cover
Contact Name
LPPM UNAN
Contact Email
lppm@unan.ac.id
Phone
+6282241418157
Journal Mail Official
lppm@unan.ac.id
Editorial Address
https://tscs1kep.ejournal.unan.ac.id/index.php/1/about/editorialTeam
Location
Kab. grobogan,
Jawa tengah
INDONESIA
THE SHINE CAHAYA DUNIA S-1 KEPERAWATAN
Published by Universitas An Nuur
ISSN : 25032445     EISSN : 27750345     DOI : https://doi.org/10.35720/
Core Subject :
Focus and Scope The journal includes various fields of nursings sciences such as: Health Children Nursing, Nursing Management, Medical Surgical Nursing, Maternity Nursing, Psiciatric Nursing, Community Nursing, Gerontology Nursing, Emergency Nursing, Family Nursing.
Arjuna Subject : -
Articles 141 Documents
HUBUNGAN SUPERVISI KEPERAWATAN DENGAN PRAKTIK PEMBERIAN OBAT ANTIBIOTIK PADA PERAWAT DI RUMAH SAKIT MARDI RAHAYU KUDUS Eni Ismiyati; Sholihul Huda; Wahyu Yusianto
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 7 No. 1 (2022): THE SHINE CAHAYA DUNIA - S1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/

Abstract

Latar belakang; Keselamatan pasien (patient safety) di rumah sakit saat ini telah menjadi prioritas utama. Rumah sakit sebagai fasilitas pelayanan kesehatan dengan tingkat penggunaan antibiotika yang tinggi. Insiden paling sering adalah pemberian obat kepada pasien. Tindakan pemberian obat yang aman harus diperhatikan oleh perawat, tindakan tersebut dikenal dengan prinsip benar. Ketepatan dalam pemberian obat mencakup dimensi benar obat, benar pasien, benar dosis, benar rute, benar waktu dan benar dokumentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan supervisi keperawatan dengan praktik pemberian obat antibiotik pada perawat di Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus. Metode; Jenis penelitian bersifat korelasi dengan desain cross sectional. Populasi penelitian ini adalah perawat di Ruang Rawat Inap RS Mardi Rahayu Kudus dengan jumlah sebanyak 66 orang. Teknik sampling dengan purposive sampling sehingga besar sampel sebanyak 57 responden. Pengumpulan data dengan kuesioner. Analisa data secara statistik dengan uji Chi Square. Hasil; Hasil penelitian mendapatkan nilai p 0,000 yaitu ada hubungan signifikan antara supervisi keperawatan dengan praktik pemberian obat antibiotik pada perawat. Supervisi paling banyak kategori baik 50 (89.3%). Pemberian antibiotik paling banyak kategori sesuai 50 (89.3%). Kesimpulan; Terdapat hubungan signifikan antara supervisi keperawatan dengan praktik pemberian obat antibiotik pada perawat di Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus.   
GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN KELUARGA PASIEN YANG DI RAWAT DI ICU RUMAH SAKIT MARDI RAHAYU KUDUS Mariati; Sri Hindriyastuti; Biyanti Dwi Winarsih
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 7 No. 1 (2022): THE SHINE CAHAYA DUNIA - S1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/

