cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Penelitian Pendidikan Guru Sekolah Dasar
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 812 Documents
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN KARTU PINTAR JAWA (KAPIJA) DALAM PENERAPAN KETERAMPILAN MENULIS AKSARA JAWA SISWA KELAS IV SDN BABATAN 1 SURABAYA NOVITA SARI, RIA; SUBRATA, HERU
Jurnal Penelitian Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 6, No 5 (2018)
Publisher : PGSD FIP UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada proses pembelajaran menulis aksara jawa, memerlukan adanya media sebagai jembatan siswa dalam memahami materi agar mudah dipahami. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Subyek penelitian adalah guru kelas IV dan 40 siswa kelas IV SDN Babatan 1 Surabaya. Berdasarkan hasil observasi, proses pembelajaran menulis aksara jawa dengan menggunakan media KAPIJA telah dilaksanakan sesuai dengan RPP dengan keterlaksanaan mencapai 100% serta rata-rata skor 4 diperoleh dalam tiap fase kegiatan pembelajaran. Selain itu, dengan pemberian tes membentuk kreativitas siswa dalam menyusun kata menggunakan KAPIJA, ketercapaian siswa semakin meningkat yang dibuktikan dengan hasil belajar, serta tingkat motivasi belajar semakin tinggi setelah menggunakan media KAPIJA. Hasil dari penelitian ini diabadikan dalam dokumentasi. Abstract In the process of learning to write Javanese script, requires the existence of media as a bridge of students in understanding the material for easy to understand. This study used descriptive qualitative method. The subjects of the study were fourth grade teachers and 40 fourth graders of SDN Babatan 1 Surabaya. Based on the observation, the learning process of writing Javanese script using KAPIJA media has been implemented in accordance with the lesson with 100% completeness and the average score of 4 is obtained in each phase of learning activities. In addition, by giving tests to form the creativity of students in preparing words using KAPIJA, increasing student achievement as evidenced by the learning results and the level of learning motivation is higher after using KAPIJA media. The results of this study are enshrined in the documentation.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS DESKRIPSI BAGI SISWA SEKOLAH DASAR PURWANTI, RIRIN; , SUPRIYONO
Jurnal Penelitian Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 6, No 5 (2018)
Publisher : PGSD FIP UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Keterampilan menulis merupakan salah satu dari keempat keterampilan yang harus dikuasai oleh siswa sekolah dasar. Keterampilan menulis sangat sulit untuk dikembangkan jika tidak dilatihkan setiap waktu oleh guru. Hal ini sesuai dengan hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti diperoleh dari 20 siswa, hanya 35% yang dapat melakukan atau mendapat nilai diatas KKB yang telah ditetapkan oleh sekolah. Penyebab salah satunya model yang digunakan oleh guru dalam melakukan pembelajaran di kelas yakni hanya menggunakan buku siswa dan siswa diminta kerja mandiri, sehingga keterampilan menulis siswa tidak berkembang dengan baik dan siswa merasa bosan. Oleh sebab itu, peneliti mencoba memberikan solusi dengan menerapkan model pembalajaraan langsung sebagai upaya untuk melatihkan keterampilan menulis deskripsi bagi siswa kelas I SDN Modopuro 1 Kabupaten Mojokerto. Jenis penelitian yang peneliti gunakan yakni penelitian tindakan kelas dengan 2 siklus, dengan tahapan setiap siklusnya ada tiga yaitu plan, action and observation, dan reflection. Data dikumpulkan dengan metode observasi dan tes sedangkan instrumen yang digunakan lembar aktivitas guru dan siswa, dan lembar tes hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pengajaran langsung dapat meningkatkan keterampilan siswa berkaitan dengan menulis deskripsi sederhana. Hal ini terbukti dengan peningkatan dari setiap siklusnya sebesar 32% dari siklus I ke siklus II dan memenuhi indikator penelitian yang ditetapkan oleh peneliti. Selain itu kendala-kendala yang muncul pada siklus I dapat diatasi dengan baik pada siklus II. Untuk guru yang mengajarkan materi berkaitan dengan penguasaan tentang suatu keterampilan atau keahlian peneliti sarankan untuk menggunakan model pengajaran langsung. Kata kunci: keterampilan, menulis deskripsi, model pengajaran langsung Abstract Writing skills is one of the four skills that must be mastered by elementary school students. Writing skills are very difficult to develop if not trained every time by the teacher. This is in accordance with the results of observations made by researchers obtained from 20 students, only 