Jurnal Agama Sosial dan Budaya
Religion Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya, P-ISSN 2962-6560, E-ISSN 2963-7139 is an open access and peer-reviewed journal of Islamic Studies published by the Amuntai High School of Al Quran, South Kalimantan which contains writings from lecturers, education staff, education observers and others. This journal is published bi-monthly in February, April, June, August, October, and December in print and online. This journal publishes research results related to Islamic issues related to social issues such as the study of the Quran and Hadith, Islamic philosophy, education, social, local wisdom, politics, economics, urbanism, multiculturalism, and others through interdisciplinary study. All papers submitted to the journal must be written in good Indonesian, English, Arabic or Malay.
Articles
670 Documents
KONSEP AKIDAH DAN FIQIH DALAM PERSPEKTIF MAZHAB SYI’AH ZAIDIYAH
Muhammad Faqih Mukaddam;
Muhammad Fadhil;
Muhammad Nor
Religion : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya Vol. 2 No. 3 (2023): May: Religion: Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya
Publisher : CV. Maryam Sejahtera
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.68352/religion.v2i3.123
Peneliti ada membaca terkait pendapat yang menyatakan bahwasanya Syi’ah Zaidiyah sangat dekat dengan ahlussunnah wal jamaah dalam hal akidah dan fiqih. Akan tetapi secara teori bahwasanya antara Syi’ah dan ahlussunnah wal jamaah ini sangat bertentangan. Oleh karena itu, hal inilah yang membuat penulis ingin mengetahui tentang akidah dan fiqih dari Syi’ah Zaidiyah yang dikatakan bahwasanya sangat berdekatan dengan ahlussunnah wal jamaah. Adapun pentingnya penelitian ini diteliti adalah untuk mengetahui perbedaan antara Syi’ah Zaidiyah dengan ahlussunnah wal jamaah dari segi akidah dan fiqih. Oleh karena itu, kita dapat membedakan antara akidah dan fiqih Syi’ah Zaidiyah dan ahlussunnah wal jamaah, terutama kita masyarakat awam. Walaupun misalnya akidah dan fiqih Syi’ah Zaidiyah dan ahlussunnah wal jamaah sangat mirip, kita dapat membedakannya.Penelitian ini menggunakan metode penelitian library research (kepustakaan). Yang mana setelah mendapatkan data penelitian, peneliti melakukan analisis dan menelaah secara lebih mendalam atas sebuah referensi yang digunakan dari data yang didapatkan tersebut. Pada penelitian ini, peneliti ingin mencari secara mendalam terkait dengan aqidah dan fiqih dalam perspektif Syi’ah Zaidiyah.Adapun hasil penelitian bahwasanya konsep akidah dalam perspektif mazhab Syi’ah Zaidiyah yaitu berkaitan dengan akidah dari mu’tazilah.
SUMBER AJARAN DAN HUKUM ISLAM, AL-QUR’AN
Fitria Ma’rifat;
Norhaliza;
Rachel Sri Widiastuti;
Salasiah;
Wulan Maulida
Religion : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya Vol. 2 No. 3 (2023): May: Religion: Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya
Publisher : CV. Maryam Sejahtera
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.68352/religion.v2i3.124
Al-Qur’an membawa fungsi sebagai petunjuk bagi umat manusia hingga akhir zaman, penyempurna kitab-kitab suci sebelumnya, dan sumber pokok ajaran agama Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad Saw. Penelitian ini mengkaji tentang “Sumber Ajaran dan Hukum Islam, al-Qur’an”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) mengetahui dasar Al Qur’an sebagai sumber ajaran umat islam (2) menggali lebih dalah hukum-hukum yang melandasi Al-Qur’an (3) mengimani dan menanamkan dalam hati sifat Qurani dalam kehidupan zaman sekarang. Kehidupan berbangsa dan bernegara tidak dapat dipisahkan dari peraturan hukum. Sebagai umat beragama sudah selayaknya menaati perintah hukum yang tertuang dalam suatu ajaran, sebagaimana Islam juga memiliki aturan dan hukum