cover
Contact Name
Jabes Pasaribu
Contact Email
jabespasaribu@institutkristenrealbatam.ac.id
Phone
+6285372472039
Journal Mail Official
kampuslppm@gmail.com
Editorial Address
Batam Kota
Location
Kota batam,
Kepulauan riau
INDONESIA
Real Kiddos: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
ISSN : -     EISSN : 29632935     DOI : https://doi.org/10.53547/mqfnnn80
Core Subject :
Real Kiddos: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini is an open-access, peer-reviewed scientific journal managed by the Early Childhood Christian Education Study Program and published by Institut Agama Kristen REAL Batam, Riau Islands, Indonesia. The journal is registered under E-ISSN 2963-2935 (online) and accepts articles in both Indonesian and English. The primary focus of Real Kiddos is the publication of scholarly works in the field of early childhood education, particularly from the perspective of Christian education, examined through academic, interdisciplinary, and contextual approaches (see the Focus and Scope section for details). Real Kiddos welcomes contributions from academics, practitioners, educators, researchers, and students, both from Indonesia and abroad, who are committed to the holistic development of early childhood education. The journal is published twice a year, in March and September, and aims to serve as a reputable platform for scientific publication at both the national and international levels. All manuscripts that meet the submission requirements are evaluated by expert reviewers through a double-blind review process.
Arjuna Subject : -
Articles 47 Documents
Meningkatkan Kemampuan Bahasa Anak Melalui Kegiatan Cooking Class Pada Anak Usia 5-6 Tahun Di PAUD KB Mandiri Gunung Kijang Linda Dewi Terserani; Mitra Bina Riang Lase
Real Kiddos: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol.3 No.1, September 2024
Publisher : Institut Agama Kristen REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/realkiddos.v3i1.570

Abstract

Abstract This study is motivated by the low proficiency in proper language skills among early childhood students, as well as complaints from teachers at PAUD KB Mandiri Gunung Kijang. Therefore, this study aims to improve the language skills of children aged 5-6 years at PAUD KB Mandiri Gunung Kijang through cooking class activities. The study utilizes the Classroom Action Research (CAR) method. The results show a significant improvement in children's language skills during the first cycle, and a very substantial improvement in the second cycle. During the cooking class activities, the children appeared enthusiastic and actively communicated with their peers and teachers in the classroom. They showed high learning motivation and were actively engaged in the activities. Keywords: language skills; cooking class; early childhood educationAbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berbahasa yang baik dan benar pada anak-anak usia dini, serta adanya keluhan dari guru di PAUD KB Mandiri Gunung Kijang. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa anak usia 5-6 tahun di PAUD KB Mandiri Gunung Kijang melalui kegiatan cooking class. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan berbahasa anak yang cukup signifikan pada siklus pertama, dan peningkatan yang sangat baik pada siklus kedua. Selama kegiatan cooking class, anak-anak tampak antusias dan aktif berkomunikasi dengan teman-temannya maupun dengan guru di kelas. Mereka menunjukkan semangat belajar yang tinggi dan terlibat secara aktif dalam kegiatan tersebut.Kata Kunci: kemampuan bahasa; cooking class; PAUD
Pemanfaatan Media Loose Part Dalam Meningkatkan Kemampuan Bahasa Anak Usia 5-6 Tahun Di TK Pelita Kasih Batam Center Ester Debora Siburian; Viktor Deni Siregar; Agatha Pebrian.M. Naibaho; Esterlina Situmorang
Real Kiddos: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol.3 No.1, September 2024
Publisher : Institut Agama Kristen REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/realkiddos.v3i1.578

