cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan (JMTP)
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 439 Documents
PENGEMBANGAN MEDIA MODUL CETAK PADA MATA KULIAH BIDANG KEAHLIAN DESAIN GRAFIS MATERI COREL DRAW X7 UNTUK PRODISTIK DI KELAS XI MAN MOJOSARI IRAWAN, WAWAN
Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan Vol 8, No 1 (2017): Volume 8 Nomer 1 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGEMBANGAN MODUL MATA PELAJARAN KOMPUTER MATERI PENGENALAN MENU PADA MICROSOFT WORD SISWA KELAS V DI SDN BABATAN 1/456 SURABAYA Widiyanti, Ferlinda
Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan Vol 8, No 2 (2017): Volume 8 Nomer 2 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Mata Pelajaran komputer merupakan bagian dari ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). mata pelajaran komputer merupakan suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah sebuah data. Maka dari itu mata pelajaran komputer harus menjadi salah satu pelajaran wajib yang ada di seluruh jenjang pendidikan. Berdasarkan studi awal dan observasi yang dilakukan peneliti di SDN Babatan 1/456 Surabaya pada tanggal 16 Maret 2017 diperoleh informasi bahwa ada 50% dari 37 siswa mendapatkan nilai dibawah KKM pada pelajaran Komputer. Hal ini dikarenakan materi pengenalan menu pada MsWord  merupakan materi yang sangat banyak mengandung konsep-konsep yang tidak bisa hanya digambarkan dengan gambaran abstrak saja serta strategi pembelajaran serta media yang digunakan masih belum cukup untuk memfasilitasi pemerolehan pemahaman bagi peserta didik. Sehingga diperlukan Pengembangan Media Modul Pada Mata Pelajaran komputer  yang layak dan efektif digunakan dalam proses pembelajaran. . Model yang digunakan dalam pengembangan media ini adalah model R&D. metode pengumpulan data yang digunakan adalah instrumen wawancara dan angket. Berdasarkan hasil analisis data, hasil uji kelayakan media modul pada ahli materi 1 dan II dapat dikategorikan sangat baik. Ahli media I dan II didapatkan  hasil yang sangat baik. Sedangkan untuk uji coba perorangan mendapatkan 90,75%, uji coba kelompok kecil 89%, dan uji coba kelompok besar sebesar 88%. Dapat disimpulkan bahwa media Modul Pada Mata Pelajaran komputer ini dikatakan layak untuk digunakan pada proses pembelajaran. Selanjutnya untuk mengetahui keefektifan media menggunkan uji-t  dengan d. b= N-1 = 37-1 = 26 (dikonsultasikan dengan tabel nilai t) dengan nilai t 0,05 harga t = 2,68 dimana pada pengembangan ini menghasilkan t hitung lebih besar dari pada t tabel 13,88> 2,68, dengan demikian menunjukan bahwa media Modul ini sangat efektif apabila digunakan dalam kegiatan pembelajaran Komputer Materi Pengenalan Menu pada Ms. Word. Kata kunci : Media, Modul Cetak, Pengenalan Menu Ms. Word,  Komputer.a
PENGEMBANGAN AUGMENTED REALITY BERBASIS ANDROID MATERI SISTEMPERNAPASAN MANUSIA UNTUK SISWA KELAS XI IPA DI SMA NEGERI 1 PORONG Novitasari, Dyah
Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan Vol 8, No 2 (2017): Volume 8 Nomer 2 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem pernapasan manusia merupakan salah satu materi dari sistem respirasi  yang mempelajari tentangkomponen-komponen penyusun sistem pernapasan manusia beserta struktur dan fungsinya. Materi tersebut dirasa sulitdipahami karena siswa tidak dapat mengetahui struktur atau bentuk organ-organ  penyusun sistem pernapasan manusiasecara langsung karena letaknya yang berada didalam tubuh manusia. Tujuan dari penelitian pengembangan ini adalahdiperoleh hasil kelayakan dan hasil efektifitas media Augmented Reality berbasis Android materi sistem pernapasanmanusia di kelas XI IPA SMA Negeri 1 Porong yang telah dikembangkan. Augmented Reality adalah sistem teknologi yang menghubungkan konteks nyata dan virtual yangmemungkinkan seseorang dapat berinteraksi dengan informasi digital dalam lingkungan nyata. Pembelajaran denganmedia Augmented Reality terbentuk atas dasar dua teori pembelajaran yaitu teori pembelajaran situasional dan teoripembelajaran konstruktivis. Augmented Reality berbasis android berfungsi untuk memberikan pengalaman yang lebihnyata dalam pembelajaran dengan menambahkan atau melengkapi lingkungan nyata dengan informasi digital (atauvirtual) yang ditampilkan melalui layar smartphone Android yang digunakan. Model pengembangan yang