cover
Contact Name
LPPM UNAN
Contact Email
lppm@unan.ac.id
Phone
+6282241418157
Journal Mail Official
lppm@unan.ac.id
Editorial Address
https://tscs1kep.ejournal.unan.ac.id/index.php/1/about/editorialTeam
Location
Kab. grobogan,
Jawa tengah
INDONESIA
THE SHINE CAHAYA DUNIA S-1 KEPERAWATAN
Published by Universitas An Nuur
ISSN : 25032445     EISSN : 27750345     DOI : https://doi.org/10.35720/
Core Subject :
Focus and Scope The journal includes various fields of nursings sciences such as: Health Children Nursing, Nursing Management, Medical Surgical Nursing, Maternity Nursing, Psiciatric Nursing, Community Nursing, Gerontology Nursing, Emergency Nursing, Family Nursing.
Arjuna Subject : -
Articles 141 Documents
STUDI GAYA HIDUP MAHASISWA TERKAIT FAKTOR RISIKO PENYAKIT GINJAL KRONIK (PGK) Ni Wayan Kesari Dharmapatni; Ida Ayu Manik Damayanti; Nadya Treesna Wulansari; Ni Wayan Sukma Antari
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 9 No. 2 (2024): THE SHINE CAHAYA DUNIA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/

Abstract

 Latar Belakang : Penyakit Ginjal Kronik (PGK) telah menjadi masalah kesehatan masyarakat yang terus berkembang. Tidak hanya pada lanjut usia, kasus PGK di kalangan dewasa muda telah meningkat selama beberapa tahun terakhir di Indonesia. Hal ini dikarenakan adanya pergeseran gaya hidup di kalangan generasi muda. Beberapa aspek gaya hidup ditemukan menjadi faktor risiko tinggi untuk terjadinya PGK.   Metode : Penelitian ini menggunakan design descriptive analitic dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data dilakukan melalui survei kuesioner dan pengukuran antropometri, tekanan darah, dan gula darah sewaktu (GDS) terhadap 316 responden dengan metode purposive sampling. Analisis data menggunakan uji univariat.   Hasil : Dari total 316 responden mayoritas merupakan laki-laki (54.7%), memiliki IMT normal (48.1%), tekanan darah sistolik normal (46.8%), tekanan darah diastolik normal (61.1%), dan GDS normal (100%). Berdasarkan gaya hidup, lebih dari setengah responden tidak merokok (50.6%) dan konsumsi makanan tinggi gula (50.6%). Responden juga konsumsi makanan tinggi garam (56%), olahan/berminyak (61.4%), sayur/buah (74.4%) tetapi tidak setiap hari. Selain itu, responden melakukan aktivitas fisik kurang dari 30 menit perhari (60.1%) dan tidak minum alkohol satu bulan terakhir (88%).   Kesimpulan : Gaya hidup mahasiswa saat ini menunjukkan berbagai tantangan yang berkaitan dengan kesehatan. Pola makan yang tidak sehat, kurangnya aktivitas fisik, serta kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol merupakan faktor-faktor utama yang memengaruhi kesehatan mahasiswa. Untuk itu, perlu ditingkatkan kembali penyebaran informasi kesehatan dikampus dan menyediakan fasilitas olah raga yang mendukung. 
KEBUTUHAN MEDIA LITERASI KESEHATAN UNTUK PENCEGAHAN SINDROM METABOLIK: STUDI KUALITATIF PADA PEKERJA SEKTOR FORMAL Samsiana; Sarinah Basri K; Sintha Lisa Purimahua; Rosdiana Syakur
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 9 No. 2 (2024): THE SHINE CAHAYA DUNIA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/

Abstract

 Latar Belakang: Sindrom metabolik sering muncul akibat gaya hidup modern dan kebiasaan tidak sehat seperti rutinitas duduk lama di depan komputer yang umum di kalangan pekerja kantoran. Penting untuk melakukan upaya pencegahan melalui intervensi literasi kesehatan yang dapat mendorong adopsi gaya hidup sehat. Penelitian ini mengeksplorasi pengetahuan tingkat literasi kesehatan, kebutuhan media literasi kesehatan pekerja, serta upaya kesehatan apa saja yang telah dilakukan dalam upaya pencegahan sindrom metabolik.   Metode: Penelitian kualitatif ini melibatkan 11 pekerja dan 2 pegawai kesehatan yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam menggunakan panduan wawancara dan dianalisis dengan pendekatan content analysis.   Hasil: Sebanyak sepuluh pekerja, satu pimpinan pekerja, satu pengelola PTM Dinas Kesehatan, dan satu petugas kesehatan puskesmas terlibat dalam penelitian ini. Analisis wawancara mengidentifikasi empat tema: pengetahuan pekerja tentang sindrom metabolik, tingkat literasi kesehatan, upaya pencegahan sindrom metabolik, dan kebutuhan media literasi kesehatan.   Kesimpulan: Edukasi melalui media sosial dan situs web sangat penting untuk menjangkau lebih banyak pekerja. Peningkatan literasi kesehatan berbasis teknologi dan informasi yang mudah diakses diperlukan agar pekerja lebih proaktif dalam mencegah dan mengelola sindrom metabolik. Organisasi tempat kerja diharapkan menyediakan program kesehatan yang terstruktur dan wajib diikuti oleh seluruh pekerja untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam mengadopsi pola hidup sehat sehingga dapat mengurangi risiko sindrom metabolik dan meningkatkan kualitas hidup pekerja. 
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN PENGOBATAN HIPERTENSI PADA LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMASKOTA TENGAH,KOTA GORONTALO Hamna Vonny Lasanuddin; Rona Febriyona; Sri Yulian Hunowu; Fajri Alvionita Mohamad
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 9 No. 2 (2024): THE SHINE CAHAYA DUNIA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/

