Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi
FISIENSI - Kajian Ilmu Administrasi adalah jurnal ilmiah dari hasil penelitian dan/atau kajian pustaka dalam bidang ilmu administrasi perkantoran baik dalam bidang kependidikan maupun dalam bidang ilmu administrasi murni dengan fokus dan ruang lingkup pembahasan tentang: 1) Pendidikan Vokasi Administrasi Perkantoran, 2) Manajemen Sumber Daya Perkantoran, 3) Administrasi/Manajemen Perkantoran, 4) Otomatisasi Perkantoran, 5) Teknologi Perkantoran, 6) Hubungan Masyarakat, 7) Simulasi Perkantoran, 8) Manajemen Event, 9) Pelayanan Prima, 10) Kesekretarisan, 11) Korespondensi, 12) Komunikasi, 13) Organisasi, dan 14) Kearsipan.
Jurnal ini diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY secara berkala satu tahun dua kali yakni pada bulan Februari dan Agustus.
Articles
263 Documents
Uji Sertifikasi Menurut Pandangan Guru Sekolah Dasar
Sugi Rahayu
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi No. 1 Volume VII, Februari 2007
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (7738.12 KB)
|
DOI: 10.21831/efisiensi.v7i1.3915
Tulisan ini disusun berdasarkan hasil penelitian berjudul "Tanggapan Guru Sekolah Dasar di Kota Yogyakarta terhadap Uji Sertifikasi sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Profesi Guru". Mengkaji tanggapan guru terhadap uji profesi sebagaimana yang diamanatkan oleh UUGD no. 14 tahun 2005, hambatan yang dirasakan dalam menghadapi uji sertifikasi, dan harapan guru SD terhadap diselenggarakannya sertifikasi guru. Populasi dan wilayah generalisasi penelitian, guru SD di Kota Yogyakarta. Subyek yang menjadi sampel penelitian berjumlah 41 orang yang diambil dari wakil SD yang berada di wilayah utara, barat, timur, dan selatan kota Yogyakarta. Pengambilan sampel berdasar area di mana SD tersebut berada secara acak sederhana. Pengumpulan data dimaksudkan untuk mengungkap fakta ini dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan dokumentasi dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan : 1) 76% responden menyambut gembira dengan diundangkannya UU no. 14 tahun 2005 tentang UUGD dan 75,61 o setuju bila guru SD berijazah S1 atau D4; 2) 46,34% responden tidak setuju untuk menjadi tenaga profesional, guru harus memiliki sertifikat pendidik yang diperoleh melalui uji sertifikasi karena persyaratan sangat berat; 3) 53,66% responden tidak yakin kesejahteraan guru akan meningkat dengan dimilikinya sertifikat pendidik; 4) Sebagian besar responden menyadari kompetensi untuk menjadi guru profesional masih perlu ditingkatkan. Hambatan yang dirasakan terkait dengan uji sertifikasi meliputi: persyaratan untuk dapat mengikuti uji sertifikasi berijazah S1 atau D4, dirasakan berat oleh para guru SO yang belum berijazah S1 atau D4; kurangnya informasi yang jelas mengenai uji sertifikasi; keterbatasan fasilitas untuk mengembangkan diri, materi uji sertifikasi, dan biaya untuk melanjutkan studi ke S1/D4 maupun untuk uji sertifikasi.
Meramal Krisis Keuangan di Indonesia
Teguh Sihono
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi No. 1 Volume X, Februari 2010
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (19883.718 KB)
|
DOI: 10.21831/efisiensi.v10i1.3968
The policy makers in Indonesia is more Ad-hoc and myopic (the radar far) to make policy. With various models and methods can be made a prediction or forecast about the financial and banking crisis, and even can diagnose the health of can economy. The crisis that can accur in various parts of the world causing expert 1o try to find the cause, a common pattern (stylized facts) that is experts to developed a method to detect the financial crisis, it can even be used to see in the future economy performance. Crisis in Indonesia that occurred in 1971-1975 as the sample to predict a crisis of Indonesia in 1997 whose results were in general quite. There are several models developed to predict the financial crisis imn Indonesia include: parametric models/econometric models and non parametric, such as signals, the model logitlprobit, hybrid model that includes macro and micro prudential and artificial neural network model. Each using a similar indicator, only the number of indicators (its nodes) are indeed different. From the various models and methods developed, has the performance and results of analysis or early indicators are almost the same/similar and significant at 5% alpha level. It's just an early indicator of the difference and the probability that a crisis will occur when using a forecasting and prediction in outside sample. The performance of each model is adequate in terms of occurancy in predicting the probability of financial crisis in Indonesia. Early indicators are an important contribution in predicting the probability of financial crisis in Indonesia are: real exchange rate, fiscal deficit. the credit ratio to Gross Domestic Product (GOP, world oil prices, growth in export and import, government consumption, domestic Imterest rate spread is the interest rate "The Fed" (The Federal Reserve The Central Bank of The USA).