diadaptasi dalam penelitian pengembangan media Augmented Reality ini adalahmodel pengembangan  Dick & Carey (Dick and Carey Systems Approach model). Pengumpulan data dilakukan denganmetode: wawancara, angket dan tes. Analisis data dengan menggunakan teknik analisis data deskriptif presentase untukmengetahui kelayakan media berdasarkan pendapat ahli materi, ahli media dan juga siswa. Sedangkan teknik analisisdata tes digunakan untuk mengetahui hasil efektifitas media berdasarkan pencapaian tujuan belajar oleh siswa. Soalpretest diberikan pada siswa sebelum mengikuti pembelajaran dengan media, sedangkan soal posttest diberikan setelahsiswa mengikuti pembelajaran dengan menggunakan media. Hasil evaluasi perorangan pada seorang siswa ialah 90%,  dikatakan bahwa media sangat baik dan tidak perlurevisi. Hasil evaluasi kelompok kecil pada sepuluh orang siswa ialah 96,92%, dikatakan bahwa media sangat baik dantidak perlu revisi. Hasil field trial pada 34 siswa ialah 94,12%, dikatakan bahwa media sangat baik dan tidak perlurevisi, dari hasil data tersebut maka media Augmented Reality berbasis Android sistem pernapasan manusia yangdikembangkan layak digunakan untuk pembelajaran. Hasil uji T dengan perbandingan data pretest  dan posttest ialah5,41>2,000 sehingga dikatakan bahwa media Augmented Reality berbasis Android dapat meningkatkan hasil belajarsiswa (efektifitas pembelajaran), sehingga dapat disimpulkan bahwa media Augmented Reality berbasis Android sistempernapasan manusia yang dikembangkan layak dan efektif untuk pembelajaran. Kata kunci: Pengembangan, Media Augmented Reality Berbasis Android, Hasil Belajar.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN IKLAN NON CETAK MATERI STORYBOARD Zoraya, Devi
Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan Vol 8, No 1 (2017): Volume 8 Nomer 1 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman belajar, apabila model pembelajaran tersebut berpusat pada peserta didik (student centered). Model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) digunakan dalam proses pembelajaran agar menjadikan peserta didik berperan aktif. Fokus pembelajaran terletak pada konsep dan prinsip inti dari suatu disiplin studi yang melibatkan peserta didik dalam investigasi pemecahan masalah dan kegiatan tugas-tugas bermakna yang lain, sehingga memberi kesempatan peserta didik bekerja secara otonom dan mengkonstruk pengetahuan mereka sendiri, serta mencapai puncaknya menghasilkan produk nyata. Tujuan dari penelitian ini, untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Project Based Learning Mata Pelajaran Iklan Non Cetak Materi Storyboard terhadap hasil belajar peserta didik Desain Komunikasi Visual kelas XI SMKN 1 Surabaya. Metode penelitian ini adalah kuantitatif, data dikumpulkan melalui teknik observasi dan tes. Teknik observasi digunakan untuk memperoleh data proses pelaksanaan model pembelajaran project based learning. Teknik tes untuk memperoleh data hasil belajar peserta didik tentang materi storyboard dalam model pembelajaran project based learning. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, diketahui pada observasi guru dikelas eksperimen diperoleh perhitungan data dengan N= 29-1 = 28 taraf kepercayaan 95%, maka rtabel 0,374 < rhitung = 0,789. Data yang dianalisis menunjukan adanya persamaan atau sebuah kesepakatan antara observer I dan observer II.  Jadi rata-rata hasil observasi guru adalah  = 93%. Dari hasil tersebut, maka tergolong baik sekali. Kemudian berdasarkan data observasi siswa diperoleh perhitungan data dengan N= 29-1 = 28  taraf kepercayaan 95%. Maka, rtabel 0,374 < rhitung = 0,736. Data yang dianalisis menunjukan adanya persamaan atau sebuah kesepakatan atara observer I dan observer II. Jadi rata-rata hasil observasi siswa adalah  = 92%. Dari hasil tersebut, maka tergolong baik sekali. Selain itu, Perhitungan uji t untuk kelas eksperimen XI DKV 1 dengan taraf signifikansi 5% db=29 - 1 = 28 sehingga diperoleh ttabel 2,048. Jadi thitung lebih besar dari ttabel yaitu dengan angka 2,067 > 2,048. Hal ini menunjukkan bahwa hasil belajar peserta didik kelas eksperimen XI DKV 1 yang menggunakan model pembelajaran Project Based Learning mengalami peningkatan signifikan dalam materi Storyboard. Kata Kunci: model pembelajaran project based learning, materi storyboard, hasil belajar.  
