cover
Contact Name
Matthew Hansel
Contact Email
matthew.hansel@uph.edu
Phone
+62215640901
Journal Mail Official
jurnalsenimusik@uph.edu
Editorial Address
Jurusan Seni Musik - Fakultas Ilmu Seni Universitas Pelita Harapan Lippo Karawaci, Tangerang 15811 Indonesia
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Jurnal SENI MUSIK
ISSN : 18298990     EISSN : 25805371     DOI : 10.19166
Core Subject :
Jurnal SENI MUSIK is a scholarly journal published by the Conservatory of Music, University of Pelita Harapan. This journal aims to accommodate any scientific articles about music, music performance and history, audio and recording, music industry, music composition analysis, music therapy, and music education. It is published in May and October.
Arjuna Subject : -
Articles 70 Documents
The Rise Of Afrobeats: Musical Culture Combinations On Calm Down Song Manuela Bernarda Serang
Jurnal SENI MUSIK Vol. 18 No. 1 (2026): Jurnal SENI MUSIK
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jsm.v18i1.8464

Abstract

Afrobeats is a genre of popular music originating from West Africa. At the beginning of its development, it caused controversy because of the ambiguity regarding African cultural identity. Even though it caused controversy, Afrobeats is now gaining popularity. This research aims to analyze and describe the popularity of the song Calm Down as a medium for transmitting African culture. The method used in this research is qualitative virtual ethnography. Data collection was carried out through observation and literature study. First, the researcher observed the music video, lyrics, views, and like frequency of the song on YouTube and Spotify. Then, netizens' comments were also viewed to get detailed information about the Calm Down song's popularity reasons. For the supplementary arguments, the researcher reviewed some scientific journals and news articles about the popularity of Afrobeats songs. Data were analyzed using the Miles and Huberman model. This consists of data reduction, data presentation, and data verification. The research results show that the popularity of the song Calm Down was caused by the song's rhythm which has a positive impact on mental health, its universal theme, and musical culture combinations. It is the main key to the Calm Down song’s success. 
Analisis Optimasi Tata Bunyi Ekumene Hall Gereja Suara Kebenaran Injil (GSKI) Rehobot Kelapa Gading Bernardus Samuel; Kevin Leonardo
Jurnal SENI MUSIK Vol. 16 No. 2 (2024): Jurnal SENI MUSIK
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jsm.v16i2.8470

Abstract

Peran utama tata bunyi adalah sebagai media distribusi sumber bunyi dengan pendengar. Tata bunyi yang baik adalah tata bunyi yang dapat menyesuaikan bunyinya dengan kondisi akustik ruangan dan memiliki respons frekuensi yang datar. Untuk mencapai hal tersebut, diperlukan proses optimasi pada tata bunyi. Tujuan utama tercapainya kondisi tersebut adalah pendengar dapat dengan jelas mendengar pesan yang disampaikan sumber bunyi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengoptimasi tata bunyi Gereja Suara Kebenaran Injil (GSKI) Rehobot Kelapa Gading dengan ruangan yang dioptimasi adalah Ekumene Hall. Penelitian ini dilakukan dengan metode kuantiatif berbasis pengukuran, dimana data-data terukur seperti akustik ruang dan respons frekuensi ruangan dikumpulkan untuk mengetahui permasalahan di dalam ruangan.  Permasalahan yang ditemukan adalah terdapat penumpukan frekuensi rendah, yakni di bawah 125 Hz pada ruangan Ekumene Hall yang disebabkan oleh tata akustik ruang dan pelantang bunyi. Setelah itu, optimasi dilakukan pada tata bunyi dengan mengurangi frekuensi di bawah 125 Hz dan menambah frekuensi di atas 2 kHz untuk menyeimbangkan bunyi yang dihasilkan. Hasil optimasi diterapkan dalam kondisi ibadah. Keandalan hasil optimasi diuji dengan survei terhadap beberapa pelayan jemaat dengan menggunakan metode kuesioner. Hasil survei menunjukkan bahwa optimasi dapat membantu mengatasi permasalahan tata bunyi ruang Ekumene Hall GSKI Rehobot Kelapa Gading. Penelitian ini mengungkapkan proses optimasi dalam tata bunyi dapat membantu menyesuaikan bunyi yang dihasilkan dengan kondisi akustik ruangan, khususnya di dalam lingkup gereja.
Penerapan Rekayasa Desain Bunyi pada Aplikasi Seluler UPH Mobile Stefanus Prathama Joestianto; Jack Simanjuntak
Jurnal SENI MUSIK Vol. 15 No. 2 (2023): Jurnal SENI MUSIK
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jsm.v15i2.8483

