cover
Contact Name
CONCRETE: Construction and Civil Integration Technology
Contact Email
concrete@unitomo.ac.id
Phone
+6281335675889
Journal Mail Official
concrete@unitomo.ac.id
Editorial Address
Jalan Semolowaru no. 84 Surabaya, 60283
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
CONCRETE: Construction and Civil Integration Technolog
ISSN : -     EISSN : 30250390     DOI : -
Core Subject :
The Journal invites original articles and not simultaneously submitted to another journal or conference. The whole spectrum of civil engineering are welcome, which includes, but is not limited to: -Building Materials and Structures -Coastal and Harbor Engineering -Constructions Technology -Constructions Economy and Management -Earthquake Engineering -Environmental Engineering -Renovation of Buildings -Geotechnical Engineering -Highway Engineering -Hydraulic and Hydraulic Structures -Road and Bridge Engineering -Structural Engineering -Surveying and Geo-Spatial Engineering -Transportation Engineering -Tunnel Engineering -Urban Engineering and Economy -Water Resources Engineering -Urban Drainage
Arjuna Subject : -
Articles 77 Documents
Analisis Perbandingan Koefisien Di HSPK Surabaya 2023 Dan AHSP PUPR 2022 Terhadap Koefisien Aktual: Comparative Analysis of Coefficients in HSPK Surabaya 2023 and AHSP PUPR 2022 Against Actual Coefficients Anas Sholikin; Maulidya Octaviani; Rizki Astri Apriliani
CONCRETE: Construction and Civil Integration Technology Vol. 2 No. 01: April 2024
Publisher : Dr. Soetomo University Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/concrete.v2i01.8134

Abstract

Beton merupakan bagian dari material struktur bangunan yang terdiri dari campuran agregat halus, agregat kasar, semen dan air sebagai pengikat. Beton memiliki daya kuat tekan yang tinggi, namun lemah dalam menahan kuat tarik dan bersifat getas (brittle). Pemberian serat termasuk dapat memperbaiki kelemahan beton yaitu dapat memberi tulangan pada beton juga diantaranya serat nilon. Nilon memiliki sifat karakteristik yang baik pada durability dan daktilitas yang besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat mekanik beton normal dengan beton serat terhadap kuat tekan dan kuat tarik belah berdasarkan variasinya. Metode yang dipakai yaitu eksperimen. Mutu rencana f’c = 30 MPa, menggunakan nilon Ø0,6mm panjang ±8 cm bersimpul. Jumlah benda uji 60 buah yaitu kuat tekan 36 buah, kuat tarik belah 12 buah menggunakan silinder 15x30 cm dan porositas 12 buah menggunakan silinder 5x10 cm. Pengujian kuat tekan dilakukan saat beton berumur 7 14 dan 28 hari, kuat tarik belah dan porositas 28 hari. Hasil pengujian beton umur 28 hari menunjukkan nilai kuat tekan maksimum terdapat pada variasi 1,25% yaitu 26,22 MPa mengalami peningkatan 26,4% dibandingkan dengan beton normal 0% yaitu 20,75 MPa. Sedangkan nilai kuat tarik belah menurun secara berturut seiring dengan pertambahan variasi dimana maksimum terdapat pada variasi 0% maupun 1% menghasilkan nilai yang sama yaitu 2,74 MPa, pada variasi 1,25% dan 1,5% yaitu 2,69 MPa dan 2,59 MPa mengalami penurunan 1,9% dan 5,7% dari beton normal. Ditarik kesimpulan bahwa beton normal memiliki daya kuat tekan 20,75 MPa dan kuat tarik belah 2,74 MPa, sedangkan beton serat nilon memiliki daya kuat tekan 26,22 MPa di variasi 1,25% dan kuat tarik belah 2,74 MPa di variasi 1% dan menghasilkan beton yang sedikit lebih daktail. Hal ini menunjukkan bahwa penambahan serat nilon dapat membantu meningkatkan nilai kuat tekan namun tidak dalam mengatasi kelemahan pada kuat tarik belah beton.
Serat Senar Nilon Sebagai Bahan Tambahan Pada Campuran Beton: Nylon String Fiber as an Additional Ingredient in Concrete Mixtures Siti Emi Sinta Ningrum; Safrin Zuraidah; Budi Hastono
CONCRETE: Construction and Civil Integration Technology Vol. 2 No. 01: April 2024
Publisher : Dr. Soetomo University Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/concrete.v2i01.8135