35% who can do or get a value above the KKB that has been established by the school. The cause of one of the models used by the teacher in learning in the classroom that is only using the book students and students are asked to work independently, so the writing skills of students are not well developed and students feel bored. Therefore, researchers try to provide solutions by applying direct pemalajaraan model as an effort to trill the skills of writing a description for students class I SDN Modopuro 1 Mojokerto regency. The type of research that researchers use classroom action research with 2 cycles, with the stages of each cycle there are three namely plan, action and observation, and reflection. Data were collected by observation and test method while instrument used by teacher and student activity sheet, and test sheet of student learning result. The results show that the application of the direct teaching model can improve the students skills related to writing simple descriptions. This is evidenced by the increase of each cycle of 32% from cycle I to cycle II and meet the research indicators set by the researchers. In addition, the constraints that occur in cycle I can be overcome well in cycle II. For teachers who teach materials related to the mastery of a skill or expertise the researcher suggests to use the direct teaching model. Keywords: skill, description writing, direct instruction model
PENERAPAN METODE MODELLING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBUAT KARYA ORIGAMI PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI PUNGGING 3 MOJOKERTO AMIRUDIN / SKGJ MOJOKERTO, ANSORI; , SUPRAYITNO
Jurnal Penelitian Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 6, No 6 (2018)
Publisher : PGSD FIP UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui dan mendiskripsikan aktivitas guru dalam penggunaan metode modelling untuk meningkatkan keterampilan membuat karya origami siswa kelas IV SD; (2) Mengetahui dan mendiskripsikan aktivitas siswa dalam penggunaan metode modelling untuk meningkatkan keterampilan membuat karya origami siswa kelas IV SD; dan (3) Mengetahui dan mendiskripsikan keterampilan membuat karya origami siswa kelas IV SD meningkat setelah menggunakan metode modelling. Hasil analisis data adalah sebagai berikut: (1) Aktivitas guru pada siklus I memperoleh skor ketercapaian 67,5% dan siklus II memperoleh skor ketercapaian 87,5%; (2) Aktivitas siswa pada siklus I memperoleh skor ketercapaian 65% dan siklus II memperoleh skor ketercapaian 85%; (3) Keterampilan siswa pada siklus I memperoleh nilai rata-rata kelas 71,95 dengan persentase ketuntasan 61,90% dan pada siklus II nilai rata-rata kelas 79,19 dengan persentase ketuntasan 80,95%. Dari hasil penelitian di atas, dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode modelling dapat meningkatkan aktivitas guru, aktivitas siswa, dan meningkatkan keterampilan membuat karya origami siswa kelas IV SD. Kata Kunci: metode modelling, origami, keterampilan siswa. Abstract This study aims to: (1) Know and describe the activities of teachers in the use of modeling methods to improve the skills of making work origami fourth grade students; (2) To know and to describe student activity in using modeling method to improve the skill of making work of origami of fourth grade students; and (3) Knowing and describing the skills of making the origami work of fourth grade students increased after using the modeling method. The result of data analysis is as follows: (1) Activity of teacher in cycle I get score of achievement 67,5% and cycle II get score of achievement 87,5%; (2) Student activity in cycle I get score of 65% achievement and cycle II get 85% achievement score; (3) Student skill in cycle I get grade average 71,95 with completeness percentage 61,90% and on cycle II grade average grade 79,19 with percentage mask 80,95%. From the results of the above research, it can be concluded that the use of modeling methods can increase teacher activity, student activity, and especially improve the skills of making work origami fourth grade students. Keyword: modeling method, origami, student skill
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TPS ( THINK PAIR SHARE) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS PADA TEMA INDAHNYA NEGERIKU SISWA KELAS IV-A SDN TANAH KALIKEDINDING II/252 SURABAYA SUMARLIANI, A.MA.PD, AGUS; , SUPRAYITNO
Jurnal Penelitian Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 6, No 6 (2018)
