cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan (JMTP)
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 439 Documents
PENGEMBANGAN MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN MATERI POKOK CERITA ULANG BIOGRAFI MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA PADA SISWA KELAS XI APK 2 DI SMK NEGERI 10 SURABAYA RETNO SAPUTRI, DIAN
Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan Vol 9, No 1 (2018): Volume 9 Nomer 1 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan pengembangan video pembelajaran adalah untuk: (1) menghasilkan dan mengetahui kelayakan media video pembelajaran pada mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk siswa kelas XI APk 2 SMKN 10 Surabaya. (2) megetahui pengaruh penggunaan video pembelajaran terhadap hasil prestasi siswa kelas XI APk 2 di SMKN 10 Surabaya pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Model pengembangan yang digunakan adalah model Research and Development (R&D) menurut Sugiyono. Teknik pengumpulan data dari ahli materi dan ahli media menggunakan teknik angket, sedangkan untuk siswa menggunakan angket dan tes. Hasil wawancara kepada ahli materi dan ahli media sebagai acuan untuk merevisi produk yang dikembangkan, sedangkan hasil tes untuk mengetahui hasil prestasi siswa setelah menggunakan media video pembelajaran. Analisis data yang digunakan bertujuan untuk mengetahui hasil perbandingan pada hasil belajar siswa kelas kontrol dan kelas eksperimen. Berdasarkan hasil analisa data dari angket dengan ahli materi dan media menyimpulkan bahwa media baik sekali. Dan dibuktikan juga dengan hasil uji coba angket kelompok kecil dikategorikan baik sekali dengan perolehan presentase 98%, dan hasil uji coba kelompok besar dikategorikan baik sekali dengan perolehan presentase 96,6%. Sehingga pada hasil nilai dari pre-test dan post-test yang dilakukan pada kelas kontrol dan kelas eksperimen menggunakan analisis data uji tes diperoleh adalah 8,195 dan dengan menggunakan tabel distribusi uji-t dengan taraf signifikan 5% diperoleh = 2,66, dengan demikian Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa proses pengembangan media video pembelajaran berhasil dilakukan dengan menggunakan model pengembangan R&D menurut Sugiyono. Media video pembelajaran dinyatakan layak dan mampu meningkatkan hasil prestasi siswa kelas XI APk 2 di SMK Negeri 10 Surabaya. Kata kunci: Pengembangan media video pembelajaran, hasil prestasi Abstract This Research aims to: 1) producing and knowing the properness of video learning in Indonesian Language lesson for 11th graders Apk 2 in State Vocational High School 10 Surabaya, 2) knowing the effect of using video media towards students?s achievement of 11th grade in State Vocational High School 10 Surabaya in Indonesian Language lesson. The development model which used in this study is Research and Develoment (R&D) model by Sugiyono. Expert?s Data collection technique both material and media using questionnaire, meanwhile for the students using questionnaire and test. The result of expert?s questionnaire is used as the reference in revising the developed product meanwhile the result of the test is measuring student?s achievement after using video learning media. Data analysis technique which is been used was aimed to know the result of comparing students?s learning result in control class and experiment class. According to result?s analysis of the questionnaire from the experts conclude that the media was suitable in supporting the learning process. And this statement was proved with the result of questionnaire in small scale which is categorized nicely with percentage of 98% while the bigger scale reaching the percentage of 96,6%. So that score on Pre-test and Post- test which is done in control class aand experiment class using data analysis test gained Thitung is 8, 195 and using distribution table T-Test with significant scale of 5% and gained Ttube = 2, 66 and with this result can be stated that Ho was accepted and Ha was denied. This research conclude that video media learning development process was done succesfully with developer model of R & D according to Sugiyono. Video media learning can be stated as a proper method and can increase the result of student?s
