cover
Contact Name
Muhammad Nasir
Contact Email
nasirmuning@gmail.com
Phone
+6285138795378
Journal Mail Official
Jurnal.islamic.edu@gmail.com
Editorial Address
Jl. Samudera II No. 36 Rt. 45 Beruntung Jaya Banjarmasin.
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Islamic Education
Published by CV. Maryam Sejahtera
ISSN : 2962679X     EISSN : 29627249     DOI : https://doi.org/10.68352/education
Core Subject :
Islamic Education P ISSN 2962 679X E ISSN 2962 7249 welcomes submissions of articles that provide insight into current and major issues related to education. This journal provides a place for researchers to discuss pursue and promote knowledge in emerging and developing fields of education science studies. Articles can be written in English or Indonesian. This journal publishing frequency is quarterly or four times a year with issue period in March June September and December.
Arjuna Subject : -
Articles 326 Documents
TUKAR TAMBAH DALAM HUKUM ISLAM ANISA; NABELA AULIA PUTERI; NATHANIA SALSABILA
Islamic Education Vol. 1 No. 4 (2023): October : journal Islamic Education
Publisher : CV. Maryam Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68352/education.v1i4.684

Abstract

Tukar Tambah (Trade in) adalah proses pertukaran suatu barang dengan memberi tambahan uang oleh satu pihak kepada pihak yang lain. Segala ketentuan yang berlaku dan berjalan atasnya, tidak lepas dari akad jual beli. Apapun jenis pertukaran itu, dan melibatkan barang apa saja, asalkan pertukaran itu hukumnya adalah sah dari sisi objek yang ditukarkan. Tukar Tambah adalah praktik yang diperbolehkan dalam islam, selama dilakukan dengan prinsip keadilan, kesetaraan dan tanpa unsur penipuan atau riba. Praktik ini didukung oleh ajaran Nabi Muhammad SAW dan memainkan peran pentingnya keadilan dalam transaksi ekonomi. Syarat dan kondisi harus jelas, dan penilaian barang harus dilakukan dengan itikad baik. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan tentang konsep dan prinsip dasar hukum tukar tambah dalam islam, kondisi yang harus dipenuhi, serta tukar tambah yang diperbolehkan dan tidak diperbolehkan dalam hukum Islam. Penelitian ini menggabungkan studi sumber sumber utama Islam, pendapat para pakar, dan data empiris untuk mengetahui bagaimana tukar tambah dalam hukum islam. Dengan memahami konsep dan prinsip-prinsipnya, penelitian ini mengungkapkan bahwa tukar tambah tetap menjadi dasar praktik ekonomi yang adil di dunia muslim.
Mikroorganisme Dalam Perspektif Islam: “Keajaiban Kecil Dalam Ciptaan Allah” Fajri Hidayati; Elvira Indah Puspita Dewi; Cindy Maulina
Islamic Education Vol. 1 No. 4 (2023): October : journal Islamic Education
Publisher : CV. Maryam Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68352/education.v1i4.685

Abstract

Microorganisms are microscopic life that inhabit our planet in astonishing diversity. This article investigates the Islamic view of microorganisms, revealing how the wonders of Allah's creation are reflected in microorganisms, as well as how this understanding influences human actions in utilizing them in the fields of food and health. By referring to the Koran, we explore the belief that microorganisms are one proof of the greatness of Allah and the wonders of the universe. This article also explains the impact of this understanding on hygiene practices, medical research, and its relationship to religious observances in Islam. The research results highlight the importance of respecting microorganisms as part of God's creation, which has an impact on human behavior in nature and health, as well as implementing responsible research ethics
Ajaran Islam dalam Butir-Butir Pancasila Anita Lusiana Nur'Azmi; Addilla Zahwa Mafaza; Ria Inanda Syafarina
Islamic Education Vol. 1 No. 4 (2023): October : journal Islamic Education
Publisher : CV. Maryam Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68352/education.v1i4.687

