cover
Contact Name
Muhammad Syachrofi
Contact Email
m.syachrofi@uinjambi.ac.id
Phone
+6285399456993
Journal Mail Official
at-tibyan.fusa@uinjambi.ac.id
Editorial Address
Jl. Jambi-Ma. Bulian KM. 16 Simpang Sungai Duren, Jambi Luar Kota, Muaro Jambi, Jambi, Indonesia, 363636
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
At-Tibyan: Journal of Qur’an and Hadis Studies
ISSN : 26145774     EISSN : 26147068     DOI : https://doi.org/10.30631/2vj8tq33
Core Subject :
The journal has a particular focus on Qur’anic and Hadith sciences, exegesis and commentary, as well as the intellectual traditions of interpretation throughout history. It also accommodates research on the living practices of the Qur’an and Hadith within Muslim communities, alongside interdisciplinary and digital approaches—including manuscript studies, education, socio-cultural perspectives, and the integration of technology in Qur’an and Hadith studies.
Arjuna Subject : -
Articles 72 Documents
PERAN DAN KEDUDUKAN WANITA DALAM Al-QUR’AN (ANALISIS TERHADAP TAFSIR TEMATIK KEMENAG RI) Andra Ovianda
At-Tibyan Vol 4 No 2 (2021): AT-TIBYAN: Journal of Qur’an and Hadis Studies
Publisher : Prodi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/y0ksg180

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang peran dan kedudukan wanita dalam Al-Qur’an dengan objek kajian Tafsir Tematik Kemenag RI. Permasalahan tentang bagaiaman peranan wanita di dalam ruang domestik maupun di ruang publik seringkali menjadi diskusi yang menarik untuk dianalisis. Dalam Tafsir Tematik milik Kementerian Agama Republik Indonesia, terdapat bab yang yang menmbahas tentang peran-peran yang mencakup peran perempuan yang berbeda dengan tafsir-tafsir klasik. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif eksploratif, dengan menganalisis pada sumber tertulis yakni peran dan kedudukan perempuan dalam tafsir kemenag RI. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data, dengan menerapkan empat teknik analisis data, yaitu analisis historis, isi, reflektif, dan kritis. Hasil penelitian menemukan bahwa peran perempuan di ruang publik adalah posisi yang didapatkan oleh perempuan dalam suatu ruang lingkup yang luas seperti masyarakat sosial atau negara. Dalam Tafsir Tematik Kemenag RI, Kedudukan dan Peran Perempuan terdapat peran-peran perempuan meliputi: kepemimpinan perempuan, peran perempuan dalam bidang sosial, aurat dan busana muslimah, kesaksian perempuan. Kemudian peran perempuan di ruang domestik adalah posisi yang didapatkan oleh perempuan dalam suatu ruang lingkup yang khusus seperti rumah tangga. Peran-peran yang termasuk dalam peran perempuan di ruang domestik adalah asal-usul penciptaan laki-laki dan perempuan, peran perempuan dalam keluarga, perempuan dan hak waris serta perempuan dan kepemilikan. Selain itu, karakteristik dalam penafsiran ini cenderung dekonstruktif dengan membangun penafsiran yang memiliki keberpihakan pada perempuan dan tidak diskriminatif baik pada perempuan maupun laki-laki. Penafsiran antara Tafsir Tematik Kemenag memiliki perbedaan dengan penafsiran sebelumnya yang secara umum lebih melihat penafsiran dari perspektif perempuan.
STUDI KRITIS TERHADAP TAFSIR KEMENAG RI TENTANG KONSEP REZEKI Muhammad Azuar
At-Tibyan Vol 4 No 2 (2021): AT-TIBYAN: Journal of Qur’an and Hadis Studies
Publisher : Prodi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/3n5yr798

