cover
Contact Name
Jabes Pasaribu
Contact Email
jabespasaribu@institutkristenrealbatam.ac.id
Phone
+6285372472039
Journal Mail Official
kampuslppm@gmail.com
Editorial Address
Batam Kota
Location
Kota batam,
Kepulauan riau
INDONESIA
Real Kiddos: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
ISSN : -     EISSN : 29632935     DOI : https://doi.org/10.53547/mqfnnn80
Core Subject :
Real Kiddos: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini is an open-access, peer-reviewed scientific journal managed by the Early Childhood Christian Education Study Program and published by Institut Agama Kristen REAL Batam, Riau Islands, Indonesia. The journal is registered under E-ISSN 2963-2935 (online) and accepts articles in both Indonesian and English. The primary focus of Real Kiddos is the publication of scholarly works in the field of early childhood education, particularly from the perspective of Christian education, examined through academic, interdisciplinary, and contextual approaches (see the Focus and Scope section for details). Real Kiddos welcomes contributions from academics, practitioners, educators, researchers, and students, both from Indonesia and abroad, who are committed to the holistic development of early childhood education. The journal is published twice a year, in March and September, and aims to serve as a reputable platform for scientific publication at both the national and international levels. All manuscripts that meet the submission requirements are evaluated by expert reviewers through a double-blind review process.
Arjuna Subject : -
Articles 47 Documents
Peran Orang Tua dalam Menanamkan Pendidikan Agama dan Moral bagi Anak Usia Dini Desetina Harefa; Ellyzabeth Sinaga; Alfred Mey Ronaldo Hia; Agatha Pebriani M. Naibaho
Real Kiddos: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol.1 No.2, Maret 2023
Publisher : Institut Agama Kristen REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/realkiddos.v1i2.370

Abstract

Religion and morals are the main foundations in the formation of the character of a human being including children. Instilling religious and moral education for children begins within the family. Being a parent means carrying a great responsibility, namely educating children in all aspects including religious and moral education. Early childhood religious and moral education depends largely on the role of parents, because the community of each child is the family and who knows his children better. In general, parents have done their role, but there are still parents who have not maximized it, this happens because there are still parents who do not understand the importance of instilling religious and moral education from an early age to children. The purpose of this research is to find out how parents perform their role in instilling religious and moral values for children from an early age. This research uses qualitative methods with a literature study approach. The results of this research are that parents must instill religious and moral education repeatedly anytime and anywhere to children through daily life practices, parents must understand their main task in educating children and parents must give the best time in educating children. The thing that parents need to pay attention to is that the values instilled are clear and consistent.Keywords: early childhood; parents; instilling religious and moral education AbstrakAgama dan moral merupakan fondasi utama dalam pembentukan karakter seorang manusia termasuk anak. Penanaman pendidikan agama dan moral bagi anak dimulai dari dalam keluarga. Menjadi orang tua berarti mengemban tanggung jawab yang besar yaitu mendidik anak dalam segala aspek termasuk pendidikan Agama dan moralnya. Pendidikan agama dan moral anak usia dini sangat tergantung pada peran orang tua, karena kumunitas setiap anak adalah keluarga dan yang lebih mengenal anak-anaknya. Pada umumnya orang tua telah melakukan perannya akan tetapi masih ada orang tua yang belum maksimal melakukannya, hal ini terjadi karena masih ada orang tua yang kurang memahami pentingnya menanamkan pendidikan agama dan moral sejak dini kepada anak. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui bagaimana orang tua melakukan perannya dalam menanamkan nilai agama dan moral bagi anak sejak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Adapun hasil penelitian ini adalah orang tua harus menanamkan pendidikan agama dan moral dengan berulang-ulang kapanpun dan dimanapun kepada anak lewat praktik kehidupan sehari-hari, orang tua harus memahami tugas utamanya dalam mendidik anak dan orang tua harus memberikan waktu yang terbaik dalam mendidik anak. Hal yang perlu diperhatikan orang tua adalah nilai yang ditanamkan jelas dan bersifat konsistensi.Kata Kunci: anak usia dini; orang tua; pendidikan agama dan moral
Urgenitas Pendidikan Usia Dini Dalam Mengembangkan Kecerdasan Anak Berbicara Di Keluarga Susmiati Susmiati; Talizaro Tafonao
Real Kiddos: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 2 No. 1, September 2023
Publisher : Institut Agama Kristen REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/realkiddos.v2i1.375

