cover
Contact Name
CONCRETE: Construction and Civil Integration Technology
Contact Email
concrete@unitomo.ac.id
Phone
+6281335675889
Journal Mail Official
concrete@unitomo.ac.id
Editorial Address
Jalan Semolowaru no. 84 Surabaya, 60283
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
CONCRETE: Construction and Civil Integration Technolog
ISSN : -     EISSN : 30250390     DOI : -
Core Subject :
The Journal invites original articles and not simultaneously submitted to another journal or conference. The whole spectrum of civil engineering are welcome, which includes, but is not limited to: -Building Materials and Structures -Coastal and Harbor Engineering -Constructions Technology -Constructions Economy and Management -Earthquake Engineering -Environmental Engineering -Renovation of Buildings -Geotechnical Engineering -Highway Engineering -Hydraulic and Hydraulic Structures -Road and Bridge Engineering -Structural Engineering -Surveying and Geo-Spatial Engineering -Transportation Engineering -Tunnel Engineering -Urban Engineering and Economy -Water Resources Engineering -Urban Drainage
Arjuna Subject : -
Articles 77 Documents
Pengaruh Penambahan Bottom Ash Dengan Agregat Halus Terhadap Kuat Tekan Beton: The Effect of Adding Bottom Ash with Fine Aggregate on Concrete Compressive Strength Yosaphan Gery Ora; Bambang Sujatmiko; Budi Hastono
CONCRETE: Construction and Civil Integration Technology Vol. 2 No. 02: October 2024
Publisher : Dr. Soetomo University Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/concrete.v2i02.8757

Abstract

Tujuan dari penelitian ini dimaksudkan untuk untuk menganalisa pengaruh penambahan Bottom Ash dengan Agregat Halus dan untuk mengetahui nilai maksimal kuat tekan beton Agar menghasilkan nilai yg optimum. Adapun variasi persentase Bottom Ash yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 0%,20%,25%,30%,35% dari berat Agregat Halus. Penelitian ini mengacu pada desain campuran SNI 03-2834-2000, dengan mutu beton yang direncanakan f’c = 25 MPa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental yang dilakukan di Laboratorium teknologi beton Universitas Dr. Soetomo Surabaya. Benda uji berbentuk silinder diameter 15 cm tinggi 30 cm. Dalam penelitian ini terdapat dua variabel yang terdiri dari variabel bebas (independent variable) yaitu persentase Bottom Ash dan variabel tak bebas (dependent variable) yaitu kuat tekan dan berat volume. Hasil penelitian menunjukkan kuat tekan beton maksimum Terjadi Pada beton Normal 0% campuran Bottom Ash.dan untuk variasi bottom ash 20%,25%,30%,35% tidak memenuhi target. Menurut hasil penelitian, penambahan Bottom Ash dengan Agregat Halus pada campuran beton hasil nya menurun dan tidak melebihi dari hasil nilai dari beton normal sehingga tidak dapat direkomendasikan dalam campuran pembuatan beton.
Pengaruh Pemanfaatan Limbah Paku Kayu Untuk Beton Fiber: THE EFFECT OF UTILIZING WOODEN NAIL WASTE FOR FIBER CONCRETE Alfonius Anjelo Dardur Dardur; Safrin Zuraidah; Bambang Sujatmiko
CONCRETE: Construction and Civil Integration Technology Vol. 2 No. 02: October 2024
Publisher : Dr. Soetomo University Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/concrete.v2i02.8770