Abstract

Latar belakang; Kondisi kesehatan dapat menyebabkan seseorang harus menjalaniperawatan di ruang intensif. Kriteria pasien yang harus dirawat di ICU disebabkan karenapenyakit infeksi dan noninfeksi. Aktivitas pelayanan ICU menyebabkan keluarga mengalamkesulitan untuk berkomunikasi dengan pasien. Keadaan seperti ini sebagai salah satu sebab yang membuat keluarga mengalami kecemasan. Perasaan cemas yang dihadapi dan dialami oleh salah satu anggota keluarga mempengaruhi seluruh keluarga. Kecemasan yang terjadibersumber dari kondisi pasien, keparahan penyakit dan informasi yang tidak adekuatPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kecemasan keluarga pasien yang di rawat di ICU Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus. Metode; Jenis penelitian adalah deskriptif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian ini adalah keluarga yang mempunyai anggota yang dirawat di Ruang ICU RS Mardi Rahayu Kudus. Teknik sampling dengan purposive sampling dengan besar sampel sebanyak 44 responden. Pengumpulan data dengan kuesioner. Analisa data dalam bentuk deskriptif. Hasil; Hasil penelitian diperoleh data bahwa kecemasan keluarga pasien paling banyak adalah kategori kecemasan ringan sebanyak 16 responden (36,4%), kecemasan sedang sebanyak 12 responden (27,3%), tidak cemas sebanyak 9 responden (20,5%), kecemasan berat sebanyak 6 responden (13,6%) dan paling sedikit adalah panik sebanyak 1 responden (2,3%). Kesimpulan; Kecemasan keluarga pasien di ICU paling banyak adalah kategori ringan. 
HUBUNGAN PEMBERIAN INFORMASI PENYAKIT JANTUNG TERHADAP KECEMASAN KELUARGA PASIEN DI RUANG ICU RUMAH SAKIT MARDI RAHAYU KUDUS Sudarsih; Biyanti Dwi Winarsih; Heriyanti Widyaningsih
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 7 No. 1 (2022): THE SHINE CAHAYA DUNIA - S1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/

Abstract

Latar Belakang; Pelayanan di ruang ICU diberikan kepada pasien dengan kondisi kritis yang membutuhkan pelayanan, pengobatan dan observasi secara ketat. Selama menjalani keperawatan kritis (ICU), pasien dan anggota keluarga mempunyai beban mental emosional berbeda. Kecemasan terjadi sebagai respon emosional ketika pasien atau keluarga merasakan ketakutan, yang diikuti beberapa tanda dan gejala. Kecemasan timbul karena kurangnya informasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemberian informasi penyakit jantung terhadap kecemasan keluarga pasien di Ruang ICU Rumah Sakit Mardi RahayuKudus. Metode; Jenis penelitian bersifat korelasi dengan desain cross sectional. Populasi penelitian ini adalah keluarga pasien yang dirawat di ICU RS Mardi Rahayu Kudus. Teknik sampling dengan purposive sampling sehingga besar sampel sebanyak 27 responden. Pengumpulan data dengan kuesioner. Analisa data secara statistik dengan uji Chi Square. Hasil; Hasil analisa Chi Square mendapatkan nilai p 0,002. Kesimpulan; Terdapat hubungan antara pemberian informasi penyakit jantung dengan tingkat kecemasan keluarga di Ruang ICU Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus  
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN KEPATUHAN MEMAKAI MASKER PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI DESA PUTATSARI KECAMATAN GROBOGAN Mika Agustiana; Meity Mulya Susanti; Fitriani
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 7 No. 1 (2022): THE SHINE CAHAYA DUNIA - S1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/

Abstract

Latar Belakang; Tahun 2021 kasus terkonfirmasi positif covid-19 sebanyak 116.521.281 diseluruh dunia dengan jumlah kematian 2.589.548. Di Indonesia terkonfirmasi positif covid-19 1.410.134 dengan jumlah kematian 34.229. Jawa tengah sebanyak 171.146 dengan jumlah kematian 10.799, Grobogan sebanyak 2686 dengan jumlah kematian 47 kasusPutatsari sebanyak 20 kasus. Kurangnya pengetahuan terhadap penularan dan pencegahan penyakit covid-19 menjadi salah satu alasan yang sering digunakan masyarakat untuk tidak mematuhi protokol kesehatan. Kurangnya pengetahuan dan kepatuhan terhadap protokolkesehatan (memakai masker) dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya tingkapendidikan, usia, motivasi masyarakat, sikap masyarakat terhadap penularan covid-19.Metodologi; desain yang digunakan pada penelitian ini case control design dengan pendekatan retrospektif. Teknik sampling menggunakan purposive sampling dengan jumlah responden 70 respondenHasil; Berdasarkan analisis menggunakan komputerisasi dengan hasil Chi Squarehubungan tingkat pengetahuan dengan kepatuhan memakai masker pada masa pandemcovid-19 di Desa Putatsari Kecamatan Grobogan, mendapatkan hasil p value sebesar 0.007 ≤  a (0.05). OR 4.333.Kesimpulan Terdapat hubungan tingkat pengetahuan dengan kepatuhan memakai masker pada masa pandemi covid-19 di Desa Putatsari Kecamatan Grobogan dengan nilai p value0.007.
PENGUATAN STRUKTUR PERAN KELUARGA DALAM VAKSIN BOSTER COVID-19 MELALUI INTERPERSONAL RELATIONS DAN GENDER MAINSTREM DENGAN METODE HILDEGARD PEPLAU Sutiyono
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 7 No. 1 (2022): THE SHINE CAHAYA DUNIA - S1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/

