cover
Contact Name
LPPM UNAN
Contact Email
lppm@unan.ac.id
Phone
+6282241418157
Journal Mail Official
lppm@unan.ac.id
Editorial Address
https://tscs1kep.ejournal.unan.ac.id/index.php/1/about/editorialTeam
Location
Kab. grobogan,
Jawa tengah
INDONESIA
THE SHINE CAHAYA DUNIA S-1 KEPERAWATAN
Published by Universitas An Nuur
ISSN : 25032445     EISSN : 27750345     DOI : https://doi.org/10.35720/
Core Subject :
Focus and Scope The journal includes various fields of nursings sciences such as: Health Children Nursing, Nursing Management, Medical Surgical Nursing, Maternity Nursing, Psiciatric Nursing, Community Nursing, Gerontology Nursing, Emergency Nursing, Family Nursing.
Arjuna Subject : -
Articles 141 Documents
FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LENGTHE OF STAY (LOS) PASIEN DI IGD RSUD. PROF.Dr.H.ALOEI SABOE KOTA GORONTALO Pipin Yunus; Haslinda Damansyah; Sri Afniati Datuela
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 10 No. 1 (2025): THE SHINE CAHAYA DUNIA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/

Abstract

 Latar belakang ; Lengthe Of Stay merujuk pada rentang waktu yang dibutuhkan pasien mulai dari kedatangannya hingga dipindahkan atau ditransfer ke unit lain.Tujuan penelitian untuk mengetahui Faktor-faktor yang mempengaruhi Lenghte Of Stay pasien di IGD.   Metode: Desain penelitian menggunakan descriptif, Pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling dengan 44 responden, pengumpulan data menggunakan lembar observasi, pengolahan data analisis statistik Chi Square tingkat signifikan α = (0,05)   Hasil: hasil penelitian faktor pemeriksaan penunjang Laboratorium didapatkan nilai p value = 0,000, pemeriksaan penunjang electrocardiogram nilai p value = 1,000, tenaga kesehatan Dokter didapatkan nilai p value = ,044,tenaga kesehatan Perawat didapatkan nilai p value = 0,596, tenaga Evakuasi didapatkan nilai p value = ,092, Tempat Tidur di IGD didapatkan nilai p value = 0,000, dari keenam didapatkan variabel pemeriksaan penunjang Laboratorium dan tempat tidur di IGD memiliki nilai signifikan (P-value) sebesar 0,000 (<0,05)   Kesimpulan: disimpulkan bahwa faktor pemeriksaan penunjang Laboratorium dan tempat tidur di IGD yang paling dominan terhadap pengaruh Lengthe Of Stay pasien di IGD 
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN CA MAMAE DI RSUD PROVINSI GORONTALO Fadli Syamsuddin; Haslinda Damansyah; Harismayanti; Shinta Nuriya Ahmad; Siti Nurhaliza; Bella Aprilia R. Taha
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 10 No. 1 (2025): THE SHINE CAHAYA DUNIA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/

Abstract

 Latar belakang: Penyakit kanker dianggap sebagai penyakit yang mematikan bagi masyarakat Indonesia karena penyakit ini memiliki perkembangan yang sangat cepat, tanpa terkendali dari sel maupun jaringan. Salah satu jenis kanker yang ditakuti oleh perempuan yaitu kanker payudara. Kanker payudara disebut juga dengan carcinoma mammae atau sebuah tumor (benjolan abnormal) ganas yang tumbuh dalam jaringan payudara. Tumor ini dapat tumbuh dalam kelenjar susu, saluran kelenjar dan jaringan penunjang payudara (jaringan lemak, maupun jaringan ikat payudara). Tumor ini dapat pula menyebar ke bagian lain di seluruh tubuh.   Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan survey analitik dan menggunakan desain penelitian cross sectional yang digunakan untuk menentukan hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat. Jenis penelitian ini adalah observasi atau pengumpulan data sekaligus (point time approach), yakni suatu penelitian yang mempelajari Faktor-faktor yang berhubungan (independent) dengan kejadian ca mamae (dependent. Hasil: Diketahui simpulkan bahwa terdapat Hubungan antara Umur, Riwayat Kangker, Pola makan, Riwayat pengunaan KB hormonal, Konsumsi lemak, dengan kejadian ca mamae. Dengan nilai statistik atau pValue=0.000<0.05 dan tidak terdapat Hubungan Riwayat menyusui, konsumsi alkohol dengan kejadian ca mamae Dengan nilai statistik atau pValue=0.000>0.05.   Kesimpulan: Terdapat Hubungan kejadian Ca mamae dengan beberapa faktor diantaranya Umur, Riwayat kanker, pola makan, Riwayat pengunaan KB Hormonal, Konsumsi lemak dan tidak terdapat Hubungan pada beberapa faktor diantaranya Riwayat menyusui, konsumsi alkohol. 
TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG GENDER PADA IBU IBU, REMAJA, BAPAK-BAPAK DI WILAYAH DESA SUMBER DUKUN MAGELANG Florentina Kusyanti
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 10 No. 1 (2025): THE SHINE CAHAYA DUNIA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/

