cover
Contact Name
LPPM UNAN
Contact Email
lppm@unan.ac.id
Phone
+6282241418157
Journal Mail Official
lppm@unan.ac.id
Editorial Address
https://tscs1kep.ejournal.unan.ac.id/index.php/1/about/editorialTeam
Location
Kab. grobogan,
Jawa tengah
INDONESIA
THE SHINE CAHAYA DUNIA S-1 KEPERAWATAN
Published by Universitas An Nuur
ISSN : 25032445     EISSN : 27750345     DOI : https://doi.org/10.35720/
Core Subject :
Focus and Scope The journal includes various fields of nursings sciences such as: Health Children Nursing, Nursing Management, Medical Surgical Nursing, Maternity Nursing, Psiciatric Nursing, Community Nursing, Gerontology Nursing, Emergency Nursing, Family Nursing.
Arjuna Subject : -
Articles 141 Documents
ANALISIS PERBEDAAN GENDER TERHADAP KARAKTERISTIK PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIK NON-DIALISIS Ni Wayan Kesari Dharmapatni; I Kadek Budi Adnyana
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 11 No. 01 (2026): THE SHINE CAHAYA DUNIA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/

Abstract

Latar belakang: Penyakit ginjal kronik (PGK) merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat. Perbedaan gender berperan dalam karakteristik klinis dan gaya hidup pasien PGK, namun bukti pada pasien PGK non-dialisis masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan gender tehadap karakteristik pada pasien PGK non-dialisis. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian terdiri dari 165 pasien PGK non-dialisis yang dipilih menggunakan teknik convenience sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner demografi, International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) dan Modified Food Frequency Questionnaire (FFQ). Data klinis dan laboratorium diperoleh dari rekam medis satu bulan terakhir. Seluruh data dianalisis menggunakan SPSS dengan uji univariat. Hasil: Mayoritas responden adalah laki-laki (67,3%). Sebagian besar responden berada pada kelompok usia dewasa dan lansia. Mayoritas responden memiliki indeks massa tubuh normal, pola makan tidak sehat, dan aktivitas fisik ringan. Sebagian besar responden memiliki satu penyakit penyerta. Pada parameter klinis, mayoritas responden berada pada kategori tekanan darah ≥140/≥90 mmHg, kadar gula darah sewaktu normal, kadar hemoglobin rendah, serta laju fitrasi glomerulus 30–59 mL/menit/1,73 m², dengan dominasi responden laki-laki. Kesimpulan: Mayoritas pasien PGK non-dialisis adalah laki-laki dan menunjukkan karakteristik klinis serta gaya hidup yang kurang baik. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan berbasis gender dalam penatalaksanaan PGK non-dialisis
PENGARUH METODE INDEKS CARD MATCH TERHADAP PENGETAHUAN KADER KESEHATAN TENTANG TANDA BAHAYA KEHAMILAN Ayu Trisni Pamilih; Dian Shofia Reny Setyanti
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 11 No. 01 (2026): THE SHINE CAHAYA DUNIA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/

Abstract

Latar belakang: Tidak semua kader kesehatan memiliki pengetahuan baik tentang tanda bahaya kehamilan. Hal ini diperkuat dengan wawancara yang dilakukan kepada Bidan bahwa pengetahuan tentang tanda bahaya kehamilan sudah pernah disampaikan kepada kader dengan menggunakan metode ceramah. Dalam program P4K peran kader adalah membantu bidan memberikan penyuluhan mengenai tanda bahaya kehamilan, maka dari itu semua kader kesehatan harus paham tentang tanda bahaya kehamilan. Penelitian ini untuk megetahui pengaruh metode indeks card match terhadap pengetahuan kader kesehatan tentang tanda bahaya kehamilan. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen dengan pendekatan One Group Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian ini sebanyak 30 kader kesehatan dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji wilcoxon. Hasil: Pengetahuan responden sebelum diberikan metode indeks card match sebagian besar berpengetahuan cukup yaitu sebanyak 18 orang (60%), pengetahuan responden setelah diberikan metode indeks card match sebagian besar berpengetahuan baik yaitu sebanyak 17 orang (56,75). Hasil uji wilcoxondiperoleh nilai z : 2,40;p-value = 0,016. Kesimpulan: Ada pengaruh metode indeks card match terhadap pengetahuan kader kesehatan tentang tanda bahaya kehamilan.
PENGARUH KOMPRES HANGAT TERHADAP INTENSITAS NYERI PERSALINAN KALA I FASE AKTIF DI PMB X Nurhayani; Salwa Annisaa
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 11 No. 01 (2026): THE SHINE CAHAYA DUNIA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/