Abstract

The purpose of writing this article looks at what is the urgency of age education in dealing with children who have problems in speaking. Based on the study conducted by the author in this paper that almost all parents do not understand in detail, that every child has problems in speaking. The method used in this study is a qualitative research method with a literature review approach. The results obtained in the study are that parenting and parental knowledge are needed in overcoming children's speech problems. In order for this to be done well, parents always invite children to talk and avoid children to interact a lot with technology media. Through this study can provide understanding and understanding to all parties about the importance of early childhood education in developing children's intelligence in speaking as explained in this article.Keywords: early childhood education; family; language; child AbstrakTujuan penulisan artikel ini melihat apa urgenitas pendidikan usia dalam menghadapi anak-anak yang memiliki masalah dalam berbicara. Berdasarkan kajian yang dilakukan oleh penulis dalam tulisan ini bahwa hampir semua orang tua belum memahami secara detail, bahwa setiap anak memiliki masalah dalam berbicara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan kajian pustaka. Hasil yang didapat dalam penelitian adalah polah asuh dan pengetahuan orang tua sangat diperlukan dalam mengatasi masalah anak berbicara. Agar hal ini dapat terlaksana dengan baik maka orang tua selalu mengajak anak berbicara dan menghindari anak untuk banyak berinteraksi dengan media teknologi. Melalui kajian ini dapat memberi pemahaman dan pengertian kepada semua pihak tentang pentingnya pendidikan anak usia dini dalam mengembangkan kecerdasan anak dalam berbicara sebagaimana yang dijelaskan di dalam artikel ini.Kata Kunci: pendidikan usia dini; keluarga; bahasa; anak 
Menstimulasi Kecerdasan Anak Melalui Permainan Gici-Gici Didimus Sutanto B Prasetya; Dina Anjely Sinaga; Sintia Wellmy Sopacua
Real Kiddos: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 2 No. 1, September 2023
Publisher : Institut Agama Kristen REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/realkiddos.v2i1.444

Abstract

Early childhood development depends on the ability to stimulate brain neurons (nerves) at age (0-8 years), while brain development stops at the age of 18 years. If neurons are not stimulated, they will experience shrinkage which result in a person’ intelligence level. The crucial peak in providing brain stimulation for children is in the early age range, namely 0-8 years, where at the age of 8 years their development reaches 80 percent. This research aims to find and explain the gici-gici games in stimulating early childhood intelligence. The research method uses descriptive qualitative research. Gici-gici games are traditional educational game that can be used in stimulating early childhood intelligence. As a result, playing gici-gici games can increase multiple intelligences.Keywords: gici-gici game; traditional educational games; early childhood; multiple intelligences; neurologyAbstrakPerkembangan anak usia dini tergantung pada kemampuan menstimulasi neuron (syaraf) otak pada usia (0-8 tahun), sedangkan perkembangan otak berhenti pada usia 18 tahun. Jika neuron tidak terstimulasi, akan mengalami penyusutan yang berakibat pada tingkat kecerdasan seseorang. Puncak krusial dalam memberikan stimulasi otak anak berada pada rentang usia dini, yaitu 0-8 tahun, di mana pada usia 8 tahun perkembangannya mencapai 80 persen. Penelitian ini bertujuan menemukan dan menjelaskan tentang permainan gici-gici dalam menstimulasi kecerdasan anak usia dini. Metode penelitian menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Permainan gici-gici adalah permainan edukatif tradisional yang dapat digunakan dalam menstimulasi kecerdasan anak usia dini. Hasilnya, permainan gici-gici dapat meningkatkan kecerdasan majemuk (multiple intellegences).Kata Kunci:permainan gici-gici; permainan edukatif tradisional; anak usia dini; kecerdasan majemuk; neurologi
Peran Pendidikan Agama Kristen dalam Mengatasi Mental Block Pada Anak Usia Dini Esti Regina Boiliu; Penta Astari Prasetya
Real Kiddos: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 2 No. 1, September 2023
Publisher : Institut Agama Kristen REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/realkiddos.v2i1.445

