cover
Contact Name
LPPM UNAN
Contact Email
lppm@unan.ac.id
Phone
+6282241418157
Journal Mail Official
lppm@unan.ac.id
Editorial Address
https://tscners.ejournal.unan.ac.id/index.php/1/about/editorialTeam
Location
Kab. grobogan,
Jawa tengah
INDONESIA
THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS
Published by Universitas An Nuur
ISSN : 25032445     EISSN : 25032453     DOI : https://doi.org/10.35720/
Core Subject :
Focus and Scope The journal includes various fields of nursings sciences such as: Health Children Nursing, Nursing Management, Medical Surgical Nursing, Maternity Nursing, Psiciatric Nursing, Community Nursing, Gerontology Nursing, Emergency Nursing, Family Nursing.
Arjuna Subject : -
Articles 144 Documents
PEMERIKSAAN TEKANAN VENA JUGULARIS (JVP) PADA  PASIEN GAGAL JANTUNG: KONSEP ANALISIS Ulin Ni’am; Mochamad Ali Sobirin; Chandra Bagus Ropyanto
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 5 No 1 (2020): THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS
Publisher : LPPM UNAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35270/k59ng035

Abstract

Latar belakang: Kondisi hipervolemia pada pasien gagal jantung merupakan situasi dimana seorang pasien harus mendapat penanganan darurat. Tekanan vena jugularis (Jugular Venous Pressure “JVP” adalah pengukuran tidak langsung dari tekanan vena kava. Vena kava  menentukan gambaran dari kondisi atrium kanan pada jantung. Meningkatnya JVP diakibatkan adanya kegagalan jantung dalam memompa darah ke dalam sirkulasi. Sehingga, pemantauan JVP sebagai prediktor kondisi jantung pada pasien merupakan komponen penting dalam pengelolaan dan perawatan pada pasien gagal jantung.  Metode: Metodologi yang digunakan dalam penulisan ini adalah konsep analisis. Konsep ini bertujuan untuk melakukan analisa terhadap konsep pemeriksaan JVP berdasarkan strategi analisis konsep Walker dan Avant, meliputi indentifikasi antesenden, mendefinisikan atribut, konsekuensi, referensi empiris, dan kasus yang terkait dengan konsep tersebut.  Hasil: Model konseptual pemeriksaan JVP memberikan petunjuk dalam penerapan asuhan keperawatan sehingga memberikan mutu asuhan keperawatan yang berkualitas. Dampaknya, kualitas hidup pasien dengan masalah pada sistem kardiovaskuler semakin meningkat dan terhindar dari perburukan kondisi. Kesimpulan: Penguasaan terhadap konsep pemeriksaan JVP sangat diperlukan oleh seluruh tenaga kesehatan. Konsep menjadi dasar dalam menerapkan suatu teori. Penerapan pemeriksaan JVP berdasarkan konsepnya, akan memberikan hasil pemeriksaan yang akurat, sehingga dapat dijadikan sebagai pedoman dalam penegakan diagnosa dan penatalaksanaan pada pasien.
APLIKASI EMPOWERMENT DALAM MENINGKATKAN SUBJECTIVE WELLBEING IBU POSTPARTUM PRIMIPARA YANG MENGALAMI  BREAST ENGORGEMENT : LITERATURE REVIEW Reina Dhamanik; Luky Dwiantoro
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 5 No 1 (2020): THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS
Publisher : LPPM UNAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35270/xbd76909

