cover
Contact Name
Chairunnisa
Contact Email
jurnalkemenhub@gmail.com
Phone
+6281213236151
Journal Mail Official
jurnalkemenhub@gmail.com
Editorial Address
Jl. Medan Merdeka Timur No. 5, Gambir, Jakarta 10110
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Warta Ardhia: Jurnal Transportasi
ISSN : 02159066     EISSN : 25284045     DOI : https://doi.org/10.25104/wa
Core Subject : Engineering,
Jurnal Warta Ardhia adalah jurnal yang mewadahi publikasi ilmiah peer-reviewed serta sumber informasi yang kredibel dari hasil penelitian, ide, dan gagasan dengan cakupan nasional dan global. Publikasi tersebut ditujukan untuk memperluas pemanfaatan pengetahuan serta memperkuat kemampuan stakeholder terkait dalam mengenali dan memecahkan berbagai persoalan di sektor transportasi. Jurnal ini diterbitkan oleh Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, yang sebelumnya diterbitkan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Udara dengan Nomor Akreditasi 72/E/KPT/2024. Jurnal ini mempublikasikan artikel hasil penelitian dan kajian ilmiah di bidang transportasi udara, yang mencakup kebijakan, sarana, prasarana, rute, tarif, evaluasi kebijakan, serta perkembangan teknologi. Seluruh artikel ditelaah oleh minimal dua orang reviewer. Warta Ardhia diterbitkan secara berkala dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan Juni dan Desember.
Articles 281 Documents
Peningkatan Sertifikasi Kecakapan Personel (SKP) Keamanan Bandara Internasional Soekarno Hatta Endang Dwi Agustini
Warta Ardhia Vol. 37 No. 2 (2011)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v37i2.102.129-142

Abstract

Attempts to create airport security, especially at the Soekarno-Hatta International Airport which is a gate of the Republic of Indonesia is one of the desires of all users of airport services. In an effort to realize and improve airport security must be supported by competent airport security personnel. From the results of field surveys, the number of security personnel Soekarno-Hatta International Airport are: Which already has Personnel Skills Certificates (SKP): Basic Aviation Security 214 persons, Junior Aviation Security 493 persons, Senior Aviation Security 182 persons, and Who haven’t yet Personnel Skills Certificates totaling 562 person are out sourcing. According the interviews results with Head of Security Division existing condition of security personnel at terminals 1 and 2 have been sufficient, while the existing condition of the security personnel at terminal 3 amounted to 124 people who had assessments. From the analysis and discussion in order to meet the needs of security personnel is programmed and to improve the assessments needed 248 persons, lack of security personnel at the desired terminal 3:124 persons. To increase the airport tax assessment organizers can do the addition by way of both internal and external. Internal assessment is done through a test that is taken from the power out sourcing to test, while the external through the recruitment test to provide the opportunity for applicants from outside environment. Through both ways can be realized to increase the number of assessments.
Peranan Diklat Penerbangan STPI – Curug Untuk Memenuhi Kebutuhan Pilot Pesawat Udara di Indonesia Yuke Sri Rizki
Warta Ardhia Vol. 37 No. 2 (2011)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v37i2.101.113-128

Abstract

Recently, the national air transportation experiencing significant growth include the increasing number of airlines in operation and the number of passengers carried. The impact of these developments, one is the increase in aircraft operations and should be supported by human resources in these field including the pilot.Pilot needs to reach 400 people per year have not been fulfilled by the product all the existing flying school. Based on this, conducted a study to observe the implementation of Pilot Training at STPI-Curug with a view to providing input to improve the quality and quantity of graduates majoring in flight.Analysis and discussion in this study using qualitative methods, using both oral and written data obtained from respondents and observations, described in detail, relating to cause and effect that produced a recommendation to the purpose of the study.
Layanan Kargo Udara Internasional di Bandar Udara Soekarno Hatta Juanda Siahaan
Warta Ardhia Vol. 37 No. 2 (2011)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v37i2.100.100-112