Abstract

Latar Belakang: Persalinan normal ditandai oleh kontraksi rahim yang menyebabkan penipisan dan pembukaan serviks serta mendorong janin keluar melalui jalan lahir, sehingga menimbulkan nyeri pada ibu. Nyeri persalinan berasal dari kontraksi otot rahim (his) yang membantu membuka serviks dan mendorong janin ke bawah. Intensitas nyeri yang dirasakan setiap ibu berbeda-beda dan dapat menimbulkan stres bila tidak teratasi. Metode: Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh kompres hangat terhadap intensitas nyeri persalinan kala I fase aktif di PBM X. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi experiment dan rancangan one group pretest-posttest. Skala nyeri diukur sebelum dan sesudah pemberian kompres hangat pada ibu bersalin kala I fase aktif. Populasi penelitian berjumlah 32 ibu bersalin normal di PBM X, dengan sampel sebanyak 30 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil: Berdasarkan hasil uji statistik Wilcoxon untuk mengetaui pengaruh kompres hangat terhadap intensitas nyeri sebelum dan sesudah diberikan kompres hangat. Dapat diketahui terdapat 3 responden mengalami nyeri ringan (1-3), setelah di kompres hangat 3 responden tetap mengalami nyeri ringan (1-3). Terdapat 12 responden mengalami nyeri sedang (4-6) sebelum diberikan kompres hangat, setelah diberikan kompres hangat 7 responden menjadi nyeri ringan (1-3), dan 5 responden tetap nyeri sedang (4-6). Terdapat 13 responden mengalami nyeri berat (7-9) sebelum diberikan kompres hangat, setelah diberikan kompres hangat 3 responden menjadi nyeri ringan (1-3) dan 10 responden menjadi nyeri sedang (4-6). Selain itu, terdapat 2 responden mengalami nyeri hebat (10) sebelum diberikan kompres hangat, setelah diberikan kompres hangat 1 responden menjadi nyeri sedang (4-6) dan 1 responden menjadi nyeri berat (7-9). Hasil uji statistik diperoleh nilai ρ value 0,000 (ρ < 0,05). Kesimpulan: Dapat disimpulkan berdasarkan hasil uji statistik Wilcoxon menunjukkan nilai ρ value ≤ 0,05 maka ada pengaruh pemberian kompres hangat terhadap intensitas nyeri pada ibu bersalin kala I fase aktif di PBM X
META-ANALISIS PENGARUH KONSUMSI MAKANAN CEPAT SAJI TERHADAP KEJADIAN OBESITAS PADA REMAJA Salwa Annisaa; Nurhayani
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 11 No. 01 (2026): THE SHINE CAHAYA DUNIA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/

