cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi
ISSN : 14121131     EISSN : 25285750     DOI : 10.21831
Core Subject : Science,
FISIENSI - Kajian Ilmu Administrasi adalah jurnal ilmiah dari hasil penelitian dan/atau kajian pustaka dalam bidang ilmu administrasi perkantoran baik dalam bidang kependidikan maupun dalam bidang ilmu administrasi murni dengan fokus dan ruang lingkup pembahasan tentang: 1) Pendidikan Vokasi Administrasi Perkantoran, 2) Manajemen Sumber Daya Perkantoran, 3) Administrasi/Manajemen Perkantoran, 4) Otomatisasi Perkantoran, 5) Teknologi Perkantoran, 6) Hubungan Masyarakat, 7) Simulasi Perkantoran, 8) Manajemen Event, 9) Pelayanan Prima, 10) Kesekretarisan, 11) Korespondensi, 12) Komunikasi, 13) Organisasi, dan 14) Kearsipan. Jurnal ini diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY secara berkala satu tahun dua kali yakni pada bulan Februari dan Agustus.
Arjuna Subject : -
Articles 256 Documents
Kebijakan Pembangunan Kualitas Manusia dalam Perspektif Administrasi Publik Rosfiah Arsal
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi No. 3 Volume VI, September 2006
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4912.286 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v6i3.3902

Abstract

Perubahan paradigma administrasi dan birokrasi menjadi lebih adaptif, partisipatif dan berorientasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan menyebabkan perubahan pada kebijakan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). Kebijakan tersebut meliputi pengembangan kualitasdimensi-dimensi kemanusiaan yang didukung oleh kemampuan lingkungan melalui revitalisasi flingsi legislatif dan partisipasi organisasi-organisasinon pemerintah.
Menumbuhkan Minat Meneliti Guru dengan Penelitian Tindakan Kelas Sugi Rahayu
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi No. 2 Volume VII, Agustus 2007
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7849.309 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v7i2.3919

Abstract

Masalah pendidikan di sekolah terjadi karena guru belum memiliki cukup kecakapan dalam memecahkan masalah. Guru orang yang paling berkepentingan dan paling mungkin untuk menemukan masalah dan berusaha memecahkannya sehingga pembelajaran berlangsung secara optimal. Salah satu upaya yang dilakukan untuk ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian tindakan kelas (PTK) salah satu jenis penetitian yang sangat bermanfaat untuk menggali masa!ah,mencan alternative pernecahan masalah, memberikan tindakan yang tepat, dan merefleksi hasil tindakannya sekaligus digunakan untuk peningkatan kualitas diri. PTK dilaksanakan sebagai suatu upaya meningkatkan efisiensi dan kualitas pendidikan,terutama proses dan hasil belajar siswa pada level kelas. PTK juga berguna bagi guru untuk menguji suatu teori pembelajaran. Melalui PTK guru dapat memilih dan menerapkan teori atau strategi pembelajaran yang paling sesuai dengan kondisi kelasnya. Dengan demikian, PTK adalah bentuk penelitian yang secara langsung dapat dimanfaatkan oleh guru. Minat meneliti di kalangan guru perlu ditumbuh-kembangkan. Kemauan untuk belajar merupakan daya dorong yang kuat dan dalam diri guru. Penelitian merupakan kegiatan yang memiliki makna penting bagi seorang guru. Minat meneliti akan bertumbuh apabila ada dukungan dari luar din guru, yaitu perhatian dari berbagai pihak terkait untuk meningkatkan kemampuandan kualitas meneliti guru, misalnya mengadakan pelatihan penelitian dan memberikan kesempatan (khususnya pendanaan) kepada guru untuk melakukan penelitian.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Efektivitas Kearsipan Afra Tien Sotyaningrum
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi Volume XI, No. 1, Februari 2011
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4224.137 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v11i1.3972

