Jurnal Penelitian Transportasi Laut
Jurnal Penelitian Transportasi Laut adalah jurnal yang mewadahi publikasi ilmiah hasil penelitian atau kajian bidang transportasi laut, sungai, danau, dan penyeberangan. Cakupan penelitian meliputi operasional kepelabuhanan, manajemen dan jaringan angkutan, perilaku (behaviour) pengguna transportasi laut, sosial dan hukum maritim, desain dan sistem perkapalan, logistik, lingkungan maritim, beserta hal lain yang berkaitan dengan transportasi laut.
Articles
147 Documents
Penelitian Pengembangan Titik Simpul Potensial Transportasi Sungai Di Kabupaten Musi Banyuasin
Feronika Sekar Puriningsih;
Syafril Syafril
Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 20 No. 1 (2018): Jurnal Penelitian Transportasi Laut
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25104/transla.v20i1.793
Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) merupakan kabupaten terkaya di Sumatera Selatan dan mempunyai banyak aliran sungai yang dapat dijadikan ruang lalulintas angkutan sungai. Dengan menggunakan metode analisis deskritif dan AHP diperoleh 4 titik simpul potensial angkutan sungai yang perlu dikembangkan, yaitu terminal P 11 yang berada di Muara Primer untuk konsolidasi muatan/ komoditi yang hendak diangkut ke luar Provinsi Sumatera Selatan, terutama menuju P. Jawa, Batam, bahkan ke luar negeri, Dermaga Sungai Lalan dan Dermaga Sungai Lilin dikembangkan untuk kebutuhan angkutan komoditi lokal masyarakat di sekitar aliran sungai, terutama yang berasal/ menuju kota Palembang, selain itu juga dapat digunakan sebagai angkutan feeder bagi perusahan-perusahaan guna mendistribusikan komoditinya dan/ atau menuju titik simpul utama untuk konsolidasi muatan, untuk selanjut dibawa keluar, dan Dermaga Sekayu, yang berada di Kota Sekayu, dikembangkan menjadi dermaga angkutan orang dan pariwisata, selain itu juga dijadikan dermaga persinggahan bagi komoditi yang ada di wilayah kabupaten lain.
Pengembangan Jaringan Angkutan Laut Rute Sei Berombang Ke Teluk Nibung
Bambang Siswoyo;
Ekawati Banjarnahor
Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 20 No. 1 (2018): Jurnal Penelitian Transportasi Laut
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25104/transla.v20i1.794
Untuk mendukung kelancaran arus penumpang dan barang dari Teluk Nibung dari dan ke Sei Berombang, Pemerintah perlu memberikan pelayanan transportasi laut, dimana angkutan ini lebih efisien waktu tempuhnya dibanding angkutan jalan raya. Tujuan penelitian ini adalah pengembangan trayek angkutan laut dari Pelabuhan Sei Berombang ke Pelabuhan Teluk Nibung. Dengan menggunakan analisis diskriptif kuantitatif untuk memecahkan kebutuhan penelitian, dengan terlebih dahulu melakukan survei lapangan. Hasil dari analisis bahwa tidak perlu adanya pengembangan jaringan rute Pelabuhan Sei Berombang ke Pelabuhan Teluk Nibung apabila dilihat dari potensi permintaan (demand), tidak ada permintaan yang signifikan mengenai kebutuhan angkutan laut sebagai sarana transportasi yang ada, untuk dapat menghubungkan Pelabuhan Teluk Nibung dari dan ke Pelabuhan Sei Berombang. Pergerakan hanya dilakukan oleh penduduk setempat untuk melakukan kegiatan yang bersifat rutin. Penduduk Teluk Nibung memiliki aktifitas yang rutin untuk melakukan pergerakan ke Sei Berombang.