PENGEMBANGAN MODULELEKTRONIK PADA MATA PELAJARAN SIMULASI DIGITAL MATERI POKOK APLIKASI PENGOLAHSIMULASI VISUAL TAHAP PRODUKSI UNTUK SISWA KELAS X MULTIMEDIA SMKN 1 LAMONGAN ALI MASYHADI, MUKHAMMAD
Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan Vol 9, No 1 (2018): Volume 9 Nomer 1 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Simulasi digital adalah mata pelajaran yang membekali siswa agar dapat mengomunikasikan gagasan atau konsep melalui media digital. Dalam proses pembelajaran siswa dapat mengomunikasikan gagasan atau konsep yang dikemukakan dan mewujudkannya melalui presentasi digital. Berdasarkan observasi yang dilakukan pada kelas X Multimedia I pada tanggal 17 februari 2017 diketahui bahwa terdapat permasalahan yaitu berlum tercapainya tujuan pembelajaran simulasi digital materi aplikasi simulasi visual tahap produksi yang bertujuan agar siswa dapat menerapkan aplikasi pengolah simulasi visual tahap produksi. Hal ini dapat diketahui bahwa 76% atau 27 dari 36 siswa mempunyai nilai dibawah standar KKM Berdasarkan permasalahan yang ada serta karakteristik siswa dan materi, maka alternatif media yang sesuai digunakan adalah media modul elektronik. Pengembangan dilakukan dengan model ADDIE dengan instrument pengumpulan data berupa angket, wawancara dan tes. Proses pengembangan media diawali dengan Analisis, kemudian dilanjutkan dengan Desain, Produksi, penerapan dan terakhir Evaluasi. Berdasarkan hasil validasi oleh ahli materi dan ahli media, diketahui bahwa modul elektronik memiliki persentase sebesar 98% dan 100% dan berada dalam kategori sangat baik. Sedangkan dari hasil ujicoba kelompok kecl dan kelompok besar didapatkan presentase 88% dan 93% dan masuk dalam kategori sangat baik. Analisis data hasil tes menunjukkan bahwa nilai pretest rata-rata 62 dan posttest sebesar 85,52. Serta diperkuat dengan perhitungan rumus t-test diperoleh hasil sebesar 18,57, diketahui nilai distribusi t sebesar 2,042. Karena hasil t-test 18,57 lebih besar disbanding ttabel 2,042 maka terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai pretest dan posttest siswa, Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa modul elektronik dapat dikatakan layak dan efektif diterapkan dalam kegiatan pembelajaran Kata Kunci : Pengembangan, Modul Elektronik, Simulasi Digital, aplikasi pengolah simulasi visual tahap produksi
PENGEMBANGAN MEDIA VIDEO ANIMASI PADA MATERI LAPISAN BUMI MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM (IPA) BAGI SISWA KELAS VII DI SMP NEGERI 51 SURABAYA Y, DZITHTHAULI
Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan Vol 9, No 1 (2018): Volume 9 Nomer 1 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dilaksanakan untuk menghasilkan media video animasi yang layak dan untuk mengetahui efektivitas media video animasi materi lapisan bumi mata pelajaran IPA untuk siswa kelas VII di SMP Negeri 51 Surabaya. Pengembangan media video animasi ini menggunakan model pengembangan R & D Borg and Gall. Instrumen pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah wawancara, angket dan tes. Analisis data yang dilakukan pada penelitian ini yaitu analisis persentase hasil wawancara dan angket mengenai kelayakan media, analisis validitas butir soal analisis pencapaian hasil belajar yang diperoleh siswa kelas VII SMP Negeri 51 Surabaya. Hasil perhitungan uji kelayakan media video animasi materi Lapisan Bumi yang dikembangkan berdasarkan wawancara dengan ahli materi yaitu 100% dan 88,88% , ahli media yaitu 94,18 % dan 88,23%. Hasil perhitungan uji coba produk pada perorangan sebesar 87,5%, kelompok kecil sebesar 85,93% dan kelompok besar sebesar 83%. Hasil perhitungan pencapaian hasil belajar menggunakan uji t dengan taraf signifikansi 95 % sebesar 14,61368. Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan diperoleh kesimpulan bahwa media video animasi materi Lapisan Bumi yang dikembangkan dinyatakan layak dan efektif digunakan pada kegiatan pembelajaran. Kata Kunci: Pengembangan, Video Animasi, Lapisan Bumi