Abstract

Arsip merupakan pusat ingatan, sumber informasi, dan alat bukti tertulis yang dapat melancarkan kegiatan organisasi. Sebagai pusat ingatan, arsip merupakan bukti bahwa suatu peristiwa telah terjadi. Sebagai sumber informasi, arsip mengandung bahan informasi di dalamnya. Sebagai alat bukti tertulis, arsip dapat dipergunakan sebagai bukti apabila terjadi perselisihan diantara berbagai pihak. Arsip melancarkan kegiatan penyelenggaraan organisasi dan membantu pimpinan dalam membuat keputusan secara tepat. Untuk itu itu harus dikelola melalui kegiatan manajemen kearsipan yang baik agar cfektif. Efektivitas kearsipan dapat dilihat dari dimensi tingkat keselamatan arsip, tingkat kecermatan arsip, dan tingkat kecepatan penyediaan arsip pada saat dibutuhkan. Keselamatan Arsip dapat diukur dari Tingkat Keamanan dan Keawetan Arsip, Kecermatan Arsip diukur dengan Rumus Angka Kecermatan, sedangkan Kecepatan Ketersediaan Arsip diukur dari Jangka Waktu Penemuan Kembali. Faktor-faktor yang berhubungan dengan Efektivitas Kearsipan yaitu Sistem Penyimpanan Arsip, Petugas dan Fasitas Kearsipan, dan Prosedur Kearsipan.
OPTIMALISASI PERAN SEKRETARIS DI ERA GLOBAL MELALUI UPAYA PENGEMBANGAN DIRI Daimatun Nafiah
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi Vol. XIII No. 1 Februari 2015
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (718.96 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v13i1.7859

Abstract

Tugas dan tanggung jawab seorang sekretaris tidak hanya terbatas pada kelancaran pekerjaan administrasi perusahaan. Salah besar, jika seorang  sekretaris hanya dianggap sebagai seseorang yang hanya  bisa mengangkat telepon dan menjadi ‘bemper’ bos. Kalimat di atas dapat dijadikan suatu acuan agar profesi sekretaris tidak dianggap enteng oleh banyak pihak. Oleh karena itu, upaya peningkatan kompetensi sekretaris  memang sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas dan kinerja serta profesionalitas khusunya sekretaris sebagai cover perusahaan. Kurangnya kemampuan seorang sekretaris dalam mencari, menginterpretasikan dan memanfaatkan informasi dalam pengembangan dirinya akan menjadikannya karyawan yang terbelakang dan tidak mampu menghadapi perkembangan teknologi, sehingga dapat dipastikan pribadi tersebut tidak akan mampu bertahan dalam kerasnya dunia kerja di era global seperti saat ini. Seorang sekretaris  dituntut untuk  dapat bekerja secara profesional agar dapat memberikan pelayanan yang unggul pada setiap pelanggannya sehingga dapat  membangun citra perusahaan dengan baik. Seorang pemimpin membutuhkan seorang sekretaris yang mempunyai karakteristik kepribadian yang mantap, yang digambarkan dengan adanya rasa percaya diri yang tinggi, dapat memproyeksikan diri mereka secara positif di mata orang lain, dapat mencapai prestasi unggul dan sekaligus keberhasilan dalam setiap pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya. Sejalan dengan arus globalisasi, tuntutan terhadap kemampuan seorang sekretaris profesional terus meningkat. Untuk itu, sekretaris harus  mampu mengoptimalisasikan perannya dengan cara mengembangkan diri dan meningkatkan  kemampuannya dalam setiap aspek, baik pengetahuan, keterampilan maupun sikap.
Budaya Organisasi, Budaya Kerja, dan Pengaruhnya dalam Praktik Manajemen Didi Wahyu Sudirman
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi No. 2 Volume V, Agustus 2005
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8376.779 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v5i2.3848

Abstract

Sebagai kepribadian suatu organisasi maka budaya organisasi memiliki sistem, pola-pola nilai, simbul-simbul dari praktik yang berkembang sepanjang usia organisasi yang bersangkutan. Budaya organisasi dibentuk oleh nilai-nilai individu dan nilai-nilai hakekat yang berkaitan satu sama lain dan berdampak positif timbulnya praktik-praktik budaya organisasi yang juga dipengaruhi oleh sikap, perilaku individu dan sikap perilaku kolektif. Berkembangnya budaya organisasi karena adanya pengaruh sikap kerja, perilaku kerja dan hasil kerja individu/karyawan dan pengaruh akumulatif membentuk suatu budaya kerja. Budaya kerja merupakan sikap hidup yang didasari oleh nilai pandangan hidup yang telah menjadi sifat, kebiasaan dan kekuatan pendorong yang membudaya dalam kehidupan suatu kelompok/masyarakat/organisasi yang tercermin dalam perilaku, kepercayaan yang terwujud sebagai kerja atau bekerja. Apabila budaya kerja ini dikembangkan dalam proses manajemen akan menumbuhkan sikap yang berorientasi pada tanggung jawab kelompok, kesediaan partisipasi/koordinasi, kesadaran kelompok, saling menghargai dan komitmen kerja. Akan tetapi dalam praktik, masih ada hambatan-hambatan dalam pengembangan budaya organisasi dan budaya kerja karena sikap dan perilaku negatif. Walaupun demikian dengan komitmen manajemen yang tinggi dan esensi kepemimpinan yang sadar akan perlunya pengembangan kelompok, maka hal tersebut bisa diatasi dengan kemampuan menemukan kesesuaian, keselarasan antara hubungan kebutuhan pribadi anggota organisasi dengan kepentingan organisasi.
PERAN ADMINISTRASI DALAM MEMBANGUN MASYARAKAT BERKARAKTER Muhyadi Muhyadi
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi Vol. XIV No. 1 Februari 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3480.12 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v14i1.16479

