cover
Contact Name
Muhammad Syachrofi
Contact Email
m.syachrofi@uinjambi.ac.id
Phone
+6285399456993
Journal Mail Official
at-tibyan.fusa@uinjambi.ac.id
Editorial Address
Jl. Jambi-Ma. Bulian KM. 16 Simpang Sungai Duren, Jambi Luar Kota, Muaro Jambi, Jambi, Indonesia, 363636
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
At-Tibyan: Journal of Qur’an and Hadis Studies
ISSN : 26145774     EISSN : 26147068     DOI : https://doi.org/10.30631/2vj8tq33
Core Subject :
The journal has a particular focus on Qur’anic and Hadith sciences, exegesis and commentary, as well as the intellectual traditions of interpretation throughout history. It also accommodates research on the living practices of the Qur’an and Hadith within Muslim communities, alongside interdisciplinary and digital approaches—including manuscript studies, education, socio-cultural perspectives, and the integration of technology in Qur’an and Hadith studies.
Arjuna Subject : -
Articles 72 Documents
Sosok Maryam dalam al-Qur'an: (Studi Komparatif Antara Tafsir Ibnu Katsir Dan Tafsir Al-Misbah) Mizan Adiliah
At-Tibyan Vol 2 No 1 (2019): AT-TIBYAN: Journal of Qur’an and Hadis Studies
Publisher : Prodi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/atb.v2i1.11

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tentang sosok Maryam dalam al-Qur’an dan ayat-ayat keistimewaan Maryam melalui dua sudut sisi pandang penafsir dari periode yang berbeda yaitu Ibnu Katsir, seorang ulama tafsir klasik dan M. Quraish Shihab seorang ulama tafsir modern. Penulis membatasi pembahasan yang akan dikaji pada QS. Ali Imran ayat 37 dan 42, dan QS. Maryam ayat 24 dan 25. Pendekatan penelitian yang penulis gunakan adalah (library research) dengan menggunakan teknik analisis komparatif, dan metode yang penulis gunakan dalam menganalisis permasalahan ini adalah metode muqaran/perbandingan. Hasil dari penelitian ini penulis menemukan ketika menafsirkan ayat-ayat keistimewaan Maryam pada surah Ali Imran ayat 37 dan 42, dan surah Maryam ayat 24 dan 25, baik tafsir Ibnu Katsir maupun tafsir al-Misbah memiliki persamaan dan perbedaan. Perbedaannya terletak pada pemahaman mereka dalam menafsirkan ayat tersebut. Dalam QS. Ali Imran ayat 37, perbedaannya pada penafsiran tentang pengasuhan Maryam yaitu Zakaria dan pada penafsiran kata رزق. Dalam QS. Ali Imran ayat 42, perbedaannya pada penafsiran kata isthofa. Ibnu Katsir tidak menafsirkan kata isthofa itu tetapi menafsirkan ayat 42 ini secara umum. Berbeda dengan penafsiran M. Quraish Shihab yang menafsirkan secara rinci terkait dengan dua kata isthofa dalam ayat ini. Dalam QS. Maryam ayat 24 dan 25 pula perbedaan tentang penafsiran rezeki makanan dan minuman yang diperoleh Maryam setelah melahirkan Isa AS.
Pencegahan Tindak Kekerasan Terhadap Perempuan Perspektif Al-Qur’an Febri Dwijayanti
At-Tibyan Vol 2 No 1 (2019): AT-TIBYAN: Journal of Qur’an and Hadis Studies
Publisher : Prodi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/atb.v2i1.12

