cover
Contact Name
Mega Septia Sarda Dewi
Contact Email
mega.septia.ft@um.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
syahidah.faninastiti.ft@um.ac.id
Editorial Address
Jl. Semarang No. 5
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Bangunan
ISSN : -     EISSN : 26210959     DOI : 10.17977
Core Subject : Engineering,
This journal explores conceptual ideas, theories, practices, research, and education in the fields of Civil Engineering and Building Engineering.
Articles 132 Documents
ANALISA FAKTOR-FAKTOR PENGARUH PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA (STUDI KASUS: INSTALLATION PIPING GEOTHERMAL POWER PLANT MUARA LABOH, SOLOK SELATAN) Ilham Ahmad Syauki; Jajang Atmaja; Dalrino Dalrino; Riswandi Riswandi; Latifah Mahdiyah Azwar
Bangunan Vol. 30 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um071v30i12025p69-78

Abstract

Produktivitas tenaga kerja menjadi faktor krusial dalam kesuksesan proyek konstruksi, dipengaruhi oleh berbagai aspek terkait sumber daya manusia. Studi ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi produktivitas pekerja tukang batu serta melakukan perbandingan antara produktivitas aktual di lapangan dengan standar yang tercantum dalam SNI 2008.. Studi dilakukan pada proyek Installation Piping Geothermal Power Plant Muara Laboh di Solok Selatan. Pengumpulan data dilakukan melalui penyusunan kuesioner berdasarkan variabel-variabel bebas, kemudian dianalisis menggunakan metode regresi linier berganda, uji t, uji F (ANOVA), dan koefisien determinasi dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Selain itu, dilakukan pula uji validitas dan reliabilitas terhadap instrumen penelitian. Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel usia, kenyamanan kerja, pengalaman kerja, kesesuaian upah, kesehatan pekerja, dan kemampuan manajerial secara signifikan memengaruhi produktivitas, sedangkan variabel koordinasi dan perencanaan tidak berpengaruh signifikan. Hal ini dibuktikan melalui nilai thitung masing-masing variabel yang sebagian besar lebih besar dari tabel, serta nilai Fhitung sebesar 6,809 yang lebih tinggi dari Ftabel sebesar 2,46. Rata-rata produktivitas pekerja di lapangan sebesar 775,768 m²/7 jam/orang, sementara berdasarkan konversi standar waktu kerja SNI 2008, produktivitas sebesar 747,03 m²/7 jam/orang. Perbedaan ini menunjukkan bahwa produktivitas aktual di lapangan lebih tinggi dibandingkan acuan produktivitas berdasarkan SNI.
OPTIMASI JARAK ELEMEN MELINTANG PADA JEMBATAN BAJA PELENGKUNG TIPE VIERENDEEL Raden Ian Sulasmono; Moch. Dhoni Bathista; Puput Risdanareni
Bangunan Vol. 29 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um071v29i12024p11-28

Abstract

Indonesia merupakan negara yang tersusun atas ribuan pulau yang saling terpisah. Jumlah jembatan di Indonesia hingga tahun 2021 adalah sebanyak 18.931-unit dan dari jumlah tersebut sebanyak 2.938-unit dalam kondisi kritis dan perlu dilakukan Pembangunan ulang oleh pemerintah. Salah satu jenis jembatan yang banyak digunakan adalah jembatan pelengkung Vierendeel yang memiliki banyak keunggulan. Walaupun begitu pendesainan jembatan pelengkung harus melalui langkah-langkah yang benar agar keunggulan-keunggulan tersebut dapat maksimal. Salah satu usaha untuk meningkatkan performa jembatan pelengkung ialah dengan melakukan optimasi elemen melintang. Beberapa penelitian telah mencoba melakukan hal tersebut, dengan cara mengurangi jumlah elemen. Metode pengurangan elemen ini dinilai masih kurang optimal, sehingga dalam penelitian ini dilakukan penambahan variabel berupa pengaturan jarak antar batang melintang. Didasari hal itu, penulis ingin menutup riset gap dengan melakukan analisis untuk mencari rasio jumlah dan jarak batang melintang sehingga didapatkan konfigurasi struktur yang efisien. Dari hasil analisis menggunakan software SAP2000.v22 diperoleh hasil bahwa parameter elemen melintang bawah yang paling efisien adalah 1/8-OB1 dengan rasio struktur 19,644. Kemudian untuk parameter elemen melintang atas yang paling efisien adalah OA1 dengan rasio struktur 20,257. Dengan hasil tersebut maka dapat diketahui bahwa semakin sedikit elemen melintang maka semakin efisien rasio yang didapatkan dimana hal ini juga dipengaruhi oleh beban yang diberikan yang tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap elemen melintang.
HUBUNGAN GAYA MENGAJAR GURU DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA SMK NEGERI 1 SINGOSARI Cindy Kharismawati; Antelas Eka Winahyo
Bangunan Vol. 29 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um071v29i22024p113-122