Abstract

Salah satu persoalan yang dihadapi bangsa Indonesia dalam menata kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara adalah lemahnya penyelenggaraan administrasi dalam berbagai sektor yang ada. Penyebabnya dapat beragam, diantaranya adalah kesalahan persepsi masyarakat terhadap konsep dan peran administrasi dalam sebuah organisasi dan lemahnya penerapan berbagai aturan yang sudah dibuat.  Kelemahan penyelenggaraan administrasi tersebut membuka peluang bagi munculnya perilaku menyimpang dan kontra produktif bagi anggota yang berakibat pada rendahnya efisiensi dan efektivitas organisasi. Perilaku negatif tersebut dapat dikurangi bahkan dihilangkan jika penyelenggaraan administrasi berlangsung secara tertib, benar, akuntabel, dan transparan. Untuk itu diperlukan upaya terprogram dan terus menerus untuk memahamkan masyarakat dan meluruskan implementasi prinsip-prinsip administrasi dalam setiap organisasi. Karena praktik administrasi pada dasarnya berlangsung pada semua level dan sektor kehidupan manusia, mulai dari keluarga, sekolah, sampai masyarakat, maka pemahaman dan penerapan prinsip administrasi dengan benar harus dimulai dari level keluarga. Pada tataran pendidikan formal, pengenalan terhadap praktik administrasi yang benar harus dimulai dari level pendidikan anak usia dini. Jika kondisi tertib administrasi sudah terwujud pada semua bidang kehidupan maka dapat diharapkan akan tebentuk pula perilaku dan karakter anggota masyarakat yang positif.
Analisis Sistem Administrasi Sebagai Upaya Peningkatan Efisiensi dalam Organisasi Rosidah Rosidah
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi No. 1, Volume IV, Februari 2004
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2596.099 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v4i1.3801

Abstract

Usaha kerjasama manusia dalam suatu organisasi tidak bisa dilepaskan dari proses administrasi. Peran administrasi adalah melayani setiap pekerjaan operatif dari seluruh aktivitas manajemen kantor. Dalam memberikan pelayanannya merupakan peran yang substansial, karena pengembangan organisasi sangat ditentukan oleh sistem administrasi yang ada. Oleh karena itu analisis sistem administrasi harus dilakukan seiring dengan perubahan dan perkembangan organisasi. Analisis terhadap sistem administrasi harus melihat pada sumber daya yang dimiliki, terutama sumber daya manusia karena mereka yang akan melakukannya. Analisis tersebut meliputi evaluasi terhadap prosedur, metode, struktur, evaluasi pekerjaan dan akan berimbas pada operasi pekerjaan, yang menyangkut: perencanaan, penyederhanaan, penghematan, penghapusan, penggabungan. Keseluruhan dari analisis sistem administrasi serta operasionalisasinya berdasar pada prinsip efisiensi. Paparan ini akan berbicara mengenali analisa sistem administrasi dalam upaya peningkatan efisiensi.
Perilaku Organisasional Aparatur dalam Akselerasi Pembangunan Daerah Djihad Hisyam
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi No. 1, Volume V, Februari 2005
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2145.855 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v5i1.3820