Abstract

This study stems from a common issue in the field of education, where early childhood students beginning their education at the kindergarten level are required to grow and develop according to the developmental aspects appropriate for their age. Therefore, this study aims to utilize loose parts as a medium to enhance children's language skills in a more creative way, based on their developmental needs. The research focuses on two main aspects: how the use of loose parts can improve the language skills of children aged 5-6 years at TK Pelita Kasih, and how children's language skills are affected by the use of loose parts at TK Pelita Kasih Batam Center. This study employs a qualitative methodology with a Classroom Action Research (CAR) approach. Data were collected through observations conducted at the school, which were then processed to identify key issues among the students. Following this, action cycles were implemented with the students, and after each cycle, data were collected and analyzed, leading to conclusions based on the data analysis. The results indicate that the use of loose parts as a medium significantly improves the language skills of early childhood students, particularly at TK Pelita Kasih Batam.Keywords: loose parts; children's language; children aged 5-6 yearsAbstrakPenelitian ini berangkat dari masalah yang sering terjadi di dunia pendidikan, di mana anak-anak usia dini yang mulai belajar di tingkat Taman Kanak-Kanak diwajibkan untuk tumbuh dan berkembang sesuai dengan aspek perkembangan yang sesuai dengan usia mereka. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan media loose parts dalam meningkatkan kemampuan bahasa anak secara lebih kreatif berdasarkan kebutuhan perkembangan anak. Penelitian ini merumuskan dua hal utama: bagaimana pemanfaatan loose parts dapat meningkatkan kemampuan bahasa anak usia 5-6 tahun di TK Pelita Kasih, dan bagaimana kemampuan bahasa anak usia 5-6 tahun dipengaruhi oleh penggunaan media loose parts di TK Pelita Kasih Batam Center. Metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif dengan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas. Data penelitian dikumpulkan berdasarkan hasil observasi terhadap sekolah, kemudian hasil observasi tersebut diolah untuk menemukan permasalahan yang substansi terhadap peserta didik. Lalu dirumuskan siklus pelakasanaan terhadap peserta didik, setelah dilakukan tahapan siklus maka akan ditemukan hasil data dan kemudian dianalisis, sehingga penarikan kesimpulan dilakukan berdasarkan hasil analisis data. Hasil penelitian ini terlihat bahwa dengan pemanfaatan media loose part dapat meningkatkan kemampuan bahasa anak usia dini khususnya di TK Pelita Kasih Batam.Kata Kunci: lose part; bahasa anak; aud 5-6 tahun
Bercerita Sebagai Jembatan: Membangun Pemahaman Rohani Pada Anak Sejak Dini Fredik Melkias Boiliu, M.Pd.; Berton Silaban
Real Kiddos: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol.3 No.1, September 2024
Publisher : Institut Agama Kristen REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/realkiddos.v3i1.586