PENGEMBANGAN MEDIA MODUL SUPLEMEN SEKOLAH DASAR UNTUK EDITOR PENULIS DI DIVISI REDAKSI PT. JEPE PRESS MEDIA UTAMA WAHYU NURYATI, DWI
Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan Vol 8, No 1 (2017): Volume 8 Nomer 1 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada perkembangan era teknologi di Indonesia, berbagai penerbit memperkenalkan diri dan ikut berpartisipasi dalam memajukan kualitas pendidikan melalui penerbitan berbagai macam buku sebagai sumber belajar, salah satunya adalah PT. JePe Press Media Utama. Dalam menyusun sumber belajar tersebut ditemukan beberapa permasalahan yang belum diselesaikan oleh editor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengatasi masalah yang ada  pada PT. JePe Press Media Utama dengan cara mengembangkan media modul. Media modul merupakan media yang secara sistematis disusun dengan bahasa yang mudah dipahami yang digunakan untuk belajar mandiri untuk dapat mencapai tujuan yang telah dirumuskan. Materi yang disajikan dalam modul adalah tentang penyusunan suplemen sekolah dasar. Penelitian pengembangan ini menggunakan model ADDIE. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kualitatif dan kuantitatif yang diperoleh berdasarkan hasil wawancara terstruktur dengan ahli materi dan ahli media, serta angket respon editor yang diberikan untuk uji coba perorangan dan uji coba kelompok kecil. Berdasarkan hasil review ahli materi dan ahli media, diperoleh hasil validasi gabungan yang termasuk dalam kategori sangat valid dengan presentase sebesar 84, 69%. Hasil kelayakan gabungan uji coba perorangan termasuk dalam kategori sangat valid dengan persentase sebesar 80, 21%. Sedangkan hasil kelayakan gabungan uji coba kelompok kecil termasuk dalam kategori sangat valid dengan persentase sebesar 85, 61%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa dalam media modul suplemen sekolah dasar  untuk editor penulis redaksi PT. JePe Press Media Utama layak digunakan dalam kegiatan belajar. Kata Kunci: pengembangan, modul suplemen sekolah dasar, editor penulis.  
PENGEMBANGAN E-MODUL TENTANG PENGGUNAAN SCENE PADA MATA PELAJARAN TEKNIK ANIMASI 2 DIMENSI KELAS XI MULTIMEDIA DI SMK NEGERI 1 LAMONGAN ADAWIYAH, ROBIATUL
Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan Vol 8, No 1 (2017): Volume 8 Nomer 1 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) mengembangkan  dan menguji kelayakan e-modul tentang penggunaan scene pada mata pelajaran teknik animasi 2 dimensi kelas XI Multimedia di SMK Negeri 1 Lamongan dan (2) menguji keefektifan e-modul tentang penggunaan scene pada mata pelajaran teknik animasi 2 dimensi kelas XI Multimedia di SMK Negeri 1 Lamongan. Pengembangan ini menggunakan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation and Evaluation). Dimana model ADDIE ini model yang sederhana, mudah dipelajari dan memiliki struktur yang sistematis. Metode Penelitian adalah deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara tidak terstruktur, angket dan tes. Berdasarkan hasil analisis data dari angket ahli materi dan ahli media menyimpulkan bahwa media termasuk dalam kategori sangat baik dan layak digunakan. Sedangkan untuk hasil belajar menunjukkan bahwa media dapat meningkatkan hasil belajar, hal tersebut dibuktikan dengan rata-rata hasil belajar peserta didik yang mengalami peningkatan dari 81,8 menjadi 91,8. Dan adanya hasil uji t dimana t hitung mempunyai hasil yang lebih besar dengan t tabel yaitu 14,7 untuk t hitung dan 2,042 untuk t tabel dengan demikian media E-Modul diyatakan efektif. Penelitian pengembangan ini secara khusus diperuntukkan bagi peserta didik kelas XI Multimedia di SMK Negeri 1 Lamongan yakni pada mata pelajaran teknik animasi 2 dimensi materi penggunaan scene. E-Modul ini digunakan untuk materi yang termasuk konsep, E-Modul dapat digunakan untuk peserta didik yang memiliki gaya belajar visual, audio maupun kinestetik karena E-Modul merupakan bahan ajar yang digunakan secara mandiri. Saran pengembangan produk lanjutan yaitu pengembangan media E-Modul ini dapat dikembangkan lagi dengan cakupan yang lebih luas dan beragam. Pengembangan media E-Modul ini dapat dijadikan salah satu atau bahan belajar mandiri yang dapat dikembangkan oleh guru sekolah menengah kejuruan yang lain. Kata kunci: E-Modul, Penggunaan Scene, Multimedia, ADDIE, Hasil Belajar Abstract The objectives of this research were (1) to develop and test the feasibility of e-module about the use of scene on 2-dimensional animation class