cover
Contact Name
Jurnal Agro UNIDA
Contact Email
gasj@unida.gontor.ac.id
Phone
+6285857786739
Journal Mail Official
gasj@unida.gontor.ac.id
Editorial Address
Jalan Raya Siman, Demangan, Siman, Ponorogo, East Java, Indonesia, 63471
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
Gontor Agrotech Science Journal
Core Subject :
Gontor AGROTECH Science Journal is a peer review journal with covers many topics such as integrated farming, soil science, agronomy, plant cultivation, agrotechnology, plant protection, Islamic view in agriculture, and many related topics.
Arjuna Subject : -
Articles 50 Documents
Pendugaan Viabilitas Benih Padi (Oryza sativa L.) dengan Uji Tetrazolium: Viability of Rice Seeds (Oryza sativa L.) Via The Tetrazolium Test Wati Tri Utami; Asih Farmia; Suharno Suharno
Gontor Agrotech Science Journal Vol. 10 No. 01 (2024): Juni 2024
Publisher : University of Darussalam Gontor, Ponorogo, East Java Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Faktor pendukung keberhasilan penanaman padi diantaranya adalah ketersediaan benih dalam jumlah yang cukup, bermutu tinggi, dan tersedia ketika dibutuhkan. Uji viabilitas benih padi secara konvensional pada umumnya memerlukan waktu cukup lama, sekitar 14 hari. Oleh karena itu, perlu dikembangkan beberapa metode uji cepat viabilitas benih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pewarnaan benih padi, perbedaan viabilitas yang diuji tetrazolium konsentrasi 0,25%, dan mengetahui hubungan antara nilai viabilitas benih yang diuji kecambah dengan yang diuji tetrazolium 0,25%. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai Mei 2023 di Laboratorium Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Jawa Tengah. Perlakuan yang digunakan adakah pengujian menggunakan uji kecambah langsung (uji kertas digulung dalam plastik) dan metode uji tetrazolium konsentrasi 0,25%. Benih yang digunakan adalah benih dengan waktu penyimpanan yang berbeda-beda (0, 1, 2, dan 3 bulan) untuk mendapatkan variasi vigor benih. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis visual dan deskriptif, uji t serta analisis korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji tetrazolium dengan konsentrasi 0,25% pada benih padi Inpari 42 menghasilkan 7 pola pewarnaan yang dikelompokkan menjadi 4 pola benih viabel dan 3 pola pewarnaan benih non viabel. Pengujian tetrazolium konsentrasi 0,25% menunjukkan hasil yang tidak berpengaruh signifikan dan mempunyai keeratan hubungan dengan hasil uji perkecambahan secara langsung, sehingga uji cepat dapat digunakan sebagai pengganti uji perkecambahan (konvensional) untuk skala luas.
Pengaruh berbagai Dosis Pupuk Kalium dan Silika terhadap Produksi Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.): The Effect of Various Doses of Potassium and Silica Fertilizer on Cayenne Pepper (Capsicum frutescens L.) Production Afifah Farida Jufri; Nurrachman Nurrachman; Anjar Pranggawan Azhari; Amrul Jihadi; Suprayanti Martia Dewi
Gontor Agrotech Science Journal Vol. 10 No. 02 (2024): Desember 2024
Publisher : University of Darussalam Gontor, Ponorogo, East Java Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/agrotech.v10i02.54

Abstract

Ketidakstabilan produksi cabai rawit disebabkan oleh tingginya angka kerontokan bunga dan buah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi pupuk kalium dan silika terhadap produksi tanaman cabai rawit. Penelitian dilakukan di Desa Rembige, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram selama 6 bulan dari April-Oktober 2024. Bahan yang digunakan yaitu benih cabai rawit bersari bebas varietas Ori 212, silika cair (SiO4) 20%, dan KCl (60%K2O). Rancangan yang digunakan adalah RAK Faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama adalah dosis pupuk KCl dengan 3 taraf perlakuan yaitu dosis 150 kg ha-1 (K1), 300 kg ha-1 (K2) dan 450 kg ha-1 (K3). Faktor kedua adalah konsentrasi pupuk silika dengan 2 taraf perlakuan yaitu tanpa silika (S0) dan silika 2ml L-1 (S1). Setiap unit perobaan dilakukan 3 kali pengulangan dan setiap ulangan dilakukan pengamatan pada 5 tanaman. Pengamatan dan pengambilan data meliputi jumlah cabang produktif, jumlah bunga, persentase fruitset, jumlah buah per tanaman, dan bobot buah per tanaman. Hasil penelitian dianalisis dengan analisis ragam, dan uji lanjut BNJ 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi antara perlakuan pupuk kalium dan silika pada parameter fruitset. Tanaman dengan dosis kalium 150 kg ha-1 tanpa silika memberikan hasil fruitset paling rendah yaitu 60.74%. Kalium dan silika memberikan pengaruh yang berbeda nyata pada semua parameter pengamatan, yang mana dosis kalium 300 kg ha-1 dan silika 2 ml L-1 memberikan bobot hasil yang paling baik.