Abstract

Tujuan dari penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisa pengaruh penambahan limbah paku kayu dan penambahan zat additive superplasticizer untuk mendapatkan nilai komposisi yang optimum yang menghasilkan kuat tekan dan kuat tarik belah beton maksimal pada umur 28 hari. Adapun variasi persentase Limbah Paku Kayu yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 0%, 1,5%, 2%, dan 3% dari berat pasir, tampa penambahan zat additive dan menggunakan zat additive superplasticizer 1% dari berat semen. Penelitian ini mengacu pada desain campuran SNI 03-2834-2000, dengan mutu beton yang direncanakan f’c = 25 MPa. Metode penelitian eksperimental dengan menggunakan benda uji silinder 150 x 300 mm sebanyak 96 benda uji untuk uji tekan dan uji kuat tarik belah. Hasil penelitian dengan kadar penambahan limbah Paku kayu sebesar 0%, 1,5%, 2%, dan 3% tampa penambahan zat additive superplasticizer 1% kuat tekan beton adalah sebesar 18,30 Mpa; 18,49 Mpa; 19,62; dan 19,81 Mpa. Untuk kuat tarik belah beton sebesar 2,36 Mpa; 2,42 Mpa; 2,50 Mpa; dan 2,52 Mpa. Sedangkan untuk variasi limbah paku dengan penambahan zar additive superplasticizer 1% kuat tekan bedan adalah sebesar 18,39 Mpa; 26,98 Mpa; 25,09 Mpa; dan 25,47 Mpa. Untuk kuat tarik belah beton sebesar 2,69 Mpa; 2,78 Mpa; 3,25 Mpa; dan 3,28 Mpa. Hasil penelitian menunjukkan kuat tekan dan kuat tarik belah maksimum pada variasi limbah paku kayu dengan penambahan zat additive superplasticizer 1% pada variasi 1,5% untuk kuat tekannya. Untuk kuat tarik belahnya pada variasi 3%. Menurut hasil penelitian, penambahan limbah paku kayu dengan penambahan zat additive superplasticizer 1% pada campuran beton dapat meningkatkan sifat mekanik beton sehingga bisa direkomendasikan walaupun peningkatan kuat tekan dan tarik belah tidak terlalu signifikan atau relatif kecil.
Penggunaan Limbah Keramik Sebagai Substitusi Agregat Kasar Ditinjau Terhadap Kuat Tekan Beton: The Use of Ceramic Waste as a Coarse Aggregate Substitute in Terms of Concrete Compressive Strength Sardino Rusminus Wawan Wawan; Safrin Zuraidah; Budi Hastono
CONCRETE: Construction and Civil Integration Technology Vol. 2 No. 02: October 2024
Publisher : Dr. Soetomo University Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/concrete.v2i02.8819

Abstract

Beton sangat penting dalam sebuah pembangunan, agar sebuah konstruksi ataupun bangunan menjadi bangunan yang kokoh dan tertata rapi sesuai desain arsitektur yang di inginkan. Campuran adukan dari pasir,batu pecah, limbah keramik, bahan perekat (Cement Portland), air dan bahan tambahan lainnya. Adapun variasi persentase limbah keramik dalam penelitian ini yaitu 10%, 20% dan 30% dari berat agregat kasar, benda uji berbentuk silinder diameter 15 cm tinggi 30 cm. Hasil penelitian menunjukkan Kuat tekan rata-rata pada umur 7 hari terdapat pada persentase 10% sebesar 14,53 Mpa, 20% sebesar 13,58 Mpa dan 30% sebesar 13,39 Mpa. Sedangakn pada umur 14 hari terdapat pada persentase 10 % sebesar 13,39 Mpa, 20% sebesar 17,17 Mpa dan 30% sebesar 16,32 Mpa. Dan pada umur 28 hari terdapat pada persentasi 10% sebesar 16,60 Mpa, 20% sebesar 14,15 Mpa dan 30% sebesar 18,02 Mpa. Kuat tekan beton maksimum dengan menambahkan superplasticizier pada variasi limbah keramik 10%, 20% dan 30% menurun tidak melebihi dari hasil nilai kuat tekan dari beton normal sebesar 20,18 Mpa. Sedangkan porositas yang di hasilkan paling tinggi yaitu beton dengan variasi 0% dengan nilai terbesar 0,098% sedangkan nilai yang paling rendah yaitu presentase 10% sebesar 0,082%. Sehingga tidak dapat direkomendasikan limbah keramik untuk digunakan dalam campuran pembuatan beton.
Pemanfatan Limbah Pecahan Botol Kaca Sebagai Agregat Kasar Pada Campuran Beton: Utilization of Broken Glass Bottle Waste as Coarse Aggregate in Concrete Mixtures Eustakius Nosi Tunti; Safrin Zuraidah; Budi Hastono
CONCRETE: Construction and Civil Integration Technology Vol. 2 No. 02: October 2024
Publisher : Dr. Soetomo University Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/concrete.v2i02.8839