Abstract

Gaya mengajar guru dalam pembelajaran praktik harus di perhatikan karena memiliki karakterisik berbeda dengan penmbelajaran teoritis. Beberapa guru jurusan SMKN 1 Singosari guru mengungkapkan bahwa telah menerapkan gaya mengajar yang disesuaikan dengan capaian belajar siswa, namun siswa masih kurang termotivasi dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Didukung dengan hasil uji observasi awal dapat disimpulkan bahwa siswa termotivasi sebesar 40,9% atau sebanyak 37 siswa, dan 59,1% atau 53 siswa masih kurang semangat dan kurang tertarik dalam mengikuti pembelajaran di kelas. Namun belum diketahui secara pasti tingkat motivasi belajar dalam pembelajaran praktik. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi ada atau tidaknya hubungan gaya mengajar guru dan motivasi belajar siswa di SMK Negeri 1 Singosari khususnya pada pembelajaran praktik. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif korelasional. Penelitian ini menggunakan sampel dari siswa SMK Negeri 1 Singosari jurusan bangunan meliputi DPIB, TKP, dan Geomatika, dengan total responden sejumlah 245 siswa. Penentuan pengambilan jumlah sampel menggunakan rumus dari slovin. sedagkan pengambilan sampel menggunakan teknik probability sampling berupa Proportional stratified random sampling. Data diperoleh dengan menggunakan angket berupa kuisioner yang telah di uji validitas dan uji reliabilitas. Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji ststisik deskriptif dan uji korelasi pearson, uji prasyarat analisis menggunakan uji normalitas dan linieritas. Semua uji yang dilakukan menggunakan software SPSS 23 dan bantuan Microsoft Excel. Hasil pengujian menunjukkan gaya mengajar teknologis tergolong dalam kategori tinggi (31%), gaya mengajar interaksional dalam kategori tinggi (37%), motivasi belajar intrinsik dalam kategori tinggi (40%), dan motivasi ekstrinsik dalam kategori tinggi (46%). Nilai Koefisien korelasi pada variabel gaya mengajar guru dan motivasi belajar siswa sebesar 0,603 artinya memiliki hubungan positif secara signifikan termasuk dalam kategori kuat
MENINGKATKAN KINERJA ALAT PENGUJIAN KUAT TEKAN BETON DI LABORATORIUM UJI BAHAN DEPARTEMEN TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN UNIVERSITAS NEGERI MALANG Ardian Purba Sasangka; Mohammad Musthofa Al Ansyorie; Muhammad Muchlis
Bangunan Vol. 29 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um071v29i12024p29-40

Abstract

Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid mengatakan bahwa data pembangunan rumah yang tercatat dalam program Satu Juta Rumah pada Januari 2019 angkanya mencapai 77.326 unit rumah (Hardum, 2019). Dalam kaitannya dengan pelaksanaan pembangunan tersebut diatas diperlukan kualitas bahan bangunan yang dapat menunjang kondisi bangunan sesuai standart, sehinggaakan dihasilkan bangunan yang kokoh dengan kualitas beton yang baik. Pada proses pengujian kualitas beton dalam Laboratorium Uji Bahan Departemen Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Negeri Malang diperlukan kondisi alat uji kuat tekan beton yang standart, yaitu alat uji kualitas beton (kuat tekan) yang menghasilkan nilai ukur secara digital, sehingga didapatkan hasil pengujian dengan tingkat kendali pembebanan yang sangat akurat untuk pengujian berkualitas menghasilkan pembebanan dan pembacaan yang konstan dan akurat. Sebaliknya, kondisi alat uji kualitas beton (kuat tekan) yang ada di Laboratorium Uji Bahan Departemen Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Negeri Malang masih didapati beberapa alat uji kuat tekan beton yang masih menggunakan Mesin Uji Kompresi Model Analog. Kinerja alat bersifat manual, dengan mengandalkan pengamatan secara manual yang kurang teliti dan fungsi kerja alat dan pembacaan data hasil uji masih bersifat manual, sehingga diperlukan peningkatan kinerja alat pengujian kuat tekan beton analog menjadi alat uji digital di Laboratorium Uji Bahan Departemen Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Negeri Malang dengan cara memodifikasi alat uji analog ditambahkan rangkaian sensor elektronik pressure transmitter yang menghubungkan mesin analog dengan perangkat pembaca hasil uji secara elektronik, sehingga akan didapatkan pelaporan data hasil uji secara digital.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBUAT SOAL PILIHAN GANDA BERBASIS STIMULUS DAN KETRAMPILAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI BAGI GURU SMK Sutrisno Sutrisno; Fadila Fitria Wulandari; Antelas Eka Winahyo; Made Wena
Bangunan Vol. 29 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um071v29i22024p123-130

