cover
Contact Name
Nailurriza Asma'urrahman
Contact Email
jpikpendidikanislam@gmail.com
Phone
+6285855839035
Journal Mail Official
jpikpendidikanislam@gmail.com
Editorial Address
Jl. Ir. Sutami Gg. Suhada' No: 91, RT/RW: 03/03, Jrebeng Kidul, Kec. Wonoasih, Kota Probolinggo
Location
Kota probolinggo,
Jawa timur
INDONESIA
JPIK Jurnal Pendidikan Islam dan Studi Keislaman
ISSN : -     EISSN : 31240488     DOI : -
Core Subject :
JPIK Jurnal Pendidikan Islam dan Studi Keislaman contains studies in the field of Islamic education which include; Islamic education thought, Islamic educational philosophy, Islamic education curriculum, Islamic education learning model, Islamic education learning strategies and methods, Islamic education learning traditions, Islamic family education, and others related to Islamic education. Publisher: This journal is published by PT Rizkarya Cendekia Pustaka, Indonesia. This journal contains the results of studies and research on Islamic Education. Published four times a year in March, June, September and December. JPIK Jurnal Pendidikan Islam dan Studi Keislaman is a premier scholarly publication dedicated to the exploration of student multiple intelligences and contemporary Islamic discourse. The journal provides a platform for holistic and progressive research spanning formal, informal, and non-formal Islamic education. Its scope includes the synergy between digital technology and Islamic metrics, STEAM and inquiry-based learning for fostering critical Islamic character, and innovative AI driven assessment methods. Furthermore, it examines spirituality, social inclusion, and the modern relevance of classical Islamic philosophy. By integrating spiritual, moral, and academic dimensions, JPIK fosters a global scientific dialogue that remains deeply rooted in traditional Islamic knowledge. JPIK Jurnal Pendidikan Islam dan Studi Keislaman also has indexed by Index Copernicus, Garuda, and Google Scholar. The editorial office of Pijar Pelita Journal is located at Jl. Ir. Sutami Gg. Suhada No: 91, Probolinggo City, East Java.
Arjuna Subject : -
Articles 59 Documents
Metode Otentisitas Hadis Perspektif Harald Motzki dan Responnya Atas Skeptisisme dan Apologetik Terhadap Hadis muhammad ridiansyah
JPIK – Jurnal Pendidikan Islam dan Studi Keislaman Vol. 1 No. 1 (2025): Desember
Publisher : PT Rizkarya Cendekia Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

rtikel ini bertujuan untuk menggambarkan metode yang digunakan oleh Harald Motzki dalam mengeksplorasi keaslian Hadis serta mendeskripsikan bantahannya atas skeptisisme orientalis terhadap Hadis. Sejak abad ke-19, ketika orientalis mulai mempelajari keaslian Hadis sebagai sumber ajaran Islam secara ilmiah, sikap skeptis dari beberapa orientalis telah mendapat tantangan dari pemikir Muslim dan beberapa orientalis lainnya. Bagi Motzki, kedua kubu tersebut, baik skeptis maupun apologetic dianggap belum menjawab substansi pertanyaan keaslian Hadis itu sendiri. Ia kemudian menggunakan metode tertentu untuk menjawab tantangan ini. Jenis penelitian yang mendasari analisis ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif-analisis, yang bertujuan untuk mengungkapkan metodologi Hadis Harald Motzki dan bentuk-bentuk kritiknya terhadap pemikiran tokoh orientalis secara sistematis. Tujuannya adalah agar pembaca dapat memahami titik-titik sensitif dalam studi hadis yang menjadi sasaran kritik orientalis serta cara menyikapinya. Hasilnya menunjukkan bahwa Motzki berhasil membuktikan bahwa Hadis Nabi dapat ditelusuri sampai pada abad pertama hijriah, dengan menggunakan Musannaf 'Abd al-Razzaq sebagai sampel utamanya. Melalui karyanya, Harald Motzki berhasil mematahkan teori-teori skeptis pendahulunya dengan menggunakan teori dating dan isnad cum matn. Ia secara efektif menyerang balik kritik sanad yang dilontarkan oleh Ignaz Goldziher dan Joseph Schacht, serta kritik common link dan isnad emas dari G.H.A. Juynboll. Kontribusi yang diberikannya ini menjadi pemicu bagi lahirnya kajian ilmiah tentang Hadis pada masa selanjutnya, misalnya, teori isnad cum matn yang masih sering digunakan untuk mengidentifikasi kualitas suatu Hadis hingga hari ini.