Abstract

Eksistensi suatu bangsa dapat dilihat dari sejauhmana bangsa tersebut mampu menunjukkan kemajuan peradaban. Berkembangnya suatu bangsa adalah peradaban yang juga berkembang sebagai produk yang didalamnya terdapat masyarakat berbudaya, bermoral dan memiliki pola fikir yang baik. Setiap bangsa pasti memiliki keberagaman budaya,adat istiadat, bahasa, kepercayaan dan lain-lain. Akan tetapi, Setiap bangsa juga pasti memiliki dasar yang menjadi pedoman dalam pelaksanaan nilai-nilai kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Suatu bangsa dapat dikatakan kuat apabila dasar dan pedoman yang dimiliki teraplikasi dengan baik untuk merangkul keberagaman dan perbedaan yang ada sehingga setiap keberagaman dan perbedaan yang ada menjadi warna indah dalam perkembangan bangsa. Salah satu dasar dan ideologi bangsa Indonesi adalah pancasila. Sebagai ideologi suatu bangsa tentu pancasila menjadi pandangan dan pegangan hidup masyarakat Indonesia. Butir-butir yang terkandung dalam pancasila memiliki nilai-nilai aturan bermasyarakat, berbangsa, bernegara,berketuhanan, keberagaman, dan nilai norma Meskipun dewasa ini bangsa Indonesia dihadapkan pada uforia persoalan dan permasalahan yang memanas.Metode peneilitian yang digunakan adalah metode kualitatif, yang bertujuan untuk mendapatkan pemahaman yang mendalan mengenai masalah-masalah tentang kaitan antara ajaran islam dengan butir-butir Pancasila  
PERAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM KEHIDUPAN BERMASYARAKAT Atikah Winata; Ahmad fazri; Mahfuzah
Islamic Education Vol. 1 No. 4 (2023): October : journal Islamic Education
Publisher : CV. Maryam Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68352/education.v1i4.688

Abstract

Pendidikan agama Islam sangat penting bagi masyarakat. Dampak terhadap akhlak yang baik adalah melalui pendidikan dan pengajaran. Ajaran agama melampaui ritual sederhana untuk mengaktualisasikan prinsip dan cita-cita agama dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengkaji pertumbuhan pendidikan agama Islam di masyarakat. Gaya penulisan deskriptif dan eksploratif digunakan dalam tinjauan pustaka ini. Dapat disimpulkan bahwa untuk meningkatkan kualitas keimanan, nilai-nilai pendidikan agama Islam perlu dikembangkan atau ditanamkan pada masyarakat. Nilai-nilai tersebut antara lain: (1) akhlakul-karimah; (2) pendidikan ibadah; dan (3) pendidikan aqidah/iman. Pendidikan ibadah meliputi pengajaran kepada anak untuk melakukan ibadah seperti shalat, puasa, dan membaca Al-Qur'an.
ZAKAT DALAM PEREKONOMIAN MODERN CHERRY ANNISA FEBRIANTY; MALIKA REGYTA CAHYANI; MELISA RAHMASARI
Islamic Education Vol. 1 No. 4 (2023): October : journal Islamic Education
Publisher : CV. Maryam Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68352/education.v1i4.689

Abstract

Zakat is one of the main pillars of the Islamic economy that is relevant and significant in the context of the modern economy. The principle of zakat includes the obligation for Muslims to donate a portion of their wealth to help the poor, orphans, widows, and people in need of financial assistance. Zakat in the modern economy involves an aspect of philanthropy, which seeks to achieve humanitarian and social goals and sof funds to those in need. In the context of modern economics, zakat can play a role in reducing social disparities, improving people's welfare, and facilitating sustainable development by promoting a fairer distribution of economic resources. Proper implementation of zakat can help create a more inclusive economic ecosystem and address contemporary socioeconomic challenges. The research method used in this study is library research. The results of zakat in the modern economy itself have differences in terms of management and implementation systems from the time of the Prophet and the modern era
Pluralisme Agama: Memahami Keberagaman dan Toleransi dalam Konteks Islam di Indonesia Aulia Desty Budieni; Istiqamah; Salamah
Islamic Education Vol. 1 No. 4 (2023): October : journal Islamic Education
Publisher : CV. Maryam Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68352/education.v1i4.690

Abstract

This article discusses the concept of religious pluralism, its application in dealing with religious diversity, the history of its emergence, the views of leading figures, and the situation of religious pluralism in Indonesia. Religious pluralism is a view that accepts and respects various religious beliefs without claiming that one religion is more correct than another. This article reveals how important religious pluralism is in creating harmony between religions in a diverse society
Manfaat dan Kandungan Buah-Buahan Dalam Al-Qur’an Aisya Nabila Savitri; Istiqomah; Muhammad Reza Fahlevi
Islamic Education Vol. 1 No. 4 (2023): October : journal Islamic Education
Publisher : CV. Maryam Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68352/education.v1i4.691