Abstract

Perkembangan pembangunan di bidang konstruksi yang semakin maju dan serba canggih, teknologi beton mempunyai potensi yang luas dalam bidang konstruksi, karena beton mudah dikerjakan dan ekonomis dari segi biaya. Dengan kekuatan tekannya yang tinggi, beton dapat digunakan untuk membangun struktur yang besar dan berat. Tetapi beton mempunyai kekuatan tarik rendah dan sifatnya getas (Brittle). Campuran adukan dari pasir, batu pecah dan limbah pecahan botol kaca, bahan perekat (Cement Portland), air dan bahan tambahan lainnya. Pengunaan limbah pecahan botol kaca dalam campuran beton tidak asing lagi dalam dunia konstruksi dimana salah satu limbah pecahan botol kaca yang bisa digunakan dalam campuran pembuatan beton. Tujuan dari penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisa pengaruh penambahan limbah pecahan botol kaca dan untuk mendapatkan nilai komposisi yang optimum yang menghasilkan kuat tekan beton yang maksimal Adapun variasi persentase limbah pecahan botol kaca yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 10%, 15%, 20%, dari berat agregat kasar. Penelitian ini mengacu pada desain campuran SNI 03-2834-2000, dengan mutu beton yang direncanakan f’c = 25 MPa. Jumlah benda uji yaitu 48 buah dimana kuat tekan 36 buah, kuat tekan menggunakan silinder 15 x 30 cm dan porositas 12 buah menggunakan silinder 5 x 10 cm. Pengujian beton dilakukan pada saat beton berumur 7, 14 dan 28 hari untuk kuat tekan serta 28 hari dan porositas. Hasil penelitian menunjukkan kuat tekan beton pada variasi limbah pecahan botol kaca 10%, 15%, dan 20%, menurun dan tidak melebihi dari hasil nilai dari beton normal sehingga tidak dapat direkomendasikan untuk digunakan dalam campuran pembuatan beton.
ANALISIS PENERAPAN K3 DENGAN METODE JOB SAFETY ANALYSIS (PADA PROYEK PENINGKATAN JALAN MASANGAN WETAN SUKODONO KABUPATEN SIDOARJO). : ANALYSIS OF K3 IMPLEMENTATION USING THE JOB SAFETY ANALYSIS METHOD (IN THE MASANGAN WETAN SUKODONO ROAD IMPROVEMENT PROJECT, SIDOARJO REGENCY). Septina Herawati; Maulidya Octaviani; Wisnu Abiarto
CONCRETE: Construction and Civil Integration Technology Vol. 2 No. 02: October 2024
Publisher : Dr. Soetomo University Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/concrete.v2i02.8914

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa proses penerapan keselamatan dan kesehatan kerja serta tindakan rekomendasi untuk mengantisipasi kecelakaan kerja pada proyek konstruksi Peningkatan Jalan Masangan Wetan - Sukodono di Kabupaten Sidoarjo. Metode penelitian yang digunakan adalah jenis riset/ penelitian kuantitatif deskriptif. Pengumpulan data melalui wawancara, kuesioner dan observasi. Data yang diperoleh pada penelitian ini dianalisis dengan metode Job Safety Analysis (JSA). Hasil penelitian bahwa: Potensi bahaya pada keseluruhan tahapan pekerjaan meliputi gangguan kesehatan pekerja karena polusi, kebakaran iritasi kulit, terbentur, terkena pecahan material, dan sengatan listrik, Kecelakaan akibat pekerja terkena sengatan aliran listrik atau terkena gas berbahaya. Resiko kecelakaan kerja pada keseluruhan tahapan pekerjaan meliputi tertabrak di jalan, tertimpa alat berat, terkena aspal panas, Tertimpa; Terjatuh; Terkena benda-benda (kecuali benda jatuh); Terjepit benda; Terkena arus listrik; Pengaruh suhu yang tinggi; Berkontak dengan bahan berbahaya. Sehingga perlu tindakan rekomendasi untuk mengantisipasi kecelakaan kerja pada jalan Desa Sukodono - Masangan Wetan di Kabupaten Sidoarjo. Persentase penilaian risiko dari potensi bahaya adalah: 25% beresiko tinggi, 58% berisiko medium dan 17% berisiko rendah. Sedangkan persentase penilaian risiko dari Resiko Kecelakaan Kerja adalah: 21% beresiko tinggi, 19% berisiko medium dan 60% berisiko rendah
Perencanaan Ulang Struktur Bawah Pilar Jembatan Overpass Limo Proyek Cijago 3, Depok: Redesign of Substructure of Limo Overpass Bridge Pillar, Cijago 3 Project, Depok Wildan Vicky Grentino
CONCRETE: Construction and Civil Integration Technology Vol. 2 No. 02: October 2024
Publisher : Dr. Soetomo University Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/concrete.v2i02.9069