Abstract

Beton merupakan bagian dari material struktur bangunan yang terdiri dari campuran agregat halus, agregat kasar, semen dan air sebagai pengikat. Beton memiliki daya kuat tekan yang tinggi, namun lemah dalam menahan kuat tarik dan bersifat getas (brittle). Pemberian serat termasuk dapat memperbaiki kelemahan beton yaitu dapat memberi tulangan pada beton juga diantaranya serat nilon. Nilon memiliki sifat karakteristik yang baik pada durability dan daktilitas yang besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat mekanik beton normal dengan beton serat terhadap kuat tekan dan kuat tarik belah berdasarkan variasinya. Metode yang dipakai yaitu eksperimen. Mutu rencana f’c = 30 MPa, menggunakan nilon Ø0,6mm panjang ±8 cm bersimpul. Jumlah benda uji 60 buah yaitu kuat tekan 36 buah, kuat tarik belah 12 buah menggunakan silinder 15x30 cm dan porositas 12 buah menggunakan silinder 5x10 cm. Pengujian kuat tekan dilakukan saat beton berumur 7 14 dan 28 hari, kuat tarik belah dan porositas 28 hari. Hasil pengujian beton umur 28 hari menunjukkan nilai kuat tekan maksimum terdapat pada variasi 1,25% yaitu 26,22 MPa mengalami peningkatan 26,4% dibandingkan dengan beton normal 0% yaitu 20,75 MPa. Sedangkan nilai kuat tarik belah menurun secara berturut seiring dengan pertambahan variasi dimana maksimum terdapat pada variasi 0% maupun 1% menghasilkan nilai yang sama yaitu 2,74 MPa, pada variasi 1,25% dan 1,5% yaitu 2,69 MPa dan 2,59 MPa mengalami penurunan 1,9% dan 5,7% dari beton normal. Ditarik kesimpulan bahwa beton normal memiliki daya kuat tekan 20,75 MPa dan kuat tarik belah 2,74 MPa, sedangkan beton serat nilon memiliki daya kuat tekan 26,22 MPa di variasi 1,25% dan kuat tarik belah 2,74 MPa di variasi 1% dan menghasilkan beton yang sedikit lebih daktail. Hal ini menunjukkan bahwa penambahan serat nilon dapat membantu meningkatkan nilai kuat tekan namun tidak dalam mengatasi kelemahan pada kuat tarik belah beton.
ANALISIS OPTIMALISASI PENGEMBANGAN SARANA DAN PRASARANA TERMINAL PETIKEMAS PADA STASIUN KALIMAS (STUDI KASUS: JO. BUMIKALOG) : ANALYSIS OF OPTIMIZATION OF DEVELOPMENT OF FACILITIES AND INFRASTRUCTURE OF CONTAINER TERMINALS AT KALIMAS STATION (CASE STUDY: JO. BUMIKALOG) Fajar Ramadhan Suprayogi; Rudi Santosa; Rizki Astri Apriliani
CONCRETE: Construction and Civil Integration Technology Vol. 2 No. 01: April 2024
Publisher : Dr. Soetomo University Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/concrete.v2i01.8137

