cover
Contact Name
CONCRETE: Construction and Civil Integration Technology
Contact Email
concrete@unitomo.ac.id
Phone
+6281335675889
Journal Mail Official
concrete@unitomo.ac.id
Editorial Address
Jalan Semolowaru no. 84 Surabaya, 60283
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
CONCRETE: Construction and Civil Integration Technolog
ISSN : -     EISSN : 30250390     DOI : -
Core Subject :
The Journal invites original articles and not simultaneously submitted to another journal or conference. The whole spectrum of civil engineering are welcome, which includes, but is not limited to: -Building Materials and Structures -Coastal and Harbor Engineering -Constructions Technology -Constructions Economy and Management -Earthquake Engineering -Environmental Engineering -Renovation of Buildings -Geotechnical Engineering -Highway Engineering -Hydraulic and Hydraulic Structures -Road and Bridge Engineering -Structural Engineering -Surveying and Geo-Spatial Engineering -Transportation Engineering -Tunnel Engineering -Urban Engineering and Economy -Water Resources Engineering -Urban Drainage
Arjuna Subject : -
Articles 77 Documents
PERENCANAAN BALOK DAN KOLOM GEDUNG 5 LANTAI DENGAN MENGGUNAKAN STRUKTUR BAJA IWF (STUDI KASUS : GEDUNG F BARU UNIVERSITAS DR. SOETOMO SURABAYA) : PLANNING OF BEAMS AND COLUMNS FOR A 5-STORY BUILDING USING IWF STEEL STRUCTURES (CASE STUDY: NEW F BUILDING AT DR. SOETOMO UNIVERSITY, SURABAYA) Muhamad Rangga Saputra; Safrin Zuraidah; Budi Hastono
CONCRETE: Construction and Civil Integration Technology Vol. 3 No. 02 (2025): October 2025
Publisher : Dr. Soetomo University Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/concrete.v3i02.10980

Abstract

Gedung F akan direncanakan menjadi pusat kegiatan akademik yang baru, sehingga membutuhkan ekspansi gedung tambahan. Perencanaan gedung F-2 dengan menggunakan material struktur baja I/Wide Flange (WF) menjadi salah satu opsinya. Tujuan dari perencanaan struktur ini untuk menghasilkan struktur yang memenuhi kriteria pada kekuatan, biaya, dan pelaksanaannya dengan mendesain dari elemen struktur balok dan kolom bangunan gedung dengan menggunakan material baja. Studi literatur dengan cara mandapat data gambar stuktur denah gedung ekspansi beton bertulang dari perencanaan sebelumnya sebagai acuan, kemudian memodelkan gedung tersebut menggunakan denah struktur baja. Acuan pembebanan yang dipakai untuk beban gravitasi serta angin adalah SNI 1727:2020 dan beban gempa sesuai SNI 1726:2019. Dengan konfigurasi rangka struktur baja yang terdiri dari rangka sistem penahan beban lateral. Pemilihan profil baja sesuai pada SNI 1729:2020 dengan perhitungan secara manual menggunakan metode Load and Resistance Factor Design lalu dianalisis menggunakan software SAP2000. Hasil desain struktur gedung baja ini adalah menggunakan profil WF450x200x9x14 sebagai balok induk, serta WF350x175x6x9 dan WF200x100x5x5x8 untuk balok anak tepi, WF350x250x8x12 dan WF300x150x5,5x8 untuk balok anak tengah, lalu WF400x400x45x70 untuk kolom, serta L150x150x10 pada bresing tipe x. Rekapitulasi biaya pengadaan profil baja IWF dan profil siku sebagai penahan beban lateral dengan luas bangunan 5.460 m2 mencapai Rp. 4.384.220.000,00-.
ANALISIS KINERJA BUNDARAN WARU KABUPATEN SIDOARJO MENGGUNAKAN PKJI 2023: PERFORMANCE ANALYSIS OF THE WARU ROUNDABOUT IN SIDOARJO REGENCY USING PKJI 2023 Riski Hudayana; Rudy Santosa; Muhammad Lawdy Dhiyaa Vansya
CONCRETE: Construction and Civil Integration Technology Vol. 3 No. 02 (2025): October 2025
Publisher : Dr. Soetomo University Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/concrete.v3i02.10983

