cover
Contact Name
Chairunnisa
Contact Email
jurnalkemenhub@gmial.com
Phone
+6281213236151
Journal Mail Official
jurnalkemenhub@gmail.com
Editorial Address
Jl. Medan Merdeka Tim. No.5, RT.2/RW.1, Gambir, Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10110
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Penelitian Transportasi Laut
ISSN : 14110504     EISSN : 25484087     DOI : https://doi.org/10.25104/transla
Core Subject : Engineering,
Jurnal Penelitian Transportasi Laut adalah jurnal yang mewadahi publikasi ilmiah hasil penelitian atau kajian bidang transportasi laut, sungai, danau, dan penyeberangan. Cakupan penelitian meliputi operasional kepelabuhanan, manajemen dan jaringan angkutan, perilaku (behaviour) pengguna transportasi laut, sosial dan hukum maritim, desain dan sistem perkapalan, logistik, lingkungan maritim, beserta hal lain yang berkaitan dengan transportasi laut.
Articles 147 Documents
Kualitas Pelayanan dan Kepuasan Penumpang: Bukti Empiris di Pelabuhan Penyeberangan Ro-Ro Rupat Provinsi Riau Azizul Azizul; Eduard Alfian Syamsya Sijabat; Manahan Parlindungan Tampubolon; Yana Tatiana; Prasadja Ricardianto
Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 25 No. 2 (2023): Jurnal Penelitian Transportasi Laut
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/transla.v25i2.2294

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh fasilitas, aksesibilitas, dan kualitas pelayanan terhadap kepuasan penumpang di Pelabuhan Penyeberangan Ro-Ro Rupat, Provinsi Riau. Jalan utama di Pulau Rupat yang menghubungkan ke luar daerah seperti ke Bengkalis dan Pekanbaru terputus kerena bentangan laut yang cukup luas antara pulau Rupat dengan kota Dumai. Penelitian ini menggunakan 340 sampel penumpang yang ada di Pelabuhan Penyeberangan Ro-Ro Rupat, Provinsi Riau. Teknik analisisnya menggunakan analisis jalur dengan SmartPLS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh langsung variabel fasilitas, kualitas pelayanan, dan aksesibilitas terhadap kepuasan penumpang yang dibuktikan dengan nilai t-statistic masing-masing sebesar 3,997; 8,585; dan 3,912. Adapun fasilitas (t-statistic = 3,464) dan aksesibilitas (t-statistic = 11,434) juga berpengaruh terhadap kualitas pelayanan. Selain itu, terdapat pengaruh tidak langsung variabel fasilitas (t-statistic = 3,251) dan aksesibilitas (t-statistic = 6,788) terhadap kepuasan penumpang melalui kualitas pelayanan. Secara umum, hasil penelitian ini menyatakan bahwa terdapat pengaruh langsung dan tidak langsung antara fasilitas, aksesibilitas, dan kualitas pelayanan terhadap kepuasan penumpang di Pelabuhan Penyeberangan Ro-Ro Rupat.  
Studi Standar Pelayanan Minimal Angkutan Penyeberangan pada KMP. Swarna Kartika Tri Cahyadi; Agus Tjahjono; Paulina Latuheru; Murina Gemilang
Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 25 No. 1 (2023): Jurnal Penelitian Transportasi Laut
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/transla.v25i1.2295