Pengaruh Kombinasi Pupuk Organik Cair Termodifikasi Silika dan Varietas terhadap Produktivitas Bawang Merah (Allium ascalonicum L.): The Combination Effects of Silica Modified Liquid Organic Fertilizer and Varieties on Shallot Productivity (Allium ascalonicum L.) Sofi Marwatus Sholihah; Mahmudah Hamawi
Gontor Agrotech Science Journal Vol. 10 No. 02 (2024): Desember 2024
Publisher : University of Darussalam Gontor, Ponorogo, East Java Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L.) memiliki perakaran pendek dan berdaun lunak, berpotensi rentan terhadap stres perubahan lingkungan dan serangan hama penyakit. Pemenuhan unsur hara dan pemilihan varietas sebagai alternatif dalam meningkatkan produksi bawang merah. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh Pupuk Organik Cair (POC) yang termodifikasi silika (Si) dan varietas terhadap produktivitas tanaman bawang merah. Penelitian dilaksanakan di lahan percobaan Universitas Darussalam Gontor pada bulan November 2023 - Januari 2024. Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot) dengan 2 faktor. Faktor pertama adalah POC termodifikasi Si, P1 = POC 5 ml + Si 5 g.l-1 , P2 = POC 10 ml + Si 5 g.l-1, P3 = tanpa pupuk (kontrol). Faktor kedua adalah varietas, V1 = Bima Brebes, V2 = Thailand. Parameter pengamatan yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, diameter umbi, berat basah dan kering umbi per plot (1 m-2 ), berat basah dan kering keseluruhan tanaman per plot (1 m-2 ). Data hasil pengamatan dianalisis dengan ANOVA, kemudian diuji lanjut dengan BNT 5%. Perlakuan POC 5 ml + Silika 5 g.l- meningkatkan jumlah daun, jumlah anakan, berat basah umbi dan berat kering umbi bawang merah. Varietas Bima Brebes memiliki tinggi tanaman dan diameter yang lebih baik dan berbeda nyata dengan varietas Thailand, sedang jumlah anakan untuk varietas Thailand lebih banyak. Varietas Bima Brebes yang dipupuk POC 5 ml + Silika 5 g.l-1 meningkatkan berat basah danberat kering keseluruhn tanaman bawang merah (berat total umbi dan daun).
Potensi Bakteri Simion Sayap sebagai Agens Pengendali Hayati Penyakit Rebah Semai (Sclerotium rolfsii) Pada Tanaman Kedelai secara In Vitro: Potential of Termite Symbiotic Bacteria as Biological Control Agents for Seedling Damping-Off Disease (Sclerotium Rolfsii) in Soybean Plants In Vitro Vernanda Hani Pradana Sakti; Ardeva Duta Widura; Achmad Diva Maulana; Zattury Alda Wiya; Risma Azizatur Rofiqoh; Trisnani Alif; Gallyndra Fatkhu Dinata
Gontor Agrotech Science Journal Vol. 10 No. 02 (2024): Desember 2024
Publisher : University of Darussalam Gontor, Ponorogo, East Java Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bakteri simbion rayap memiliki potensi sebagai agens pengendali hayati yang belum banyak diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi bakteri simbion rayap sebagai agens hayati pengendali penyakit rebah semai (Sclerotium rolfsii) pada tanaman kedelai. Penelitian dilaksanakan di laboratorium perlindungan tanaman, laboratorium biosains dan kebun inovasi Politeknik Negeri Jember selama 4 bulan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan dan diulang sebanyak 4 kali yaitu : P1 patogen Sclerotium rolfsii (S. rolfsii) sebagai kontrol negatif, P2: patogen S. rolfsii dengan IR1A1, P3: patogen S. rolfsii dengan IR1A4, P4: patogen S. rolfsii dengan IR1A6, P5: patogen S. rolfsii dengan dengan IR4D2, dan P6: patogen S. rolfsii terhadap kontrol positif fungisida berbahan aktif Piraklostrobin dengan dosis 0,25ml/l. Tahap penelitian yaitu dimulai dari isolasi bakteri simbion rayap, uji skrining antagonis, uji hipersensitif dan uji antagonis secara in vitro. Dari hasil pengujian empat isolat menunjukkan kemampuan menghambat patogen S.rolfsii. Isolat tersebut adalah IR1A1, IR1A4, IR1A6, dan IR4D2. Penghambatan S.rolfsii berkisar antara 28,97-95,79% secara in vitro. Isolat bakteri paling efektif menekan patogen dan mampu melampaui perlakuan fungisida adalah isolat IR1A6 yang memiliki penghambatan hingga 95,79%.
