cover
Contact Name
Jurnal Agro UNIDA
Contact Email
gasj@unida.gontor.ac.id
Phone
+6285857786739
Journal Mail Official
gasj@unida.gontor.ac.id
Editorial Address
Jalan Raya Siman, Demangan, Siman, Ponorogo, East Java, Indonesia, 63471
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
Gontor Agrotech Science Journal
Core Subject :
Gontor AGROTECH Science Journal is a peer review journal with covers many topics such as integrated farming, soil science, agronomy, plant cultivation, agrotechnology, plant protection, Islamic view in agriculture, and many related topics.
Arjuna Subject : -
Articles 50 Documents
Pengaruh Kombinasi Pupuk Kandang Ayam dan Pupuk NPK terhadap Pertumbuhan Tanaman Cabai Merah Besar (Capsicum annuum L.): The Effect of Combination Chicken Manure and NPK Fertilizer on the Growth of Big Red Chili (Capsicum annuum L.) Nur Lathifa Meida; Nova Triani; Felicitas Deru Dewanti
Gontor Agrotech Science Journal Vol. 10 No. 02 (2024): Desember 2024
Publisher : University of Darussalam Gontor, Ponorogo, East Java Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cabai merah besar merupakan tanaman sayuran yang berperan penting bagi masyarakat di Indonesia sebagai salah satu bumbu dapur dan buah cabai merah besar memiliki nilai jual yang tinggi. Pertumbuhan dan produksi tanaman dapat dipengaruhi dari kondisi lahan untuk mendukung tanaman tumbuh dan berkembang sehingga perlu adanya kegiatan pemupukan yang organik dan berimbang. Penelitian ini dilaksanakan di Dusun Jabaran, Desa Pohkecik, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto mulai bulan Oktober 2023 sampai bulan Februari 2024. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari dua faktor dengan 3 kali ulangan. Faktor pertama yaitu dosis pupuk kandang ayam terdiri atas 15 ton/ha; 20 ton/ha; dan 25 ton/ha dan faktor kedua yaitu dosis pupuk NPK terdiri atas 75%; 50%; dan 25%. Hasil penelitian kombinasi dosis pupuk kandang ayam 20 ton/ha dan pupuk NPK 25% memberikan pengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman dan diameter batang, sedangkan kombinasi dosis pupuk kandang ayam 15 ton/ha dan pupuk NPK 50% memberikan pengaruh nyata terhadap parameter jumlah daun.
Efikasi Herbisida Parakuat Diklorida terhadap Gulma di Perkebunan Kopu Tanaman belum Menghasilkan : Efficacy of Paraquat Dichloride Herbicide Against Weeds in Immature Coffee Plantation Resti Puspa Ketika Sari; Hidayat Pujisiswanto
Gontor Agrotech Science Journal Vol. 10 No. 02 (2024): Desember 2024
Publisher : University of Darussalam Gontor, Ponorogo, East Java Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengujian daya kendali herbisida parakuat diklorida dalam menekan pertumbuhan gulma pada budidaya tanaman kopi belum menghasilkan dilakukan di Sumber Jaya, Lampung Barat pada Mei-Agustus 2023. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan dosis efektif parakuat diklorida serta mengetahui fitotoksisitasnya terhadap tanaman kopi. Perlakuan terdiri dari 5 taraf dosis parakuatdiklorida yaitu 276 g ha-1 (B1); 414 g ha-1 (B2); 552 g ha-1 (B3); 690 g ha-1 (B4); dan 828 g ha-1 (B5) dan dibandingkan dengan perlakuan penyiangan manual (B6) serta kontrol (tanpa pengendalian) (B7). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 pengulangan. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa parakuat diklorida dengan dosis 552 – 828 g ha-1 efektif dalam menekan pertumbuhan gulma total dari pertumbuhan gulma dominan Asystasia gangetica, Ageratum conyzoides, Synedrella nodiflora, Ottochloa nodosa, Paspalum conjugatum, dan Richardia brasiliensis hingga 8 minggu setelah aplikasi (MSA). Perlakuan parakuat diklorida dengan dosis 414 – 828 g ha-1 mampu mengendalikan pertumbuhan gulma A. conyzoides dan S. nodiflora hingga 8 MSA. Perlakuan parakuat diklorida dengan dosis 276 – 828 g ha-1 tidak menimbulkan gejala keracunan pada tanaman kopi belum menghasilkan.