Abstract

Latar Belakang : Postpartum merupakan masa transisi dari intranatal ke postnatal, masa ini ibu belajar beradaptasi dengan perubahan fisik, seperti breast engorgement. Didapatkan 66,6%-75% ibu mengalami bendungan ASI karena ketidakadekuatan pengeluaran ASI. Kondisi stress memicu perasaan yang mempengaruhi pandangan seseorang tentang kehidupan mencakup penilaian kognitif terhadap kepuasan hidup dan penilaian afektif dari suasana hati dan emosi. Subjective well-being dibutuhkan oleh ibu postpartum menjalankan peran baru secara optimal dalam proses menyusui. Teknik yang dilakukan untuk meningkatkan subjective well-being dengan empowerment. Empowerment merupakan konsep menejemen sebagai bentuk partnership dan proses memampukan individu untuk memilih, mengambil kendali, dan mengambil keputusan atas hidupnya. Tujuannya untuk meningkatkan kompetensi dan kemandirian dalam menggunakan kemampuan yang dimiliki sehingga tercapainya kesejahteraan. Tujuan : memberikan gambaran aplikasi empowerment dalam meningkatkan subjective wellbeing ibu postpartum yang mengalami breast engorgement Metode : metode yang digunakan dalam pencarian dengan database Google schoolar, Scientdirect, PubMed, Jurnal Perawat Indonesia, dan Jurnal Diponegoro. Kata kunci pencarian yaitu subjective well-being, breast engorgement, ibu postpartum, dan empowerment.  Hasil: analisa sintesa dilakukan antara komponen subjective well-being dan empowerment didapatkan antara lain, Education, Information and Personal Competence : edukasi dan informasi untuk meningkatkan kompetensi, kognitif, serta kemandirian ibu. Patient Centered Care: pelayanan berfokus pada ibu postpartum yang memberi kesempatan keluarga untuk turut berpartisipasi aktif dengan melakukan empowerment dalam tercapainya kepuasan hidup (life satisfaction). Self-Determination: merupakan dimensi yang membentuk pemberdayaan psikologis dan berkaitan dengan kepribadian (personality) individu dalam membangun motivasi dan penerimaan diri (self-acceptance). Environment and social support: dukungan berperan dalam menciptakan lingkungan internal yang nyaman bagi ibu postpartum untuk meningkatkan self-empowerment.  Kesimpulan : Aspek afek negatif pada subjective well-being ibu postpartum yang mengalami breast engorgement dapat ditingkatkan dengan empowerment.
EMPOWERMENT PADA IBU POST PARTUM UNTUK MENURUNKAN BREAST ENGORGEMENT DENGAN PENDEKATAN TEORI COMFORT KOLCABA Bernadeta Novita Septiani; Luky Dwiantoro
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 5 No 1 (2020): THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS
Publisher : LPPM UNAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35270/7qksd013

Abstract

Latar Belakang : Fenomena bengkaknya payudara atau breast engorgement diakibatkan adanya gangguan selama proses menyusui (laktasi) pada beberapa ibu post partum. Perawatan diri secara mandiri pada ibu post partum sangat diperlukan untuk mengatasi breast engorgement dengan pendekatan teori Comfort Kolcaba. Cara mengatasi kondisi breast engorgement dengan adanya pengaruh seorang leader sebagai tenaga kesehatan dengan empowerment pada ibu post partum. Literature review ini mempunyai tujuan mendeskripsikan dan memberikan informasi tentang upaya meningkatkan kenyamanan ibu post partum dalam mengatasi breast engorgement melalui empowerment dengan pendekatan teori kenyamanan Katherine Kolcaba. Metode : Metode yang digunakan dalam penyusunan literature review menggunakan beberapa artikel dengan proses pencarian artikel melalui google schoolar (Jurnal Keperawatan dan Jurnal Kesehatan), science direct, ebsco, Pubmed, Jurnal Keperawatan Diponegoro (JKD). Kata kunci pencarian artikel adalah breast engorgement, comfort theory, empowerment. Hasil: Empowerment yang diberikan pada ibu post partum antara lain : (Information) peran perawat dengan memberikan informasi diharapkan memiliki efek menguntungkan dan mampu mengubah tingkat pengetahuan dan sikap ibu post partum dengan breast engorgement. (Support) peran perawat dalam meningkatkan support sistem pada ibu post partum adalah memfasilitasi keluarga diperlukan untuk meningkatkan support. (Opportunities to learn )peran perawat dalam empowering ibu post partum terkait pengalaman masa lalu adalah dengan memotivasi dan memberikan peluang belajar terkait keterampilan laktasi pada ibu post partum.(Resources) peran perawat dalam empowering ibu post partum dan keluarga terkait finansial atau ekonomi adalah memotivasi ibu post partum dan keluarga dalam meningkatkan hubungan interpersonal. Hal tersebut mampu meningkatkan support pada ibu post partumdengan modifikasi perawatan dalam memandirikan ibu post partum merawat diri dan bayinya, khususnya dalam mengatasi breast engorgement. Kesimpulan :Kondisi ibu post partum yang mengalami breast engorgement dapat diturunkan melalui kepemimpinan empowerment dengan pendekatan teori Comfort Katherine Kolcaba. 
PENGARUH PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP PROSES PENALARAN KLINIS PADA MAHASISWA KEPERAWATAN:  LITERATURE REVIEW Mulyati Tahisa; Wiwik Kusumawati
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 5 No 1 (2020): THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS
Publisher : LPPM UNAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35270/vqk72f83