Kesempurnaan Ciptaan Allah dalam Keseimbangan Alam: Relevansi QS.  Ar-Rahman:  7–9 Perspektif Al-Qur'an dan Sains Modern Dinda Kartika; Faisal Abdullah
JPIK – Jurnal Pendidikan Islam dan Studi Keislaman Vol. 1 No. 1 (2025): Desember
Publisher : PT Rizkarya Cendekia Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karya Allah SWT tercermin dalam kesempurnaan ciptaan-Nya yang seimbang, sebagaimana digambarkan dalam QS. Ar-rahman ayat 7-9 yang menekankan harmoni langit, bumi, dan keseimbangan alam semesta. Tulisan ini menganalisis relevansi ayat-ayat tersebut dari perspektif Al-Qur'an dan sains modern, dengan tujuan mengungkap sinergi antara wahyu ilahi dan penemuan empiris kontemporer. Pendekatan yang digunakan adalah tafsir tematik (tafsir maudu'i) berbasis Al-Qur'an, dikombinasikan dengan kajian interdisipliner sains seperti fisika kosmologi, ekologi, dan hukum termodinamika.Hasil analisis menunjukkan bahwa deskripsi Qur'ani tentang "langit yang ditinggikan tanpa tiang" (ayat 7) selaras dengan konsep ekspansi alam semesta (Big Bang theory), sementara "keseimbangan bumi" (ayat 8-9) merefleksikan prinsip homeostasis ekosistem dan hukum kekekalan energi dalam sains. Perspektif ini tidak hanya memperkuat keyakinan umat Islam terhadap mukjizat ilmiah Al-Qur'an, tetapi juga membuka dialog konstruktif antara agama dan sains untuk mengatasi krisis lingkungan global. Kesimpulannya, kesempurnaan ciptaan Allah menuntut manusia menjaga keseimbangan alam sebagai amanah ilahi.  
Cahaya Sebagai Representasi Teologi Tauhid dalam QS. An-Nur: 35: Kajian Semiotika Tafsir Qur’ani Muhammad Bayu Fitriansyah
JPIK – Jurnal Pendidikan Islam dan Studi Keislaman Vol. 1 No. 1 (2025): Desember
Publisher : PT Rizkarya Cendekia Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis makna simbol cahaya dalam QS. An-Nūr: 35 melalui pendekatan kualitatif dengan landasan teori semiotika Charles Sanders Peirce. Pendekatan ini memetakan tiga lapisan makna simbolik (ikon, indeks, dan simbol) yang ditelaah melalui analisis tafsir klasik dan kontemporer, wawancara dengan ahli tafsir simbolik, serta observasi atas praktik keagamaan yang merefleksikan ayat tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cahaya dimaknai secara bertingkat: dari denotasi literal, konotasi spiritual, hingga dimensi mitologis yang mengacu pada konstruksi teologis Islam. Simbol cahaya merujuk pada sifat-sifat ketuhanan (ṣifāt ilāhiyyah), petunjuk ilahi (hudā), dan nūr Muḥammadī sebagai representasi metafisik kehadiran Tuhan. Diskusi menunjukkan bahwa integrasi semiotika dan teologi memperkaya pendekatan tafsir tematik yang kontekstual dan reflektif. Pemikiran Al-Ghazālī turut memperkuat interpretasi cahaya sebagai simbol tauhid. Temuan ini tidak hanya memperluas khazanah tafsir simbolik, tetapi juga memberikan kontribusi praktis bagi pengembangan kurikulum keislaman dan strategi dakwah berbasis spiritualitas dalam konteks masyarakat multikultural.