Abstract

JO. BUMIKALOG merupakan badan usaha jasa logistik gabungan antara PT Bumi Wijaya Terminal dan PT Kereta Api Logistik yang berada di bawahnaungan PT Kereta Api Indonesia pada tanggal 23 Mei 2013. Fokus Bisnis JO Bumikalog Terminal penumpukan barang/container, Stuffing/Stripping/ReworkKegiatannya, Penyewaan Tanah/Gudang, Penumpukan, Bongkar Muat Semen, Bongkar Muat Kontainer. Beberapa permasalahan yang terjadi padaJO.BUMIKALOG memuat kinerja pelayanan operasional terminal JO. BUMIKALOG saat ini sedang berlangsung dalam penyediaan pemuatan danpelayanan bongkar muat peti kemas, identifikasi kapasitas yang terpakai dan tersedia pada terminal peti kemas, dan pengukuran kapasitasnyaTerminal peti kemas JO.BUMIKALOG untuk menampung peti kemas dalam jangka waktu 5 tahun ke depan. Tujuan penelitian meliputi menganalisis dan mengidentifikasikinerja pelayanan bongkar muat petikemas di Terminal JO. BUMIKALOG, Analisa kapasitas terpakai dan tersedia pada containerterminal, dan menghitung kapasitas terminal peti kemas dalam kurun waktu 5 tahun dengan menggunakan metode Forecasting. peneliti melakukan Peramalan penelitimelakukan pengolahan data dengan metode BOR (Berth Occupancy Ratio), mengukur proporsi kapasitas moda yang digunakan (Kereta Api) terhadap kapasitas lapangandan YOR (Yard Occupancy Ratio) yang mengukur proporsi kapasitas lahan yang terpakai (Hold Kapasitas) terhadap kapasitas lapangan yang tersedia berdasarkan pemahamanOleh karena itu, BOR dan YOR saling terkait untuk mendukung kelompok usaha yang dilakukan oleh pemilik usaha, dalam hal ini JO. Bumikalog. Hasil dari inipenelitian menghasilkan identifikasi menggunakan metode BOR di JO.BUMIKALOG dari tahun 2018 - 2022 yaitu sebesar 33%. Kondisi ini masih memenuhi UNCTADstandar yaitu <70%. Sehingga JO.BUMIKALOG masih layak untuk melakukan kegiatan bongkar muat. Untuk mengidentifikasi JO.BUMIKALOG BOR di2018 – 2027 rata-ratanya 77%. Kondisi ini berada pada standar UNCTAD yaitu lebih dari 70%. Sehingga harus dikembangkan dengan memperhatikanpenumpukan tambahan.
Analisis Percepatan Proyek Menggunakan Metode Crashing (Studi Kasus Proyek Gedung Kontrol Gardu Induk 150Kv Blimbing Baru 2021): Analysis of Project Acceleration Using the Crashing Method (Case Study of the 150Kv Blimbing Baru 2021 Main Substation Control Building Project) Erfandi Pamungkas Putra; Bambang Sujatmiko; Maulidya Octaviani
CONCRETE: Construction and Civil Integration Technology Vol. 2 No. 02: October 2024
Publisher : Dr. Soetomo University Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/concrete.v2i02.8227

Abstract

Perkembangan pembangunan infrastruktur dari waktu ke waktu selalu berkembang dan bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Dalam pelaksanaan suatu proyek kontruksi, setiap pelaksana kegiatan pasti menginginkan proyek tersebut dapat berjalan sesuai rencana dan juga dapat diselesaikan dengan tepat waktu. Percepatan proyek pada Pembangunan Gedung Kontrol Gardu Induk 150 Kv Blimbing menggunakan metode crashing, menggunakan beberapa cara agar proyek tidak terlambat antara lain, menggunakan penambahan tenaga kerja, dan menggunakan penambahan jam kerja (lembur). Dengan biaya awal proyek Rp1.409.139.200 ditempuh dalam waktu 589 hari. Dengan hasil yang diperoleh oleh metode penambahan tenaga kerja yaitu Rp1.445.540.320.395 ditempuh dalam waktu 499 hari, selisih Rp. 36.401.120 dari biaya awal proyek dan lebih cepat 90 hari dari durasi normal. Sedangkan dengan penambahan jam kerja (lembur) 2 jam kerja dapat diperoleh yaitu Rp. 1.495.443.142 ditempuh dalam waktu 508 hari. lebih mahal selisih Rp 49.902.822 dari biaya penambahan tenaga kerja dan selisih waktu 9 hari lebih lama dibandingkan metode penambahan jam kerja, dan selisih Rp. 86.303.942 lebih besar dari biaya normal, dan selisih waktu 81 hari lebih cepat dari durasi normal. Jadi sebagai pertimbangan, saya lebih merekomendasikan metode penambahan tenaga kerja. Karena dari analisa ini penambahan tenaga kerja hanya selisih Rp.36.401.120 dari jam kerja normal. Dan mempercepat durasi 90 hari dari jam kerja normal. Yang lebih ekonomis untuk menyelesaikan proyek ialah penambahan tenaga kerja karena lebih hemat Rp. 49.902,822 dari penambahan jam kerja (lembur).
PEMANFAATAN CANGKANG KELAPA SAWIT SEBAGAI SUBSTITUSI AGREGAT KASAR UNTUK CAMPURAN PEMBUATAN BETON: UTILIZATION OF PALM SHELLS AS A SUBSTITUTION FOR COARSE AGGREGATE FOR CONCRETE MIXTURE Sapherdi Lapu Kalinggoru; Safrin Zuraidah; K. Budi Hastono
CONCRETE: Construction and Civil Integration Technology Vol. 2 No. 02: October 2024
Publisher : Dr. Soetomo University Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/concrete.v2i02.8307