Abstract

A child's lack of understanding of God's Word can hinder their spiritual development. This is due to the use of inappropriate methods in conveying God's Word to children. Understanding God's Word is a crucial aspect in shaping children's knowledge and attitudes. This study aims to explore storytelling as an effective tool to enhance the understanding of God's Word and foster spiritual growth. It also emphasizes the important role of teachers in guiding and directing children to connect spiritual lessons with everyday experiences, thereby strengthening the relationship between daily life and Christian values. The study employs a descriptive qualitative method with a literature review approach to understand the impact of storytelling on children's spiritual development. The results of this research demonstrate that the use of storytelling is highly effective in reinforcing the understanding of God's Word and nurturing children's spiritual dimensions. Moreover, engaging biblical narratives and the selection of stories relevant to the child’s developmental stage make it easier for them to grasp spiritual concepts and religious values. Consequently, the interaction between teachers and children during storytelling creates space for deep discussions and questions, enriching their understanding of the spiritual meanings embedded in the stories. Thus, it can be concluded that storytelling is an effective approach to enhancing children's understanding of God's Word and fostering their spiritual growth from an early age. Keywords: storytelling method; understanding God's Word; spiritual growthAbstrak       Kurangnya pemahaman anak terhadap firman Tuhan dapat menghambat perkembangan kerohaniannya. Hal ini disebabkan oleh penggunaan metode yang tidak tepat dalam menyampaikan firman Tuhan kepada anak. Pemahaman firman Tuhan merupakan aspek penting dalam membangun pengetahuan dan sikap anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi metode bercerita sebagai alat yang efektif untuk meningkatkan pemahaman firman Tuhan dan pengembangan kerohanian. Penelitian ini juga akan menekankan pentingnya peran guru dalam membimbing, mengarahkan anak untuk menghubungkan pelajaran rohani dengan pengalaman sehari-hari, sehingga memperkuat hubungan antara kehidupan sehari-hari dan nilai-nilai Kristen. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan kajian pustaka untuk memahami dampak metode bercerita pada perkembangan spiritual anak-anak. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa penggunaan metode bercerita sangat efektif dalam memperkuat pemahaman firman Tuhan dan mengembangkan dimensi spiritual anak. Selain itu, narasi firman Tuhan yang menarik dan pemilihan cerita-cerita yang relevan dengan tahap perkembangan anak, maka lebih mudah memahami konsep-konsep spiritual dan nilai-nilai agama. Untuk itu, interaksi antara guru dan anak-anak selama proses bercerita menciptakan ruang bagi diskusi dan pertanyaan yang mendalam, memperdalam pemahaman akan makna-makna spiritual yang terkandung dalam cerita-cerita tersebut. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa metode bercerita adalah pendekatan yang efektif dalam meningkatkan pemahaman Firman Tuhan dan kualitas kerohanian bagi anak sejak diniKata Kunci: metode bercerita; pemahaman firman tuhan; pertumbuhan kerohanian
Fungsi Kontrol Keluarga Kristen dan Pembentukan Karakter Anak Generasi Alpha: Sebuah Studi Kasus di GKI EL-ROI Sentani Krislina Pattipeiluhu; Riski Tasijawa
Real Kiddos: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol.3 No.1, September 2024
Publisher : Institut Agama Kristen REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/realkiddos.v3i1.589

Abstract

This study aims to explore the control functions within Christian families at the GKI El Roi Church in Sentani, Papua, in shaping the character of Generation Alpha children. Using a qualitative descriptive method, the research identifies four main functions: religious, affection, supervision, and social-educational. Data were collected through interviews and observations of 25 families with Generation Alpha children, and analyzed through transcript data, data reduction, and presentation to draw conclusions. The findings show that the religious function is well-implemented, shaping children's morals and spirituality from an early age. However, the affection function is not fully optimized due to parents' time constraints and family environment influences. Supervision within the community is adequate, but control over gadget use remains insufficient. Meanwhile, the social and educational functions are carried out effectively. Optimization of the control function is necessary to shape children's character according to parental expectations. Better supervision of gadget use would also reduce children's dependency and promote healthier interactions. In conclusion, a holistic approach to the control function in Christian families at GKI El Roi is essential to shaping strong and wise children capable of facing the challenges of the digital era. Keywords: control function; Christian family; character; Generation Alpha; GKI El-Roi SentaniAbstrakPenelitian ini bertujuan mengeksplorasi fungsi kontrol dalam keluarga Kristen di Jemaat GKI El Roi Sentani, Papua, dalam membentuk karakter anak Generasi Alpha. Melalui metode deskriptif kualitatif, penelitian ini mengidentifikasi empat fungsi utama: keagamaan, cinta kasih, pengawasan, serta sosial dan pendidikan. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi terhadap 25 keluarga yang memiliki anak Generasi Alpha, lalu dianalisis melalui transkrip data, reduksi data, dan penyajian hingga mencapai kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi keagamaan diterapkan dengan baik, membentuk moral dan spiritual anak sejak dini. Namun, fungsi cinta kasih belum maksimal karena keterbatasan waktu orang tua dan pengaruh lingkungan keluarga. Pengawasan di lingkungan berjalan cukup baik, namun kontrol penggunaan gadget masih kurang optimal. Sementara itu, fungsi sosial dan pendidikan dilaksanakan dengan baik. Optimalisasi fungsi kontrol diperlukan agar karakter anak terbentuk sesuai harapan orang tua. Pengawasan lebih baik terhadap penggunaan gadget juga akan mengurangi ketergantungan anak dan mendorong interaksi yang lebih sehat. Kesimpulannya, pendekatan holistik dalam fungsi kontrol keluarga Kristen di Jemaat GKI El Roi diperlukan untuk membentuk karakter anak yang kuat dan bijaksana dalam menghadapi tantangan era digital.Kata Kunci: fungsi kontrol; keluarga kristen; karakter; generasi alpha; GKI El-Roi Sentani
Efektifitas Pola Asuh Guru: Membangun Karakter Anak Usia Dini May May
Real Kiddos: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol.3 No.1, September 2024
Publisher : Institut Agama Kristen REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/realkiddos.v3i1.590