Penerapan Manajemen Risiko dalam Kewirausahaan Berbasis Syariah: Perspektif Edukasi dan Penguatan Literasi Bisnis Islami selmiana salam; Andi Abdul Gaffar; Abdul Wahid Haddade; Mukhtar Luthfi
JPIK – Jurnal Pendidikan Islam dan Studi Keislaman Vol. 1 No. 1 (2025): Desember
Publisher : PT Rizkarya Cendekia Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sharia-based entrepreneurship continues to develop along with the increasing public awareness of business practices that align with Islamic principles, making the need for risk management based on sharia teachings increasingly urgent. This study aims to analyze the types of risks commonly encountered in sharia-based entrepreneurship, explain the implementation of risk management based on Islamic principles, describe the integration of sharia values in the processes of risk identification, analysis, evaluation, and mitigation, and formulate mitigation strategies that are able to maintain sharia compliance while enhancing business sustainability. This study employs a library research method by reviewing various scholarly literatures related to sharia entrepreneurship, risk management, maqasid al-shariah, and Islamic value-based business concepts. The findings indicate that sharia-based entrepreneurs face financial, operational, market, regulatory, and sharia compliance risks that require high levels of accuracy in the application of contracts and transaction mechanisms. Other findings show that the implementation of sharia risk management is carried out through structured stages grounded in the values of honesty, trustworthiness, prudence, and the avoidance of riba, gharar, and maysir. Risk mitigation strategies can be implemented through strengthening corporate governance, improving operational efficiency, diversifying halal products, fulfilling halal certification regulations, and applying sharia audits as internal control mechanisms. This study concludes that sharia-based risk management is a comprehensive approach that not only functions to protect businesses from uncertainty but also shapes ethical, integrity-driven, and sustainable business practices in accordance with the fundamental objectives of Islamic economics
Metodologi Ijtihad Kontemporer Yusuf Al-Qaradawi : Solusi Problematika Fiqih Masa Kini laila123 ela; Lailatul Faizah; Wildatul Karimah; Nadia Nadia
JPIK – Jurnal Pendidikan Islam dan Studi Keislaman Vol. 1 No. 1 (2025): Desember
Publisher : PT Rizkarya Cendekia Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Era kontemporer yang ditandai dengan kemajuan teknologi digital dan arus globalisasi yang cepat melahirkan berbagai persoalan baru dalam kehidupan masyarakat yang sebelumnya tidak dijelaskan dalam literatur fikih klasik. Kondisi ini menuntut adanya pembaharuan hukum Islam agar tetap relevan dengan perkembangan zaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran penting metode ijtihad dalam merespons dan merumuskan hukum Islam terhadap berbagai permasalahan kontemporer. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan (library research) dengan mengumpulkan, menganalisis, dan menginterpretasikan sumber-sumber primer dan sekunder yang berkaitan dengan ijtihad, fikih kontemporer, dan dinamika hukum Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ijtihad memiliki peran strategis dalam membangun fikih kontekstual yang adaptif terhadap realitas sosial, tanpa mengabaikan prinsip-prinsip dasar syariat Islam. Melalui pendekatan ijtihad yang komprehensif dan kontekstual, hukum Islam mampu memberikan solusi atas berbagai persoalan modern, seperti perkembangan teknologi, ekonomi digital, dan perubahan sosial. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa ijtihad merupakan instrumen utama dalam menjaga relevansi dan fleksibilitas hukum Islam di era kontemporer.