Abstract

Angkutan penyeberangan sangat dibutuhkan sebagai penyedia sarana transportasi antar pulau. Pelabuhan penyeberangan menyediakan sarana keterjangkauan antar pulau tersebut. Pelabuhan Taipa di Sulawesi Tengah telah terhubung dengan Pelabuhan Kariangu (Kalimatan Timur). Rute perintis tersebut telah disediakan oleh pemerintah melalui keberadaan pelabuhan penyeberangan, sedangkan kapalnya disediakan oleh perusahaan swasta dengan dukungan dari pemerintah melalui skema kewajiban pelayanan publik. Terdapat kapal penyeberangan yaitu KMP. Swarna Kartika yang melayari rute tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan melakukan survei terhadap kapal tersebut. Sampel dipilih dengan random sampling. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pelayanan angkutan penyeberangan di kapal KMP. Swarna Kartika dan menganalisis aspek yang harus ditingkatkan pada pelayanan penumpang, pemuatan kendaraan, dan pengoperasian kapal. Hasil penelitian ini adalah tingkat kesesuaian pelayanan penumpang di KMP. Swarna Kartika mencapai 47,36%, kesesuaian pelayanan pemuatan kendaraan sebesar 57,14%, dan tingkat kesesuaian pada pelayanan operasional kapal sebesar 75%. Tingkat kesesuaian tertinggi ada pada operasional kapal, diikuti oleh pelayanan pemuatan kendaraan. Adapun kesesuaian yang paling rendah adalah pelayanan terhadap penumpang. Tingkat pelayanan kurang sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM) angkutan penyeberangan sehingga kapal tersebut belum memenuhi kesesuaian dengan peraturan yang berlaku. Terdapat indikator yang perlu diperbaiki agar SPM angkutan penyeberangan terpenuhi yaitu aspek pelayanan penumpang, pemuatan kendaraan, dan pelayanan operasional kapal. 
Hybrid Learning Berbasis Asynchronous dalam Meningkatkan Kepuasan Peserta Diklat Pelaut BP3IP Jakarta Arief Rahman; Annik Mayseptyana; Mochamad Furqon Rochyana; Achmad Hidayat; Indarno Sugeng Raharjo; Egi Sugiawiharja; Prasetyo Wibi
Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 25 No. 2 (2023): Jurnal Penelitian Transportasi Laut
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/transla.v25i2.2296

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas informasi, sistem, dan pelayanan terhadap kepuasan peserta diklat asynchronous. Penelitian tentang penerapan pembelajaran daring telah banyak dilakukan dengan menggunakan model kesuksesan sistem informasi DeLone dan McLean. Namun, belum banyak yang mengkaji secara spesifik terkait faktor-faktor yang memengaruhi kepuasan peserta diklat asynchronous. Penelitian ini penting dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang berpengaruh terhadap kepuasan peserta diklat asynchronous sehingga dapat dilakukan perbaikan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran daring di masa depan. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan kuesioner yang disebarkan kepada 110 peserta diklat asynchronous. Data dianalisis dengan SEM-PLS untuk menguji pengaruh langsung variabel bebas terhadap variabel terikat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas informasi dan kualitas pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan peserta diklat asynchronous. Adapun kualitas sistem tidak berpengaruh secara signifikan. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa untuk meningkatkan kepuasan peserta diklat asynchronous, perbaikan perlu difokuskan pada peningkatan kualitas informasi pembelajaran daring dan kualitas layanan pendukung pembelajaran. Dengan demikian, kepuasan peserta diklat asynchronous dapat ditingkatkan untuk mendukung keberlanjutan sistem pembelajaran hybrid learning berbasis asynchronous.
Analisis Kelayakan Peluang Bisnis Non Diklat BP3IP Sebagai Satker BLU Dengan Pendekatan Bisnis Model Canvas Dian Lieska Ocviany; Buce Akhmad; Agusta Deo Desmon; Yulinda Yusar; Irawaty Muh Akib; Joy Mitrady; Aris Jamaan
Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 25 No. 2 (2023): Jurnal Penelitian Transportasi Laut
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/transla.v25i2.2297