Abstract

In the support of the international air cargo services as a safeguard against perpetrators of business rules required a government that can provide security and flight safety. Problems on the business of cargo service airports Indonesia prefers clear international rules such as place of transit cargo.For that Soekarno Hatta Airport as an international gateway facility serve as an example the development of the cargo terminal to be used as transit cargo. From the results of data acquisition is still felt less, both from the aspect of maintaining security and safety of the cargo until the cargo is received by the consignee. The solution to improving human resources in the handling of cargo and certainty in providing cargo services information
Perkembangan Perekonomian Wilayah dan Kargo Udara: Korelasi atau Kausalitas? Tito Yusmar; Minda Mora
Warta Ardhia Vol. 41 No. 1 (2015)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v41i1.143.39-48

Abstract

Transportasi sebagai permintaan turunan berada dalam perdebatan yang mengemukakan peranannya yang vital dalam perkembangan perekonomian di berbagai tingkatan. Paper ini berupaya untuk meneliti peranan tersebut, apakah kargo udara sebagai bagian dari transportasi udara memberikan stimulus dalam perkembangan perekonomian wilayah atau sebaliknya. Analisis yang dilakukan tidak hanya menguji korelasi tetapi juga kausalitas antara variabel-variabel perekonomian, yaitu tenaga kerja, kesejahteraan wilayah, dan pendapatan, dengan kargo udara. Kesimpulan yang diperoleh adalah adanya indikasi pengaruh sebab akibat dalam beberapa bagian dari hubungan antara keduanya yang diharapkan dapat mendukung penyusunan kebijakan terkait.[The Development of Regional Economic and Air Freight: Correlation or Causality?] Transportation as derived demand is on debate that it plays important role in multi-level economic development. This paper examines that role whether air freight, as a part of air transportation, stimulates regional economic development or vice versa. The analysis examines not only correlation but also causality of trends between economic variables; employment, regional welfare, and income, with air freight transportation. The conclusions discusses on the indications of influence in the parts of relationship between variables that to be expected to support related policy-making.
Analisis Kualitas Pelayanan Terminal Kargo di Bandar Udara Juwata Tarakan Sitti Subekti; Muhammad Herry Purnama
Warta Ardhia Vol. 41 No. 1 (2015)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v41i1.142.29-38

Abstract

Bisnis angkutan kargo udara merupakan usaha yang menjanjikan sesuai dengan berkembangnya industri penerbangan di Indonesia. Hal ini ditunjukkan dengan prospek angkutan udara yang cukup baik dari sisi pertumbuhan penumpang dan kargo sehingga dibutuhkan kualitas pelayanan yang memadai. Penelitian ini dilakukan untuk menilai kualitas pelayanan terminal kargo di Bandar Udara Juwata Tarakan berdasarkan persepsi pengguna jasa. Penelitian ini menggunakan Model Servqual dengan 5 dimensi yang terdiri dari 17 atribut jasa. Terdapat 37 sampel pengguna jasa (shipper) yang terpilih secara acak. Importance Performance Analysis, analisis gap dan Customer Satisfaction Index digunakan untuk menganalisis data. Hasil analisis menunjukkan terdapat 4 atribut jasa yang memerlukan prioritas utama perbaikan pelayanan. Analisis gap terhadap 5 dimensi pelayanan menunjukkan nilai negatif. Hal ini berarti kinerja terminal kargo tersebut masih berada di bawah tingkat kepentingan penggunanya. Dimensi bukti fisik (tangible) dan empati merupakan dimensi pelayanan dengan nilai gap paling tinggi sebesar -0.93. Indek kepuasan konsumen pelayanan terminal kargo sebesar 71.94% yang berarti memerlukan perhatian (cause for concern) dari penyedia jasa/pengelola terminal kargo.[Quality Analysis Of Cargo Terminal Service At Tarakan Juwata Airport] Air freight transport is a promising business along with the development of the aviation industry in Indonesia. This promising word is indicated with the prospect of air transportation in which both passengers and cargo have positive growth trend so that adequate quality of service is needed. This study was conducted to assess the quality of service of the cargo terminal at Tarakan Juwata Airport based on the perception of service users. This study uses the Servqual model with 5 dimensions consisting of 17 service attributes. There are 37 samples of service users (shippers) who were randomly selected. Importance Performance Analysis, gap analysis and Customer Satisfaction Index were used to analyze the data. The results indicate 4 service attributes requiring high priority in service improvement. Gap analysis of 5 dimensions of service shows a negative value. It means that the performance of the cargo terminal is still below its level of importance. Dimensions of tangible and empathy are the dimensions of service with the highest gap value of -0.93. Customer Satisfaction Index of cargo terminal services is 71.94 % which means that cause for concern from the service provider/the operator of cargo terminal.
Tingkat Kepuasan Penumpang Terhadap Layanan Maskapai Penerbangan PT. Lion Air Rute Mamuju – Jakarta Arman Mardoko
Warta Ardhia Vol. 41 No. 1 (2015)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v41i1.141.19-28

