cover
Contact Name
LPPM UNAN
Contact Email
lppm@unan.ac.id
Phone
+6282241418157
Journal Mail Official
lppm@unan.ac.id
Editorial Address
https://tscs1kep.ejournal.unan.ac.id/index.php/1/about/editorialTeam
Location
Kab. grobogan,
Jawa tengah
INDONESIA
THE SHINE CAHAYA DUNIA S-1 KEPERAWATAN
Published by Universitas An Nuur
ISSN : 25032445     EISSN : 27750345     DOI : https://doi.org/10.35720/
Core Subject :
Focus and Scope The journal includes various fields of nursings sciences such as: Health Children Nursing, Nursing Management, Medical Surgical Nursing, Maternity Nursing, Psiciatric Nursing, Community Nursing, Gerontology Nursing, Emergency Nursing, Family Nursing.
Arjuna Subject : -
Articles 141 Documents
HUBUNGAN PEMBERIAN IMUNISASI DENGAN KIPI (KEJADIAN IKUTAN PASCA IMUNISASI) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WIROSARI II Yesita Ragil Kusumaningrum; Christina Nur Widayati; Rahmawati
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 8 No. 2 (2023): THE SHINE CAHAYA DUNIA - S1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/

Abstract

Latar Belakang: Imunisasi merupakan suatu upaya untuk meningkatkan system kekebalan tubuh anak secara aktif terhadap suatu penyakit (Hadianti et al., 2015). Salah satu kejadian yang dikeluhan pasca imunisasi yaitu  KIPI atau disebut juga dengan kejadian ikutan pasca imunisasi. KIPI merupakan suatu kejadian sakit atau bahkan kematian yang terjadi denganrentang waktu satu bulan pasca imunisasi. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar pada tahun 2013 di Indonesia kejadian KIPI sebanyak 91,3 anak atau 33,4%, dengan gejala kemerahan sebayak 20,6%, Bengkak sebanyak 22,02%,bekas infeksi 6% dan demam tinggi 6,8% (Sari et al., 2018).Metode: bentuk penelitian ini yaitu korelasi dengan pendekatan Kohort. Populasi dalam penelitian ini ibu yang mengikuti program posyandu balita di desa Karangasem yaitu sejumlah 30 responden. Sedangkan  sampel dalam penelitian berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi yaitu sebanyak 28 responden. Hasil: Dengan menggunakan uji Fisher didapatkan hasil nilai sig 0.01 atau <0.05 maka artinya  Ada korelasi variable yang dihubungkan yaitu antara pemberian imunisasi dengan kejadian demam di Desa Karangasem Kecamatan Wirosari. Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian terdapat hubungan antara pemberian imunisasi dengan kejadian demam di Desa Karangasem Kecamatan Wirosari.
PENGARUH PERMAINAN PLAY DOUGH  DENGAN PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS ANAK  USIA PRASEKOLAH DI PAUD dan TK DAARULQURAN NGURANGAN Fitriani; Yuwanti
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 8 No. 2 (2023): THE SHINE CAHAYA DUNIA - S1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/

Abstract

Latar Belakang; Perkembangan motorik halus merupakan pengendalian gerak tubuh yang melibatkan otot-otot halus dan gerakannya membutuhkan koordinasi mata, otot dan saraf.Untuk mengatasi keterlambatan motorik halus dapat diberikan stimulasi meronce karena dengan kegiatan meronce memerlukan koordinasi antara otot halus dan mata sehingga dapat menstimulasi ketangkasan jari-jemari.Metode; Penelitian ini menggunakan desain quasy eksperiment dengan pendekatan nonequivalent control group design, teknik pengambilan sampel dengan sampling kuota. Populasi dalam penelitian ini adalah anak usia prasekolah di TK Daarul Quran Ngurangan, sampel masing-masing berjumlah 18 responden sebagai kelompok eksperimen dan kelompokkontrol.Hasil; Hasil uji wilcoxon didapatkan hasil Sig. (2-tailed) 0,001 yang menunjukkan Sig. <0,05 yang artinya Ha diterima Ho ditolak. Artinya ada pengaruh meronce manik-manik dengan perkembangan motorik halus anak usia prasekolah di TK Daarul Quran Ngurangan.Kesimpulan; adanya pengaruh permainan playdough dengan perkembangan motorik halus anak usia prasekolah di TK Daarul Quran Ngurangan.
EFEKTIVITAS RENDAM HANGAT JAHE MERAH DAN KOMPRES HANGAT JAHE MERAH TERHADAP NYERI SENDI RHEUMATOID ARTHRITIS PADA LANSIA DI DESA KALIMARO Restiana Antonia Putri; Wahyu Riniasih; Noni Widiawatie
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 8 No. 2 (2023): THE SHINE CAHAYA DUNIA - S1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/

