cover
Contact Name
CONCRETE: Construction and Civil Integration Technology
Contact Email
concrete@unitomo.ac.id
Phone
+6281335675889
Journal Mail Official
concrete@unitomo.ac.id
Editorial Address
Jalan Semolowaru no. 84 Surabaya, 60283
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
CONCRETE: Construction and Civil Integration Technolog
ISSN : -     EISSN : 30250390     DOI : -
Core Subject :
The Journal invites original articles and not simultaneously submitted to another journal or conference. The whole spectrum of civil engineering are welcome, which includes, but is not limited to: -Building Materials and Structures -Coastal and Harbor Engineering -Constructions Technology -Constructions Economy and Management -Earthquake Engineering -Environmental Engineering -Renovation of Buildings -Geotechnical Engineering -Highway Engineering -Hydraulic and Hydraulic Structures -Road and Bridge Engineering -Structural Engineering -Surveying and Geo-Spatial Engineering -Transportation Engineering -Tunnel Engineering -Urban Engineering and Economy -Water Resources Engineering -Urban Drainage
Arjuna Subject : -
Articles 77 Documents
Evaluasi Pengaruh Lengkung Horizontal Terhadap Kecepatan Kereta Api ( Studi Kasus : Lintas Wonokromo – Waru Km. 8+200 s.d Km. 8+500 ): Evaluation of the Effect of Horizontal Curves on Train Speed ​​(Case Study: Wonokromo – Waru Crossing Km. 8+200 to Km. 8+500) Juniar Prabowo; rudy santosa; adhi muhtadi
CONCRETE: Construction and Civil Integration Technology Vol. 1 No. 02: October 2023
Publisher : Dr. Soetomo University Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/concrete.v1i02.6932

Abstract

Kereta api adalah sarana perkeretaapian dengan tenaga gerak, baik berjalan sendiri maupun dirangkaikan dengan sarana perkeretaapian lainnya yang akan ataupun sedang bergerak di jalan rel yang terkait dengan perjalanan kereta api. Dilihat dari prasarananya kereta api adalah moda transportasi yang berjalan di atas jalannya sendiri, oleh karena itu perawatannya harus berjalan dengan baik agar tiap bagiannya dapat dilewati dengan aman, nyaman sesuai dengan kecepatan yang telah ditentukan. Prasarana perkeretaapian dalam hal ini jalan rel merupakan tempat berjalannya kereta api tidak selalu lurus melainkan terdapat lengkungan. Pada petak jalan Wonokromo – Waru tepatnya km. 8+200 s.d km. 8+500 terdapat lengkung R. 333 dengan kecepatan yang di ijinkan pada lintas tersebut adalah 80 km/jam, namun untuk kepentingan keselamatan saat melintas di lokasi lengkung tersebut dipasang pembatas kecepatan sebesar 70 km/jam. Melalui penelitian pada lokasi km 8+200 s.d 8+500 dengan menggunakan metode survey lapangan untuk mendapatkan data yang selanjutnya digunakan untuk menghitung geometri pada lengkung agar mampu dilewati dengan kecepatan optimal sebesar 80 km/jam. Berdasarkan hasil analisis perhitungan geometri pertinggian, radius, panjang lengkung alih, ruang bebas, batas kecepatan maksimum yang dapat dilalui kereta api, serta perhitungan metode anak panah didapatkan hasil bahwa lengkung pada km. 8+200 s.d km. 8+500 Lintas Wonokromo – Waru tersebut mampu dilewati sesuai kecepatan optimal sebesar 80 km/jam dengan cara memperbesar radius lengkung menjadi 350 M dengan pertinggian maksimum 110 mm sesuai dengan rab yang di buat. Perbandingan antara kecepatan dengan radius lengkung jalan kereta api dapat disimpulkan bahwa semakin besar radius lengkung maka akan semakin tinggi kecepatan kereta api pada saat melintasi lengkung tersebut.
Pengaruh Substitusi Serbuk Kapur Tohor Terhadap Semen Pada Beton Memadat Mandiri (Self-Compacting Concrete) Ditinjau Dari Kuat Tekan: The Effect of Tohor Lime Powder Substitution for Cement in Self-Compacting Concrete in View of Compressive Strength Maria Angelina Getrisiani Piusaputri; safrin zuraidah; bambang sujatmiko
CONCRETE: Construction and Civil Integration Technology Vol. 1 No. 02: October 2023
Publisher : Dr. Soetomo University Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/concrete.v1i02.6944