Abstract

Perusahaan angkutan udara sebagai operator bertugas untuk memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat sebagai pengguna jasa angkutan udara. Tujuan studi ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis tingkat kepuasan (persepsi) dan kepentingan pengguna jasa angkutan udara terhadap pelayanan perusahaan angkutan udara yang melayani rute Mamuju–Jakarta di Bandar Udara Tampa Padang–Mamuju. Analisis yang digunakan menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif. Hasil dari perhitungan CSI untuk PT. Lion Air/Wings Air menunjukkan nilai sebesar 68,10% dengan kriteria buruk. Pelayanan kepada pengguna jasa angkutan udara yang harus mendapat perbaikan adalah tanggapan pihak perusahaan atas kompensasi apabila terjadi delay (15 menit, 30 menit dan 60 menit) dan/atau pembatalan keberangkatan oleh perusahaan angkutan udara, kecepatan pengambilan bagasi, dan perhatian perusahaan angkutan udara pada penerbangan transit/ transfer.[Satisfaction Level of Passengers Towards Indonesian Airlines on Mamuju–Jakarta Route] Airlines as the operator of air transportation are in charge in providing services to the people as the user of air transportation. The purpose of this study is to measure the level of satisfaction (perception) and the interests of the passenger on Mamuju – Jakarta route. Both quantitative and qualitative methods were used in this study. The result of CSI calculation for PT. Lion Air/Wings Air is 68,10 %, which is classified as poor criteria. Airline services that have to be improved are the response of the airline over compensation if delay occurred (15 minutes, 30 minutes and 60 minutes) and/or the flight departure get cancelled, speed of baggage claim, and the attention of the airline for transit/transfer flight.
Kajian Kausalitas Permintaan Trafik Terhadap Kapasitas Bandara Berdasarkan Persepsi Pengelola Bandara (Studi Kasus: Bandara Internasional Soekarno-Hatta) Fadrinsyah Anwar
Warta Ardhia Vol. 41 No. 1 (2015)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v41i1.140.11-18

Abstract

Permintaan trafik merupakan faktor penting dalam merencanakan kebutuhan kapasitas dan fasilitas di bandara. Peramalan permintaan trafik di masa yang akan datang menjadi suatu kebutuhan dalam menentukan besaran atau dimensi fasilitas bandara. Banyak faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memprediksi permintaan trafik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara permintaan trafik angkutan udara dengan kapasitas bandara, dan membahas hubungan antara variabel-variabel yang mempengaruhi permintaan trafik dan variabel-variabel yang mempengaruhi peningkatan kapasitas bandara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kausalitas probabilistik. Hasil analisis pada studi kasus Bandara Soekarno-Hatta, diperoleh bahwa secara umum peningkatan probabilitas pada variabel permintaan trafik dapat mempengaruhi peningkatan probabilitas pada variabel kapasitas bandara. Nilai probabilitas variabel kapasitas yang meningkat secara signifikan adalah landas pacu, apron dan curbside.[Causality Between Traffic Demand and Airport Capacity Based on The Perception of Airport Operator (Case Study: Soekarno-Hatta International Airport)] Traffic demand is an important factor in planning the airport capacity and facility. Forecasting future traffic demand becomes a necessity in determining the amount of capacity or dimension of airport facilities. There are factors that have to be considered in predicting the traffic demand. This study aimed to examine the relationship between the demand for air traffic and the airport capacity, and discuss the relationship between the variables that affect traffic demand and the variables that affect the increase in the capacity of the airport. This study uses probabilistic causality approach. The results ofcase study in Soekarno-Hatta International Airport show that, in general, the increase in the probability of the traffic demand variables can affect the increase in the probability of airport capacity variables. The probability value of the airport capacity variables which significantly increased are runway, apron and curbside.
Telaahan Pengembangan Bandar Udara Baru di Pantai Pakis Jaya Karawang Sebagai Reliever Bagi Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta Yati Nurhayati; Susanti Susanti; Minda Mora; Tito Yusmar
Warta Ardhia Vol. 41 No. 1 (2015)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v41i1.138.1-10

