cover
Contact Name
Aditiya Puspanegara
Contact Email
editorial@journalpress.web.id
Phone
+6289505646100
Journal Mail Official
editorial@journalpress.web.id
Editorial Address
https://journalpress.web.id/index.php/jpc/editor
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Journal Pathway Care
Published by Graha Academic Press
ISSN : -     EISSN : 31245315     DOI : -
Core Subject :
https://journalpress.web.id/index.php/jpc/scope The Journal Pathway Care is an international peer-reviewed journal dedicated to advancing knowledge and evidence in health sciences, clinical practice, public health, and healthcare systems. The journal publishes original research and scholarly articles in, but not limited to, the following areas: Nursing and Advanced Nursing Practice Midwifery and Maternal Health Medicine and Clinical Practice Public Health and Community Health Pharmacy and Clinical Pharmacy Physiotherapy and Rehabilitation Dentistry and Oral Health Mental Health and Psychological Assessment Occupational and Environmental Health Healthcare Management and Leadership Health Promotion and Health Education Complementary and Integrative Healthcare The journal welcomes interdisciplinary and multidisciplinary studies related to patient care, healthcare innovation, digital health, healthcare quality and safety, evidence-based practice, and health policy. Accepted manuscript types include quantitative studies, qualitative studies, mixed-methods research, experimental and observational studies, implementation research, systematic reviews, meta-analyses, and evidence synthesis studies.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Inovasi pelayanan kesehatan Warga Peduli Imunisasi (WPI) Kelurahan Argasunya UPT Puskesmas Sitopeng Kota Cirebon Arifatulfahmi Arifatulfahmi
Journal Pathway Care Vol. 1 No. 1 (2025): Journal Pathway care
Publisher : Graha Academic Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cakupan imunisasi di wilayah kerja UPT Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Sitopeng, khususnya di Kelurahan Argasunya, masih berada di bawah target nasional dan disertai dengan prevalensi stunting yang tinggi. Berbagai faktor, seperti keterbatasan akses transportasi, kondisi geografis, serta karakteristik masyarakat, menjadi kendala dalam pelaksanaan program imunisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan inovasi pelayanan kesehatan melalui program Warga Peduli Imunisasi (WPI) sebagai upaya peningkatan cakupan imunisasi dasar lengkap. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian meliputi kepala puskesmas, petugas program imunisasi, kader, dan lintas sektor. Inovasi WPI terdiri atas kegiatan NGACA SI DARTIK (Ngalap Bocah Kang Durung Disuntik) dan SIPAMUN (Sistem Pelaporan Pasca Imunisasi) yang dilaksanakan melalui koordinasi lintas sektor dan pelibatan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cakupan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) meningkat dari 47,4% menjadi 64,5% pada akhir tahun 2023. Program WPI terbukti mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan imunisasi serta menjadi strategi yang efektif untuk mengatasi permasalahan lokal yang berkaitan dengan pelayanan kesehatan.
Implementasi strategi “1-2-5-plus” efektif menangani peningkatan kasus malaria di Kampung Tanah Merah, Kabupaten Teluk Bintuni, Provinsi Papua Barat periode tahun 2023 Asep Setiabudi
Journal Pathway Care Vol. 1 No. 1 (2025): Journal Pathway care
Publisher : Graha Academic Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wilayah kerja UPTD Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Tanah Merah sebelumnya tercatat tidak memiliki kasus malaria. Namun, pada tahun 2023 terjadi peningkatan kasus malaria, yaitu sebanyak 3 kasus pada bulan Maret 2023 dan 14 kasus pada bulan April 2023. Menanggapi kondisi tersebut, Tim Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Malaria Dinas Kesehatan segera melakukan respons dengan melaksanakan mitigasi menggunakan strategi 1-2-5-Plus dalam menangani peningkatan kasus malaria di wilayah kerja UPTD Puskesmas Tanah Merah. Implementasi inovasi strategi 1-2-5-Plus dilakukan melalui beberapa tahapan. Setiap kali ditemukan kasus malaria, pada hari pertama dilakukan pemberian obat antimalaria serta pengunggahan notifikasi kasus. Pada hari kedua dilaksanakan survei kontak dan survei jentik, penebaran larvasida apabila ditemukan jentik Anopheles positif, serta pembuatan peta klasifikasi kasus. Pada hari kelima dilakukan distribusi kelambu berlarvasida dan intervensi lain yang diperlukan untuk mencegah penularan malaria kepada masyarakat lainnya. Tahap Plus meliputi survei migrasi serta pengambilan darah ulang pada hari ke-4, ke-14, dan ke-28. Tercatat jumlah kasus malaria sebelum dilakukan intervensi sebanyak 17 kasus. Setelah pelaksanaan intervensi, ditemukan 3 kasus, dan pada periode November–Desember 2023 tidak ditemukan lagi kasus malaria. Temuan ini menunjukkan bahwa strategi 1-2-5-Plus efektif dalam menangani peningkatan kasus malaria di wilayah kerja UPTD Puskesmas Tanah Merah pada tahun 2023.