Abstract

Self-compacting concrete (SCC) adalah teknologi beton yang dirancang sedemikian rupa untuk mencapai tiga karakteristik utamanya, yaitu filling ability (syarat EFNARC, 2002: 65-80 cm), passing ability (syarat EFNARC, 2002: 0,8-1,00) dan segregation resistance (syarat EFNARC, 2002: 0-15 detik). Komposisi material yang digunakan untuk membuat benda uji (SCC) terdiri dari semen portland tipe I, agregat halus, agregat kasar, serbuk kapur tohor, air dan superplasticizer. Terdapat empat variasi serbuk kapur tohor terhadap semen, yaitu variasi 0%, 4%, 8% dan 12%. Keempat variasi ini memenuhi syarat karakteristik SCC dengan masing-masing nilai yang didapatkan pada setiap variasi secara berurutan (0%, 4%, 8%, 12%), yaitu filling ability (66,50 cm; 67,33 cm; 69,17 cm; 67,50 cm), passing ability (0,80; 0,823; 0,823; 0,82) dan segregation resistance (8,67 detik; 9,00 detik; 9,33 detik; 9,00 detik). Pada penelitian ini, substitusi serbuk kapur tohor terhadap semen memberikan pengaruh pada kuat tekan SCC, yaitu semakin besar variasi serbuk kapur tohor terhadap semen, maka semakin kecil kuat tekannya. Adapun hasil kuat tekan yang didapatkan berbanding lurus dengan nilai berat volume pada setiap variasi atau dengan kata lain semakin tinggi variasi serbuk kapur tohor maka semakin kecil berat volumenya. Hasil tersebut dapat dibuktikan dengan nilai berat jenis semen (2,75) yang lebih tinggi dibandingkan berat jenis serbuk kapur tohor (2,4). Untuk kuat tekan optimum terdapat pada variasi 0% pada umur 28 hari dengan perbandingan nilai kuat tekan terhadap variasi lainnya pada umur yang sama sebagai berikut: variasi 0% sebesar 25,17 MPa; variasi 4% sebesar 23 MPa; variasi 8% sebesar 22,34 MPa dan variasi 12% sebesar 13,76 MPa. Berdasarkan hasil kuat tekan yang didapatkan dalam penelitian ini, maka substitusi serbuk kapur tohor terhadap semen dengan komposisi sebanyak 4% dan 8% bisa digunakan untuk struktur ringan, seperti rumah dan pasangan bata.
Pengaruh Limbah Peleburan Tembaga Sebagai Substitusi Agregat Halus Dengan Curing Menggunkan Air Laut Ditinjau Dari Kuat Tekan Beton: The Effect of Copper Smelting Waste as a Substitute for Fine Aggregate by Curing Using Sea Water in View of the Compressive Strength of Concrete Leonita Paska; safrin zuraidah; bambang sujatmiko
CONCRETE: Construction and Civil Integration Technology Vol. 1 No. 02: October 2023
Publisher : Dr. Soetomo University Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/concrete.v1i02.6945