Abstract

Latar belakang:  Obesitas kini berada pada tingkat yang mengkhawatirkan secara global dan telah menjadi persoalan kesehatan masyarakat yang serius. Pada remaja, obesitas dapat menimbulkan dampak fisik maupun psikologis yang signifikan dan berpotensi berlanjut hingga masa dewasa. Peningkatan prevalensi obesitas pada remaja dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan, seperti genetik, kondisi fisiologis dan metabolik, aspek psikologis, status sosial ekonomi, gaya hidup, serta budaya. Namun, secara umum kondisi ini berkaitan erat dengan kebiasaan mengonsumsi makanan berenergi tinggi melebihi kebutuhan tubuh. Penelitian oleh Puhl & Heuer (2009) menunjukkan bahwa individu obesitas sering mengalami diskriminasi dalam bidang pekerjaan, pelayanan kesehatan, dan hubungan sosial. Namun demikian, dalam beberapa tahun terakhir belum banyak ditemukan kajian systematic review dan meta-analisis yang secara khusus mengulas hubungan antara konsumsi makanan siap saji dengan kejadian obesitas pada kelompok usia tersebut. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk melakukan systematic review dan meta-analisis terhadap berbagai penelitian yang membahas obesitas pada remaja yang dikaitkan dengan kebiasaan konsumsi makanan cepat saji. Metode:  Penelitian ini merupakan systematic review dan meta-analisis, penelitian ini dilakukan pada bulan Desember tahun 2024 dengan mencari, menelaah, mengidentifikasi dan menyeleksi data primer dari penelitian observasional sebelumnya yang berada dalam kurun waktu 2013-2023, dengan lama pencarian studi akan dilakukan maksimal 1 bulan. Data penelitian dicari dari beberapa sumber database diantaranya yaitu Pubmed, Google Schoolar, Science Direct dan Springer Link Hasil: Interprestasi hasil dari proses meta-analisis pengaruh makanan cepat saji terhadap obesitas dapat dilihat melalui forest plot. Dari hasil forest plot  diketahui bahwa terdapat heterogenitas tinggi (I2=70% p= 0.002) maka analisis daya forest plot menggunakan random effect model. Hasil analisis menunjukkan adanya pengaruh makanan cepat saji ≥ 3 hari/minggu beresiko terhadap obesitas 2.74 kali dibandingkan makanan cepat saji < 3 hari/minggu (aOR=2.74 ; CI 95%=1.77-4.25; p= 0.002). Kesimpulan: Mengkonsumsi makanan cepat saji dalam frekuensi yang sering (≥ 3 kali/minggu) berpengaruh meningkatkan kejadian obesitas pada anak dan remaja
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU HAMIL DENGAN KEJADIAN ANEMIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TILANGO KECAMATAN TILANGO Harismayanti; Ani Retni; Zuriati Muhamad; Nurmila Abas
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 11 No. 01 (2026): THE SHINE CAHAYA DUNIA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/

Abstract

Latar belakang:  Anemia adalah kondisi yang ditandai dengan penurunan hemoglobin kurang dari 11 g/dl. Presentasi anemia di Gorontalo yang menjadikan penyebab dua dari lima kematian ibu hamil di Gorontalo.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hubungan pengetahuan dan sikap ibu hamil dengan kejadian anemia Metode Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bersifat analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang rutin melakukan pemeriksaan ANC di wilayah kerja Puskesmas Tilango, yakni 146 ibu hamil.  Penentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 37 responden Alat pengumpulan data berupa kuisioner dan data dianalisis menggunakan uji Chi Square Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki pengetahuan dalam kategori kurang sebanyak 20 (54, 1%) dan sebagian besar sikap ibu hamil dalam kategori kurang sebanyak 22 (59, 5%). Berdasarkan analisa menggunakan uji Chi Square diperoleh hasil bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan kejadian anemia (p value 0,014) dan terdapat hubungan yang signifikan antara sikap ibu hamil dengan kejadian anemia (p value 0,000) Kesimpulan:  Berdasarkan analisa menggunakan uji Chi Square diperoleh hasil bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan kejadian anemia (p value 0,014) dan terdapat hubungan yang signifikan antara sikap ibu hamil dengan kejadian anemia (p value 0,000).
EFEKTIVITAS EDUKASI MANAJEMEN LAKTASI BERBASIS BOOKLET TERHADAP PENINGKATAN BREASTFEEDING SELF-EFFICACYPADA IBU REMAJA PRIMIPARA Risti Linta Chumair; Fitriani
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 11 No. 01 (2026): THE SHINE CAHAYA DUNIA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/