Aplikasi Total Quality Management (TQM) dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Tinggi
Daimatun Nafiah
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi Volume XI, No. 2, Agustus 2011
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (7953.133 KB)
|
DOI: 10.21831/efisiensi.v11i2.3994
Organisasi pendidikan adalah penghasil jasa pendidikan yang diharapkan masyarakat untuk mewujudkan kualitas sumber daya manusia melalui sistem dan hasil pendidikan yang berkualitas. Dari perspektif pedagogik, kualitas bersifat subyektif. Pengukuran kualitas harus menyeluruh yang didasarkan pada input, pelanggan, dan produk atau jasa secara fundamental. Peningkatan kemampuan untuk mengelola dan mengembangkan perguruan tinggi sudah sangat dirasakan perlu, termasuk untuk menggunakan prinsipprinsip manajemen modern yang berorientasi pada mutu/kualitas. Lulusan pendidikan tinggi dituntut mempunyai pengetahuan, kemampuan intelektual,kemampuan untuk bekerja dalam organisasi moderen, keahlian untuk berhubungan dengan orang lain, dan komunikasi. Perlu penerapan sistem yang mampu meningkatkan mutu pendidikan tinggi secara keseluruhan. Bagi para pemilik dan pengelola Perguruan Tinggi, sistem manajemen mutu pada hakekatnya berinti pada perbaikan terus menerus untuk memperkuat dan mengembangkan mutu. Dalam hal ini aplikasi Total Quality Management (TOM) merupakan cara perbaikan secara terus menerus, yang dapat memberikan seperangkat alat praktis kepada setiap institusi pendidikan dalam memenuhi kebutuhan, keinginan, dan harapan para pelanggannya, saat ini dan untuk masa yang akan datang.
Mengamati TImbulnya Budaya di dalam Kelompok-Kelompok Kecil *)
Purwanto Purwanto
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi No. 1, Volume I, Agustus 2001
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2484.334 KB)
|
DOI: 10.21831/efisiensi.v1i1.3752
Cara pandang bagaimana sebenarnya budaya organisasi timbul dan saling berinteraksi, bukanlah pekerjaan yang sulit. Asal individu-individu dalam organisasi terbebas dari polusi dan kecenderungan anggapan, bahwa seniro saja yang memahami karakter organisasi. Anggapan ini tidak selamanya salah, tetapi yang penting adalah mengakomodasi berbagai kepentingan individu atau kelompok yang berinteraksi dengan lingkungan, secara profesional harus dianalisis berdasarkan situasi yang umum terjadi dalam organisasi. Analisis hendaknya hanya bersifat fenomenologik yang artinya, gejala yang membedakan kelompok satu dengan lainnya semata-mata untuk kepentingan kemajuan dan keberhasilan organisasi. Maka, analisis timbulnya budaya organisasi harus bebas dari usaha menggeneralisasi kepentingan tertentuyang akibatnya justru akan menimbulkan keretakan dan perpecahan. Mengamati budaya dalam kelompok-kelompok kecil ini, sebenarnya justru merupakan aktivitas yang perlu dikembangkan dan dibudayakan untuk mencari keunggulan dan mengurai hambatan yang sering terjadi dalam organisasi. Keunggulan kelompok merupakan kekuatan yang besar artinya dan jika bersinergi akan menjadikan keberhasilan dan kemajuan organisasi. *) cukilan ulasan buku "Organization Culture and Leadership" oleh Edger H. Schein
PENATAAN RUANG KANTOR DALAM MENUNJANG EFEKTIVITAS PEKERJAAN KANTOR
Daimatun Nafiah
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi Vol. XIV No. 1 Februari 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (3495.389 KB)
|
DOI: 10.21831/efisiensi.v14i1.16475
Dalam melaksanakan suatu pekerjaan, salah satu faktor yang menentukan keberhasilannya adalah penyusunan tempat kerja dan alat-alat perlengkapan kantor dengan sebaik-baiknya. Agar pekerjaan dalam suatu kantor dapat berjalan dengan baik, ruang kantor perlu ditata menurut kebutuhan dan persyaratan kerja. Dalam kantor yang tertata dengan baik, maka para karyawan juga akan merasakan suasana yang mendukung pelaksanaan tugas dengan sebaik-baiknya, tidak ada kesulitan untuk menghubungi rekan kerja dan pimpinan dapat dengan mudah mengawasi pekerjaan para karyawannya. Jika dilihat dari sisi karyawan, ketepatan pemilihan tata ruang kantor ini dapat meningkatkan produktivitas, kekreatifan dan kenyamanan karyawan secara tidak langsung. Begitu pula jika dihubungkan dengan tingkat efisiensi dan efektivitas kerja. Tata ruang dan lingkungan fisik kantor dapat menentukan bagaimana kualitas serta kuantitas hasil pekerjaan yang dilakukan. Penataan ruang kantor sangat mendukung terciptanya efisiensi dan efektivitas pekerjaan kantor. Dengan penataan ruang yang baik diharapkan dapat membantu perusahaan dalam mencapai tujuan yang diharapkan. Di samping itu, penataan ruang kantor yang baik juga mempengaruhi citra perusahaan/organisasi.