Abstract

Teacher parenting style refers to the approach or method teachers use to educate, guide, and treat children in school. Character formation in children is a crucial stage in their growth and development, involving various aspects such as thinking, moral knowledge, feelings, and moral behavior. Early childhood is a period where individuals undergo rapid growth and development. During this phase, children's brains absorb and assimilate various information without differentiating between right and wrong. It is during this period that children's physical, mental, and spiritual development begins to take shape. The purpose of this study is to examine the parenting styles applied by teachers in shaping the character of early childhood students. This research employs a descriptive qualitative method through a literature review. The results of the study indicate that a democratic parenting style is considered the most effective in fostering independence, responsibility, and initiative in children. It is important to note that synergy between teachers, parents, and a conducive learning environment plays a crucial role in optimizing the character development of early childhood students. Keywords: parenting; teacher; child character; synergyAbstrakPola asuh guru adalah cara atau gaya guru dalam mendidik, membimbing, dan memperlakukan anak di sekolah. Pembentukan karakter anak merupakan tahapan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak, hal ini juga penting untuk pembentukan karakter anak dan melibatkan berbagai aspek antara lain pemikiran, pengetahuan moral, perasaan dan berperilaku bermoral. Anak usia dini merupakan individu yang mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat. Pada usia tersebut, otak anak mampu menerima dan mengasimilasi berbagai informasi tanpa menilai mana yang benar atau salah. Inilah saat di mana perkembangan fisik, mental, dan spiritual anak mulai terbentuk.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pola asuh yang diterapkan oleh guru dalam pembentukan karakter anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui studi pustaka. Hasil penelitian ini adalah pola asuh demokratis dianggap paling efektif dalam membentuk karakter anak yang mandiri, bertanggung jawab, dan inisiatif. Hal yang perlu diperhatikan bahwa adanya sinergi antara guru dan orang tua serta lingkungan belajar yang kondusif memainkan peran penting dalam optimalisasi perkembangan karakter anak usia dini.Kata Kunci: pola asuh; guru; karakter anak; sinergi
Gereja sebagai Pilar Pembentukan Iman Anak Usia Dini: Pendekatan Teologis dan Praktis Yudhy Sanjaya; Mitra Bina Riang Lase; Marlina Meri; Linda Dewi Terserani Lase
Real Kiddos: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 3 No. 2, Maret 2025
Publisher : Institut Agama Kristen REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/tb661d49