Abstract

Aparatur pemerintah merupakan salah satu faktor yang perlu mendapat perhatian dalam rangka pembangunan daerah. Mereka adalah sumber daya yang harus diperdayakan dalam kapasitasnya untuk membangun suatu pemerintahan yang bersih dan berwibawa. Dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berwibawa untuk akselerasi pembangunan diperlukan perilaku organisasional dari aparatur yang mendukung pada tujuan tersebut. Sehingga bentuk­bentuk penyelewengan negara dan berbaqai penyakit birokrasi perlu direduksi dan dihindari. Sebagai bentuk antisipasinya perlu mengupayakan berbagai strategi. Salah satu usaha yang dilakukan adalah melakukan penyesuaian-penyesuaian dan perubahan perilaku yang mengarah pada pencapaian good goverment. Dalam hal ini faktor pemimpin mempunyai pengaruh yang besar untuk melakukan pembangunan bangsa.
PENTINGNYA KEPUASAN KERJA Sunarta Sunarta
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi Vol. XVI No. 2 Agustus 2019
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.038 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v16i2.27421

Abstract

Abstrak: Pentingnya Kepuasan Kerja. Upaya meraih kepuasan kerja penting baik bagi individu maupun organisasi. Ditinjau dari individu, kepuasan kerja tidak hanya berkaitan dengan pekerjaan yang menyenangkan, namun juga berhubungan dengan kebahagiaan dan kesehatan. Ditinjau dari organisasi, kepuasan kerja pegawai berhubungan dengan produktivitas, perilaku kerja positif, mengendalikan turn over dan kinerja. Kerja baik dalam pendekatan transaksional maupun relasional melibatkan dua pihak yaitu pegawai dan organisasi, sehingga kepuasan kerja dipengaruhi oleh faktor-faktor dari sisi pegawai dan organisasi. Upaya saling memahami menjadi penting untuk meraih kepuasan kerja yaitu bagaimana organisasi memahami kebutuhan, keinginan dan harapan pegawainya, serta bagaimana pegawai memahami tujuan bersama antara dirinya dengan organisasi. Komunikasi diperlukan sebagai sarana untuk meningkatkan pemahaman antara pegawai dan organisasi.  Abstract: The Importance of Job Satisfaction. Efforts to achieve job satisfaction are important for both individuals and organizations. In terms of individuals, job satisfaction is not only related to pleasant work, but also related to happiness and health. In terms of organization, employee job satisfaction is related to productivity, positive work behavior, controlling turnover and performance. Work in both the transactional and relational approaches involves two parties, namely employees and the organization, so job satisfaction is influenced by factors in terms of employees and the organization. Efforts to understand each other are important for achieving job satisfaction, namely how the organization understands the needs, desires and expectations of its employees, and how employees understand the shared goals between themselves and the organization. Communication is needed as a means to increase understanding between employees and organizations.Jika Anda menyusun daftar pustaka menggunakan standar American Psychological Association (APA), Anda bisa copy paste teks dibawah ini untuk Anda masukkan pada bagian daftar pustaka Anda!Sunarta, S. (2019). Pentingnya Kepuasan Kerja. Efisiensi-Kajian Ilmu Administrasi, 16(2), 63-75. https://doi.org/10.21831/efisiensi.v16i2.27421
Pengembangan Keuangan Mikro untuk Pengentasan Kemiskinan Dwi Harsono
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi No. 2 Volume VI, Agustus 2006
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3915.595 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v6i2.3856

Abstract

Tulisan Inl bertujuan untuk membedah fenomena kemiskinan dan keterkaitannya dengan peran dari Lembaga Keuangan Mikro (LKM). Pemberdayaan masyarakat miskin melalui usaha mikro adalah bentuk dari pengentasan dari kemiskinan. Upaya ini harus ditopang dengan diberikannya akses dan sistem kredit yang lebih luas kepada usaha mikro. LKM merupakan alternatif pemberian kredit yang mudah dalarn peiayanan karena syarat-syaratnya ringan dan terjangkau oleh UKM. Indonesia memiliki keragaman dalam model. LKM dan telah memiliki banyak contoh keberhasilannya dalam pengembangan UKM. Namun fenomena ini kurang diperhatikan oleh pemerintah. Pemerintah seharusnya menanggapi dengan serius dengan membuat Kebijakan yang mengatur LKM agar menjadi lebih kuat. Kebijakan perekonomian juga harus mendukung sektor industri rumah tangga/kecil (UKM) agar lebih berkembang. Bukti bahwa UKM mampu menggerakkan ekonomi rakyat miskin harus ditindaklanjuti dengan kebijakan yang mempermudah berkembangnya UKM.

Page 8 of 26 | Total Record : 256


Filter by Year

2001 2025