Abstract

Perkembangan pembangunan di bidang konstruksi yang semakin maju dan serba canggih, teknologi beton mempunyai potensi yang luas dalam bidang konstruksi, karena beton mudah dikerjakan dan ekonomis dari segi biaya. Beton memiliki kuat tekan yang tinggi sehingga mampu mendukung struktur bangunan besar dan berat. Tetapi beton mempunyai kekuatan tarik rendah dan sifatnya getas (Brittle). Campuran adukan dari pasir,batu pecah dan cangkang kelapa sawit, bahan perekat (Cement Portland), air dan bahan tambahan lainnya. Pengunaan cangkang kelapa sawit dalam campuran beton tidak asing lagi dalam dunia konstruksi dimana salah satu cangkang sawit yang bisa digunakan dalam campuran pembuatan beton. Tujuan dari penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisa pengaruh penambahan cangkang kelapa sawit dan untuk mendapatkan nilai komposisi yang optimum yang menghasilkan kuat tekan dan kuat tarik belah beton maksimal. Adapun variasi persentase cangkang kelapa sawit yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 0,3%, 0,6%, 0,9%, dari berat agregat kasar. Penelitian ini mengacu pada desain campuran SNI 03-2834-2000, dengan mutu beton yang direncanakan f’c = 25 MPa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental yang dilakukan di Laboratorium teknologi beton Universitas Dr. Soetomo Surabaya. Benda uji berbentuk silinder diameter 15 cm tinggi 30 cm. Dalam penelitian ini terdapat dua variabel yang terdiri dari variabel bebas (independent variable) yaitu persentase cangkang kelapa sawit dan variabel tak bebas (dependent variable) yaitu kuat tekan, kuat tarik belah,berat volume dan porositas. Hasil penelitian menunjukkan kuat tekan dan kuat tarik belah beton maksimum pada variasi cangkang kelapa sawit 03%, 0,6%, 0,9%, menurun dan tidak melebihi dari hasil nilai dari beton normal sehingga tidak dapat direkomendasikan untuk digunakan dalam campuran pembuatan beton.
Redisain Struktur Beton Bertulang Menjadi Sruktur Baja (Studi Kasus : Pada Gedung 4 Lantai UKM Center Universitas Negeri Surabaya): Redesign of Reinforced Concrete Structure into Steel Structure (Case Study: 4-Storey Building of UKM Center, Surabaya State University) Deny Kurniadi; Safrin Zuraidah; K. Budi Hastono
CONCRETE: Construction and Civil Integration Technology Vol. 2 No. 02: October 2024
Publisher : Dr. Soetomo University Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/concrete.v2i02.8411

Abstract

Struktur yang sering diterapkan pada pembangunan gedung bertingkat adalah struktur beton bertulang, struktur baja dinilai masih dapat bersaing dengan struktur beton bertulang. Mengingat material baja memiliki keunggulan dibandingkan beton yaitu dalam hal kuat tarik,berat, dan alat bantu penunjang pemasangan struktur baja lebih sederhana sehingga mempercepat proses pengerjaan dan bisa menghemat biaya pengadaan barang dan efisiensi waktu. Dari segi perbandingan biaya struktur baja memiliki biaya yang lebih mahal dari struktur beton bertulang. Redisain bangunan ini mengacu pada peraturan LRFD dengan SNI 1729-2002 serta menggunakan baja profil WF. Struktur dimodelkan dengan menggunakan AutoCAD lalu dimport menuju sofware SAP2000. Permodelan struktur dengan sistem portal (Frame) terdiri atas balok dan kolom. Beban yang ditinjau dari redisain tersebut adalah beban mati, beban hidup, beban angin dan beban gempa. Dari hasil redisan didapatkan balok dengan dimensi profil Wf 350x350x14x22 mm dan kolom dengan profil Wf 400x400x45x70 mm. Perbandingan antara harga beton bertulang dan baja pada Gedung UKM Center Universitas Negeri Surabaya untuk beton bertulang memerlukan biaya Rp. 10.538.123 dan Baja Rp. 58.702.800, dengan persentase struktur baja 457% dari struktur beton. Pada waktu pelaksanaan kontruksi beton relatif lebih panjang dan biaya yang lebih mahal dibandingan dengan kontruksi baja.
Evaluasi Analisa Harga Satuan Pekerjaan Dengan Mereduksi Tenaga Kerja Dan Bahan (Studi Kasus: Kegiatan Swakelola Sdn 1 Sugihwaras Kabupaten Nganjuk Tahun 2023): Evaluation of Unit Price Analysis of Work by Reducing Labor and Materials (Case Study: Self-Management Activities of Sdn 1 Sugihwaras, Nganjuk Regency in 2023) Asyudi Dahmiyanto; Bambang Sujatmiko; Rizki Astri Apriliani
CONCRETE: Construction and Civil Integration Technology Vol. 2 No. 02: October 2024
Publisher : Dr. Soetomo University Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/concrete.v2i02.8709