Aplikasi Tandan Kosong Kelapa Sawit dan Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit pada Tanaman Kelapa Sawit Menghasilkan (Elaeis guineensis Jacq.): Application of Palm Oil Empty Fruit Bunches and Palm Oil Mill Effluent in Producing Palm Oil Plants (Elaeis guineensis Jacq.) Okta Nindita Priambodo; Naufal Al-Fattah Erdiansyah
Gontor Agrotech Science Journal Vol. 10 No. 02 (2024): Desember 2024
Publisher : University of Darussalam Gontor, Ponorogo, East Java Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas perkebunan penting di Indonesia, dengan luas areal perkebunan mencapai 14,33 juta hektar dan terus berkembang. Pertumbuhan ini menyebabkan peningkatan jumlah pabrik pengolahan kelapa sawit, yang menghasilkan limbah padat Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) dan Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit (LCPKS). Jika tidak diolah dengan benar, limbah ini dapat mencemari lingkungan. Namun, limbah tersebut dapat dimanfaatkan menjadi pupuk organik yang kaya akan nutrisi, mengurangi ketergantungan pada pupuk anorganik, dan menghemat biaya. Di Perkebunan Kelapa Sawit Rama- Rama, limbah tersebut digunakan sebagai pembenah tanah dan sumber nutrisi, dengan harapan meningkatkan produktivitas tanaman kelapa sawit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi TKKS dan LCPKS terhadap produktivitas tanaman kelapa sawit dengan membandingkan produktivitas antara lahan yang diaplikasi TKKS dan LCPKS menggunakan metode Uji T Independen pada jenjang nyata 5%. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa Aplikasi LCPKS dan TKKS berpengaruh pada produksi tandan buah segar kelapa sawit, jumlah tandan segar, dan berat tandan kelapa sawit. Aplikasi LCPKS memberi pengaruh yang lebih besar pada produksi tandan buah segar kelapa sawit, jumlah tandan segar kelapa sawit, dan berat tandan kelapa sawit dibandingkan dengan aplikasi TKKS dan tanpa pengaplikasian LCPKS dan TKKS. Rata-rata produksi tandan buah blok TKKS dan LCPKS setiap bulannya sudah berada di atas potensi produksinya menurut tingkat kesesuaian lahan kelas S2.
Pemanfaatan Lahan di Bawah Tegakan Pepaya dalam Budidaya Sawi Pakcoy : Land Utilization Under Papaya Stands in The Cultivation of Mustard Greens Pakcoy Fitri Rahmadani; Nofrianil Nofrianil; Fedri Ibnusina
Gontor Agrotech Science Journal Vol. 10 No. 02 (2024): Desember 2024
Publisher : University of Darussalam Gontor, Ponorogo, East Java Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk memanfaatkan lahan di bawah tegakan sebagai strategi peningkatan luas areal pertanian pada budidaya tanaman sayuran pakcoy. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 taraf perlakuan yaitu lahan tanpa naungan, lahan di bawah tegakan pepaya belum menghasilkan dan lahan di bawah tegakan pepaya menghasilkan dengan 9 kali ulangan secara bersamaan. Total populasi yang digunakan sebanyak 648 populasi dengan 12 sampel setiap ulangan yang ditentukan secara simple random sampling, sehingga jumlah total sampel sebanyak 324 sampel. Analisis data diolah dengan menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) yang dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test 5%. Uji (DMRT) dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak SPSS 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan lahan di bawah tegakan pepaya pada usaha produksi sawi pakcoy memberikan hasil yang tidak berpengaruh nyata terhadap variabel pengamatan jumlah daun, diameter batang, rasio tajuk akar dan berat segar tanaman. Perlakuan naungan dan tanpa naungan tidak berpengaruh nyata terhadap tanaman pakcoy. Lahan dibawah tegakan pepaya kedepannya dapat diaplikasikan untuk budidaya tanaman pakcoy.