Abstract

Bundaran Waru merupakan salah satu persimpangan tak bersinyal dengan bundaran(Roundabout), yang memiliki letak strategis yaitu perbatasan antara Kota Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo. Kondisi lalu lintas di Bundaran ini cukup padat, sehingga sering terjadinya kemacetan terutama pada jam-jam sibuk, tujuan penelitian ini untuk menganalisa tingkat kemacetan pada Bundaran Waru dengan menghitung Kapasitas, Derajat Kejenuhan, Tundaan, Peluang Antrian,dan menganalisa karakteristik jalinan lalu lintas (weaving section) dengan menghitung arus jalinan, Rasio Arus Jalinan, Kecepatan Tempuh, Waktu Tempuh, dan Tingkat Pelayanan (Level of Service) setiap segmen yang ada di Bundaran Waru. Penelitian ini menggunakan rumusan dan ketentuan yang terdapat pada Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023. Jenis data primernya didapatkan dari hasil pengamatan langsung dilokasi penelitian sedangkan untuk data sekundernya didapatkan dari website instansi terkait. Adapun hasil penelitian ini adalah volume lalu lintas tertinggi terjadi pada jam 17.00-18.00 wib dengan nilai arus lalu lintas sebesar 18.945,1 smp/jam dengan rincian untuk segmen 1 (dari arah Jl. Ahmad Yani ke Jl. Raya Waru dan Jl. Raya Geluran) sebesar 6.834,9 smp/jam, segmen 2 (dari Jl. Raya Waru ke Jl. A. Yani dan Jl. Raya Geluran) 6.371,7 smp/jam, segmen 3 (dari Jl. Raya geluran ke Jl. A. Yani dan Jl. Raya Waru) 5.738,5 smp/jam. Dengan derajat kejenuhan untuk segmen 1 masuk kedalam kategori D dengan nilai 0,89, segmen 2 masuk kedaalam kategori D dengan nilai 0,88, dan untuk segmen 3 masuk kedalam kategori E dengan nilai 0,94. Sedangkan tundaan rata-rata kendaraan yang masuk pada bundaran waru ini sebesar 15,39 det/jam, dan untuk kecepatan tempuh rata-rata bernilai 23,37 km/jam, serta untuk waktu tempuh rata-rata bernilai 24,67 detik. Sehingga tingkat pelayanan bundaran ini masuk kedalam kategori D, hal ini menandakan bahwa arus lalu lintas masih dapat mengalir namun jenuh, dengan kecepatan terbatas serta sering terjadi perlambatan, antrian pendek hingga sedang, dan keterlambatan manuver kendaraan di sekitar bundaran. Upaya untuk meningkatkan kinerja bundaran adalah membuat marka memanjang lajur kiri langsung, pelebaran area jalinan dan pelebaran ruas jalan pendekat, serta untuk jangka panjangnya pembangunan underpass.
EVALUASI KINERJA ANGKUTAN BUS TRANS JAWA TIMUR JURUSAN TERMINAL PURABAYA – BANGKALAN: PERFORMANCE EVALUATION OF TRANS JAWA TIMUR BUS TRANSPORTATION PURABAYA – BANGKALAN TERMINAL ROUTE Kholifaturrahman; Rudy Santosa; Muhammad Lawdy Dhiyaa Vansya
CONCRETE: Construction and Civil Integration Technology Vol. 3 No. 02 (2025): October 2025
Publisher : Dr. Soetomo University Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/concrete.v3i02.10989

