cover
Contact Name
Jurnal Agro UNIDA
Contact Email
gasj@unida.gontor.ac.id
Phone
+6285857786739
Journal Mail Official
gasj@unida.gontor.ac.id
Editorial Address
Jalan Raya Siman, Demangan, Siman, Ponorogo, East Java, Indonesia, 63471
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
Gontor Agrotech Science Journal
Core Subject :
Gontor AGROTECH Science Journal is a peer review journal with covers many topics such as integrated farming, soil science, agronomy, plant cultivation, agrotechnology, plant protection, Islamic view in agriculture, and many related topics.
Arjuna Subject : -
Articles 50 Documents
Tanaman Penutup Tanah Sebagai Strategi Agroekologi Untuk Peningkatan Produktivitas Dan Konservasi Lingkungan Pada Perkebunan Kelapa Sawit: A Review: Cover Crops as an Agroecological Strategy for Improving Productivity and Promoting Environmental Conservation in Oil Palm Plantations: A Review Sabila Awanis; Tyas Puspita Oktaviani
Gontor Agrotech Science Journal Vol. 11 No. 02 (2025): Desember 2025
Publisher : University of Darussalam Gontor, Ponorogo, East Java Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelapa sawit (Elaies guineensis Jcq.) adalah komoditas strategis yang berkontribusi signifikan terhadap perekonomian Indonesia. Praktik budidaya yang intensif pada perkebunan kelapa sawit berdampak negatif terhadap lingkungan seperti degradasi tanah, erosi, dan penurunan biodiversitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran tanaman penutup tanah dalam mendukung keberlanjutan perkebunan kelapa sawit melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Literatur yang dikaji bersumber dari database ilmiah antara tahun 2015-2025 dengan fokus pada pengelolaan gulma, peningkatan kesuburan tanah, dan konservasi lingkungan. Hasil kajian menunjukkan bahwa tanaman penutup tanah dari famili Leguminosae seperti Mucuna bracteta, Prueria javanica, dan Centrosema pubescens berperan signifikan dalam menekan pertumbuhan gulma melalui kompetisi cahaya, pelepasan senyawa allelopati, dan penyediaan habitat predator alami. Selain itu, tanaman penutup tanah juga terbukti meningkatkan kesuburan tanah melalui fiksasi nitrogen, peningkatan bahan organik, dan aktivitas mikroba yang memperbaiki struktur tanah dan retensi air. Penanaman tanaman penutup tanah juga dlaporkan mampu mengurangi laju erosi, meningkatkan infiltrasi, dan menjaga kelembaban tanah. Namun, implementasi lapangan masih menghadapi masalah teknis dan sosial ekonomi seperti kompetisi hara, biaya awal tinggi, dan pengetahuan petani yang kurang. Secara kesuluruhan, penggunaan tanaman penutup tanah terbukti mendukung prinsip Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) dan Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) dan membantu dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) nomer 13 dan 15. Studi ini merekomendasi integrasi teknologi digital untuk mendukung sistem perkebunan kelapa sawit berkelanjutan di Indonesia.
Peningkatan Hasil Produksi Edamame (Glycine Max (L.) Merril) Melalui Aplikasi Urea Berlapis Biochar: Enhancing Edamame (Glycine max (L.) Merril) Yield Production through Application of Biochar-Coated Urea Christa Dyah Utami; Agi Mulyo Jatmiko; Dewi Puspa Arisandi; Devina Cinantya Anindita
Gontor Agrotech Science Journal Vol. 11 No. 02 (2025): Desember 2025
Publisher : University of Darussalam Gontor, Ponorogo, East Java Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Edamame merupakan kedelai (Glycine max (L.) Merril) yang dipanen pada saat umur muda dan bernilai ekonomis tinggi. Pupuk Urea mengandung 46% nitrogen (N) yang berperan untuk meningkatkan hasil produksi Edamame, namun sifatnya mudah hilang karena denitrifikasi dan pencucian. Pelapisan Urea dengan Biochar bertujuan agar kandungan N tidak mudah hilang sehingga dapat diserap oleh tanaman dalam waktu lebih lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi pupuk Urea berlapis Biocharterhadap hasil produksi kedelai Edamame. Penelitian telah dilaksanakan dari bulan Juli sampai September 2025 di Desa Lengkong, Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember, dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non-faktorial dengan lima perlakuan, yaitu: P1 = Urea tanpa berlapis Biochar (200 kg/ha); P2 = Urea berlapis Biochar (1:1) (100kg/ha : 100kg/ha); P3 = Urea berlapis Biochar (1:2) (75kg/ha : 125kg/ha); P4 = Urea berlapis Biochar (1:3) (50kg/ha : 150kg/ha); P5 = Urea berlapis Biochar (1:4) (25kg/ha : 175kg/ha), setiap perlakuan terdapat 5 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi Urea berlapis Biochar berpengaruh nyata terhadap jumlah polong/tanaman, bobot polong/tanaman, bobot 100 biji, dan indeks panen, namun tidak berpengaruh nyata terhadap biomassa/tanaman. Perlakuan Urea berlapis Biochar (1:4) (25 kg/ha : 175 kg/ha) memberikan hasil tertinggi pada parameter pengamatan jumlah polong/tanaman (38 buah); bobot polong/tanaman (79,84 g); bobot 100 biji (81,24 g), dan indeks panen (83%).