Abstract

Christian Religious Education plays a central role inovercoming mental blocks that often arise in early childhood. Children at this stage are prone to mental barriers that can hinder their cognitive and emotional development. This research aims to review the extent to which Christian Religious Education can be effective in reducing the negative impact of mental blocks on early childhood. Through the literature review method, this research approaches the analysis of the positive impact of Christian religious teachings on mental blocks. The result of the research revealed that the  approach, which focuses on Christian values, can help children overcome fear, doubt, and self-limitation. By minimizing these barries, Christian religions Education can be an effective strategy in ensuring children can develop their full potential from an early age. Its implications streach into personal and social development, creating a solid foundation for children’s holistic growth in the face of the challenges that lie ahead.Keywords: Christian Religious Education; mental block; early childhoodAbstrakPendidikan Agama Kristen memegang peranan sentral dalam mengatasi mental block yang sering muncul pada anak usia dini. Anak-anak pada tahap ini rentan mengalami hambatan mental yang dapat menghambat perkembangan kognitif dan emosional mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengulas sejauh mana Pendidikan Agama Kristen dapat efektif dalam mengurangi dampak negatif dari mental block pada anak-anak usia dini. Melalui metode tinjauan literatur, penelitian ini mendekati analisis dampak positif ajaran agama Kristen terhadap mental block. Hasil kajian mengungkapkan bahwa pendekatan yang diterapkan, yang berfokus pada nilai-nilai Kristen, mampu membantu anak-anak mengatasi rasa takut, ragu, dan keterbatasan diri. Dengan meminimalisir hambatan-hambatan ini, Pendidikan Agama Kristen mampu menjadi strategi yang efektif dalam memastikan anak-anak dapat mengembangkan potensi penuh mereka sejak usia dini. Implikasinya merentang ke dalam perkembangan pribadi dan sosial, menciptakan dasar yang kokoh untuk pertumbuhan holistik anak-anak dalam menghadapi tantangan yang ada di masa depan.Kata Kunci: Pendidikan Agama Kristen; mental block; anak usia dini.
Pendekatan Holistik dalam Penanganan Anak Autis Berdasarkan Mazmur 103:13 Sang Putra Immanuel Duha
Real Kiddos: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 2 No. 1, September 2023
Publisher : Institut Agama Kristen REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/realkiddos.v2i1.447

Abstract

The holistic approach to the treatment of children with autism that integrates Psalm 103:13 aims to give comprehensive attention to children's needs, acknowledge their uniqueness, and facilitate the development of their potential. The method used in this study uses qualitative methods by involving collaboration between parents, medical personnel, educators, and spiritual support from religious communities. Medical interventions, behavioral therapy, tailored education, and social skills development are part of this approach. Expected outcomes include comprehensive support, improved social and communication skills, and the provision of a sense of peace and meaning in life through spiritual support. The holistic approach aims to gain independence of children with autism, help them reach their full potential, and become active members of society. This approach provides holistic and coordinated care, paying attention to all aspects of the child's life. Thus, children with autism can grow and develop optimally.Keywords: Holistic Approach; Autistic Children; Psalm 103:13AbstrakPendekatan holistik dalam penanganan anak dengan autis yang mengintegrasikan dari Mazmur 103:13 bertujuan memberikan perhatian menyeluruh pada kebutuhan anak, mengakui keunikan mereka, dan memfasilitasi pengembangan potensi mereka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan melibatkan kolaborasi antara orang tua, tenaga medis, pendidik, dan dukungan spiritual dari komunitas agama. Intervensi medis, terapi perilaku, pendidikan yang disesuaikan, dan pengembangan keterampilan sosial menjadi bagian dari pendekatan ini. Hasil yang diharapkan meliputi dukungan komprehensif, peningkatan keterampilan sosial dan komunikasi, serta pemberian rasa kedamaian dan makna hidup melalui dukungan spiritual. Pendekatan holistik bertujuan memperoleh kemandirian anak dengan autis, membantu mereka mencapai potensi penuh, dan menjadi anggota masyarakat yang aktif. Pendekatan ini memberikan perawatan yang holistik dan terkoordinasi, memperhatikan semua aspek kehidupan anak. Dengan demikian, anak-anak dengan autis dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.Kata Kunci: Pendekatan holistik; Anak Autis; Mazmur 103:13 
Pembelajaran Adaptif sebagai Inovasi Strategi Pembelajaran bagi Anak Usia Dini Esti Regina Boiliu, M.Pd.; Jefrit Johanis Messakh
Real Kiddos: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol.2 No.2, Maret 2024
Publisher : Institut Agama Kristen REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/realkiddos.v2i2.528