Abstract

Saat merencanakan struktur pilar jembatan overpass Limo, salah satu faktor yang perlu diperhatikan adalah kekuatan struktur bangunan akibat beban yang bekerja. Perencanaan struktur pilar jembatan ini harus direncanakan dengan perhitungan pembebanan pilar jembatan yang menggunakan SNI 1725:2016 tentang pembebanan jembatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alternatif dari pilar dengan variasi tipe pilar yaitu pilar tunggal dan pilar ganda. Perencanaan ini juga dilakukan untuk mencari alternatif yang lebih ekonomis, efisien dan aman khususnya pada kontrol stabilitas strukturnya. Dari perencanaan ini didapatkan dimensi pilar tunggal sebesar 16 m x 2 m dengan tinggi pilar 4 m, sedangkan untuk pilar ganda didapatkan dimensi 9.9 m x 2 m dengan tinggi 4 m. Kemudian dilakukan perhitungan kontrol stabilitas struktur pada setiap pilar dengan safety factor sebesar 1.5 kontrol stabilitas pilar yang digunakan adalah kontrol guling dan kontrol geser baik dari arah memanjang jembatan dan melintang jembatan. Penulangan pada dari penelitian ini dapatkan hasil Tulangan utama menggunakan 400-D32, Geser 2D-19, dan Pengekang D13-150 – 150 pada pilar tunggal. Sedangkan pilar ganda ulangan utama 246 D32, tulangan geser menggunakan 2D19-150, dan untuk tulangan pengekang D13-150 mm yang dipasang selang-seling. Penelitian ini juga merencanakan pondasi dan pilecap yang direncanakan pada pilar tunggal menggunakan total 39 buah tiang pancang dan pilar ganda 33 buah tiang pancang. Dari perencanaan ini juga dilakukan kontrol pada struktur bawah pondasi yaitu kontrol gaya aksial, kontrol lateral, dan defleksi pada tiang. Kemudian setelah didapatkan data yang digunakan dalam perencanaan ini dilakukan perhitungan rancangan anggaran biaya yang didapatkan hasil Rp 3.683.100.000,00 untuk pilar tunggal dan pilar Ganda didapatkan hasil: Rp 3.833.799.000,00. Setelah itu dilakukan pemilihan alternatif yang digunakan berdasarkan stabilitas struktur dan rancangan anggaran biaya yang didapatkan hasil bahwa Pilar Tunggal lebih effisien dari segi stabilitas struktur dan rancangan anggaran biaya.
ANALISIS RISIKO KECELAKAAN KERJA DENGAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS MENGGUNAKAN APLIKASI EXPERT CHOICE V.11: ANALYSIS OF WORKPLACE ACCIDENT RISK WITH ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS METHOD USING EXPERT CHOICE V.11 APPLICATION Ardiaz Revanza; Maulidya Octaviani; Nurul Jannah
CONCRETE: Construction and Civil Integration Technology Vol. 2 No. 02: October 2024
Publisher : Dr. Soetomo University Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/concrete.v2i02.9185