Pentingnya Promosi dan Kualitas Layanan terhadap Kelangsungan Hidup Lembaga Penjual Jasa
Nurhadi Nurhadi
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi No. 2, Volume III, Agustus 2003
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (4138.656 KB)
|
DOI: 10.21831/efisiensi.v3i2.3797
Dewasa ini persaingan perusahaan jasa semakin ketat seiring dengan berlangsugkan era globalisasi, dan tidak ketinggalan juga persaingan pada bisnis jasa pendidikan. Sehubungan dengan ini, perguruan tinggi seperti Universitas Negeri Yogyakarta perlu memperhatikan setidaknya aspek promosi dan pelayanannya kepada mahasiswa dan masyarakat luas dalam konteks pemasaran jasanya. Melalui promosi, Universitas Negeri Yogyakarta dapat memperkenalkan kepada masyarakat luas bahwa jasa layanannya bermanfaat dan dapat memuaskan kebutuhan konsumen. Promosi tersebut bertujuan untuk menarik masyarakat agar tertarik dengan produk yang dihasilkan lembaga dan akhirnya memuaskan untuk menggunakannya. Lembaga harus dapat memilih strategi promosi yang tepat agar dapat menumbuhkan kesadaran konsumen yang pada akhirnya senantiasa menggunakan jasa yang dihasilkan lembaga, atau menyuruh orang lain untuk menggunakan jasa tersebut. Kepuasan mahasiswa terhadap pelayanan yang diberikan oleh lembaga muncul setelah mereka menikmati jasa yang ditawarkan. Apabila mahasiswa puas atas layanan yang mereka terima, maka mahasiswa cenderung melakukan pembelian-pembelian jasa berikutnya. Namun bila mahasiswa tidak puas, kemungkinan tidak akan memuaskan untuk menggunakan lagi, bahkan mungkin akan mengatakan kepada konsumen lain (misalnya siswa-siswa Sekolah Menengah Umum) bahwa Universitas Negeri Yogyakarta tidak memuaskan dan kurang berkualitas.
Peran Teknologi untuk Pengembangan Karir Sekretaris
Rosidah Rosidah;
Tina Arantika
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi Vol. XV No. 1 Februari 2018
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (171.527 KB)
|
DOI: 10.21831/efisiensi.v15i1.24485
Abstrak: Peran Teknologi untuk Pengembangan Karir Sekretaris. Pekerjaan Sekretaris dalam kantor membutuhkan media teknologi informasi. Dengan menggunakan bantuan teknologi tersebut pekerjaan kantor dapat efisien dan efektif. Hal tersebut menjadikan kerja sekretaris lebih produktif. Karir sekretaris dapat dibangun melalui peningkatakn ketrampilan teknologi informasi maupun pengembangan soft skill. Perpaduan tersebut akan lebih mengeksiskan peran sekretaris dalam memberikan kontribusinya pada kemajuan pimpinan maupun perusahaan. Dalam tulisan ini akan dikupas hal-hal penting kemampuan teknologi informasi bagi sekretaris serta kiat mengembangkan karir sekretaris Abstract: Role of Technology for Secretary Career Development. Secretary's work in the office requires information technology media. By using technology assistance, office work can be efficient and effective. This makes the work of the secretary more productive. Secretarial careers can be built through enhancing information technology skills and developing soft skills. This combination will further exert the role of secretary in contributing to the progress of the leadership and the company. In this paper, important information technology capabilities for secretaries and tips on developing a career for the secretary will be discussed.
Program Komunikasi Internal untuk Meningkatkan Kinerja Karyawan
Lena Satlita
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi No. 1, Volume V, Februari 2005
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (3839.156 KB)
|
DOI: 10.21831/efisiensi.v5i1.3821
Komunikasi dalam organisasi bertujuan untuk meningkatkan kinerja organisasi tersebut. Tetapi dalam praktiknya, komunikasi internal khususnya komunikasi dengan karyawan (dari karyawan ke manajemen) tidaklah berjalan semudah seperti yang diharapkan. Banyak faktor yang menyebabkan rendahnya kinerja karyawan. Permasalahan-permasalahan seputar rendahnya kinerja karyawan perlu diatasi dengan komunikasi diantara keduanya. Agar karyawan dapat memahami keinginan perusahaan dan perusahaan memperoleh dukungan dari karyawan, maka komunikasi dua arah diantara keduanya perlu direncanakandengan baik. Melalui berbagai program komunikasi internal diharapkan karyawan merasa diperhatikan, dihargai sehingga dapat menciptakan rasa memiliki (sense of belonging), motivasi, kreativitas dan ingin mencapai prestasi kerja semaksimal mungkin.