Rapid Assessment: Populasi Lalat Buah (Bactrocera Sp.) Pada Budidaya Cabai Di Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah: Rapid Assessment: Fruit Fly (Bactrocera sp.) Population of Chili Cultivation in Sumbang District, Banyumas Regency, Central Java Province Agus Suroto; Abdul Manan; Eka Oktaviani
Gontor Agrotech Science Journal Vol. 11 No. 02 (2025): Desember 2025
Publisher : University of Darussalam Gontor, Ponorogo, East Java Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman cabai (fFamily Solanaceae, Kelas Magnoliopsida), yang umum dimanfaatkan buahnya, merupakan tanaman hortikultura yang memiliki nilai nutrisi dan farmakologi yang tinggi, serta rasa dan warna yang unik. Kecamatan Sumbang menjadi kecamatan dengan produksi cabai tertinggi di antara 27 kecamatan di Kabupaten Banyumas. Namun demikian, ancaman hama dari lalat buah dapat menurunkan hasil panen yang berkisar antara 30-60%, dan dapat mencapai 100% jika tidak dilakukan pengendalian yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keanekaragaman lalat buah (Bactrocera sp.) di lahan budidaya cabai Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. Penelitian menggunakan metode purposive random sampling. Koleksi dilakukan pada 19 (sembilan belas) lokasi, yang mewakili desa-desa di Kecamatan Sumbang. Lalat buah dikoleksi dengan atraktan berbahan aktif metil eugenol, selama kurang lebih 24 jam. Hasil identifikasi menemukan sebanyak 4 (empat) spesies lalat buah, yakni Bactrocera dorsalis, B. carambolae, B. umbrosa, dan B. papayae. Spesies B. dorsalis menunjukkan porsi terbesar (47,97%) dari segi jumlah yang dikoleksi dan diidentifikasi, dibandingkan dengan ketiga spesies lainnya. Nilai indeks keanekaragaman berdasarkan Shannon-Weiner menunjukkan kriteria rendah hingga sedang. Sementara itu, indeks keseragaman/kemerataan Evennes menunjukkan kategori yang tinggi. Nilai Chao-1, berada di angka 4, yang menunjukkan estimasi jumlah spesies yang belum ditemukan. Selanjutnya, analisis kemiripan antar lokasi penelitian dengan clustering analysis menggunakan similarity index Jaccard menunjukkan bahwa spesies lalat buah yang dikoleksi dari Kecamatan Sumbang menunjukkan pengelompokan menjadi 6 grup, dengan beberapa kecamatan yang memiliki indeks kemiripan yang tinggi (100%). Dengan demikian, penelitian ini menjadi studi awal dalam monitoring hama lalat buah di Kecamatan Sumbang.
Integrating Crop Rotation and Critical Periods of Weed Control to Enhance Ecological Resilience and Yield Stability: A Review: Integrasi Rotasi Tanaman Dan Periode Kritis Pengendalian Gulma Guna Meningkatkan Resiliensi Ekologis Dan Stabilitas Hasil Bela Tri Wijayanti; Qaanitatul Hakim Ipaulle; Aulia Adillah
Gontor Agrotech Science Journal Vol. 11 No. 02 (2025): Desember 2025
Publisher : University of Darussalam Gontor, Ponorogo, East Java Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meeting global food demands amidst climate volatility and resource scarcity has historically driven agricultural intensification. However, this pursuit of maximized yields through continuous monoculture and high agrochemical inputs has precipitated severe ecological costs, including biodiversity erosion, soil degradation, and heightened vulnerability to biotic stressors. While Sustainable Land Management (SLM) offers a restorative framework, its core principle of minimal soil disturbance often exacerbates weed pressure, creating a trade-off between ecological preservation and crop productivity. This extensive review consolidates systematic literature from 2000 to 2024 to critically assess the combined impact of Crop Rotation and the Critical Period of Weed Control (CPWC) in effectively addressing this agronomic challenge. The analysis demonstrates that crop rotation serves as the ecological foundation, restoring soil multifunctionality, restructuring microbial networks, and disrupting pest cycles. Complementing this, the CPWC functions as a vital tactical tool for precision management, allowing farmers to restrict weed interventions to specific phenological windows. This integration minimizes soil disturbance and chemical reliance without compromising harvest outcomes. According to the review, combining the natural benefits of crop rotation and the efficiency of CPWC is an effective strategy for intensification. This method ensures that farming remains productive without damaging the ecosystem.