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh realitas yang memprihatinkan, yaitu banyaknya perempuan yang menjadi korban dalam tindak kekerasan rumah tangga. Tindakan tersebut terjadi karena seorang suami merasa bahwa dirinya berhak melakukan apapun terhadap istrinya. Perbedaan yang terjadi antara perempuan dan laki-laki bukanlah tindakan dari diskriminasi. Perbedaan tersebut tidak digunakan untuk meninggikan ataupun merendahkan salah satu makhluk. Salah satu faktor yang memicu tindakan kekerasan tersebut berkaitan dengan bagaimana cara suami dalam menyelesaikan permasalahan. Sedangkan sebagai perempuan kebanyakan mereka menerima segala perlakuan dengan pasrah dan mengalah. Oleh karena itu penulis termotivasi untuk mengkaji tentang tafsiran beberapa ayat yang berkaitan dengan kekerasan terhadap perempuan agar dari penafsiran tersebut dapat ditemukan pencegahannya. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi maka, sumber data yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah fenomena yang terjadi dalam kehidupan rumah tangga dengan menggunakan penelitian kepustakaan (library research). Sedangkan metodologi yang digunakan adalah metode tematik dengan membahas beberapa ayat sesuai dengan tema yang ada di dalam al-Qur’an. Hasilnya penulis menemukan pencegahan dapat dilakukan pada masa awal perkawinan dengan memberikan wejangan dari pihak orang tua serta bagi kedua belah pasangan harus memahami sifat dan kepribadian masing-masing. Kekerasan dalam rumah tangga dapat diatasi pada masa awal sebelum perkawinan. Suami harus memiliki pemikiran yang positif bahwasanya istri adalah titipan Tuhan yang harus yang harus diberikan rasa tanggung jawab, diperlakukan dengan baik seperti dalam awal surah An-Nisa ayat 34 bahwasanya laki-laki adalah pemimpin keluarga. Serta dalam kehidupan rumah tangga harus senantiasa menumbuhkan rasa cinta dan kasih sayang seperti dalam surah Ar-Rum ayat 21.
Argumen Metode Tafsir Mawdu’i: (Geneologi, Signifikansi, dan Sistematika Penafsiran) Ahmad Taufik
At-Tibyan Vol 2 No 1 (2019): AT-TIBYAN: Journal of Qur’an and Hadis Studies
Publisher : Prodi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/atb.v2i1.13

Abstract

Penelitian ini menegaskan bahwa tafsīr mawḍū’i dapat menjadi metode alternatif di tengah keterbatasan metode tafsir tahlili, ijtimali, dan muqaran yang cenderung parsial dan atomis. Sebab, tafsīr mawḍū’i mampu mengidentifikasi ayat-ayat dalam topik yang sama dan dapat mengurai permasalahan secara lebih jelas dan spesifik. Metode seperti itu sangat dibutuhkan, mengingat persoalan sosial-keagamaan yang semakin kompleks dan perlu diselesaikan sesegera mungkin. Penggunaan metode tafsir tematik memiliki argumentasi yang kuat. Sebab, elemen utama tafsir ini disinyalir telah ada sejak Nabi Muhammad SAW masih hidup dan berlanjut sampai masa Salaf Saleh. Bahkan, dalam kitab tafsir mu’tabar yang ditulis Ibnu Katsir dan Thabari telah ditemukan beberapa unsur penafsiran tematik. Kendati demikian, sistematika tafsir tematik mulai berkembang pada abad XIV dan terus digunakan hingga saat ini. Dalam tulisan ini, penulis akan mengurai geneologi, signifikansi, dan sistematika tafsir tematik, sebagaimana yang telah diformulasikan oleh para sarjana klasik dan kontemporer.
SPEKTRUM HISTORIS TAFSIR AL-QUR’AN DI INDONESIA Abd Latif
At-Tibyan Vol 3 No 1 (2020): AT-TIBYAN: Journal of Qur’an and Hadis Studies
Publisher : Prodi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/atb.v3i1.14

Abstract

Karya ini menelisik tentang spektrum historis tafsir al-Qur’an yang ada di Indonesia, yang diawali dengan pembahasan tentang konteks sosial-budaya kajian tafsir di Indonesia, yang sajikan sebagai pembahaan pembuka untuk memahami landasan atau basis sosial-budaya tafsir yang dihasilkan di bumi Nusantara Indonesia. Selanjutnya penulis menulis tentang embrio tafsir di Indonesia yang sesunggiuhnya telah dimulai seiring degan peryebaran dan pertumbuhan Islan di Nusantara. Akhirnya penulis menutup pembahasan tentang perkembangan tafsir di Indonesia yang penulis bingkai dalam tiga periodesasi, yaitu periode klasik, modern, dan kontemporer. Periode klasik diawali sejak awal abad ke-17 hingga akhir abad ke19; periode modern diawali sejak peruh pertama atau pertengahan abad ke-20 hingga akhir tahun 1980-an, dan periode kontemporer terjadi sejak awal tahun 1990-an hingga sekarang.
KONSEP KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN Dahliana Sukmasari; D.I. Ansusa Putra
At-Tibyan Vol 3 No 1 (2020): AT-TIBYAN: Journal of Qur’an and Hadis Studies
Publisher : Prodi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/atb.v3i1.15

