Allemania Jurnal Bahasa dan Sastra Jerman
FOCUS This journal focuses on the publication of articles related to the following topics: innovative methodologies in German language teaching, curriculum development, applied linguistic research, psycholinguistics, language acquisition, evaluation and assessment, the use of technology in education, professional development for educators, and the analysis of German culture and literature. SCOPE Allemania specializes in topics related to German language education and aims to communicate original research and current issues in the field. This journal warmly welcomes contributions from scholars of related disciplines. Specifically, the journal will deal with topics including, but not limited to: innovative methodologies in German language teaching, curriculum development, applied linguistic research, psycholinguistics, language acquisition, evaluation and assessment, the use of technology in education, professional development for educators, and the analysis of German culture and literature.
Articles
75 Documents
ANALISIS LATIHAN BERBICARA TINGKAT A1 DALAM SITUS WWW.SEEDLANG.COM
Firas Maudy Triyasari;
Ending Khoerudin;
Pepen Permana
Allemania Vol 11, No 1 (2021): Allemania - Juni 2021
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Jerman FPBS UPI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
belajar bahasa Jerman yang inovatif dan interaktif sangat dibutuhkan dalam proses pemelajaran. Terdapat beberapa alternatif sumber belajar berbasis internet atau aplikasi yang efektif dan dapat digunakan dalam pemelajaran secara informal dan tentunya mempermudah proses pemelajaran bahasa Jerman. Situs www.seedlang.com dipilih karena situs ini merupakan salah satu sumber belajar bahasa Jerman yang menekankan pada kemampuan berbicara dan mendengarkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) jenis latihan berbicara yang tedapat dalam situs www.seedlang.com. 2) langkah-langkah mengerjakan latihan berbicara dalam situs seedlang.com dan 3) mengetahui kesesuaian materi latihan berbicara dalam situs www.seedlang.com dengan Kannbeschreibung sprechen A1 dalam GER. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif. Jenis latihan berbicara dianalisis berdasarkan teori Schatz (2017). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) jenis latihan berbicara tingkat A1 yang terdapat dalam situs www.seedlang.com terbagi kedalam: vorbereitende Übungen dan aufbauende und strukturierende Übungen 2) terdapat beberapa langkah untuk mengerjakan latihan berbicara dalam situs www.seedlang.com yaitu: memilih kategori stories, kemudian memilih tema yang ingin dipelajari, setelah itu pemelajar diminta untuk mengulang kembali ujaran-ujaran singkat sesuai dengan perintah yang diberikan, yaitu: repeat the German (try without subtitles), compare your german; compare your spoken german to video subtitles, translate to german, answer the questions dan tell a story. 3) Tidak semua materi pemelajaran latihan berbicara tingkat A1 dalam situs www.seedlang.com memenuhi semua kompetensi yang terdapat dalam Global skala dan mündliche Produktion / sprechen yang terdapat dalam Kannbeschreibung sprechen A1. Penelitian ini dapat dijadikan sebagai referensi sumber belajar untuk meningkatkan keterampilan berbicara bahasa Jerman.
“SOLLEN UNSERE SCHÜLER SCHULUNIFORM TRAGEN? : PRO - UND KONTRA-DEBATTE SCHULUNIFORM (Ein Bericht von einerProjektarbeit für das Seminar ‘Mündlicher Ausdruck I’)
Hafdarani Hafdarani
Allemania Vol 2, No 1 (2012): Allemania - Juni 2012
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Jerman FPBS UPI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Matakuliah‘Mündlicher Ausdruck I’ merupakan salah satu matakuliahketerampilan berbicara yang harus diambil oleh mahasiswa Jurusan PendidikanBahasa Jerman Universitas Pendidikan Indonesia Bandung. Dalam perkuliahan‘Mündlicher Ausdruck I’ ini mahasiswa berlatih untuk belajar secara lebihmandiri. Untuk mencapai tujuan tersebut pengajar/dosen dapat memberikantugas-tugas yang dapat diselesaikan oleh mahasiswa baik secara perseoranganmaupun secara berkelompok. Tugas-tugas yang demikian dalam bahasa Jermandisebut ‘Projektarbeit’. Dalam menyelesaikan satu ‘Projektarbeit’ mahasiswaharus merencanakan, memilih tema dan bentuk presentasi, dan mengevaluasihasil pekerjaan mereka secara mandiri. Salah satu bentuk presentasi yang dapatdipilih misalnya ‘debat pro dan kontra’. Untuk tema ‘sekolah’ mahasiswa dapatmenampilkan debat dengan peran-peran tertentu, seperti moderator, posisi pro,posisi kontra dan peran pendukung posisi pro dan kontra dari audiens. Siapauntuk peran apa ditentukan oleh mahasiswa sendiri.