Teknik Semai Dan Tanam Benih Langsung Pada Tanaman Bermanfaat (Antigonon Leptopus) Di Perkebunan Kelapa Sawit: Seedling and Direct Seed Planting Techniques for Useful Plants (Antigonon Leptopus) in Oil Palm Plantations Okta Nindita Priambodo; Rendy Situmorang
Gontor Agrotech Science Journal Vol. 11 No. 02 (2025): Desember 2025
Publisher : University of Darussalam Gontor, Ponorogo, East Java Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman Antigonon leptopus merupakan komponen penting dalam strategi Pngendalian Hama Terpadu (PHT) berbasis refugia di perkebunan kelapa sawit, berperan dalam mendukung populasi musuh alami hama. Penelitian ini bertujuan membandingkan dua teknik penanaman A. leptopus, yaitu teknik persemaian (seedling) dan tanam langsung (direct seeding), untuk menentukan metode yang paling efektif berdasarkan daya tumbuh, efisiensi kerja, dan estimasi biaya. Penelitian dilakukan di Desa Bangkalan Melayu, Kalimantan Selatan, dari September 2023 hingga Januari 2024. Hasil menunjukkan bahwa teknik persemaian menghasilkan tingkat daya tumbuh rata-rata sebesar 85,15%, lebih tinggi dibandingkan teknik tanam langsung yang hanya mencapai 63,79%. Hal ini dikaitkan dengan kondisi media tanam terkendali yang mendukung perkecambahan optimal. Namun, teknik persemaian memerlukan waktu, tenaga kerja, dan biaya yang lebih tinggi. Biaya total untuk teknik persemaian mencapai Rp 20.954.064, sedangkan teknik tanam langsung hanya Rp 9.915.664. Meskipun teknik tanam langsung lebih hemat biaya dan cepat, keberhasilannya lebih rendah akibat paparan langsung terhadap kondisi lingkungan ekstrem. Oleh karena itu, pemilihan teknik bergantung pada prioritas antara efektivitas pertumbuhan dan efisiensi biaya. Teknik persemaian direkomendasikan untuk penanaman skala besar yang menekankan keberhasilan pertumbuhan, sementara teknik tanam langsung cocok untuk kondisi dengan sumber daya terbatas atau kebutuhan vegetasi cepat.
Kelimpahan Serangga Musuh Alami Dan Serangga Hama Ekosistem Tanaman Jagung (Zea mays) Pada Fase Vegetatif Di Kecamatan Junrejo Kota Batu: The Abundance of Natural Enemy Insects and Pest Insects of Corn (Zea mays) Plant Ecosystem in the Vegetative Phase in Junrejo District, Batu City I Made Indra Agastya; Retno Wilujeng; Dennis Wibowo
Gontor Agrotech Science Journal Vol. 11 No. 02 (2025): Desember 2025
Publisher : University of Darussalam Gontor, Ponorogo, East Java Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengetahui kelimpahan serangga musuh alami, dan serangga hama pada ekosistem tanaman jagung (Zea mays) fase vegetative di Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Metode penelitian dilakukan dengan Teknik koleksi langsung menggunakan perangkap yellow pan trap dan pitfall trap. Diamati jumlah populasi serangga, Identifikasi Serangga, kelimpahan serangga, indeks kemerataan dan keanekaragaman serangga. Hasil identifikasi menunjukkan terdapat berbagai jenis serangga yang berperan sebagai musuh alami, hama, maupun serangga yang berperan dalam ekologi. Secara umum, keanekaragaman serangga yang ditemukan cukup beragam dengan jumlah individu yang bervariasi. Musuh alami yang teridentifikasi diantaranya berasal dari kelompok parasitoid dan predator, sedangkan hama yang dominan antara lain dari Ordo Lepidoptera dan Hemiptera. Indeks keanekaragaman serangga menunjukkan nilai 2,268 sedangkan nilai indeks kemerataan serangga menunjukkan nilai 0,72.