Donor darah sebagai upaya penyelamatan kematian ibu di wilayah UPTD Puskesmas Cigalontang 2024 Bani Srinurbani
Journal Pathway Care Vol. 1 No. 1 (2025): Journal Pathway care
Publisher : Graha Academic Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih tergolong tinggi, dengan penyebab utama berupa perdarahan pascapersalinan yang memerlukan penanganan cepat serta ketersediaan darah yang memadai. Inovasi DORAYAKI (Donor Darah Menyelamatkan Ibu dan Anak) merupakan program berbasis komunitas yang dikembangkan di UPTD Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Cigalontang pada tahun 2024 sebagai upaya promotif dan preventif untuk mendukung ketersediaan darah dalam rangka penurunan AKI. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pelaksanaan serta mengevaluasi keberhasilan inovasi donor darah dalam meningkatkan kesiapsiagaan layanan kesehatan terhadap risiko kematian ibu. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan desain cross-sectional. Data dikumpulkan melalui pendaftaran peserta donor dan observasi pelaksanaan kegiatan, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh peserta kegiatan berjenis kelamin perempuan, dengan mayoritas berusia 18–30 tahun (40%) dan 31–40 tahun (34%). Golongan darah yang terkumpul menunjukkan variasi yang baik, dengan distribusi golongan darah A dan O masing-masing sebesar 30%, golongan darah B sebesar 24%, dan golongan darah AB sebesar 16%. Keberhasilan kegiatan ini menunjukkan keterlibatan aktif perempuan usia produktif serta keragaman golongan darah yang dapat menunjang kebutuhan transfusi darah darurat, khususnya dalam penanganan komplikasi obstetri. Kesimpulannya, program DORAYAKI efektif dalam meningkatkan partisipasi masyarakat, khususnya perempuan usia subur, serta memperkuat sistem kesiapsiagaan darah di tingkat layanan primer. Program ini berpotensi menjadi model intervensi yang dapat direplikasi di wilayah lain sebagai strategi inovatif untuk mendukung pencapaian target penurunan AKI dan penguatan sistem kesehatan ibu di Indonesia.
Program inovasi pelayanan kesehatan tanggap dan cegah stunting di wilayah kerja puskesmas Willa Susiani Dewi
Journal Pathway Care Vol. 1 No. 1 (2025): Journal Pathway care
Publisher : Graha Academic Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Data Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya menunjukkan bahwa prevalensi kejadian stunting di wilayah kerja Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Singaparna mengalami penurunan, namun belum signifikan. Pada tahun 2020, prevalensi stunting tercatat sebesar 20,5%, kemudian pada tahun 2021 mengalami penurunan menjadi 18,3%. Namun, pada tahun 2022 prevalensi stunting kembali mengalami peningkatan menjadi 23,4% dan pada tahun 2023 angka tersebut tetap berada pada 23,4%. Kegiatan ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan dan capaian program inovasi serta mengidentifikasi kontribusinya terhadap penurunan faktor risiko stunting. Subjek inovasi meliputi remaja, ibu balita, balita, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan kader kesehatan. Tahapan kegiatan terdiri atas identifikasi masalah, penentuan prioritas masalah, perumusan alternatif pemecahan masalah, serta penyusunan rencana tindak lanjut. Pelaksanaan kegiatan berlangsung selama satu bulan. Instrumen yang digunakan meliputi lembar skrining kesehatan, buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), media penyuluhan, lembar pemantauan kegiatan, serta dokumentasi. Kegiatan yang telah dilaksanakan antara lain pemberian tablet penambah darah, pemeriksaan kadar hemoglobin, pemantauan kesehatan melalui posyandu remaja, pelaksanaan kelas ibu hamil, skrining ibu hamil, pemberian Pemberian Makanan Tambahan (PMT), pelaksanaan kelas ibu balita, pemantauan pertumbuhan dan perkembangan bayi dan balita, pemantauan pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif, pemberian konseling, pemenuhan sarana dan prasarana posyandu, orientasi natural leader, serta penyediaan akses dan pemastian ketersediaan sanitasi dan air bersih. Inovasi ini dapat menjadi bahan pengembangan program, khususnya dalam upaya penurunan stunting di wilayah kerja Puskesmas Singaparna.