Pendidikan Karakter Berbasis Pembelajaran Terpadu Analisis Teoritis dan Implikasi Pedagogis Asnawi Asnawi
JPIK – Jurnal Pendidikan Islam dan Studi Keislaman Vol. 1 No. 1 (2025): Desember
Publisher : PT Rizkarya Cendekia Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menganalisis strategi komprehensif implementasi pendidikan karakter melalui model pembelajaran terpadu di sekolah dasar guna mengatasi isu degradasi moral. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research), yang mengkaji data secara sistematis dari berbagai jurnal akademik, buku, dan dokumen pendidikan yang otoritatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi karakter yang efektif terjadi ketika nilai-nilai disisipkan secara mulus ke dalam mata pelajaran menggunakan model webbed atau connected, dengan bertumpu pada konsistensi guru sebagai teladan (uswah hasanah) dan perencanaan pembelajaran yang terstruktur. Selain itu, temuan mengungkapkan bahwa implementasi yang sukses mengubah pendidikan karakter dari sekadar formalitas administrasi menjadi pengalaman belajar yang substansial. Pendekatan ini sangat krusial karena mampu menghapus dikotomi antara pencapaian akademik dan pengembangan moral, memungkinkan siswa memahami nilai dalam konteks kehidupan nyata dan bukan sebagai konsep yang terisolasi. Kesimpulannya, pembelajaran terpadu menciptakan ekosistem pendidikan holistik yang mendorong pembentukan karakter secara alami, yang mengimplikasikan perlunya pelatihan berkelanjutan bagi guru dalam merancang kurikulum terpadu berbasis nilai untuk menjamin keberlanjutan pendidikan moral.  
Rekonstruksi Paradigma Pendidikan Islam Era Disrupsi Sosial Keagamaan: Telaah Kritis Transformasi Nilai dan Tujuan Pendidikan Sonia Isna Suratin; Muzawir Munawarsyah
JPIK – Jurnal Pendidikan Islam dan Studi Keislaman Vol. 1 No. 1 (2025): Desember
Publisher : PT Rizkarya Cendekia Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The era of socio-religious disruption due to the acceleration of technology, plurality of identities, fragmentation of authority, and ideological polarization demands that Islamic education be based on a critical, humanist, contextual paradigm, going beyond the transmission of doctrine, values, and educational goals. This study aims to reconstruct the paradigm of Islamic education in the era of socio religious disruption through a critical examination of the transformation of Islamic educational values ​​and goals so that they remain adaptive, transformative, and oriented towards the welfare of the community. This study uses a qualitative approach with a literature study type, with data sources consisting of books, journal articles, educational policy documents, and the works of classical and contemporary Islamic educational thinkers. Data collection was carried out through a systematic search of relevant literature, while data analysis used content analysis techniques with a thematic-critical approach. Data validity was maintained through source credibility, contextual accuracy, and data triangulation by comparing various theoretical perspectives and previous research findings. The research findings indicate that the Islamic education paradigm needs to be reconstructed from a formalist normative orientation to an integrative-transformative paradigm that emphasizes the internalization of religious moderation, social justice, humanity, and critical digital literacy. This reconstruction has implications for the formulation of Islamic education goals that are not solely oriented toward individual piety but also toward the formation of reflective, inclusive, and empowered learners capable of navigating socio-religious complexities.
Internalisasi Nilai Islam melalui Pembelajaran Bahasa Arab sebagai Upaya Memperkokoh Identitas Muslim Andika Lukman Saputra; M. Arjunnajah
JPIK – Jurnal Pendidikan Islam dan Studi Keislaman Vol. 1 No. 1 (2025): Desember
Publisher : PT Rizkarya Cendekia Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahasa Arab memiliki kedudukan strategis dalam pendidikan Islam, tidak hanya sebagai alat komunikasi, melainkan sebagai medium utama transmisi nilai dan pembentukan pandangan hidup (worldview) Muslim. Namun, tantangan globalisasi dan Era Industri 4.0 sering kali menggerus relevansi pembelajaran bahasa Arab yang masih menggunakan pendekatan konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi internalisasi nilai-nilai Islam melalui pembelajaran bahasa Arab sebagai upaya memperkokoh identitas Muslim. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Teknik analisis data menggunakan analisis isi (content analysis) terhadap berbagai literatur otoritatif dan hasil penelitian terbaru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Bahasa Arab berfungsi sebagai cultural reservoir yang menyimpan nilai teologis dan etis; (2) Efektivitas internalisasi nilai sangat bergantung pada adaptasi kurikulum yang responsif terhadap literasi baru (data dan teknologi); (3) Integrasi teknologi pembelajaran interaktif, seperti gamifikasi, terbukti meningkatkan motivasi dan mempercepat penanaman nilai karakter; dan (4) Keberhasilan program ini harus didukung oleh tata kelola lembaga pendidikan dan pengembangan SDM yang profesional. Kesimpulannya, revitalisasi pembelajaran bahasa Arab melalui sinergi antara konten nilai, metodologi adaptif, dan manajemen yang baik merupakan kunci untuk membentuk generasi yang memiliki identitas keislaman yang kokoh di era global.