Pelayaran Rakyat di Kabupaten Maluku Tengah yang Terpinggirkan dan Respon Stakeholder
Ratna Indrawasih
Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 20 No. 1 (2018): Jurnal Penelitian Transportasi Laut
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25104/transla.v20i1.795
Di negara Indonesia yang wilayahnya merupakan kepulauan dan perairan, angkutan laut merupakan sarana perhubungan yang penting untuk mengembangkan interaksi masyarakat dalam berbagai bidang. Pelayaran rakyat merupakan salah satu sarana angkutan yang dapat menjangkau wilayah-wilayah kepulauan. Pada perkembangannya, saat ini keberadaan pelayaran rakyat itu telah terpinggirkan oleh beroperasinya kapal-kapal modern, serta kebijakan yang menyertainya, sehingga mengalami keterpurukan. Berkaitan dengan keterpurukan tersebut, menarik untuk dipertanyakan, faktor-faktor apa saja yang telah menyebabkannya? Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif, pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, FGD dan observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terpingirkannya pelayaran rakyat di Maluku Tengah adalah karena sarana pelayaran rakyat yang ada kalah bersaing dengan beroperasinya kapal cepat dari perusahaan angkutan laut dan kapal perintis (kapal ferry) yang disediakan oleh pemerintah. Keberadaan pelabuhan yang lebih suka bongkar muat dengan mesin juga merupakan permasalahan tersendiri yang dihadapi oleh pelayaran rakyat, sehingga pelayaran rakyat ditolak karena melakukan bongkar muat dengan tenaga manusia. Di samping itu, kebijakan pemerintah juga merupakan faktor yang kurang mendukung perkembangan pelayaran rakyat di Maluku. Padahal pelayaran rakyat berupa kapal kecil masih dibutuhkan oleh masyarakat kepulauan. Oleh karena itu perlu pengelolaan yang baik agar kapal pelayaran rakyat tetap ada.
Evaluasi Pelabuhan Mesuji Untuk Masuk Dalam Trayek Tol Laut
Apri Yuliani
Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 20 No. 1 (2018): Jurnal Penelitian Transportasi Laut
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25104/transla.v20i1.796
Rencana pembangunan Pelabuhan Mesuji di Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung bertujuan untuk mendukung kelancaran distribusi barang dari Pulau Sumatera menuju Jakarta melalui Pelabuhan Sunda Kelapa, atau sebaliknya. Dengan keberadaan Pelabuhan Mesuji, waktu tempuh Kabupaten Mesuji – Jakarta hanya 5 jam, lebih cepat 10 jam dibandingkan dengan moda transportasi darat melalui Pelabuhan Bakauheni. Pelabuhan Mesuji diusulkan untuk masuk ke dalam trayek tol laut. Untuk menjadikan Pelabuhan Mesuji layak disinggahi kapal tol laut, perlu dilakukan analisis kelayakan yang meliputi analisis prediksi demand, analisis prediksi supply, analisis kinerja pelayanan transportasi saat ini dan analisis kebutuhan fasilitas pelabuhan di masa mendatang. Berdasarkan hasil pengolahan data, potensi bongkar dan muat di Pelabuhan Mesuji diperkirakan dapat mencapai 37.428 ton pada tahun 2017 dan sekitar 76.466 ton pada tahun 2028. Ukuran kapal maksimal yang dapat dilayani Pelabuhan Mesuji yaitu berat kotor 1,000 DWT dan panjang kapal 58 meter. Berdasarkan hasil pengolahan data, Pelabuhan Mesuji lebih tepat dimasukkan ke dalam trayek kapal perintis daripada trayek tol laut.
Potensi Pusat Konsolidasi Pengangkutan untuk Regional Asia Pasifik: Suatu Analisis Kinerja
Johny Malisan;
Imam Sadjiono;
Bambang Istijab
Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 20 No. 2 (2018): Jurnal Penelitian Transportasi Laut
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25104/transla.v20i2.810
Pergerakan barang antar pulau-pulau saat ini lebih banyak dilakukan dengan sistem kontenerisasi. Ini disebabkan karena petikemas lebih efisien dan efektif dan memberi jaminan keamanan terhadap barang yang diangkut. Keunggulan tersebut perlu didukung oleh sistem pengangkutan yang terencana sehingga konsolidasi barang di pelabuhan akan memberi jaminan akan efisiensi dan efektivitas transportasi. Dampak positif konsolidasi antara lain shipper akan memperoleh tarif yang rendah, dan shipping line akan memperoleh jaminan ketersediaan barang. Pelabuhan Tarakan dibawah pengelolaan PT Pelindo IV terus berbenah diri untuk dikembangkan menjadi pelabuhan tempat konsolidasi muatan terutama dalam berhadapan dengan kawasan Asia Pasifik. Untuk mewujudkan hal tersebut penulis melakukan pengumpulan data melalui observasi, opini, dan dokumentasi yang selanjutnya dianalisis dengan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan metode analisis IPA (Importance Performance Analysis). Hasilnya disandingkan dengan perkembangan data kinerja operasional pelabuhan untuk melihat kondisi yang diharapkan agar pelabuhan mampu memberikan pelayanan secara efisien dan efektif. Hasil analisi dan evaluasi menunjukkan bahwa masih terdapat gap yang perlu diperbaiki terutama aspek sarana, prasarana dan SDM. Hal ini perlu menjadi perhatian penting bagi pengelola pelabuhan sehingga mampu menghadapi persaingan dengan pelabuhan lain dan dapat menekan biaya logistik yang masih cukup tinggi.