Abstract

Latar Belakang: Ibu remaja primipara merupakan kelompok rentan dalam praktik menyusui karena keterbatasan pengalaman, pengetahuan, dan kesiapan psikologis yang berdampak pada rendahnya breastfeeding self-efficacy (BSE). Intervensi edukasi berbasis media sederhana seperti booklet berpotensi meningkatkan kepercayaan diri ibu dalam menyusui. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi menggunakan modul/booklet manajemen laktasi terhadap peningkatan breastfeeding self-efficacy pada ibu remaja primipara. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan pre-experimental one group pretest-posttest design. Sampel sebanyak 30 ibu remaja primipara dengan bayi usia 0–6 bulan dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Intervensi berupa edukasi manajemen laktasi menggunakan booklet diberikan selama periode penelitian. Pengukuran BSE dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan kuesioner terstandar. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan skor BSE setelah intervensi, dengan rata-rata skor meningkat dari 13,17 (pretest) menjadi 22,73 (posttest) (p < 0,05). Selain itu, proporsi responden dengan kategori BSE baik meningkat dari 30% menjadi 76,7% setelah intervensi. Kesimpulan: Edukasi menggunakan booklet manajemen laktasi terbukti efektif dalam meningkatkan breastfeeding self-efficacy pada ibu remaja primipara. Intervensi ini dapat menjadi strategi promotif yang sederhana, aplikatif, dan berpotensi untuk diimplementasikan secara luas dalam pelayanan kesehatan primer guna mendukung keberhasilan menyusui
PENGARUH  PIJAT OKSITOSIN TERHADAP PENGELUARAN ASI PADA IBU NIFAS Florentina Kusyanti
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 11 No. 01 (2026): THE SHINE CAHAYA DUNIA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/

Abstract

Latar belakang: Peraturan Pemerintah No. 33 Tahun 2012 menganjurkan ibu nifas untuk melakukan IMD dan memberikan ASI eksklusif demi kesehatan ibu dan bayi. ASI memiliki banyak manfaat, seperti meningkatkan imun, mendukung perkembangan, dan mencegah penyakit serta stunting. Selain itu, ASI juga memperkuat ikatan ibu dan bayi. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pijat oksitosin terhadap kelancaran produksi ASI pada ibu nifas. Metode:  Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dan kualitatif Responden penelitian adalah ibu nifas hari 1 sampai hari ke 10,,jumlah responden 65 responden,jumlah sample adalah 50 responden,Responden yang diambil adalah ibu nifas yang mau dipijat oksitosin dan suami mau melanjutkan pijat dirumah.,Olah data dengan analisis univariat dan bivariate. Hasil: Umur responden paling banyak berumur > 30 tahun sebesar 40%,pendidikan paling banyak pendidikan menengah sebesar 72%, Pekerjaan paling banyak swasta sebesar 44%,Paritas paling banyak paritas 1 sebesar 40%,tingkat pengetahuan komplementer paling banyak dengan kategori cukup 58%,pijat oksitosin mayoritas melakukan sebesar 90%. Kesimpulan:  Hasil akhir ada pengaruh tetapi sangat lemah
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGETAHUAN ORANG TUA DALAM PENATALAKSANAAN TERSEDAK PADA ANAK DI POSYANDU DAHLIA SUKOREJO Sugiarto
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 11 No. 01 (2026): THE SHINE CAHAYA DUNIA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/

Abstract

Latar belakang:  Tersedak merupakan kondisi darurat yang harus ditangani dengan cepat; jika dibiarkan terlalu lama, akan mengakibatkan kekurangan oksigen dan berujung pada kematian akibat penyumbatan saluran pernapasan oleh benda asing berupa makanan, minuman, dan benda non-makanan. Berdasarkan hasil survei awal yang dilakukan oleh peneliti di pusat kesehatan terpadu Dahlia, ditemukan bahwa 8 dari 10 ibu masih kurang pengetahuan tentang penanganan yang benar terhadap kasus tersedak pada anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keahlian orang tua dalam penanganan tersedak pada anak di posyandu Dahlia sukorejo. Metode:  Desain penelitian ini adalah studi kuantitatif dengan survei analitik menggunakan pendekatan cross-sectional. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling, dengan populasi sebanyak 54 responden. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Hasil penelitian ini memperoleh nilai p (<0,05) pada faktor pengetahuan orang tua dalam penanganan tersedak dengan nilai p sebesar 0,004 dan pada faktor jumlah anak dalam penanganan tersedak diperoleh nilai p sebesar 0,001, yang berarti terdapat hubungan antara pengetahuan dan jumlah anak dalam penanganan tersedak pada anak. Sebaliknya, pada nilai p (>0,05), tidak terdapat hubungan antara usia nilai p 0,083, pendidikan nilai p 0,085, dan pekerjaan nilai p 0,042 dengan penanganan tersedak pada anak. Kesimpulan: Kesimpulannya, terdapat hubungan antara pengetahuan dan jumlah anak yang menjalani penanganan tersedak
PENGARUH PIJAT OKETANI TERHADAP PENINGKATAN PRODUKSI ASI PADA IBU NIFAS Wella Anggraini
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 11 No. 01 (2026): THE SHINE CAHAYA DUNIA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/