PENULISAN ARTIKEL ILMIAH BERBAHASA JERMAN PADA JURNAL CETAK DAN ONLINE
Ahmad Sahat Perdamean;
Siti Kudriyah
Allemania Vol 1, No 2 (2012): Allemania - Januari 2012
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Jerman FPBS UPI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Makalah ini bertujuan untuk memberikan sumbangan pemikiran dalam memenuhipersyaratan lulus studi atau syarat wisuda calon sarjana S1 dari Program StudiPendidikan Bahasa Jerman yang ada di Indonesia, yaitu mahasiswa diwajibkanmenerbitkan artikel ilmiahnya baik hasil penelitian maupun gagasan tertulis.Untuk merealisasikan publikasi artikel ilmiah mahasiswa, maka di dalam tulisanini diuraikan tentang pengertian artikel ilmiah, bahasa Jerman, jurnal cetak danonline, manfaat penulisan artikel ilmiah bagi mahasiswa, dosen dan programstudi, kriteria pembuatan jurnal, etika penulisan, isi, wajah dan format penulisanartikel ilmiah dalam jurnal cetak dan online.
ANALISIS SEMIOTIKA GAMBAR DALAM BUKU AJAR STUDIO D A1
Setiawan Setiawan
Allemania Vol 3, No 1 (2013): Allemania - Juni 2013
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Jerman FPBS UPI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tulisan ini menjelaskan upaya mengungkap nilai yang dijunjung olehpenyusun buku ajar Studio D A1 yang digunakan di berbagai tempat didunia. Kajian diarahkan kepada penelaahan kearifan bangsa Jermanyang dikemukakan ke berbagai negar dunia melalui pembelajaran bahasaJerman sebagai bahasa asing. Pada bagian akhir disajikan penjelasanmengenai nilai-nilai yang diungkap berdasarkan analisis semiotika dandipadankan dengan hasil sebuah survey di Jerman.
PENGGUNAAN INSTASTORY DALAM PEMBELAJARAN KONJUGASI VERBA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR
Fanny Puteri Cahyani;
Lucky Herliawan Yanuar Amalputra;
Amir Amir
Allemania Vol 11, No 2 (2021): Allemania - Desember 2021
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Jerman FPBS UPI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Verba dalam tata bahasa Jerman memiliki perbedaan dengan verba dalam tata bahasa Indonesia yakni adanya proses perubahan bentuk dari bentuk dasar atau infinit ke dalam bentuk finit atau bentuk verba yang dikonjugasikan. Salah satu bentuk perubahannya adalah verba tidak beraturan dimana perubahan tersebut berubah setelah bertemu dengan subjek dan kasus dalam kalimat. Oleh karena itu dengan aturan yang berbeda ini dan berdarkan pengalaman penulis, peserta didik kesulitan dalam mengkonjugasikan verba bahasa Jerman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) hasil belajar peserta didik dalam mengkonjugasikan verba bahasa Jerman sebelum menggunakan Instastory; 2) hasil belajar peserta didik dalam mengkonjugasikan verba sesudah menggunakan fitur Instastory; 3) efektivitas penggunaan fitur cerita aplikasi Instagram dalam pembelajaran konjugasi verba bahasa Jerman. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain pra-eksperimen tipe One Group Pretest-Posttest dengan teknik pengumpulan data berupa tes sebanyak dua kali (pretest dan posttest) terhadap 25 sampel yang diambil dari kelas XII IBB SMA Negeri 15 Bandung. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai rata-rata pretest sebesar 49,72 dengan kategori sedang dan diperoleh nilai rata-rata posttest sebesar 79,6 dengan kategori sangat tinggi. Hasil temuan memperoleh selisih nilai rata-rata pretest dan posttest (thitung) sebesar 10,454 menggunakan uji t berpasangan (two paired samples test) dengan nilai signifikansi sebesar 0,000. Ini menunjukkan bahwa thitung ttabel (10,454 1,711) dan nilai signifikansi kurang dari 0,05 (0,000 0,05). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan fitur Instastory dalam pembelajaran konjugasi verba efektif untuk meningkatkan hasil belajar dan dapat dijadikan alternatif pembelajaran.
