cover
Contact Name
LPPM UNAN
Contact Email
lppm@unan.ac.id
Phone
+6282241418157
Journal Mail Official
lppm@unan.ac.id
Editorial Address
https://tscners.ejournal.unan.ac.id/index.php/1/about/editorialTeam
Location
Kab. grobogan,
Jawa tengah
INDONESIA
THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS
Published by Universitas An Nuur
ISSN : 25032445     EISSN : 25032453     DOI : https://doi.org/10.35720/
Core Subject :
Focus and Scope The journal includes various fields of nursings sciences such as: Health Children Nursing, Nursing Management, Medical Surgical Nursing, Maternity Nursing, Psiciatric Nursing, Community Nursing, Gerontology Nursing, Emergency Nursing, Family Nursing.
Arjuna Subject : -
Articles 144 Documents
EFEKTIVITAS TEHNIK RELAKSASI GUIDED IMAGERY PADA IBU HAMIL UNTUK MENURUNKAN PREEKLAMPSIA DI PUSKESMAS KOTA TIMUR Harismayanti; Ani Retni; Fahmi A. Lihu; Nerlanti Adam
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 11 No 01 (2026): THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS
Publisher : LPPM UNAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35270/743nrk93

Abstract

Latar belakang: Preeklampsia masih menjadi penyebab utama kematian ibu dan janin di Indonesia. Intervensi nonfarmakologis seperti teknik relaksasi guided imagery dapat menjadi alternatif dalam penanganannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas teknik relaksasi guided imagery dalam menurunkan gejala preeklampsia pada ibu hamil. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pra eksperimen dengan pendekatan pre-post test group design. Metode pengumpulan data melalui pengkajian pada ibu hamil menggunakan format pengkajian ibu hamil. Pengolahan data ini menggunakan analisis statistik dengan pendekatan kuantitatif. Sampel terdiri dari 15 ibu hamil dengan preeklampsia ringan yang memenuhi kriteria inklusi di Puskesmas Kota Timur. Intervensi dilakukan dalam beberapa sesi, dan data dikumpulkan melalui observasi tekanan darah, proteinuria, dan edema sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data dilakukan secara kuantitatif menggunakan nilai rerata dan median. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebelum diberikan guided imagery, pada indikator tekanan darah sistolik minimal 140 mmHg, maksimum 160 mmHg, mean 144 mmHg dan median 140 mmHg. Tekanan darah diastolik minimal 90 mmHg, maksimum 100 mmHg, mean 93,3 mmHg dan median 90 mmHg. Sedangkan proteinurea minumum (+) dan maksimum (++), edema minimum (-) dan maksimum (+). Sesudah dilakukan tehnik relaksasi guided imagery, terjadi perubahan yaitu pada indikator tekanan darah sistolik minimal 120 mmHg, maksimum 140 mmHg, mean 123,3 mmHg dan median 120 mmHg. Tekanan darah diastolik minimal 80 mmHg, maksimum 90 mmHg, mean 82,0 mmHg dan median 80 mmHg. Sedangkan proteinurea minumum (+) dan maksimum (++), edema minimum (-) dan maksimum (+). Kesimpulan:  Teknik relaksasi guided imagery efektif menurunkan gejala preeklampsia pada ibu hamil, sehingga dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif terapi nonfarmakologis di pelayanan antenatal
PENGARUH TERAPI BERMAIN TERHADAP INTERAKSI SOSIAL ANAK AUTISME DI SLB NEGERI KOTA GORONTALO Dewi Modjo; lenny N. Ali; Ervina Kilo
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 11 No 01 (2026): THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS
Publisher : LPPM UNAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35270/vp9a0185

Abstract

Latar belakang: Anak autisme mengalami kesulitan dalam komunikasi dan interaksi sosial. Salah satu intervensi yang dapat membantu meningkatkan kemampuan ini adalah terapi bermain, khususnya menggunakan lego sebagai media.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi bermain terhadap interaksi sosial anak autisme di SLB Negeri Kota Gorontalo. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 15 anak autisme di SLB Negeri Kota Gorontalo, usia 7–10 tahun, yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Intervensi berupa terapi bermain lego diberikan selama 3 sesi. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi berdasarkan tiga indikator interaksi sosial. Hasil: Hasil Penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam interaksi sosial anak autisme bahwa pada pre test telah didapatkan nilai rata-rata 1.80 dengan standar deviasi 0.414 pada post test telah didapatkan nilai rata-rata 1.07 dengan standar deviasi 0.285. Hasil uji statistic Wilcoxon diperoleh p-value 0.001 (<α 0.05). Kesimpulan:  Terapi bermain lego efektif dalam meningkatkan interaksi sosial anak autisme. Intervensi ini dapat menjadi salah satu strategi non-farmakologis dalam meningkatkan keterampilan sosial anak dengan gangguan spektrum autisme.
PENERAPAN TERAPI RELAKSASI BENSON UNTUK MENURUNKAN INTENSITAS NYERI PADA PASIEN POST OPERASI BENIGNPORSTATIC HYPERPLASIA DI RSUD DR.R. SOEDJATISOEMODIARDJO PURWODADI Danu setiawan; Suryani; Rahmawati; Sri Temu; Dwi Ernawati
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 11 No 01 (2026): THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS
Publisher : LPPM UNAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35270/e18wk347

Abstract

Latar Belakang: Hiperplasia Prostat Jinak (BPH) merupakan masalah kesehatan yang prevalensinya terus meningkat seiring bertambahnya usia. Secara global, jumlah penderita BPH telah melampaui 2,4 juta orang, dan di Indonesia diperkirakan mencapai 9,2 juta kasus, terutama pada pria berusia di atas 60 tahun. Jawa Tengah merupakan provinsi dengan jumlah kasus tertinggi, dengan Kabupaten Grobogan mencatat prevalensi sebesar 66,33% dari total kasus di provinsi tersebut. Berdasarkan data dari RSUD Dr. R. Soedjati Soemodiardjo Purwodadi, terdapat 23 kasus BPH pada tahun 2024. Metode penelitian: Penelitian kuantitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus ini bertujuan untuk mengeksplorasi intervensi keperawatan pada pasien pasca operasi BPH yang mengalami nyeri akut di RSUD Dr. R. Soedjati Soemodiardjo Purwodadi. Hasil: Setelah dilakukan perawatan keperawatan selama 3 hari, pasien dengan nyeri akut pasca operasi BPH menunjukkan penurunan nyeri dari skala 6 menjadi 2 setelah dilakukan teknik relaksasi Benson, dan selanjutnya diperbolehkan pulang. Kesimpulan: Teknik relaksasi Benson efektif dalam mengurangi intensitas nyeri akut pada pasien pasca operasi BPH jinak
PENGARUH KADAR ASAM URAT DENGAN HIPERTENSI PADA LANJUT USIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GROBOGAN Christina Nur Widayati; Mika Agustiana; Tamara Putri Santi; Lely Resky Dwi Oktavia
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 11 No 01 (2026): THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS
Publisher : LPPM UNAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35270/yykefn97

Abstract

Latar Belakang; Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada lanjut usia. Salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan hipertensi adalah kadar asam urat yang tinggi diwilayah kerja puskesmas Grobogan. Menurut Data  World  Health  Organization WHO Tahun (2023) menjelaskan prevelensi global hipertensi saat ini di perkirakan sekitar 1,28 miliar orang dewasa berusia 30-79 tahun diseluruh dunia menderita Hipertensi.Tujuan;Untuk mengetahui apakah ada pengaruh antara kadar asam urat dengan hipertensi pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Grobogan Desa Tanggungharjo Metodologi; Jenis penelitian ini yang digunakan adalah jenis penelitian kuantitatif dengan desain Case Kontrol  dengan rancangan Retrospektif. Sampling penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Slovin yang melibatkan 66 responden dibagi menjadi dua kelompok, kelompok kasus dan kelompok kontrol. Hasil; Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara hipertensi dengan asam urat pada lanjut usia yang signifikan. Hasil Chi Square diperoleh nilai p value =0,000 (p<0,05). Kesimpulan; Dari hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh antara hipertensi dengan asam urat pada lanjut usia di Wilayah Puskesmas Grobogan
DAMPAK PENGGUNAAN METODE DEMONSTRASI DALAM PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP KETERAMPILAN PERTOLONGAN PERTAMA PMR PADA IMOBILISASI FRAKTUR DI SMA N 1 KARANGRAYUNG Sutrisno; Bernadeta NS; Chichilia Ira Siniladewi; Riska Indriyati
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 11 No 01 (2026): THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS
Publisher : LPPM UNAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35270/xxjaev05