Abstract

 Latar belakang: Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah salah satu masalah kesehatan utama yang mempengaruhi masyarakat global khususnya pada kelompok lansia. Kepatuhan adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan perilaku lansia saat meminum obat dengan benar dalam dosis yang, frekuensi yang tepat, dan waktu yang tepat. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan Kepatuhan Pengobatan Hipertensi pada Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas kota Tengah Kotamadya Gorontalo. Metode: Metode penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif metode penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini 145 lansia di wilayah kerja Puskesmas Kota Tengah Kota gorontalo dan sampel sebanyak 59.   Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada dukungan keluarga dengan kepatuhan pengobatan memiliki nilai chi square hitung p value 0.001, pada motivasi dengan kepatuhan pengobatan memiliki nilai chi square hitung p value 0.004, dan antara pelayanan kesehatan dengan kepatuhan pengobatan memiliki nilai chi square hitung p value 0.000, dimana ketiga faktor memiliki nilai yang < 0.05, maka Ha diterima   Kesimpulan: terdapat Hubungan dukungan keluarga, motivasi dan pelayanan kesehatan Dengan kepatuhan pengobatan pada lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Kotamadya Tengah Kota Gorontalo. 
PENGARUH TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA TERHADAP SIKAP PENDEWASAAN USIA PERKAWINAN (PUP) Nurya Kumalasari; Rizki Sahara
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 9 No. 2 (2024): THE SHINE CAHAYA DUNIA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/

Abstract

 Pendahuluan; penduduk di negara Indonesia salah satunya adalah remaja. Remaja merupakan suatu fase dimana terjadinya peralihan antara fase anak-anak menjadi dewasa. Dalam hal ini remaja menjadi rentan dengan kenakalan dalam hal seksualitas yang berujung dengan pernikahan dini atau perkawinan yang terjadi pada usia kurang dari 20 tahun untuk perempuan dan kurang dari 25 tahun untuk laki-laki. Pemerintah mengembangkan program Pendewasaan Usia Pernikahan (PUP) dalam rangka pencegahan pernikahan dini yang mengakibatkan lebih banyak resiko.   Tujuan; menganalisa pengaruh tingkat pengetahuan tentang kesehatan remaja terhadap sikap pendewasaan usia perkawinan (PUP)   Metode; Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif menggunakan rancangan survey analitik. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP di Grobogan dengan jumlah sampel 85 siswa. Analisa dilakukan dengan menggunakan chi square   Hasil; Terdapat pengaruh tingkat pengetahuan terhadap sikap remaja terhadap pendewasaan usia pekawinan (PUP)   Simpulan : Pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi mampu memberikan efek yaitu sikap positif remaja terhadap PUP 
PENGARUH PEMBERIAN FEEDBACK YANG KONSTRUKTIF TERHADAP PENINGKATAN KETERAMPILAN MAHASISWA DALAM PELATIHAN CARDIOPULMONARY RESPIRATORY Sugiarto; Yesita Ragil Kusumaningrum; Saktya Yudha Ardhi Utama
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 5 No. 1 (2020): THE SHINE CAHAYA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/