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya kesalahpahaman masyarakat dalam memahami makna rezeki. Karena, pada zaman yang semakin modern ini, banyak sekali manusia yang menghalalkan segala cara demi mendapatkan apa yang ia kehendaki. Pemahaman yang benar tentang rezeki akan memberikan dampak yang baik kepada pribadi maupun kepada masyarakat. Jika pemahaman mengenai rezeki itu buruk, maka akan menjadikan seseorang itu terjerumus kepada jurang materialisme atau segala sesuatu yang dapat diukur hanya dengan kasat mata. Penelitian ini menggunakan studi kepustakaan (library research), dengan menggunakan metode content analysis (analisis isi) sebagai perspektif keilmuan dasar terhadap keilmuan Tafsir. Tekhnik pengumpulan data dalam penelitian ini berupa pengambilan data dari berbagai literature yang mendukung dengan menggunakan Tafsir Kemenag RI sebagai data primer. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa rezeki bukan hanya sesuau yang bisa diperoleh melalui usaha saja, tetapi rezeki merupakan sesuatu yang sudah Allah tetapkan kepada seluruh makhluk-Nya yang ada di muka bumi, sebagaimana firman Allah “Dan tidak satu pun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuẓ)”.
SPIRIT DAN TRADISI QUR’ANI: STUDI LIVING QUR’AN DI MAAHAD AR-RAHMAH KENALI, KELANTAN, MALAYSIA Muhammad Safuan
At-Tibyan Vol 4 No 2 (2021): AT-TIBYAN: Journal of Qur’an and Hadis Studies
Publisher : Prodi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/theke356

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keunikan dari tradisi pembacaan Al-Qur'an pada waktu pagi yang dilakukan oleh warga sekolah Ma’had Ar-Rahmah Kenali Kubang Kerian Kota Bharu Kelantan Malaysia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa yang menjadi dalil pembacaan Al-Qur'an pada waktu pagi, bagaimana pelaksanaan tradisi pembacaan Al-Qur'an pada waktu pagi di Ma’had Ar-Rahmah Kenali dan bagaimana persepsi pelakunya mengenai Pembacaan Al-Quran pada waktu pagi di Ma’had Ar-Rahmah Kenali. Adapun jenis penelitian yang penulis gunakan adalah penelitian lapangan dengan metode penelitian living Qur’an. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode deskriptif kualitatif yang berusaha menggambarkan objek dan subjek sesuai dengan keadaannya. Penelitian ini juga termasuk pada ruang lingkup jenis living Qur’an kemanusiaan serta dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan fenomenologis yang berdasarkan pada fenomena- fenomena yang terjadi di tengah masyarakat. Dalam teknik pengumpulan data, yang penulis lakukan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Kajian ini menemukan bahwa warga sekolah ini berkiblat pada dalil yang bersumber pada ayat al-Qur' an surah al-Baqarah ayat 121 dan hadis. Tradisi ini bentuk laku syukur dari  warga Ma’had Ar-Rahmah Kenali kepada Allah SWT. Selain itu, cara ini dilakukan sebagai bentuk pendekatan diri kepada-Nya. Persepsi dari warga Ma’had Ar-Rahmah menjelaskan bahwa ini bagian dari sarana pembentuk kepribadian, dan pengharapan barakah kepada Allah SWT.
TRADISI PEMBACAAN SURAH AL-WAQI’AH SETELAH SHOLAT ISYA’ DI PONDOK PESANTREN NURUL JADID SINGKUT SAROLANGUN: (Studi Living Qur’an) Fahrianti Adha
At-Tibyan Vol 5 No 1 (2022): AT-TIBYAN: Journal of Qur’an and Hadis Studies
Publisher : Prodi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/atb.v5i1.102