Pengaruh Depo Lini Dua untuk Mengoptimalkan Waktu Tunggu Tiga Hari di Pelabuhan
Dedy Ariyanto
Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 20 No. 2 (2018): Jurnal Penelitian Transportasi Laut
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25104/transla.v20i2.812
Berbagai faktor teridentifikasi mempengaruhi Waktu Tunggu (WT), namun faktor yang paling mempengaruhi adalah banyaknya proses perijinan yang harus dilalui untuk melaksanakan bongkar-muat peti kemas. Pembenahan proses DT yang telah dilakukan pemerintah meliputi perbaikan arus barang, otomasi menggunakan sistem teknologi informasi, hingga pembenahan sumber daya manusia. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas penyediaan fasilitas pelayanan di lapangan penumpukan dengan menggali potensi pengembangan usaha depo petikemas di Lini 2. Metode yang digunakan dalam Penelitian ini adalah penedekatan analisis trend, dan metode perhitungan rasio lapangan penumpukan dan WT. Berdasarkan hasil perhitungan proyeksi, pada pelabuhan yang diteliti, demand throughput petikemas JICT 2017 yaitu sebesar 1,620,777 TEU’s, diperoleh angka YOR pada posisi 61.25% pada WT 3 hari. Kapasitas dan luas lapangan penumpukan efektif di Terminal saat ini sangat memadai hingga dapat menampung throughput demand pada tahun 2030 yang sebesar 3,499,099 TEU’s dengan kapasitas terpasang sebesar 6,615,625 TEU’s menggunakan Tier 5, maka YOR diestimasikan sebesar 52.89%.
Kinerja Kompetensi Perwira Permesinan Kapal: Suatu Analisis Kesenjangan Berbasis Kompetensi
Antoni Arif Priadi;
Imam Fahcruddin;
Nafi Almuzani;
Ahmad Kasan Gupron
Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 20 No. 2 (2018): Jurnal Penelitian Transportasi Laut
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25104/transla.v20i2.813
Indonesia memegang peran penting dalam industri maritim dunia. Salah satunya melalui penyediaan pelaut untuk pangsa pasar nasional maupun internasional. Besarnya jumlah pelaut Indonesia jika tidak diimbangi dengan kualitas atau kompetensinya menyebabkan lemahnya daya serap pelaut Indonesia ke kapal dalam negeri maupun luar negeri. Kompetensi yang dimiliki manusia dapat diketahui oleh orang yang melihat dan menilai aktifitas yang dia lakukan. Dengan membandingkan antara persepsi dan harapan, kita bisa mengetahui apakah ada gap (kesenjangan) dalam mencapai suatu tujuan. Dalam penelitian ini dibahas persepsi dan harapan kompetensi perwira mesin kapal asal Indonesia tahun 2017 menggunakan analisis kesenjangan. Dari hasil penelitian diperoleh tingkat kesesuaian antara persepsi dan harapan kompetensi perwira mesin kapal untuk kompetensi permesinan kapal sebesar 78.92%, kompetensi listrik, elektronika, dan sistem kontrol sebesar 77.69%, kompetensi perawatan dan perbaikan sebesar 77.97%, kompetensi pengendalian operasi kapal dan penanganan personil di kapal sebesar 77.34% serta kompetensi softskill sebesar 80.92%. Kesenjangan yang terjadi antara persepsi dan harapan kompetensi perwira mesin kapal adalah negatif.