Abstract

 Latar belakang: Kesetaraan gender di Indonesia masih perlu diperjuangan,karena Masyarakat masih menganggap gender itu hanya bentuk tubuh dan jenis kelamin,namun bila dikaji lebih dalam gender gender itu tidak hanya perbedaan,tetapi menurut agama juga berbeda-beda menurut agama katholik gender adalah kodrat allah,sehingga perlu dijaga. Gender sendiri suatu konsep sosial menggambarkan perbedaan peran, perilaku, dan identitas antara laki-laki dan perempuan. Serta berbeda dengan jenis kelamin yang ditentukan oleh faktor biologis. Di Indonesia kesetaraan gender masih belum merata, sehingga masih membutuhkan perbaikan,serta masih ada tantangan yang harus dihadapi baik oleh pemerintah maupun Masyarakat.   Metode : jenis penelitian yaitu penelitian kualitatif ,populasi remaja,bapak,ibu yang belum paham gender, Tehnik sampling purposive sampling, jumlah samel 8 responden sebagai informan.   Hasil: karakteristik umur paling banyak berumur antara 31 – 45 tahun sebesar 50%,Pekerjaan sama-sam antara ibu rumah tangga, guru,mahasiswa dan petani yaitu sebesar 25%.Pendidikan mayoritas memiliki pendidikan menengah sebesar 75%, pengertian gender merupakan perbedaan laki-laki dan Perempuan termasuk,tugas,peran dan tanggungjawab. kesetaraan gender perlu dibedakan tugasnya,karena bisa hidup Bersama tidak perlu dibesar-besarkan,dan gender hanya dari kontruksi sosial,dan dari ciptaan serta kotdrat allah. penerapan gender dalam tugas dirumah,disekolah,di masyarakat dalam tugas untuk keseteraan gender yaitu masih ada perbedaan perempuan dianggap teman belakang, tidak semua keputusan diambil lakilaki,namun ada juga yang keluarga yang menghargai,dikantor,institusi Pendidikan,kampus masalah gender sudah mulai pudar sudah mulai ada pengakuan terhadap kaum Perempuan. Kesimpulan: gender masih menjadi masalah yang harus diperjuangan karena setiap tempat,setiap orang selalu berbeda 
EFEKTIVITAS ACTIVE CYCLE OF BREATHING TECHNIQUE DAN INHALASI SEDERHANA DENGAN DAUN MINT TERHADAP SESAK NAFAS PADA PENDERITA TUBERKULOSIS DI WILAYAHKERJA PUSKESMAS PURWODADI 1 Sutrisno; Ledia Evita Serliana; Riska Indrayati
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 10 No. 1 (2025): THE SHINE CAHAYA DUNIA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/