XI Multimedia in SMK Negeri 1 Lamongan and (2) to test the effectiveness of e-module about the use of scene on 2-dimensional animation class XI Multimedia in SMK Negeri 1 Lamongan. This development used the ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation and Evaluation) model. Which is the ADDIE model was a simple model, easy to learn and had a systematic structure. The research method was descriptive qualitative and quantitative. The data were collected by using unstructured interview techniques, questionnaires and tests. Based on the results of data analysis from a questionnaire’s of material and media experts, it can be concluded that the media is included in a very good category and feasible to use. While the learning result indicated that media can improve the learning result.  It is proved by the mean of learning result of learners which have increase from 81,8 to 91,8. And the result of t-test where t count has a bigger result with t table that is 14,7 for t arithmetic and 2,042 for t table. So, it can be stated that media E-Module is effective. This development research is specifically intended for students of class XI Multimedia in SMK Negeri 1 Lamongan that is on the subject of 2 dimensional animation technique using scene material. E-Module is used for materials that include concepts, E-Modules can be used for learners who have visual, audio and kinesthetic learning styles because E-Modules are teaching materials that are used independently. Suggestion of advanced product development is E-Module media development can be developed again with wider coverage and variety. Development of E-Module media can be either one or self-learning materials that can be developed by other vocational high school teachers. Keywords: E-Modules, Penggunaan Scene, Multimedia, ADDIE, Learning Outcomes
PENGEMBANGAN COMPUTER ASSISTED INSTRUCTION   MATERI ALAT-ALAT OPTIK PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS VIII SMP HANG TUAH 2 SURABAYA LUBIS B, BINTAR
Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan Vol 8, No 2 (2017): Volume 8 Nomer 2 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi pendahuluan yang dilakukan di sekolah SMP Hang Tuah 2 Surabaya akan menghasilkan media Computer Assisted Instruction (CAI) yang layak untuk digunakan dalam pembelajaran dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa yang ditemukan adanya masalah pada mata pelajaran IPA materi alat-alat optik diantaranya belum tersedia media selain buku paket, bahan ajar yang digunakan menggunakan buku, fasilitas Lab.IPA yang beralih fungsi menjadi kelas, guru juga membutuhkan media untuk memvisualisasikan proses pembentukan bayangan pada alat optik. Keterbatasan media dapat menyebabkan pembelajaran kurang maksimal.Tujuan penelitian ini yaitu menghasilkan media  menghasilkan media Computer Assisted Instruction (CAI) materi alat-alat optik layak digunakan untuk pembelajaran mata pelajaran Ilmu pengetahuan Alam dan untuk mengetahui seberapa efektif media Computer Assisted Instruction (CAI) yang dikembangkan dalam membantu proses pembelajaran disekolah agar tujuan pembelajaran bisa tercapai. Pengembangan ini menggunakan model ADDIE (Analisize, Design, Development, Implementation, Evaluasi). Media ini diterapkan  dengan  metode  pengumpulan  data  menggunakan  wawancara terstruktur,  angket,  tes, serta dilakukan uji coba produk. Uji coba produk digunakan untuk menunjukan persentase rata-rata setiap variable media Computer Assisted Instruction (CAI) tergolong kategori Baik Sekali.Hasil penelitian diketahui bahwa hasil dari uji ahli materi mendapatkan persentase sebesar 100% bernilai Baik Sekali, uji ahli media mendapatkan persentase sebesar 80% bernilai Baik, dan uji coba perseorangan mendapatkan hasil sebesar 88,4% bernilai Baik Sekali dan uji coba kelompok kecil mendapatkan hasil88,5% bernilai Baik Sekali. Dapat disimpulkan bahwa Computer Assisted Instruction (CAI) pada mata pelajaran IPA dinyatakan layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran. Sedangkan untuk mengetahui kefeektifan media Computer Assisted Instruction (CAI) pengembang menggunakan tabel distribusi uji-t dengan taraf signifikan 5%, maka didapat d.b = N-1 = 34-1=33. Dalam tabel uji-t didapatkan Dalam tabeluji-t didapatkan ttabel 1,697. Ternyata thitung lebih besar dari ttabel 5,247>1,697. Sehingga   dapat disimpulkan  dari  data  hasil  belajar  dengan  menggunakan  media Computer Assisted Instruction (CAI) materi Alat-alat