Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi
FISIENSI - Kajian Ilmu Administrasi adalah jurnal ilmiah dari hasil penelitian dan/atau kajian pustaka dalam bidang ilmu administrasi perkantoran baik dalam bidang kependidikan maupun dalam bidang ilmu administrasi murni dengan fokus dan ruang lingkup pembahasan tentang: 1) Pendidikan Vokasi Administrasi Perkantoran, 2) Manajemen Sumber Daya Perkantoran, 3) Administrasi/Manajemen Perkantoran, 4) Otomatisasi Perkantoran, 5) Teknologi Perkantoran, 6) Hubungan Masyarakat, 7) Simulasi Perkantoran, 8) Manajemen Event, 9) Pelayanan Prima, 10) Kesekretarisan, 11) Korespondensi, 12) Komunikasi, 13) Organisasi, dan 14) Kearsipan.
Jurnal ini diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY secara berkala satu tahun dua kali yakni pada bulan Februari dan Agustus.
Articles
256 Documents
Landasan Teori dalam Pembuatan Kebijakan Pembangunan (Suatu Telaah Administrasi Negara)
Sugi Rahayu
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi No. 2, Volume IV, Agustus 2004
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (3003.151 KB)
|
DOI: 10.21831/efisiensi.v4i2.3896
Semua negara selalu berkeinginan agar rakyatnya hidup dalam keadilan, kemakmuran, kedamaian dan kesejahteraan lahir dan batin. Pembangunan merupakan suatu upaya untuk melakukan perubahan menuju kepada suatu kondisi dan situasi kehidupan yang lebih baik untuk mendekatkan kepada cita-cita yang ingin dicapai oleh negara yang bersangkutan. Penelitian yang telah banyak dilakukan menunjukkan bahwa pembangunan yang terlalu bias ekonomi tidak mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat yang merupakan subyek dan tujuan pembangunan. Karena keberhasilan dan kemajuan pembangunan ekonomi ternyata tidak diikuti oleh kemajuan-kemajuan sosial secara seimbang. Kekurangberhasilan upaya pembangunan yang terlalu menekankan aspek ekonomi di banyak negara sedang berkembang menunjukkan perhatian yang lebih besar terhadap aspek pembangunan yang lebih luas. Oleh karena itu perlu dicari model pembagunan yang dapat dipahami sebagai suatu proses yang berdimensi jamak (multidimensions), dengan memperhatikan (a) Sasaran haruslah penduduk termiskin: (b) Perluasan kesempatan kerja harus menjadi tujuan utama pembangunan, karena kesempatan kerja ini akan mempengaruhi distribusi pendapatan dan hasil pembangunan; (c) Ketergantungan kepada Negara asing haruslah dikurangi, dan kemandirian harus mendapat perhatian utama; (d) Pemerataan pendapatan harus dilaksanakan dengan sebaik mungkin.
Sistem Informasi Berbasis Komputer (CIBS)
Saliman Saliman
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi No. 1 Volume VII, Februari 2007
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (8899.336 KB)
|
DOI: 10.21831/efisiensi.v7i1.3914
Informasi adalah salah satu dar; lima jenis utama sumber daya yang digunakan manajer. Pengelolaan informasi makin penting seiring dengan rumitnya kegiatan bisnis yang membutuhkan informasi yang akurat dan demi pelayanan yang memuskan pada para pelanggan. Pengelolaannya lebih menantang sejalan dengan perkembangan kemampuan komputer saat ini. Output komputer digunakan oleh berbagai pihak untuk bahan pengambilan keputusan. Saat para manajer melakukan fungsi dan perannya, memerlukan dukungan informasi yang akurat, cepat dan tepat agar dapat melakukan tugasnya secara efektif. Hal ini bisa terwujud bila manajer memiliki keahlian dalam bidang komunikasi dan pemecahan masalah. Selanjutnya pengelolaan informasi akan merupakan sebuah sistem, yang saling tergantung sekaligus bersinergi antar berbagai komponen yang membentuk sistem tersebut. Sistem ini dikenal dengan sistem informasi. Karena digunakan untuk membantu dalam mengambil kebijakan maka disebut dengan sistem informasi manajemen. Akibat perkembangan lembaga yang dikelolanya manajer tidak hanya mengelola sumber daya fisik saja, tetapi juga sumber daya konseptual. Sumber daya konseptual sangat abstrak sehingga sulit untuk dikelola. Cara pengelolaannya adalah dengan mengubah menjadi simbol-simbol yang memiliki value (nilai) sehingga dapat dikalkulasi. Cara pengelolaan sumber daya koseptual ini yang paling tepat adalah dengan menggunakan bantuan mesin, dalam hal ini komputer. Dengan demikian sistem informasi manajemen akan lebih etektif bila dikelola atau berbasis komputer. Sistem informasi berbasis komputer lebih dikenal sebagai (computer-based information system) atau CBIS.