Abstract

 Latar Belakang; Tuberkulosis suatu keadaan disebabkan oleh bakteri mycobacterium tuberculosis. Salah satu gejala yang muncul pada tuberkulosis yaitu sesak nafas pada penyakit tuberkulosis yang infiltrasinya sudah setengah bagian paru-paru. Rendahnya keberhasilan dalam mengatasi sesak nafas pada penderita tuberkulosis sehingga dilakukan pemberian yaitu teknik active cycle of breathing technique dan inhalasi sederhana dengan daun mint. Tujuan; Untuk mengetahui efektivitas active cycle of breathing technique dan inhalasi sederhana dengan daun mint terhadap sesak nafas pada penderita tuberkulosis di wilayah kerja Puskesmas Purwodadi 1.   Metodologi; Pada penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode penelitian quasy eksperimen dengan desain penelitian pretest-postest control group design. teknik yang digunakan penelitian ini simple random sampling dengan total 42 responden di wilayah kerja Puskesmas Purwodadi 1.   Hasil; Hasil uji wilcoxon kelompok intervensi diperoleh p value = 0,000 < α (0,05) dan pada kelompok kontrol diperoleh p value = 0,157 > α (0,05) tidak terdapat perubahan yang signifikan.   Kesimpulan; Ada perbedaan active cycle of breathing technique dan inhalasi sederhana dengan daun mint terhadap sessak nafas pada penderita tuberkulosis wilayah kerja Puskesmas Purwodadi 1 
PENGARUH PEMBERIAN JUS LABU SIAM TERHADAP PENURUNAN KADAR KOLESTEROL PADA LANSIA DI DESA MONGOLATO KABUPATEN GORONTALO Zuriati muhamad; Rona Febriona; Andi Nur Aina Sudirman; Nur Jahriyatun Jannah Antungo
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 10 No. 1 (2025): THE SHINE CAHAYA DUNIA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/

Abstract

 Latar belakang: Dengan banyaknya berbagai macam makanan yang membuat gaya hidup tidak terkontrol dan tidak sehat bisa menjadikan berbagai penyakit yang beredar dan berkembang sangat luas dan cepat, salah satunya kolesterol. Kolesterol adalah lemak berbentuk seperti lilin berwarna keputihan yang diproduksi dalam jumlah besar oleh hati. Penatalaksanaan kolesterol salah satunya dilakukan dengan pengobatan nonfarmakologis, penanganan secara non farmakologis diminati masyarakat karena pengobatan ini tidak menimbulkan efek samping yang berat dibandingkan obat yang berbahan kimia seperti Labu siam. Dalam peneltian labu siam dapat dibuat jus untuk dimanfaatkan menurunkan kadar kolesterol karena labu siam ini memiliki kandungan berbagai zat yang mampu menurunkan kadar kolesterol salah satunya terdapat kandungan Flavonoid yang dapat meningkatkan aktivitas lipoprotein lipase yang dapat berpengaruh terhadap kadar trigliserida serum dan dapat menurunkan kolesterol. Tujuan untuk Untuk menganalisa pengaruh pemberian jus labu siam terhadap penurunan kadar kolesterol pada lansia di Desa Mongolato Kabupaten Gorontalo.   Metode: Jenis penelitian ini bersifat kuantitatif, dengan desain penelitian menggunakan metode penelitian one group pre test-post test design.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh yang timbul sebagai akibat dari adanya perlakuan. Populasi dalam penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling dengan menggunakan kriteria inklusi dan ekslusi dan terdiri dari 20 responden.Instrumen yang digunakan adalah Glukometer untuk mengukur variabel dependennya (Kadar Kolesterol), lembar observasi digunakan untuk mencatat hasil dari pengukuran variabel dependen (Kadar Kolesterol), formulir foodreacall untuk mencatat makanan yang dikonsumsi dan sop cara membuat jus labu siam.   Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ada pengaruh jus labu siam terhadap penurunan kadar kolesterol pada pasien kolesterol didapatkan P 0.000 <0.05.   Kesimpulan: Ada pengaruh pemberian jus labu siam terhadap penurunan kadar kolesterol 
EFEKTIVITAS TERAPI EMPATI UNTUK MENURUNKAN PERILAKU BULLYING PADA ANAK SEKOLAH DASAR DI SDN 3 TELAGA JAYA KABUPATEN GORONTALO Nur Uyuun I. Biahimo; Inne Ariane Gobel; Luthfiyana Umar
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 10 No. 1 (2025): THE SHINE CAHAYA DUNIA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/