Intensitas Serangan Kutu Kebul pada Tanaman Tomat dengan Pemberian Pestisida Nabati Berbahan Dasar Daun Tembakau: Intensity of Whiteflies Attacks on Tomato with The Application of Tobacco- Based Botanical Pesticides Betari Safitri; Sekar Utami Putri; Wika Anrya Darma
Gontor Agrotech Science Journal Vol. 10 No. 02 (2024): Desember 2024
Publisher : University of Darussalam Gontor, Ponorogo, East Java Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kutu kebul merupakan serangga hama utama pada tanaman Solanaceae khususnya tomat. Kebutuhan tomat belum terpenuhi karena produksi yang fluktuatif. Peningkatan produksi tomat untuk memenuhi kebutuhan nasional dapat dilakukan dengan mengendalikan kedua serangga hama utama ini. Pengendalian dapat dilakukan dengan menggunakan pestisida nabati. Bahan tersebut antara lain daun tembakau, daun serai wangi, dan cabai jawa. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan Juni - Agustus 2024 di lahan praktikum Politeknik Negeri Lampung. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan. Enam perlakuan terdiri dari enam komposisi pestisida nabati dengan bahan dasar daun tembakau. Komposisi pestisida nabati yang dibuat A. daun tembakau 100%, B. daun tembakau 50% + daun serai wangi 50%, C. daun tembakau 75% + daun serai wangi 25%, D. daun tembakau 50% + cabai jawa 50%, E. daun tembakau 75%+ cabai jawa 25%, dan F. daun tembakau 35% + daun serai wangi 35%, dan cabai jawa 30%. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini adalah semua perlakuan pestisida nabati berbahan dasar tembakau dapat menekan populasi kutu kebul sebesar 100%. Tidak ada komposisi yang menunjukkan paling efektif dalam menekan populasi kutu kebul padatanaman tomat.
Eksplorasi dan Deskripsi Musuh Alami Potensial Hama Kutu Kepik (Vatiga Iludens Drake 1922) (Hemiptera: Tingidae) dan Serangga yang Berasosiasi pada Pertanaman Singkong (Manihot Esculenta) di Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah: Exploration and Description of Potential Natural Enemies of Aphids (Vatiga illudens Drake 1922) (Hemiptera: Tingidae) and Insects Associated with Cassava Cultivations in Banyumas Regency, Central Java Province Agus Suroto; Eka Oktaviana; Alifia Khairunnisai
Gontor Agrotech Science Journal Vol. 10 No. 01 (2024): Juni 2024
Publisher : University of Darussalam Gontor, Ponorogo, East Java Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Invasi hama kutu kepik (Vatiga illudens) memulai babak baru di Indonesia dengan adanya laporan pertama ditemukan hama ini di Provinsi Jawa Timur pada tahun 2021. Sebagai hama yang menyerang tanaman singkong, hama ini menjadi ancaman pada pertanamsn singkong, salah satunya di Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Dalam rangka pengendalian hama untuk mengantisipasi kerugian atas penurunan produksi tanaman singkong di Kabupaten Banyumas, perlu diidentifikasi potensi musuh alami yang dapat menjadi agen biologi penekan jumlah populasi hama tersebut di lapangan dan serangga yang berasosiasi dengan budidaya singkong. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan eksplorasi dan deskripsi musuh alami hama kutu kepik dan serangga yang berasosiasi dengan pertanaman singkong di Kabupaten Banyumas. Penelitian dilaksanakan pada bulan September 2022-Januari 2023 di tujuh lokasi budidaya penanaman singkong di Kabupaten Banyumas. Sampel hama dan atau musuh alami dikoleksi dengan metode purposive random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan komunitas musuh alami potensial hama V. illudens dan serangga yang berasosiasi dengan tanaman singkong dari Ordo Hemiptera, Diptera, Orthoptera, Coleoptera, dan Araneae. Hasil pengamatan terdapat 15 spesies sebagai musuh alami potensial, delapan spesies sebagai hama, dan dua spesies yang tidak termasuk hama maupun musuh alami (netral).