Abstract

Latar belakang; pemberian  feedback  yang konstruktif merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan keterampilan dalam melakukan pelatihan cardiopulmonary respiratory sehingga instruktur diwajibkan untuk mengetahui bagaimana cara memberian feedback secara konstruktif. Tujuan penelitian; untuk mengetahui pengaruh pemberian feecback yangkonstrutif terhadap peningkatan ketrampilan mahasiswa Metode; Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan desain penelitian pre test and post test with the control group . Jumlah responden pada penelitian ini yaitu 77 dengan 40 mahasiswa kelompok intervensi dan 37 kelompok kontrol. Teknik penelitian ini menggunakan  purposive sampling, pada kelompok intervensi diberikan feedback yang konstruktif sedangkan pada kelompok kontrol diberikan masukan secara bersamaan atau konvensional. Hasil; Berdasarkan hasil uji korelasi paired sampel t-tes  terlihat  adanya perbedaan yang signifikan pada kelompok intervensi yang diberikan feedback yang konstruktif dan kelompok kontrol yang diberikan masukan secara konvensional dengan nilai p-value ≤0,05 saat melakukan pelatihan cardiopulmonary respiratory. Kesimpulan; Dapat disimpulkan bahwa pemberian feedback secara konstruktif dapat meningkatkan keterampilan dalam melakukan pelatihan  cardiopulmonary respiratory.  
EFEKTIVITAS AROMATERAPI LAVENDER TERHADAP PENURUNAN TINGKAT STRESS PENDERITA GAGAL GINJAL KRONIK Kiki Natassia; Mingle A Pistanty
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 5 No. 1 (2020): THE SHINE CAHAYA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/

Abstract

Latar Belakang; Di Indonesia prevalensi kejadian gagal ginjal kronis adalah sebesar 0,2% dari penduduk Indonesia. Di Provinsi Jawa Tengah sendiri, prosentase kejadian penyakit gagal ginjal kronis adalah sebesar 0,3 % dari total penduduk di Jawa Tengah. Penderita yang menjalani hemodialisis mengalami berbagai masalah yang timbul akibat tidak berfungsinya ginjal. Hal ini menjadi stressor fisik yang berpengaruh pada berbagai dimensi kehidupan pasien yang meliputi biologi, psikologi, social, spiritual (Biopsikososial). Aromaterapi merupakan pengobatan menggunakan wangi-wangian yang menggunakan minyak essensial dalam penyembuhan holistic untuk memperbaiki kesehatan dan kenyamanan emosional. Aromaterapi mempunyai efek positif karena akan merangsang sensori dan reseptor yang pada akhirnya akan mempengaruhi organ lain sehingga dapat menimbulkan efek kuat terhadap emosi dan mampu bereaksi terhadap stress. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas aromaterapi lavender terhadap penurunan tingkat stress penderita gagal ginjal kronikMetode; Metode penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah quasi eksperiment dengan rancangan one group design with pre test and post test. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan simple random sampling. Penelitian ini diikuti sejumlah 20 responden setelah dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi.Hasil; Nilai mean pada sebelum perlakuan aromaterapi sebesar 20.20 dan nilai mean setelah perlakuan aromaterapi sebesar 16.65, dengan nilai p value 0.000 dimana nilai tersebut kurangdari nilai α (0.05). Sehingga Ho ditolak dan Ha diterima yaitu terdapat pengaruh aromaterapi lavender terhadap penurunan tingkat stress penderita gagal ginjal kronik.Kesimpulan; Dari hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh aromaterapi lavender terhadap penurunan tingkat stress penderita gagal ginjal kronik.
GAMBARAN POLA ASUH ORANG TUA PADA ANAK USIA PRASEKOLAH (3-5 TAHUN) DI DESA POJOK KECAMATAN TAWANGHARJO Meity Mulya Susanti; Rahmawati
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 5 No. 1 (2020): THE SHINE CAHAYA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/

Abstract

Latar Belakang : Populasi anak prasekolah di Indonesia sebesar 23.979.000 anak. (WHO, 2017). Bentuk-bentuk pola asuh orang tua sangat erat hubungannya dengan kepribadian anak setelah menjadi dewasa. Mengasuh anak merupakan situasi yang interaktif, orang tua dan anak adalah individu yang tidak mudah untuk di kategorikan, namun seiring berjalannya waktu biasannya satu gaya pengasuh yang menonjol dan bertahan (Meggitt, 2012). Tujuan umum dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran pola asuh orang tua pada anak usia prasekolah (3-5 tahun).Metode: Desain penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif, dengan menggunakan desain cross sectional. Penelitian ini di ikuti oleh 30 responden yang di ambil dengan cara sampling jenuh atau total sampling.Hasil: Pola asuh demokratis sejumlah 2 orang tua (6,7%), pola asuh otoriter sejumlah 18 orang tua (60%), pola asuh permisif sejumlah 10 orang (33,3%)Simpulan : Pola asuh orang tua
EFEKTIFITAS AIR PERASAN JERUK NIPIS (CITRUS AURANTIIFOLIA) TERHADAP PENURUNAN KADAR KOLESTEROL DI DESA BUGEL KECAMATAN GODONG KABUPATEN GROBOGAN Gigih Kenanga Sari; Anita Lufianti; Ella Laela Musyarofah
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 5 No. 1 (2020): THE SHINE CAHAYA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/