PENYUSUTAN SEBAGAI SALAH SATU FUNGSI MANAJEMEN ARSIP DI BALAI DIKLAT KEAGAMAAN SEMARANG
Riskha Nur Fitriyah
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi Vol. XVI No. 2 Agustus 2019
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (412.462 KB)
|
DOI: 10.21831/efisiensi.v16i2.27422
Abstrak - Penyusutan Sebagai Salah Satu Fungsi Manajemen Arsip di Balai Diklat Keagamaan Semarang. Penyusutan arsip dalam suatu organisasi atau instansi harus dilakukan untuk mengurangi arsip in aktif yang tidak memiliki nilai guna arsip. Terdapat tiga fungsi manajemen arsip dalam organisasi atau instansi, yaitu fungsi penciptaan, fungsi penggunaan serta fungsi pemeliharaan dan penyusutan. Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan proses penyusutan arsip in aktif dan mengidentifikasi kendala yang dihadapi pada Bagian Tata Usaha di Balai Diklat Keagamaan Semarang. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dimana peneliti ikut terlibat secara langsung sebagai instrumen penelitian. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan yaitu kualitatif. Salah satu ciri dari metode kualitatif adalah peneliti ikut terlibat secara langsung sebagai instrumen penelitian. Observasi, wawancara dan dokumentasi merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan didapatkan bahwa kegiatan penyusutan arsip dilakukan di Unit Kearsipan (Bagian Tata Usaha) dengan 3 tahapan, yaitu pemindahan arsip, pemyerahan dan pemusnahan. Adapun kendala yang dihadapi adalah minimnya sarana dan prasarana, kurangnya dukungan dari Pimpinan dan kurangnya kemampuan SDM. Abstract - Depreciation as One of the Functions of Archive Management in Semarang Religious Training Center. Depreciation of records in within an organization should be undertaken to reduce inactive records that have no archival value. Three archive management functions within the organization consist of creation, use, maintenance and depreciation. This study aims to determine the process depreciation of inactive records and obstacles encountered in the implementation of records management in institutions of Religious Training Semarang. The method of the research is case study with descriptive qualitative. The research showed the result that depreciation of record activities in the Unit Archives (Administrative Section) with 3 stages, are removal of records, submission and disposal of archives. The obstacles encountered are inadequate of facilities and infrastructure, lack of leadership support and lack of human resources capability.Jika Anda menyusun daftar pustaka menggunakan standar American Psychological Association (APA), Anda bisa copy paste teks dibawah ini untuk Anda masukkan pada bagian daftar pustaka Anda!Fitriyah, R. N. (2019). Penyusutan Sebagai Salah Satu Fungsi Manajemen Arsip di Balai Diklat Keagamaan Semarang. Efisiensi-Kajian Ilmu Administrasi, 16(2), 76-87. https://doi.org/10.21831/efisiensi.v16i2.27422
Komunikasi Efektif dalam Pembelajaran
Sutirman Sutirman
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi No. 2 Volume VI, Agustus 2006
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (3747.651 KB)
|
DOI: 10.21831/efisiensi.v6i2.3857
Pembelajaran merupakan suatu proses komunikasi. Komunlkasi adalah proses pengiriman informasi dari satu pihak kepada pihak lain untuk tujuan tertentu. Komunikasi dikatakan efektif apabila komunikasi yang terjadi menimbulkan arus Informasi dua arah, yaitu dengan munculnya feedback dari pihak ponerima pesan. Kualitas pembelajaran dipengaruhi oleh efektif tidaknya komunikasi yang terjadi di dalamnya. Komunikasi efektif dalam pembelajaran merupakan proses transformasi pesan berupa ilmu pengetahuan dan teknologi dari pendidik kepada peserta didik, dimana peserta didik mampu memahami maksud pesan sesuai dengan tujuan yang telah ditentukan, sehingga menambah wawasan ilmu pengetahuan dan teknologi serta menimbulkan perubahan tingkah laku menjadi lebih baik. Pengajar adalah pihak yang paling bertanggungjawab terhadap berlangsungnya komunikasi yang efektif dalam pemmbelajaran, sehingga dosen sebagai pengajar dituntut memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik agar menghasilkan proses pombelajaran yang efektif.