Abstract

Copper slag merupakan hasil peleburan tembaga yang mempunyai susunan kimia Silicon Dioxide (SiO2) sekitar 30 – 36%, Iron Oxide (FeO) mencapai 45 – 55%, Calcium Oxide (CaO) sekitar 2 –7 %, Alumunium Oxide (Al2O3) sekitar 3 –6%. Karena bentuknya menyerupai pasir alam maka dapat dipakai sebagai substitusi pasir. Penelitian dengan metode experimental ini, menggunakan proporsi rancangan campuran (Mix desain) metode SNI 03-2834-2000. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui penggunaan copper slag sebagai substitusi agregat halus dengan curing menggunakan air laut dengan variasi persentase copper slag 0%, 25%, 45%, 65%, dan 85% yang masing-masing variasi dibuat 3 sampel untuk umur 7, 14 dan 28 hari, benda uji yang dipakai berbentuk silider dengan ukuran Ø 15 cm x 30 cm dengan jumlah benda uji sebanyak 90 buah dengan mutu beton adalah f’c = 30 MPa. Peningkatan penggunaan proporsi copper slag dapat meningkatkan berat volume beton dan kuat tekan beton. Dari hasil pengujian, variasi 85% merupakan nilai optimum berat volume beton dengan curing air PAM sebesar 2,60 kg/m3. Kuat tekan optimum terjadi pada variasi 65% sebesar 28,48 MPA. Sedangkan dari hasil pengujian, variasi 85% merupakan nilai optimum berat volume beton dengan curing air Laut sebesar 2,59 kg/m3. Kuat tekan optimum terjadi pada variasi 85% sebesar 27,31 MPA. Dari hasil penelitian ini maka direkomendasikan limbah tembaga (copper slag) dipakai dalam campuran beton sebagai substitusi agregat halun dan untuk bangunan di Laut atau pesisir pantai akan tetapi tidak direkomendasikan untuk bangunan bertingkat tinggi.
ANALISIS EFEKTIVITAS TOWER CRANE PADA PEMBANGUNAN PROYEK GEDUNG UNIVERSITAS AIRLANGGA: ANALYSIS OF THE EFFECTIVENESS OF TOWER CRANE IN THE CONSTRUCTION OF THE AIRLANGGA UNIVERSITY BUILDING PROJECT Ariel Adistya Mandala Ariel; lidya octa; rizki astri
CONCRETE: Construction and Civil Integration Technology Vol. 1 No. 02: October 2023
Publisher : Dr. Soetomo University Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/concrete.v1i02.7029

Abstract

Efektivitas tower crane telah menjadi elemen krusial dalam industri konstruksi modern. Sebagai perangkat angkut utama dalam proses konstruksi vertikal, tower crane memainkan peran penting dalam memastikan efisiensi dan ketepatan waktu dalam proyek-proyek bangunan. Analisis ini berisi tentang perhitungan pada rata-rata produktivitas, perbandingan produktivitas tower crane pada jam kerja efektif dan jam kerja lembur, dan mencari persentase tingkat kefektivitasan tower crane. Perhitungan produktivitas meliputi perhitungan jarak horizontal, waktu, jumlah angkatan dan jarak tempuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produktivitas dan tingkat keefektivitasan tower crane pada proyek pembangunan gedung Universitas Airlangga. Metode yang digunakan dalam mencari persentase tingkat keefektivitasan, yaitu dengan menggunakan metode utilization rate. Penelitian dilakukan dengan cara observasi langsung dengan mengamati tower crane pada proyek pembangungan gedung Universitas Airlangga. Setelah itu, melakukan perhitungan produktivitas tower crane yang meliputi perhitungan jarak horizontal yang dihitung menggunakan aplikasi AutoCAD, waktu operasional, jumlah beban yang diangkat, dan jarak ditempuh oleh tower crane.Rata-rata produktivitas yang dihasilkan sebesar 118,195 km/jam dengan rata-rata 79 angkatan perhari, maka tower crane dianggap produktif. Analisis perbandingan produktivitas jam kerja efektif dan jam kerja lembur dengan rata-rata nilai produktivitas sebesar 80,732 km/jam untuk jam kerja efektif dan nilai rata-rata produktivitas sebesar 32,664 untuk jam kerja lembur, dengan hasil itu jam kerja efektif lebih produktif dibandingkan jam kerja lembur. Melakukan perhitungan persentase tingkat keefektivitasan tower crane dengan menggunakan metode utilization rate, dengan hasil sebesar 63,2%, maka tingkat keefektivitasan tower crane pada proyek pembangunan gedung Universitas Airlangga yaitu, cukup efektif.
Perencanaan Traffic Light Pada Simpang Tiga Jl. Jaksa Agung Suprapto – Jl. KH. Wahid Hasyim – Jl. Jamaludin Kabupaten Sampang: Traffic Light Planning at Simpang Tiga Jl. Attorney General Suprapto – Jl. KH. Wahid Hasyim – Jl. Jamaludin Sampang Regency moh. dika afrizal; rudy santosa; bambang sujatmiko
CONCRETE: Construction and Civil Integration Technology Vol. 1 No. 02: October 2023
Publisher : Dr. Soetomo University Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/concrete.v1i02.7089

