanekaragamaan, dominasi dan kemerataan serangga pada jagung ketan. Penelitian ini dilakukan bulan Juni hingga Oktober 2024, dengan perlakuan menggunakan perangkap serangga hama berwarna kuning, oranye, ungu, merah, putih, dan hijau. Parameter yang diamati meliputi jumlah arthropoda yang terperangkap, indeks keanekaragaman biologis, dominansi, dan kemerataan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 5018 ekor arthropoda terperangkap, yang terdiri dari Ordo Lepidoptera, Coleoptera, Orthoptera, dan Diptera. Perangkap berwarna putih memiliki indeks keanekaragaman yang rendah (0,92), sementara warna kuning, hijau, oranye, ungu, dan merah memiliki tingkat keberagaman sedang. Pada indeks dominansi, warna merah dan putih masing-masing memiliki nilai rendah (0,33 dan 0,43). Sementara itu, nilai kemerataan pada perangkap warna merah berada pada kategori sedang (0,34), lebih tinggi dibandingkan dengan warna lainnya yang tergolong rendah.
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendataan Usahatani Cabai Merah di Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember: Analysis of Factors Affecting Red Chili Farming Income in Wuluhan District, Jember Regency Eliyatiningsih; Rindha Rentina Darah Pertami; Abdurrahman Salim; Iqbal Erdiansyah
Gontor Agrotech Science Journal Vol. 11 No. 01 (2025): Juni 2025
Publisher : University of Darussalam Gontor, Ponorogo, East Java Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cabai merah masih menjadi komoditas andalan sub sektor hortikultura yang menjanjikan untuk terus dikembangkan. Berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkan produksi dan produktivitas cabai merah melalui berbagai inovasi teknis budidaya. Peningkatan produksi tersebut pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besarnya pendapatan petani cabai merah di daerah sentra di Kabupaten Jember dan faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian dilakukan di Kecamatan Wuluhan Kabupaten Jember dengan jumlah responden sebanyak 50 petani dan dilakukan menggunakan bantuan kuesioner. Analisis yang digunakan adalah analisis usahatani untuk menghitung besarnya pendapatan petani cabai merah. Sementara untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi pendapatan petani digunakan analisis regresi linear berganda. Berdasarkan hasil analisis usahatani diketahui bahwa besarnya pendapatan petani cabai merah adalah Rp. 43.196.607/Hektar/MT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan usahatani cabai merah dipengaruhi secara signifikan oleh produksi, biaya tenaga kerja, dan harga jual cabai merah. Sementara faktor-faktor lainnya seperti luas lahan, pengalaman usahatani, biaya pupuk, dan biaya pestisida tidak memberikan pengaruh yang signifikan.
Aplikasi Ekstrak Bawang Merah Melalui Daun Untuk Meningkatkan Pertumbuhan Anggrek Pada Fase Aklimatisasi: Application of Shallot Extract Foliar Spray to Enhance Growth of Orchid (Dendrobium ap.) at The Acclimatization Stage Mustika Adzania Lestari; Reza Zulfahmi; Hevia Purnama Sari; Desty Aulia Putranti
Gontor Agrotech Science Journal Vol. 11 No. 01 (2025): Juni 2025
Publisher : University of Darussalam Gontor, Ponorogo, East Java Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dendrobium sp. merupakan jenis anggrek yang menjadi primadona karena warna dan bentuknya yang beragam, tangkai bunga yang lentur serta tingkat kesegaran yang relatif lama. Aplikasi Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) pada budidaya anggrek telah banyak dilakukan untuk mengatasi laju pertumbuhan yang cenderung lambat, terutama pada tahap aklimatisasi yang merupakan fase kritis dalam perbanyakan in vitro. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh frekuensi pemberian ekstrak bawang merah sebagai ZPT alami melalui penyemprotan pada daun (foliar spray) terhadap pertumbuhan anggrek Dendrobium sp. pada tahap aklimatisasi. Penelitian ini disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan lima perlakuan frekuensi penyemprotan (0, 1x, 2x, 3x, dan 4x). Data dianalisis dengan sidik ragam dan uji lanjut (BNT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian ekstrak bawang merah melalui daun terbukti mampu meningkatkan pertumbuhan bibit anggrek Dendrobium sp. pada tahap aklimatisasi. Frekuensi penyemprotan sebanyak 3x menghasilkan pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah daun, bobot segar tanaman, dan jumlah akar yang lebih tinggi dari kombinasi perlakuan lainnya. Foliar spray menjadi metode yang lebih efektif karena mampu menyediakan nutrisi yang lebih cepat diakses oleh tanaman melalui mekanisme transport aktif sekaligus mengurangi residu pemakaian.
