cover
Contact Name
Kurniati Dwi Utami
Contact Email
jpolkeskaltim@gmail.com
Phone
+6282255269926
Journal Mail Official
jpolkeskaltim@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kurnia Makmur No.64, Kelurahan Harapan Baru, Kecamatan Loa Janan Ilir, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, 75243
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
 Indonesian Food and Nutrition Research Journal
ISSN : -     EISSN : 31236634     DOI : https://doi.org/10.35963/v1i1
Core Subject :
Indonesian Food and Nutrition Research Journal (IFNRJ) is a peer-reviewed, open-access journal published by the Nutrition Department, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Kalimantan Timur. IFNRJ provides a platform for researchers, practitioners, and policymakers to share high-quality research in food and nutrition sciences. The journal covers a wide range of topics, including clinical nutrition, community and public health nutrition, food service management, sports and occupational nutrition, functional food, maternal and child nutrition, nutrition education, and food technology. IFNRJ is published twice a year (March and September) and welcomes original research, systematic reviews, and meta-analyses. Articles can be submitted in English or Bahasa Indonesia, and publication is free of charge under a Creative Commons Attribution 4.0 (CC BY 4.0) license. Our contributors include researchers, lecturers, students, nutritionists, dietitians, and health professionals from Indonesia and around the world.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "vol 2 no 2 (2026): september" : 5 Documents clear
Analisis Faktor Resiko Hiperkolesterolemia pada Karyawan Hotel Z di Kota Balikpapan Fransisca Sitorus; Rieska Indah Mulyani; Maurizka Pitria Amrika Putranti; Aminah Toaha toaha
Indonesian Food and Nutrition Research Journal Vol 2 No 2 (2026): September
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hiperkolesterolemia merupakan salah satu faktor risiko utama penyakit kardiovaskular yang dapat dipengaruhi oleh gaya hidup seperti pola makan, kebiasaan merokok, aktivitas fisik, dan status gizi. Karyawan hotel termasuk kelompok yang rentan terhadap gaya hidup tidak sehat akibat tuntutan pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian hiperkolesterolemia pada karyawan Hotel Z di Kota Balikpapan. Desain Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain potong lintang (cross sectional) dan total sampling sebanyak 41 orang karyawan yang telah terdiagnosis hiperkolesterolemia berdasarkan hasil laboratorium. Peneltian dilaksanakan di hotel Zurich kota Balikpapan dari bulan oktober 2024 sampai Juni 2025. Hasil Uji data dilakukan menggunakan uji Fisher’s Exact dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola makan memiliki nilai p=0,396 (RP=1,1; 95% CI=0,407–3,109), aktivitas fisik p=0,361 (RP=0,5; 95% CI=0,214–1,214), kebiasaan merokok p=0,192 (RP=0,4; 95% CI=0,205–1,049), dan IMT p=0,757 (RP=1,0; 95% CI=0,449–2,457). Keempat variabel tersebut tidak menunjukkan hubungan yang signifikan secara statistik terhadap hiperkolesterolemia. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pola makan, aktivitas fisik, kebiasaan merokok, dan IMT merupakan faktor risiko yang belum menunjukkan hubungan signifikan terhadap hiperkolesterolemia. Penelitian lanjutan dengan jumlah sampel lebih besar serta mempertimbangkan variabel lain seperti stres kerja, riwayat keluarga, dan asupan lemak jenuh perlu dilakukan. Edukasi berkelanjutan mengenai pola makan seimbang dan gaya hidup sehat disarankan sebagai upaya pencegahan.
Hubungan Kecukupan Energi dan Pola Makan dengan Produktivitas Kerja Guru MTs Negeri Samarinda Ananda Faza; Edi Sukamto; Riana Pangestu Utami
Indonesian Food and Nutrition Research Journal Vol 2 No 2 (2026): September
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Guru memiliki peran penting dalam pengembangan sumber daya manusia dibidang pendidikan. Peningkatan produktivitas kerja guru perlu didukung oleh status gizi yang optimal. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan, 60% guru MTs Negeri Samarinda memiliki IMT ≥ 25 kg/m2 (tergolong status gizi gemuk dan obesitas). Produktivitas kerja dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti asupan gizi, pola makan dan status gizi. Asupan gizi yang optimal dan pola makan yang baik dibutuhkan seorang pekerja agar menghasilkan produktivitas kerja yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kecukupan energi dan pola makan terhadap produktivitas kerja Guru MTs Negeri Samarinda. Penelitian potong lintang ini melibatkan 58 orang guru dipilih menggunakan teknik pengambilan sampel, yaitu total sampling. Pengambilan data menggunakan food recall 2 x 24 jam, Semi Quantitative – Food Frequency Questionnaire dan penilaian produktivitas dengan formulir produktivitas kerja. Uji statistik menggunakan uji Spearman Rank untuk menganalisis hubungan variabel terhadap produktivitas kerja. Hasil menunjukkan terdapat hubungan kecukupan energi (p-value = 0,004), asupan energi (p-value = 0,028) dan asupan protein (p-value = 0,005) dengan produktivitas kerja Guru MTs Negeri Samarinda. Namun, tidak ada hubungan asupan lemak (p-value = 0,075), dan asupan karbohidrat (p-value = 0,085) terhadap produktivitas kerja guru. Intervensi gizi dibutuhkan agar guru dapat mencapai status gizi ideal namun tetap mempertahankan produktivitas kerja yang sudah tinggi dan memperhatikan karakteristik kerja guru.