yang harus dipatuhi oleh pemeluknya. Sumber hukum dalam Islam adalah al-Qur’an. Dengan memahami sumber hukum yaitu al-Qur'an, maka anda akan mendapatkan petunjuk hukum yang sesuai dengan tuntunan syariat dan sunnah nabi Muhammad. Penelitian ini mengunakan metode penelitian Library dan Internet Searching. Hasil data yang diperoleh melalui beberapa referensi kemudian diringkas dan ditelaah secara mendalam. Dalam penelitian ini juga menggunakan pendekatan kualitatif dengan berusaha mendapatkan informasi yang selengkap mungkin mengenai Sumber Ajaran dan Hukum Islam, Al-Qur’an, dari sumber-sumber referensi yang terpercaya. Al Qur`an di samping sebagai kitab sucinya umat Islam juga merupakan sumber hukum Islam yang pertama dan utama. Sebagai kitab suci, Al Qur`an harus diimani dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, baik sebagai pribadi, sebagai anggota keluarga dalam sebuah rumah tangga maupun sebagai warga masyarakat, bangsa
KAJIAN LITERATURE: SUMBER AJARAN DAN HUKUM ISLAM ( ITJIHAD )
Alif Rizky Akhmadillah;
Muhamad Rizal;
Achmad Rifa’i Hamid;
Muhammad Galfin Fawwaz;
Muhammad Rizaldi;
Khalis Ramadhani;
M. Rizki pratama
Religion : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya Vol. 2 No. 3 (2023): May: Religion: Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya
Publisher : CV. Maryam Sejahtera
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.68352/religion.v2i3.125
Ijtihad adalah pengerahan segenap daya upaya untuk menemukan hokum sesuatu secara rinci. Hal ini diupayakan oleh ulama untuk menjawab segala persoalan yang muncul ketika dalam sumber utama agama Islam tidak ditemukan dalil atau ketentuan hokum yang jelas. Selain itu, ijtihad dilakukan supaya ajaran Islam salih lukulli zaman wal makan. Para ulama telah menentukan syarat-syarat bagi mereka yang ingin berijtihad. Selain itu, para ulama telah mensistematisasikan pola-pola ijtihad dalam penerapannya. Pola-pola tersebut setidaknya bias dibagi tiga, yaitu: pola bayani, ta’lil, dan istislahi.
PANDANGAN MAHASISWA JPOK TERHADAP NAJIS SETELAH BEROLAHRAGA
Alfisah;
Muhammad Furqan Hafizi;
Muhammad Rabbani;
Muhammad Rizky Ramadhani
Religion : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya Vol. 2 No. 3 (2023): May: Religion: Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya
Publisher : CV. Maryam Sejahtera
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.68352/religion.v2i3.126
Discussing uncleanness after exercising, namely sweating, being exposed to uncleanness in outdoor fields is material that really needs to be discussed because this discussion is very useful and is often asked by Jpok students. Discussion about Najis, some consider that the most difficult discussion in terms of fiqh. Unclean is anything that is considered dirty in Islamic law, so this discussion is very useful for Jpok students. Every Jpok student must understand about uncleanness which is often found around the field. This matter affects the legitimacy of an act of worship, one of which is prayer, because after exercising students usually just let it go. Writing this article aims to provide readers with a broader understanding and knowledge about uncleanness after exercise, because there are still many Jpok students who do not understand about uncleanness after exercise. In writing this article, the author describes and explains matters related to uncleanness after exercise, in a systematic manner which will make it easier for readers to understand and implement it in campus life. The research method used is the type of data collection research using quantitative methods. The data used is from the views of Jpok students obtained from filling out questionnaires and book sources discussing uncleanness after exercising as a complement and support.
PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DAN PANDANGAN MAHASISWA MENGENAI PAKAIAN WANITA DALAM PERTANDINGAN SENAM GYMNASTIC
Ridho Alfatih;
Dwi Amalia Putri;
Yoga Firmansyah;
Muhammad Ridho
Religion : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya Vol. 2 No. 3 (2023): May: Religion: Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya
Publisher : CV. Maryam Sejahtera
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.68352/religion.v2i3.127
Pakaian adalah simbol atas kemajuan evolusi manusia dalam agama islam pakaian adalah jati diri dan kehormatan yang dapat melindungi dari bahaya yang mengintai dirinya di tempat umum, tujuan di buatnya artikel ini adalah untuk menyadarkan kita bahwa pentingnya pakaian yang menutup aurat. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan mengisi kuisioner/survei kepada mahasiswa. Perspektif mahasiswa tentang pakaian atlet wanita gymnastic yaitu didapatkan bahwa 88,9% mahasiswa kurang setuju dengan pakaian yang dikenakan atlet tersebut karena dianggap terlalu terbuka sehingga kurang nyaman dilihat serta dapat mengundang hawa nafsu dari yang bukan mahramnya. Tetapi ada juga 11,1% mahasiswa yang setuju dengan pakaian yang dikenakan pesenam tersebut karena menurutnya pakaian tersebut memang sudah standar nasional untuk pesenam gymnastic. Pada artikel ini dapat di simpulkan bahwa menggunakan pakaian yang tidak menutupi aurat sangat tidak di perbolehkan oleh agama islam hal ini bertujuan utuk menjaga kehormatan perempuan dan juga untuk melindungi diri nya sendiri dari kejahatan orang lain selepas bertanding.
ISU ISU PLURALISME AGAMA SEBAGAI BASIS MODERNI KONTEMPORER PEMIKIRAN DALAM ISLAM
Siti Khalisah;
A’isyah Hasanah;
Fitria Zahra;
Intan Ria Agustina
Religion : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya Vol. 2 No. 3 (2023): May: Religion: Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya
Publisher : CV. Maryam Sejahtera
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.68352/religion.v2i3.128
In this world there is a lot of diversity , one of which is diversity in religion which is called religious pluralism. Religious pluralism is a condition of living together in a different general sense within a religious community while maintaining the characteristics of the teachings of each religion. In the qur'an ,religious pluralism is found in surah al-kahfi verse 29. As for John wick, he put forward the idea that the world's major religions is different perceptions dan conseptions of, and simultaneously, various responses to the real and the supreme from within various human cultural institutions. Therefore, it is necessary for everyone to cultivate a spirit of tolerance so that there is peace in the same environment.
KONSEP MODERASI BERAGAMA DAN KERUKUNAN ANTAR UMAT BERAGAMA SESUAI AJARAN AGAMA ISLAM
Muhammad Riski Ramadhan;
Krisnandito Renaldiansyah;
Reffiga Agustian Sanjaya;
Muhammad Khalikin;
Muhammad Ilham;
Faisal Rezaldi;
Asrul
Religion : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya Vol. 2 No. 3 (2023): May: Religion: Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya
Publisher : CV. Maryam Sejahtera
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.68352/religion.v2i3.129
Penulisan artikel ini mendeskripsikan konsep moderasi beragama dan kerukunan antar umat beragama sesuai ajaran agama islam. Metode penelitian yang digunakan yaitu internet searching. Dari data yang diperoleh kemudian dianalisis serta ditelaah secara mendalam atas referansi yang dipakai. Artikel ini menjalaskan bahwa agama islam pada dasarnya mengajarkan kita untuk saling hidup bertoleransi / moderasi dan kerukunan antar umat beragama. Dalam islam juga memandang bahwa setiap individu memiliki hak yang sama untuk hidup dan berkembang, tanpa diskriminasi berdasarkan agama, ras, atau gender. Oleh karena itu artikel ini bertujuan memberikan pemahaman konsep moderasi dan kerukunan antar beragama menurut ajaran agama Islam.