PENGEMBANGAN MEDIA VIDEO PADA MATA PELAJARAN FOTOGRAFI UNTUK SISWA KELAS X-XI EKSTRAKULIKULER FIX IT DI SMA NEGERI 2 LAMONGAN BAGUS AKBAR, NOVA
Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan Vol 9, No 1 (2018): Volume 9 Nomer 1 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SMA N 2 Lamongan mempunyai Ekstrakulikuler FIX IT berfungsi untuk pengembangan kognitif siswa yang ingin mendapat keahlian dalam suatu bidang tertentu. FIX IT di SMA N 2 Lamongan menerapkan pembelajaran tentang teori dan praktik. Di FIX IT SMA Negeri 2 Lamongan khususnya pada materi mata pelajaran fotografi materi Sot Type, Camera Angle, dan Rules Of Framingpada siswa kelas X-XI Ekstrakulikuler FIX IT ini terdapat banyak beragam teori pengambilan gambar pada fotografi yang sulit dipahami hanya dengan tulisan, oleh karena itu dibutuhkan sebuah media video pembelajaran yang dapat memvisualisasikan teori-teori pengambilan gambar pada fotografi sehingga siswa lebih mempunyai patokan atau gambaran ketika akan mempraktikan teori tersebut. Tujuan dari pengembangan ini adalah ?menghasilkan produk prototype berupa media video pembelajaran yang layak dan efektif pada kelas X-XI Ektrakulikuler FIX IT khususnya mata pelajaran fotografi materi Shot Type, Camera Angle, dan Rules Of Framing.? Pengembangan video pembelajaran tentang Shot Type, Camera Angle, dan Rules Of Framing pada mata fotografi kelas X-XI Ekstrakulikuler di SMA N 2 Lamongan ini dikembangkan berdasarkan model pengembangan Bambang Warsita. Model Pengembangan ini sesuai dengan pengembangan media video karena terdapat penulisan naskah di dalamnya. Pengembangan media dan bahan belajar ini dapat pula dikelompokkan ke dalam tiga tahapan besar, yaitu : 1. Tahap perancangan; 2. Tahap produksi; 3. Tahap evaluasi. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara, angket dan tes. Teknik analisis data menggunakan wawancara, PSA (Penilaian Setiap Aspek) dan uji t. Hasil uji validasi kelayakan media video ini berdasarkan hasil wawancara ahli materi adalah 95% (sangat baik), hasil wawancara ahli media adalah 94% (sangat baik), hasil angket uji coba perorangan 93% , kelompok kecil95% (sangat baik), kelompok besar 98% (sangat baik). Maka dari itu kelayakan media termasuk dalam kriteria sangat baik. Dari hasil keefektifan diperoleh thitung sebesar 13,14 sedangkan ttabel sebesar 2,045, jadi terjadi peningkatan pemahaman siswa Kelas X-XI FIX ITSMA N 2 Lamongan Kata Kunci : Pengembangan, Media Video Pembelajaran, Shot Type, Camera Angle dan Rules Of Framing
PENGEMBANGAN MEDIA MODUL PADA MATA PELAJARAN IPA MATERI ALAT OPTIK KELAS VIII DI MTS. ROUDLOTUL BANAT TAMAN SIDOARJO BELLA PERMATA, DEA
Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan Vol 9, No 1 (2018): Volume 9 Nomer 1 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGEMBANGAN MEDIA MODUL PADA MATA PELAJARAN IPA MATERI ALAT OPTIK PADA KELAS VIII DI MTS ROUDLOTUL BANAT TAMAN SIDOARJO Nama : Dea Bella Permata NIM : 13010024027 Program : S-1 Jurusan : Kurikulum dan Teknologi Pendidikan Fakultas : Ilmu Pendidikan Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya Pembimbing : Alim Sumarno, S. Pd., M. Pd. Modul merupakan bahan ajar yang dapat digunakan siswa untuk belajar secara mandiri dan menilai kemapuannya dengan adanya soal evaluasi di dalam modul tersebut. Alat Optik adalah alat yang memanfaatkan sifat cahaya, hukum pemantulan, dan hukum pembiasan cahaya untuk membentuk bayangan dari sebuah benda. Alat Optik merupakan alat-alat yang menggunakan lensa, prisma, atau cermin sebagai bagain utamanya. Alat Optik terdapat dua jenis, yaitu Alat Optik alamiah dan Alat Optik buatan. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan media modul yang sesuai dengan kebutuhan, menguji kelayakan penggunaan media modul, dan menguji keefektifan penggunaan media modul pada mata pelajaran IPA materi Alat Optik untuk siswa kelas VIII MTs. Roudlotul Banat Sidoarjo. Desain penelitian ini menggunakan desain Pretest-Posttest Control Group Design. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara, kuesioner atau angket, dan tes. Teknik wawancara digunakan untuk memperoleh data studi pendahuluan untuk menggali potensi masalah yang terdapat pada subjek penelitian. Teknik kuesioner atau angket digunakan untuk memperoleh data tentang validasi materi, validasi media, dan kelayakan media yang ditujukan kepada sasaran pengembangan. Tes digunakan untuk memperoleh data kuantitatif tentang penggunaan modul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data yang diperoleh dari ahli desain pembelajaran mendapat presentase nilai sebanyak 88%. Data yang diperoleh dari kedua ahli materi, memperoleh presentase nilai sebanyak 86% dan 93%. Data yang diperoleh dari kedua ahli media, memperoleh presentase nilai sebanyak 100%. Pada uji coba perorangan, uji coba kelompok kecil dan uji coba pemakaian bahwa dari semua aspek angket mendapatkan presentase nilai masing-masing sebanyak 88%, 91%, dan 95%. Hasil perhitungan uji t untuk siswa dalam materi Alat Optik pada subjek penelitian mendapatkan presentase 6,83. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pengembangan media modul dapat memenuhi kebutuhan, layak untuk digunakan, dan efektif pada mata pelajaran IPA materi Alat Optik di MTs. Roudlotul Banat Taman Sidoarjo. Kata Kunci: Modul, Alat, Optik, IPA
PENGEMBANGAN MEDIA MODUL CETAK PADA MATA PELAJARAN PERAKITAN KOMPUTER MATERI TATA LETAK KOMPONEN KOMPUTER UNTUK SISWA KELAS X DI SMK PGRI 10 SURABAYA KUSUMA WARDANI, HYAHNING
Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan Vol 9, No 1 (2018): Volume 9 Nomer 1 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Mata Pelajaran perakitan komputer merupakan bagian dari ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Mata pelajaran perakitan komputer merupakan suatu mata pelajaran yang mempelajari seputar dunia teknologi khususnya pada komputer. Maka dari itu mata pelajaran perakitan komputer menjadi salah satu pelajaran wajib dijenjang sekolah kejurusan khususnya di jurusan multimedia. Namun pada skripsi ini akan membahas mengenai materi tata letak komponen komputer yang merupakan salah satu materi yang terdapat pada mata pelajaran perakitan komputer. Sesuai dengan studi awal dan observasi yang dilakukan peneliti di SMK PGRI 10 Surabaya pada tanggal 11 September 2107 makadiperoleh informasi bahwa ada 60% dari 30 siswa mendapatkan nilai dibawah KKM pada pelajaran perakitan komputer. Hal ini dikarenakan materi tata letak komponen komputer merupakan materi yang sangat banyak mengandung konsep-konsep yang tidak bisa hanya digambarkan dengan gambaran abstrak saja serta strategi pembelajaran serta media yang digunakan masih belum cukup untuk memfasilitasi pemerolehan pemahaman bagi peserta didik. Sehingga diperlukan Pengembangan Media Modul. Pada Mata Pelajararan perakitankomputer yang layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran di kelas.Model pengembangan yang digunakan dalam pengembangan media ini adalah model R&D. Sedangkan metode pengumpulan data yang digunakan adalah instrumen wawancara dan angket. Berdasarkan hasil analisis data, hasil uji