Abstract

Latar belakang: Hiperkolesterolemia merupakan pemicu penyakit mematikan seperti jantung dan stroke. Di era globalisasi ini, banyak orang yang melupakan pentingnya pola hidup sehat sehingga tidak sedikit orang yang terkena hiperkolesterolemia. Obat kimia jika dikonsumsi jangka panjang akan mengakibatkan efek samping, sehingga perlu terapi nonfarmakologi untuk mengatasinya. Salah satu terapi nonfarmakologi untuk menurunkan kadar koleterol tinggi adalah dengan pemberian air perasan jeruk nipis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas pemberian air jeruk nipis di Desa Bugel Kecamatan Godong Kabupaten Grobogan.Metode: Penelitian ini menggunakan desain rancangan semu (Quasy Eksperimental) dan rancangan penelitian menggunakan Thereversed Non-Equivalent with Control Group pre-test and post-test Design. Teknik sampling yang digunakan adalah Sampel Random sampling keseluruhan populasi menjadi sampel, dan didapatkan 15 responden.Hasil: Hasil uji hipotesa dengan menggunakan uji wilcoxon pada pengaruh pemberian jeruk nipis 0,001 dari hasil tersebut air perasan jeruk nipis efektif menurunkan kadar kolesterol.Simpulan: Hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa jeruk nipis efektif dalam menurunkan kadar kolesterol pada pederita hiperkolesterolemia.
HUBUNGAN PERILAKU IBU TENTANG PERAWATAN GIGI  ANAK DENGAN KEJADIAN KARIES GIGI PADA SISWA KELAS II SDN NGADILUWIH KABUPATEN BOJONEGORO Christina Nur Widayati; Nurulistyawan Tri Purnanto; Roisul Anam
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 5 No. 1 (2020): THE SHINE CAHAYA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/

Abstract

Latar Belakang: Kesehatan gigi dan mulut memiliki peranan besar dalam kehidupan manusia. Merawat gigi dengan benar bukan hanya membuang bakteri dan plak, tetapi juga menyingkirkan semua masalah gigi. Disini dibutuhkan perilaku ibu yang baik dalam perawatan gigi anak usia sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku ibu tentang perawatan gigi anak dengan kejadian karies gigi pada siswa kelas II SDN Ngadiluwih Kecamatan Ngasem Kabupaten Bojonegoro.Metode: Desain penelitian Korelasional dengan pendekatan Crossectional. Populasi adalah siswa kelas II dan seluruh ibu dengan sampel 27 responden dengan cara Total Sampling. Analisa menggunakan uji Lambda dengan α= 0,05.Hasil: Perilaku ibu tentang perawatan gigi anak menunjukkan perilaku kurang sebanyak 15 (55,6%) responden, sedangkan yang mengalami karies gigi siswa kelas II sebanyak 16 (59,3%) responden. Hasil uji statistik menunjukkan nilai ρ = 0,010.Kesimpulan: Terdapat hubungan perilaku ibu tentang perawatan gigi anak dengan kejadian karies gigi pada siswa SD kelas II SDN Ngadiluwih Kabupaten Bojonegoro.
PENGEMBANGAN METODE KONSELING TENTANG DIFTERI PADA PENGETAHUAN ORANG TUA DI KABUPATEN GROBOGAN Sutiyono; Suryani
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 5 No. 1 (2020): THE SHINE CAHAYA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/

Abstract

Latar belakang; Difteri merupakan penyakit infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh corynebacterium diphteriae yang mudah menular. Dari data Badan Kesehatan Dunia diketahui terdapat 775 kasus di tahun 2013. Kasus difteri di Indonesia 593 dengan angka kematiannya mencapai 32 kasus di tahun 2017. Dari data dinas kesehatan di tahun 2016 terdapat 6 kasus difteri sampai januari 2017. Pendidikan kesehatan merupakan usaha atau kegiatan untuk membantu individu, kelompok atau masyarakat dalam meningkatkan kemampuan untuk mencapai kesehatan secara maksimal, adapun metode yang digunakan dalam pendidikan kesehatan adalah dengan metode konseling. Penelitian ini untuk mengetahui ada pengaruh pendidikan kesehatan dengan metode konseling terhadap peningkatan pengetahuan tentang difteri pada orang tua.Metode; Penelitian ini menggunakan metode pre eksperimen dengan one group pre-post test design dengan 24 responden diberikan pendidikan kesehatan dengan metode konseling.Hasil; terdapat ada pengaruh pendidikan kesehatan dengan metode konseling terhadap peningkatan pengetahuan (p value 0.0001). Dengan rata-rata pengetahuan tentang difteri sesudah diberikan pendidikan kesehatan dengan metode konseling sebesar 88.33 lebih tinggi dari sebelum diberikan pendidikan kesehatan dengan metode konseling yaitu 43.06.Simpulan; ada pengaruh pendidikan kesehatan dengan metode konseling dalam meningkatkan pengetahuan pada orang tua.  

Page 7 of 15 | Total Record : 141