Abstract

Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) pada proyek konstruksi sangatlah penting, tanpa adanya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) pada proyek konstruksi akan sangat berbahaya dan dapat meningkatkan tingkat kecelakaan pada proyek konstruksi. Kurangnya evaluasi pada sistem keselamatan dan kesehatan kerja pada proyek konstruksi akan berakibat buruk pada suatu perusahan. Pada proyek konstruksi kecelakaan kerja menjadi hal utama yang harus diperhatikan di perusahaan. Analisis risiko semakin penting dikarenakan akibat-akibat kecelakaan kerja yang dapat terjadi di proyek konstruksi semakin tinggi. Metode Analisa yang akan digunakan sebagai mencari kriteria kecelakaan adalah Analaytical Hierarchy Process (AHP), karena AHP mempunyai kelebihan dengan beberapa metode-metode lain, yaitu dengan penetapan bobot masing- masing kriteria yang dilakukan secara obyektif. Analaytical Hierarchy Process (AHP) menggunakan software Expert Choice version 11 terhadap jawaban dari kuesioner yang disebarkan kepada 35 responden dari pekerja proyek. Setelah dilakukan Analisa data, didapatkan tingkat risiko kecelakaan kerja pada proyek konstruksi tinggi. Faktor manusia menjadi faktor utama dalam kecelakaan kerja dengan tingkat skala cedera dan memiliki bobot 0.403 (40.3%), tingkatan skala berat dengan faktor lingkungan mendapatkan bobot 0.261 (26,1%), tingkat skala sedang dengan faktor peralatan mendapatkan bobot 0.175 (17.5%) dan yang terakhir tingkat skala ringan dengan faktor material mendapatkan bobot 0.160 (16%). faktor kriteria manusia menjadi penyebab tingkat kecelakaan kerja tertinggi dengan mendapatkan nilai persentase 40.3% dari 100%, pengendalian diadakan pelatihan dan pendidikan K3 terhadap tenaga kerja.
ANALISIS KINERJA KONSULTAN PENGAWAS DALAM PENINGKATAN MUTU KONSTRUKSI DI PROVINSI JAWA TIMUR (STUDI KASUS PROYEK KONSTRUKSI RUAS JALAN PROVINSI ARJOSARI PURWANTORO (BTS. PROV. JATENG)): PERFORMANCE ANALYSIS OF SUPERVISORY CONSULTANTS IN IMPROVING CONSTRUCTION QUALITY IN EAST JAVA PROVINCE (CASE STUDY OF ROAD SECTION CONSTRUCTION PROJECT ARJOSARI PURWANTORO PROVINCE (BTS. PROV. JATENG)) Lutfi Yudha A.S; Wisnu Abiarto N; Maulidya Octaviani B
CONCRETE: Construction and Civil Integration Technology Vol. 3 No. 01: April 2025
Publisher : Dr. Soetomo University Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/concrete.v3i01.9940

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja konsultan pengawas dalam peningkatan mutu konstruksi pada proyek Paket Pelebaran Jalan Provinsi Arjosari – Purwantoro di Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur. Latar belakang penelitian ini didasari oleh pentingnya peran konsultan pengawas dalam memastikan pelaksanaan proyek sesuai dengan spesifikasi teknis dan peraturan yang berlaku. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner yang disebarkan kepada tim teknis Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur. Hasil analisis menunjukkan bahwa kinerja konsultan pengawas dinilai baik, dengan faktor keterampilan teknis, komunikasi dan koordinasi, manajemen waktu dan sumber daya, serta etika kerja mendapatkan penilaian positif dari responden. Nilai rata-rata untuk faktor keterampilan teknis adalah 3,98, komunikasi dan koordinasi 3,94, manajemen waktu dan sumber daya 3,76, serta etika kerja 4,30, yang menunjukkan bahwa etika kerja merupakan faktor dengan kinerja terbaik. Penelitian ini juga menemukan bahwa terdapat kurangnya komunikasi antara konsultan pengawas dan pihak terkait, yang berdampak pada keterlambatan pengumpulan laporan. Oleh karena itu, disarankan agar konsultan pengawas meningkatkan komunikasi, mengikuti pelatihan, serta melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala untuk meningkatkan kinerja dan efektivitas pengawasan dalam proyek konstruksi.
Analisis Faktor Penyebab Perubahan Kontrak Pada Pekerjaan Pembangunan RS UPT Vertikal Surabaya : Analysis Factors Causing Contract Changes In The Construction Of UPT Vertical Hospital Surabaya RS UPT Vertikal Surabaya Nur Laily Pramindartati; Maulidya Octaviani; Rizki Astri Apriliani
CONCRETE: Construction and Civil Integration Technology Vol. 3 No. 01: April 2025
Publisher : Dr. Soetomo University Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/concrete.v3i01.9958