Hubungan Pengetahuan Nilai Gizi, Konsumsi Makanan Kemasan, dan Aktivitas Fisik dengan Gizi Lebih Siswa Laki-Laki SMP Negeri 1 Palu Merlin wulandari Agis; Nensy Florence Damanik; Lilik Sofiatus Solikhah
Indonesian Food and Nutrition Research Journal Vol 2 No 2 (2026): September
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Prevalensi gizi lebih pada remaja terus mengalami peningkatan dan berpotensi menimbulkan berbagai penyakit kronis. Tingginya konsumsi makanan kemasan serta rendahnya aktivitas fisik diduga menjadi faktor dominan, sedangkan pengetahuan mengenai informasi nilai gizi berperan dalam menentukan pilihan konsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara pengetahuan gizi, konsumsi makanan kemasan, dan aktivitas fisik dengan kejadian gizi lebih pada siswa laki-laki. Metode Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional yang melibatkan 100 siswa laki-laki SMP Negeri 1 Palu, dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Variabel bebas mencakup pengetahuan gizi, konsumsi makanan kemasan, dan aktivitas fisik, sementara variabel terikat adalah status gizi lebih. Pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran antropometri serta penggunaan kuesioner pengetahuan gizi, FFQ, dan PAL. Analisis data menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil: Sebanyak 76% responden tergolong mengalami gizi lebih. Terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi makanan kemasan (p=0,04) dan aktivitas fisik (p=0,03) dengan status gizi lebih. Sebaliknya, pengetahuan tentang informasi nilai gizi tidak menunjukkan hubungan yang bermakna (p=0,449). Nilai PR/OR tidak dilaporkan dalam penelitian ini. Kesimpulan: Frekuensi konsumsi makanan kemasan yang tinggi dan tingkat aktivitas fisik yang rendah berkontribusi terhadap meningkatnya risiko gizi lebih pada remaja. Sementara itu, pengetahuan gizi belum terbukti memberikan pengaruh langsung terhadap status gizi. Oleh karena itu, pendekatan intervensi yang berfokus pada perubahan perilaku dinilai lebih efektif dibandingkan hanya meningkatkan pengetahuan. Implikasi: Kebijakan gizi di lingkungan sekolah perlu diarahkan pada pengurangan konsumsi makanan kemasan serta peningkatan aktivitas fisik sebagai upaya utama dalam pencegahan gizi lebih pada remaja.