Abstract

The church has a very important role in the formation of early childhood faith, which is the foundation for their spiritual life. This study aims to examine how the church environment can function as a main pillar in the formation of early childhood faith from a theological and practical perspective. This study will examine the theological aspects that underlie children's faith education and how the church can implement practical strategies to create a positive environment and support their spiritual development. The research method used is a qualitative approach with analysis of theological literature. The results of the study show that the church has a great responsibility in introducing children to the Christian faith and providing them with an environment that supports spiritual formation. The church and family complement each other in forming children's character and faith, where the active involvement of both is essential. Keywords: spiritual formation; children's faith; Christian education; theology Abstrak  Gereja memiliki peran yang sangat penting dalam pembentukan iman anak usia dini, yang merupakan fondasi untuk kehidupan spiritual mereka. Penelitian ini bertujuan bertujuan untuk mengkaji bagaimana lingkungan gereja dapat berfungsi sebagai pilar utama dalam pembentukan iman anak usia dini dari perspektif teologis dan praktis. Penelitian ini akan mengupas aspek-aspek teologis yang mendasari pendidikan iman anak-anak dan bagaimana gereja dapat mengimplementasikan strategi praktis untuk menciptakan lingkungan yang positif dan mendukung perkembangan spiritual mereka. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan analisis literatur teologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gereja memiliki tanggung jawab besar dalam memperkenalkan anak-anak pada iman Kristen dan memberikan mereka lingkungan yang mendukung pembentukan spiritual. Gereja dan keluarga saling melengkapi dalam membentuk karakter dan iman anak, di mana keterlibatan aktif keduanya sangat diperlukan. Kata Kunci: pembentukan spritual; iman anak; pendidikan Kristen; teologi
Mengasah Hati, Pikiran, Dan Iman: Integrasi Psikologi Dan Pendidikan Agama Kristen Dalam Perkembangan Anak Fredik Melkias Boiliu
Real Kiddos: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 3 No. 2, Maret 2025
Publisher : Institut Agama Kristen REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/8m3ant17

Abstract

Children's development in the modern era faces various challenges, including in aspects of emotional and spiritual intelligence. The lack of holistic character education causes children to have difficulties in managing emotions, building social relationships, and developing a healthy spiritual life. This study aims to analyze the integration of psychology and Christian education in honing children's hearts, minds, and faith to form an emotional and spiritual balance. The method used is qualitative descriptive with literature study and analysis of various studies and theories related to child development psychology and Christian religious education. The results of the study show that the integration of psychological approaches and Christian values in education can help children understand and manage their emotions well, increase empathy, and strengthen their relationship with God. Learning based on love and teacher example plays a big role in shaping the character of children who are resilient and faithful. In conclusion, the application of psychology in Christian religious education contributes positively to building children's emotional and spiritual balance, so that they are able to grow into mature, loving, and responsible individuals in social life and faith. Keywords: psychology; PAK; emotional intelligence; child development Abstrak Perkembangan anak di era digital saat ini menghadapi berbagai tantangan, termasuk dalam aspek kecerdasan emosi dan spiritual. Kurangnya pendidikan karakter yang holistik menyebabkan anak mengalami kesulitan dalam mengelola emosi, membangun relasi sosial, serta mengembangkan kehidupan spiritual yang sehat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi psikologi dan pendidikan Agama Kristen dalam mengasah hati, pikiran, dan iman anak guna membentuk keseimbangan emosional dan spiritual. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan studi literatur dan analisis terhadap berbagai penelitian serta teori terkait psikologi perkembangan anak dan pendidikan agama Kristen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi pendekatan psikologis dan nilai-nilai Kristiani dalam pendidikan mampu membantu anak memahami dan mengelola emosinya dengan baik, meningkatkan empati, serta memperkuat hubungan dengan Tuhan. Pembelajaran yang berbasis kasih dan keteladanan guru berperan besar dalam membentuk karakter anak yang tangguh dan beriman. Kesimpulannya, penerapan psikologi dalam pendidikan agama Kristen berkontribusi positif dalam membangun keseimbangan emosi dan spiritual anak, sehingga mereka mampu bertumbuh menjadi individu yang matang, penuh kasih, dan bertanggung jawab dalam kehidupan sosial dan iman. Kata Kunci: psikologi; PAK; kecerdasan emosi; perkembangan anak
Dari Warisan ke Inovasi: Modernisasi Pendidikan Kristen Anak Usia Dini dalam Tantangan ZamanTengah Ester Debora Siburian; Alton Martinus Waruwu; Apri Yuliana Samongilailai; Agatha Pebrian M. Naibaho
Real Kiddos: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 3 No. 2, Maret 2025
Publisher : Institut Agama Kristen REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/tkr8th81