kelayakan media modul pada ahli materi 1 dan II memperoleh presentase nilai sebanyak 82.69% maka dapat dikategorikan sangat baik. Ahli media I dan II memperoleh presentase nilai sebanyak 80.07% maka dapat dikategorikan baik. Sedangkan untuk uji coba perorangan memperoleh presentase nilaisebanyak 90% maka dapat dikategorikan sangat baik,sedangkan untuk uji coba kelompok kecil memperoleh presentase nilai, dan uji coba kelompok besar memperoleh presentase nilaisebanyak 88.21% maka dapat dikategorikan sangat baik. Maka dapat disimpulkan bahwa media Modul Pada Mata Pelajaran komputer ini dikatakan layak untuk digunakan pada proses pembelajaran. Selanjutnya untuk mengetahui keefektifan media menggunkan uji-t dengan d. b= N-1 = 37-1 = 26 (dikonsultasikan dengan tabel nilai t) dengan nilai t 0,05 harga t = dimana pada pengembangan ini menghasilkan t hitung lebih besar dari pada t tabel 9.57> 2,68, dengan demikian menunjukan bahwa media Modul ini sangat efektif apabila digunakan dalam kegiatan pembelajaran padamatapelajaranperakitan computer padamateritataletakkomponenkomputer. Kata kunci : Pengembangan, Media, ModulCetak, Tata Letak komponen Pada Komputer, Komputer. Abstract Computer Assembly Lessons are part of science and technology (Science and Technology). Computer assembly subjects is a subject that studies around the world of technology, especially on computers. Therefore, computer assembly subjects become one of compulsory lessons at the vocational school level especially in multimedia majors. But in this thesis will discuss about the material layout of computer components which is one of the material contained in the assembly of computer subjects. In accordance with the initial study and observations made by researchers at SMK PGRI 10 Surabaya on September 11, 2107 it is obtained information that there are 60% of 30 students get value below KKM in computer assembly lessons. This is because the material layout of computer components is a material that contains many concepts that can not only be described with abstract images only and learning strategies and media used are still not enough to facilitate the acquisition of understanding for learners. So it is necessary to develop the Media Module On the Learning Object of computer assembly that is feasible to be used in the learning process in the classroom. The development model used in the development of this medium is the R & D model. While the data collection method used is the instrument of interview and questionnaire. Based on the results of data analysis, the feasibility test of media module on the material experts 1 and II get the percentage of the value of 82.69% then it can be categorized very well. Media experts I and II get the percentage of value as much as 80.07% then it can be categorized well. While for individual trials, the percentage of the score of 90% can be categorized very well, whereas for small group trial it gets the percentage of value, and large group trial get the percentage of value as much as 88.21% it can be categorized very well. So it can be concluded that the media Module On the Subject of this computer is said to be suitable for use in the learning process. Furthermore, to know the effectiveness of media using t-test with d. b = N-1 = 37-1 = 26 (consulted with table t value) with value t 0,05 price t = where in this development yield t count bigger than t table 9.57> 2,68, thus show that media This module is very effective when used in learning activities on the assembly of computer subjects on the layout of computer components. Keyword : Development, Module, Computer Assembly Materials, Computer Component
PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN MATERI PERANG DUNIADAN KELEMBAGAAN DUNIA UNTUK SISWA KELAS XI IPS SMANEGERI 4 PAMEKASAN  NISA, FARIHATUN
Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan Vol 9, No 1 (2018): Volume 9 Nomer 1 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Terdapat tiga rumusan masalah pada penelitian itu yaitu (1) bagaimana pengembangan video (2) bagaimana uji kelayakan,(3) bagaimana uji keefektifan. Pengembangan ini bertujuan menghasilkan untuk: (1) mengembangkan video pembelajaran untuk mata pelajaran sejarah dengan menggunakan media video pembelajaran, yang layak untuk diterapkan sebagai media pembelajaran pada kelas XI IPS di SMA Negeri 4 Pamekasan. (2) untuk mengetahui kelayakan media video pembelajaran untuk materi Perang Dunia dan Kelembagaan Dunia di SMAN 4 Pamekasan sehingga layak untuk digunakan sebagai media pembelajaran.(3) Untuk mengetahui keefektifan media video pembelajaran pada materi pembelajaran perang dunia dan kelembagaan dunia.Spesifikasi produk video pembelajaran dikemas dalam CD dengan menggunakan format MP4, didalamnya berisi materi perang dunia dan kelembagaan dunia, bahan penyerta menggunakan ukuran A5.. Kata Kunci :Pengembangan,Video pembelajaran,dan efektifitas Abstract There are three problem formulation in the research that is (1) how the development of video (2) how the feasibility test, (3) how to test effectiveness. The aim of this development is to: (1) develop instructional videos for historical subjects by using instructional video media, which is suitable to be applied as a learning medium in the class XI IPS in Senior Highschool 4 Pamekasan. (2) to know the feasibility of learning video media for World War and World Institution material in SeniorHighschool 4 Pamekasan so that it is feasible to be used as instructional media. (3) To know effectiveness of learning video media on learning material of world war and world institute. The specification of learning video products is packaged in CDs using MP4 format, inside containing world war material and world institute, accompanying material using A5 size. Keywords Development, Video learning, and effectiveness
PENGEMBANGAN MOBILE LEARNING BERBASIS ANDROID UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR TOEFL MAHASISWA D3 ANGKATAN XII DI SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI ANGKATAN LAUT IRINE, STEVY
Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan Vol 9, No 1 (2018): Volume 9 Nomer 1 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menghasilkan dan mengetahui kelayakan Media Mobile Learning berbasis Android untuk meningkatkan hasil belajar TOEFL Mahasiswa D3 Angkatan XII di Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut dan mengetahui pengaruh penggunaan media Mobile Learning berbasis Android terhadap hasil belajar TOEFL mahasiswa D3 Angkatan XII di Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut. Metode pengumpulan data yang digunakan untuk menguji kelayakan media menggunakan angket untuk ahli media dan ahli materi. Berdasarkan hasil angket ahli media dan ahli materi sebagian besar menyatakan layak untuk digunakan namun masih ada beberapa revisi untuk memperbaiki media yang akan digunakan. Saat proses uji coba pemakaian, peneliti melibatkan siswa dalam kelompok besar yang berjumlah 23 siswa. Pada proses ini peneliti menggunakan One-Group Pretest-Posttest Design. Hasil dari Pretest-Posttest yang telah dilakukan didistribusikan dalam uji-t dengan hasil thitung sebesar 11,46 yang kemudian dikonsultasikan dengan menggunakan tabel distribusi uji-t dengan taraf signifikan 5% sebesar 2,069 , Jika thitung.>ttabel , maka terdapat signifikansi dan konsultasi antara thitung dengan ttabel. Ternyata hasil yang diperoleh terdapat thitung.>ttabel atau 11,46>2,069 maka terdapat perbedaan yang signifikan hasil pretest dan posttest. Hal ini berarti bahwa pengembangan yang dilakukan peneliti efektif untuk digunakan proses pembelajaran. Kata Kunci : Pengembangan, Mobile Learning berbasis Android .