Publisher : PGSD FIP UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilatar belakangi oleh Kurangnya siswa memahami konsep dan penguasaan materi disebabkan karena strategi pembelajaran yang kurang tepat. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan peningkatan aktivitas guru dan siswa serta peningkatan hasil belajar. Jenis metode penelitian ini digunakan adalah metode penelitian tindakan kelas yang menggunakan teknik deskriptif kuantitatif. Data penelitian diperoleh dari observasi dan tes. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh data hasil aktivitas guru meningkat 25,8% dari siklus I 53% kategori cukup, siklus II 78,8% kategori baik, siklus III 90,9 % kategori sangat baik. Aktivitas siswa meningkat 16,7% , siklus I 59,1% kategori cukup, siklus II 75,8% kategori baik, siklus III 95,5% kategori sangat baik. Hasil belajar siswa meningkat sebesar 5,7% siklus I sebesar 68,8 % siklus II sebesar 74,5% meningkat siklus III sebesar 92,5%. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe TPS (Think Pair Share) dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPS tema ?INDAHNYA NEGERIKU? di kelas IV-A SDN Tanah Kali Kedinding II/252. Kata kunci: Hasil belajar IPS, Tipe TPS (Think Pair Share) Abstract The background of this research is the lack of understanding about the concept and mastery of the material due to unapproriate of the learning strategies. The aim of research was to describe studenst, teachers activity, and the learning result of students. The method is using a class action research by applying descriptive quantitative technique. Research data obtained from observation and test. Based on the research result, the activity of the teachers increase 25.8% from siklus I 53% is categorized not good, siklus II 78,8% is categorized good, siklus III 90,9 % is categorized very good. The activity of students increase 16,7% , siklus I 59,1% is categorized not good, siklus II 75,8% is categorized good, siklus III 95,5% is categorized very good. The result of learning students increase 5,7% siklus I 68,8 %, siklus II 74,5%, siklus III 92,5%. From those data it can be conclude that cooperative learning model type TPS (Think Pair Share) can increase student learning result, on teacher activity, and student activity when applied on ?INDAHNYA NEGERIKU? theme in completing Social Science Lesson in class IV-A on SDN Tanah Kali Kedinding II/252 Surabaya. Keywords: IPS learning result, TPS type ( Think Pair Share)
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA TEMA EKOSISTEM KELAS V SDN GUNUNGANYAR TAMBAK/628 SURABAYA FATIKAH, NURUL; , BUDIYONO
Jurnal Penelitian Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 6, No 6 (2018)
Publisher : PGSD FIP UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Latar belakang penelitian ini adalah guru kurang bisa menggunakan model pembelajaran yang sesuai materi dan karakteristik siswa yang mengakibatkan siswa kurang antusias belajar sehingga hasil belajar siswa belum maksimal. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkn aktivitas guru, aktivitas siswa, dan hasil belajar siswa pada tema ekosistem subtema komponen eksosistem pembelajaran ke-1 dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Teams games tournament. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas yang menggunakan teknik deskriptif kuantitatif. Data penelitian diperoleh dari observasi dan tes. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh data hasil belajar yang mencakup tiga ranah, yaitu ranah kognitif pada siklus I sebesar 70,38%, dan meningkat pada siklus II sebesar 92,52%. ranah afektif sebesar 54.25% pada siklus I, dan meningkat menjadi 100% pada siklus II. Ranah psikomotorik pada siklus I sebesar 40.74%, dan meningkat menjadi 100% pada siklus II. Pada kegiatan aktivitas guru mengalami peningkatan dengan rata-rata siklus I sebesar 70,83%, dan pada siklus II meningkat sebesar 91,67%. Pada kegiatan aktivitas guru mengalami peningkatan dengan rata-rata siklus I sebesar 72,50%, dan meningkat pada siklus II sebesar 90%. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe teams games tournament (TGT) dapat meningkatkan hasil belajar siwa pada tema ekosistem subtema komponen ekosistem pembelajaran ke-1 di kelas V SDN Gununganyar Tambak /628 Surabaya. Kata kunci: hasil belajar, model pembelajaran kooperatif tipe TGT, tema ekosistem. Abstract : The background of this research was teacher was unable to applying learning model that appropriated with student?s characteristic and matter that causing student was not enthusiast to learn and low student learning result. The aim of this research was to found out student activity, teacher activity, and student learning result on ecosystem theme subtheme ecosystem component first lesson by applying cooperative