Abstract

Early childhood education plays a crucial role in shaping the developmental foundation of children. Adaptive learning emerges as a strategic innovation in enhancing the effectiveness of learning at this stage. This study aims to explore the concept and effectiveness of adaptive learning in early childhood through a qualitative approach with a literature review. By analyzing various relevant literature sources, this research seeks to understand the background of adaptive learning, its implementation objectives, and its impact on the learning outcomes of early childhood. The results indicate that adaptive learning can enhance the interest, motivation, and learning abilities of early childhood by providing tailored learning experiences to meet their individual needs. The implications of these findings support the need for integrating adaptive learning into early childhood learning practices to achieve optimal learning outcomes. Keywords: Adaptive learning; learning strategies; early childhoodAbstrakPendidikan anak usia dini memegang peranan penting dalam membentuk fondasi perkembangan anak. Pembelajaran adaptif menjadi inovasi strategis dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran pada tahap ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep dan efektivitas pembelajaran adaptif pada anak usia dini melalui pendekatan kualitatif dengan studi pustaka. Dengan menganalisis berbagai sumber literatur yang relevan, penelitian ini bertujuan untuk memahami latar belakang pembelajaran adaptif, tujuan penerapannya, dan dampaknya terhadap hasil pembelajaran anak usia dini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran adaptif dapat meningkatkan minat, motivasi, dan kemampuan belajar anak usia dini dengan memberikan pengalaman belajar yang disesuaikan dengan kebutuhan individual mereka. Implikasi temuan ini mendukung perlunya integrasi pembelajaran adaptif dalam praktik pembelajaran anak usia dini untuk mencapai hasil pembelajaran yang optimal.Kata Kunci: Pembelajaran adaptif; strategi pembelajaran; anak usia dini.
Pendidikan dan Pembinaan Rohani Anak Usia Dini di Era Digital Berdasarkan 2 Timotius 3:15 Sozawato Telaumbanua; Nella Novianti Dakhi; Elmin Swarni Putri Ziliwu
Real Kiddos: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol.2 No.2, Maret 2024
Publisher : Institut Agama Kristen REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/realkiddos.v2i2.529

Abstract

Children's spiritual education and development must start from an early age. Introduction to Bible teachings from an early age is very necessary in the ever-growing digital era, so that children are not easily eroded by the influx of various values that conflict with the Bible.  Education and spiritual formation for early childhood must of course be adapted to the current context. The author will discuss the impact of fast access to information for children, the various challenges of implementing current spiritual values, the importance of using technology wisely, and the opportunities and risks associated with the use of digital technology. To answer this problem, in this research the author uses a qualitative method through literature study, which involves comparing various literature, be it books, articles or journals that are relevant to the topic of discussion. The main aim of this research is for parents and teachers to be able to introduce Bible teachings to children from an early age so that they are ready to face the challenges of today's digital era. The results of this research show that collaboration is needed from various parties, both parents and teachers, in providing education and spiritual formation for children in order to give birth to a generation of Christians who are strong and steadfast in Christian values amidst the ever-growing flow of digital technology. Keywords: Early Childhood; Digital Era; Coaching; Spiritual EducationAbstrakPendidikan dan pembinaan rohani anak harus dimulai sejak usia dini. Pengenalan ajaran Alkitab sejak dini sangat dibutuhkan di era digital yang terus berkembang, sehingga anak-anak tidak mudah tergerus dengan derasnya berbagai nilai yang bertentangan dengan Alkitab. Pendidikan dan pembinaan rohani anak usia dini tentunya harus disesuaikan dengan konteks saat ini. Penulis akan membahas mengenai dampak akses cepat terhadap informasi bagi anak-anak, berbagai tantangan menerapkan nilai-nilai rohani saat ini, pentingnya penggunaan teknologi secara bijaksana, dan peluang serta resiko yang terkait dengan penggunaan teknologi digital. Untuk menjawab permasalahan tersebut, maka dalam penelitian ini penulis menggunakan metode kualitatif melalui studi kepustakaan, yang melibatkan perbandingan berbagai literatur, baik itu buku-buku, artikel, maupun jurnal yang relevan dengan topik pembahasan. Tujuan utama penelitian ini adalah agar orang tua dan guru mampu memperkenalkan ajaran Alkitab bagi anak sejak usia dini agar mereka siap menghadapi tantangan di era digital saat ini. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa dibutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak, baik orang tua maupun guru dalam memberikan pendidikan dan pembinaan rohani bagi anak guna melahirkan generasi Kristen yang kuat dan teguh pada nilai-nilai Kristiani di tengah arus teknologi digital yang terus berkembang.Kata Kunci: Anak Usia Dini; Era Digital; Pembinaan; Pendidikan Rohani 
Pengaruh Gerak dan Lagu Aku Tresno Yesus Pada Kecerdasan Anak Sekolah Minggu di GBI Apostolic Center Papua: Kajian Interaktif Didimus Sutanto B. Prasetya; Dewi Lidya S
Real Kiddos: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol.2 No.2, Maret 2024
Publisher : Institut Agama Kristen REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/realkiddos.v2i2.533