Efektivitas konseling gizi dengan media lembar balik terhadap perubahan sisa makan pada pasien Teni Destinurlia
Journal Pathway Care Vol. 1 No. 1 (2025): Journal Pathway care
Publisher : Graha Academic Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang:Sisa makanan merupakan salah satu indikator penting dalam menilai keberhasilan pelayanan gizi di rumah sakit. Apabila sisa makanan melebihi 20%, kondisi tersebut menunjukkan bahwa penyelenggaraan makanan belum optimal. Konseling gizi berperan dalam meningkatkan pemahaman, sikap, dan perilaku pasien terkait diet yang dijalani, sehingga diharapkan mampu menurunkan jumlah sisa makanan. Metode:Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimen dengan pendekatan one-group pretest–posttest design. Sampel penelitian diambil secara purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 36 orang. Analisis data dilakukan menggunakan uji Mann–Whitney. Hasil:Hasil uji statistik menunjukkan bahwa nilai p-value pada makanan pokok, lauk nabati, lauk hewani, dan sayur lebih besar dari 0,05, yang berarti tidak terdapat pengaruh signifikan konseling gizi terhadap perubahan sisa makanan pada komponen tersebut. Namun, pada komponen buah, nilai p-value lebih kecil dari 0,05, yang menunjukkan adanya pengaruh signifikan konseling gizi terhadap perubahan sisa buah. Kesimpulan:Konseling gizi tidak memberikan dampak signifikan terhadap sisa makanan pokok, lauk nabati, lauk hewani, dan sayur. Namun demikian, terdapat perubahan yang signifikan pada sisa buah setelah dilakukan intervensi konseling gizi.
Gerakan minum tablet penambah darah pada remaja putri cegah Stunting Ani Andriani
Journal Pathway Care Vol. 1 No. 2 (2026): Journal Pathway Care
Publisher : Graha Academic Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Masalah anemia pada remaja putri masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang berdampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia, terutama dalam kaitannya dengan peningkatan risiko stunting di masa depan. Kondisi ini menunjukkan pentingnya upaya pencegahan melalui edukasi gizi dan intervensi suplementasi zat besi di lingkungan sekolah sebagai upaya promotif dan preventif. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan one group pretest-posttest untuk mengevaluasi efektivitas intervensi edukasi dan suplementasi Tablet Tambah Darah (TTD). Penelitian dilaksanakan di SMA Ainur Rafiq Kecamatan Cigandamekar, Kabupaten Kuningan, dengan jumlah responden sebanyak 46 siswi kelas X dan XI. Intervensi yang diberikan berupa edukasi kesehatan tentang anemia serta pemberian TTD secara teratur, kemudian dilakukan pengukuran pengetahuan dan kadar hemoglobin sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan responden tentang anemia dari 26,07% menjadi 50% setelah intervensi. Selain itu, terdapat peningkatan proporsi kadar hemoglobin normal dari 60% menjadi 80% setelah pemberian edukasi dan suplementasi TTD. Hasil ini menunjukkan bahwa intervensi yang diberikan efektif dalam meningkatkan pengetahuan serta status kesehatan responden. Simpulan: Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kadar hemoglobin remaja putri. Pendekatan berbasis sekolah melalui edukasi dan suplementasi TTD dapat menjadi strategi yang tepat dalam upaya pencegahan anemia serta penurunan risiko stunting.