Abstract

Persimpangan jalan mempunyai peranan penting dalam kelancaran maupun keselamatan setiap pengendara, oleh karena itu di setiap persimpangan jalan harus ada rambu yang mengatur kelancaran di setiap pergerakan ruas jalan. Simpang tiga di Jl. Jaksa Agung Suprapto – Jl. KH Wahid Hasyim – Jl. Jamaluddin Kabupaten Sampang merupakan akses keluar masuk pusat kota yang tidak mempunyai fasilitas seperti traffic light yang membantu pergerakan jalan sehingga persimpangan jalan tersebut banyak pengguna jalan yang mengalami permasalahan kemacetan terkadang juga sering terjadi kecelakaan pada jam – jam normal. Maka tujuan penelitian ini guna meminimalisir kemacetan yang sering terjadi, serta bisa mengurangi resiko kecelakaan yang akan terjadi pada persimpangan tersebut. Metode dan pengolahan data menggunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI 1997) untuk menganalisa simpang tak bersinyal, serta mengevaluasi menjadi simpang bersinyal. Hasil analisis kinerja eksisting didapatkan derajat kejenuhan puncak sebesar 1,26 dan LOS F pada waktu pagi, 0,87 dan LOS E pada waktu siang, 1,48 dan LOS F pada waktu sore. Dari hasil perencanaan lampu lalu lintas (traffic light) didapat waktu aktual hijau pagi sebesar 4 detik untuk fase 1, 10 detik untuk fase 2, 6 detik untuk fase 3, waktu aktual hijau siang sebesar 3 detik untuk fase 1, 9 detik untuk fase 2, 5 detik untuk fase 3, dan waktu aktual hijau sore sebesar 4 detik untuk fase 1, 10 detik untuk fase 2, 6 detik untuk fase 3. Analisa lampu lalu lintas (traffic light) setelah di forecasting 5 tahun kedepan didapat waktu aktual hijau pagi sebesar 4 detik untuk fase 1, 12 detik untuk fase 2, 8 detik untuk fase 3, waktu aktual hijau siang sebesar 4 detik untuk fase 1, 10 detik untuk fase 2, 6 detik untuk fase 3, dan waktu aktual hijau sore sebesar 5 detik untuk fase 1, 12 detik untuk fase 2, 6 detik untuk fase 3
Analisa Kelayakan Investasi Proyek Pembangunan Perumahan (Studi Kasus : Perumahan dau Garden Residence Kabupaten Malang): Feasibility Analysis of Investment in Housing Development Projects (Case Study: Dau Garden Residence Housing, Malang Regency) nur dewi; bambang sujatmiko; wisnu abiarto
CONCRETE: Construction and Civil Integration Technology Vol. 1 No. 02: October 2023
Publisher : Dr. Soetomo University Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/concrete.v1i02.7090

Abstract

Properti merupakan investasi terbaik, karena karakteristik properti berbeda dengan bisnis lainnya. Lambat laun tanah akan semakin sempit dan mahal karena jumlah penduduk terus membengkak. Rumah-rumah baru akan terus dibangun, terutama di kota-kota besar dan negara berkembang. Hal inilah yang menjadi dasar bagi developer untuk mengembangkan bisnis properti ini. Semakin besarnya peluang bisnis properti di Kabupaten Malang dan sekitarnya dilirik oleh para developer baik dari dalam Kabupaten Malang sendiri ataupun pengembang dari luar kota lainnya, salah satu developer yang mengembangkan bisnis perumahan adalah PT. Tritunggal Putra dengan salah satu Proyek Pembangunan Perumahan Dau Garden Residence yang berlokasi di Desa Sumbersekar, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Tujuan dilakukan analisa kelayakan ini adalah untuk menghitung total modal investasi untuk Pembangunan Proyek Perumahan Dau Garden Residence Kabupaten Malang, menganalisa kelayakan investasi pada Proyek Pembangunan Perumahan Dau Garden Residence Kabupaten Malang. Studi kelayakan pada Proyek Pembangunan Perumahan Dau Garden Residence Kabupaten Malang menggunakan beberapa metode antara lain Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Profitability Index, Payback Period (PP), dan Analisa Sensitifitas. Dengan umur proyek yang direncanakan selama 5 tahun berjalan, dan membutuhkan modal investasi sebesar Rp 6.065.054.496 yang terdiri dari harga dasar bangunan sebesar Rp 4.997.790.001 dan harga dasar tanah sebesar Rp 1.067.264.494. Didapatkan hasil dari metode yang digunakan yaitu NPV sebesar Rp 3.180.946.997 dimana hasil NPV adalah positif dan layak untuk pelaksanaan pembangunan proyek, IRR sebesar 12,154% > 12% dimana diatas syarat yang ditentukan sehingga proyek layak untuk dilaksanakan, PI sebesar 1,525 > 1 dimana diatas syarat yang ditentukan sehingga proyek layak dilaksanakan, PP selama 35 bulan 23 hari dimana hasil PP tidak melebihi masa proyek yang direncanakan selama 5 tahun sehingga proyek ini layak untuk dilaksanakan, hasil analisa sensitifitas dari parameter modal biaya investasi didapatkan batasan kenaikan modal biaya di interval 150% dan harga penjualan perumahan didapatkan batasan penurunan harga di interval 20% dan di kedua nilai interval tersebut hasil NPV negatif yang mana proyek sudah tidak dapat dilaksanakan. Sehingga dapat disimpulkan dari beberapa metode yang digunakan bahwa analisa kelayakan investasi pembangunan Proyek Perumahan Dau Garden Residence Kabupaten Malang memenuhi syarat – syarat yang telah ditentukan dan layak untuk dilaksanakan pembangunan.
EVALUASI PERENCANAAN GEOMETRIK JALAN TRANS PAPUA RUAS WAMENA – JAYAPURA PROVINSI PAPUA (STA 0+000 – STA 5+000) : GEOMETRIC PLANNING EVALUATION OF THE TRANS PAPUA ROAD FOR THE WAMENA – JAYAPURA SECTION OF PAPUA PROVINCE (STA 0+000 – STA 5+000) Novita Itlay; Rudi Santosa; sekar ayu
CONCRETE: Construction and Civil Integration Technology Vol. 1 No. 02: October 2023
Publisher : Dr. Soetomo University Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/concrete.v1i02.7112