Program Pertukaran Dosen Antar LPTK: Sebuah Upaya Peningkatan Kualitas Pembelajaran
Muhyadi Muhyadi
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi No. 1 Volume X, Februari 2010
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (7477.024 KB)
|
DOI: 10.21831/efisiensi.v10i1.3966
The study was aimed to find out the perception of students, lectures, and management on: 1) the implementation of lecturer exchange program between four universities, 2) the constraints against in the program implementation, and 3) the perspective of the collaborative program in the future. The study was conducted in the Faculty of Social Sciences and EconomiC, Yogyakarta State University in the 2005/2006 academic year.· The study was an evaluation research intended to evaluate the implementation of collaborative program especially lecturer exchange between four universities (FISE UNY, FIS UNNES, FIS UNESA, and FKIP UNS). Data were collected using questionaire given to the students, lectures, and management of the collaborative program in the Faculty of Social Sciences and Economic, YSU (the dean and his staffs and the head of study program). The results of the study. were: most of students perception on the program were positive, they took something useful and valuable from the implementation of the program, and their knowledge and competencies were increased. Lecturers involves in the program feel that the program was effectively conducted since it increased the quality of teaching-learning process and their professionalism. That is why they proposed to continue the implementation of the program in the future. The other interesting result was the intention to implement the program collaborative to the broader area such as textbook writing, teaching model development, and collaborative research. The constraints against the implementationof the program were lack of funds and problems in matching schedule between lecturers from other universities.
Model Telstar sebagai Inovasi Pembelajaran Nilai di Indonesia
Victor Novianto
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi Volume XI, No. 2, Agustus 2011
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (8084.528 KB)
|
DOI: 10.21831/efisiensi.v11i2.3993
Nilai dianggap panduan yang lebih stabil dan tahan lama untuk sikap dan pengambilan keputusan dibandingkan perilaku. Oleh karena itu pendidikan nilai adalah upaya memberi bimbingan kepada anak didik agar menyadari secara logika, etika dan estetika melalui proses internalisasi nilai dan pembiasaan bertindak. Pembelajaran dikelas seharusnya menekankan pentingnya proses perjuangan dalam meraih sesuatu sehingga pada pencapaian lebih lanjut blsa mencapai tingkat 'pembelajaran sepanjang hayat'. Model yang sering diterapkan di sekolah Australia yaitu TELSTAR (Tune in, Explore, Look, Sort, Test, Act Reflect). Dalam langkah-Iangkah model TELSTAR tersebut, anak didik diajak untuk membahas suatu topik, tidak berpijak dari engetahuan guru tapi dengan pemahaman bahwa seorang murid sudah membawa pengetahuan sendiri sebelum pembelajaran dilakukan.
Sumbangan Administrasi Kearsipan terhadap Pimpinan Organisasi dalam Pengambilan Keputusan
Sudaryanto Sudaryanto
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi No. 1, Volume I, Agustus 2001
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2462.763 KB)
|
DOI: 10.21831/efisiensi.v1i1.3751
Kenyataan menunjukkan bahwa setiap pimpinan organisasi, baik tingkat puncak, menengah, maupun bahwa tidak dapat lepas dari kegiatan pengambilan keputusan dalam kerangka pencapaian tujuan. Optimalisasi kuantitas, kualitas, kecepatan, dan ketepatan pengambilan keputusan dapat dipenuhi oleh beberapa faktor, misalnya kemampuan pimpinan, tujuan yang ingin dicapai, dan tersedianya informasi. salah satu faktor penting dalam pembahasan ini ialah faktor tersedianya informasi. Dengan demikian ketersediaan informasi menjadi sumber bahan dan pertimbangan dalma proses pengambilan keputusan. Perlu disadari bahwa setiap organisasi sebenarnya telah memiliki salah satu sumber informasi yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pengambilan keputusan, yaitu dari arsip atau warkat-warkat yang dimilikinya. Oleh karena itu pengelolaan arsip atau warkat-warkat hendaknya dapat dilakukan dengan sebaik-baiknya agar informasi yang diperlukan dapat disediakan secara lengkap, akurat, dan cepat. Jika demikian administrasi kearsipan dalam suatu organisasi dapat memberikan sumbangan yang maksimal kepada pimpinan dalam rangka pengambilan keputusan.