Optimalisasi peran kader jumantik cilik Fasihulisan Fasihulisan
Journal Pathway Care Vol. 1 No. 2 (2026): Journal Pathway Care
Publisher : Graha Academic Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang masih menjadi perhatian di Indonesia karena dapat menyebabkan kesakitan dan kematian, terutama pada kelompok anak-anak. Upaya pengendalian DBD membutuhkan pendekatan promotif dan preventif melalui pemberdayaan masyarakat sejak usia dini. Program Kader Jumantik Cilik dikembangkan sebagai strategi berbasis sekolah untuk meningkatkan peran siswa dalam pemantauan jentik nyamuk, meningkatkan angka bebas jentik (ABJ), serta membentuk perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Metode: Kegiatan ini menggunakan pendekatan pemberdayaan masyarakat melalui edukasi, penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan kepada siswa sekolah dasar. Kegiatan dilaksanakan di SDN 2 Siluman, Kota Tasikmalaya, dengan melibatkan 25 siswa sebagai kader Jumantik Cilik. Siswa diberikan pelatihan mengenai pencegahan DBD, pemeriksaan jentik, pemberantasan sarang nyamuk (PSN), serta pelaporan hasil pemantauan melalui formulir dan media digital. Evaluasi dilakukan melalui observasi, laporan mingguan, serta pengukuran pengetahuan menggunakan pre-test dan post-test. Hasil: Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan angka bebas jentik (ABJ) dari 72% menjadi 92% setelah empat minggu pelaksanaan program. Selain itu, terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam mengenali tempat perkembangbiakan nyamuk serta melakukan upaya pemberantasan sarang nyamuk. Jumlah lokasi temuan jentik mengalami penurunan dari 7 lokasi menjadi 2 lokasi, yang menunjukkan adanya perubahan perilaku preventif di lingkungan sekolah dan rumah. Simpulan: Program pemberdayaan Kader Jumantik Cilik efektif dalam meningkatkan keterlibatan siswa dalam pencegahan DBD, meningkatkan angka bebas jentik, serta membangun perilaku hidup bersih dan sehat sejak dini. Program ini dapat menjadi model intervensi berbasis sekolah yang dapat dikembangkan dan diterapkan secara berkelanjutan dalam mendukung pengendalian DBD di masyarakat.
Inovasi penguatan Pos Kesehatan Pesantren melalui edukasi Perilaku Hidup Bersih Sehat dan kesehatan mental pada Santri Aniq Alimmuddin
Journal Pathway Care Vol. 1 No. 2 (2026): Journal Pathway Care
Publisher : Graha Academic Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan perilaku santri. Kondisi lingkungan pesantren yang padat serta keterbatasan fasilitas kesehatan menjadi tantangan dalam menjaga derajat kesehatan santri. Penyakit menular maupun tidak menular masih menjadi masalah kesehatan yang sering ditemukan di lingkungan pesantren, sehingga diperlukan upaya promotif dan preventif melalui intervensi berbasis komunitas. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta penguatan layanan kesehatan melalui Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren), termasuk edukasi kesehatan mental. Metode: Kegiatan inovasi ini menggunakan metode edukasi kesehatan melalui penyuluhan tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta kesehatan mental pada santri di Pondok Pesantren Sabilul Qur’an Kota Cirebon. Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan desain pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan santri sebelum dan sesudah diberikan edukasi. Selain itu, dilakukan observasi terhadap perubahan perilaku dan partisipasi santri dalam kegiatan Poskestren seperti pemeriksaan kesehatan dan konseling. Hasil: Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan santri mengenai PHBS setelah diberikan edukasi. Santri yang sebelumnya memiliki tingkat pemahaman rendah menjadi lebih baik setelah intervensi. Selain itu, terjadi peningkatan kesadaran dalam menjaga kebersihan diri dan lingkungan, yang tercermin dari perubahan perilaku sehari-hari. Edukasi kesehatan mental juga berhasil meningkatkan pemahaman santri terkait pentingnya menjaga kesehatan jiwa serta kemampuan mengenali tanda-tanda stres. Partisipasi santri dalam kegiatan Poskestren, termasuk pemeriksaan kesehatan dan konseling, juga mengalami peningkatan. Simpulan: Inovasi Pelayanan Kesehatan Poskestren di Pondok Pesantren Sabilul Qur’an Kota Cirebon terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan partisipasi santri dalam upaya pencegahan penyakit serta pemeliharaan kesehatan mental
Edukasi Pemberian Makanan Tambahan berbasis pangan lokal terhadap pengetahuan gizi Ibu Hamil dan Kader Posyandu Rofiqoh Rahmaniar