Abstract

Penalaran klinis (clinical reasoning) merupakan suatu keterampilan khusus yang harus dimiliki oleh seorang tenaga kesehatan salah satunya adalah perawat. Seorang perawat harus memiliki kemampuan penalaran, sehingga dapat mengambil tindakan yang tepat. Metode  Pembelajaran PBL  dapat menjadi strategi pengajaran yang efektif yang dapat digunakan dalam pendidikan klinis untuk meningkatkan keterampilan penalaran klinis mahasiswa keperawatan. Oleh karena itu PBL dapat meningkatkan keterampilan penalaran klinis mahasiswa keperawatan dengan menggunakan pendekatan pengajaran yang dikembangkan dengan baik melibatkan kegiatan pembelajaran PBL. Tujuan dari penulisan ini untuk menjelaskan konsep dasar penalaran klinis, proses penalaran klinis dan bagaimana pengaruh PBL terhadap penalaran klinis.
PENGETAHUAN  DAN  SIKAP  IBU  PRIMIPARA TERHADAP PERAWATAN BAYI BARU LAHIR DI RUMAH PADA WILAYAH KERJA  PUSKESMAS BATUNADUA KOTA PADANGSIDIMPUAN Lola Pebrianthy; Yulinda Aswan
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 5 No 2 (2020): THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS
Publisher : LPPM UNAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35270/xy507j52

Abstract

Latar belakang: Kesehatan adalah salah satu unsur dari masyarakat yang sejahtera, yaitu tercapainya hak atas hidup sehat bagi seluruh lapisan masyarakat melalui sistem kesehatan yang dapat menjamin terlindunginya masyarakat dari berbagai resiko yang dapat mempengaruhi kesehatan dan tersedianya pelayanan kesehatan yang bermutu, terjangkau dan merata. Perawatan yang tepat sangat dibutuhkan oleh bayi karena bayi merupakan makhluk yang lemah dan tidak mampu memenuhi serta melindungi dirinya sendiri Perawatan tersebut  meliputi pemberian ASI, perawatan tali pusat, memandikan bayi dan membedong bayi. Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif, populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu primipara di Wilayah Kerja Puskesmas Batunadua Kota Padangsidimpuan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling. Hasil: Hasil penelitian menemukan bahwa dari 21 responden mayoritas usia 21-34 tahun sebanyak 61,8%, sedangkan minoritas usia >35 tahun  sebanyak 4 orang (11,8%), mayoritas berpendidikan SMA sebanyak 55,9%, sedangkan minoritas SD sebanyak 2,9%, mayoritas sebagai ibu rumah tangga sebanyak 41,2%, sedangkan minoritas petani sebanyak 2,9%, dan dari segi pengetahuan mayoritas ibu berpengetahuan baik sebanyak 67,6%%, minoritas berpengetahuan kurang sebanyak 14,7%, sikap ibu primipara mayoritas positif sebanyak 97,1%, minoritas ibu bersikap negatif sebanyak 2,9 %.  Kesimpulan : Diharapkan kepada ibu primipara agar lebih meningkatkan pengetahuan dan sikap dalam perawatan bayi baru lahir yang akan disampiakan melewati posyandu dan bidanbidan di wilayah tersebut. 
HUBUNGAN STATUS GIZI DAN KEBIASAAN MENGKONSUMSI FAST FOOD DENGAN MENARCHE DINI PADA REMAJA PUTRI Aida Yunizar; Novita Sari Batubara
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 5 No 2 (2020): THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS
Publisher : LPPM UNAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35270/bgxe3k90

Abstract

Latar Belakang : Menarche dini adalah menstruasi pertama yang dialami wanita subur di bawah usia 12 tahun. Kondisi menarche dini karena mendapat lebih banyak produksi hormon estrogen daripada wanita lain pada umumnya, tentu saja ini menjadi penting. Metode : Penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelasi yaitu metode yang bertujuan untuk menemukan adanya hubungan antara variabel yang berbeda, untuk menghitung jumlah korelasi menggunakan statistik, teknik statistik ini dapat digunakan untuk menghitung antara dua variabel atau lebih dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional yang adalah penelitian yang dilakukan satu kali dan satu kali untuk mencari hubungan antar variabel. Hasil : Hasil penelitian dari 36 responden menunjukkan status hubungan dengan menarche pada siswa SMPN 2 dengan status gizi obasitas sebanyak 2 siswa (100%) mengalami menarche dini. Dalam status gizi obesitas sebanyak 24 siswa perempuan (70,6%) mengalami menarche pada usia dini sedangkan 10 siswa (29,4%) pada usia normal. kebiasaan mengonsumsi makanan fast food dengan usia menarche menunjukkan menarche dini yaitu sebanyak 3 siswa (27,2%) dan 8 siswa (72,8%) pada usia menarche normal. Pada anak perempuan yang memiliki kebiasaan mengonsumsi makanan fast food (tidak baik) 23 siswa (92%) menarche pada usia dini sedangkan 2 anak perempuan (8%) pada usia normal. Kesimpulan :Terdapat hubungan status gizi dan kebiasaan mengkonsumsi fast food dengan menarche dini pada remaja putri. 
PENGARUH PEMBERIAN AIR MINERAL TERHADAP FUNGSI MEMORI JANGKA PENDEK ANAK USIA SEKOLAH DI SD N 2 GEMBONG PATI Biyanti Dwi Winarsih; Yayuk Fatmawati; Sri Hartini
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 5 No 2 (2020): THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS
Publisher : LPPM UNAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35270/ecmb9t68