Abstract

Sebagai Unit Pelaksana Teknis yang menyelenggarakan kegiatan pendidikan dan pelatihan kepelautan sesuai STCW 1978, BP3IP juga merupakan Satuan Kerja Pemerintah yang telah menerapkan pengelolaan keuangan melalui sistem Badan Layanan Umum dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Sebagai Satker Badan Layanan Umum, BP3IP diberikan keleluasaan untuk menerapkan praktek-praktek bisnis yang sehat dalam rangka memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat dengan tetap menonjolkan produktivitas, efisiensi, dan efektifitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mengetahui peluang bisnis dan penerapan strategi pemasaran pada Balai Besar Pendidikan Penyegaran dan Peningkatan Ilmu Pelayaran (BP3IP) Jakarta dengan menggunakan pendekatan business model canvas pada tahun 2022 serta mengevaluasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam rangkaian sebuah kegiatan bisnis melalui analisis SWOT. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang berhubungan dengan pengumpulan data untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan sehubungan dengan status obyek yang diteliti pada saat penelitian dilakukan. Pendekatan kualitatif yang dilakukan adalah untuk memahami fenomena yang terjadi seperti persepsi, perilaku dan tindakan. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menemukan peluang bisnis dan strategi pemasaran yang sesuai dan tepat melalui hasil analisis faktor kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman di BP3IP Jakarta. Hasil analisis tersebut mendapatkan bahwa BP3IP Jakarta perlu melakukan diversifikasi produk/jasa non diklat untuk mengatasi penurunan pendapatan pada salah satu produk/jasa utama, sehingga melalui diversifikasi produk/jasa tersebut, BP3IP Jakarta dapat tetap meningkatkan pendapatannya. 
Integrasi Pelayaran Tradisional dalam Logistik Nasional: Menentukan Strategi Prioritas dan Manajemen Pelabuhan Vega Fonsula Andromeda; Andi Prasetiawan; Derma Watty Sihombing
Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 25 No. 2 (2023): Jurnal Penelitian Transportasi Laut
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/transla.v25i2.2298

Abstract

Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui integrasi bisnis pelayaran tradisional dalam logistik nasional dan mengetahui peluang pelayaran tradisional Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dalam logistik nasional. Penentuan prioritas pengelolaan dilakukan dengan menggunakan analisis AHP yang didukung dengan observasi, wawancara, angket, dan studi dokumen untuk mengungkap faktor-faktor internal dan ekternal pada bisnis pelayaran tradisional di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dalam logistik nasional. Prioritas ditentukan oleh indeks yang diperoleh dari analisis. Berdasarkan data yang diperoleh, analisis menghasilkan tingkat inkonsistensi sebesar 0,02% yang mengindikasikan tingginya konsistensi pendapat para ahli tentang prioritas pengelolaan, policy support, competitiveness, market insurance, human resource capacity, business incentives, infrastructures & facilities, dan management. Berdasarkan prioritas pengembangan pelayaran tradisional, hanya tiga dari tujuh aspek yang memperoleh perhatian tinggi. Aspek Policy support, human resource capacity, dan market tersebut memiliki indeks yang jauh lebih tinggi dengan dukungan program tol laut. Hasil analisis AHP sangat menekankan perlunya dukungan kebijakan dalam integrasi usaha pelayaran tradisional ke tol laut. Hasil analisis SWOT menunjukkan tujuh prioritas pengembangan pelayaran tradisional dengan bisnis pelayaran tradisional membutuhkan dukungan. Sebagian besar faktor internal dan eksternal berdampak rendah terhadap integrasi. Hanya ada dua peluang, yaitu paradigma baru transportasi laut dan posisi Pelabuhan Tanjung Emas Semarang sebagai pelabuhan pengumpan yang berdampak tinggi terhadap rencana pengelolaan strategis. Bisnis pelayaran tradisional di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang saat ini berada pada posisi oportunistik yang kuat. Pengembangan pelayaran tradisional harus diutamakan terutama pada dukungan kebijakan yang diikuti dengan peningkatan daya saing dan penjaminan pasar.
Analisis Budaya Keselamatan Terhadap Tingkat Pelayanan Jasa Transportasi Penyeberangan Ferry Pelabuhan Bakauheni Rhaptyalyani Herno Della; Debby Yulinar Permata; Rizma Adlia Syakurah; Melawati Agustien; Arya Pratama Ramadhani
Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 25 No. 2 (2023): Jurnal Penelitian Transportasi Laut
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/transla.v25i2.2299