Abstract

Setiap proyek mempunyai situasi dan kondisi yang berbeda sehingga terjadi perbedaan biaya antara satu bangunan dengan bangunan lainnya meski dalam satu lokasi, tergantung pada kondisi existing bangunan, cukup penting untuk kontrol kualitas dan kuantitas pekerjaan. Ada beberapa analisa yang dapat digunakan, analisa B.O.W (Burgerlijke Open bare Werken), SNI, ataupun AHSP berdasarkan PERMENPU bidang PekerjaanUmum dan Perumahan Rakyat. Menurut Peraturan Kementerian Pekerjaan Umum Nomor 8 Tahun 2023 tentang Pedoman Penyusunan Perkiraan Biaya Pekerjaan Konstruksi Bidang PUPR. Oleh karenanya dibutuhkan perencanaan yang matang dengan menganalisis item pekerjaan yang akan dikerjakan dan mereduksi waste factor / faktor buang dalam AHSP 2022. diharapkan dapat ditemukan item pekerjaan yang memiliki waste factor / faktor buang yang besar. Salah satu contoh pengambilan sampel penelitian yaitu pada analisa harga satuan pemasangan keramik dibandingkan dengan harga borongan pemasangan keramik yang datanya diambil secara random dari beberapa mandor / pelaksana dari kontraktor besar, atau membandingkan nilai koefisien pemasangan keramik dengan koefisien pemasangan ubin. Maka dengan keterbatasan dalam ketersediaan dana yang ada, untuk memenuhi kegiatan pembangunan tersebut dibutuhkan analisa harga satuan yang lebih terjangkau dengan mereduksi koefisien dalam ASHP 2022 supaya rencana pembangunan dapat terselesaikan hingga finish. Kegiatan Pembangunan yang dilakukan di Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk baik yang bersumber dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) maupun Dana AlokasiKhusus (DAK) bertujuan untuk mewujudkan peningkatan akses bagi masyarakat terhadap pendidikan yang lebih berkualitas Koefisien yang lebih efisien dicapai melalui penyesuaian koefisien yang ada dalam AHSP 2022 dan penyesuaian beberapa item pekerjaan yang memiliki faktor pemborosan yang signifikan untuk memenuhi kebutuhan nyata di lapangan serta penyesuaian terhadap tingginya harga borong kerja yang ada di pasaran. Selisih dari perhitungan Analisa reduksi terhadap AHSP 2022 menghasilkan pengurangan (efisiensi) antara 10% hingga 40%. Dengan menggunakan Analisa Reduksi, RAB yang efisien dapat menghemat 20% anggaran atau 80% dari RAB dengan AHSP 2022. Penghematan sebesar Rp.1.630.576.000,00 dikurangi dari Rp.1.299.844.000,00 = Rp.330.732.000,00.
ANALISIS SISTEM DRAINASE MENGGUNAKAN HEC-RAS 5.0.2 UNTUK PENANGANAN GENANGAN DI KAWASAN SEMOLOWARU – SURABAYA: DRAINAGE SYSTEM ANALYSIS USING HEC-RAS 5.0.2 FOR FLOODING HANDLING IN SEMOLOWARU AREA – SURABAYA Norman Sasongko; Nurul Jannah; Rizki Astri Apriliani
CONCRETE: Construction and Civil Integration Technology Vol. 2 No. 02: October 2024
Publisher : Dr. Soetomo University Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/concrete.v2i02.8712