Kajian Tabel Hidup Hama Kepik Renda (Vatiga Illudens Drake 1922) Pada Berbagai Aksesi Singkong Yang Dikoleksi Dari Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah: Study of Cassava Lace Bug (Vatiga illudens Drake 1922) Life Table on Cassava Accessions Collected from Banyumas Regency, Central Java Province Agus Suroto; Etik Wukir Tini; Jihan Nur Fauziah; Eka Oktaviani
Gontor Agrotech Science Journal Vol. 11 No. 01 (2025): Juni 2025
Publisher : University of Darussalam Gontor, Ponorogo, East Java Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengendalian hama secara terpadu, atau yang sering disebut dengan Integrated Pest Management (IPM), merupakan pendekatan holistic (menyeluruh) yang dimanfaatkan untuk mengendalikan hama secara efektif, dengan mengkombinasikan berbagai strategi, namun tetap meminimalkan pengaruh terhadap lingkungan dan biaya secara ekonomi. Salah satu teknik yang dapat digunakan untuk pendeteksian awal hama serangga dalam konteks IPM adalah pemanfaatan tabel hidup serangga. Penyusunan tabel hidup hama kepik renda (Vatiga illudens Drake 1922) merupakan hal yang penting, namun belum pernah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tabel hidup hama kepik renda yang akan digunakan sebagai dasar IPM. Sebanyak 8 (delapan) aksesi tanaman singkong yang dikoleksi dari berbagai daerah di Kabupaten Banyumas digunakan sebagai inang hama kepik renda di Laboratorium Experimental Farm, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Parameter yang diteliti meliputi jumlah individu V.illudens pada berbagai stadium, mortalitas, jumlah rata-rata individu pada kelompok umur x, jumlah individu yang hidup pada kelompok umur x, harapan hidup pada setiap aksesi inang tanaman, keperidian (fekunditas), dan faktor lingkungan (suhu dan kelembapan udara) selama 30 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah populasi tiap stadia hama V. illudens terus meningkat selama satu siklus hidupnya. Aksesi asal koleksi dan hari berpengaruh terhadap perkembangan populasi hama V. illudens. Semakin tinggi suhu dan kelembaban udara, penyebaran hama akan meningkat. Hama V. illudens memiliki kesesuaian terhadap tanaman singkong sayur yang berasal dari Kecamatan Gumelar dan tidak memiliki kesesuaian terhadap tanaman singkong variegata yang berasal dari Kecamatan Sumbang.
Survei Keanekaragaman Lalat Buah Menggunakan Atraktan Metil Eugenol pada Berbagai Tanaman Buah di Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah : Survey of Fruit Fly Bactrocera spp. (Diptera: Tephritidae) Diversity Using The Methyl Eugenol Attractant on Various Fruit Plants in Sumbang District, Banyumas Regency, Central Java Province Agus Suroto; Abdul Manan; Eka Oktaviani
Gontor Agrotech Science Journal Vol. 12 No. 01 (2026): Juni 2026
Publisher : University of Darussalam Gontor, Ponorogo, East Java Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/agrotech.v12i01.45

Abstract

Lalat buah merupakan hama penting bagi komoditas hortikultura yang dapat menimbulkan kerugian ekonomi bagi masyarakat. Lalat buah dapat menyerang berbagai komoditas hortikultura, dari berbagai tanaman buah dan sayuran, sehingga disebut hama polifagus. Kecamatan Sumbang menjadi salah satu kecamatan produsen buah dan sayuran di Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Serangan hama lalat buah menjadi satu aspek yang mempengaruhi produktivitas komoditas pertanian, khususnya tanaman buah di Kecamatan Sumbang. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk memetakan keragaman lalat buah di Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, (2) menentukan spesies lalat buah yang paling dominan di lokasi penelitian, (3) mengelompokkan kemiripan spesies lalat buah berdasarkan persebaran di masing-masing desa dan berdasarkan tanaman tempat peletakan perangkap yang diteliti. Data serangan lalat buah di setiap tanaman inang dikoleksi dengan atraktan metil eugenol pada 19 (sembilan belas) desa di Kecamatan Sumbang. Hasil penelitian menunjukkkan bahwa ditemukan 4 (empat) spesies lalat buah Bactrocera sp. di semua lokasi penelitian, yang terdiri dari B.umbrosa, B. dorsalis, B. carambolae, dan B. correcta, dengan porsi kelimpahan tertinggi B.dorsalis (78,60%). Analisis keanekaragaman menunjukkan bahwa indeks keanekaragaman Shannon-Wiener spesies lalat buah di setiap desa menunjukkan kategori yang rendah, kecuali di desa Kedungmalang yang menunjukkan indeks keanekaragaman yang sedang, yaitu 1,0890. Analisis PCA menunjukkan bahwa spesies B. dorsalis memiliki kontribusi terkuat pada PC1. Spesies lalat buah dominan di daerah penelitian berasal dari perangkap yang diletakkan pada tanaman pepaya dan jambu kristal. Berdasarkan kemiripan profil sebaran lalat buah, sebaran lalat buah terdiri dari 2 klaster.