Abstract

Latar belakang; Usia sekolah meupakan periode dimana anak-anak dianggap mulai bertanggung jawab atas perilakunya sendiri dalam hubungan dengan dengan orang tua, teman sebaya, dan orang lain. Perkembangan intelektual dan peforma akademik anak telah menjadi perhatian karena implikasinya pada masa depan serta kualitas individu dan kehidupan sosial. Peforma akademis selain ditentukan fungsi afektif juga fungsi intelegensi, dimana intelegensi merupakan aplikasi dari aspek kognitif dan metakognitif pada proses belajar dan pemecahan masalah. Proses kognitif bergantung dari fungsi-fungsi otak seperti memori jangka pendek dan memori jangka panjang. Daya ingat yang baik akan menunjang prestasi akademis anak, sehingga diperlukan proses integrasi otak yang optimal. Berbagai cara untukmengoptimalkan fungsi otak, diantaranya adalah dengan belajar, bermain dan gizi/nutrisi termasuk kebutuhan cairan tubuh. Penelitian bertujuan mengetahui pemberian air mineral terhadap fungsi memori jangka pendeka anak usia sekolah di SD N 2 Gembong Metode; Jenis penelitian menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan metode One group pre-post test design dan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling sejumlah 53 responden pada siswa kelas III, IV dan V. Alat bantu yang digunakan adalah kuesioner Digit Span. Hasil uji normalitas data tidak normak, uji statistik yang digunakan adalah uji wilcoxon. Hasil: uji wilcoxon dengan nilai p-value = 0,001 < 0,00 yang artinya ada pengaruh pemberian air mineral terhadap fungsi memori jangka pendek anak usia sekolah di SDN 2 Gembong.   Kesimpulan; setelah minum air mineral terdapat peningkatan memori jangka pendek pada responden.
PENGARUH SENAM ERGONOMIS TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI DESA PADURENAN KUDUS Sholihul Huda; Galia Wardha Alvita
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 5 No 2 (2020): THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS
Publisher : LPPM UNAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35270/4tqmjp33

Abstract

Latar belakang: Hipertensi masih menjadi penyakit kronis yang banyak diderita oleh masyarakat. Di Indonesia, prevalensi hipertensi pada penduduk diatas 18 tahun mengalami peningkatan sebesar 34,1% . Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol menjadi sebab munculnya berbagai komplikasi seperti penyakit jantung, stroke, arterosklerosis, dan gagal ginjal. Manajemen perawatan diri merupakan penatalaksanaan yang tepat untuk mencegah komplikasi tersebut. Aktifitas fisik atau olahraga merupakan salah satu tindakan yang bisa dilakukan oleh penderita hipertensi dalam manajemen perawatan diri (self-care management). Salah satu bentuk olahraga yang sederhana adalah senam ergonomis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas senam ergonomis terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Metode: Desain penelitian yang digunakan peneliti adalah Quasy Eksperimen dengan rancangan pre-post test with control group. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan total responden sejumlah 35 responden penderita hipertensi. Instrumen yang digunakan adalah Tensimeter digital. Hasil: Hasil analisis menggunakan Paired t-test pada kelompok intervensi menunjukkan nilai p-value tekanan darah sistol 0,030 (p-value < 0,05) dan kelompok kontrol p-value tekanan darah sistol 0,000 (p-value < 0,05). Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada tekanan darah sistol kelompok intervensi dan kontrol. Sedangkan nilai p-value tekanan darah diastol pada kelompok intervensi sebesar 0,823 (pvalue < 0,05) dan kelompok kontrol 0,078 (p-value > 0,05). Hasil tersebut menunjukkan tidak ada perbedaan tekanan darah diastol pada kelompok intervensi dan kontrol.  Kesimpulan: Senam ergonomis efektif menurunkan tekanan darah sistol pada pasien hipertensi di Desa Padurenan Kudus.
PENGARUH METODE MASASE TERHADAP NYERI PERSALINAN KALA I  FASE AKTIF PADA IBU INPARTU DI KLINIK BERSALIN SAHARA Srianty Siregar; Sri Sartika Sari Dewi
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 5 No 2 (2020): THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS
Publisher : LPPM UNAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35270/9jcqbh08