Preferensi Makan Tidak Sehat, Sosial Ekonomi dan Teman Sebaya dengan Status Gizi Remaja aldila dila; Ni Ketut Kariani; Nuristha Febrianti
Indonesian Food and Nutrition Research Journal Vol 2 No 2 (2026): September
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang Remaja usia 13-15 tahun berada pada masa pertumbuhan pesat yang membutuhkan asupan gizi seimbang. Status gizi yang baik berpengaruh terhadap Kesehatan, perkembangan fisik, dan prestasi belajar. Faktor-faktor seperti preferensi makan, sosial ekonomi dan teman sebaya dapat memengaruhi status gizi. Tujuan Menganalisis hubungan preferensi makan, sosial ekonomi dan teman sebaya dengan status gizi remaja di SMP Negeri 1 Palu. Metode Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel sebanyak 98 siswa dipilih dengan stratified random sampling. Preferensi makan, sosial ekonomi dan teman sebaya diukur menggunakan kuesioner, sedangkan status gizi dengan timbangan digital, stadiometer dan aplikasi WHO AnthroPlus. Analisis menggunakan uji kolerasi gamma dengan tingkat signifikan 0,05. Hasil Penelitian Terdapat hubungan signifikan antara preferensi makan dengan status gizi (p=0,002) dan sosial ekonomi dengan status gizi (p=0,002). Namun, tidak terdapat hubungan signifikan antara teman sebaya dengan status gizi (p=0,285). Kesimpulan Preferensi makan dan sosial ekonomi berhubungan dengan status gizi remaja, sedangkan teman sebaya tidak berhubungan signifikan. Background Adolescents aged 13–15 years are in a period of rapid growth that requires balanced nutritional intake. Good nutritional status influences health, physical development, and academic achievement. Factors such as eating preferences, socioeconomic conditions, and peer influence may affect adolescents’ nutritional status. Objective This study aimed to analyze the relationship between unhealthy eating preferences, socioeconomic status, and peer influence with the nutritional status of adolescents at SMP Negeri 1 Palu. Methods This quantitative study employed a cross-sectional design. A total of 98 students were selected using stratified random sampling. Eating preferences, socioeconomic status, and peer influence were measured using questionnaires, while nutritional status was assessed using a digital scale, stadiometer, and the WHO AnthroPlus application. Data were analyzed using the gamma correlation test with a significance level of 0.05. Results There was a significant relationship between eating preferences and nutritional status (p = 0.002), as well as between socioeconomic status and nutritional status (p = 0.002). However, no significant relationship was found between peer influence and nutritional status (p = 0.285). Conclusion Eating preferences and socioeconomic status are significantly associated with adolescents’ nutritional status, while peer influence is not significantly related.
Hubungan Keyakinan Remaja, Dukungan Guru dan Teman Sebaya terhadap Kepatuhan Mengonsumsi Tablet Tambah Darah pada Remaja Putri Jum Aulia; Masfufah; Lilik Sofiatus Solikhah
Indonesian Food and Nutrition Research Journal Vol 2 No 2 (2026): September
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: kepatuhan remaja putri dalam mengonsumsi tablet tambah darah (TTD) masih rendah sehingga menjadi kendala dalam pencegahan anemia. Kepatuhan tersebut dipengaruhi oleh faktor individu dan lingkungan, seperti keyakinan remaja, dukungan guru, dan teman sebaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan faktor-faktor tersebut terhadap kepatuhan konsumsi TTD pada remaja putri. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah remaja putri di MTS Nurul Islam, SMK Nurul Islam, dan SMPN No. 20 Palu. Sampel penelitian berjumlah 128 responden yang diambil menggunakan teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar remaja putri tidak patuh dalam mengonsumsi tablet tambah darah. Terdapat hubungan yang signifikan antara keyakinan remaja dengan kepatuhan konsumsi TTD (p-value = 0,000). Dukungan guru juga menunjukkan hubungan yang signifikan terhadap kepatuhan konsumsi TTD (p-value = 0,000). Namun, dukungan teman sebaya tidak menunjukkan hubungan yang signifikan terhadap kepatuhan konsumsi TTD (p-value = 0,307). Kesimpulan: Terdapat hubungan keyakinan remaja dan dukungan guru terhadap kepatuhan mengonsumsi tablet tambah darah pada remaja putri, sedangkan dukungan teman sebaya tidak berhubungan signifikan. Saran: Penelitian selanjutnya perlu mengkaji faktor psikologis dan sosial, serta penguatan peran keluarga dan sekolah dalam meningkatkan kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah pada remaja putri. Background: Adolescent girls’ compliance with iron supplement tablet (TTD) consumption remains low, posing a challenge to anemia prevention efforts. Compliance is influenced by individual and environmental factors, such as adolescents’ beliefs, teacher support, and peer support. This study aimed to analyze the influence of these factors on compliance with iron supplement tablet consumption among adolescent girls. Methods: This study employed a quantitative research design with a cross-sectional approach. The study population consisted of adolescent girls at MTS Nurul Islam, SMK Nurul Islam, and SMPN No. 20 Palu. The sample comprised 128 respondents selected using stratified random sampling. Data were collected through questionnaires and analyzed using the Chi-Square test. Results: The findings indicated that the majority of adolescent girls were non-compliant in consuming iron supplement tablets. There was a significant relationship between adolescents’ beliefs and compliance with iron supplement tablet consumption (p-value = 0.000). Teacher support also showed a significant relationship with compliance (p-value = 0.000). However, peer support did not demonstrate a significant relationship with compliance (p-value = 0.342). Conclusion: There is a significant relationship between adolescents’ beliefs and teacher support and compliance with iron supplement tablet consumption among adolescent girls, whereas peer support shows no significant relationship. Recommendation: Future research should further examine psychological and social factors, as well as strengthen the roles of families and schools in improving adolescent girls’ compliance with iron supplement tablet consumption.

Page 1 of 1 | Total Record : 5