Abstract

Bandar Udara Soekarno Hatta Jakarta merupakan Bandar Udara terbesar dan tersibuk di Indonesia. Selama 15 tahun ke depan, pergerakan penumpang di Bandar Udara Soekarno Hatta diperkirakan akan mencapai 70 – 100 juta penumpang/tahun. Dengan adanya kondisi tersebut, dibutuhkan bandar udara baru di wilayah metropolitan DKI untuk mengakomodasi lonjakan pertumbuhan transportasi udara. Pada kajian ini dilakukan telaahan kelayakan lokasi Pantai Pakis Jaya sebagai lokasi bandar udara baru. Telaahan ini dilakukan berdasarkan 8 kriteria, yaitu ruang udara, keselamatan, aksessibilitas dan infrastruktur, lahan, kondisi alam, obstacle, biaya serta dampak sosial dan lingkungan. Berdasarkan analisis lahan dan obstacle, area Pantai Pakis Jaya Karawang layak dijadikan sebagai lokasi bandar udara baru karena tidak membutuhkan pembebasan lahan tidak terdapat obstacle yang menghalangi pesawat udara untuk melakukan pendaratan dan lepas landas. Namun, apabila ditinjau dari sisi ruang udara, keselamatan, aksessibilitas dan infrastruktur, kondisi alam, biaya serta dampak sosial dan lingkungan, Pantai Pakis Jaya ini kurang layak untuk dijadikan lokasi bandar udara baru. [New Airport Development Analysis in Pantai Pakis Jaya Karawang as a Reliever for Soekarno -Hatta International Airport] Jakarta Soekarno-Hatta International Airport is the biggest and the busiest airport in Indonesia. It is forecasted that passengers movement in this airport will reach 70 – 100 million passenger/year for the next 15 years. Seeing the condition of this airport as a concern, new airport in the area around DKI Jakarta is required to accomodate the surge of air transportation growth that Soekarno-Hatta itself already in overcapacity state. One of possible area to be set for the new airport development namely Pantai Pakis Jaya Karawang is analyzed in this study. The analysis was conducted based on 8 criteria; airspace, safety, accessibility and infrastructure, land, natural condition, obstacle, cost, social and environmental impact. The results of land and obstacle analysis indicate that Pantai Pakis Jaya Karawang is feasible as the new airport location due to it does not require land acqusition and there are no obstacles that can block the aircraft movement. However, the analysis results for airspace, safety, accessibility and infrastructure, natural condition, cost, and social and environmental impact show that Pantai Pakis Jaya Karawang is less feasible as the location for the new airport.
Efektifitas dan Efisiensi Biaya Logistik Angkutan Udara di Bandar Udara Soekarno- Hatta Endang Dwi Agustini; Lita Yarlina; Ali Murtadho
Warta Ardhia Vol. 41 No. 2 (2015)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v41i2.148.97-110