learning model type teams games tournament (TGT). This was a class action research by applying descriptive quantitative technique. Research data obtained from observation and test. Based on the research result, student learning outcomes include three domains, namely the cognitive domains on first cycle of 70.83%, and on second cycle increased of 92.52%. the affective domains of 54.25% in first cycle, and increased of 100% in second cycle. The psychomotor domains on first cycles of 40.74%, and increased of 100% on second cycles. On teacher activity experienced improvement with average on first cycle of 70.83%, and on second cycle increased of 91.67%. On teacher activity experienced improvement with average on first cycle of 72.50%, and on second cycle increased of 90%. From those data it can be conclude that cooperative learning model type teams games tournament (TGT) can increased student learning result, teacher activity, and student activity when applied on ecosystem theme subtheme ecosystem component lesson one in class V on SDN Gununganyar Tambak /628 Surabaya. Keywords: learning result, cooperative learning model type teams games tournament (TGT), ecosystem theme
PEMANFAATAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENYIMAK CERITA PADA TEMA PEDULI LINGKUNGAN SOSIAL KELAS IIIB SDN UJUNG V/30 SURABAYA ADY WINARNO, RAFKI; YERMIANDHOKO, YOYOK
Jurnal Penelitian Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 6, No 6 (2018)
Publisher : PGSD FIP UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan hasil observasi menunjukkan bahwa hasil belajar keterampilan menyimak siswa kelas III sekolah dasar masih rendah. Sebagian besar siswa mengalami kesulitan dalam menuliskan amanat dan menceritakan kembali cerita dengan kata-katanya sendiri. Faktor penyebabnya adalah guru tidak menggunakan media pembelajaran yang menarik. Guru hanya membacakan buku teks cerita rakyat, kemudian menyuruh siswa mengerjakan evaluasi. Maka dari itu, peneliti berupaya melakukan perbaikan dengan menggunakan media yang menarik yaitu berupa media audio visual. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) sebanyak dua siklus, dan tiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan dan observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, tes, dan catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru mengalami peningkatan pada I yaitu 71,8 dan pada siklus II meningkat menjadi 88,3. Sementara itu, ketuntasan belajar menyimak cerita dengan menggunakan media audio visual siswa mengalami peningkatan. Pada siklus I ketuntasan mencapai 60% dan pada siklus II ketuntasan mencapai 86%. Kendala-kendala yang dihadapi adalah suasana kelas kurang kondusif, siswa pasif, dan pengelolaan waktu. Cara mengatasinya dengan pengkondisian kelas yang baik, memberikan motivasi agar siswa aktif dan pengaturan waktu pembelajaran. Dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan media audio visual dapat meningkatkan keterampilan menyimak cerita siswa kelas IIIB SDN Ujung V/30 Surabaya. Kata Kunci: media audio visual, keterampilan menyimak cerita Abstract Based on the results of observation indicate that the result of learning skill of listening to grade 3 student of elementary school still low. Most students have difficulty writing down the message and retelling the story in their own words. The contributing factor is that teachers do not use interesting learning media. The teacher just reads a folklore textbook, then asks students to do an evaluation. Therefore, researchers attempt to make improvements by using an interesting media that is in the form of audio visual media. This research is a classroom action research (CAR) of two cycles, and each cycle consists of planning, implementation and observation, and reflection. Data collection techniques in this study using observation techniques, tests, and field notes. The results showed that teacher activity increased in I that is 71.8 and in cycle II increased to 88.3. Meanwhile, the mastery of learning to listen to the story by using audio visual media students have increased. In the first cycle completeness reached 60% and in cycle II completeness reached 86%. The constraints faced are less conducive class atmosphere, passive students, and time management. How to cope with good class conditioning, motivating students to be active and setting learning time. It can be concluded that the utilization of audio visual media can improve listening skill of class IIIB SDN Ujung V / 30 Surabaya Keywords: audio visual media, listening skill of the story