Abstract

The modernization of Christian early childhood education faces challenges in balancing the heritage of traditional values with technological innovation. This transformation involves changes in teaching methods, where technology is increasingly used as a learning aid, yet the primary role of teachers, parents, and church communities in shaping children's character must be maintained. This study aims to analyze how technology can be integrated into Christian early childhood education without eliminating the fundamental values of faith and social interaction. Using a literature study method with a qualitative approach, this research examines various academic sources on the application of technology in Christian education and strategies for maintaining a balance between innovation and spiritual values. The findings indicate that an effective curriculum should accommodate technology as a learning tool while preserving traditional methods such as discipleship, worship, educational games based on Christian values, and active parental involvement. With this holistic approach, Christian early childhood education can remain relevant in the digital era while upholding the foundation of faith as the core of character formation. Keywords: modernization; early childhood; technology; innovation Abstrak Modernisasi pendidikan Kristen anak usia dini menghadapi tantangan dalam menyeimbangkan antara warisan nilai-nilai tradisional dan inovasi teknologi. Transformasi ini mencakup perubahan dalam metode pembelajaran, di mana teknologi semakin banyak digunakan sebagai alat bantu, tetapi tetap harus mempertahankan peran utama guru, orang tua, dan komunitas gereja dalam pembentukan karakter anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana teknologi dapat diintegrasikan dalam pendidikan Kristen anak usia dini tanpa menghilangkan nilai-nilai fundamental iman dan interaksi sosial. Menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan kualitatif, penelitian ini mengkaji berbagai sumber akademik mengenai penerapan teknologi dalam pendidikan Kristen serta strategi untuk menjaga keseimbangan antara inovasi dan nilai-nilai spiritual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum yang efektif harus mengakomodasi teknologi sebagai sarana pembelajaran, tetapi tetap mempertahankan metode tradisional seperti pemuridan, ibadah, permainan edukatif berbasis nilai-nilai Kristen, serta keterlibatan aktif orang tua. Dengan pendekatan holistik ini, pendidikan Kristen anak usia dini dapat tetap relevan di era digital, sambil menjaga fondasi iman yang menjadi dasar utama dalam membangun karakter anak. Kata Kunci: modernisasi; anak usia dini; teknologi; inovasi  
Membangun Aturan Kelas yang Efektif bagi Anak Usia Dini: Eksplorasi Peran Guru dalam Menanamkan Nilai Kristiani Susanti Hasibuan; Desetina Harefa; Ester Lina Situmorang
Real Kiddos: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 3 No. 2, Maret 2025
Publisher : Institut Agama Kristen REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/dtkkez02