PENGEMBANGAN MEDIA VIDEO TUTORIAL MATERI MANAJEMEN JARINGAN MATA KULIAH JARINGAN KOMPUTER JURUSAN D3 INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI ANGKATAN LAUT RIDHO TASYUKUR, MUHAMAD
Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan Vol 9, No 1 (2018): Volume 9 Nomer 1 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penulisan skripsi berjudul pengembangan media video tutorial materi Manajemen jaringan mata kuliah jaringan komputer ini bertujuan untuk mengurangi permasalahan belajar di kelas D3 Informatika Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL). Adapun yang menjadi latar belakang pada penulisan ini karena pada kelas pembelajaran materi manajemen jaringan yang dilakukan, dianggap kurang memenuhi waktu belajar sehingga membutuhkan media tambahan sebagai pendukung proses belajar. Penelitian ini menggunakan bidang garapan teknologi pendidikan yang termasuk pada ranah menciptakan (creating). Model pengembangan yang digunakan pada pengembangan media video ini dipilih berdasarkan karakteristik peserta didik, kondisi lingkungan, sumber belajar, dan materi yang disampaikan. Video memiliki kelebihan dapat mengatasi ruang dan waktu, praktis dan mudah penggunaannya, yaitu menggunakan model ADDIE (Analyze, Design, Develop, Implement, dan Evaluate). Penelitian ini menggunakan metode R&D (research and development) yang sampai pada tahap revisi produk pemakaian dengan hasil rata-rata validator ahli materi 100%, yang berarti valid untuk diajarkan, 82% hasil rata-rata validator ahli media. Uji coba dilakukan dengan perorangan dengan hasil rata-rata 73%. Uji coba kelompok kecil dengan hasil rata-rata 66%. Uji coba kelompok besar dengan hasil rata-rata 70%. Kesimpulan berdasarkan hasil penelitian ini yaitu pengembangan media video tutorial materi manajemen jaringan mata kuliah jaringan komputer D3 Informatika Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut, dinyatakan layak/baik untuk dimediakan dan efektif mengurangi permasalahan dalam pembelajaran jaringan komputer. Kata-kata kunci : Pengembangan, Video tutorial, Manajemen jaringan komputer
PENGEMBANGAN MODUL TENTANG JARINGAN HEWAN PADA MATA PELAJARAN BIOLOGI KELAS XI IPA SMA NEGERI 22 SURABAYA ZUNAIZAH, WAHYU
Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan Vol 9, No 1 (2018): Volume 9 Nomer 1 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pembelajaran merupakan komponen utama dalam pendidikan dan menjadi salah satu penentu ketuntasan hasil belajar. Kurangnya media dalam pembelajaran menyebabkan hasil belajar peserta didik kurang maksimal. Media modul cetak merupakan salah satu alternatif yang dapat ditempuh untuk mengatasi masalah tersebut. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk kelayakan modul cetak yang dikembangkan pada peserta didik kelas XI IPA SMA Negeri 22 Surabaya. (2) untuk mengetahui keefektifan hasil belajar modul cetak yang dikembangkan pada peserta didik kelas XI IPA SMA Negeri 22 Surabaya. Metode pada penelitian ini adalah metode kuantitatif. Pengumpulan data menggunakan angket untuk mengetahui kelayakan media modul dan tes untuk mengetahui hasil belajar peserta didik. Berdasarkan hasil analisis data dari angket dapat disimpulkan bahwa media modul dalam pembelajaran materi jaringan hewan termasuk dalam kategori baik. Sedangkan hasil analisis data dari hasil belajar peserta didik menunjukkan bahwa pengembangan media modul cetak ini dapat meningkatkan hasil belajar, hal tersebut dapat dibuktikan dengan adanya hasil uji T, t hitung memperoleh hasil yang lebih besar dari t tabel yaitu 4,35 untuk t hitung dan 2,021 untuk t tabel dengan demikian dapat dikatakan bahwa pengembangan media modul materi jaringan hewan mata pelajaran Biologi dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas XI IPA SMA Negeri 22 Surabaya. Kata Kunci : Pengembangan, Modul, Jaringan Hewan, Hasil Belajar