Abstract

Latar Belakang : Persalinan suatu proses membuka dan menipisnya serviks serta terjadi kontraksi uterus sehingga menyebabkan nyeri pada proses persalinan. Manajemen nyeri persalinan dapat diterapkan secara nonfarmakologis, salah satunya adalah masase yang bertujuan melepaskan senyawa endorphin sehingga mengurangi nyeri, mengurangi kecemasan dan waktu persalinan lebih pendek secara bermakna. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengaruh metode masase terhadap nyeri persalinan kala I fase aktif.  Metode : Jenis  penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasy-eksperimen yang bersifat two group pretest-postest. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 38 orang dimana 19 kelompok intervensi dan 19 kelompok kontrol, dengan teknik pengambilan sampel simple random sampling. Analisa data yang digunakan adalah uji t-dependen dan t-independen.  Hasil : Dari penelitian ini diperoleh intensitas nyeri pada kelompok intervensi sebelum dilakukan masase rata-rata 7,26 dan sesudah rata-rata 4,74 sedangkan pada kelompok kontrol sebelum dilakukan masase rata-rata 7,00 dan sesudah rata-rata 6,16. Hasil uji t-dependen intensitas nyeri sebelum dan sesudah dilakukan masase pada kelompok intervensi diperoleh nilai P=0,000 dan pada kelompok kontrol sebelum dan sesudah dilakukan masase diperoleh nilai P=0,007. Hasil uji t-independen dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan sesudah dilakukan metode masase pada kelompok intervensi yaitu nilai P=0,001.  Kesimpulan  : Ada pengaruh metode masase terhadap penurunan intensitas  nyeri persalinan kala I fase aktif pada ibu inpartu. Sehingga disarankan supaya bidan menerapkan metode masase sebagai intervensi mengurangi nyeri dalam asuhan ibu bersalin normal. 
HUBUNGAN PERAN BIDAN DALAM PENYULUHAN TERHADAP PEMANFAATAN BUKU KIA OLEH IBU HAMIL Ayannur; Nur Aliyah Rangkuti
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 5 No 2 (2020): THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS
Publisher : LPPM UNAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35270/fgv9dy17

Abstract

Latar belakang: Buku KIA merupakan alat yang digunakan oleh bidan untuk mendeteksi secara dini adanya gangguan atau masalah kesehatan ibu dan anak, alat komunikasi dan penyuluhan dengan informasi yang penting bagi ibu, keluarga dan masyarakat mengenai pelayanan, kesehatan ibu dan anak termasuk rujukannya dan paket (standar) pelayanan KIA, gizi, imunisasi, dan tumbuh kembang balita.  Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik korelasi. Populasi penelitian adalah ibu hamil yang berkunjung ke Puskesmas Sayurmatinggi yang berjumlah 38 orang dan sekaligus menjadi sampel penelitian. Data dianalisis dengan menggunakan fisher’s exact test dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia 20-30 tahun = 23 orang (60,5%), tingkat pendidikan mayoritas tamat SMA = 22 orang (57,9%), serta mayoritas kehamilan pada trimester III = 16 orang (42,1%). Mayoritas bidan berperan dalam penyuluhan = 28 orang (73,7%) dan mayoritas ibu hamil memanfaatkan buku KIA = 25 orang (65,8%). Dengan menggunakan uji statistik chi-square  menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara peran bidan dalam penyuluhan terhadap pemanfaatan buku KIA oleh ibu hamil di Puskesmas Sayurmatinggi (nilai p=0,001). Kesimpulan : Penelitian ini membuktikan bahwa bidan memiliki peran penting dalam memberikan penyuluhan kepada ibu hamil agar ibu hamil dapat melaksanakan pesan-pesan didalam buku KIA yang telah diberikan oleh bidan. Oleh karena itu, diharapkan kepada bidan agar tetap meningkatkan pelayanannya dalam memberikan penyuluhan kepada ibu hamil sebagai salah satu upaya pemerintah dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi.