cover
Contact Name
Chairunnisa
Contact Email
jurnalkemenhub@gmial.com
Phone
+6281213236151
Journal Mail Official
jurnalkemenhub@gmail.com
Editorial Address
Jl. Medan Merdeka Tim. No.5, RT.2/RW.1, Gambir, Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10110
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Penelitian Transportasi Laut
ISSN : 14110504     EISSN : 25484087     DOI : https://doi.org/10.25104/transla
Core Subject : Engineering,
Jurnal Penelitian Transportasi Laut adalah jurnal yang mewadahi publikasi ilmiah hasil penelitian atau kajian bidang transportasi laut, sungai, danau, dan penyeberangan. Cakupan penelitian meliputi operasional kepelabuhanan, manajemen dan jaringan angkutan, perilaku (behaviour) pengguna transportasi laut, sosial dan hukum maritim, desain dan sistem perkapalan, logistik, lingkungan maritim, beserta hal lain yang berkaitan dengan transportasi laut.
Articles 147 Documents
Analysis of Concession, Technology, and Service Implementation on Port Infrastructure Performance: A Case Study in DKI Jakarta and Banten Provinces Isa Amsyari; Idris Gautama So; Zaenal Abidin; Antoni Arif Priadi
Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 26 No. 1 (2024): Jurnal Penelitian Transportasi Laut
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/transla.v26i1.2371

Abstract

As an archipelagic country, Indonesia relies heavily on ports as the main infrastructure to support the national logistics system and international trade. Despite its importance, port management in Indonesia faces challenges such as lack of government support, corruption, bureaucratic inefficiency, and gaps between policy and implementation. This study aims to analyze the effect of concession implementation, technology utilization, and port services on the role of Port Business Entities (BUP) and their impact on port infrastructure performance in DKI Jakarta and Banten Provinces. The study used a quantitative method with a Likert scale questionnaire based on 31 indicators covering five variable constructs: concession implementation, technology utilization, port services, BUP role, and port infrastructure performance. Data were collected from 310 respondents selected through stratified sampling, consisting of users of port services managed by BUP from November 2023 to January 2024. Data analysis was carried out using SmartPLS 3.2.9 software to validate the relationship between variables through the Structural Equation Modeling (SEM) approach. The results of the study indicate that concession implementation, technology utilization, and port services significantly influence the role of BUP, which in turn improves port infrastructure performance. In addition, the indirect influence of these variables reinforces the importance of strategic management and technology utilization in port optimization. This study confirms that implementing good concession policies, integrating modern technology, and improving port services can significantly improve the performance of port infrastructure in Indonesia. These findings provide important implications for policymaking and strategy development to optimize port operations in the future.
Desain Speedboat Operasional Pertambangan Berbahan Fiberglass untuk Wilayah Perairan Sulawesi Tenggara Samaluddin Samaluddin; Rahmawati Djunuda; Azhar Aras Mubarak
Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 26 No. 1 (2024): Jurnal Penelitian Transportasi Laut
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/transla.v26i1.2372

Abstract

Kondisi geografis Sulawesi Tenggara sebagai daerah berpulau-pulau membutuhkan moda transportasi laut yang efisen untuk menunjang aktivitas masyarakat, termasuk untuk kegiatan operasional sektor pertambangan. Pemilihan moda transportasi oleh pelaku perjalanan termasuk untuk pelaku usaha tambang pada umumnya mempertimbangkan faktor tujuan perjalanan, waktu tempuh, biaya perjalanan dan kenyamanan. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan desain speedboat berbahan fiberglass yang digunakan oleh para pelaku tambang di perairan Sulawesi Tenggara. Data dikumpulkan melalui metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Pengolahan dan analisis data dengan menggunakan aplikasi Maxsurf untuk memodelkan bentuk lambung kapal dan menghitung parameter hidrostatik. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh ukuran utama kapal lengkap dengan gambar rencana garis dan rencana umum dengan panjang kapal 18,00 meter, lebar kapal 3,50 meter dan tinggi kapal 1,50 meter dengan Deadweight Tonnage (DWT) kapal sebesar 85,25 Ton. Perhitungan power mesin pada kecepatan 20 knot menghasilkan kebutuhan power sebesar 962,605 HP dengan hambatan 92,60 kN (metode Holtrop) dan 1211,80 HP dengan hambatan 117,80 kN (metode Fung). Power mesin yang digunakan adalah 3 x 300 HP. Analisa stabilitas menunjukan bahwa panjang lengan GZ (Max GZ area) sebesar 0,949 m atau 45,5 derajat, yang berarti bahwa pada sudut kemiringan atau heel lebih dari 45,5 derajat speedboat akan berada pada kondisi unstable. Penelitian ini memberikan desian speedboat yang optimal untuk memenuhi kebutuhan transportasi laut sektor tambang dengan material fiberglass yang ringan dan efisien.
Kesiapan Industri Pelayaran dan Maritim di Sumatera Selatan terhadap Teknologi Kapal Otonom Rhaptyalyani Herno Della; Taih-Cherng Lirn; Ashari Fitra Rachmannullah; Haris Elkansyah
Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 26 No. 2 (2024): Jurnal Penelitian Transportasi Laut
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/transla.v26i2.2376

Abstract

Di era saat ini, teknologi berkembang dengan cepat dan mampu mencakup setiap aspek kehidupan manusia. Ini tidak hanya terbatas pada perangkat elektronik rumah tangga, tetapi juga transportasi. Transportasi adalah bagian dari kehidupan sehari-hari, di darat, udara, dan laut. Dalam hal transportasi maritim, salah satu kemajuan teknologi yang sedang dikembangkan adalah di bidang kapal tanpa awak, juga dikenal sebagai kapal otonom. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan kesiapan karyawan di perusahaan pelayaran, dan kesiapan lingkungan maritim di Sumatera Selatan terhadap teknologi ini. Studi ini menggunakan metode studi literatur dan metode wawancara untuk mendistribusikan. Kuesioner dan analisis penelitian menggunakan model penerimaan teknologi (TAM) dengan lima dimensi. Kuesioner didistribusikan secara acak kepada 282 pekerja aktif di perusahaan pelayaran di Sumatera Selatan. Analisis persepsi yang menjadi dasar 27 variabel menggunakan model TAM didasarkan pada dimensi kemudahan penggunaan, manfaat yang dirasakan, sikap terhadap penggunaan teknologi, niat perilaku untuk menggunakan, dan penggunaan sistem aktual. Analisis menggunakan analisis statistik, uji faktor konfirmatori, dan structural equation modelling. Berdasarkan hasil analisis dan pengolahan data, ditemukan bahwa masih ada kurangnya minat di antara pekerja di perusahaan pelayaran untuk mengubah sistem penggunaan kapal manual mereka menjadi kapal otonom, meskipun mereka sudah mengetahui kelebihan teknologi ini. Hal ini yang menjadikan ketidaksignifikannya manfaat yang dirasakan dengan minat menggunakan teknologi (P=0,110) dan juga ketidaksignifikannya kemudahan pengguna terhadap perilaku terhadap penggunaan teknologi (P=545). Sementara itu, perusahaan pelayaran akan senang mengadopsi teknologi kapal otonom di masa depan karena akan meningkatkan produktivitas mereka.
Konsepsi Wirausaha: Komponen Utama Permintaan Transportasi Tiarto Tiarto; Danang Darunanto
Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 26 No. 2 (2024): Jurnal Penelitian Transportasi Laut
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/transla.v26i2.2377

Abstract

Transportasi diartikan sebagai kegiatan “pemindahan” barang dan manusia dari tempat asal ke tempat tujuan. Demikian pula wirausaha diartikan “memindahkan” berbagai sumber ekonomi dari suatu wilayah dengan produktivitas rendah ke wilayah dengan produktivitas yang lebih tinggi dan hasil yang lebih besar. Asumsi ini tercermin dalam literatur konvensional yang menekankan bahwa transportasi dan wirausaha keduanya berfungsi “memindahkan” (sumber daya ekonomi) sebagai permintaan turunan. Keduanya merupakan ekspresi dari fungsi penawaran dan permintaan yang dibedakan secara spasial dan dengan demikian dianggap “berasal” dari kegiatan lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana konsepsi wirausaha memengaruhi permintaan transportasi. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian kualitatif yang secara eksploratif mencari penemuan baru terkait pengaruh wirausaha terhadap transportasi. Perluasan makna, maksud, dan tujuan hubungan transportasi dan wirausaha menggeser paradigma transportasi menjadi seperti halnya perjalanan untuk mencapai tujuan besar. Perjalanan sebenarnya merupakan suatu penemuan tidak tercapai dalam mencari tanah baru, tetapi dengan cara melihat dengan mata baru. Bila dahulu tujuan transportasi diartikan sebagai mencari tanah baru, kini tujuan diartikan dengan melihat dengan mata baru. Mata wirausaha mengubah paradigma transportasi dari sekedar memindahkan dari tempat asal ke tempat tujuan, menjadi memindahkan dari wilayah produktivitas rendah ke wilayah produktivitas yang lebih tinggi dan hasil yang lebih besar. Konsepsi wirausaha secara katalis berpengaruh terhadap transportasi, yang tidak hanya berarti memindahkan dalam arti riil, melainkan juga dalam arti tidak riil / abstrak. Dengan kata lain, transportasi memindahkan informasi yang terhubung cyber dan/atau uang melalui e-banking. Dahulu transportasi berarti memindahkan barang, sedangkan wirausaha berarti memindahkan jasa. Transportasi adalah permintaan turunan versus wirausaha sebagai permintaan langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, permintaan transportasi turunan tanpa komponen wirausaha tidak akan berjalan dengan benar. Kedua, konsepsi wirausaha sebagai komponen utama transportasi turunan telah dapat menciptakan lompatan besar dalam empat jenis derived demand meliputi: (1) Direct Derived Demand, (2) Indirect Derived Demand, (3) Derived Demand for Labour, dan (4) Derived for Capital. Bahkan secara masif, berhasil membangun beragam infrastruktur konektivitas jalan hingga infrastruktur pelayanan masyarakat.
Identifikasi Risiko Kecelakaan pada Kegiatan Embarkasi dan Debarkasi di Pelabuhan Makassar Sitti Syamsiah; Ika Mustika; Rina Fitriyana; Firnayanti Firnayanti; Andi Muh Rahmat Hidayat
Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 26 No. 2 (2024): Jurnal Penelitian Transportasi Laut
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/transla.v26i2.2378

Abstract

Kegiatan embarkasi dan debarkasi penumpang di pelabuhan merupakan aspek kritis dalam sektor maritim yang memerlukan perhatian serius untuk meningkatkan keamanan dan keselamatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko kecelakaan yang mungkin terjadi selama proses embarkasi dan debarkasi di Pelabuhan Makassar. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan pendekatan penelitian lapangan (field research) di mana peneliti terjun langsung ke lokasi untuk mengumpulkan data. Analisis data dilakukan menggunakan fishbone analisis untuk mengidentifikasi masalah dan mengidentifikasi penyebab utama. Subjek penelitian ini ditentukan secara purposive, yang melibatkan petugas pelabuhan dan penumpang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat berbagai risiko, termasuk kondisi cuaca yang buruk, keterbatasan infrastruktur, dan kurangnya pelatihan bagi petugas. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan fasilitas pelabuhan, pelatihan rutin untuk petugas, serta implementasi prosedur keamanan yang lebih ketat untuk meminimalkan risiko kecelakaan. Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan keamanan dan keselamatan selama kegiatan embarkasi dan debarkasi penumpang dapat ditingkatkan.
Analysis of Indoor Air Pollutants in the Simulator Building at Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang Iksiroh El Husna; Yan El Rizal Unzilatirrizqi Dewantoro; Anissofiah Azise Wijinurhayati; Widya Putri Idayatma
Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 26 No. 2 (2024): Jurnal Penelitian Transportasi Laut
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/transla.v26i2.2379

Abstract

Polusi Udara Dalam Ruang saat ini menjadi suatu permasalahan yang serius, karena telah menjadi penyebab 4,5 juta kematian setiap tahunnya. Ruang simulator kapal merupakan salah satu ruangan tertutup yang memungkinkan terpapar polusi udara dalam ruang. Tujuan penelitian adalah untuk mengukur dan menganalisis kualitas udara dalam ruangan di beberapa lokasi terpilih diruang simulator kapal. Penelitian ini menggunakan metode mix method dengan perpaduan antara metode kuantitatif dan metode kualitatif dengan pendekatan case control dan bersifat observasional analitik dengan objek ruang simulator. Kualitas parameter fisik suhu, intensitas cahaya, dan jumlah mikroorganisme masih dibawah baku mutu yang dipersyaratkan Peraturan Menteri Kesehatan No. 1077 Tahun 2011. Sedangkan parameter kelembaban tidak memenuhi baku mutu kelembaban udara dalam ruang yaitu sebesar 40% Rh – 60% Rh.
Quo Vadis Pengaturan Unit Pelaksana Tugas Bidang Pelayaran Dian Agung Wicaksono; Cora Kristin Mulyani; Bimo Fajar Hantoro
Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 26 No. 2 (2024): Jurnal Penelitian Transportasi Laut
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/transla.v26i2.2380