Abstract

Rendahnya penyerapan lulusan SMK di lapangan pekerjaan kemungkinan sebagai akibat dari relevansi pendidikan dalam kemampuan memecahkan masalah. Akar dari kemampuan pemecahan masalah adalah ketrampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS). Peningkatan HOTS dapat dilakukan melalui penerapan soal ujian HOTS. Penerapan ujian ini dapat dilakukan bila guru telah mempunyai kemampuan yang baik dalam membuat soal HOTS. Karena kemampuan guru dalam membuat soal HOTS belum baik, maka diperlukan adanya peningkatan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui peningkatan kemampuan guru dalam membuat stimulus dan soal pilihan ganda HOTS setelah penerapan model gabungan sharing, praktik, tutorial, dan presentasi hasil. Penelitian ini menggunakan rancangan quasi eksperimen one group pretes-postes. Teknik pengumpulan data menggunakan tes sebelum dan sesudah penerapan model. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan kemampuan guru dalam membuat stimulus sebesar 27,57 persen dan signifikan, serta peningkatan kemampuan guru dalam membuat soal pilihan ganda HOTS sebesar 33,34 persen dan signifikan. Secara umum dapat disimpulkan bahwa penerapan model gabungan sharing, praktik, tutorial, dan presentasi hasil dapat meningkatkan kompetensi guru dalam membuat soal pilihan ganda berbasis HOTS secara signifikan.
PEMODELAN POTENSI WADUK UNTUK PENYEDIAAN AIR BAKU DAN PENGENDALIAN BANJIR DAS BENGAWAN SOLO HULU Wiliya Wiliya; Nurfaijah Nurfaijah; Mega Septia Sarda Dewi
Bangunan Vol. 30 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um071v30i12025p79-86

Abstract

DAS Bengawan Solo Hulu menghadapi masalah baik banjir maupun kekeringan. Banjir disebabkan oleh meluapnya aliran dari sungai Bengawan Solo Hulu. Kekeringan muncul di beberapa daerah seperti Kabupaten Wonogiri, Lamongan, Gresik, dan Tuban. Untuk menyelesaikan problem ini, diperlukan penambahan waduk di DAS Bengawan Solo Hulu. Waduk tersebut berfungsi untuk menampung air ketika musim hujan dan memberikan cadangan air bersih ketika musim kering. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis seberapa besar pengurangan debit banjir dan tambahan volume waduk. Penelitian ini memanfaatkan model HEC-HMS untuk memprediksi debit hujan. Data yang digunakan meliputi data debit pengamatan, kapasitas waduk, curah hujan, peta penggunaan lahan, jenis tanah dan topografi. Semua data ini dimasukkan ke dalam model untuk memperoleh nilai debit dari simulasi. Debit yang diperoleh dari simulasi dikalibrasi menggunakan data observasi. Jika hasil simulasi menyerupai data yang tercatat, maka dilanjutkan dengan simulasi waduk yang direncanakan. Simulasi waduk ini bertujuan untuk menghitung penurunan debit puncak keluaran terhadap debit masuk dan volume tampungan dari setiap waduk. Dari penelitian ini ditemukan sembilan potensi waduk dengan total kapasitas tampungan mencapai 10,04 juta m3.
PEMODELAN KEBUTUHAN RUANG PARKIR TEMPAT IBADAH (Studi Kasus: Masjid di Sekitar Kampus Kota Malang) Fuad Adi Saputra; Pranoto Pranoto; Nemesius Bambang Revantoro
Bangunan Vol. 29 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um071v29i22024p131-142