Pengaruh Iklim Mikro dan Penggunaan Media Tanam yang Berbeda pada Pertumbuhan Tanaman Melon Varietas Sweet Net: Effect of Microclimate and Differences Planting Media on The Growth of Melon Sweet Net Varieties Elly Daru Ika Wilujeng; Rindha Rentina Darah Pertami; Abdurrahman Salim; Majidah Majidah
Gontor Agrotech Science Journal Vol. 10 No. 01 (2024): Juni 2024
Publisher : University of Darussalam Gontor, Ponorogo, East Java Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman melon merupakan tanaman yang peka terhadap perubahan lingkungan. Saat ini berkembang teknologi budidaya melon di dalam green house, teknologi ini digunakan sebagai upaya dalam memodifikasi iklim mikro yang sesuai dengan pertumbuhan tanaman melon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh iklim mikro dan jenis media tanam yang berbeda untuk mengetahui respon pertumbuhan tanaman melon varietas sweet net yang di tanam di dalam smart green house Politeknik Negeri Jember. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari – Mei 2024. Perlakuan yang diuji terdiri dari dua perlakuan yaitu: penggunaan media tanah+kompos dan media cocopeat yang akan diulang sebanyak 15 kali. Parameter yanag diamati meliputi iklim mikro (suhu dan kelembaban) dan juga indikator pertumbuhan tanaman meliputi panjang tanaman, jumlah daun, jumlah bunga dan potensi berat buah melon. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan T-test. Hasil penelitian menunjukkan iklim mikro di dalam smart green house Politeknik Negeri Jember masih tergolong iklim mikro yang optimal untuk mendukung pertumbuhan tanaman melon. Selain itu penggunaan media tanam cocopeat mampu memberikan hasil terbaik bagi panjang tanaman melon pada pengamatan minggu ke-4 hingga ke-6, namun tidak berbeda nyata pada parameter jumlah daun, jumlah bunga dan berat tanaman melon. penggunaan media cocopeat maupun media tanah sama-sama menjadi media yang baik dalam mendukung pertumbuhan tanaman melon di dalam green house.
Pengaruh Konsentrasi dan Lama Perendaman Larutan Polyehylene Glycol 6000 terhadap Panjang dan Jumlah Daun Bibit Sengon (Paraserianthes falcataria L.) dari Benih yang Terdeteriorasi: The Effect of Concentration and Length of Soaking Polyethylene Glycol 6000 Solution on The Length and Number of Sengon Leaves (Paraserianthes falcataria L.) Seedlings from Deteriorated Seeds Muhammad Farhan Hasby; Nova Triani; Sutini Sutini
Gontor Agrotech Science Journal Vol. 10 No. 02 (2024): Desember 2024
Publisher : University of Darussalam Gontor, Ponorogo, East Java Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produksi kayu di Indonesia terus mengalami peningkatan setiap tahunnya, sedangkan perbanyakan tanaman sengon dilakukan dengan menggunakan benih. Permasalahan perbanyakan tanaman sengon di Indonesia adalah kurangnya ketersediaan benih sengon yang berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi, lama perendaman dan interaksi antara konsentrasi dan lama perendaman Polyethylene Glycol 6000 (PEG 6000) terhadap panjang dan jumlah daun bibit sengon (Paraserianthes falcataria L.) yang terdeteriorasi. Penelitian dilaksanakan di greenhouse fakultas pertanian Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dua faktor dengan dua puluh kombinasi perlakuan dan tiga ulangan. Faktor pertama adalah konsentrasi Polyethylene Glycol 6000 (PEG 6000) yang terdiri dari 0% PEG 6000; 10% PEG 6000; 15% PEG 6000; 20% PEG 6000; dan 25% PEG 6000. Faktor kedua adalah lama perendaman yang terdiri dari 6 jam, 12 jam, 18 jam, dan 24 jam. Pengamatan meliputi tinggi dan jumlah daun bibit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian konsentrasi 15% PEG 6000 memberikan hasil yang lebih baik terhadap terhadap tinggi bibit dan jumlah daun. Lama perendaman PEG 6000 selama 12 jam memberikan hasil yang lebih baik terhadap tinggi bibit sengon dan lama perendaman 18 jam memberikan hasil yang lebih baikterhadap jumlah daun. Kombinasi antara konsentrasi dan lama perendaman PEG 6000 menunjukkan tidak adanya interaksi nyata.