Abstract

Latar Belakang: Rhematoid Arthritis merupakan penyakit nyeri sendi  pada lansia yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Tanda gejala meliputi rasa kaku atau pegal pada pagi hari kemudiaan timbul rasa nyeri pada sendi dimalam hari nyeri tersebut terjadi secara terus menerus. Dampak jangka panjang yang bisa terjadi akibat Rhematoid Arthritis, di antaranyaperadangan pada pembulu darah, mata, jantung, dan paru-paru, kerusakan pada sendi. Terapi non-farmakologis  lebih aman digunakan karena efek samping yang ditimbulkan lebih rendah dibandingkan dengan obat-obatan karena terapi non-farmakologis menggunakan proses fisiologis, oleh karena itu untuk mengurangi tingkat nyeri dengan pengobatan non farmakologi salah satunya menggunakan  terapi rendam jahe merah dan kompres hangat jahe.Metode: Penelitian kuantitantif dengan metode pendekatan yang digunakan peneliti yaitu quasy eksperimental. Desain penelitian yang digunakan Two group pre test dan post test with control design, Teknik sempling yang digunakan adalah random Sampling dengan 46responden. Hasil: Dari hasil diatas menunjukkan kelompok eksperimen bahwa data didapatkan nilai p value 0,000 dan hasil dari kelompok kontrol 0,002 dikarenakan <0,05 maka Ha diterima, Ho ditolak, yang artinya ada keefektivitasan rendam jahe merah dan kompres hangat jahe merahterhadap nyeri rheumatoid arthritis. Kesimpulan: Rendam hangat jahe merah dan kompres hangat jahe merah efektivitas terhadap nyeri sendi rheumatoid arthritis.
EFEKTIFITAS MASSAGE DENGAN MINYAK ZAITUN (OLIVE OIL) DAN VIRGIN COCONUT OIL (VCO) TERHADAP PENCEGAHAN DEKUBITUS PADA PASIEN STROKE DI RSUD SUNAN KALIJAGA DEMAK Christina Nur Widayati; Yesita Ragil Kusumaningrum; Rahmawati
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 8 No. 2 (2023): THE SHINE CAHAYA DUNIA - S1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/

Abstract

Latar Belakang: Stroke, atau cidera serebrovaskular (CVA), adalah kehilangan fungsi otak yang diakibatkan oleh berhentinya suplai darah ke bagian otak. Dekubitus merupakan masalah akut yang terus menerus dan situasi perawatan pemulihan pada stroke. Upaya pencegahan terjadinya luka tekan dilakukan sedini mungkin sejak pasien teridentifikasi berisiko mengalami luka tekan. Penggunaan pelembab untuk mencegah luka tekan diyakini akan mampu memberikan perlindungan terhadap kulit dari kerusakan. Selain VCO yang kaya akan manfaat bagi kesehatan minyak zaitun (olive oil) juga memiliki banyak manfaat, salah satunya adalah perawatan kulit (menjaga kelembaban).Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre experiment designs atau rancangan pra eksperimen yang seringkali dipandang sebagai eksperimen yang tidak sebenarnya, sering juga disebut quasi experimen.Dengan pendekatanpost test only design/one shot case study. Penggunaan sampel menggunakan nonprobability sampling (non random sampling)Hasil: Didapatkan hasil uji beda minyak zaitun (Olive Oil) dan Virgin Coconut Oil (VCO) terhadap pencegahan dekubitus pada pasien stroke di RSUD Sunan Kalijga Demak diketahui nilai Z (-1.734) artinya bahwa semua data post test, minyak zaitun (Olive Oil) dan Virgin Coconut Oil (VCO)  berdasarkan uji Shapiro Wilk tidak memenuhi syarat kenormalan data.Jadi dapat disimpulkan bahwa data tersebut berdistribusi tidak normal. dan value (0,83) > sig.0,05. Dari hasil tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa tidak terdapat perpedaan efektifitas antara minyak zaitun  (Olive Oil) dan VirginCoconut Oil (VCO) terhadap pencegahan dekubitus pada pasien stroke.Kesimpulan: Secara signifikansi perbedaan efektifitas minyak zaitun dan Virgin Coconut Oil (VCO) terhadap proses pencegahan dekubitus pada pasien stroke dapat dikatakan tidak bermakna.
HUBUNGAN SELF CARE DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN PASKA STROKE NON HEMORAGIK DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GODONG 1 Novita Priya Permatasari; Sutrisno; Mika Agustiana
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 8 No. 2 (2023): THE SHINE CAHAYA DUNIA - S1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/