KEMAMPUAN GURU SEKOLAH DASAR DALAM SISTEM PENILAIAN KURIKULUM 2013 KABUPATEN TUBAN (STUDI KOMPARASI SEKOLAH INDUK KLUSTER PELAKSANA KURIKULUM 2013) AYU CHANDRA MUSTIKA, ADE; GUNANSYAH, GANES
Jurnal Penelitian Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 6, No 6 (2018)
Publisher : PGSD FIP UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menggambarkan secara keseluruhan kemampuan guru sekolah dasar di Kabupaten Tuban terkait sistem penilaian kurikulum 2013, serta faktor pendukung dan penghambat guru dalam penguasaan sistem penilaian K-13 di Kabupaten Tuban. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif komparatif. Lokasi penelitian ini adalah SDN Kebonsari I, SDN Latsari dan Wotsogo I Kabupaen Tuban. Responden pada penelitian ini merupakan guru kelas di masing-masing sekolah induk kluster dan juga pihak LPMP Jawa Timur. Pengambilan data dilalkukan melalui teknik observasi, waawancara dan dokumentasi Data dianalisis dengan teknik analisis data Miles and Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru-guru di sekolah induk kluster memiliki kemampuan yang berbeda-beda terkait kemampuan inteligensi dan pelaksanaan kegiatan penilaian K-13. Selain itu, guru-guru di sekolah induk kluster juga memiliki faktor pendukung dan penghambat penguasaan sistem penilaian yang berbeda-beda pula.Kata Kunci: Kemampuan guru, sekolah dasar, sistem penilaian, kurikulum 2013AbstractThe research has purpose to describes overall capacity of elementary school teachers in Tuban Regency related to the 2013 curriculum assessment system as well as teacher support and inhibiting factors in the control of K-13 assessment system in Tuban Regency. The research uses qualitative approach with comparative descriptive method. The location of this research is SDN Kebonsari I, SDN Latsari and Wotsogo I Kabupaen Tuban. Respondents in this research were classroom teachers in each of the cluster parent schools and LPMP East Java. The data is collected through observation technique, interview and documentation. Data are analyzed by Miles and Huberman data analysis technique. The results of this research indicate that teachers in cluster parnt schools have different abilities related to intelligence capability and in the implementation of K-13 assessment activities. In addition, teachers in the cluster master schools also have supporting factors and inhibitors of different judgment schemes as well.Keywords: Ability of teacher, elementary school, appraisal system, curriculum 2013
STUDI KOMPARASI PELAKSANAAN FDS DI SDI KOTA BLITAR DAN SDN SANANWETAN 2 KOTA BLITAR SETYO PAMBUDI, VENDI; GUNANSYAH, GANES
Jurnal Penelitian Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 6, No 6 (2018)
Publisher : PGSD FIP UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan perbedaan pelaksananFDS di SDI Kota Blitar dan SDN Sananwetan 2 mengenai proses pelaksanaan, kurikulum yang digunakan, sarana prasarana serta faktor penghambat dan pendukung FDS. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif komparatif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulansedangkan keabsahan data menggunakan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanyaperbedaan pelaksanaan FDSdi SDI Kota Blitar dan SDN Sananwetan 2diantaranya, SDI Kota Blitar menggunakan kurikulum 2013 dan lembaga, sedangkan SDN Sananwetan 2 menggunakan kurikulum 2013 dan KTSP 2006, program yang ditawarkan SDI Kota Blitar sebulan sekali melakukan kegiatan MABIT sedangkan SDN Sananwetan 2 melakukan kegiatan keagamaan disela-sela pembelajaran. Kata Kunci: pelaksanaan, full day school, perbandingan. Abstract The purpose of this study is to describe the comparison or the differences of FDS implementation in SDI Kota Blitar and SD Negeri Sananwetan 2 about the implementation process, the curriculum that is used, the supporting facilities and infrastructure and also the inhibiting and supporting factors of the FDS system. This research uses qualitative approach with comparative descriptive method. Data collection techniques consist interview, observation, and documentation. Data analysis techniques are done by data reduction, data presentation, drawing conclusion. The validity of data is done by triangulation technique. The results of the research shows that FDS implementation in SDI Blitar and SD Negeri Sananwetan 2 are different, among: curriculum which is used in SDI Blitar City are curriculum 2013 and institute?s curriculum, while SD Negeri Sananwetan 2 uses curriculum 2013 and KTSP 2006, program that is offered SDI Kota Blitar once a month are MABIT activity while SD Negeri Sananwetan 2 offers religious activities on the sidelines of learning. Keywords:implementation, full day school, comparison.