Abstract

Kota Surabaya mengalami perkembangan yang sangat pesat dalam berbagai sektor, salah satunya adalah sistem drainase. Salah satu faktor dalam hal ini adalah adanya perubahan tata guna lahan dari persawahan menjadi lahan pemukiman, sehingga adanya pengurangan daerah resapan dan peningkatan koefisien pengaliran menjadi semakin besar. Wilayah Semolowaru di Surabaya bagian Timur merupakan salah satu kawasan penting, dimana terdapat fasilitas sosial ekonomi dan penunjang lainnya seperti pertokoan, permukiman, serta sarana pendidikan. Kawasan Jl. Semolowaru memiliki penampungan air yang berasal dari Saluran Primer Semolowaru serta Saluran Sekunder dan Tersier yang berasal dari perumahan-perumahan penduduk. Pada musim hujan, banyak penduduk mengeluhkan adanya banjir ataupun genangan yang tidak mampu ditampung oleh saluran eksisting tersebut. Mengacu pada keadaan tersebut, skripsi ini bertujuan menganalisis besar debit rencana 5 tahun pada kapasitas saluran eksisting serta menganalisis usaha untuk mencegah terjadinya banjir pada wilayah catchment area saluran Jl. Semolowaru. Metode penelitian dalam skripsi ini meliputi analisis hidrologi dan hidrolika. Analisis hidrologi meliputi analisis curah hujan maksimum, analisis distribusi frekuensi dan debit banjir rencana. Sedangkan analisis hidrolika meliputi perencanaan dimensi saluran menggunakan aplikasi HEC-RAS. Analisis hidrologi menghasilkan nilai curah hujan rencana (R24) Periode Ulang Hujan 5 tahun sebesar 34,857 mm yang didapat dari Stasiun Hujan Gubeng, Keputih dan Wonorejo. Analisis hidrolika menggunakan HEC-RAS menunjukkan adanya banjir di Saluran Tersier Semolowaru Utara dan Semolowaru Utara 3, serta Saluran Sekunder Semolowaru. Solusi genangan banjir dengan peningkatan kapasitas saluran drainase yang disarankan adalah perubahan dimensi Saluran Tersier 3 dan 4 menjadi 2,5 x 2; serta Saluran Sekunder menjadi 5 x 2,5. Usaha yang dapat dilakukan untuk mengatasi banjir di kawasan tersebut antara lain peningkatan kapasitas saluran, pembuatan kolam retensi dan resapan, penggunaan permeable pavement, pengelolaan ruang terbuka hijau, serta pemeliharaan rutin sistem drainase.
PERENCANAAN INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH TAMBAK MENGGUNAKAN METODE CONSTRUCTION WETLAND PADA SALURAN DRAINASE PT PBSB LOMBOK: PLANNING OF WASTEWATER TREATMENT INSTALLATION FOR POND USING THE CONSTRUCTION WETLAND METHOD ON PT PBSB LOMBOK DRAINAGE CHANNELS Dimas Septyan; Nurul Jannah; Rizki Astri Apriliani
CONCRETE: Construction and Civil Integration Technology Vol. 2 No. 02: October 2024
Publisher : Dr. Soetomo University Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/concrete.v2i02.8733