Abstract

Jalan Trans Papua merupakan jalan nasional yang menghubungkan provinsi Papua Barat dan provinsi Papua (termasuk yang terisolasi), membentang dari Kota Sorong di provinsi Papua Barat hingga Merauke di provinsi Papua dengan total panjang mencapai 4.330,07 kilometer (km). Dari total panjang tersebut, terbagi atas 3.259,45 km di provinsi Papua (sepuluh ruas jalan) dan 1.070,62 km di provinsi Papua Barat (dua ruas jalan). Jalan Trans Papua Ruas Wamena – Elelim – Jayapura dengan panjang 585 km. Pembangunan jalan Trans Papua memiliki peranan yang sangat penting dalam bidang ekonomi, sosial, politik, budaya, dan pertahanan keamanan serta dengan pertumbuhan jumlah penduduk yang relatif tinggi. Di bidang ekonomi, jalan Trans Papua merupakan prasarana transportasi guna memindahkan barang/jasa dari satu tempat ke tempat lainnya secara mudah dan efektif. Maka dari itu dibutuhkan perencanaan volume galian dan timbunan serta perencanaan geometrik yang baik agar para pengguna jalan merasa aman dan nyaman dalam berkendara. Metode perencanaan geometrik jalan tersebut menggunakan peraturan sesuai dengan Peraturan Tata Cara Perencanaan Geometrik Jalan Antar Kota No. 038/TBM/1997 perencanaan geometrik jalan. Hasil Perencanaan Jalan Trans Wamena – Jayapura diperoleh perencanaan geometrik dominan pegunungan karena memiliki kelandaian medan >25% dan tipe ruas jalan ini adalah 1 jalur - 2 lajur - 2 arah tak terbagi (2/2 TB). Sehingga termasuk dalam kelas jalan Arteri dengan kecepatan rencana 40 km/jam, lebar jalan 7 meter, bahu jalan 2,5 meter, lebar lajur 2 x 3,5 meter. Total galian pada tikungan ini sebesar 75796.03 m3 dan total timbunan pada perencanaan trase ini sebesar 2894.17 m3. Hasil perencanaan alinyemen horizontal dan vertikal, terdapat 30 tikungan dengan tipe spiral – spiral dan circle – spiral – circle dan 17 lengkung vertikal dengan tipe cembung dan cekung. Pada perhitungan galian dan timbunan, total galian yang harus dikerjakan adalah 183.931,4 m³ dan total timbunan yang harus dikerjakan adalah 6.359,67 m³. Kata kunci: Trans Wamena-Jayapura, Geometrik Jalan, Galian dan Timbunan
Studi Perencanaan Struktur Jembatan Baja (Trogh Howe Truss) Pada Jembatan Pagerluyung Mojokerto: Steel Bridge Structure Planning Study (Trogh Howe Truss) on the Pagerluyung Bridge, Mojokerto Achmad fauzi purnomo putro Fauzi; safrin zuraidah; budi hastono
CONCRETE: Construction and Civil Integration Technology Vol. 1 No. 02: October 2023
Publisher : Dr. Soetomo University Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/concrete.v1i02.7144