PENGUASAAN KETERAMPILAN MENGAJAR MAHASISWA PRODI PENDIDIKAN ADMINISTRASI PERKANTORAN PADA MATA KULIAH PEMBELAJARAN MIKRO TAHUN 2015
Siti Umi Khayatun Mardiyah;
Sutirman Sutirman;
Arwan Nur Ramadhan
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi Vol. XIII No. 2 Agustus 2015
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2675.716 KB)
|
DOI: 10.21831/efisiensi.v13i2.11682
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penguasaan keterampilan mengajar mahasiswa Prodi Pendidikan Administrasi Perkantoran pada praktik pembelajaran mikro tahun 2015. Penelitian ini bersifat persepsional dari mahasiswa peserta pembelajaran mikro dan dosen pembimbing. Jenis penelitian yang dipilih untuk menjawab permasalahan-permasalahan tentang penguasaan keterampilan mengajar mahasiswa adalah dengan penelitian deskriptif. Responden dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa peserta pembelajaran mikro prodi pendidikan administrasi perkantoran tahun 2015 berjumlah 82 mahasiswa dan dosen pembimbing pembelajaran mikro seebanyak 3 orang yang ditentukan dengan cara purposive sampling. Teknik pengumpulan data dengan cara pemberian angket menggunakan instrumen berupa angket yang mengacu pada lembar penilaian yang dikembangkan oleh Pusat Pengembangan PPL PKL LPPMP UNY. Data hasil angket penelitian dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Hasil analisis dari angket disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi, persentase dan chart diagram untuk memperjelas hasil pengolahan data penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguasaan keterampilan mengajar mahasiswa Prodi Pendidikan Administrasi Perkantoran FE UNY menurut pendapat mahasiswa termasuk dalam kategori mampu. Sedangkan menurut dosen pembimbing secara umum termasuk dalam kategori mampu. Hambatan yang ditemui mahasiswa yaitu penguasaan materi, referensi terbaru belum ada, pengkondisian kelas, pemilihan media, alokasi waktu serta kemampuan memotivasi yang masih kurang. Masukan dosen pembimbing terkait hambatan tersebut yaitu agar mahasiswa dibekali penggunaan media, menambahkan mata kuliah yang berkaitan dengan penguasaan keterampilan mengajar, serta memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk lebih mengeksplor media pembelajaran yang digunakan untuk mengajar.
Teknik Pengambilan Keputusan
Muhyadi Muhyadi
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi No. 2, Volume III, Agustus 2003
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (3409.334 KB)
|
DOI: 10.21831/efisiensi.v3i2.3796
Dalam suatu organisasi, pengambilan keputusan merupakan faktor yang sangat menentukan keberhasilan organisasi dalam mencapai tujuan yagn sudah ditetapkan. Pengambilan Keputusan merupakan salah satu fungsi seorang pemimpin, oleh karena itu setiap pemimpin harus menyadari posisinya yang strategis tersebut dan sekaligus berupaya agar mampu mengambil setiap keputusan dengan etpat. Di samping harus menguasai berbagai teknik pengambilan keputusan, ia juga harus mampu mengimplementasikannya dengan benar. Karena pada akhirnya bawahanlah yang akan melaksanakan setiap keputusan yang diambil maka keterlibatan bawahan dalam setiap proses pengambilan keputusan yang diambil seorang pemimpin memang akan sangat bergantung pada gaya yang dianutnya akan tetapi setiap pemimpin perlu menyadari bahwa situasi yang diharapi tidaklah selalu sama untuk semua kondisi. Di sinilah pentingnya seorang pemimpin senantiasa mempertimbangkan situasi yang dihadapi setiap kali hendak mengambil keputusan.
Peran E-Servqual Dalam Customer Engagement
Nadia Sasmita Wijayanti
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi Vol. XV No. 1 Februari 2018
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (252.415 KB)
|
DOI: 10.21831/efisiensi.v15i1.24484
Abstrak: Peran E-Servqual Dalam Customer Engagement. Sejumlah brand sukses menempatkan diri di hati konsumen, namun banyak pula yang gagal. Keberhasilan brand memikat hati customer berarti sukses menjalin hubungan dengan customer. Perlu cara dan startegi yang tepat agar brand mampu memikat kosumen dan keluar sebagai market leader. Dalam menjalankan bisnis dan memberikan pelayanan konsumen perlu memperhatikan keinginan konsumen. Di era serba modern dan informasi tanpa batas, bermunculan marketplace dan perusahaan eksponensial, menyebabkan keinginan konsumen untuk dilayani serba cepat dan ringkas. Kualitas jasa layanan online yang maksimal akan menciptakan customer loyalty yang berujung pada customer engagement. Abstract: The Role of E-Servqual in Customer Engagement. A number of brands successfully place themselves in the hearts of consumers, but many also fail. The success of the brand captivates the customer means successful relationship with the customer. Need the right way and strategy so that the brand can attract consumers and come out as the market leader. In running a business and providing customer service, it is necessary to pay attention to consumer desires. In the modern era and unlimited information, emerging marketplaces and exponential companies, cause consumers to be served quickly and concisely. The maximum quality of online services will create customer loyalty which leads to customer engagement.