Pengaruh Jenis Biochar dan Jarak Tanam terhadap Pertumbuhan dan Hasil Padi Gogo (Oryza Sativa L.): Effect of Biochar Types and Plant Spacing on The Growth and Yield of Upland Rice (Oryza sativa L.) Ai Fitria; Nasrudin Nasrudin; Siti Nurhidayah
Gontor Agrotech Science Journal Vol. 10 No. 01 (2024): Juni 2024
Publisher : University of Darussalam Gontor, Ponorogo, East Java Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Padi gogo berpotensi untuk dibudidayakan pada lahan yang memiliki keterbatasan air. Pengaturan jarak tanam perlu dilakukan sebagai strategi agar tanaman padi gogo mampu menyerap cahaya dan air yang lebihoptimal. Selain itu, pemanfaatan biochar dapat dilakukan untuk memperbaiki sifat-sifat tanah sehingga dapat sesuai untuk mendukung pertumbuhan tanaman padi gogo di lahan kering. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji respons penggunaan jenis biochar dan pengaturan jarak tanam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi gogo. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Perjuangan Tasikmalaya dengan ketinggian tempat 359 mdpl. Penelitian menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) faktorial. Faktor pertama merupakan jenis biochar yang terdiri dari tempurung kelapa dan arang sekam. Faktor kedua merupakan jarak tanam yang terdiri dari 20 cm x 20 cm dan 30 cm x 30 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara jarak tanam dengan jenis biochar tidak memberikan pengaruh pada pertumbuhan dan hasil padi gogo. Pemberian perlakuan jenis biochar berpengaruh nyata terhadap jumlah malai per rumpun, sedangkan pengaturan jarak tanam berpengaruh nyata terhadap panjang akar, bobot basah akar, bobot 1000 biji, dan hasil panen. Perlakuan biochar tempurung kelapa mampu meningkatkan jumlah malai per rumpun, sedangkan semakin lebar jarak tanam maka dapat meningkatkan panjang akar, bobot basah akar, bobot 1000 biji, dan hasil panen. Secara umum aplikasi biochar mampu memperbaiki hasil panen, sementara pengaturan jarak tanam berpotensi untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil panen padi.
Optimasi Penggunaan kembali Limbah Karbon Aktif Industri Vetsin sebagai Biochar Menggunakan Taguchi Orhogonal ARRAY L4: Optimising The Reuse Of Vetsin Industry Activated Carbon Waste As Biochar Using The Taguchi Orthogonal Array L4 Anggra Setiyo Irnanto; Fourry Handoko; Dimas Indra Laksmana
Gontor Agrotech Science Journal Vol. 10 No. 02 (2024): Desember 2024
Publisher : University of Darussalam Gontor, Ponorogo, East Java Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

XY merupakan perusahaan yang memproduksi vetsin dan termasuk industri pangan. Perusahaan ini memanfaatkan sumber daya material secara besar-besaran untuk pengembangan industrinya, yang berdampak pada lingkungan. Limbah karbon aktif merupakan hasil dari proses penyerapan warna larutan. Masalahnya yaitu limbah yang dihasilkan menyebabkan pencemaran pada lingkungan perusahaan dan tidak dapat diitsimpan lama. Limbah karbon yang dihasilkan rata-rata pada Bulan Januari sampai Desember 2023 yaitu 86.40 ton. Oleh karena itu, diperlukan pemanfaatan kembali limbah karbon aktif menjadi biochar atau pupuk karbon. Strategi pengolahan dengan melakukan eksperimen menggunakan metode taguchi. Identifikasi masalah dengan pendekatan yang mengacu pada Responsible Waste Management Hierarchy, serta membatasi pelaksanaan eksperimen pada prinsip reuse atau guna-ulang. Metode Taguchi Orthogonal Array L4 dipilih untuk desain eksperimen karena lebih hemat biaya dibandingkan DOE lainnya serta signal noise sudah bisa diprediksi. Penelitian ini melalui metode eksperimental dengan tujuan mengetahui pengaruh media tanam biochar dari limbah karbon aktif terhadap pertumbuhan tanaman kangkung (gr) serta mendapatkan variasi komposisi yang optimal. Hasilnya, diperoleh desain optimasi dengan bahan limbah karbon basah, konsentrasi biochar 25%, kondisi cahaya terang, dengan nilai n-gain 4,49 menghasilkan kategori improve peningkatan tinggi. Perbandingan kualitas biochar dengan Charcoal Powder dari Workplant Store sesuai dengan standar SNI 06-3730-1995. Pada produk biochar dari limbah karbon aktif terdapat kandungan glutamate sebesar 0.345 g/dL yang merupakan asam amino yang baik untuk pertumbahan tanaman.