Abstract

Improving learning in Sunday school at the GBI Apostolic Center is hampered by limited methods, such as storytelling, question and answer activities, discussions and lectures, as well as limited media and teaching tools such as story books, hand puppets, simple musical instruments and television. Holistic intelligence, namely complete intelligence including intellectual intelligence (IQ), emotional intelligence (EQ), and spiritual intelligence (SQ), is intelligence that every child must have. This intelligence can be stimulated through choreographed movements and songs. This research aims to find and explain the impact of the movement and song Aku Tresno Jesus in stimulating the holistic intelligence of Sunday school children at the GBI Apostolic Center Papua. The research method uses interactive qualitative research with a case study approach. As a result, the use of movement and the song Aku Tresno Jesus can improve children's holistic intelligence. The resulting intellectual intelligence includes kinesthetic, linguistic, musical, intrapersonal and interpersonal. Emotional intelligence is related to children's ability to recognize and manage emotions, enrich their understanding of themselves and others, and foster empathy towards others. The resulting spiritual intelligence is having a relationship and deep love with God.Keywords: Holistic Intelligence; Choreography; Children's SongsAbstrakPeningkatan pembelajaran di sekolah minggu GBI Apostolic Center terkendala pada metode yang terbatas, seperti kegiatan bercerita, tanya jawab, diskusi, dan ceramah, serta keterbatasan media dan alat pengajaran seperti buku cerita, boneka tangan, alat musik sederhana, dan televisi. Kecerdasan holistik yaitu kecerdasan utuh meliputi kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan emosi (EQ), dan kecerdasan spiritual (SQ) merupakan kecerdasan yang harus dimiliki oleh setiap anak. Kecerdasan ini dapat distimulasi melalui koreografi gerak dan lagu. Penelitian ini bertujuan menemukan dan menjelaskan tentang dampak gerak dan lagu Aku Tresno Yesus dalam menstimulasi kecerdasan holistik anak sekolah minggu di GBI Apostolic Center Papua. Metode penelitian menggunakan penelitian kualitatif interaktif dengan pendekatan studi kasus. Hasilnya, penggunaan gerak dan lagu Aku Tresno Yesus dapat meningkatkan kecerdasan holistik anak. Kecerdasan intelektual yang dihasilkan meliputi kinestetik, linguistic, musical, intrapersonal, dan interpersonal. Kecerdasan emosional terkait dengan kemampuan anak mengenali dan mengelola emosi, memperkaya pemahaman diri dan orang lain, serta menumbuhkan empati terhadap sesama. Kecerdasan spiritual yang dihasilkan adalah memiliki hubungan dan adanya kecintaan yang mendalam dengan Tuhan.Kata Kunci: Kecerdasan Holistik; Koreografi; Lagu Anak
Menjinakkan Kenakalan: Strategi Guru PAK di Era Gadget Folorisde Feriany Tumanggor; Ricardo Pandapotan Lubis; Cynthia Renita Wangko; Yunardi Kristian Zega
Real Kiddos: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol.2 No.2, Maret 2024
Publisher : Institut Agama Kristen REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/realkiddos.v2i2.534