Abstract

 Latar belakang: Salah satu bentuk pemyimpangan perilaku yang terjadi pada siswa sekolah dasar ialah bullying. Bullying merupakan sebuah tindakan yang dilakukan secara sengaja untuk menyakiti orang lain dengan cara fisik, sosial maupun verbal. empati dapat berkontribusi pada perkembangan moral sehingga perilaku bullying yang termasuk dalam perilaku imoral dapat dikurangi dengan meningkatkan empati. Selain empati dapat menurunkan perilaku bullying juga dapat bermanfaat untuk memperbaiki hubungan dengan orang lain. Penatalaksanaan terapi empati ini menurut penelitin sebelumnya yang melakukan studi di luar negeri yang dilakukan oleh Stanbury dari Amerika Serikat pernah melakukan penelitian tentang The Effects Of An Emathy Building Program On Bullying Behaviour dalam jurnal membahas tentang pengembangan, implementasi dan menghasilkan bahwa program pembangunan empati mempunyai efek positif terhadap penurunan perilaku bullying.   Metode: Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif pre-eksperimental dengan one group pre-test dan post-test design yang dilakukan pada satu kelompok dengan dua kali pengukuran. Peneliti akan mengukur perilaku bullying sebelum (pre-test) dilanjutkan dengan terapi empati kemudian mengukur kembali perilaku bullying (post-test).   Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa Terapi empati efektif untuk menurunkan perilaku bullying pada anak sekolah dasar di SDN 3 telaga jaya kabupaten gorontalo dengan p-value 000 (<0.05). Selain itu, terdapat perbedaan perilaku bullying yang signifikan sebelum sebanyak 15 responden (46.9%) dan sesudah sebanyak 21 responden (65.6%).   Kesimpulan: Terapi empati efektif untuk menurunkan perilaku bullying pada anak sekolah dasar di SDN 3 telaga jaya kabupaten gorontalo 
PENGARUH PEMBERIAN TEH BUNGA ROSELLA UNGU TERHADAP NILAI TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DI DESA SRIMARTANI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PIYUNGAN Ni Wayan Tiara Nilam Wasyuni; Antok Nurwidi Antara; Yuli Ernawati
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 10 No. 1 (2025): THE SHINE CAHAYA DUNIA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/

Abstract

 Latar Belakang: Hipertensi merupakan suatu keadaan yang sering muncul pada pelayanan kesehatan primer yang mempunyai tingkat morbiditas dan mortalitas yang tinggi diiringi dengan meningkatnya tekanan sistolik dan diastolik pada gagal jantung, stroke dan gagal ginjal. Adapun upaya yang dilakukan untuk mengobati dan menurunkan angka penderita hipertensi bisa dengan pemberian obat-obatan herbal yaitu dengan minuman teh bunga rosella ungu.   Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian teh bunga rosella ungu terhadap nilai tekanan darah pasien hipertensi.   Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain pra experimental dengan populasi dalam penelitian yaitu sebanyak 44 pasien usia produktif di Puskesmas Piyungan pada bulan Januari-Maret 2023. Teknik pengambilan sampel penelitian ini dengan purposive sampling sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi sehingga sampel yang didapatkan sebanyak 30 orang.   Hasil: Hasil Penelitian yang didapatkan yaitu dengan uji Wilcoxon Sign Rank Test, nilai tekanan darah sistolik didapatkan nilai Z= -4,315b dengan hasil nilai Asymp.Sig (2-tailed) sebesar (p = 0,000) dan hasil nilai tekanan darah diastolik didapatkan nilai Z= -4,621b dengan hasil nilai Asymp.Sig (2-tailed) sebesar (p = 0,000), maka Ha diterima.   Kesimpulan: Ada pengaruh pemberian teh bunga rosella ungu terhadap nilai tekanan darah sistolik dan diastolik pada pasien hipertensi di Desa Srimartani wilayah kerja Puskesmas Piyungan. 
DETERMINAN FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN MASALAHKESEHATAN JIWA MASYARAKAT Mufidahariani; Yuli Ernawati; Novi Istanti
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 10 No. 1 (2025): THE SHINE CAHAYA DUNIA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/

Abstract

 Latar belakang: Menurut Undang Undang No 18 tahun 2014 orang dengan masalah kejiwaan adalah orang yang mempunyai masalah fisik, mental, sosial, pertumbuhan dan perkembangan dan/atau kualitas hidup sehingga memiliki resiko mengalami gangguan jiwa. Faktor faktor yang berhubungan dengan masalah kesehatan jiwa di masyarakat adalah usia, jenis kelamin, status perkawinan, pendidikan, penyakit kronis dan jenis pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dan mengetahui faktor yang paling berpengaruh terhadap masalah kesehatan jiwa masyarakat di Puskesmas Patuk 1.   Metode: Jenis penelitian ini adalah adalah kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah data sekunder yang berjumlah 383 dengan teknik Startifed Random Sampling, dengan instrumen kuisener SRQ-29 dan dianalisis secara multivariat dengan regresi logistik   Hasil: Hasil penelitian di peroleh factor jenis kelamin (p=0,000), usia (p=0,000), status perkawinan (p=0,009), pendidikan (p=0,04), penyakit kronis (p=0,000), dan pekerjaan (p=0,005) secara simultan berhubungan dengan masalah kesehatan jiwa,   Kesimpulan: Kesimpulan penelitian ini adalah faktor yang paling mempengaruhi masalah kesehatan jiwa masyarakat adalah penyakit kronis dengan hasil p value 0,000 dan OR 3,450 yang artinya mempengaruhi sebanyak 3,450 kali terhadap masalah kejiwaan 
HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG DIET HIPERTENSI DENGAN KEPATUHAN DIET HIPERTENSI PADA LANSIA HIPERTENSIDI DUSUN JATIREJO IMOGIRI BANTUL Elvina; Sri Herwiyanti; Anida
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 10 No. 1 (2025): THE SHINE CAHAYA DUNIA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/