Pengaruh Zat Pengatur Tumbuh Alami terhadap Jumlah Akar dan Daun Planlet Anggrek Bulan (Phalaenopsis Amabilis) secara In Vitro: Effects of Natural Growth Regulators on Number of Roots and Leaves in Planlets of Phalaenopsis amabilis (Moth Orchid) In Vitro Nova Triani; Achmad Ilham
Gontor Agrotech Science Journal Vol. 10 No. 01 (2024): Juni 2024
Publisher : University of Darussalam Gontor, Ponorogo, East Java Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anggrek bulan (Phalaenopsis amabilis) merupakan tanaman hias yang banyak digemari masyarakat karena keindahan bunganya. Perbanyakan anggrek bulan dapat dilakukan dengan metode kultur jaringan/ in vitro. Media yang digunakan pada kultur jaringan anggrek bulan yaitu media MS (Murashige and Skoog) yang diperkaya dengan zat pengatur tumbuh (ZPT). Penggunaan ZPT alami, seperti ekstrak bawang merah dan air kelapa dapat menjadi alternatif dan potensi sumber nutrisi pada media kultur in vitro anggrek bulan, sehingga dapat menggantikan penggunaan ZPT sintetik. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan ZPT alami yaitu ekstrak bawang merah dan air kelapa terhadap planlet anggrek bulan. Metode yang digunakan yaitu percobaan Rancangan Acak Lengkap Faktorial 2 faktor, dengan faktor pertama yaitu konsentrasi ekstrak bawang merah (0 g/L, 20 g/L, 30 g/L dan 40 g/L), faktor kedua yaitu konsentrasi air kelapa (0 mL/L, 50 mL/L, 100 mL/L dan 150 mL/L). Pengamatan dilakukan pada penambahan jumlah akar dan daun. Hasil percobaan didapatkan bahwa konsentrasi ekstrak bawang merah 20 g/L berpengaruh terhadap penambahan jumlah akar, tetapi tidak berpengaruh terhadap penambahan jumlah daun. Sedangkan konsentrasi air kelapa tidak berpengaruh pada penambahan jumlah akar dan penambahan jumlah daun.
Combating Soil Drought in Maize (Zea Mays L.): Genetic Engineering Strategies for Drought Tolerant Varieties: Mengatasi Kekeringan Tanah pada Jagung (Zea Mays L.): Strategi Rekayasa Genetika untuk Varietas Tahan Kekeringan Moch. Rosyadi Adnan; Elly Daru Ika Wilujeng; Ahmad Robiul Syawaluddin; Alvianti Maulidatus Shalehah; Dinik Dwi Cahyani; Fitriyatul Lailiyah; Gilang Hardi Sucahyo; Hendri Kurniawan; Nurul Aini
Gontor Agrotech Science Journal Vol. 10 No. 01 (2024): Juni 2024
Publisher : University of Darussalam Gontor, Ponorogo, East Java Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Drought is the global challenge of crop agriculture across the globe. The detrimental effect of drought hinders a significant growth and development impairment leading to devastating harvest losses. Maize, a vital staple for food faces future challenges with a rapidly expanding drought area. To address this challenge, scientists and breeders are urged to develop new varieties that are not only resistant or tolerant but also even potentially thrive under drought planting conditions. New breeding technologies involving molecular biology and biotechnology have been developed and implemented thus offering a promising solution. Genetic engineering has allowed humans to straightforwardly transfer beneficial genes across species and varieties, thus deliberating gene pool transfer of similar species and varieties. Furthermore, this technology has evolved to the level of creation, deletion, or modification of existing alleles with high precision through CRISPR/Cas9-mediated genome editing. This review article delves into the morpho-physiology, biochemical, and molecular responses of maize varieties against drought stress. It subsequently explores how genetic engineering has been utilized to optimize the selected genes underlying those responses. By exploring the current progress of genetic engineering, this article aims to prepare the ground for future advancement in combating drought through drought-tolerant maize varieties. Thus, this review article has the potential to contribute to improving food security in the increasing drought challenges.