Abstract

Latar Belakang: Stroke Association (2018) sebanyak 6,24 juta kematian di dunia diakibatkan oleh stroke menempati posisi kedua penyebab kematian. Riskesdas (2018) berdasarkan diagnosis dokter pada penduduk umur ≥15 tahun sebesar 10,9% atau diperkirakan sebanyak 2.210.362 orang. Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah (2019) mengeluarkan data bahwa Kabupaten Grobogan pada tahun 2019 pasien stroke sebanyak 177kasus yang terdiri dari stroke hemoragik sebanyak 10 dan stroke non hemoragik sebanyak 167 kasus. Gangguan kognitif pada pasien stroke dapat memperngaruhi institusionalisasi, kecacatan, peningkatan angka kematian dan kualitas hidup. Dampak positif self care pada pasien stroke yaitu dapat meningkatkan aktivitas sehari-hari, mempermudah kolaborasi, dan meningkatkan kualitas hidup sebesar 95% dibandingkan dengan perawatan biasa.Metode: Penelitian menggunakan desain comparasi non experiment (case control). Teknik sampling adalah non probability sampling, sampel yang digunakan dalam penelitian sebanyak 48 pasien stroke non hemoragik.Hasil: Uji chi-square didapatkan hasil dengan nilai p-value sebesar (0,000) <α (0,05).Kesimpulan: Ada hubungan self care dengan kualitas hidup pasien paska stroke non hemoragik di wilayah kerja Puskesmas Godong 1.
PENGARUH PENDIDIKAN CARING TERHADAP PERKEMBANGAN PERILAKU CARING PADA MAHASISWA KEPERAWATAN Galih Priambodo; Saelan; Diyanah Syolihan Rinjani Putri; Dimas Ria Angga Pribadi
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 11 No. 01 (2026): THE SHINE CAHAYA DUNIA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/

Abstract

Latar Belakang Perilaku caring merupakan inti dari profesi keperawatan yang menentukan kualitas interaksi perawat–pasien serta mutu pelayanan kesehatan. Namun, terdapat kesenjangan antara pemahaman teori dan penerapan praktik, terutama pada mahasiswa keperawatan pemula. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas program pendidikan caring terstruktur dalam meningkatkan perkembangan perilaku caring pada mahasiswa keperawatan semester dua. Metode: Penelitian kuasi-eksperimental ini menggunakan teknik accidental sampling dengan melibatkan 40 mahasiswa keperawatan Universitas Kusuma Husada Surakarta. Partisipan dibagi secara merata menjadi kelompok eksperimen (n=20) yang menerima intervensi berupa pelatihan caring selama dua hari, dan kelompok kontrol (n=20) tanpa intervensi. Perilaku caring diukur menggunakan instrumen terstandar Caring Behavior Inventory-24 (CBI-24). Analisis data dilakukan dengan uji Mann–Whitney U karena distribusi data tidak normal. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan perilaku caring pada mahasiswa yang mendapat intervensi. Kelompok eksperimen memiliki skor rata-rata CBI-24 yang lebih tinggi (119,15 ± 0,875) dibandingkan kelompok kontrol (91,70 ± 11,425), dengan perbedaan bermakna secara statistik (Z = -4,816, p < 0,001). Kesimpulan: Program pendidikan caring terstruktur terbukti efektif dalam meningkatkan perilaku caring mahasiswa keperawatan serta berpotensi menjembatani kesenjangan teori dan praktik. Integrasi pendidikan caring ke dalam kurikulum inti keperawatan sangat direkomendasikan untuk menumbuhkan kompetensi empatik, mendorong asuhan holistik, dan meningkatkan standar profesional keperawatan.
HUBUNGAN PENGETAHUAN SISWA TENTANG TINDAKAN PERTOLONGAN PERTAMA DENGAN KEPERCAYAAN DIRI DALAM KEJADIAN CEDERAOTOT DI SMK MA’ARIF NU 2 AJIBARANG Kartika Sari; Nurul Fatwati Fitriana
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 11 No. 01 (2026): THE SHINE CAHAYA DUNIA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/