Journal Pathway Care Vol. 1 No. 2 (2026): Journal Pathway Care
Publisher : Graha Academic Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Masalah kekurangan gizi pada ibu hamil dan balita masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting mengalami penurunan dari 24,4% menjadi 21,6%, namun masih berada pada tingkat yang memerlukan perhatian serius. Selain itu, prevalensi ibu hamil dengan risiko Kurang Energi Kronis (KEK) di Indonesia mencapai 13,2%. UPTD Puskesmas Maleber Kabupaten Kuningan mengembangkan inovasi edukasi PMT berbasis pangan lokal guna meningkatkan pengetahuan dan konsumsi pangan bergizi pada ibu hamil. Metode: Inovasi dilaksanakan melalui kegiatan edukasi gizi yang melibatkan 20 peserta yang terdiri atas ibu hamil dan kader posyandu di Desa Kutamandarakan, wilayah kerja UPTD Puskesmas Maleber. Materi yang diberikan meliputi gizi seimbang bagi ibu hamil, pentingnya 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), pencegahan stunting, serta pemanfaatan pangan lokal sebagai PMT. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan tingkat pengetahuan peserta. Selain itu, peserta diberikan contoh kudapan bergizi tinggi berbahan pangan lokal berupa puding tempe sebagai bentuk implementasi PMT lokal. Hasil: Hasil pelaksanaan inovasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah diberikan edukasi gizi. Analisis pre-test dan post-test menunjukkan perbedaan yang signifikan antara tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi dengan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,000 (p < 0,05). Kegiatan ini juga meningkatkan pemahaman peserta mengenai pentingnya pemenuhan gizi selama kehamilan, pencegahan KEK, pencegahan stunting, serta pemanfaatan pangan lokal sebagai alternatif PMT yang bernilai gizi tinggi. Simpulan: Inovasi edukasi PMT berbasis pangan lokal efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu hamil dan kader posyandu mengenai gizi seimbang, 1.000 HPK, pencegahan stunting, serta pemanfaatan pangan lokal sebagai sumber gizi. Program ini berpotensi menjadi strategi promotif dan preventif yang berkelanjutan dalam mendukung perbaikan status gizi ibu hamil dan pencegahan stunting di masyarakat
Gerakan deteksi dini Penyakit Tidak Menular dalam meningkatkan cakupan skrining kesehatan Sartini Sartini
Journal Pathway Care Vol. 1 No. 2 (2026): Journal Pathway Care
Publisher : Graha Academic Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti hipertensi, diabetes melitus, obesitas, dan penyakit kardiovaskular merupakan penyebab utama kesakitan dan kematian yang terus meningkat di Indonesia. Rendahnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin menyebabkan banyak kasus PTM terlambat terdeteksi sehingga meningkatkan risiko komplikasi. Untuk mendukung upaya pencegahan dan pengendalian PTM, UPTD Puskesmas Palimanan mengembangkan inovasi Gerakan Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular Puskesmas Palimanan sebagai strategi meningkatkan deteksi dini dan kesadaran masyarakat terhadap faktor risiko PTM. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei cross-sectional. Program dilaksanakan melalui kegiatan skrining kesehatan meliputi pengukuran tekanan darah, pemeriksaan kadar gula darah, indeks massa tubuh (IMT), kolesterol, serta edukasi kesehatan kepada masyarakat. Sebanyak 3.516 peserta mengikuti kegiatan. Data dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan capaian deteksi dini PTM dan faktor risiko yang ditemukan selama pelaksanaan program. Hasil: Pelaksanaan inovasi menunjukkan hasil yang positif dalam meningkatkan deteksi dini PTM dan pemanfaatan layanan kesehatan. Sebanyak 87,32% peserta berhasil menjalani skrining kesehatan dan mendapatkan deteksi dini faktor risiko PTM. Program ini juga berkontribusi terhadap peningkatan kesadaran masyarakat dalam melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, peningkatan kepatuhan terhadap pengobatan, serta penurunan faktor risiko seperti hipertensi dan obesitas melalui edukasi dan tindak lanjut pelayanan kesehatan. Simpulan: Inovasi Gerakan Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular Puskesmas Palimanan efektif dalam meningkatkan deteksi dini PTM, kesadaran masyarakat terhadap faktor risiko penyakit, serta pemanfaatan pelayanan kesehatan. Program ini berpotensi menjadi model pelayanan promotif dan preventif yang berkelanjutan dalam mendukung pengendalian penyakit tidak menular di masyarakat.

Page 1 of 1 | Total Record : 10