Analisis Integrasi Pengukuran, Evaluasi, dan Kinerja Organisasi dalam Perspektif Pendidikan dan Bisnis Syariah Devy Wulandari; Rizky Amaliyah Ramdhani Ilham; Muh Rustam Saputra; Abdul Wahid Haddade; Mukhtar Luthfi
JPIK – Jurnal Pendidikan Islam dan Studi Keislaman Vol. 1 No. 1 (2025): Desember
Publisher : PT Rizkarya Cendekia Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sharia-based entrepreneurship continues to develop along with the increasing public awareness of business practices that align with Islamic principles, making the need for risk management based on sharia teachings increasingly urgent. This study aims to analyze the types of risks commonly encountered in sharia-based entrepreneurship, explain the implementation of risk management based on Islamic principles, describe the integration of sharia values in the processes of risk identification, analysis, evaluation, and mitigation, and formulate mitigation strategies that are able to maintain sharia compliance while enhancing business sustainability. This study employs a library research method by reviewing various scholarly literatures related to sharia entrepreneurship, risk management, maqasid al-shariah, and Islamic value-based business concepts. The findings indicate that sharia-based entrepreneurs face financial, operational, market, regulatory, and sharia compliance risks that require high levels of accuracy in the application of contracts and transaction mechanisms. Other findings show that the implementation of sharia risk management is carried out through structured stages grounded in the values of honesty, trustworthiness, prudence, and the avoidance of riba, gharar, and maysir. Risk mitigation strategies can be implemented through strengthening corporate governance, improving operational efficiency, diversifying halal products, fulfilling halal certification regulations, and applying sharia audits as internal control mechanisms. This study concludes that sharia-based risk management is a comprehensive approach that not only functions to protect businesses from uncertainty but also shapes ethical, integrity-driven, and sustainable business practices in accordance with the fundamental objectives of Islamic economics  
Dinamika Networking dan Kolaborasi dalam Kewirausahaan Islam Dian Sari; Chairunnisa; Abdul Wahid Haddade; Mukhtar lu
JPIK – Jurnal Pendidikan Islam dan Studi Keislaman Vol. 1 No. 1 (2025): Desember
Publisher : PT Rizkarya Cendekia Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The growth of the sharia economy in the last decade has shown significant development in line with increasing public awareness of halal products and services. This development emphasizes the importance of networking and collaboration as the main strategy in increasing the competitiveness of shariah entrepreneurship. This research aims to analyze the role, urgency, legal basis, and relevant forms of networking and collaboration in the development of sharia entrepreneurship. The research method uses a library research approach by collecting literature for the 2020–2025 period which includes books, journals, and official reports. The results of the study show that networking in Islam not only functions as a means of expanding business relationships, but also as an implementation of the values of ukhuwah, amanah, ta'awun, and the formation of faith-based social capital. Collaboration through sharia contracts such as musyarakah, mudharabah, and shirkah has been proven to strengthen resource integration, increase efficiency, and ensure business sustainability according to sharia principles. In addition to having a spiritual dimension, networking and collaboration also have strategic urgency in building halal value chains, expanding access to sharia financing, and encouraging the economic empowerment of the people. The legal basis of the Qur'an, Hadith, jurisprudence, DSN-MUI fatwa, and national regulations strengthens the legitimacy of both in sharia business practices. This research emphasizes that networking and collaboration are fundamental pillars for the success of shariah entrepreneurship and strengthening a sustainable halal industry ecosystem.