Perbedaan Metode Pengolahan Pascapanen Dalam Memengaruhi Kadar Kafein Roasted Bean Kopi Robusta Argopuro : The Differences in Post-Harvest Processing Methods in Affecting Caffeine Content of Argopuro Roasted Coffee Beans Annisa Lutfi Alwi; Elok Dara Zulisma; Pascal Ryan Pramudianto; Alfian Juliansyah; M. Mikail Rabbani; Putra Prayogo; Luluk Elvi Diana; Anni Nuraisyah; Rizky Nirmala Kusumaningtyas; Descha Giatri Cahyaningrum
Gontor Agrotech Science Journal Vol. 10 No. 01 (2024): Juni 2024
Publisher : University of Darussalam Gontor, Ponorogo, East Java Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengtahui kadar kafein roasted bean kopi robusta Argopuro Jember berdasarkan perbedaan metode pengolahan pascapanen. Penelitian dilaksankan di Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian (PHP) Politeknik Negeri Jember dan Laboratorium Unit Pengujian Terpadu Universitas Negeri Jember pada bulan Juni-September 2022. Sampel berupa kopi gelondong robusta yang berasal dari daerah Argopuro Jember. Proses pengolahan pascapanen kopi dibagi menjadi empat (4) metode yaitu pengolahan natural (dry process), pengolahan semi basah (sem- wet process), basah (full wash process), dan pengolahan honey. Green beandari hasil dari setiap metode pengolahan disangrai pada level light, medium, dan dark. Uji kadar kafein roasted beandari masing-masing metode pengolahan pascapanen pada tiap level penyangraian dilakukan secara deskriptif (simplo, tanpa ulangan). Secara keseluruhan kadar kafein roasted bean yang dihasilkan pada penelitian ini masih memenuhi standar SNI 01-3542-2004 maksimal 2%. Adapun kadar kafein roasted bean kopi robusta Argopuro Jember pada level sangrai light berkisar antara 1,44-1,65%, 1,38-1,92% untuk sangrai medium, dan 1,61-1,81% untuk sangrai dark. Kadar kafein tertinggi roasted bean pada tiap level sangrai secara berturut-turut adalah 1,65% (dry process), 1,92% (full wash process), dan 1,81% (full wash process). Sedangkan roasted bean dengan kadar kafein terendah dengan nilai 1,38% dihasilkan pada metode pengolahan semi-wet process pada level sangrai medium. Fluktuasi nilai kafein yang dihasilkan pada penelitian ini menunjukkan bahwa metode pengolahan pascapanen tidak berpengaruh pada kadar kafein roasted bean baik pada level sangrai light, medium, maupun dark.
Pengaruh Kombinasi Pupuk Kandang Sapi dan Pupuk NPK terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kubis (Brassica oleraceae L.): The Combination Effects of Cow Manure and NPK Fertilizer on Cabbage’ (Brassica oleraceae L.) Growth and Yield Ramli Ramli; Fitri Hidayati Arzad
Gontor Agrotech Science Journal Vol. 10 No. 01 (2024): Juni 2024
Publisher : University of Darussalam Gontor, Ponorogo, East Java Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan pupuk organik dan an-organik merupakan cara alternatif untuk mendapatkan produksi tanaman kubis yang baik, salah satunya dengan menggunakan pupuk kandang sapi dan NPK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan kombinasi pupuk kandang sapi dengan pupuk NPK yang baik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kubis (Brassica oleraceae L.). Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2022 sampai bulan Januari 2023. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yaitu dengan kombinasi perlakuan pupuk kandang sapi (PKS) dan pupuk NPK. Dengan rincian sebagai berikut: P0 = Kontrol, P1 = PKS 200 g + NPK 5 g, P2 = PKS 400 g + NPK 10 g, P3 = PKS 600 g + NPK 15 g, P4 = PKS 800 g + NPK 20 g. Perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 15 unit percobaan. Masing-masing satuan percobaan menggunakan 5 polibag dantiap polibag ditanami satutanamansehingga totaltanaman kubis yang digunakanyaitu75 tanaman. Variabel yang diamati yaitu luas daun, waktu pembentukan krop, berat krop, dan volume krop. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi pupuk kandang sapi dan pupuk NPK berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan luas daun, berat krop dan volume krop. Tetapi belum berpengaruh nyata terhadap waktu pembentukan krop. Perlakuan pupuk kandang sapi 800 g + NPK 20 g pertanaman (P4) meningkatkan berat krop dan volume krop. Perlakuan pupuk kandang sapi 400 g + NPK 10 g per tanaman (P2) meningkatkan luas daun kubis.