Tantangan untuk Peran Keselamatan di Sungai: Studi Kasus Pulau Kalimantan
Sunarto Sunarto
Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 20 No. 2 (2018): Jurnal Penelitian Transportasi Laut
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25104/transla.v20i2.814
Pulau Kalimantan terkenal dengan sebutan pulau seribu sungai, karena banyaknya sungai mengalir di pulau ini. Salah satu sungai terpanjang di pulau Kalimantan adalah sungai Mahakam. Berbagai macam suku yang ada di pulau Kalimantan ini berkembang di atas sungai. Sungai-sungai ini ikut menopang kehidupan penduduk di desa sepanjang pesisir sungai yang ada di hulu, hilir, dan anak sungainya. Sungai Mahakam, pada bagian hulu, aliran sungainya melintasi wilayah Kabupaten Kutai Barat, dan Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kota Samarinda di bagian hilirnya. Metode analisis dan evaluasi dilakukan secara komprehensif dengan metoda deskriptif kuantitatif menggunakan analis kesenjangan yaitu membandingkan kondisi yang sebenarnya dengan kondisi yang diinginkan. Secara keseluruhan fasilitas kelengkapan keselamatan pelayaran di atas kapal berada pada kategori cukup baik dengan nilai rata-rata 70% dari tingkat ekspektasi. Nilai tersebut menunjukkan bahwa fasilitas penunjang keselamatan pelayaran di atas kapal masih perlu ditingkatkan dari segi ketersediaan hingga keandalan. Fasilitas yang perlu perhatian khusus dalam bentuk ketersediaan, kecukupan, dan keandalan Sarana Bantu Navigasi Pelayaran berupa rambu suar atau pelampung suar dengan opsi penggunaan solar panel sebagai sumber tenaga listrik untuk lampu. Penempatan Sarana Bantu Navigasi Pelayaran dalam bentuk visual sign perlu ditambahkan di sekitar daerah aliran sungai Mahakam hulu.
Meningkatkan Aksesibilitas Wilayah dengan Dukungan Kapal Pelayaran Rakyat
Feronika Sekar Puriningsih
Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 20 No. 2 (2018): Jurnal Penelitian Transportasi Laut
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25104/transla.v20i2.815
Transportasi laut memegang peranan penting dalm aktivitas perdagangan sejak jaman nusantara. Teknologi perkapalan yang berkembang saat itu sangat mendukung dalam aktivitas perekonomian, sehingga Indonesia telah diperhitungkan sebagai negara maritim sejak dahulu kala. Seiring perkembangan perkapalan menggunakan teknologi modern, kapal-kapal tradisional menjadi ketinggalan jaman dan tergantikan untuk pelayaran jarak jauh yang menggunakan mesin disel, namun aktivitasnya tetap terasa sampai saat ini di wilayah lokal/antar pulau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pelayaran rakyat dalam mendukung peningkatan aksesibilitas antar wilayah. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis konektivitas dan indeks aksesibilitas. Menggunakan data ukuran konektivitas dari wilayah kepulauan di Kabupaten Sikka, hasil yang dicapai indeks konektivitas dari 0,3208% meningkat menjadi 0,6236% yang berarti peran pelayaran rakyat mampu meningkatkan indeks konektivitas di wilayah kepulauan.
Desain Kapal Apung untuk Pembangkit Listrik Berbasis Limbah
Shahrin Febrian Anwar;
Ayom Buwono;
Muswar Muslim
Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 21 No. 1 (2019): Jurnal Penelitian Transportasi Laut
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25104/transla.v21i1.964
Sampah dan polusi udara yang berasal dari kendaraan bermotor telah menjadi sebuah masalah besar di berbagai kota besar. Limbah dapat diproses menjadi energi listrik dengan teknologi fisika plasma dan untuk mengurangi ketergantungan pada sewa lahan yang mahal pada lingkungan perkotaan maka kapal dapat dimanfaatkan sebagai struktur bangunan terapung di atas laut. Menggunakan metode deskriptif analitik dan desain kebutuhan kapal terapung didapat kalkulasi yang diestimasikan dari energi listrik yang dapat dihasilkan dari 11.686,56 ton sampah/hari adalah 581,306 MW, yang mana dapat mencukupi 15,5% dari listrik di wilayah DKI dimana total kapasitas terpasangnya adalah 3748,40 MW.