Abstract

Eksistensi Unit Pelaksana Tugas (UPT) pada Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan saat ini masih disertai beberapa permasalahan kelembagaan seperti tumpang tindih kewenangan antar UPT, tidak sesuainya UPT dengan direktorat teknis, hingga ketidaksesuaian organisasi Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dengan amanat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-undang Nomor 66 Tahun 2024 tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran. Penelitian ini berfokus menjawab rumusan masalah berikut: (1) Bagaimana pengaturan mengenai unit pelaksana tugas di bidang pelayaran? (2) Bagaimana evaluasi dan rekomendasi atas pengaturan kelembagaan unit pelaksana tugas di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Republik Indonesia? Hasil dari penelitian ini penting untuk menjadi rekomendasi dalam penataan dan penguatan kelembagaan di bidang pelayaran. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif dengan menganalisis secara deskriptif kualitatif data sekunder berupa peraturan perundang-undangan yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan adanya konstruksi pengaturan di bidang pelayaran yang memberikan mandat pembentukan UPT serta penyelenggaraan fungsi pemerintahan di bidang pelayaran. Dengan demikian, rekomendasi kelembagaan yang diberikan adalah perlu adanya pembentukan UPT sesuai mandat pengaturan di bidang pelayaran.
Analisis Penggunaan Sistem Informasi Tol Laut (SITOLAUT)Di PT Djakarta Lloyd (Persero) Cabang Makassar Fahmi Faturrahman; Sitti Syamsiah
Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 27 No. 2 (2025): Jurnal Penelitian Transportasi Laut
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/transla.v27i1.2407

Abstract

Inovasi teknologi mengalami perkembangan pesat di berbagai sektor, termasuk sektor maritim di Indonesia. Salah satu upaya strategis pemerintah dalam mengatasi disparitas harga barang antardaerah di wilayah kepulauan adalah dengan mengimplementasikan Program Tol Laut. Untuk mendukung kelancaran operasional program tersebut, pemerintah memperkenalkan sebuah laman bernama Sistem Informasi Tol Laut (SITOLAUT). Laman ini dirancang untuk mempermudah proses pengurusan muatan kapal, mulai dari perencanaan hingga pelaporan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur efektivitas penggunaan SITOLAUT melalui indikator penggunaan sistem, kualitas informasi, dampak terhadap pekerjaan, kepuasan pengguna (operator), perubahan tingkat pengetahuan, dan mengidentifikasi kendala teknis maupun nonteknis yang dialami operator. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung dan wawancara mendalam kepada para pengguna sistem. Data yang diperoleh dianalisis dan disesuaikan dengan teori-teori relevan yang mendukung kajian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum SITOLAUT mampu memberikan kontribusi positif terhadap efisiensi kerja dan transparansi dalam proses logistik Tol Laut dengan median lead time pengurusan dokumen yang sebelumnya memerlukan waktu tiga hari, berhasil dipersingkat menjadi satu hari (penurunan sekitar 67%). Namun, masih terdapat beberapa kendala internal dan eksternal. Kendala internal berasal dari laman SITOLAUT, seperti pemeliharaan (maintenance), ketiadaan fitur notifikasi, serta keterlambatan pengiriman data pembayaran dengan rata-rata downtime sistem yang tercatat hanya sekitar 4 jam per bulan. Adapun kendala eksternal berasal dari pengirim (shipper) yang tidak memasukkan beberapa data yang diperlukan. Meskipun demikian, perusahaan pengguna SITOLAUT telah mampu mengatasi hambatan tersebut melalui berbagai penyesuaian dan solusi internal.
Analisis Penanganan Petikemas: Efisiensi Pergerakan RTG di Terminal Petikemas New Makassar 1 Zainal Yahya Idris; Rosnani Rosnani; Rachmat Tjahjanto; Muhammad Zia ul Haq
Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 27 No. 1 (2025): Jurnal Penelitian Transportasi Laut
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/transla.v27i1.2410