ANALISIS BUDAYA KESELAMATAN KERJA PEGAWAI DI BIRO PERENCANAAN (BP) – BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL (BATAN)
Sri Agustini;
Budi Kaliwanto
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi Vol. XVI No. 2 Agustus 2019
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (366.841 KB)
|
DOI: 10.21831/efisiensi.v16i2.27416
Abstrak: Analisis Budaya Keselamatan Keselamatan Kerja Pegawai di Biro Perencanaan – BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL (BATAN). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui budaya keselamatan kerja pegawai di BP BATAN dan mengidentifikasi profil budaya organisasi pada jajaran pimpinan. Hasil penilaian budaya keselamatan kerja pegawai di BP BATAN masuk dalam kategori Baik. Penelitian deskriptif dengan interprestasi dan analisis kuantitatif ini memperoleh hasil penilaian diri dari 5 Karakteristik dan 37 Atribut Budaya Keselamatan di BP BATAN yang terdiri dari penilaian pejabat struktural sebanyak 13 orang dengan hasil penilaian diri budaya keselamatan 3,93 dengan kategori Baik. Pejabat fungsional sebanyak 11 orang dengan hasil penilaian diri budaya keselamatan 3,73 dengan kategori B, dan non struktural-non fungsional sebanyak 13 orang dengan hasil penilaian diri budaya keselamatan 3,64 dengan kategori B. Sedangkan hasil penilaian diri BP dari 33 pegawai BP dengan hasil penilaian diri budaya keselamatan 3,78 dengan kategori B. Hasil analisis juga menunjukkan bahwa budaya keselamatan kerja pegawai yang melibatkan antar bidang dan keahlian kurang berjalan dengan baik di BP, sikap saling percaya belum sepenuhnya meresap pada semua pegawai. Abstract: Analysis of Employee Safety Culture in the Planning Bureau - NUCLEAR NUCLEAR AGENCY (BATAN). This study aims to understand the work safety culture at BP BATAN and improve the organizational culture profile at the leadership level. Results The work safety culture award at BP BATAN is in the Good category. Descriptive research with interpretation and quantitative analysis obtained the results of self-assessment of 5 Characteristics and 37 Attributes of Safety Culture in BP BATAN consisting of 13 structural permits with Good Cultural Safety 3.93 results with Good category. Functional Officials A total of 11 people with cultural safety results of 3.73 with category B, and non-functional non-functional as many as 13 people with results Improve safety culture 3.64 with category B. Results produced by BP themselves from 33 BP employees with assessment results self safety culture 3.78 with category B. The results of the analysis also show that work safety culture that involves interdisciplinary and expertise is not going well at BP, incompatible mutual trust pervades all employees. Jika Anda menyusun daftar pustaka menggunakan standar American Psychological Association (APA), Anda bisa copy paste teks dibawah ini untuk Anda masukkan pada bagian daftar pustaka Anda!Agustini, S., Kaliwanto, B. (2019). Analisis Budaya Keselamatan Kerja Pegawai Di Biro Perencanaan (BP)–Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN). Efisiensi-Kajian Ilmu Administrasi, 16(2), 1-9. https://doi.org/10.21831/efisiensi.v16i2.27416
Membangun Citra Positif Organisasi Melalui Public Relations
Lena Satlita
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi No. 1 Volume VI, Februari 2006
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (3652.807 KB)
|
DOI: 10.21831/efisiensi.v6i1.3831
Citra yang baik dari suatu organisasi akan mempunyai dampak yang menguntungkan, sedangkan citra yang jelek akan merugikan organisasi. Citra yang baik, artinya publik mempunyai kesan positif terhadap suatu organisasi, sedangkan citra yang kurang baik berarti publik memiliki kesan negatif. Public relations adalah suatu pendekatan strategis yang menggunakan konsep-konsep komunikasi untuk menimbulkan pemahaman dan penerimaan dari publik. Melafaui berbagai media. PR dapat mengkomunikasikan apa dan bagaimana suatu organisasi sehingga lebih dikenal dan dipahamani oleh publik. Dengan adanya pemahaman diharapkan dapat diperoleh dukukungan dan kepercayaan dari publik sehingga menimbulkan citra positip organisasi.Kala Kunci: citra positip, public relations