Abstract

Latar Belakang; Kabupaten Grobogan merupakan salah satu kabupaten yang terdampak dari pandemi Covid 19. Kasus Covid 19 di Kabupaten Grobogan yang sembuh dari covid 19 sebanyak 437 kasus. Kasus orang dengan perawatan 37 orang, 21 orang pasien dalam pelaksanaan isolasi mandiri. Salah satu upaya yang bisa dilaksanakan dengan vaksinasi.Upaya untuk meningkatkan vaksin dengan tindakan Interpersonal Relations Dan Gender Mainstream dengan Metode Hildegard Peplau dalam vaksin boster covid 19.Metodologi; Pendekatan dalam penelitian ini adalah eksperimen semu (quasi experiment), dan rancangan yang digunakan adalah pre post test design. Analisis dengan Uji Tberpasangan dengan uji Wilcoxon. AnalisisMultivariat menggunakan Multivariat Analysis of Variance atauMANOVA. Hasil; Berdasarkan hasil statistic didapatkan ada pengaruh tindakan Interpersonal Relations dan Gender Mainstream dengan Metode Hildegard Peplau dalam vaksin boster dengan p value 0,0021 dan ada pengaruh Gender Mainstream dalam memberikan dukungan kegiatan vaksin boster sebesar 0,043. Sedangkan factor yang mempengaruhi dalam vaksin bosterdalam Interpersonal Relations Dan Gender Mainstream komunikasi (0,0064), metode pendekatan keluarga (0,045), kepedulian keluarga (0,0001) Sedangkan dalam factor Gender Mainstream yang dilakukan yang paling mempengaruhi adalah peran keluarga dengan p value 0,0001.Kesimpulan; Terdapat pengaruh tindakan Interpersonal Relations Dan Gender Mainstream dengan Metode Hildegard Peplau dalam vaksin boster.
GAMBARAN KUNJUNGAN LANSIA PENDERITA HIPERTENSI KE POSBINDU DI MASA PANDEMI COVID-19 Sugito
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 7 No. 1 (2022): THE SHINE CAHAYA DUNIA - S1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/

Abstract

Latar belakang; Pada masa pandemi Covid-19, lansia dan orang dengan penyakit penyerta merupakan salah satu kelompok yang sangat rentan terpapar virus Covid-19 (Kemenkes RI, 2020). Oleh karenanya, pemerintah melalui Kementrian Kesehatan menaruh perhatian serius dan khusus bagi mereka, pasalnya mereka berpotensi besar mengalami masalah klinis sehingga meningkatkan risiko kematian. Berdasarkan data yang dihimpun oleh Satuan Tugas Penanganan Covid-19 tahun 2020, dari total kasus yang terkonfirmasi positif Covid-19, sebanyak 1.488 pasien dengan penyakit penyerta. Dengan persentase terbanyak pasien dengan penyakit penyerta yaitu penyakit hipertensi 50,5 %, kemudian diikuti Diabetes Melitus 34,5 %,dan penyakit jantung 19,6 % (Kemenkes RI, 2020).Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian descriptive dengan metode pendekatan retrospektif. Populasi dari kunjungan lansia penderita hipertensi sebanyak 419 lansia. Dalam penelitian ini menggunakan  probability sampling, teknik pengambilan sampel dengan systematic random sampling sebanyak 200 responden.Hasil; Dari 200 lansia, total kunjungan lansia penderita hipertensi memiliki nilai rata-rata yaitu 6,35 yang mana berdasarkan kategori kunjungan lansia hipertensi ke Posbindu dimasa pandemi Covid-19 termasuk ke nilai < 7 yang artinya termasuk kategori kurang aktif.Kesimpulan; Meningkatkan kunjungan lansia penderita hipertensi ke Posbindu di masa pandemi Covid-19 yaitu dengan cara memberikan informasi. Pemberian informasi ini dapat dilakukan baik secara langsung melalui penyuluhan saat lansia melalukan kunjungan ke Posbindu ataupun melalui media massa.
PENGARUH METODE EASYMOVE TERHADAP NYERI PUNGGUNG PADA PERAWAT DI RUMAH SAKIT MARDI RAHAYU KUDUS Thomas Gilang Wijayanto; Galia Warda A; Sri Hartini
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 7 No. 2 (2022): THE SHINE CAHAYA DUNIA - S1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/