Pengaruh Konsentrasi Biostimulan Azzofos Terhadap Perkecambahan Umbi Bawang Putih Varietas Lumbu Hijau Dan Lumbu Kuning: The Effect of Azzofos Biostimulant Concentration on the Garlic Bulbs Germination of Lumbu Hijau and Lumbu Kuning Varieties Wika Anrya Darma; Sekar Utami Putri; Pebria Sisca; Dede Tiara; Dila Febria; Vinni Aurelia Salsabila; Elsi Wulandari
Gontor Agrotech Science Journal Vol. 11 No. 02 (2025): Desember 2025
Publisher : University of Darussalam Gontor, Ponorogo, East Java Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Impor bawang putih terus meningkat setiap tahunnya sebagai dampak dari kurangnya produksi dalam negeri. Varietas unggul lokal seperti Lumbu Hijau dan Lumbu Kuning masih kalah saing dengan varietas impor, baik dalam segi ukuran maupun keseragaman tumbuh. Salah satu permasalahan yang dialami petani adalah masa dormansi umbi yang cukup lama, mencapai 5-6 bulan. Perendaman dalam biostimulan Azzofos diharapkan dapat memecah masa dormansi sehingga mempercepat perkecambahan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi biostimulan Azzofos terbaik yang dapat meningkatkan perkecambahan umbi bawang putih varietas Lumbu Hijau dan Lumbu Kuning. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap faktorial. Faktor pertama yaitu varietas bawang putih yang terdiri dari lumbu hijau dan lumbu kuning. Faktor yang kedua yaitu konsentrasi biostimulan Azzofos yang terdiri dari konsentrasi 0, 10, 20, 30 ml/L. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas lumbu kuning memiliki indeks vigor yang lebih tinggi. Sedangkan perendaman menggunakna larutan Azzofos 20 ml/L memberikan hasil terbaik pada semua parameter pengamatan
Pengaruh Naungan Terhadap Produksi Biomassa Dan Kadar N Berbagai Legume Cover Crop (Lcc) Merambat: The Effect of Shade Levels on Growth, Biomass Production, and Nitrogen Concentration of Legume Cover Crops (LCC) Gian Sapta Adrialin; Wawan Wawan; Hapsoh Hapsoh
Gontor Agrotech Science Journal Vol. 11 No. 02 (2025): Desember 2025
Publisher : University of Darussalam Gontor, Ponorogo, East Java Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengaruh Naungan Terhadap Produksi Biomassa Dan Kadar N Berbagai Legume Cover Crop (Lcc) Merambat Tanaman penutup tanah legum banyak digunakan di perkebunan skala besar untuk meningkatkan kesuburan tanah, mengurangi erosi, dan meningkatkan keberlanjutan pertanian. Namun, pertumbuhan dan produktivitasnya di perkebunan kelapa sawit seringkali terhambat oleh naungan karena tajuk kelapa sawit membesar seiring bertambahnya umur tanaman, mengurangi cahaya yang tersedia untuk tanaman di bawahnya. Beberapa spesies Legum tertentu mampu mentolerir kondisi cahaya rendah, namun lebih banyak yang tidak toleran terhadap naungan. Penelitian ini mengevaluasi efek naungan terhadap produksi biomassa dan konsentrasi nitrogen daun dari berbagai spesies Legum, dan mengidentifikasi spesies yang mampu mempertahankan produktivitas tinggi di lingkungan yang memiliki naungan. Percobaan ini menggunakan desain split-plot dalam kerangka blok acak. Tingkat naungan (0, 55, 65, dan 75%) ditetapkan pada plot utama, sedangkan spesies Legum (Mucuna bracteata, Pueraria javanica, Calopogonium mucunoides, Mucuna pruriens, dan Centrosema pubescens) ditetapkan pada subplot dengan 4 ulangan, menghasilkan 80 unit percobaan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa naungan secara signifikan mengurangi tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, konsentrasi nitrogen daun, konsentrasi klorofil, laju fotosintesis, dan produksi biomassa. Di antara kelima spesies tersebut, Mucuna pruriens secara konsisten menunjukkan biomassa tertinggi (21,10%) dan konsentrasi nitrogen daun tertinggi (21,42%) dalam kondisi di bawah naungan, mengungguli Pueraria javanica, Centrosema pubescens, Mucuna bracteata, dan Calopogonium mucunoides. Hasil akhir menunjukkan bahwa Mucuna pruriens adalah spesies yang paling toleran terhadap naungan dan paling produktif untuk digunakan sebagai tanaman penutup tanah dalam sistem perkebunan yang memiliki naungan.