optik  mengalami peningkatan sehingga media tersebut  bisa  dinyatakan efektif dalam pembelajaran.Kata Kunci: Pengembangan, Computer Assisted Instruction (CAI), Ilmu Pengetahuan Alam, alat-alat optik..AbstractStudy the introduction that done in junior high school hang tuah 2 surabaya found that there are problems in the subject matter optical science alat-alat are not available media besides textbooks, teaching materials used using books , Lab.ipa facilities shift function into class, teachers also need media to visualize process of forming shadow on an optical instrument. Limited media can cause learning less than maximum. The purpose of this research to create produce media Computer Assisted Instruction (CAI ) optical equipment matter worthy used to learning subjects of natural science and to know how effective media Computer Assisted Instruction ( CAI) developed in helping the learning process at the school to the purpose of learning can be achieved. The development is using the model ( analisize addie was , design , development , implementation , evaluation ). The media will be data collection method using interviews structured, the survey, tests, and performed trial products. The trial product used to show the percentage rata-rata every variable media Computer Assisted Instruction (CAI ) are good category once.A research note that the results of the matter get the percentage of 100 % worth good, the media experts get the percentage of 80 % valued good, and a pilot get the result of individual 88,4 % worth good and a pilot small group get 88,5 % worth good. Can be concluded that computer Assisted Instruction (CAI ) on the subjects of science announced eligible for use in learning. While to know effectiveness of media Computer Assisted Instruction (CAI ) using distribution developer table uji-t with standard significant % 5, then got d.b = n-1 = 34-1 = 33. In table uji-t gathered in tabeluji-t obtained ttabel 1,697.  It turns out that thitung greater than ttabel 5,247 > ttabel 1,697. So that it can be inferred from the data learning outcomes by the use of media Computer Assisted Instruction (CAI ) the optical alat-alat class VIII-C Junior Hang tuah 2 Surabaya increased that the media can be stated effective in learning.Keywords: Development, Computer Assisted Instruction (CAI), Natural science, Optical equipment.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN PUZZLEMATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA MATERI POKOK MENGENAL NAMA HEWAN DISEKITAR UNTUK ANAK TUNA RUNGUKELAS II SEKOLAH DASAR LUAR BIASA BINA BANGSA SEPANJANG ABDILLAH, MIRZA
Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan Vol 8, No 1 (2017): Volume 8 Nomer 1 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada mata pelajaran bahasa Indonesia mengenal nama hewan, SDLB Bina Bangsa Sepanjang memiliki masalah belajar berupa lemahnya siswa dalam memahami materi dan juga perintah guru. Hal ini dapat terlihat ketika guru memberi perintah untuk menulis nama hewan di buku, akan tetapi 5 siswa tersebut hanya diam saja tidak melakukan apa-apa. Lalu 2 siswa yang lain memulai untuk menulis nama hewan, dengan melihat contoh dari temannya mereka bisa menulis nama hewan.Indikator Kompetensi siswa harus bisa menulis nama hewan di sekitar 5 dari 7 siswa. Jadi 5 siswa tersebut jika diberi perintah harus dengan pengulangan beserta contoh jika tidak mereka akan terdiam.  Dampak dari minimnya penguasaan bahasa yang di akibatkan oleh ketunarunguan yaitu siswa akan kesulitan memahami apa yang di perintahkan oleh guru baik berupa materi ataupun soal. Selain itu siswa juga akan cenderung kurang aktif dalam kegiatan belajar mengajar.   Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan produk berupa media puzzle. Model pengembangan yang digunakan adalah model ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation) dalam Tegeh dkk (2014:42-43). Pengembangan ini di tujukan untuk siswa Sekolah Dasar Luar Biasa Bina Bangsa Sepanjang   Metode pengumpulan data yang digunakan untuk menguji kelayakan media menggunakan wawancara untuk ahli media dan ahli materi,. Berdasarkan hasil wawancara ahli media dan ahli materi sebagian besar menyatakan layak untuk digunakan namun masih ada beberapa revisi untuk memperbaiki media yang akan digunakan. Saat proses uji coba pemakaian, peneliti melibatkan siswa dalam kelompok besar yang berjumlah 7 siswa. Pada proses ini peneliti menggunakan menggunakan One-Group Pretest-Posttest Design. Media