Abstract

Jembatan dibangun untuk mendukung pertumbuhan ekonomi suatu daerah. Jembatan dirancang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi di lapangan sehingga dirancang jembatan bertipe rangka dengan material baja. Yang membentang menyebrangi sungai Brantas Mojokerto KM174. Jembatan dibagi menjadi 3 bentang, bentang 1 panjang 16.6 meter, bentang 2 panajng 40.7 meter, bentang 3 panjang 30.6 meter. Jembatan baja yang di rancang adalah jembatan rangka baja type Trugh Howe Truss. Struktur jembatan yang lama menggunakan jembatan gelagar yang dibagi menjadi 3 bentang. Direncanakan struktur bangunan atas jembatan menggunakan rangka baja. Untuk bentang 1 menggunakan jembatan gelagar sedangkan bentang 2 dan 3 menggunakan susunan rangka (Trough Howe Truss). Agar dalam perencanaan perhitungan jembatan didapat struktur yang kuat dan efisien dalam perencanaan. Jembatan rangka baja dianalisis menggunakan acuan SNI 1725:2016, SNI 1729:2002 SNI 2833:2016. Sementara untuk analisis gaya-gaya dalam komponen menggunakan aplikasi SAP2000 v14. Analisis gaya dalam dan perhitungan jembatan beban dihitung menggunakan perangkat lunak Microsoft Exel. Hasil analisis yang diperoleh dari pertimbangan perangkat lunak SAP 2000v.14 dengan menggunakan strandar mutu AISC LRFD99 digunakan sebagai beban ultimat yang bekerja pada komponen jembatan. Untuk hasil struktur pada bentang ke-1 jembatan gelagar panjang 16.6 meter didapat profil WF 600.300.14.23 sebagai gelagar memanjang, sedangkan untuk gelagar melintang sebagai diafragma menggunakan profil WF 125.60.6.8. Untuk jembatan rangka bentang ke- 2 yaitu panjang 40,7 meter gelagar memanjang memakai WF 250.175.7.11, gelagar melintang WF 600.300.14.23. Untuk struktur pemikul rangka utama rangka batang bawah WF 250.175.7.11, rangka batang atas WF 250.175.7.11, batang diagonal WF 250.175.7.11, batang vertikal WF 250.175.7.11, ikatan angin atas profil siku L 120.120.20., ikatan angin bawah profil siku L 180.180.20. Sedangkan untuk bentang ke-3 yaitu 30.6 meter, gelagar memanjang memakai WF 250.175.7.11, gelagar melintang WF 600.300.14.23. Struktur pemikul rangka utama rangka batang bawah 250.175.7.11, rangka batang atas 250.175.7.11, batang diagonal WF 250.175.7.11, batang vertikal WF 250.175.7.11, ikatan angin atas profil siku L 120.120.20, ikatan angin bawah profil siku L 120.120.20.Sambungan antara profil WF direncanakan menggunakan pelat tebal 20 mm 250 Mpa yang dipasang pada titik tumpuan.
EVALUASI KELAYAKAN INVESTASI PROYEK BERDASARKAN ASPEK TEKNIS DAN FINANSIAL (Studi Kasus : Perumahan Cluster Paddington Wisata Bukit Mas Surabaya): EVALUATION OF PROJECT INVESTMENT FEASIBILITY BASED ON TECHNICAL AND FINANCIAL ASPECTS (Case Study: Paddington Cluster Housing Tourism Bukit Mas Surabaya) Anita Anggraini; Maulidya Octaviani B; Rizki Astri Apriliani
CONCRETE: Construction and Civil Integration Technology Vol. 2 No. 01: April 2024
Publisher : Dr. Soetomo University Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/concrete.v2i01.7244