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh realitas yang memprihatinkan dan memerlukan perhahian yaitu cara pandang masyarakat terhadap pencapaian kesejahteraan yang terlalu materialistik. Hal ini mendorong penulis untuk menganalisis kembali konsep kesejahteraan masyarakat yang termuat dalam al-Qur’an yang dijabarkan oleh para mufassirin melalui tulisan-tulisannya. khususnya pada kitab tafsir tahlili corak adabul ijtima’I karya M. Quraish Shihab, Ahmad Musthafa Al-Maraghi dan Buya Hamka. Pendekatan penelitian yang penulis gunakan adalah (library research) dalam teknis deskriptif kualitatif eksploratif dengan menekankan pada sumber tertulis terutama karya tafsir M. Quraish Shihab, Ahmad Musthafa Al-Maraghi dan Buya Hamka (Tafsir Al-Mishbah, Tafsir Al-Maraghi dan Tafsir Al-Azhar). dalam pengumpulan data peneliti menggunakan teknik penelusuran yakni menelusuri kata kesejahteraan masyarakat yang terdapat dalam buku-buku perpustakaan, jurnal-jurnal maupun web-site. Hasilnya penulis menemukan bahwa hakikat kesejahteraan itu dapat diperoleh apabila masyarakat terbebas dari jeratan kekufuran, kemiskinan, kebodohan dan rasa takut. dan hal ini didapatkan apabila masyarakat memperkukuh keimanan dan tidak mencampurkannya dengan segala bentuk kezhaliman lalu kemudian direalisasikan melalui amal saleh atau amal kebajikan.. Akhirnya penulis merekomendasikan kepada umat Islam untuk dapat menambah keimanan dengan cara lebih mengenal Allah sehingga dapat menarik perhatian-Nya untuk memberikan anugerah kesejahteran.
KONSEP NUSYUZ DALAM AL-QUR'AN: Studi Komparatif Tafsir Al-Maraghi Dan Tafsir Al-Misbah Wilda yati
At-Tibyan Vol 3 No 1 (2020): AT-TIBYAN: Journal of Qur’an and Hadis Studies
Publisher : Prodi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/atb.v3i1.16

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh realitas yang memprihatinkan dan memerlukan perhatian, yaitu kesalahan suami dalam bertindak ketika menghadapi istri yang Nusyuz sehingga berujung pada kekerasan dalam rumah tangga. Hal ini mendorong penulis untuk mengemukakan kembali bagaimana seharusnya tindakan yang dilakukan oleh suami ketika menghadapi istri yang Nusyuz berdasarkan Al-Quran dengan mengemukakan penyelesaian terhadap Nusyuz istri khususnya perbandingan antara Tafsir Al-Maraghi dan Tafsir Al-Misbah. Pendekatan penelitian yang penulis gunakan adalah (library research) dalam tekhnis deskriptif kualitatif eksploratif, dengan menekankan pada sumber tertulis terutama Tafsir Al-Maraghi dan Tafsir Al-Misbah. Penelitian ini menggunakan tekhnik pengumpulan data dokumentasi dengan menerapkan tekhnik analisis data kerangka berfikir metode komparatif yaitu dengan menentukan objek, menjelaskan konteks, melakukan kajian perbandingan, mencari argument dibalik perbedaan dan menyampaikan kesimpuan. Hasilnya penulis menemukan bahwa ketika menghadapi istri yang Nusyuz berdasarkan QS.An- Nisa’:34 menurut Tafsir Al-Maraghi dan Tafsir Al-Misbah suami dapat melakukan beberapa langkah, pertama, menasehati atau memberi nasehat kepada istri dengan kata yang lemah lembut kedua, menunjukkan ketidaksenangan suami terhadap sikap istri dengan cara seperti, tidak menggauli istri atau menghindari berhubungan seks, tidak ada cumbu danmenghindari hal-hal yang biasanya dilakukan suami kepada istri misalnya merayu istri, ketiga, pisah ranjang atau memisahkan diri dari tempat tidur, keempat, bermusyawarah antara pihak suami dan istri, kelima, jika semua yang di atas tidak dapat merubah sikap Nusyuz istri maka suami boleh memukul dengan kata lain memang sudah tidak ada jalan lain lagi bagi suami namun, yang perlu diingat oleh suami ialah memukul dengan pukulan yang dibenarkan dalam Islam.
PENAFSIRAN SYEKH AL-‘UTSAIMIN TERHADAP AYAT-AYAT BID’AH DALAM AL-QUR’AN Hanisah Azzahra
At-Tibyan Vol 3 No 1 (2020): AT-TIBYAN: Journal of Qur’an and Hadis Studies
Publisher : Prodi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/atb.v3i1.17