Abstract

Latar belakang:  Rendahnya produksi Air Susu Ibu merupakan hambatan utama dalam pencapaian target Air Susu Ibu eksklusif yang dapat diatasi melalui berbagai intervensi non-farmakologis. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pijat oketani terhadap peningkatan produksi Air Susu Ibu pada ibu nifas Metode:  penelitian menggunakan desain pra eksperimental dengan rancangan one group pre-test dan post-test yang melibatkan 30 responden ibu nifas menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa lembar observasi yang telah teruji validitas dan reliabilitas. Intervensi pijat oketani dilakukan selama satu bulan dengan frekuensi dua kali seminggu. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon karena distribusi data tidak normal. Hasil:  penelitian menunjukkan terdapat perbedaan signifikan produksi Air Susu Ibu sebelum dan sesudah intervensi dengan nilai p-value 0,001. Sebelum intervensi 56,6% responden mengalami produksi Air Susu Ibu kurang, setelah intervensi hanya 4,3% yang masih mengalami produksi kurang dengan tingkat keberhasilan 92,3%. Kesimpulan:  Pijat oketani terbukti efektif meningkatkan produksi Air Susu Ibu melalui stimulasi otot pectoralis dan efek relaksasi yang mendukung pelepasan hormon oksitosin
POTENSI EKSTRAK DAUN JAMBU BIJI (PSIDII FOLIUM) SEBAGAI BAHAN ALTERATIF TERHADAP FERRITIN PADA REMAJA PUTERI DI SMKBHAKTI NUSANTARA Angela Ditauli Lubis; Nurul Fatimah
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 11 No. 01 (2026): THE SHINE CAHAYA DUNIA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/

Abstract

Latar belakang:  Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan di seluruh dunia, terutama dinegara berkembang. Angka kejadian anemia pada remaja puteri sebesar 57,1%. Penatalaksanaan anemia yang dilakukan dengan pemberian tablet Fe, tetapi tablet Fe memiliki efek samping yaitu susah BAB dan rasa mual sehingga menyebabkan kepatuhan konsumsi obat berkurang. Salah satu alternatif pencegahan anemia adalah dengan menggunakan ekstrak daun jambu biji yang dapat menurunkan efek samping rasa mual dan mengandung antioksidan baik bagi tubuh dan kadar profil darah. Tujuan penelitian membuktikan pengaruh pemberian ekstrak daun jambu biji terhadap perubahan kadar Ferritin pada remaja puteri. Metode:  Jenis metode penelitian ini yang digunakan adalah True Eksperiment. Rancangan penelitian yang digunakan adalah pretest dan post test control group design.  Dengan jumlah sampel 30 remaja puteri terbagi dalam 2 kelompok yaitu kelompok kontrol yang diberikan Fe 60 mg dan kelompok intervensi yang diberikan Fe 60 mg dan ekstrak daun jambu biji 500 mg. Analisis data menggunakan Wilcoxon dan Independent T-Test Hasil:  Setelah diberikan intervensi  dengan mengkonsumsi ekstrak daun jambu biji selama 14 hari terdapat perbedaan nilai kadar Ferritin rerata mean kelompok perlakuan > kelompok kontrol (48.51 ng/dl > 24.88 ng/dl). Kesimpulan:  Ekstrak daun jambu biji berpengaruh terhadap peningkatan kadar  Feritin