Abstract

 Latar Belakang: kepatuhan diet hipertensi adalah satu hal yang penting untuk penderita hipertensi. Untuk mendukung kepatuhan diet pada lansia hipertensi diperlukan pengalaman dan pengetahuan yang cukup, karena semakin banyak pengetahuan yang diketahui atau dimengerti maka seseorang akan lebih berhati-hati dan lebih patuh menjalani diet hipertensi. Tujuan Penelitian: Mengidentifikasi hubungan pengetahuan tentang diet hipertensi dengan kepatuhan diet hipertensi pada lansia hipertensi di dusun Jatirejo Wukirsari Imogiri Bantul. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif noneksperimen dengan menggunakan desain atau rancangan crosssectional. Jumlah sampel ( sebanyak 46 lansia penderita hipertensi di dusun Jatirejo Wukirsari Imogiri Bantul). Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah total sampling dengan jumlah sampel 46 responden. Alat Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan Analisa data menggunakan spearman rank Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa pengetahuan tentsng diet hipertensi dengan kepatuhan diet hipertendi di dusun Jatirejo memperoleh nilai signifikan (p=0,028<0,05) dengan nilai korelasi koefisien sebesar 0,325 yang berarti ada keeratan hubungan pengetahuan tentang diet hipertensi dengan kepatuhan diet hipertensi.   Kesimpulan : ada hubungan antara pengetahuan tentang diet hipertensi dengan kepatuhan diet hipertensi pada lansia hipertensi di dusun Jatirejo Wukirsari Imogiri Bantul 
PENGARUH LAMANYA PENGOBATAN TERHADAP TINGKAT DEPRESI PADA PENDERITA TUBERKULOSIS (TB) PARU DI WILAYAH PUSKESMAS GROBOGAN KABUPATEN GROBOGAN Christina Nur Widayati; Mika Agustiana; Duhita Niken Tri Aksiwi; Ariefatun Nisa; Fatchulloh
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 10 No. 1 (2025): THE SHINE CAHAYA DUNIA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/

Abstract

 Latar Belakang; Tuberkulosis (TB) Paru merupakan penyakit infeksi yang menular disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penderita TB paru di Indonesia sebanyak 8,4%, dengan Jawa Tengah mencapai 23.919 jiwa. Pada Kabupaten Grobogan ada 6.001 penderita TB paru, dan di Puskesmas Grobogan terdapat 56 jiwa. Pengobatan jangka panjang dengan obat-obatan yang cukup banyak menyebabkan penderita TB Paru mengalami depresi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh lamanya pengobatan terhadap tingkat depresi pada penderita tuberkulosis (TB) paru.   Metodologi; Rancangan penelitian case control dengan pendekatan retrospektif. teknik sampling yang digunakan yaitu total sampling. Responden yang diteliti sebanyak 52 orang yaitu penderita TB paru yang depresi dan tidak depresi. Analisis data menggunakan Chi Square Test.   Hasil; Analisis bivariat menunjukan adanya pengaruh lamanya pengobatan terhadap tingkat depresi pada penderita tuberkulosis (TB) paru dengan hasil p value sebesar 0,000 < α (0,05) dengan hasil Oods Ratio sebesar 25,000.   Kesimpulan; Ada pengaruh lamanya pengobatan terhadap tingkat depresi pada penderita tuberkulosis (TB) paru dengan p value sebesar 0,000 < α (0,05), serta Oods Ratio sebesar 25,000 artinya lama pengobatan fase lanjutan berisiko 25 kali untuk mengalami depresi 

Page 8 of 15 | Total Record : 141