Abstract

Penelitian ini membahas evaluasi kinerja operasional Bus Trans Jawa Timur Koridor 5 dengan rute Terminal Purabaya – Bangkalan. Latar belakang penelitian berangkat dari kebutuhan akan sistem transportasi publik yang efisien, terjangkau, dan sesuai standar regulasi, mengingat tingginya mobilitas masyarakat di kawasan Surabaya–Madura. Tujuan utama penelitian adalah mengukur dan menilai kinerja operasional bus berdasarkan parameter yang ditetapkan oleh Permenhub No. 10 Tahun 2012, Permenhub No. 98 Tahun 2013, serta indikator dari World Bank. Beberapa aspek yang dianalisis meliputi load factor, frekuensi, headway, kecepatan, jarak tempuh, serta waktu perjalanan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan mengumpulkan data primer melalui survei lapangan dan data sekunder dari instansi terkait. Analisis dilakukan dengan membandingkan hasil pengukuran terhadap standar yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa load factor rata-rata berada di angka 1,96, yang mencerminkan tingkat keterisian penumpang melebihi kapasitas ideal. Frekuensi layanan rata-rata mencapai 54, sesuai dengan standar World Bank, namun jarak tempuh per bus hanya 90,15 km per hari, jauh di bawah standar 210–260 km. Time headway berada di kisaran 4,86 menit, yang memenuhi standar (10–20 menit), sementara waktu perjalanan rata-rata mencapai 230 menit, melebihi standar 1–1,5 jam. Kesimpulannya, kinerja operasional Bus Trans Jatim Koridor 5 masih menghadapi beberapa kendala. Beberapa indikator, seperti load factor dan jarak tempuh, tidak sesuai dengan standar, sehingga berpotensi menurunkan kualitas layanan. Namun, terdapat pula aspek positif seperti frekuensi layanan dan headway yang sesuai ketentuan. Saran yang diajukan adalah perlunya penyesuaian armada, evaluasi jadwal operasional, peningkatan manajemen waktu perjalanan, serta optimalisasi rute agar efisiensi layanan meningkat. Dengan perbaikan tersebut, Bus Trans Jatim Koridor 5 diharapkan mampu memberikan layanan transportasi yang lebih baik, efektif, dan berkelanjutan bagi masyarakat.
ANALISIS EFEKTIVITAS KELANCARAN LALU LINTAS PADA JALAN RAYA WARU PASCA PEMBANGUNAN FLYOVER ALOHA SIDOARJO : ANALYSIS OF THE EFFECTIVENESS OF TRAFFIC FLOW ON THE WARU HIGHWAY AFTER THE CONSTRUCTION OF THE ALOHA SIDOARJO OVERPASS Ilham Islahudin; Rudy Santosa; M. Lawdy Dhiyaa Vansya
CONCRETE: Construction and Civil Integration Technology Vol. 3 No. 02 (2025): October 2025
Publisher : Dr. Soetomo University Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/concrete.v3i02.10990