PENGARUH MODEL EXPERIENTAL LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR IPA KELAS IV DI SDN WARUGUNUNG I SURABAYA KHUMAIROH, ELISA; ISTIANAH, FARIDA
Jurnal Penelitian Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 6, No 6 (2018)
Publisher : PGSD FIP UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model experiental learning terhadap hasil belajar IPA materi sifat-sifat cahaya kelas IV SDN Warugunung I Surabaya. Jenis penelitian yang digunakan yaitu eksperimen dengan metode quasi experimental design dan dengan jenis non-equvalent control group design. Populasi yang digunakan yaitu seluruh siswa SDN Warugunung I Surabaya dan menggunakan purposive sampling dengan memilih kelas IV sebagai anggota sampel. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes. Uji instrumen menggunakan uji validitas dan reliabilitas, sedangkan teknik analisis data menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, uji t, dan uji n-gain ternormalisasi. Hasil uji n-gain ternormalisasi yaitu rata-rata hasil belajar kelas eksperimen sebesar 0,40 sedangkan kelas kontrol sebesar 0,07. Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh dari model experiental learning terhadap hasil belajar siswa. Kata Kunci: Experiental learning, hasil belajar, IPA AbstractThis research aims to determine the effect of experiental learning model on science learning outcomes of light class IV SDN Warugunung I Surabaya. The type of research used is experimental with quasi experimental design method and with non-equvalent control group design type. The population use is all students of SDN Warugunung I Surabaya and use purposive sampling by choosing class IV as a sample member. Technique of collecting data using test technique. The instrument test uses validity and reliability test, while the data analysis technique uses normality test, homogeneity test, t test, and normalized n-gain test. The result of normalized n-gain test is the average of experimental class learning result is 0,40 while control class is 0,07. It can be concluded that there is influence of experiential learning model to student learning results.Keywords: Experiental learning, learning results, natural science.
PENGARUH PENGGUNAAN METODE BRAINWRITING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH PADA MATERI IPA KELAS IV SDN WATESNEGORO 1 MOJOKERTO NUR TIFANNI, AFRIDA
Jurnal Penelitian Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 6, No 6 (2018)
Publisher : PGSD FIP UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK PENGARUH PENGGUNAAN METODE BRAINWRITING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH PADA MATERI IPA KELAS IV SDN WATESNEGORO 1 MOJOKERTO Nama : Afrida Nur Tifanni NIM : 14010644179 Program studi : S-1 Jurusan : Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas : Ilmu Pendidikan Nama lembaga : Universitas Negeri Surabaya Pembimbing : Julianto, S.Pd., M.Pd Dalam pelaksanaan pendidikan, perlu adanya pembaruan pelaksanaan pembelajaran dengan melaksanakan pembelajaran yang mampu menumbuhkan kreativitas peserta didik. Penggunaan permasalahan yang nyata, berguna untuk melatih kemampuan pemecahan masalah peserta didik. Sehingga diterapkan metode brainwriting untuk mendeskripsikan mengenai (1) Pengaruh metode brainwriting terhadap kemampuan pemecahan masalah pada materi IPA kelas IV SDN Watesnegoro 1 Mojokerto, (2) Keterlaksanakan pembelajaran dengan menerapkan metode brainwriting terhadap kemampuan pemecahan masalah pada materi IPA kelas IV SDN Watesnegoro 1 Mojokerto. Jenis dari penelitian ini adalah Quasi Experimental Design dengan Nonequivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SDN Watesnegoro 1 Mojokerto. Sampel yang digunakan pada penelitian ini terdiri dari dua kelas IV SDN 1 Watesnegoro Mojokerto. Kelas IV-A jumlah peserta didik sebanyak 31, sedangkan kelas IV-B terdapat 30 peserta didik. Kelas IV-A sebagai kelas eksperimen, sedangkan kelas IV-B sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data menggunakan teknik tes dan non tes. Teknik tes berupa pretest dan posttest digunakan untuk memperoleh data hasil pemecahan masalah, sedangkan non tes berupa observasi digunakan untuk memperoleh