Abstract

Latar belakang:  Cedera otot merupakan salah satu jenis cedera yang sering terjadi, terutama pada aktivitas fisik di lingkungan sekolah. Penanganan yang tepat memerlukan pengetahuan dan kepercayaan diri yang memadai. Namun, kurangnya pengalaman langsung sering kali menjadi kendala utama bagi siswa dalam menangani situasi kegawatdaruratan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan siswa tentang tindakan pertolongan pertama cedera otot dengan kepercayaan diri. Metode:  Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Responden adalah 50 siswa kelas XI SMK Ma’arif NU 2 Ajibarang, dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan dan kuesioner kepercayaan diri. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi spearman. Hasil:  Sebanyak 94% siswa memiliki tingkat pengetahuan sedang tentang tindakan pertolongan pertama, dan 74% siswa memiliki tingkat kepercayaan diri sedang. Analisis statistik menunjukkan hubungan positif signifikan antara pengetahuan siswa tentang tindakan pertolongan pertama dengan kepercayaan diri mereka (r = 0,325, p = 0,021). Kesimpulan:  Semakin tinggi tingkat pengetahuan siswa, semakin tinggi pula kepercayaan diri mereka dalam menangani cedera otot. Disarankan adanya pelatihan berbasis praktik untuk meningkatkan kemampuan dan kepercayaan diri siswa.
HUBUNGAN SENAM HAMIL DENGAN KECEMASAN IBU HAMIL DALAM MENGHADAPI PERSALINAN DI PMB Y Dian Shofia Reny Setyanti; Ayu Trisni Pamilih
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 11 No. 01 (2026): THE SHINE CAHAYA DUNIA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/

Abstract

Latar belakang:  Kehamilan dan persalinan merupakan suatu proses yang alami dan menimbulkan rasa sakit. Rasa sakit ini akan menimbulkan ketegangan dan kepanikan yang bisa menyebabkan otot kaku yang akhirnya akan menyebabkan rasa sakit dan takut. Kecemasan pada kehamilan cenderung terjadi pada ibu primigravida yang disebabkan oleh kehamilannya, serta proses persalinan oleh karena belum pernah mengalami hal yang serupa. Salah satu cara untuk mengurangi kecemasan pada ibu hamil adalah dengan melakukan senam hamil. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan senam hamil dengan kecemasan ibu hamil primigravida dalam menghadapi persalinan di PMB Y. Metode:  Jenis penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan rancangan studi cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil primigravida trimester III yang berkunjung di PMB Y dari bulan Desember 2025 – Maret 2026 sebanyak 44 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode total sampling. Hasil:  Hasil penelitian didapatkan distribusi frekuensi sebagian besar responden tidak mengikuti senam hamil sebanyak 28 responden (63,6%), sebagian besar responden mengalami kecemasan sedang sebanyak 19 responden (43,2%). Hasil uji statistik didapatkan nilai p.value = 0,003 yang artinya ada hubungan senam hamil dengan kecemasan ibu hamil primigravida dalam menghadapi persalinan di PMB Y. Kesimpulan:  Ada hubungan senam hamil dengan kecemasan ibu hamil primigravida dalam menghadapi persalinan di PMB Y. Saran diharapkan tenaga kesehatan untuk secara aktif mengedukasi ibu hamil tentang manfaat senam hamil, mengintegrasikannya dalam program ANC, serta memberikan pendampingan psikologis untuk mengelola kecemasan secara holistik melalui kelas senam hamil terjadwal dan konseling persalinan
ANALISIS FAMILY EMPOWERMENT DALAM PENANGANAN SPEECH DELAY PADA ANAK DI RSUP DR WAHIDIN SUDIROHUSODO MAKASSAR Riswan; Hanafi K
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 11 No. 01 (2026): THE SHINE CAHAYA DUNIA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/