Abstract

Penggunaan aplikasi seluler di lingkungan sehari-hari sudah menjadi hal yang umum, peran bunyi dalam aplikasi seluler pun sudah sangat sering ditemui karena memiliki fungsi dan manfaat bagi pengguna dan pihak aplikasi itu tersebut. Namun salah satu aplikasi yang dekat dengan kehidupan peneliti yakni UPH Mobile dirasa kurang memaksimalkan peran bunyi ke dalam kegunaan aplikasi tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses kreatif yang perlu dilakukan dalam merancang sebuah desain bunyi untuk aplikasi UPH Mobile. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan art based research, metode dan pendekatan tersebut dipilih karena sangat sesuai untuk kebutuhan riset mengenai proses kreatif dari merancang bunyi. Peneliti menggunakan pendekatan design thinking untuk merancang desain bunyi pada aplikasi tersebut. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa konsep pada tahapan awal mendesain sangat berpengaruh terhadap hasil akhir bunyi. Konsep yang kuat dan matang akan menimbulkan ide-ide yang unik dan tepat sasaran. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan baru dalam merancang desain bunyi untuk aplikasi seluler dengan berbagai cara. Implikasi dalam penelitian ini adalah bahwa konsep utama sangat berpengaruh terhadap hasil akhir dari desain bunyi aplikasi seluler.
The Impact of Violin Pedagogues on Students' Musical Development Amelia Tionanda
Jurnal SENI MUSIK Vol. 16 No. 2 (2024): Jurnal SENI MUSIK
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jsm.v16i2.8593

Abstract

The world of violin pedagogy is a dynamic and nuanced realm where the art of teaching the violin is more than just imparting technical skills; it is a transformative journey that shapes aspiring violinists into accomplished artists. The influence of violin teachers extends far beyond the practice room, touching the hearts and minds of students and fostering a lifelong relationship with the instrument. This exploration reveals the methodologies and teaching philosophies employed by renowned violin educators, shedding light on the strategies used to instill discipline, perseverance, and a love for music in their students. Beyond the acquisition of musical skills, violin teachers play a pivotal role in nurturing well-rounded individuals who carry the torch of musical tradition forward. The result of this study revealed that great teachers are not bound by a single approach but are defined by their ability to inspire and nurture the talents of their students, each in their own way. 
Penerapan Latihan Mental untuk Meningkatkan Memorisasi dalam Pembelajaran Piano Klasik pada Mahasiswa Program Studi Musik Universitas Pelita Harapan Josephine Nicole Wirawan; Jane Djie
Jurnal SENI MUSIK Vol. 16 No. 2 (2024): Jurnal SENI MUSIK
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jsm.v16i2.8811

Abstract

Memorisasi khususnya dalam pembelajaran karya piano klasik adalah hal yang menuntut pelajar untuk menguasai berbagai macam aspek. Karena kerumitan tersebut, tidak asing untuk melihat atau mengalami memory slip pada saat mempertunjukkan permainan tanpa partitur. Selebihnya, ada sebagian orang yang membutuhkan waktu yang sangat lama untuk bisa menghafal sebuah lagu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penerapan latihan mental pada pembelajaran karya piano klasik agar kendala dan hambatan seperti itu dapat dihindari untuk kedepannya. Metode penelitian ini menggunakan Non-Equivalent Control Group Design yang berupa perbandingan antara Kelompok Variabel (menerapkan gabungan latihan mental dan fisik) dan Kelompok Kontrol (menerapkan latihan fisik saja) yang mempelajari Intermezzo Op. 117 No. 2 oleh Brahms. Tindakan ini dilakukan dalam jangka waktu 7 hari berturut-turut, 45 menit per sesi. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa tingkat memorisasi Kelompok Variabel yang menjalani latihan mental lebih tinggi dari Kelompok Kontrol dengan selisih 5.37%. Ditemukan juga bahwa latihan mental memiliki peran yang penting bagi partisipan untuk bermain dengan musikalitas yang lebih baik.
Pemaparan Proses Penciptaan Komposisi Musik “The Lovers” Oleh Sri Hanuraga Sri Hanuraga
Jurnal SENI MUSIK Vol. 16 No. 2 (2024): Jurnal SENI MUSIK
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jsm.v16i2.8913

Abstract

The creation of musical compositions can be inspired by various motifs, both musical and extra-musical. The composition entitled “The Lovers” is a work by Sri Hanuraga, written for Josh Marcy’s dance piece of the same name. Marcy’s work is a collage of romantic imagery that finds its meaning through a disruption of traditional notions of romance. This paper outlines Hanuraga’s strategies for concretely translating the discourse presented by Marcy into musical material.
Analisis Prasetel Vokal “Big Drip” dari VocalPresets dengan Studi Kasus Lagu Catching Feelings Kevin Leonardo
Jurnal SENI MUSIK Vol. 17 No. 1 (2025): Jurnal SENI MUSIK
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jsm.v17i1.9584