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penafsiran terhadap ayat tentang bid’ah, dengan corak yang digunakan mufasir dalam menafsirkan ayat tersebut. Penelitian ini termasuk metode kualitatif yang sumber datanya di peroleh dari kepustakaan (library research). Hasil penelitian menyimpulkan bahwa dalam menafsirkan surah Al-Hujurat ayat 1, surah Al-Maidah ayat 3 dan surah Al-Hadid ayat 27 dalam Tafsir Ibnu Utsaimin menunjukkan perbedaan pendapat para ulama. Metode tafsir yang diterapkan oleh Syekh al-‘Utsaimin dalam tafsirnya. menggunakan perkataan yang jelas, kalimat yang dalam dan tidak bertele-tele dan selalu beliau iringi dengan untaian nasihat dari ayat-ayat Al-Qur’an. Oleh karena itu dalam tafsirnya tidak banyak menyebutkan perkataan dan masalah-masalah cabang yang banyak didapatkan dalam kitab tafsir seperti masalah balaghah dan i’rab. Corak yang digunakan Syekh al-‘Utsaimin dalam tafsirnya ialah menggunakan corak fiqih dan metode yang digunakannya adalah metode tahlili.
RELASI ANTARA PERAN MANUSIA SEBAGAI KHALIFAH DENGAN KERUSAKAN ALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN Nafi’ah Aini
At-Tibyan Vol 3 No 1 (2020): AT-TIBYAN: Journal of Qur’an and Hadis Studies
Publisher : Prodi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/atb.v3i1.18

Abstract

Pembahasan ini dilatar-belakangi oleh adanya ketidak-seimbangan terhadap peran manusia sebagai khalifah. Sementara di dalam dalil-dalil al-Qur’an dan Sunnah, Allah dan Rasul-Nya telah menjelaskan bagaimana idealnya manusia sebagai Khalifah, Namun faktanya sebagian manusia melakukan kerusakan alam. Oleh sebab itu, penulis tertarik untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai permasalahan tersebut. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana relasi antara peran manusia sebagai Khalifah dengan kerusakan alam. Penulis menilai bahwa terjadinya kerusakan alam yang diakibatkan oleh ulah tangan manusia karena kurangnya pemahaman manusia atas dalil-dalil yang telah menjelaskan peran manusia sebagai khalifah dan tugas-tugasnya yang akan diemban selama di bumi. Namun, relasi tersebut akan dapat ditemukan melalui telaah atas ayat-ayat al-Qur’an yang berhubungan langsung mengenai hal tersebut.
MAKNA IHSAN DALAM AL-QUR’AN (KAJIAN TAFSIR TEMATIK) Muhammad Al Baqir
At-Tibyan Vol 3 No 2 (2020): AT-TIBYAN: Journal of Qur’an and Hadis Studies
Publisher : Prodi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/anag2058

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah disebabkan keresahan penulis apabila masyarakat masa kini yang telah mengabaikan ihsan dalam kehidupan mereka. Ihsan yang dimaksudkan disini adalah melakukan sesuatu perkara dengan baik dan sempurna. Pendekatan penelitian yang peneliti gunakan adalah metode penelitian kepustakaan (Library Research) kemudian mengumpulkan data yang berkaitan dengan menggunakan langkah kerja tafsir tematik. Sumber data primer yang digunakan skripsi ini adalah Al-Qur’an dan kitab tafsir kemudian dilengkapi dengan data sekunder yang meliputi buku, artikel, jurnal yang terkait dengan judul di atas. Hasil dari penelitian ini diketahui bahwasanya sifat ihsan perlulah ditanam dan dipupuk ke dalam jiwa setiap manusia dari kecil lagi supaya mereka merasa ihsan ini sangat penting dalam kehidupan. Adapun pandangan para mufassir terhadap makna ihsan adalah melaksanakan semua perkara sama ada beribadah, tingkah laku atau akhlak dan berjihad dengan sebaiknya serta bersungguh-sungguh hingga natijah yang dicapai adalah baik dan sempurna.
RIBA DALAM TINJAUAN TAFSIR MAUDHU’I Meor Muhammed Afique
At-Tibyan Vol 3 No 2 (2020): AT-TIBYAN: Journal of Qur’an and Hadis Studies
Publisher : Prodi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/w4rejn50

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan konsep “riba”, mengetahui latar belakang metode penafsiran tematik, dan menentukan bagaimana ayat-ayat riba di dalam Al-Quran terkait dengan zaman kini. Untuk kajian pustaka ini, penulis melakukan studi kepustakaan untuk mengumpulkan buku-buku atau informasi yang relevan dengan topik tersebut. Studi konseptual dan teoritis literatur dari penelitian sebelumnya adalah fokus utama dari penelitian ini. Peneliti menggunakan pendekatan maudhu’i. Sumber data primer yang digunakan skripsi ini adalah Al-Qur’an dan kitab tafsir kemudian dilengkapi dengan data sekunder yang meliputi buku, artikel, jurnal yang terkait dengan judul di atas. Hasil dari penelitian ini diketahui bahwasanya kalimat riba di dalam Al-Quran berawal dari masdar الرب dan fiil mudhori’ يربوا merupakan suatu pertambahan serta bahaya riba yang memberi dampak yang negatif kepada manusia.