Puzzle yang dikembangkan dapat meningkatkan hasil belajar dengan dibuktikan berdasarkan perhitungan tersebut, maka dapat diketahui perbandingan antar hasil pretest dan posttest menunjukkan adanya peningkatan nilai post test lebih besar dari pada hasil pre test, sebesar rata-rata nilai 7,9 menjadi 15,1 yang berarti adanya peningkatan nilai siswa setelah menggunakan media puzzle dengan rata-rata peningkatan nilai sebesar 7,3 yang diperoleh dari hitungan jumlah beda dibagi dengan jumlah siswa maka dengan demikian media puzzle ini dinyatakan efektif dalam proses belajar mengajar. Untuk menguji hasil hipotesis, terdapat kriteria pengambilan keputusan dengan menguji H1 yaitu: H1: diterima jika Thitung ≤dari Ttabel Berdasarkan  perhitungan  melalui  uji  Wilcoxon  dengan n  =  7  pada  taraf signifikan 0,05 diperoleh Ttabel= 2, maka Hi diterima karena Thitung (0) ≤ Ttabel(2) artinya  hipotesis  yang  diajukan  diterima.  Hal  ini  menunjukan  bahwa  Media Puzzle memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan hasil belajar pengenalan nama hewan di  Kelas  II  SDLB  Bina Bangsa Sepanjang   Kata Kunci      : Pengembangan, Media Pembelajaran Puzzle, Anak Tuna Rungu     Abstract   In the Indonesian subjects know the name of the animal, SDLB Bina Bangsa Sepanjang with learning problems such as the weakness of the students in understanding the material and also commands a teacher. This can be seen when the teacher gave the order to write the names of animals in the book, but five of these students only silent not do anything. Then two other students started to write the name of the animal, to see examples of their friends can write the names of animals. While the student competence indicators should be able to write the names of animals in about 5 out of 7 students. So five of these students if given the command to be with repetition and examples if not they will be silent. The impact of the lack of mastery of languages ??by comparing the deafness that students will understand what is instructed by the teacher either material or matter. In addition, students will also tend to be less active in teaching and learning activities. The purpose of this study is to produce products such as media puzzle. The development model used is a model ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation) in Tegeh et al (2014: 42-43) . The development is aimed at elementary school students Extraordinary Bina Bangsa Sepanjang Data collection methods used to test the feasibility of using the media to interview media expert and subject matter experts. Based on the results of expert interviews and expert media largely material declared unfit for use but with some revisions to improve the media to be used. When the utility testing, researchers recruited students in large groups totaling 7 students. In this process the researchers used using the One-group pretest-posttest design. Media Puzzle developed to improve learning outcomes with proven according to these calculations, it can be seen the comparison between pretest and posttest results showed an increase in the value of post test is greater than the pre test results, amounting to an average value of 7.9 to 15.1 which means an increase in student scores after using media puzzle with an average increase in value of 7.3 obtained from different counts divided by the number of students it means the puzzle is declared effective media in teaching and learning. To test the hypothesis result, there is a decision-making criteria with which to test H1: H1: acceptable if Thitung ≤ Ttabel Based on calculations by the Wilcoxon test with n = 7 at significant level of 0.05 was obtained Ttabel = 2, then Hi accepted because Thitung (0) ≤ Ttabel (2) means that the hypothesis is accepted. This shows that the Media Puzzle significant impact on the improvement of learning achievement animal name recognition in Class II SDLB Bina Bangsa Sepanjang.   Keywords: Development, Learning Media Puzzle, Deaf Children
PENGEMBANGAN MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN MATERI POKOK INVERTEBRATA MATA PELAJARAN BIOLOGI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X IPA DI SMA PERSATUAN TULANGAN SIDOARJO Mega Kurniawan, Robby
Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan Vol 8, No 2 (2017): Volume 8 Nomer 2 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan dari hasil studi pendahuluan yakni hasil kegiatan wawancara dan observasi dengan guru mata pelajaran biologi. Peneliti mendapati data bahwa materi pokok Invertebrata mata pelajaran biologi siswa mengalami kesulitan dalam memahami materi tersebut. Hal ini dipengaruhi oleh guru hanya menyampaikan dengan metode ceramah dan menggunakan LKS, serta pada materi ini penyampaiannya membutuhkan visualisasi gambar yang bergerak. Hal ini pergaruh pada tidak tercapainya tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan. Kondisi pembelajaran ini berpengaruh pada rendahnya nilai ketuntasan yang diperoleh siswa dibawah rata-rata sebanyak 65% dari total keseuluruhan siswa yang harus mencapai nilai SKM sebesar 75. Tujuan media video pembelajaran ini dibuat sebagau upaya pemecahan masalah belajar dengan melalui analisis kebutuhaan sebelumnya, sehingga melalui medi video diharapkan dalam meningkatkan ketercapaian suatu tujuan pembelajaran serta meningkatkan hasil belajar siswa. Pengembangan Media Video Pembelajaran yang menggunakan model pengembangan ADDIE. Pelaksanaan uji coba dilakukan beberapa tahap yaitu validasi ahli materi dan ahli media, uji coba perorangan, uji coba kelompok kecil, dan uji coba kelompok besar. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara terstruktur, angket, dan tes. Teknik analisis data menggunakan rumus P yang digunakan untuk mengukur persentase, kemudian untuk instrument tes menggunakan rumus Rpbis dan Uji T-Tes. Hasil uji validasi kelayakan media Video Pembelajaran berdasarkan hasil perhitungan wawancara ahli materi I dan II adalah 95% dan 90%, hasil perhitungan wawancara ahli media I dan II adalah 100% dan 90%. Data hasil uji coba perorangan yang terdiri dari 3 mahasiswa memperoleh skor 90%, data hasil uji coba kelompok kecil yang terdiri dari 9 siswa memperoleh skor 84,4%, data hasil uji coba kelompok besar yang terdiri dari 20 siswa memperoleh skor 85,7%. Berdasarkan kriteria pada bab III dari uji coba perseorangan, kelompok kecil dan kelompok besar media yang dikembangkan dinyatakan layak. Data perolehan uji t nilai dari pretest dan postest diperoleh bahwa besar thitung = 4,91 > ttabel = 1,70 yang dapat disimpulkan bahwa Peneliti telah berhasil mengembangkan media Video Pembelajaran yang efektif untuk materi Invertebrata mata pelajaran biologi pada siswa kelas X IPA di SMA Persatuan Tulangan Sidoarjo. Kata kunci: Pengembangan Media, Video Pembelajaran, Invertebrata.   Abstract Based on the result of preliminary study that is result of activity of interview and observation with teacher of biology subject. Researcher found that students have difficulty in understanding in biology subject about Invertebrate. It caused by teachers only explain the lesson by lecture method and using LKS, this material also requires that delivery lesson by visualization of moving images. It caused the students cant achieving the learning objectives that have been formulated. This learning condition has an effect on the low value of mastery obtained by the students below the average of 65% of the total students which must reach the SKM score of 75. The purpose of learning video media is made as an effort to solve learning problems through the analysis of previous needs, so that through medi video is expected to increase the achievement of a learning objective and improve student learning outcomes. Development of Instructional Video use the ADDIE development model. Product trial held in several stages: validation of material experts and media experts, small group trials, and large group trials. Methods of data completion using structured interviews, questionnaires, and tests. The technique of data analysis using the formula P is used to measure the percentage, then for the test instrument using the formula of Rpbis and T-Test. Result of instructional video validation based on interview of material experts I and II are 95% and 90%, the result of the interview of media experts I and II is 100% and 90%. Individual test result data consisting of 3 students got 90% score, small group trial result data consist of 9 students got score 84,4%, large group trial result data consist of 20 students got score 85,7% . Based on the criteria in chapter III of the individual trials, small groups and large groups of developed media are eligible. The data obtained ttest value from pretest and postest obtained that thitung = 4.91> ttable = 1.70 which can be concluded that researcher has succeeded in developing an effective instructional video about invertebrate material  biology subjects in students of X grade of Science Class Senior High School Persatuan Tulangan Sidoarjo. Key words: Development Media, Instructional Video, Invertebrate