Abstract

Latar belakang; Nyeri Punggung Bawah (NPB) merupakan nyeri yang terlokalisasi didaerah lumbosacral. Perawat dalam melakukan pekerjaan memberikan asuhan pasien banyak menggunakan gerakan membungkuk dan memutar tubuh, khususnya di sekitar tulang punggung bawah, mengangkat benda berat, dan mentransfer pasien merupakan faktor risikoterbesar terkena low back pain. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan layanan kesehatan tersebut yaitu melalui nonfarmakologis dengan peregangan (stretching) serta mengatur mekanika tubuh menggunakan easymove. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuipengaruh metode easymove terhadap nyeri punggung pada perawat di Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus. Metode: Jenis penelitian Quasy Experimen dengan desain One group pretest posttest group design. Populasi penelitian ini adalah perawat ruang bedah dan ruang IRIN RS Mardi Rahayu Kudus yang mengalami nyeri punggung. Teknik sampling dengan total sampling sehingga besar sampel sebanyak 40 responden. Analisa data secara statistik dengan uji Wilcoxon. Hasil; Hasil analisa Wilcoxon didapatkan nilai p 0,000 yang berarti ada pengaruh metode easymove terhadap nyeri punggung pada perawat. Kesimpulan; Terdapat pengaruh metode easymove terhadap nyeri punggung pada perawat di Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN DIABETES MELITUS TIPE II : A LITERATUR REVIEW Nur Vera Kundarwi; Nurulistyawan Tri Purnanto; Wahyu Riniasih
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 7 No. 2 (2022): THE SHINE CAHAYA DUNIA - S1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/

Abstract

Latar Belakang; Diabetes Mellitus adalah sebuah penyakit metabolik yang ditandai dengan adannya peningkatan kadar gula darah akibat gangguan pada sekresi insulin. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui ketertaikan faktor pola makan, aktivitas fisik, keturunan, dan usia dengan kejadian diabetes mellitus tipe II.Metode: Pencarian menggunakan database Pubmeed, Science direct, Prouquest, SAGE journal, dan Google scholar didaptakan 170  jurnal Kriteria artikel antara tahun 2016-2021 dengan format pdf. Analisa data menggunakan analisa PICOT.Hasil: Faktor yang mempengaruhi kejadian diabetes mellitus meliputi Pola makan, aktivitas fisik, usia, dan keturunan. Faktor tersebut sangat berperan penting dalam penyebab terjadinya diabetes mellitus tipe II.Kesimpulan: Terdapat pengaruh faktor pola makan, aktivitas fisik, keturunan, dan usia terhadap kejadian diabetes mellitus tipe II.
GAMBARAN FUNGSI SEKSUAL WANITA MENOPAUSE USIA 40-60 TAHUN DI KOTA DENPASAR Ida Ayu Pangruating Diyu; Ni Wayan Erviana Puspita Dewi
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 7 No. 2 (2022): THE SHINE CAHAYA DUNIA - S1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/