Abstract

Big Drip dari VocalPresets merupakan prasetel vokal yang dapat digunakan oleh perangkat lunak Logic Pro X tanpa menambah efek-efek pihak ketiga. Harganya yang relatif murah dan sempat diberikan secara cuma-cuma membuat prasetel ini digemari oleh pengguna. Penelitian ini bertujuan menganalisis tiap efek dari rangkaian prasetel vokal secara objektif dan mengaitkannya dengan respon subyektif dari para non-ahli dan ahli. Musik yang digunakan sebagai acuan adalah lagu Catching Feelings yang dinyanyikan oleh Nasya Cityawiryan. Sebanyak 57 non-ahli dari pelajar SMA dan kuliah yang menggemari musik pop diminta untuk memberikan kata-kata subyektif yang menggambarkan kualitas vokal hasil pencampuran dengan prasetel vokal Big Drip. 10 ahli yang terdiri dari produser musik, insinyur pencampuran, dan tim produksi musik acuan juga diminta pendapatnya dengan lebih rinci. Setelah dilakukan penelitian, para ahli dan non-ahli sepakat bahwa prasetel ini menghasilkan vokal yang seimbang antara bobot dan kejelasan, kelebaran dari efek gema dan kompresi yang lembut. Hal ini diwakilkan dengan kata-kata deskripsi “bergema”, “warm”, “punchy”, dan “clear”. Hal ini dipengaruhi oleh setelan equaliser yang menaikkan frekuensi fundamental penyanyi serta frekuensi kejelasan suara ucap dan vocal air pada rentang frekuensi menengah-atas dan tinggi, penambahan harmonik dari efek distorsi secara signifikan, dan efek gema yang memiliki setelan maksimum pada setelan kelebaran.
An Intersection between Creative Process and Compositional Structure: Study of a Sketch of Two Stevie Jonathan Sutanto
Jurnal SENI MUSIK Vol. 17 No. 1 (2025): Jurnal SENI MUSIK
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jsm.v17i1.9621

Abstract

This paper describes the creative process of a composition for bassoon and live electronics, which involves elements of improvisation, notated score, and an interactive music system. The creative process suggested a mix of individualist and collaborative approaches. Through discussions and tryout sessions, compositional materials were developed in conjunction with the interactive music system. Following the collaborative process, I went through an individual session where I put everything together—notating the score and developing the interactive music system. A standalone program was then created to minimise the software requirements of the computer used for the performance. The practical challenges posed by this compositional method are discussed with respect to the development of the interactive system.
Analisis Evaluasi Subjektif Terhadap Teknik Perekaman Stereo Taganing Batak Toba Menggunakan Variasi Jarak dan Tinggi Mikrofon Jack Arthur Simanjuntak; sebastian pardede
Jurnal SENI MUSIK Vol. 17 No. 1 (2025): Jurnal SENI MUSIK
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jsm.v17i1.9652

Abstract

Penelitian ini menganalisis preferensi subjektif teknik perekaman stereo untuk instrumen tradisional Taganing Batak Toba melalui evaluasi dua kelompok naracoba: ahli (10 orang) dan non-ahli (6 orang). Studi ini bertujuan mengidentifikasi teknik perekaman optimal yang mempertimbangkan aspek teknis, estetika, dan kultural. Rekaman Taganing dibuat menggunakan empat teknik stereo (XY 90°, AB, ORTF, Mid-Side) dengan variasi jarak (1 m dan 1,5 m) dan tinggi mikrofon (2 m). Evaluasi subjektif menggunakan skala kualitas (Sangat Baik hingga Sangat Buruk) dan wawancara mendalam dilakukan untuk mengeksplorasi parameter penilaian. Hasil menunjukkan preferensi signifikan antara kelompok: ahli lebih menyukai teknik XY 90° (1 m dan 1,5 m) karena kejelasan transien, koherensi fase, dan preservasi karakter timbral Taganing yang dijelaskan melalui terminologi Batak seperti nunga marsaringar (resonan) dan gomos (padat). Sebaliknya, non-ahli lebih memilih ORTF (1 m) dan AB/ORTF (1,5 m) karena citra stereo alami dan persepsi kelebaran yang seimbang. Teknik MS dan XY dinilai kurang koheren oleh non-ahli. Temuan ini menegaskan bahwa preferensi perekaman Taganing dipengaruhi oleh latar belakang pendengar. Untuk dokumentasi ilmiah dan arsip budaya, teknik XY direkomendasikan, sedangkan ORTF/AB lebih sesuai untuk distribusi publik. Studi ini berkontribusi pada pengembangan metodologi perekaman yang adaptif terhadap konteks kultural dan teknis, mendukung pelestarian warisan bunyi Indonesia melalui teknologi audio.
Rethinking the Philosophy of Church Music Antonius Sugeng Priyanto
Jurnal SENI MUSIK Vol. 16 No. 2 (2024): Jurnal SENI MUSIK
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jsm.v16i2.10382

Abstract

This paper argues that a sound philosophy of church music must be rooted in biblical theology, recognizing music as a divinely given medium that reveals God’s order within time and creation. It contends that music, when understood theologically, serves not merely as an aesthetic expression but as a formative practice through which believers participate in God’s creative and redemptive purposes. In contrast to the modern impulse toward disorder, fragmentation, and instant gratification, music-making embodies the spiritual discipline of patience, attentiveness, and obedience. Drawing on the theological reflections of Jeremy Begbie and others, this study explores how musical structure and temporality mirror the divine harmony between change and order that sustains creation. By reclaiming a theological philosophy of music, the church can resist cultural tendencies toward superficiality and rediscover music as a sacred act of worship that cultivates a meaningful engagement with time and with God’s ongoing work in the world.