Abstract

Latar Belakang: Fraktur merupakan cedera yang memerlukan penanganan cepat dan tepat untuk mencegah komplikasi serius. Menurut WHO (2020), insiden fraktur global mencapai 2,7% atau sekitar 13 juta kasus. Di Indonesia, Kementerian Kesehatan (2020) melaporkan prevalensi sebesar 5,8% atau sekitar 8 juta kasus, dengan angka kematian mencapai 25.266 kasus (BPS, 2020). Salah satu tindakan pertolongan pertama yang penting adalah imobilisasi dengan bidai. Namun, masih banyak individu yang belum memiliki keterampilan yang memadai dalam melakukan teknik pembidaian yang benar. Rendahnya pengetahuan tentang pertolongan pertama pada fraktur dapat menyebabkan kematian dan kecacatan. Oleh karena itu, pendidikan kesehatan diperlukan untuk meningkatkan keterampilan penanganan awal pada kasus fraktur. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap keterampilan pertolongan pertama dalam pembidaian pada kasus fraktur. Metode: Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan pendekatan kuantitatif dan desain pretest-posttest control group. Sampel sebanyak 25 siswa dipilih dari populasi 50 anggota PMR menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan lembar observasi untuk menilai pengetahuan, sikap, dan tindakan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa intervensi pendidikan kesehatan berhasil meningkatkan keterampilan responden. Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p untuk pengetahuan, sikap, dan tindakan sebesar 0,000 (<0,05). Kesimpulan: Pendidikan kesehatan terbukti berpengaruh signifikan dalam meningkatkan keterampilan pertolongan pertama pada kasus fraktur, khususnya teknik pembidaian.
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN TINGKAT KEMANDIRIAN PERSONAL HYGIENE PADA ANAK SEKOLAH SD NEGERI 2 DEPOK Anita Lufianti; Aseptasari; Wahyu Riniasih; Ariefatun Nisa
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 11 No 01 (2026): THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS
Publisher : LPPM UNAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35270/0cg80j75

Abstract

Latar Belakang: Pola asuh orang tua merupakan faktor penting yang memengaruhi tingkat kemandirian anak, termasuk dalam hal kebersihan pribadi (personal hygiene). Anak-anak usia sekolah memerlukan bimbingan yang tepat agar mampu menjaga kebersihan diri secara mandiri. Berdasarkan studi pendahuluan di SD Negeri 2 Depok pada siswa kelas 2 dan 3, ditemukan bahwa sebagian besar anak masih bergantung pada orang tua dan guru dalam menjaga kebersihan dirinya. Orang tua dan guru masih memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku personal hygiene anak. Terdapat variasi gaya pengasuhan di antara orang tua, termasuk pola otoriter, permisif, dan demokratis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola asuh orang tua dengan tingkat kemandirian personal hygiene pada anak di SD Negeri 2 Depok. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan melibatkan 66 responden siswa kelas 2 dan 3 SD Negeri 2 Depok. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner tentang pola asuh orang tua dan tingkat kemandirian personal hygiene anak. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan tingkat kemandirian personal hygiene anak, dengan nilai p-value (0,000) < α (0,05). Nilai koefisien korelasi +0,660 menunjukkan hubungan yang kuat dan berpola positif. Pola asuh demokratis (36,4%) menjadi tipe terbanyak, diikuti permisif (34,8%) dan otoriter (28,8%). Tingkat kemandirian anak terbanyak berada pada kategori kurang mandiri (48,5%). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara pola asuh orang tua dengan tingkat kemandirian personal hygiene pada anak di SD Negeri 2 Depok. Pola asuh demokratis cenderung menghasilkan tingkat kemandirian yang lebih baik dibandingkan pola otoriter dan permisif.
HUBUNGAN USIA DENGAN KEJADIAN STROKE DI RSU PKU MUHAMMADIYAH BANJARNEGARA Purhadi; Afrizal Arifin; Muhamad Makmun; Musyafak
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 11 No 01 (2026): THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS
Publisher : LPPM UNAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35270/j88y4g52