Abstract

Penelitian ini didasari atas keingintahuan penulis terhadap pembacaan surah al-Waqi’ah setela sholat isya’ yang telah dilakukan dari awal berdirinya pondok pesantren ini dan tetap dilakukan sampai sekarang ini, sehingga penulis tertarik untuk mengkaji lebih lanjut mengenai hal tersebut. Adapun permasalahan dalam penelitian ini yaitu, bagaimana sejarah, pemahaman santri, serta bentuk praktik dari pembacaan surah al-Waqi’ah setelah sholat isya ini. Kemudian tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana sejarah, untuk mengetahui pemahaman santri dan mengetahui bagaimana proses pembacaan surah al- Waqi’ah setalah sholat isya ini. Penulis disini menggunakan pendekatan Living Qur’an, yang mana kajian Living Qur’an ini berkenaan dengan berbagai peristiwa sosial yang berhubungan dengan Al-Qur’an pada komunitastertentu, yang kemudian diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Penulis disini menggunakan penelitian lapangan (fieldresearch) yang bersifat kualitatif. Adapun hasil dari penelitian ini adalah bahwasanya pembacaan surah al- Waqi’ah ini telah dilakukan semenjak awal mula berdirinya pondok yaitu pada tahun . Kemudian pembacaan surah al-Waqi’ah ini dimulai dengan membaca al-Fatihah secara bersama-sama lalu membaca ratibulhaddad kemudian membaca hizbsakron dan yang terakhir adalah membaca surah al-Waqi’ahnya sendiri. Pemimpin pondok dan para asatidz/asatidzah percaya dengan membaca surah ini dapat melancarkan dan dijauhkan dari kefakiran baik dari bidang ilmu maupun Rezeki, serta juga dapat melancarkan rezeki bagi orang-orang yang ada di pondok maupun masyarakat yang ada disekitar pondok.
PENYEMBUHAN PENYAKIT FISIK DENGAN AYAT AL-QUR’ĀN MELALUI METODE AL-FASDHU: (STUDI RUMAH SEHAT NUR AL-FATH JAMBI) Habibah Habibah; Muhammad Iqbal Rahman
At-Tibyan Vol 5 No 1 (2022): AT-TIBYAN: Journal of Qur’an and Hadis Studies
Publisher : Prodi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/atb.v5i1.103

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keingintahuan penulis terhadap penyembuhan yang telah dilakukan secara turun-temurun sehingga penulis tertarik untuk melakukan penelitian lanjut mengenai permasalahan tersebut. Adapun penulisan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana asal-usul system praktek pelaksanaan pengobatan dengan ayat Al-Qur’ān. Serta dapat memberikan pemahaman baru bagi masyarakat bahwa penyembuhan tersebut harus berdasarkan etika dan ketentuan yang disyari’atkan dalam ajaran Islam. Dalam penyembuhan tersebut, pasien boleh yakin dan tidak yakin (ada pasien yang non Muslim) dan percaya bahwa segala macam penyakit hanya bisa disembuhkan atas izin Allah SWT. Sementara, bacaan ayat Al-Qur’ān, dzikir, sholawat, tasbih, do’a dan lainnya hanya dijadikan sebagai perantara. Dalam melakukan penelitian ini, penulis menjadikan populasi adalah seluruh masyarakat, dengan harapan mereka mampu menerapkan penyembuhan dengan ayat Al-Qur’ān yang berlandaskan syari’at Islam.
TRADISI SIMA’AN AL-QUR’AN PADA TANGGAL 10 MUHARRAM (HARI ASYURA) DI MASJID NURUL HIDAYAH KELURAHAN PASIR PUTIH KOTA JAMBI Habibuddin Habibuddin
At-Tibyan Vol 5 No 1 (2022): AT-TIBYAN: Journal of Qur’an and Hadis Studies
Publisher : Prodi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/atb.v5i1.104