Abstract

Latar Belakang: Disfungsi seksual pada wanita menopause menjadi isu penting dan apabila tidak ditangani dapat berdampak negative pada kualitas hidupnya. Namun masih sedikit informasi mengenai gambaran fungsi seksual khususnya di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran fungsi seksual pada wanita menopause usia 40-60 tahun.Metode Penelitian: Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif cross sectional study. Penelitian dilakukan di Kota Denpasar. Sampel penelitian ini berjumlah 254 wanita menopause usia 40-60 tahun yang masih aktif berhubungan seksual. Stages of Reproductive AgingWorkshop (STRAW+10) digunakan untuk mengklasifikasikan wanita menopause. Instrumen yang digunakan adalah instrument yang dirancang sendiri untuk mengetahui karakteristik responden dan kuesioner Female Sexual Function Index (FSFI) untuk fungsi seksual pada wanita menopause. Hasil: Hasil analisa data menunjukkan sebagian besar wanita menopause usia 40-60 tahun mengalami disfungsi seksual 78.7%. Berdasarkan domain seksual prevalensi gangguan dorongan seksual didapatkan sebesar 49.6%,  ganguan bangkitan seksual 70.5%, gangguan lubrikasi 62.6%,  gangguan orgasme 62.2% , gangguan kepuasan 74.0%, nyeri 33.1%. Kesimpulan:  Hampir sebagian besar wanita menopause mengalami disfungsi seksual dan prevalensinya meningkat seiring dengan meningkatnya frekuensi gangguan di masing-masing domain yang dirasakan. Konseling dan edukasi mengenai aktiftas seksual bagi wanita ketika memasuki masa menopause sangat diperlukan bagi wanita menopause.
HUBUNGAN KECEPATAN PERTOLONGAN PERTAMA KELUARGA PENDERITA HIPERTENSI DENGAN KEJADIAN STROKE PADA PENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH UPTD PUSKESMAS PURWODADI I Sutrisno; Christina Nur Widayati; Ulfa Rukhanah
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 7 No. 2 (2022): THE SHINE CAHAYA DUNIA - S1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/

Abstract

Latar belakang ; Di dunia penderita hipertensi mencapai 1,28 miliar jiwa, Afrika 27%, Malaysia 38%, Singapura 34,6%, Thailand 34,2%, Indonesia 34,1%, Jawa Tengah 12,9%, Jawa Timur 8,01%, Jawa Barat 9,67%, dan di Grobogan memiliki  446.996 penderita hipertensi.  Prevalensi stroke di dunia mencapai 13,7 juta, di Indonesia 10,9 per angka kejadian stroke tertinggi sebesar 14,7%, Papua 4,7% serta di Jawa Tengah 7,57%. Kejadian stroke pada penderita hipertensi dapat diminimalisir dengan kecepatan pertolongan pertama yang dilakukan oleh keluarga penderita hipertensi untuk membawa ke pelayanan kesehatan sesuai golden time periode (≤ 3 jam). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kecepatan pertolongan pertama keluarga penderita hipertensi dengan kejadian stroke pada penderita hipertensi. Metodologi ; Rancangan penelitian case control dengan pendekatan retrospektif. Teknik sampling yang digunakan yaitu total sampling. Responden yang diteliti sebanyak 44 orang yaitu keluarga dari penderita hipertensi yang mengalami stroke dan yang tidak mengalami stroke. Analisis data menggunakan Chi Square Test. Hasil ; Analisis bivariat menunjukkan ada hubungan kecepatan pertolongan pertama keluarga penderita hipertensi dengan kejadian stroke pada penderita hipertensi dengan p value=0,000<α=0,05 dengan odds ratio sebesar 0,005.Kesimpulan : Ada hubungan kecepatan pertolongan pertama keluarga penderita hipertensi dengan kejadian stroke pada penderita hipertensi dengan hasil p value = 0,000<a=0,05 serta odds ratio sebesar 0,005 artinya kecepatan keluarga dalam membawa pasien hipertensi 0,005 kali penderita hipertensi tidak mengalami stroke.

Page 11 of 15 | Total Record : 141