PENGEMBANGAN MEDIA COMPUTER ASSISTED INSTRUCTION (CAI) PADA MATA PELAJARAN BIOLOGI MATERI POKOK SISTEM RESPIRASI UNTUK SISWA KELAS XI IPA SMA SHAFTA SURABAYA NURJANNAH, DINI
Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan Vol 8, No 2 (2017): Volume 8 Nomer 2 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 CAI adalah media pembelajaran berbasis komputer. Pada penelitian ini pengembangan media CAI dilakukan berdasarkan hasil studi awal di SMA SHAFTA Surabaya dengan melakukan wawancara dengan guru mata pelajaran biologi. Dari hasil wawancara dengan guru biologi diketahui siswa kesulitan memahami proses pernapasan pada manusia. Pada proses pembelajarannya guru menggunakan metode ceramah dengan bantuan Ms. Office Power Point yang berisi tulisan saja dan kurangnya variasi penggunaan media pembelajaran di kelas. Ketika guru mereview materi siswa masih kesulitan menjelaskan kembali. Hal tersebut dibuktikan dari hasil belajar siswa yang belum mencapai standar ketuntasan yang telah ditentukan yaitu 75. Berdasarkan hal tersebut pengembangan ini bertujuan untuk mengembangkan media CAI pada materi pokok sistem respirasi yang layak dan efektif untuk siswa XI IPA SMA SHAFTA Surabaya.  Model pengembangan yang digunakan yaitu Model DDD-E oleh Ivers & Barron. Kegiatan uji coba media dilakukan dengan beberapa tahap yaitu uji coba kepada ahli materi, ahli media, uji coba perorangan, uji coba kelompok kecil, dan uji coba kelompok besar. Untuk instrumen pengumpulan data menggunakan wawancara, angket, dan tes.  Hasil dari uji kelayakan yang dilakukan dengan ahli materi mendapat persentase 100%, uji kelayakan dengan ahli media mendapat persentase 86%, uji coba perorangan 88%, uji kelompok kecil 92%, dan uji kelompok besar 95%. Untuk uji efektifitas media menggunakan desain penelitian Pre-experimental Design jenis One Group Pretest-Posttest, dan hasil dari tes yang dilakukan terbukti hasil rata-rata posttest 84,66 lebih besar dari hasil rata-rata pretest 58,28. Berdasarkan pengujian menggunakan taraf signifikan 5% db = 29-1 = 28 diperoleh ttabel = 2,048 dan hasil thitung 23,98. Jadi, thitung lebih besar dari ttabel yaitu 23,98 > 2,048. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan media CAI yang dikembangkan efektif untuk pembelajaran. Kata  kunci  : Pengembangan,  Media,  Computer  Asissted  Instruction,  Biologi, Sistem Respirasi   Abstract  CAI is media computer based learning. On this research the development of CAI is based on the result of preliminary study at senior high school SHAFTA Surabaya by conducted interviews with biology teacher. From the result of interviews with biology teacher known students difficulty understanding the process of breathing in humans. On the learning process the teacher uses the lecture methode with the help of Ms. Office Power Point which contains only text. When the teacher reviews the material, students are difficulty to explaining again. This is evidenced from student learning outcomes that have not reached a predetermined standard of completeness that is 75. Based on that matter, the purpose of this study to develop the CAI media of respiration system that is feasibility and effective for eleven’s sains grade of SMA SHAFTA Surabaya.  The development model used DDD-E Model by Ivers & Barron. Media trial activities were conducted in several steps which are trials to material experts, media experts, individual trials, small group trials, and large group trials. For data collection instruments use interviews, questionnaires, and tests.  The results of the feasibility test conducted with the material expert got 100% percentage, feasibility test with media expert got 86% percentage, individual test result is 86%, small group test result is  92%, and large group test result is 95%. The effectiveness test of media used research design Pre-experimental design type One Group Pretest-Posttest, and the results of the tests showed proven posttest average results 84.66 greater than the pretest average 58.28. Based on  the calculation of significant level 5% db = 29-1 = 28 obtained ttable = 2.048 and tcount 23.98. Thus, the tcount is larger than ttable that is 23,98> 2,048. So it can be concluded that the use of CAI media developed is effective for learning Keywords: Development,  Media,  Computer  Asisted  Instruction,  Biology,  Respiration System.