Implementation Of Drip Irrigation On The Growth Of Pagoda Mustard (Brassica narinosa L.): Implementasi Irigasi Tetes pada Budidaya Sawi Pagoda (Brassica narinosa L.) Qaanitatul Hakim Ipaulle; Jihan Azzah Muthi'ah; Siti Azizah Ardiningtyas; Indriyanti Widyaratna
Gontor Agrotech Science Journal Vol. 11 No. 02 (2025): Desember 2025
Publisher : University of Darussalam Gontor, Ponorogo, East Java Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Drip irrigation has been applied as an alternative irrigation technology for cultivating pagoda mustard in arid areas. This study aimed to evaluate the effects of different drip irrigation frequencies on the growth of pagoda mustard (Brassica narinosa L.). The experiment was conducted from September to December 2024 at the Agrotechnology Experimental Field, Faculty of Science and Technology, University of Darussalam Gontor. Four irrigation treatments were applied: conventional surface watering (control), drip irrigation once per day, drip irrigation twice per day, and drip irrigation three times per day. Each treatment was replicated three times. Observed parameters included microclimatic conditions and plant growth variables. Data were analyzed using analysis of variance (ANOVA), followed by the Least Significant Difference (LSD) test at the 5% significance level when significant differences were detected, using RStudio software. The results showed that drip irrigation was able to meet the water requirements for pagoda mustard growth. No significant differences were observed in root and shoot growth among treatments; however, drip irrigation applied three times per day enhanced shoot canopy growth compared to lower irrigation frequencies.
Pengaruh Konsentrasi Nutrisi AB Mix Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Pagoda (Brassica narinosa L.) Pada Sistem Rakit Apung: Effect of Ab Mix Nutrition Concentration on The Growth and Results of Pagoda Plant (Brasicca narinosa l.) on Floating Systems Fikri Nugraha; Selvy Isnaeni; Arrin Rosmala
Gontor Agrotech Science Journal Vol. 11 No. 01 (2025): Juni 2025
Publisher : University of Darussalam Gontor, Ponorogo, East Java Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman sawi pagoda (Brassica narinosa L.) berasal dari negara tirai bambu, memiliki bentuk yang lonjong serta memiliki warna yang sangat hijau. Sawi pagoda sulit ditemukan di pasaran karena memiliki harga jual yang lebih tinggi daripada sawi lainnya. Permintaan komoditas sawi pagoda terus meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk, hal tersebut dapat mendorong dengan budidaya pertanian yang berbeda dari pertanian konvensional yaitu dengan menggunakan metode hidroponik. Pada sistem hidroponik nutrisi yang diberikan untuk tanaman merupakan nutrisi AB Mix. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh perbedaan konsentrasi nutrisi AB mix yang optimal untuk pertumbuhan dan hasil tanaman pagoda dengan metode rakit apung. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial dengan 6 perlakuan, yaitu N1 = 850 ppm, N2 = 1000 ppm, N3 = 1150 ppm, N4 = 1300 ppm, N5 = 1450 ppm, N6 = 1600 ppm. Nutrisi AB Mix sangat berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman pada 1 MST hingga 6 MST. Perlakuan konsentrasi ppm berpengaruh nyata terhadap jumlah daun. Sawi pagoda pada 6 MST yang diberi perlakuan (850 ppm) memiliki nilai rata-rata tertinggi 70.62 helai. Perlakuan AB Mix berpengaruh nyata terhadap rata-rata panjang akar, dimana perlakuan (1000 ppm) memberikan akar terpanjang, yaitu sebesar 64,57 cm. Pemberian AB Mix memberikan pengaruh nyata terhadap warna daun sawi pagoda. Perlakuan (1150 ppm) menghasilkan warna daun yang tertinggi yaitu 4,75 artinya hijau pekat pada umur panen 6 MST. Perlakuan dengan (1150 ppm) merupakan perlakuan yang menghasilkan luas daun terbesar sebesar 93,91cm2. Perlakukan (1150 ppm) merupakan perlakuan yang menghasilkan bobot basah tertinggi dengan berat sebesar 89,2g, perlakuan N3 dengan nilai 1150 ppm merupakan perlakuan yang menghasilkan nilai berat kering tertinggi sebesar 30.05 g.