Abstract

Efisiensi operasional Rubber Tyred Gantry (RTG) berpengaruh langsung terhadap kinerja terminal petikemas. RTG adalah jenis crane yang dirancang khusus untuk mengangkat, memindahkan, dan menumpuk kontainer dari truk ke lapangan penumpukan atau sebaliknya. RTG berperan penting dalam operasi penanganan kontainer karena memiliki mobilitas tinggi dan kemampuan mengoptimalkan pemanfaatan ruang penyimpanan kontainer melalui sistem penumpukan vertikal. Studi ini mengembangkan model pergerakan/slotting RTG untuk meningkatkan kinerja proses delivery di Terminal Petikemas New Makassar 1 (TPNM 1). Data dikumpulkan melalui time study lapangan, wawancara, dan telaah dokumen (peta rute RTG, laporan produksi, konsumsi BBM), kemudian dipakai untuk mengalibrasi discrete-event simulation (Arena®). Terdapat empat skenario dibandingkan: acak (baseline), 20'/40' dipisah blok, 20'/40' dalam satu blok, dan fokus slot 20'/40'. Hasil observasi menunjukkan penurunan waktu rata-rata per unit dari 6,37 (acak) menjadi 5,24 menit/unit pada skenario fokus slot (≈−17,7%). Simulasi membuktikan bahwa skenario fokus slot 20'/40' menghasilkan throughput tertinggi dengan utilisasi RTG yang lebih optimal.
Comparative Readiness Assessment of ISPS Code Implementation in ASEAN Ports A. A. Istri Sri Wahyuni; Ariyono Setiawan; Wisnu Handoko; Dewi Hidayati; Abdul Razak Abdul Hadi
Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 27 No. 1 (2025): Jurnal Penelitian Transportasi Laut
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/transla.v27i1.2417

Abstract

This study aims to assess and compare the level of readiness in implementing the International Ship and Port Facility Security (ISPS) Code across ASEAN ports. As maritime security remains a critical priority in global logistics and trade, understanding national compliance disparities is essential for enhancing regional port resilience. Grounded in compliance theory and regional security cooperation, this research frames ISPS implementation as both a technical and institutional readiness challenge influenced by policy enforcement, infrastructure, and human resource capacity. A comparative, multi-country approach was used involving ten ASEAN countries. Five key indicators were analyzed: number of ISPS-compliant facilities, security monitoring systems, regulatory framework, personnel readiness (SDM/RSO), and operational challenges. Quantitative methods included descriptive statistics, correlation, principal component analysis (PCA), and K-means clustering to identify readiness patterns and gaps. The analysis revealed significant heterogeneity in ISPS Code implementation. Singapore demonstrated the highest readiness level, followed by Malaysia and Indonesia, while countries such as Laos and Myanmar exhibited low compliance scores. PCA results identified one dominant readiness component explaining 78% of variance. Clustering analysis grouped ASEAN countries into three readiness tiers, providing a basis for targeted regional support and harmonization strategies. Findings underscore the urgency of coordinated capacity-building, policy alignment, and funding assistance in lower-readiness states. The proposed readiness index can guide future regional security benchmarking. This study contributes a novel regional ISPS readiness index and presents the first multivariate readiness mapping of ASEAN ports, supporting data-driven policy formulation for maritime security enhancement.

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 27 No. 2 (2025): Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 27 No. 1 (2025): Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 26 No. 2 (2024): Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 26 No. 1 (2024): Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 25 No. 2 (2023): Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 25 No. 1 (2023): Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 24 No. 1 (2022): Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 23 No. 2 (2021): Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 23 No. 1 (2021): Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 22 No. 2 (2020): Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 22 No. 1 (2020): Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 21 No. 2 (2019): Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 21 No. 1 (2019): Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 20 No. 2 (2018): Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 20 No. 1 (2018): Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 19 No. 2 (2017): Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 19 No. 1 (2017): Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 18 No. 2 (2016): Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 18 No. 1 (2016): Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 17 No. 4 (2015): Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 17 No. 3 (2015): Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 17 No. 2 (2015): Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 17 No. 1 (2015): Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 16 No. 4 (2014): Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 16 No. 3 (2014): Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 16 No. 2 (2014): Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 16 No. 1 (2014): Jurnal Penelitian Transportasi Laut More Issue