Abstract

Untuk mencapai tujuan suatu proyek maka perlu dilakukan evaluasi untuk menghindari pemilihan proyek yang akan merugikan dan menentukan proyek tersebut agar dapat dilaksanakan. Evaluasi tersebut berkaitan dengan kelayakan masa depan proyek. Ada beberapa aspek yang dapat dikaji dalam melakukan evaluasi kelayakan, seperti kelayakan pada aspek teknis dan juga aspek finansial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi layak atau tidaknya proyek pengembangan klaster Paddington dari segi teknis dan finansial. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis data sekunder dan pengumpulan data primer melalui survei, wawancara dan analisis dokumen terkait. Data yang terkumpul akan dianalisis menggunakan alat perhitungan dan perangkat lunak terkini untuk memberikan gambaran kelayakan investasi secara menyeluruh. Pada aspek teknis meliputi penelitian aksesibilitas lokasi proyek yang sangat strategis apabila diperuntukkan bagi kawasan komersil dan didukung dengan sarana transportasi yang memadai, kondisi perkembangan kawasan sekitar dengan fasilitas yang memadai, memperhatikan Dasar Bangunan. Koefisien (KDB) sebesar 50% < 70% dan Koefisien Lantai Bangunan (KLB) sebesar 50% < 5 kali nilai KDB, serta fasilitas faktor pendukung yang memenuhi standar peraturan pemerintah. Sementara itu, aspek finansial merupakan bagian penting dalam evaluasi kelayakan investasi. Penilaian finansial akan mencakup proyeksi pendapatan dan biaya selama periode proyek, berdasarkan evaluasi yang dilakukan terhadap kelayakan investasi dari aspek finansial dengan Net Present Value (NPV) sebesar Rp. . 9.165.994.449 > 0, Benefit Cost Ratio (BCR) sebesar 1.076 > 1, Sedangkan IRR yang diperoleh memiliki nilai sebesar 15,436% lebih besar dari MARR yang ditetapkan sebesar 12%, payback period 6 tahun 7 bulan, dan Profitability Index ( Nilai PI) sebesar 1,049 > 1 berarti proyek tersebut dapat dikatakan layak dan dapat dilaksanakan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas kepada para pemangku kepentingan tentang apakah proyek ini layak untuk dilaksanakan. Jika proyek ini dinilai layak, maka penelitian ini juga akan memberikan rekomendasi untuk meningkatkan kinerja proyek secara keseluruhan.
PENGARUH PENAMBAHAN SERAT NYLON UNTUK MENINGKATKAN KEKUATAN MORTAR: EFFECT OF ADDING NYLON FIBERS TO INCREASE MORTAR STRENGTH Fulgentius Acil Kabit; Safrin Zuraidah; Bambang Sujatmiko
CONCRETE: Construction and Civil Integration Technology Vol. 2 No. 01: April 2024
Publisher : Dr. Soetomo University Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/concrete.v2i01.7317

Abstract

Mortar adalah campuran semen, pasir, dan air dengan persentase yang bervariasi sebagai bahan pengikat mortar harus mempunyai kekentalan yang konsisten/standar. Mortar ini nantinya akan membantu menentukan kekuatan mortar (plester atau dinding yang diplester) sehingga diharapkan mortar tidak rusak akibat gaya tekan yang ditimbulkan oleh beban kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh penambahan serat nilon pada mortar berdasarkan komposisi yang berbeda. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh penambahan serat nilon pada mortar berdasarkan komposisi yang berbeda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen yang ditinjau dari kuat tekan dan kuat tarik mortar, untuk pengujian akan dilakukan pada umur 7, 14, dan 28 hari, sedangkan serat nilon yang akan digunakan akan dipotong sepanjang 5 cm dengan komposisi serat 0%, 0,3%, 0,6% dan 0,9% dari berat semen, cetakan yang akan digunakan untuk membuat benda uji berbentuk silinder dengan ukuran 10 x 20 cm dan 5 x 10 untuk porositas, dengan jumlah benda uji sebanyak 60 buah, kuat tekan 36 buah, kuat tarik belah 15 buah, dan porositas sebanyak 15 buah. Untuk pengujian kuat tekan akan dilakukan pada umur 7, 14, dan 28 hari, kuat tarik belah pada umur 28 hari dan porositas pada umur 28 hari. Dari hasil pengujian yang diperoleh nilai kuat tekan maksimum terdapat pada persentase serat 0,9% sebesar 15,07 Mpa pada umur 28 hari, hasil yang diperoleh lebih tinggi dibandingkan mortar tanpa serat dengan nilai maksimum diperoleh sebesar 11,67 Mpa dan untuk split kekuatan tarik maksimal