Abstract

A variety of fresh fruits were created by the Creator for mankind. Among the many fruits, the ones mentioned by Allah SWT in the Qur'an are figs, olives, pomegranates, grapes and dates. For this reason, we as Muslims need to know the substances in this fruit, so that we can make the best use of the fruit. There is nothing no matter how small God creates if it does not bring benefits to humans.
HUBUNGAN IDENTITAS SOSIAL DENGAN KEMATANGAN BERAGAMA PADA MASYARAKAT SUKU DAYAK Laela Khairiyah; Naimatul Huda; Syarifah Sofamarwah; Indah Pithriyah; M. Rizkan
Islamic Education Vol. 1 No. 4 (2023): October : journal Islamic Education
Publisher : CV. Maryam Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68352/education.v1i4.692

Abstract

This research was conducted for the Dayaks of Loksado City, social identity and religious maturity show that there is a correlation between aspects of perception between groups, mutual trust, depersonalization in aspects of social identity with aspects of the ability to differentiate in religious maturity, there is a correlation between aspects in the attractiveness of groups to see and facing the problems of religious life. Religion has long been recognized as an important aspect in shaping the social identity of individuals and groups in society. This article identifies several key aspects of the role of religion in shaping social identity. First, religion acts as a source of values, norms and beliefs that guide individual and group behavior. Second, religion plays a role in forming social networks, helping individuals feel connected to their religious groups, and promoting solidarity within those communities. Third, religion can be a source of social conflict and division between groups, which affects social identity.
PENDIDIKAN SOSIOLOGI DARI SUDUT PANDANG AGAMA Rika Syntia; M.Dhanny Saputra; Selvi; Meida Riani Salsabila; Siti fadilla
Islamic Education Vol. 1 No. 4 (2023): October : journal Islamic Education
Publisher : CV. Maryam Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68352/education.v1i4.693

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pentingnnya bagi individu dan kelmpol, atau golongan keagamaan untuk memehami peran sosiologi agama dan menerapkan prinsip-prinsip dialog, tolerensi, inklusi, dan partisipasi aktif dalam menjaga dan mempertahankan identitas keagamaan mereke diera pluralisme. Dengan demikian, masyarakat dapat hidup dalam harmoni dan saling menghormati, sambil membangun kesadaran akan pentingnya keragaman agama dalam kehidupan bermasyarakat. Pengertian Agama berasal dari bahasa Sansekerta "a" yang artinya "tidak" dan kata "gama" yang berarti "kacau" hingga secara tidak langsung arti dari Agama ialah aturan atau tatanan untuk mencegah kekacauan dalam kehidupan manusia. Jadi kata keagamaan mempunyai arti yang segala aktivitas dalam kehidupan yang di dasarkan pada nilai-nilai agama yang di yakini nya agar tidak terjadi kekacauan di dalam kehidupan sehari-hari. Jadi maksud dari kehidupan sosial Keagamaan adalah perilaku yang telah menjadi kebiasaan dan berhubungan dengan masyarakat yang merupakan pengimplementasian dari ajaran agama dengan tujuan agar tidak terjadi kekacauan dalam kehidupan sehari-hari. Perilaku keagamaan berasal dari dua kata yaitu Perilaku dan Keberagaman. Perilaku merupakan tanggapan atau reaksi individu sepert gerak (sikap) tidak hanya dari badan maupun ucapan. Sehingga perilaku dapat diartikan sebagai cerminan dari kepribadian, yaitu gerak motorik. Sedangkan keberagamaan berasal dari kata Agama yang diartikan sekumpulan peraturan dari Tuhan yang mendorong jiwa seseorang yang mempunyai akal untuk mengikuti peraturan sesuai kehendak dan juga pilihan nya sendiri untuk mencapai kebahagiaan di dunia maupun di akhirat. Jadi perilaku Agam adalah aktivitas atau Perilaku yang di dasarkan nilai-nilai agama.
Pendidikan Anak Yang Berakhlak Mulia Dalam Ajaran Islam Jariah; Nurul Husna; Nawang Wulan Ramadhani
Islamic Education Vol. 1 No. 4 (2023): October : journal Islamic Education
Publisher : CV. Maryam Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68352/education.v1i4.694

Abstract

In the concept of Islamic education, the process of human education, especially related to Islamic values, is the first and foremost thing in religion. The process of Islamic education, especially noble moral values, is carried out from an early age. Carried out in accordance with the child's growth and development. Because, however, the moral education process must look at the objective conditions of the child. Therefore, the growth and development of students must be observed according to their development. However, the qualitative development of Islam must also receive attention from various groups (parents, society and government). Highlighting the importance of the role of parents in children's education as one of the closest figures to children, they need to understand how Islam provides concrete examples in educating children. The golden age (early age) of children's development needs to receive gentle educational touches from their parents, without using physical or psychological violence in order to create future generations of Muslims with noble morals.