Abstract

Berkembangnya tambak udang di desa tambak sari menimbulkan persoalan baru dalam lingkungan. Persoalan yang muncul adalah akumulasi limbah yang mengakibatkan pencemaran, masih banyak pemilik tambak udang yang tidak melakukan pengolahan limbahnya. Melalui PERENCANAAN INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH TAMBAK diharapkan akan berdampak kepada keberlanjutan dari usaha tambak udang yang secara tidak langsung memberikan dampak baik terhadap lingkungan dan SDM sekitar. Dilihat dari segi keefektifannya, metode Constructed wetland mempunyai efisiensi penyisihan TSS hingga 97% dan dilihat dari segi lingkungan dapat meminimalisir aroma yang tak sedap apabila menggunakan model aliran Sub-Surface Flow. Metode yang digunakan dalam penelitian ini untuk mencapai tujuan dari penelitian antara lain: subjek penelitian, objek penelitian , tempat penelitian ,sumber data , pengumpulan data serta pengolahan data . Subjek penelitian ini adalah hasil survey saluran drainase di tambak milik PT PBSB Lombok yang bertpatan di daerah dadap Lombok timur. Analisa data yang dilakukan pada penelitian ini meliputi: parameter hasil uji kualitas air limbah, perhitungan volume air limbah dan perhitungan detail unit IPAL. Melihat kondisi tambak yang memiliki limbah sebesar 1.994,064 m3/hari maka dengan desain instalasi yang terdiri dari 8 tambak dengan 6 bak diantaranya bak ekualisasi, bak pengendapan awal, bak biofilter anaerob, bak biofilter aerob, bak pengendapan akhir, dan bak pengolahan lumpur. Desain IPAL tambak udang didapatkan total debit limbah yaitu sebesar 1.994,064 m3/hari. Rancangan rangkaian bak antara lain bak ekualisasi dengan dimensi 19 m x 9,5 m x 2,5 m; bak pengendapan awal dengan dimensi 60 m x 30 m x 3 m; bak biofilter anaerob dengan dimensi 120 m x 60 m x 3 m; bak biofilter aerob dengan dimensi 120 m x 60 m x 3 m; bak pengendapan akhir dengan dimensi 60 m x 30 m x 3 m; dan bak pengolah lumpur dengan diameter 60 m dan tinggi 5 m. Dengan volume harian air limbah sebesar 1,994,064 m³ dan kapasitas pengolahan per unit CW sebesar 249,258 m³, dibutuhkan 8 unit Constructed Wetland untuk mengolah air limbah tambak secara efektif. Perhitungan ini memastikan bahwa setiap unit CW dapat menangani beban air limbah yang masuk dan mencapai standar kualitas efuen yang ditetapkan., METODE CONSTRUCTION WETLAND dapat dijadikan alternatif yang efisien dan berkelanjutan dalam pengolahan air limbah tambak, khususnya di kawasan PT PBSB Lombok.
Analisis Percepatan Proyek Untuk Meningkatkan Efisiensi Waktu Dan Biaya Dengan Menggunakan Metode Crashing: Project Acceleration Analysis To Improve Time And Cost Efficiency Using Crashing Method Gilang wahyu candrika cendana; Wisnu Abiarto; Rizki Astri Apriliani
CONCRETE: Construction and Civil Integration Technology Vol. 2 No. 02: October 2024
Publisher : Dr. Soetomo University Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/concrete.v2i02.8735

Abstract

Surabaya sebagai kota metropolitan terbesar kedua setelah Jakarta, menghadapi masalah banjir akibat pertumbuhan pesat dan perubahan fungsi lahan. Pemerintah Kota Surabaya berusaha mencegahnya dengan pembangunan 75 rumah pompa. Salah satunya adalah proyek Rumah Pompa Bulak. Namun, proyek ini mengalami kendala dan keterlambatan karena faktor seperti kualitas sumber daya dan ketersediaan material. Tingkat penyelesaian proyek ini masih mencapai 65% dari yang seharusnya mencapai 80-90%, diperlukan tindakan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Salah satunya adalah dengan evaluasi penjadwalan percepatan dengan menggunakan metode percepatan (crashing). Studi ini bertujuan untuk menganalisis biaya dan waktu pelaksanaan proyek rumah pompa Bulak sebelum dan sesudah dilakukan efisiensi dengan metode crashing. Data yang dibutuhkan dalam dalam penelitian ini adalah data primer berupa hasil wawancara dan observasi, serta data sekunder berupa time schedule dan rancangan anggaran biaya (RAB). Kemudian dilakukan analisis untuk mengetahui waktu dan biaya akibat percepatan/crashing, selanjutnya dapat dicari perbandingan waktu dan biaya sebelum dan sesudah dilakukan efisiensi dengan metode crashing. Setelah di lakukan penjadwalan ulang menggunakan microsoft project terdapat 10 pekerjaan yang bisa di lakukan percepatan, pada penjadwalan tersebut bisa di lakukan dengan 3 pecepatan yaitu penambahan jam kerja (lembur), shift kerja, dan penambahan tenaga kerja. Masing – masing dari 3 cara percepatan tersebut di dapatkan hasil penambahan jam kerja dari 372 hari menjadi 301 hari dengan biaya sebanyak 79.063.110,71, percepatan Shift kerja dari 372 menjadi 198 hari dengan biaya sebanyak 69.550.000,02, percepatan Penambahan tenaga kerja 25% dari 372 menjadi 335 dengan biaya sebanyak 26.412.285,73.