Abstract

Flyover Aloha di Kabupaten Sidoarjo memiliki peran strategis sebagai penghubung antara Kota Surabaya dan Bandara Juanda. Sebelum adanya flyover, kawasan ini dikenal sebagai titik rawan kemacetan, terutama pada jam sibuk. Kehadiran flyover dirancang untuk mengatasi masalah tersebut dengan menyediakan jalur lalu lintas yang lebih lancar sekaligus mengurangi konflik pada persimpangan. Penelitian ini dilakukan untuk menilai efektivitas flyover terhadap kelancaran arus lalu lintas di sekitarnya.Survei lapangan dilakukan di tiga titik pengamatan, yaitu Jalan Raya Bandara Juanda (Titik A), Jalan Raya Waru arah Sidoarjo (Titik B), serta Jalan Raya Waru arah Surabaya (Titik C). Pengumpulan data dilakukan selama tiga hari yakni kamis, jumat, dan sabtu, pada jam sibuk pagi 06.00–08.00 dan sore 16.00–18.00 dengan pencatatan setiap 15 menit. Hasil analisis menunjukkan nilai derajat kejenuhan tertinggi sebesar 0,63, dengan rata-rata pada jam sibuk sore berkisar antara 0,40 hingga 0,50. Angka ini masih di bawah ambang batas DS = 0,85 sehingga kondisi jalan tergolong dalam tingkat pelayanan C yang menandakan arus kendaraan tetap stabil. Perhitungan waktu tempuh juga mendukung temuan tersebut. Pada Titik A, waktu tempuh tercatat 0,00819 jam untuk jarak 0,5 km dengan kecepatan 61 km/jam. Hasil serupa diperoleh di Titik B, sedangkan di Titik C waktu tempuh mencapai 0,00724 jam dengan kecepatan 69 km/jam. Secara keseluruhan, keberadaan Flyover Aloha terbukti meningkatkan kinerja lalu lintas di Jalan Raya Waru, ditunjukkan oleh kapasitas jalan yang lebih baik, berkurangnya kemacetan, serta waktu perjalanan yang lebih singkat. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi instansi terkait dalam mengevaluasi efektivitas infrastruktur jalan dan menyusun rencana pengembangan sistem transportasi di wilayah strategis Sidoarjo pada masa mendatang.
ANALISIS KINERJA BUS TRANS JATIM SEBAGAI MODA TRANSPORTASI KOTA SURABAYA (STUDI KASUS : KORIDOR 1 RUTE SIDOARJO – SURABAYA – GRESIK): PERFORMANCE ANALYSIS OF TRANS JATIM BUSES AS A MODE OF TRANSPORTATION IN SURABAYA CITY (CASE STUDY: CORRIDOR 1 ROUTE SIDOARJO – SURABAYA – GRESIK) Christian imanuel; Rudy Santosa; M. Lawdy Dhiyaa Vansya
CONCRETE: Construction and Civil Integration Technology Vol. 3 No. 02 (2025): October 2025
Publisher : Dr. Soetomo University Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/concrete.v3i02.10991

Abstract

Peningkatan jumlah mobil pribadi di kota metropolitan Surabaya berpengaruh pada kemacetan lalu lintas yang kian parah. Untuk menanggulangi masalah itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menghadirkan Bus Trans Jatim Koridor I yang melayani jalur Sidoarjo – Surabaya – Gresik. Tujuan studi untuk menganalisis operasional Bus Trans Jatim Koridor I mengacu pada indikator-indikator di Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 29 Tahun 2015 mengenai Standar Pelayanan Minimal Angkutan Umum. Masalah yang diangkat di penelitian ini ialah layanan bus yang belum optimal, seperti waktu perjalanan yang melebihi standar, headway yang stabil, dan masalah keamanan yang mengganggu kenyamanan penumpang. Metode yang diterapkan adalah kuantitatif dan kualitatif, dengan cara pengumpulan data menggunakan observasi langsung di lapangan serta dokumentasi dari pengguna jasa dan pengelola layanan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai load factor adalah 65 %, headway 15 menit, dan rata – rata waktu tempuh mencapai 120 menit, dengan standar maksimum sebesar 180 menit. Sementara itu, rata-rata kecepatan bus ialah 33 km/jam, masih sesuai dengan standar yang ditentukan yaitu 30 – 50 km/jam. Dari segi kenyamanan dan keamanan, terdapat parameter yang tidak sesuai dengan standar menurut Permenhub No.29 tahun 2015. Kesimpulan dari studi ini menunjukkan kinerja Bus Trans Jatim Koridor I tergolong cukup, tetapi perlu ada perbaikan pada aspek waktu perjalanan, headway, dan keamanan untuk memenuhi standar pelayanan minimum.
EVALUASI PERBANDINGAN BIAYA DAN WAKTU PEKERJAAN PELAT LANTAI KONVENSIONAL DAN BONDEK DENGAN METODE CRITICAL PATH METHOD: COMPARATIVE EVALUATION OF THE COST AND TIME OF CONVENTIONAL FLOOR SLAB AND BONDEK WORK USING THE CRITICAL PATH METHOD Muhammad Anggaro Triatmojo; Rizki Astri Apriliani; Wisnu Abiarto; Maulidya Octaviani
CONCRETE: Construction and Civil Integration Technology Vol. 3 No. 02 (2025): October 2025
Publisher : Dr. Soetomo University Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/concrete.v3i02.10997

Abstract

Penelitian ini yang berjudul “Evaluasi Perbandingan Biaya Dan Waktu Pekerjaan Pelat Lantai Konvensional Dan Bondek Dengan Metode critical path method” bertujuan untuk mengevaluasi perbandingan biaya dan waktu pekerjaan pelat lantai menggunakan sistem bekisting konvensional dan bondek pada pekerja pelat lantai pembangunan Gedung industri SPK Tower Plant 3A di Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo. Analisis dilakukan menggunakan metode Analisa Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) dengan menghitung anggaran biaya, serta menggunakan metode critical path method (CPM) untuk menganalisis durasi jalur kritis maupun lambat pada proyek gedung industri. Data penelitian diperoleh dari perencanaan, volume pekerjaan, analisa harga satuan material (AHSP) dan produktivitas tenaga kerja. Hasil analisis menunjukkan bahwa Perbandingan biaya bekisting pelat lantai konvensional sebesar Rp.7.200.000.000,00 dan durasi/waktu sebesar 65 minggu atau 333 hari, Bondek sebesar Rp.7.400.000.000,00 dan durasi/waktu sebesar 37 minggu atau 248 hari.
ANALISIS KEBUTUHAN AIR IRIGASI DAN POLA TATA TANAM (STUDI KASUS : DAERAH IRIGASI NGRENGKET KABUPATEN NGANJUK): ANALYSIS OF IRRIGATION WATER REQUIREMENTS AND CROPPING PATTERNS (CASE STUDY: NGRENGKET IRRIGATION AREA, NGANJUK REGENCY) Egisfia Dzukha A,ifa; Bambang Sujatmiko; Dayat Indri
CONCRETE: Construction and Civil Integration Technology Vol. 3 No. 02 (2025): October 2025
Publisher : Dr. Soetomo University Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/concrete.v3i02.11028

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghitung kebutuhan air irigasi maksimum dan minimum, menganalisis ketersediaan air pada intake, dan merekomendasikan sistem pembagian air yang optimal. Studi kasus penelitian ini di Daerah Irigasi Ngrengket UPTD Widas Kabupaten Nganjuk dengan luas baku sawah sebesar 601 Ha. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa curah hujan, pola tanam, dan debit air dari intake. Analisis dilakukan dengan menghitung kebutuhan air irigasi maksimum dan minimum serta mengevaluasi ketersediaan air pada intake. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan air irigasi maksimum mencapai 2,40 liter/detik/hektar dan kebutuhan minimum sebesar 0,60 liter/detik/hektar. Ketersediaan air untuk pola tanam Padi-Padi-Palawija pada Bulan Februari, Maret I, Juli I, dan November I dinyatakan mencukupi, sementara pada Bulan Maret II, Juni I&II, Juli II, Agustus I&II, September I&II, Oktober I&II, November II, Desember I&II, Januari I&II mengalami defisit air. Oleh karena itu, dibutuhkan sistem pembagian air yang efisien melalui rotasi pemberian air menggunakan sistem golongan. Untuk Daerah Irigasi Ngrengket dibagi menjadi dua golongan. Perhitungan debit rencana menunjukan bahwa Q=100% sebesar 1136,66 liter/detik/hektar dan untuk Q=50% sebesar 568,33 liter/detik/hektar dengan pembagian rotasi periode I selama 3 hari 14 jam dan periode II sebesar 3 hari 10 jam.