Abstract

Indonesia memiliki 17.504 pulau dengan garis pantai 81.000 Km. Maka dari itu Indonesia disebut sebagai negara maritim. Pada transportasi penyeberangan feri di Indonesia memiliki 294 rute yang antara lain 229 rute perintis dan 65 rute niaga. Namun, Indonesia menduduki peringkat ke 2 dari 43 negara terhadap peristiwa kecelakaan yang terjadi pada kapal feri di dunia. Penelitian ini memiliki kerangka penelitian yang menguraikan mengenai budaya keselamatan, terdapat lima variabel yang memengaruhi kinerja keselamatan yaitu praktik keselamatan, manajemen keselamatan, pengetahuan keselamatan, kesadaran pribadi terhadap praktik keselamatan, dan perilaku keselamatan. Dengan tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh dan kepentingan dari budaya keselamatan di penyeberangan feri akan tingkat kecelakaan dan keselamatan penyeberangan. Studi kasus dipilih adalah Pelabuhan Bakauheni. Pelabuhan ini merupakan pelabuhan dengan jumlah penumpang terbanyak di Pulau Sumatra dan merupakan pelabuhan yang menghubungkan antara dua pulau utama di Indonesia yaitu Pulau Jawa dan Pulau Sumatra. Analisis penelitian ini menggunakan metode Structural Equation Modelling (SEM) dan didapatkan hasil dari ke lima variabel tersebut bahwa pengaruh budaya keselamatan terhadap perilaku keselamatan yaitu kurangnya penyelenggaraan simulasi praktik keselamatan dan kesehatan kerja atau K3 dan zero accident yang ada pada angkutan penyeberangan feri di pelabuhan belum maksimal dikarenakan kurangnya manajemen keselamatan yang ada pada perusahaan terkait.
Evaluasi Penerapan Tokyo MoU Guna Meningkatkan Aspek Keselamatan Kapal Indonesia pada Pelayaran Internasional Antoni Arif Priadi; Rendi Ferdillah
Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 25 No. 1 (2023): Jurnal Penelitian Transportasi Laut
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/transla.v25i1.2305

Abstract

Dalam rangka mematuhi standar peraturan internasional mengenai keselamatan pelayaran, keamanan, serta pencegahan pencemaran laut, merupakan tanggung jawab masing-masing negara bendera terhadap kapal-kapal yang mengibarkan benderanya. Sebagai negara berbasis maritim, setiap tahunnya ratusan kapal berbendera Indonesia berlayar ke luar negeri. Namun, masih tingginya angka persentase penahanan terhadap kapal berbendera Indonesia menyebabkan kurangnya kepercayaan dunia pelayaran terhadap standar keselamatan kapal Indonesia. Meskipun saat ini Indonesia termasuk dalam daftar “white list” di Tokyo MoU, Indonesia sangat rentan kembali ke daftar “grey list” bahkan “black list” jika tidak segera memperbaiki posisinya di dalam daftar “white list”. Peningkatan performa negara bendera menjadi sangat penting dalam meningkatkan kepercayaan tersebut dengan melibatkan seluruh stakeholder terkait. Untuk memenuhi tujuan tersebut, maka identifikasi terhadap jenis defisiensi yang menyebabkan penahanan kapal berbendera Indonesia dilakukan dengan klusterisasi menggunakan model Software, Hardware, Environment, dan Liveware (SHEL). Kemudian, penentuan stakeholder sebagai lapisan pertahanan untuk mencegah terjadinya penahanan kapal menggunakan model Swiss Cheese. Hasilnya adalah tiap stakeholder yang merepresentasikan tiap lapisan keju sebagai lapisan pertahanan mendapatkan identifikasi masalah yang spesifik dari tiap komponen pada SHEL, dan strategi pencegahan dapat diformulasikan dengan baik bagi tiap stakeholder. Hasil dari penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi oleh regulator, pemilik kapal atau perusahaan pelayaran, nahkoda, dan kru kapal dalam menerapkan strategi alternatif pencegahan penahanan kapal.
Kajian Awal Penentuan Metode Pembayaran pada Transaksi Ekspor Rizqi Aini Rakhman; Intan Sianturi; Bugi Nugraha; Diyah Purwitasari
Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 26 No. 1 (2024): Jurnal Penelitian Transportasi Laut
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/transla.v26i1.2339