Abstract

LatarBelakang :Stroke merupakan penyakit saraf yang paling menarik perhatian karena termasuk penyakit yang dapat menyebabkan kematian. stroke yang mendadak dapat mengakibatkan kematian, kecacatan fisik dan mental baik pada usia produktif maupun usia lanjut yaitu pada usia mulai 60 tahun, namun sekarang mulai usia 40 tahun seseorang sudah memiliki risiko stroke. Tujuan :Tujuan dari penelitian ini adalah Hubungan Usia Dengan Kejadian Stroke di Rsu Pku Muhammadiyah Banjarnegara. Metode :Jenis penelitian ini adalah Analitik korelasi yakni melakukan analisis dinamika kolerasi antara fenomena, baik antara faktor resiko dengan faktor efek. Pendekatan yang dilakukan dengan Cross Sectional yaitu penelitian untuk mempelajari dinamika kolerasi antara faktor-faktor resiko dengan efek, dengan cara pendekatan, observasi atau pengumpulan data secara bersama-sama. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 40 Responden yang diteliti. Responden yang berumur lebih dari 60 tahun sebanyak 25 responden, yang Stroke sebanyak 20 (80.0%) responden yang tidak Stroke sebanyak 5 (20%). Responden yang berumur kurang dari 60 tahun sebanyak 15 responden, yang Stroke sebanyak 5 (33.3%) responden yang tidak Stroke sebanyak 10 (66.7%). berdasarkan uji Pearson dapat digunakan dengan nilai p (0,000) < α (0,05), maka Ha diterima H0 ditolak. Dapat disimpulkan bahwa Terdapat Hubungan Usia Dengan Kejadian Stroke Di Rsu Pku Muhammadiyah Banjarnegara
PENINGKATAN PENGETAHUAN KADER TENTANG POSYANDU  MELALUI PELATIHAN Yuli Ernawati; Ika Dewi; Maria Marsiyah; Sugiman
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 7 No 1 (2022): THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS
Publisher : LPPM UNAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35270/wjhj8862

Abstract

Latar Belakang: Posyandu merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yang dikelola dari, oleh, untuk, dan bersama masyarakat, guna memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pelatihan terhadap pengetahuan kader tentang posyandu balita  Metodologi : Desain penelitian quasi experiment dengan rancangan pre test-post test design. Penelitian dilakukan di Posyandu Balita di Dusun geran, Maguwoharjo, Depok, Sleman, menggunakan data primer berupa kuesioner pengetahuan posyandu terhadap kader. Data dianalisis secara univariat dan bivariat Hasil : Data menunjukkan sebelum diberikan pelatihan tentang posyandu balita pada pengetahuan kader sebesar 12.5; kemudian setelah pelatihan pengetahuan menjadi 16,0. Uji hipotesis didapatkan nilai p-value = 0,004; artinya ada perbedaan pengetahuan anatar pre test dengan post test setelah dilakukan kegiatan pelatihan.  Kesimpulan: Pelatihan terbukti meningkatkan pengetahuan kader tentang posyandu 
ANALISIS STUNTING 1000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN (HPK) DENGAN PERILAKU RESPONSIVE FEEDING DAN PEMBERIAN THERAPY MASSAGE EATING DIFFICULTIES UNTUK MENUNJANG TUMBUH KEMBANG Farida Arintasari; Ian Puteri
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 7 No 1 (2022): THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS
Publisher : LPPM UNAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35270/t3dn6t47