Abstract

This research examines the role of teachers in establishing effective classroom rules for young children through a Christian value-based approach. The primary aim of the study is to explore how teachers can implement classroom rules that support discipline, responsibility, and character development in children. The methodology used is a literature review with a qualitative approach to analyse teachers' practices in the context of Christian education. The findings show that classroom rules that are consistently applied and based on Christian values can shape children's character, enhance discipline, and strengthen social skills in young children. This research provides valuable insights for educators and educational institutions to integrate Christian values in the formation of classroom rules. The main implication of this study is the importance of the teacher's role in creating a learning environment that not only promotes discipline but also fosters the moral and social development of children. The findings of this research can be used as a foundation to design teacher training programmes, enabling them to be more effective in implementing classroom rules based on Christian values, while simultaneously enhancing children's social skills and personality development from an early age. Keywords:  class rules; discipline; character; training Abstrak Penelitian ini mengkaji peran guru dalam membangun aturan kelas yang efektif untuk anak usia dini dengan pendekatan berbasis nilai Kristiani. Tujuan utama penelitian adalah untuk mengeksplorasi bagaimana guru dapat menerapkan aturan kelas yang mendukung disiplin, tanggung jawab, dan perkembangan karakter anak. Metodologi yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif untuk menganalisis praktik guru dalam konteks pendidikan Kristen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aturan kelas yang diterapkan secara konsisten dan berbasis nilai Kristiani dapat membentuk karakter anak, meningkatkan disiplin, serta memperkuat keterampilan sosial anak usia dini. Penelitian ini memberikan wawasan penting bagi pendidik dan lembaga pendidikan untuk mengintegrasikan nilai Kristiani dalam pembentukan aturan kelas. Implikasi utama dari penelitian ini adalah pentingnya peran guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang tidak hanya disiplin, tetapi juga mengembangkan karakter moral dan sosial anak. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar untuk merancang program pelatihan bagi guru, agar mereka dapat lebih efektif dalam menerapkan aturan kelas yang berbasis nilai Kristiani, sekaligus memperkuat keterampilan sosial dan kepribadian anak sejak dini. Kata Kunci: aturan kelas; disiplin; karakter; pelatihan
Membangun Kepedulian Sosial Anak Melalui Pendidikan Agama Kristen: Sinergi Guru dan Orang Tua Solmeriana Sinaga; Fredik Melkias Boiliu
Real Kiddos: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 3 No. 2, Maret 2025
Publisher : Institut Agama Kristen REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/zsxrc822

Abstract

Social care is a fundamental value in community life that needs to be instilled from an early age in participants. Christian Religious Education has an important role in shaping the social character of students through learning. Christian Religious Education teachers as motivators and inspirers have a great responsibility in internalizing the values of love in the school environment. This study aims to explore the role of Christian Religious Education teachers in increasing students' social concern through a Christian value-based learning approach. Data was collected through the study of journals, books, and related documents that discuss the role of Christian Religious Education teachers in the formation of social concern. Data analysis is carried out by data reduction techniques, data presentation, and conclusion drawing to gain a deep understanding. The results of the study show that Christian Religious Education teachers contribute significantly to building students' social concern through exemplary-based teaching, faith reflection, and contextual learning. In conclusion, Christian value-based education that is effectively implemented by teachers can increase students' social concerns. The implication is that schools need to strengthen learning programs that emphasize real action in social life. Keywords: social concern; character; role model; reflection of faith Abstrak Kepedulian sosial merupakan nilai fundamental dalam kehidupan bermasyarakat yang perlu ditanamkan sejak dini pada peserta. Pendidikan Agama Kristen memiliki peran penting dalam membentuk karakter sosial peserta didik melalui pembelajaran. Guru PAK sebagai motivator dan inspirator memiliki tanggung jawab besar dalam menginternalisasi nilai-nilai cinta kasih di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran guru PAK dalam meningkatkan kepedulian sosial peserta didik melalui pendekatan pembelajaran berbasis nilai Kristiani.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur. Data dikumpulkan melalui telaah jurnal, buku, dan dokumen terkait yang membahas peran guru PAK dalam pembentukan kepedulian sosial. Analisis data dilakukan dengan teknik reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan untuk memperoleh pemahaman yang mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAK berkontribusi signifikan dalam membangun kepedulian sosial peserta didik melalui pengajaran berbasis keteladanan, refleksi iman, dan pembelajaran kontekstual. Kesimpulannya, pendidikan berbasis nilai Kristiani yang diterapkan secara efektif oleh guru dapat meningkatkan kepedulian sosial siswa. Implikasinya, sekolah perlu memperkuat program pembelajaran yang menekankan aksi nyata dalam kehidupan sosial. Kata Kunci: kepedulian sosial; karakter; keteladanan; reflesi iman