Abstract

Dalam prosedur komersial perdagangan internasional, para eksportir dan importir ingin melakukan proses jual beli yang dapat menguntungkan kedua belah pihak. Di satu sisi, importir akan memilih jenis pembayaran dengan biaya termurah dan pembayaran berjangka panjang dalam membayar barang yang dibelinya. Di sisi lainnya, eksportir akan lebih memilih pembayaran tunai yang merupakan jenis pembayaran paling menguntungkan dan jenis penagihan dengan risiko terkecil. Dengan adanya latar belakang negara yang berbeda baik dari segi politik, ekonomi, sosial, budaya, dan perbedaan mata uang yang memicu timbulnya kekhawatiran apabila salah satu pihak melanggar perjanjian yang telah disepakati pada dokumen sales contract. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi pemilihan metode pembayaran dalam transaksi ekspor, yaitu letter of credit (L/C), document against payment (D/P), dan telegraphic transfer (TT). Menggunakan metode deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan perusahaan yang aktif dalam ekspor, dan dianalisis melalui reduksi data, penyajian, dan verifikasi. Subjek penelitian ini adalah perusahaan yang bergerak dalam transaksi ekspor, metode pembayaran yang dianalisis meliputi letter of credit (L/C), document against payment (D/P), telegraphic transfer (TT). Variabel yang diukur mencakup enam faktor dalam penentuan metode pembayaran yaitu: 1. keamanan pembayaran, 2. risiko pembayaran, 3. kecepatan transaksi, 4. biaya transaksi, 5. kepercayaan dan/atau hubungan bisnis, dan 6. perlindungan hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pembayaran yang tepat sangat penting untuk mengurangi risiko dan meningkatkan efisiensi dalam transaksi ekspor. Metode telegraphic transfer paling sering digunakan karena membutuhkan waktu singkat dan memiliki biaya transfer dana elektronik lebih rendah meskipun dari segi keamanan tidak sekuat metode letter of credit (L/C).
Prakiraan Kebutuhan Jasa Angkut Rencana Pelabuhan Tanjung Pakuk,Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung Muhammad Daffa Musyary; Gigih Pilihanto
Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 26 No. 1 (2024): Jurnal Penelitian Transportasi Laut
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/transla.v26i1.2347

Abstract

Pelabuhan memainkan peran penting dalam mengembangkan daerah terpencil dan pulau-pulau kecil sebagai pusat jaringan transportasi laut. Perencanaan pelabuhan perlu mempertimbangkan proyeksi prakiraan jasa angkut untuk menganalisis rencana kebutuhan fasilitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prakiraan jasa angkut berupa penumpang, barang, dan kapal untuk menjadi acuan dalam menentukan kebutuhan fasilitas Pelabuhan Tanjung Pakuk. Metode yang digunakan adalah analisis kuantitatif, meliputi proyeksi penduduk dan analisis pergerakan barang, penumpang, serta kapal selama 20 tahun ke depan. Berdasarkan hasil analisis pergerakan barang, jumlah arus bongkar barang dan arus muat barang dua puluh tahun ke depan, prediksi arus bahan pokok yang masuk adalah 255 ton dan prediksi arus bahan pokok yang keluar adalah 160 ton. Dengan perhitungan proyeksi arus bahan pokok, berdasarkan data Dinas Perhubungan Kabupaten Belitung bahwa sekitar 60%-80% barang masuk ke dalam gudang dan 20%-40% barang sisanya langsung disalurkan, maka dalam perencanaan pembangunan gudang pelabuhan perlu mempertimbangkan kapasitas ruang untuk 332 ton barang bongkar muat. Sedangkan hasil analisis proyeksi penumpang dan kapal di Pelabuhan Tanjung Pakuk pada dua puluh tahun mendatang yaitu 31.403 penumpang dan 5.234 kapal dengan rata-rata per hari adalah 86 penumpang dan 14 kapal. Maka dari dalam perencanaan pembangunannya perlu dipertimbangkan pembangunan terminal penumpang dengan kapasitas untuk 86 penumpang dan dermaga yang dapat menampung kapal dengan jumlah empat belas per harinya. Temuan ini memberikan panduan penting bagi perencanaan fasilitas pelabuhan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan memenuhi kebutuhan transportasi laut.
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Waktu Tunggu Kapal General Cargo di Pelabuhan Kelas III Labuan Bajo Paulus Wawo; Heni Dwi Iryanti; Cahya Purnomo
Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 26 No. 1 (2024): Jurnal Penelitian Transportasi Laut
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/transla.v26i1.2370

Abstract

Waktu tunggu kapal merupakan salah satu indikator penting dalam efisiensi operasional pelabuhan, dimana antrian yang panjang dapat menyebabkan penundaan yang signifikan, peningkatan biaya operasional, dan gangguan dalam rantai pasokan logistik. Sebagai pintu gerbang penting bagi wilayah Nusa Tenggara Timur, Pelabuhan Kelas III Labuan Bajo mengalami berbagai tantangan operasional yang mempengaruhi efisiensi logistik dan distribusi barang. Meskipun pelabuhan ini memiliki potensi besar sebagai pusat distribusi, permasalahan seperti lamanya waktu tunggu kapal masih menjadi kendala utama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi waktu tunggu kapal General Cargo di Pelabuhan Kelas III Labuan Bajo dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Data yang dianalisis meliputi waktu bongkar muat (loading dan unloading time), rasio pemakaian dermaga (berth occupancy ratio (BOR)) dan waktu tidak operasional (non-operating time (NOT)), yang dikombinasikan dengan wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbatasan fasilitas pelabuhan dan ketidak efisienan operasional merupakan faktor utama yang mempengaruhi waktu tunggu. Perbandingan dengan standar pelayanan pelabuhan dari Direktoran Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan mengindikasikan bahwa tingkat pelayanan saat ini belum memenuhi standar. Penelitian ini menyarankan perbaikan pada manajemen operasional dan penambahan fasilitas pelabuhan untuk mengurangi waktu tunggu kapal. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman yang lebih mendalam tentang tantangan operasional yang dihadapi oleh pelabuhan dan memberikan wawasan bagi pengembangan strategi untuk mengurangi waktu tunggu kapal yang pada akhirnya dapat meningkatkan efisiensi operasional dan daya saing pelabuhan.

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 27 No. 2 (2025): Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 27 No. 1 (2025): Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 26 No. 2 (2024): Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 26 No. 1 (2024): Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 25 No. 2 (2023): Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 25 No. 1 (2023): Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 24 No. 1 (2022): Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 23 No. 2 (2021): Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 23 No. 1 (2021): Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 22 No. 2 (2020): Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 22 No. 1 (2020): Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 21 No. 2 (2019): Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 21 No. 1 (2019): Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 20 No. 2 (2018): Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 20 No. 1 (2018): Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 19 No. 2 (2017): Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 19 No. 1 (2017): Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 18 No. 2 (2016): Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 18 No. 1 (2016): Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 17 No. 4 (2015): Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 17 No. 3 (2015): Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 17 No. 2 (2015): Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 17 No. 1 (2015): Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 16 No. 4 (2014): Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 16 No. 3 (2014): Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 16 No. 2 (2014): Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 16 No. 1 (2014): Jurnal Penelitian Transportasi Laut More Issue