Abstract

Biaya pengiriman kargo dan pos udara di Indonesia paling mahal diantara negara-negara ASEAN lainnya. Hal ini dipengaruhi oleh rendahnya efektifitas dan efisiensi dalam pengiriman logistik/kargo yang berdampak membengkaknya biaya dengan proses yang lebih lama dibandingkan di luar negeri. Dari hal tersebut diatas maka perlu dilakukan penelitian efektifitas dan efisiensi logistik angkutan udara di Bandar udara Internasional Soekarno-Hatta. Untuk melihat efisiensi penanganan kargo udara maka dalam penelitian ini dilakukan analisa perhitungan tarif biaya logistic kedatangan logistik/kargo dan alur atau proses penanganan logistik/kargo sampai dengan dinyatakan lengkap dan keluar dari terminal kargo. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa kedatangan logistik/kargo dinyatakan efisien apabila barang tersebut mempunyai dokumen yang lengkap dan segera diambil sehingga tidak perlu mengeluarkan tambahan biaya sewa gudang.[Effectiveness and Efficiency of Air Transport Logistic in Soekarno-Hatta International Airport] The cost of airmail and cargo shipment in Indonesia is the most expensive among the other countries in ASEAN. High cost and longer processing time are affected by below average logistic handling/delivery effectivity and efficiency. Therefore, study for air logistic effectivity and efficiency in Soekarno-Hatta International Airport need to be done. In order to determine the efficiency of air logistic, analysis of logistic cost calculation and logistic handling flow/process is applied. The results of this study conclude that logistic delivery can be stated as efficient when the cargo documents are complete and the cargo picked immediately so that the extra expense for warehouse can be neglected.
Pemeliharaan Kendaraan PKP-PK di Bandar Udara Hang Nadim-Batam Lukiana Lukiana
Warta Ardhia Vol. 41 No. 2 (2015)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v41i2.147.81-96

Abstract

Bandar Udara Hang Nadim Batam merupakan Bandar Udara Kelas Utama yang terletak di Pulau Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Pergerakan pesawat udara di Bandar Udara Hang Nadim pada tahun 2012 tercatat telah mencapai 31.541 kali pergerakan, naik sebesar 10,92% dari tahun 2011 yang sebanyak 28.436 kali pergerakan. Untuk menunjang peningkatan jumlah pergerakan pesawat udara tersebut, maka dibutuhkan kesiapan operasional fasilitas Bandar udara yang memenuhi persyaratan keselamatan dan keamanan penerbangan. Berdasarkan KP 420 tahun 2011, setiap Bandar udara wajib menyediakan dan memberikan pelayanan pertolongan kecelakaan pesawat dan pemadam kebakaran (PKP-PK) sesuai dengan kategori Bandar udara untuk PKP-PK yang dipersyaratkan. Metode yang digunaka adalah analisis deskriptif. Hasil observasi SOP pemeliharaan fasilitas kendaraan dan peralatan operasional yang dimiliki oleh Unit PKPPK Bandar Udara Hang Nadim-Batam pada dasarnya telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam KP 420 tahun 2011. Kendala yang dihadapi Unit PKP-PK Bandar Udara Hang Nadim-Batam adalah umur kendaraan dan peralatan operasional PKP-PK yang rata-rata melebihi 20 tahun dan lamanya proses pengajuan pengadaan kendaraan dan peralatan operasional yang baru. Untuk mengatasi hal itu pemeliharaan preventif telah rutin dilakukan guna menjaga agar kendaraan tetap dapat diandalkan dalam operasional PKP-PK. [Maintenance of Fire Fighting Vehicle in Hang Nadim Airport Batam] The Hang Nadim Airport is one of airport hub that located in Batam Island of Riau Islands Province. The aircraft movement in this airport was recorded for 10.92% growth from 28,436 movements in 2011 to 31.541 movements in 2012. In order to support the aircraft movement growth, the readiness of airport operational facilities that comply to safety and security requirements is needed. With regard to KP 420 Year 2011, each airport have the obligation to provide rescue and fire fighting service in accordance to the category of the airport. In addition, the rescue and fire fighting service must fulfill the operational and technical requirements. Descriptive qualitative analysis method is used to determine the conformity of rescue and fire fighting operational vehicle of Hand Nadim Airport to the assigned regulation. The results indicate that the regulation are applied accordingly. However, the rescue and fire fighting unit in this airport facing certain hindrance where the average age of vehicle and equipment is more than 20 years and the procurement of new vehicle and equipment can not be processed quickly. In order to minimize the occurrence of any problems related to the aging vehicle and equipment, preventive measures have been taken to regularly maintain the realibility of those rescue and fire fighting vehicle and equipment.

Page 11 of 29 | Total Record : 281