Abstract

Tradisi sima’an al-Qur’an merupakan tradisi yang sudah pernah dilakukan di zaman Nabi Muhammad Saw yang masih hidup, dan tradisi sima’an tersebut masih terjaga sampai sekarang, hanya saja berbeda dalam cara pelaksanaan dan prosesinya. Di Masjid Nurul Hidayah Kelurahan Pasir Putih Kota Jambi sendiri merupakan tempat yang melaksanakan kegiatan sima’an al-Qur’an pada tanggal 10 Muharram (hari Asyura), dilaksanakan kegiatan tersebut yaitu mengambil momentum, serta faedah dan keutamaan yang terkandung didalam hari Asyura tersebut, yang merupakan hari bersejarah dalam Islam dan hari yang dimuliakan oleh Allah, dan sima’an ini juga menjadi wadah sarana dakwah bagi buya Rozak selaku pimpinan Majelis sima’an al-Qur’an untuk masyarakat setempat maupun sekitarnya untuk belajar membaca al-Qur’an. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui apa dasar sima’an al-Qur’an pada tanggal 10 Muharram (hari Asyura), kemudian bagaimana prosesi kegiatan sima’an al-Qur’an pada tanggal 10 Muharram (hari Asyura), serta bagaimana pemahaman jama’ah dan masyarakat terhadap sima’an al-Qur’an pada tanggal 10 Muharram (hari Asyura). Adapun metode dalam penelitian ini, penulis menggunakan penelitian kualitatif (Field research) serta penelitian kepustakaan (Library resacrh). Pendekatan yang penulis gunakan dalam penulisan ini ialah pendekatan fenomonologi dalam kajian Living Qur’an, oleh karena itu, penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data, dokumentasi, observasi dan wawancara. Hasil dari penelitian ini, penulis menemukan bahwa tidak ada dalil yang mendasar dilakukannya sima’an al-Qur’an ini, hanya saja ia mengambil momentum pada hari Asyura nya yang merupakan hari yang Allah muliakan di dalam bulan Muharram. Adapun prosesi kegiatannya dilaksanakan setiap satu tahun sekali tepatnya pada tanggal 10 di bulan Muharram yang dikenal dengan masyarakat hari Asyura, yaitu dimulai setelah ba’da sholat Zuhur hingga sampai menjelang sholat Shubuh. Pemahaman masyarakat dan jama’ah terkait sima’an al-Qur’an pada tanggal 10 Muharram (hari Asyura) ialah mengambil barokah dari al-Qur’an, mengambil pahala duduk di Majelis sima’an al-Qur’an, dapat bersilaturrahmi dan menguatkan hubungan solidaritas sesama saudara Islam, sebagai obat penenang jiwa dan hati, bias lebih lama berdiam diri di Masjid (i’tikaf), sebagai sarana untuk belajar membaca al-Qur’an, serta mengambil faedah dan keutamaan pada hari Asyura nya.
PEMBACAAN SURAH AL-MULK SEBELUM TIDUR DI RUMAH TAHFIDZ DAARUL JANNAH JAMBI: (Studi Living Qur’an) Randeka Al Sumandra
At-Tibyan Vol 5 No 1 (2022): AT-TIBYAN: Journal of Qur’an and Hadis Studies
Publisher : Prodi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/atb.v5i1.105