Abstract

In this day and age, deviant behavior in elementary school children is increasingly occurring, so strategies are really needed by Christian religious education teachers in shaping the spirituality of elementary school children because elementary school children's delinquency is also influenced by the use of gadgets. Therefore, this research focuses on analyzing the strategies of PAK teachers in shaping the spirituality of elementary school children in accordance with the Christian faith. The stages carried out in the process of writing this article include: first, spirituality of elementary school children, secoun, strategies of PAK teachers, third strategies of PAK teachers to shape the spirituality of elementary school children. By having a good strategy, Christian religious education teachers can form spirituality which is the foundation for elementary school children and can minimize delinquency in elementary school children. Keywords: PAK Teachers; Elementary School; Spirituality; StrategyAbstrakDi zaman sekarang ini, perilaku menyimpang anak sekolah dasar semakin banyak terjadi maka Strategi sangat diperlukan guru pendidikan agama Kristen dalam membentuk spiritualitas anak sekolah dasar karena kenakalan anak sekolah dasar juga dipengaruhi oleh penggunaan gadget. Oleh sebab itu, penelitian ini berfokus untuk menganalisis bagaimana strategi guru PAK dalam membentuk spiritualitas anak Sekolah Dasar yang sesuai dengan iman Kristen. Adapun tahapan yang dilakukan dalam proses penulisan artikel ini, antara lain: pertama, spiritualitas anak sekolah dasar, kedua, strategi guru PAK, ketiga, strategi guru PAK membentuk spiritualitas anak sekolah dasar. Dengan memiliki strategi yang baik maka guru pendidikan agama Kristen dapat membentuk spiritualitas yang adalah landasan untuk anak sekolah dasar dan dapat meminimalisir kenakalan anak sekolah dasar.Kata Kunci: Guru PAK; Sekolah Dasar; Spiritualitas; Strategi
Pendekatan Alkitabiah dalam Membantu Anak Usia 2-5 Tahun Mengembangkan Kemampuan Berbicara Sang Putra Immanuel Duha; Jekson Tulus; Nona Beta Marpaung; Hendi Hendi; David Marlianus
Real Kiddos: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol.2 No.2, Maret 2024
Publisher : Institut Agama Kristen REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/realkiddos.v2i2.536

Abstract

Speech delays in children aged 2-5 years are a common problem that hinders their language development. In this context, a Biblical approach can be a valuable source of guidance for parents and educators in helping children aged 2-5 years develop their speaking skills. However, there has not been much literature review regarding the use of a Biblical approach in this context. This literature review aims to explore the use of a Biblical approach in helping children aged 2-5 years develop their speaking skills. The objectives of this research include identifying relevant Biblical principles, developing methods for Biblical approaches, and evaluating the results achieved through the application of these methods. The research approach method uses a qualitative approach by examining relevant Biblical principles through a Biblical text approach, consulting with theologians through literature study and research from related journals. Based on these principles, a Biblical approach method was developed, including the use of Bible stories, spiritual songs, prayers, and positive affirmations in children's daily activities. In the end, the results of applying this Biblical approach showed positive results in developing the speaking abilities of children aged 2-5 years. Children show improved speaking ability through recognizing words from Bible stories, using hymns to practice language skills, and using prayers involving simple words and phrases. Apart from that, positive affirmations based on Bible teachings also help build children's confidence in communicating.Keywords: Biblical Approach; Children 2-5 years; Speaking ability.AbstrakKeterlambatan bicara pada anak usia 2-5 tahun merupakan masalah umum yang menghambat perkembangan bahasa mereka. Dalam konteks ini, pendekatan Alkitabiah dapat menjadi sumber bimbingan yang berharga bagi orang tua dan pendidik dalam membantu anak-anak usia 2-5 tahun mengembangkan kemampuan berbicara mereka. Namun, tinjauan literatur terkait penggunaan pendekatan Alkitabiah dalam konteks ini belum banyak dilakukan. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk mengeksplorasi penggunaan pendekatan Alkitabiah dalam membantu anak usia 2-5 tahun mengembangkan kemampuan berbicara mereka. Tujuan penelitian ini mencakup identifikasi prinsip-prinsip Alkitab yang relevan, pengembangan metode pendekatan Alkitabiah, dan evaluasi hasil yang dicapai melalui penerapan metode tersebut. Adapun metode pendekatan pada penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan meneliti prinsip-prinsip Alkitab yang relevan melalui pendekatan teks Alkitab, konsultasi dengan ahli teologi melalui studi kepustakaan dan penelitian dari jurnal yang terkait. Berdasarkan prinsip-prinsip tersebut, metode pendekatan Alkitabiah dikembangkan, termasuk penggunaan cerita-cerita Alkitab, lagu-lagu rohani, doa, dan afirmasi positif dalam kegiatan sehari-hari anak-anak. Pada akhirnya hasil dari penerapan pendekatan Alkitabiah ini menunjukkan hasil yang positif dalam mengembangkan kemampuan berbicara anak usia 2-5 tahun. Anak-anak menunjukkan peningkatan kemampuan berbicara melalui pengenalan kata-kata dari cerita-cerita Alkitab, penggunaan lagu-lagu rohani untuk melatih kemampuan bahasa, dan penggunaan doa yang melibatkan kata-kata dan frasa-frasa sederhana. Selain itu, afirmasi positif berdasarkan ajaran Alkitab juga membantu membangun kepercayaan diri anak-anak dalam berkomunikasi.Kata Kunci: Pendekatan Alkitabiah; Anak 2-5 tahun; Kemampuan berbicara.