Pragmatik dan Pemahaman Lintas Budaya
Lersianna H Saragih
Allemania Vol 1, No 2 (2012): Allemania - Januari 2012
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Jerman FPBS UPI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Artikel ini menguraikan tentang perlunya penguasaan kebudayaan komunitaspengguna bahasa asing yang hendak dipelajari (bahasa target), selain daripenguasaan keterampilan membaca dan pemahaman tata bahasa dalam bahasaasing tersebut. Ilmu Pragmatik membantu untuk menemukan cara pengajaranbahasa asing yang menghasilkan pembelajar bahasa asing yang memilikipengetahuan dan kemampuan untuk menggunakan bahasa dalam konteks yangseutuhnya, dan tidak mengalami petaka komunikasi akibat ketidaksamaan budayadengan komunitas pengguna bahasa target.
INTERKULTURELLE KOMPETENZ DURCH DEUTSCHUNTERRICHT
Surya Masniari Hutagalung
Allemania Vol 3, No 1 (2013): Allemania - Juni 2013
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Jerman FPBS UPI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
In der Kommunikation ist es sehr wichtig ausser der Sprachkompetenz auchinterkulturelle Kompetenz gehabt werden. Es muss beim Deutschunterrichtangewendet werden. Die Deutschlernende sollen die deutsche Kulturverstehen und sogar sensibilisieren, so dass, wenn sie eine Kommunikationmit Deutschen machen, dann werden sie nicht zu Missverständniskommen. In diesem Referat wird erklärt, wie interkulturelles Lernen beimDeutschunterricht durchgeführt wird.
ANALISIS PERWATAKAN TOKOH SAMUEL DALAM ROMAN KEIN WORT ZU NIEMANDEM KARYA JANA FREY
Rina Rina;
Lucky Herliawan Yanuar Amalputra;
Nuki Nurhani
Allemania Vol 11, No 1 (2021): Allemania - Juni 2021
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Jerman FPBS UPI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian mengenai perwatakan tokoh utama dalam sebuah karya sastra dilakukan untuk membuktikan bahwa keberadaan tokoh utama merupakan unsur penting dalam sebuah karya sastra yang memiliki banyak perubahan dan perkembangan sepanjang berjalannya cerita. Perubahan dan perkembangan tokoh utama dalam karya sastra dipengaruhi oleh banyak faktor seperti faktor biologis, faktor psikologis dan faktor lingkungan sosial yang mempengaruhi penggambaran watak tokoh yang terdapat dalam cerita. Penggambaran watak tokoh yang tidak jelas membuat pembaca sulit untuk memahami alur cerita. Untuk mengatasi masalah tersebut, dilakukan sebuah penelitian tentang analisis perwatakan tokoh Samuel dalam roman Kein Wort zu niemandem karya Jana Frey. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perwatakan tokoh Samuel dalam roman Kein Wort zu niemandem, serta mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perwatakan tokoh Samuel. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif analisis dengan mendeskripsikan perwatakan tokoh Samuel yang terdapat dalam roman Kein Wort zu niemandem menggunakan teori tipologi kepribadian Heymans (2007) terdiri dari emosionalitas, proses pengiring dan aktivitas, serta menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi perwatakan tokoh menggunakan teori Marquaß (2002) yang terdiri dari karakterisasi tokoh, konsepsi tokoh dan konstelasi tokoh. Proses pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan studi pustaka dan teknik catat. Tahapan analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan data berupa sekuen cerita, kemudian mencatat dan mengklasifikasi data sesuai rumusan masalah, lalu menganalisis data serta membuat kesimpulan berdasarkan data yang telah dianalisis. Berdasarkan hasil analisis data dideskripsikan bahwa 1) Tokoh Samuel dalam roman Kein Wort zu niemandem termasuk ke dalam tipe kepribadian Nerveus dengan ciri-ciri emosional (+), proses pengiring lemah (-), serta aktivitas tidak aktif (-); 2) faktor-faktor yang mempengaruhi perwatakan tokoh Samuel terdiri dari faktor diri sendiri dan faktor lingkungan sosial. Berdasarkan hasil penelitian ini, analisis perwatakan tokoh dalam karya sastra khususnya roman dapat dijadikan sebagai referensi dalam pembelajaran analisis karya sastra dan penelitian mengenai perwatakan tokoh dalam roman berbahasa Jerman.