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keinginan penulis tentang bagaimana kegiatan pembacaan surah Al-Mulk sebelum tidur di Rumah Tahfidz Daarul Jannah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kegiatan pembacaan surah Al-Mulk sebelum tidur di Rumah Tahfidz Daarul Jannah Jambi, yang masih dilakukan oleh santri dan santri wati Rumah Tahfidz Daarul Janah Jambi dari tahun 2017 hingga sampai sekarang ini. Surah Al-Mulk yang dibaca oleh santri dan santriwati Rumah Tahfidz Daarul Jannah serta bagaimana pemahaman santri terhadap kegiatan pembacaan surah Al-Mulk yang dilakukan setiap malam di Rumah Tahfidz Daarul Jannah. Metode dalam penelitian ini adalah metode Living Qur’an, yaitu sebuah metode yang digunakan untuk memotret fenomena yang ada di msyarakat berupa bagaiamana tata cara masyarakat menghidupkan Al-Qur’an. Data dalam penelitian ini dikumpulkan menggunakan teknik Observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis meggunakan teknik analisis kualitatif. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa; pertama, kegiatan pembacaan surat Al-Mulk di Rumah Tahfidz Daarul Jannah didasari atas keyakinan para guru dan santri terhadap hadits-hadits yang menjelaskan tentang keutamaan membaca surat Al-Mulk. Kedua, praktik pembacaan surah Al-Mulk sebelum tidur di Rumah Tahfidz Daarul Jannah dilakukan secara Bin-Nadzri atau dengan membuka Al-Qur’an, dan ada juga dengan cara Bil-Ghaib atau dengan tanpa melihat Al-Qur’an.
RISET LIVING QUR’AN PADA TRADISI PEMBACAAN TALQIN MAYAT DI DESA RANTAU LIMAU KAPAS KECAMATAN TIANG PUMPUNG KABUPATEN MERANGIN Tatik Karmila
At-Tibyan Vol 5 No 1 (2022): AT-TIBYAN: Journal of Qur’an and Hadis Studies
Publisher : Prodi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/atb.v5i1.106

Abstract

Penelitian ini diangkat dari sebuah fenomena yang ada di tengah-tengah masyarakat, dalam hal ini adalah fenomena Tradisi Pembacaan Talqin Mayat. Hal ini dijadikan sarana untuk mendo’akan mayat agar bisa menjawab pertanyaan dari malaikat Munkar dan Nakir, yang dibacakan setiap saat ketika salah seorang muslim meninggal dunia. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji tentang dasar tradisi talqin serta bagaimana prosesi dan pemahaman masyarakat terhadap tradisi tersebut di Desa Rantau Limau Kapas. Adapun metode dalam penelitian ini, penulis menggunakan penelitian kualitatif (Field research) serta penelitian kepustakaan (Library research). Pendekatan yang penulis gunakan dalam penelitian ini ialah pendekatan Living Qur‟an berparadigma fenomenologi, oleh karena itu penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data, dokumentasi, observasi, dan wawancara. Hasilnya penulis menemukan bahwa fenomena pembacaan talqin mayat ini di dasari oleh QS. Adh-Dha>riya>t:55 dan QS. Ibra>hi>m: 27. Adapun prosesi pembacaan talqin mayat di Desa Rantau Limau Kapas ialah pentalqin duduk di samping kuburan mayat, dengan membaca istighfa>r, bertawassul, membaca ta‘a>wu>dh serta basmalah dan dilanjutkan dengan membaca lafadh talqin. Pemahaman dari masyarakat Desa Rantau Limau Kapas mengenai fenomena ini ialah bahwa talqin mayat ini berbicara tentang semua aspek, baik ditinjau dari sisi dunia maupun sisi akhirat. Menurut masyarakat bahwa membaca talqin bagi mayat merupakan salah satu bentuk amal baik yang harus dilestarikan
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP MAKNA AYAT-AYAT AL-QUR’AN DALAM SENI KALIGRAFI DI DESA SUNGAI ABANG, KABUPATEN SAROLANGUN JAMBI: (Kajian Living Qur’an) Andre Septian
At-Tibyan Vol 5 No 2 (2022): AT-TIBYAN: Journal of Qur’an and Hadis Studies
Publisher : Prodi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/atb.v5i2.107