Abstract

Latar Belakang: Salah satu masalah gizi yang menjadi perhatian utama adalah masih tingginya anak balita pendek (stunting).Di Indonesia hasil Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) pada tahun 2018 prevalensi stunting sebesar 30,8 %, hal ini berarti Indonesia mengalami stunting sekitar 8,9 juta anak. Pencegahan terhadap stunting dapat dilakukan dengan memberikan intervensi gizi secara spesifik terhadap anak terutama dalam 1000 Hari Pertama Kelahiran (HPK). Stunting merupakan bentuk kegagalan pertumbuhan (growth faltering) dimana terjadinya masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang.Faktor yang mempengaruhi salah satunya rendahnya asupan makanan dan praktik pemberian makan bayi dan anak yang tidak adekuat dimana ibu memiliki peran penting terhadap asupan melalui pola pemberian makan, Responsive Feeding (RF) dan massage stimulasi untuk penambah nafsu makan dan. Salah satu cara untuk meningkatkan penerimaan makanan menggunakan therapy stimulasi dalam bentuk pijatan yang bisa dilakukan oleh keluarga. Tujuan Penelitian: untuk menganalisa Stunting 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dengan Prilaku Responsive Feeding dan Pemberian Therapy Massage Eating Difficulties Untuk Menunjang Tumbuh Kembang. Metode: Jenis penelitian observasional kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional, kualitatif, untuk memperjelas perilaku responsive feeding pada balita stunting, sedangkan dalam pemberian terapi massage penambah nafsu makan menggunakan penelitian eksperimental.  Hasil :Faktor memiliki korelasi yang signifikan terhadap terjadinya stunting adalah umur ibu saat hamil,ANC, dan pemberiantablet Fe (p < 0,05). Perilaku responsive feeding menunjukkan belum ada responden yang melakukan responsive feeding secara menyeluruh baik dalam hal menyuapi langsung atau membantu anak makan sendiri, respon terhadap anak lapar dan kenyang, sabar dalam memberikan makan, respon kontak saat memberikan makan, meminimalisir distraksi makan, dan respon penolakan anak. Pemberian therapy massage eating difficulties pada balita stunting berpengaruh secara signifikan dalam menurunkan masalah makan pada balita (p=0,002).  Kesimpulan :  Ada korelasi yang signifikan terjadinya stunting dengan prilaku responsive feeding dan massage eating difficult
KESIAPAN PRAKTIK MANDIRI BIDAN DENGAN PRAKTIK  KOMPLEMENTER KEBIDANAN Listia Febriati; Puspito Rahayu; Zahrah Zakiyah
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 7 No 1 (2022): THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS
Publisher : LPPM UNAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35270/t8jwp448

Abstract

Latar Belakang: Pelayanan Kebidanan merupakan bagian integral dari system pelayanan kesehatan yang diberikan oleh bidan yang telah terdaftar, dapat dilakukan secara mandiri, kolaborasi dan rujukan kepada ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas, bayi baru lahir, bayi dan anak serta wanita usia reproduksi dan usia lanjut (Kepmenkes RI, No.369/MENKES/SK/III/2007). Pengobatankomplementer secara umum telah diatur dalam Keputusan Menteri Kesehatan No.1109/Menkes/Per/IX/2007 tentang pengobatan komplementer alternatif. Pelayanan kebidanan komplementer merupakan bagian dari penerapan pengobatan komplementer dan alternatif dalam tatanan pelayanan kebidanan. Penggunaan Complementer Alternative Medicene (CAM) lebih umum dilakukan oleh wanita sekitar 48,9% dibandingkan dengan pria sebesar 37,8%. Hal ini menunjukan bahwa penggunaan terapi komplementer di masa yang akan datang (Septiani & Lestari, 2019). Tujuan penelitian untuk mengetahui Hubungan Kesiapan Praktik Mandiri Bidan dengan Praktik Komplementer Kebidanan di IBI Sleman Ranting Timur  Metode: Penelitian ini menggunakan metode  survey pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Subyek Penelitian adalah Bidan Praktik Mandiri. Penelitian ini menggunakan Sampel minimal yaitu 30 responden. Adapun variabel independen pengetahuan variabel Dependen penelitian ini yaitu Praktik Komplementer Kebidanan.  Hasil: Penelitian ini diperoleh bahwa Kesiapan Praktik Komplementer Berdasarkan Pengetahuan tidak berhubungan dengan pelaksanaan praktik komplementer kebidanan dengan p=1,000 artinya >0.005. Sedangkan Kesiapan peralatan dengan pelaksanaan praktik komplementer menunjukkan nilai p=0.016 yang artinya terdapat hubungan antara kelengkapan peralatan dengan pelaksanaan praktik komplementer.  Kesimpulan: Tidak Terdapat hubungan kesiapan praktik komplementer berdasarkan pengetahuan dengan pelaksanaan praktik komplementer kebidanan. Terdapat hubungan antara kesiapan peralatan dengan pelaksanaan praktik komplementer di IBI Sleman Ranting Timur

Page 9 of 15 | Total Record : 144