(Book Report) Aspekte Mittelstufe Deutsch
Lersianna H Saragih
Allemania Vol 2, No 1 (2012): Allemania - Juni 2012
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Jerman FPBS UPI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Rangkaian buku Aspekte diterbitkan oleh penerbitLangencheidt dan digunakan sebagai buku ajar bahasaJerman di seluruh Goethe Institut di Indonesia dandiperuntukkan untuk tingkat menengah ( Mitteltufe).Buku ajar Aspekte terdiri dari 3 jilid yakni, Jilid1 (tingkat B1+) yang bertujuan untuk mengaktifkankembali serta melengkapi pengetahuan pembelajarserta mengembangkan apa yang sudah dikuasai. Jilid 2dan 3 dimaksudkan sebagai persiapan untuk menempuhujian B2. Aspekte berorientasi kepada GER dan bukuini dimaksudkan untuk pembelajar dewasa dan beranjakdewasa
PENGAJARAN KETERAMPILAN MEMBACA DENGAN KONSEP “BINNENDIFFERENZIERUNG”
Hafdarani Hafdarani
Allemania Vol 1, No 1 (2011): Allemania - Juni 2011
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Jerman FPBS UPI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Dalam pengajaran keterampilan membaca biasanya mahasiswa atau pembelajar dalam satu kelas mengerjakan tugas-tugas yang sama. Tetapi tugas-tugas tersebut diselesaikan dalam waktu yang berbeda, karena perbedaan kemampuan membaca , tipe pembelajar atau tipe intelegensi mahasiswa. Oleh sebab itu hasil belajar keterampilan membaca mereka juga berbeda. Dari observasi awal pada Jurusan Pendidikan Bahasa Jerman diketahui bahwa kemampuan rata-rata mahasiwa dalam membaca teks bahasa Jerman masih relatif rendah, yaitu 6,1 dalam skala 10. Berdasarkan masalah tersebut dilakukan penelitian tindakan kelas dengan tujuan untuk melihat penerapan konsep Binnendifferenzierung dalam pengembangan keterampilan membaca teks bahasa Jerman. .Binnendifferenzierung adalah suatu konsep pengajaran yang diterapkan dalam proses belajar dengan pemberian tugas yang berbeda yang disesuaikan dengan kondisi pembelajar yang berbeda pula. Subyek penelitian adalah 31 mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Jerman yang mengontrak mata kuliah Arbeit mit Lesetexten (Bekerja dengan Teks bacaan). Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan dua siklus yang terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, tindakan, diskusi dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Binnendifferenzierung dapat efektif diterapkan dalam pengajaran keterampilan membaca dengan berbagai variasi. Mahasiswa merespons penerapan konsep tersebut dengan sangat positif. Hal itu dapat dilihat dari catatan lapangan; peningkatan hasil tes pada siklus pertama yaitu menjadi 6,4 dan pada siklus kedua 7,7; serta hasil angket.