Abstract

Latar Belakang: Speech delay adalah gangguan perkembangan yang membuat anak terlambat dalam kemampuan komunikasi verbal dibandingkan usianya. Kondisi ini sering dipengaruhi oleh kurangnya stimulasi dan tingginya paparan screen time, sehingga anak kesulitan berbicara jelas, memahami bahasa, dan menyusun kata. Speech delay dapat berdampak jangka panjang pada kesehatan mental, sosial, dan akademik. Secara global, sekitar 5–10% anak prasekolah mengalaminya, dengan angka di Indonesia diperkirakan 5–20% dan bervariasi tergantung berbagai faktor. Tujuan : Untuk mengurai akar masalah penyebab speech delay pada anak di Kota Makassar, mencari faktor pendukung dan penghambat yang dirasakan keluarga dengan menggunakan pendekatan family empowerment dalam penanganan speech delay pada anak, bagaimana hasil intervensi menggunakan pendekatan family empowerment melalui edukasi dan pelatihan terapi wicara, menganalisis perkembangan anak speech delay sebelum dan setelah intervensi melalui pendekatan family empowermen, bagaimana merancang model Problem solving menggunakan pendekatan family empowerment dalam penanganan speech delay pada anak di Kota Makassar Metodologi; Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Mixed Method Exploratory, yakni metode yang pada tahap awal penelitian menggunakan metode kualitatif dan tahap berikutnya menggunakan metode kuantitatif. Pencampuran data kedua metode bersifat connecting (menyambung) antara hasil penelitian pertama dan berikutnya Hasil: Penelitian ini bertujuan untuk untuk merancang Recommended Model Problem solving menggunakan pendekatan Family empowerment dalam penanganan speech delay pada anak di Kota Makassar. Kesimpulan : Penelitian ini dapat mengetahui penanganan perkembangan permasalahan speech delay pada anak melalui analisis akar masalah dan faktor pendukung penghambat berdasarkan pendekatan dukungan keluarga menggunakan metode Participation Action Riset (PAR) dapat diterapkan baik dikalangan keluarga sendiri maupun di pelayanan kesehatan serta memberikan wawasan tentang pendekatan terapi atau intervensi yang efektif dalam membantu anak-anak mengatasi keterlambatan bicara, merancang program intervensi yang lebih efektif baik dalam bentuk terapi wicara, intervensi keluarga, atau metode pendukung lainnya.
HUBUNGAN RESPON TIME PERAWAT DENGAN KEPUASAN KELUARGA PASIEN DI RUANG INSTALASI GAWAT DARURAT Uswatun Hasanah; Nurul Fatwati Fitriana
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 11 No. 01 (2026): THE SHINE CAHAYA DUNIA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/

Abstract

Latar belakang:  Instalasi Gawat Darurat (IGD) merupakan unit pelayanan rumah sakit yang berfungsi memberikan pertolongan pertama berdasarkan sistem triase sesuai kondisi pasien. Kecepatan dalam penanganan pasien, yang dikenal sebagai response time, menjadi indikator penting dalam layanan IGD, dengan standar waktu tanggap kurang dari 5 menit. Respon time perawat yang cepat sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pertolongan serta tingkat kepuasan keluarga pasien, di mana kepuasan keluarga menjadi salah satu indikator utama kualitas pelayanan kesehatan di IGD. Tujuan penelitian untuk Mengetahui hubungan respon time perawat dengan kepuasan keluarga pasien di ruang instalasi gawat darurat di Rumah Sakit Islam Purwokerto Metode:  Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Jumlah sampel 94 orang. Pengumpulan data menggunakan kuisioner dan lembar observasi respon time perawat. Analisis data menggunakan uji Sommers’d Hasil:  Hasil penelitian pada respon time perawat IGD Rumah Sakit Islam Purwokerto adalah cepat (86.2%) dan lambat (13.8%). Kepuasan keluarga pasien menunjukan puas (84.0%), cukup puas (12.8%), tidak puas (3.2%). Hasil uji korelasi Somers’ d menunjukan bahwa ada hubungan positif kuat antara respon time perawat dengan kepuasan keluarga pasien (Somers’d = 0,635; P = 0,001) Kesimpulan:  Terdapat korelasi positif yang kuat dan signifikan secara statistik antara waktu respon perawat dengan tingkat kepuasan keluarga pasien di Unit Gawat Darurat.