data dari keterlaksanaan pembelajaran meliputi aktivitas guru dan aktivitas peserta didik dengan menggunakan metode brainwriting. Hasil perolehan dari penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan peserta didik dalam pemecahan masalah mengalami peningkatan sebesar 0,52. Keterlaksanaan proses pembelajaran dengan menggunakan metode brainwriting terlaksana dengan sangat baik diperoleh persentase aktivitas guru sebesar 83%. Pada aktivitas siswa memperoleh persentase sebesar 75% yang termasuk dalam kategori baik. Hasil uji t-test pada aspek pemecahan masalah menunjukkan pengaruh berdasarkan perolehan nilai signifikansi 0.011 < 0.05. Pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan metode brainwriting menjadikan peserta didik mampu memecahkan permasalahan melalui berbagai ide/pendapat yang dihasilkan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan metode brainwriting meningkatkan kemampuan pemecahan masalah peserta didik dengan pelaksanaan dengan baik sehingga berpengaruh positif terhadap kemampuan pemecahan masalah pada materi IPA kelas IV SDN Watesnogoro 1 Mojokerto tahun ajaran 2017/2018. Kata kunci : Metode Brainwriting, Pemecahan Masalah, IPA. ABSTRACT THE INFLUENCE OF BRAINWRITING METHOD USE ON THE PROBLEM SOLVING ABILITY OF NATURAL SCIENCE MATERIAL CLASS IV WATESNEGORO 1 PUBLIC ELEMENTARY SCHOOL MOJOKERTO Name : Afrida Nur Tifanni Registration Number : 14010644179 Study Program : S-1 Department : Pendidikan Guru Sekolah Dasar Faculty : Faculty of Education University : Universitas Negeri Surabaya Advisor : Julianto, S.Pd., M.Pd In the field of education, it is necessary to update and develop the implementation of learning by applying learning activities that can foster the learners? creativity. One of the technique that can be used is problem solving since the use of real-life problems is useful to train learners? problem solving skill. Therefore, brainwriting method is applied to describe (1) Influence of brainwriting method to problem solving ability on natural science material for 4th graders of Watesnegoro 1 Public Elementary School Mojokerto, (2) Learning implementation by applying brainwriting method and problem solving ability on natural science material for 4th graders of Watesnegoro 1 Public Elementary School Mojokerto. The types of this research are Quasi Experimental Design and Nonequivalent Control Group Design. Population in this research is the whole 4th grade students of Watesnegoro 1 Public Elementary School Mojokerto. The sample of this research consists of two classes of the 4th grade students of Watesnegoro 1 Public Elementary School Mojokerto. The members of class IV-A are 31 students, and there are 30 of class IV-B?s. Here, class IV-A is as an experimental class, while class IV-B is as a control class. The data is collected by using test and non-test techniques. Test technique which is in the form of pretest and posttest is used to obtain data of problem solving result, while non-test technique is in the form of observation that is used to obtain data from learning activity, covering teacher?s and learners? activity with the use brainwriting method. The results of this study indicates that the ability of learners in problem solving has increased by 0.52. The implementation of brainwriting method in learning process is performed very well, and obtained the percentage of teacher activity by 83%. Moreover, the obtained student activity percentage is equal to 75% which is included in good category. The result of t-test on problem solving aspect shows an influence based on the significance value of 0.011 < 0.05. This implementation of learning by using the method of brainwriting makes learners are able to solve problems through various ideas / opinions generated. Thus, it can be concluded that learning by using brainwriting method can improve learners? problem-solving ability that has conducted with good implementation. It is positively affect the problem-solving abilities in natural science material class IV Watesnegoro 1 Public Elementary School Mojokerto in the academic year of 2017/2018. Keywords: Brainwriting method, problem solving, natural science.