Media Kultur Alternatif In Vitro pada Nematoda Entomopatogen: Alternative In Vitro Culture Media for Entomopathogenic Nematodes Iqbal Erdiansyah; Rio Yudha Pratama; Trisnani Alif; Tirto Wahyu Widodo
Gontor Agrotech Science Journal Vol. 10 No. 01 (2024): Juni 2024
Publisher : University of Darussalam Gontor, Ponorogo, East Java Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nematoda entomopatogen (NEP) merupakan agensia hayati prospektif. Kendala perbanyakanya NEP yaitu terbatasnya akses pembelian dan mahalnya harga media perbanyakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi media alternatif terhadap kepadatan populasi NEP. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus-Desember 2022 menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 7 perlakuan yaitu MA (4g tepung bekatul padi), MB (4g ampas kelapa), MC (4 g tepung keong mas), MD (2 g tepung bekatul padi + 2 g ampas kelapa), ME (2 g tepung bekatul padi + 2 g tepung keong mas), MF(2 g ampas kelapa + 2 g tepung keong mas), MG(2 g tepung bekatul padi + 1 g ampas kelapa + 1 g tepung keong mas) dan diulang sebanyak 4 kali. Variabel yang diamati yaitu populasi nematoda. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA dan dilanjut dengan uji Tukey 5%. Hasil penelitian menunjukkan media alternatif berpengaruh terhadap kepadatan populasi NEP. Media pertumbuhan MG merupakan media terbaik dengan rata-rata jumlah populasi pada minggu pertama (1044.25J/0.25ml), kedua (1120.75 J/0.25ml), ketiga (177J/0.25ml) dan keempat (89.25J/0.25ml).
Kombinasi Pupuk Anorganik dan Pupuk Organik Meningkatkan Produksi Tanaman Tomat (Licopersicum esculentum Mill) dengan Pemangkasan Pucuk Apikal: Combination of Inorganic and Organic Fertilizer on The Production of Tomato (Licopersicum esculentum Mill) with Appical Uper Pruning Maria Klara Salli; Yosefina Lewar; Mahmudah Hamawi
Gontor Agrotech Science Journal Vol. 10 No. 01 (2024): Juni 2024
Publisher : University of Darussalam Gontor, Ponorogo, East Java Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi pupuk anorganik (KNO3) dan pupuk organik (pupuk kandang kambing) terhadap hasil tanaman tomat varietas Betavila yang di pangkas pucuk apikalnya. Penelitian berlangsung dari Maret sampai dengan Oktober 2019 di Kabupaten Kupang, NTT. Penelitian menggunakan RAK dengan pengulangan sebanyak 4 kali. Adapun perlakuan sebagai berikut: M1 = pupuk anorganik 5 g/l KN03; M2 = pupuk organik 20 ton/ha pupuk kandang kambing; M3 = Pupuk anorganik 5 g/l KN03 + pupuk organik 30 ton/ha pupuk kandang kambing; M4 = Pupuk anorganik 5 g/l KN03 + pupuk organik 15 ton/ha pupuk kandang kambing; M5 = Pupuk anorganik 3,75 g/l KN03 + pupuk organik 15 ton/ha pupuk kandang kambing; M6 = Pupuk anorganik 3,75 g/l KN03 + pupuk organik 30 ton/ha pupuk kandang kambing; M7 = Pupuk anorganik 2,5 g/l KN03 + pupuk organik 15 ton/ha pupuk kandang kambing; M8 = Pupuk anorganik 2,5 g/l KN03 + pupuk organik 30 ton/ha pupuk kandang kambing. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi pemberian pupuk anorganik dan pupuk organik secara simultan memberikan pengaruh terhadap hasil tanaman tomat varietas Betavila yang dipangkas pucuk apikalnya yaitu terhadap jumlah buah, berat buah, dan produksi buah. Pemupukan dosis Pupuk anorganik 3,75 g/l KN03 + pupuk organik 30 ton/ha pupuk kandang kambing menghasilkan jumlah buah per tanaman (59,63 buah) dan produksi buah per tanaman (2,63 kg) serta produksi buah perpetak percobaan (50,33 kg) tertinggi.