MASJID SEBAGAI PUSAT PERADABAN DAN KEBUDAYAAN ISLAM
Desy Puspita;
Gusti Nandini Raisa Putri;
Maya;
Nensy Nurfitriani;
Rabiatul Adawiah;
Salma Asyifa
Religion : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya Vol. 2 No. 3 (2023): May: Religion: Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya
Publisher : CV. Maryam Sejahtera
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.68352/religion.v2i3.130
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep masjid sebagai pusat peradaban dan kebudayaan islam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitis dengan mempunyai langkah-langkah seperti pengumpulan data, pengorganisasian, analisa dan interpretasi serta penyimpulan. Teknik yang digunakan dalam penelitian adalah studi literatur atau book survey. Hasil analisis yaitu bahwa Masjid merupakan warisan dari Rasulullah saw yang harus dijaga dan dilestarikan fungsi dan pemanfaatannya sebagai tempat ibadah umat Islam. Pada zamannya Rasulullah membangun masjid dengan penuh perjuangan, kerja keras dan perjalanan panjang, sebagaimana dijelaskan dalam Q.S Taubah : 107-109. Rasulullah menggunakan masjid sebagai sarana multifungsi sebagai pusat pelayanan umat dalam mengatasi berbagai permasalahan umat Islam dalam kehidupan. Akan tetapi sarana itu, pada masa kini tidak berfungsi secara optimal seperti dulu. Seiring kemajuan zaman masjid pun kurang dimanfaatkan oleh umat Islam dalam membina dan memfungsikan masjid sebagai tempat multifungsi. Padahal masjid pada masa kini dapat dioptimalkan dan diberdayakan pemanfaatannya sebagai tempat multifungsi kegiatan umat. Oleh karena itu, penulis berusaha memaparkan optimalisasi pemberdayaan masjid sebagai pusat pembinaan masyarakat dan sosial. Mudah-mudahan dapat menambah wawasan dan pemahaman umat Islam tentang optimalisasi pemberdayaan masjid sebagai sarana pembinaan masyarakat Islam.
PANDANGAN MAHASISWA PENDIDIKAN SENI TERHADAP SENI LUKIS REALISME
Atisya Nanda Abela Putri;
Norma Riandri;
Afif Ghina Wafa Arina;
Zia Anis Permata;
Eka Mayanti Maulida
Religion : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya Vol. 2 No. 3 (2023): May: Religion: Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya
Publisher : CV. Maryam Sejahtera
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.68352/religion.v2i3.131
Painting is one of the representative arts that is synonymous with aesthetic elements. This art has a two-dimensional medium in expressing ideas in the form of expressions or feelings of the painter through various shades of color, texture and style of painting that are tailored to meet needs. painting is an activity of processing an object into the form of a painting that has a certain impression. Painting is also a means of interpreting the shadow of the subconscious or having an abstract concept that is processed into a paper or canvas medium where each object being painted has its own description of an object. Writing this journal aims to explain the concept of thinking of Performing Arts Education Students at Lambung Mangkurat University towards realist painting which has quite a lot of pros and cons from an Islamic point of view where we can draw a conclusion that mediates the two differences of opinion. Data collection uses a quantitative method (Quantitative Research). The required variable is a questionnaire containing ten simple questions related to realism painting. The data were analyzed from all answers from students and then analyzed, grouping data, and drawing conclusions. Views of Students of Performing Arts Education at the University of Lambung Mangkurat are almost entirely interested in discussing realism paintings. Having the skill to paint is a gift given to God, then how can a human explore this skill into a work that can be enjoyed by the general public and with a note that it does not cause disobedience in it.
PERSFEKTIF MAHASISWA JPOK TERHADAP PENGGUNAAN PARFUM BAGI WANITA DALAM AGAMA ISLAM
Nur Syifa;
Muhammad Zainal Helmi;
Mahyudia
Religion : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya Vol. 2 No. 3 (2023): May: Religion: Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya
Publisher : CV. Maryam Sejahtera
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.68352/religion.v2i3.132
The use of perfume for women in Islam is a topic that is often discussed, including among students. JPOK students have a different view on the use of perfume for women. Some students argue that the use of perfume for women in Islam does not interfere with applicable religious norms, as long as it is not intended to provoke unknown men. But some other students also argued that in Islam, the use of perfume in women should be well regulated and should pay attention to the exemptions that apply. Muslim women are expected to avoid using perfume when out of the house or in public places and choose halal and non-excessive perfumes. As for the purpose of perfume use according to students JPOK is to increase confidence. In addition, there are also students who believe that the use of perfume for women in Islam can raise controversy and disrupt religious values. Excessive or improper use of perfume can attract attention and trigger inappropriate actions from others. This article aims to explain the appropriate use of perfume in Islamic religion. The research methods used are qualitative and descriptive. Data collection is carried out with an angket filling. Data is analyzed by drawing conclusions.