Abstract

Perubahan kontrak merupakan hal yang sering terjadi dalam proyek konstruksi, terutama pada proyek berskala besar seperti pembangunan rumah sakit. Perubahan ini dapat disebabkan oleh kendala-kendala baik yang sudah di rencanakan atau diluar perencanaan. Perubahan kontrak dapat berdampak waktu, biaya dan kualitas yang tidak sesuai dengan rencana awal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan perubahan kontrak pada proyek pembangunan Rumah Sakit UPT Vertikal Surabaya serta mengidentifikasi dampak yang ditimbulkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa kuantitatif, data didapatkan dari pengisian kuisioner dengan variable penyebab perubahan kontrak. Data tersebut diolah menggunakan program SPSS. Dari hasil uji SPSS tersebut diketahui faktor-faktor yang dominan penyebab perubahan kontrak. Dari faktor dominan tersebut kita lakukan analisa untuk mendapatkan hasil yang digunakan agar langkah-langkah pencegahan dapat diambil untuk meminimalkan risiko perubahan kontrak yang tidak diinginkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa faktor utama yang menyebabkan perubahan kontrak antara lain Perubahan desain merupakan faktor dominan yang menyebabkan perubahan kontrak, dengan nilai korelasi tertinggi (1.000), selain itu Faktor material (X1) juga memiliki korelasi sangat kuat (0.986), yang mengindikasikan bahwa ketersediaan material dan kesesuaian spesifikasi dengan kontrak awal sangat berperan dalam perubahan nilai pekerjaan.na awal, serta faktor eksternal seperti Faktor lingkungan (X5) memiliki nilai korelasi yang sangat kuat (0.985), menunjukkan bahwa kondisi cuaca ekstrem dan aksesibilitas lokasi proyek berpengaruh terhadap perubahan jadwal proyek. Selain itu, ditemukan bahwa perubahan kontrak berdampak signifikan terhadap biaya proyek dan jadwal penyelesaian, yang berpotensi menyebabkan keterlambatan dan pembengkakan anggaran. Sebagai langkah mitigasi, penelitian ini menyarankan penerapan manajemen kontrak yang lebih ketat, koordinasi yang lebih baik antar pihak terkait, serta penggunaan teknologi dalam pemantauan proyek. Dengan demikian, risiko perubahan kontrak dapat diminimalisir, sehingga proyek dapat berjalan sesuai dengan target yang telah ditetapkan..
Evaluasi Kinerja Operasional Dan Pelayanan Kereta Api Ekonomi Jurusan Mojokerto - Kediri: Evaluation of Operational Performance and Economic Train Services for the Mojokerto - Kediri Route Mahes Putra Prawiswara Mahes; Rudy Santosa; Muhammad Lawdy Dhiyaa Vansya
CONCRETE: Construction and Civil Integration Technology Vol. 3 No. 01: April 2025
Publisher : Dr. Soetomo University Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/concrete.v3i01.9966

Abstract

Kereta Api Rapih Dhoho menjadi pilihan favorit bagi masyarakat yang ingin berpergian dari Mojokerto ke Kediri karena harga tiket nya yang terjangkau dan melayani perjalanan dari pagi hingga malam. Namun, tiket tanpa tempat duduk menyebabkan penumpang berdiri di ujung gerbong, dekat pintu, atau di koridor, mengganggu kenyamanan dan akses penumpang lain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja operasional dan pelayanan kereta api yang menggunakan acuan Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 63 Tahun 2019. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini dengan cara survei aktual dan menyebarkan kuesioner, selanjutnya data diolah menggunakan metode Importance Performance Analysis. Hasil yang didapatkan yaitu nilai load factor pada weekday sebesar 57,45% dan pada saat weekend sebesar 62,92%, dimana hasil tersebut belum memenuhi standar, karena dibawah 70%. Untuk rata-rata waktu tempuh diperoleh hasil 79,5 menit, dimana hasil tersebut sudah memenuhi standar. Untuk selisih kedatangan dan keberangkatan kereta api pada weekday dan weekend juga sudah memenuhi standar. Untuk atribut pelayanan yang sudah memenuhi ekspetasi penumpang yaitu ketepatan jadwal kereta api, kemudahan mencari tiket, keramahan petugas kereta api, penomoran tempat duduk, dan tersedianya tempat duduk bagi penumpang berkebutuhan khusus. Untuk atribut pelayanan yang perlu ditingkatkan menurut penumpang yaitu petugas keamanan yang bersiaga, kebersihan toilet, kebersihan di dalam kereta api, kenyamanan di dalam kereta api, dan keamanan di dalam kereta api.