Abstract

Penelitian ini fokus pada persepsi masyarakat terhadap makan ayat-ayat al-Qur’an dalam seni kaligrafi di desa Sungai Abang kabupaten Sarolangun Jambi. Berangkat dari hal inilah perlu untuk mengetahui al-Qur’an dan seni kaligrafi dalam prespektif fenomenologi, lalu bagaimana al-Qur’an mampu menjadi kekuatan tersendiri dalam perilaku kehidupan masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui landasan pemasangan kaligrafi, mengetahui ayat-ayat dan jenis-jenis kaligrafi yang dipajang di dalam rumah, dan mengetahui persepsi masyarakat terhadap fenomena pemasangan kaligrafi. Adapun dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat analisis deskriftif dengan menggunakan pendekatan Living Qur’an yang berparadigma fenomenologi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tehnik wawancara secara langsung ke lapangan. Adapun data menggunakan tehnik wawancara, Dokumentasi dan Observasi, kemudian dipahami dan dipelajari sesuai dengan bentuk teks narasi yang menyeluruh. Dari hasil penelitian ini mendapatkan bahwa landasan pemasangan kaligrafi berasal Hadis Nabi tentang keindahan, kaidah ushul fiqh, al-Qur’an surah Yasin ayat 65. Adapun ayat-ayat dan jenis-jenis kaligrafi yang dipajang di dinding rumah masyarakat Sungai Abang yaitu surah Yasin dan ayat Kursi dan jenis-jenis yang digunakan terdiri dari 3 jenis yaitu Tsulus, Naskhi dan Diwani. Masyarakat memahami dan meyakini bahwa kaligrafi al-Qur’an tersebut sebagai pelindung, media spiritual, media zikir, media motivasi, sebagai hiasan dan sarana keberkahan.
PAJANGAN AYAT AL-QUR’AN DI RUMAH MASYARAKAT DESA BAKUNG PROVINSI JAMBI: (Studi Living Qur’an) M. Roihan
At-Tibyan Vol 5 No 2 (2022): AT-TIBYAN: Journal of Qur’an and Hadis Studies
Publisher : Prodi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/atb.v5i2.108

Abstract

Tulisan ini dilatarbelakangi oleh realitas kehidupan masyarakat yang sangat perlu diperhatikan, mengenai pemahaman masyarakat di Desa Bakung Kecamatan Maro Sebo Kabupaten Muaro Jambi Mengenai Pajangan Ayat Al-Qur’an di Rumah Masyarakat Desa Bakung. Pada Pemajangan Ayat ini juga sebagai sarana selalu mengingat kepada Allah SWT; dan memanjatkan rasa syukur. Fokus pembahasan dari tulisan ini terkait apa yang melatar belakangi pemajangan ayat Al-Qur’an di Rumah dan landasan dari pemajangan ayat Al-Qur’an serta bagaimana pandangan masyarakat terhadap pemajangan ayat Al-Qur’an di Desa Bakung Kecamatan Maro Sebo Kabupaten Muaro Jambi. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Dengan objek penelitian seperti rumah masyarakat, tokoh agama, dan masyarakat setempat untuk mengambil data. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Landasan dari pemajangan ayat Al-Qur’an ini sebagai pengingat kepada Allah dan selalu meinta perlindungan dari gangguan jin dan setan sehingga menjadikan tempat huni yang nyaman untuk ditinggali. Dalam penelitian ini penulis menghimpun ayat-ayat Al-Qur’an yang menjadi pajangan diantaranya Lafadz Allah;Lafadz Muhammad; Lafadz Basmalah; Q.S. al-Fatihah; Q.S. al-Baqarah:255; Q.S. Yasin; Q.S. al-Ikhlas; Q.S al-Falaq, dan Q.S an-Nas. Serta pemahaman masyarakat terhadap pemajangan ayat Al-Qur’an bahwasanya mereka berkeyakinan ketika memajang ayat-ayat Al-Qur’an dirumah maka mendapat perlindungan dari hal-hal gaib serta mendapat keberkahan, selain itu ada sebagian masyarakat yang tidak memahami makna dari pajangan ayat tersebut dan hanya sebagai hiasan sebuah ruangan agar terlihat Islami. Akan tetapi sebagian masyarakat yang memahami makna dari pajangan ayat Al-Qur’an yang telah dipajang tersebut digunakan sebagai sarana berdzikir.