Abstract

Masalah parkir di Kota Malang kini telah tumbuh menjadi isu yang serius, terbatasnya lahan pada pusat kegiatan tempat ibadah menjadi masalah yang secara tidak langsung berdampak pada ketersediaan lahan parkir. Sebagian besar Masjid yang berada di sekitar kampus Kota Malang tidak mampu menampung jumlah kendaraan yang parkir, sehingga banyak kendaraan yang parkir di bahu jalan (on street parking). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik pengguna parkir dan karakteristik parkir, serta memodelkan kebutuhan parkir pada Masjid di sekitar Kampus Kota Malang. Dalam penelitian ini dilakukan analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif untuk karakteristik pengguna parkir dan karakteristik parkir, kemudian dilakukan analisis regresi untuk pemodelan kebutuhan parkir. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik pengguna parkir Masjid di Kota Malang didominasi pada usia 17-25 tahun, jenis kelamin laki-laki, jenis pekerjaan pelajar/mahasiswa, jarak tempat tinggal 1–5 km, dan waktu berkunjung pada pukul 11.01–12.00 WIB dengan berjalan kaki. Karakteristik parkir Masjid di Kota Malang untuk rata-rata volume parkir Masjid adalah 146 kendaraan sepeda motor dan 28 kendaraan mobil, akumulasi parkir tertinggi terjadi pada jam puncak 11.55 - 12.00 WIB dengan jumlah 303 kendaraan sepeda motor dan 64 kendaraan mobil, durasi parkir sepeda motor dan mobil pada rentang waktu 31-45 menit, dan indeks parkir rata-rata motor sebesar 285,83 persen dan mobil sebesar 439 persen atau >100 persen yang artinya bahwa tempat parkir tersebut mengalami masalah. Model kebutuhan parkir untuk sepeda motor variabel berpengaruh jumlah jamaah (X2) menghasilkan persamaan Y = 23,538 + 0,500 X2 - 0,001 X2^2 dan nilai R Square = 0,973. Untuk model mobil variabel yang berpengaruh jumlah jamaah (X2) menghasilkan persamaan Y = 1,034 X2^0,813 dan nilai R Square = 0,922.
KAJIAN PENILAIAN KINERJA DAN ALTERNATIF PEMELIHARAAN SUNGAI WELANG LAMA KABUPATEN PASURUAN Neda Anny Wafiyah; Namiratus Syarifah; Felix Nova Ramadhan; Nafi'atus Sholikhah; Imroni Arif; M Khanif Badruz Zaman; Vita Ayu Kusuma Dewi
Bangunan Vol. 29 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um071v29i22024p143-152

Abstract

Banjir karena luapan air sungai merupakan salah satu masalah yang sering terjadi pada sebagian besar wilayah Indonesia saat musim penghujan. Salah satu sungai yang memiliki potensi banjir cukup tinggi yaitu Sungai Welang Lama yang terletak pada Kabupaten Pasuruan. Sungai Welang Lama kerap dilanda banjir pada setiap tahunnya karena intensitas hujan yang tinggi dan buruknya sistem drainase. Selain itu, karakter Sungai Welang Lama berbelok-belok (meander) dan morfologi sungai serta kondisi DAS membuat sungai melebar pada bagian hulu. Penilaian kinerja fisik sungai merupakan salah satu cara untuk menyelamatkan fungsi sungai dan kondisi sungai agar sungai dapat berfungsi dengan semestinya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penilaian kinerja Sungai Welang Lama dan diharapkan dapat mengembalikan kinerja kondisi fisik serta fungsi dari infrastruktur bangunan air ataupun lingkungan sekitar sungai welang lama. Pengumpulan data pada penelitian ini mencakup studi pustaka, observasi lapangan secara langsung untuk melakukan pengamatan, pengukuran, dan menilai kondisi morfologi di beberapa titik Sungai Welang Lama. Selain itu, dilakukan pengumpulan data dokumentasi berupa foto, gambar, dan lainnya saat melakukan observasi lapangan. Alternatif tindakan pemeliharan dengan berdasar pada penilaian kondisi sungai sesuai dengan Surat Edaran Direktorat Jenderal Sumber Daya Air No. 05/SE/D/2016 tentang Pedoman Penyelenggaraan Kegiatan Operasi dan Pemeliharaan Sungai. Berdasarkan hasil observasi langsung di 7 titik dan penilaian dengan mengacu pada SE DJSDA No. 05/SE/D/2016 kondisi Sungai Welang Lama yaitu dalam kondisi cukup dengan nilai rata-rata kinerja Sungai Welang Lama sebesar 73,57 persen. Jenis pemeliharaan preventif merupakan rekomendasi alternatif pemeliharaan yang diberikan berdasarkan hasil penilaian kondisi sungai di lapangan.
PENINGKATAN PEMAHAMAN SOAL HOTS SESUDAH MENEMPUH DAN SESUDAH PRAKTIK MATA KULIAH PEDAGOGIK MAHASISWA PROGRAM STUDI S1 PENDIDIKAN TEKNIK BANGUNAN Dicky Lutfi Makhfudzi; Sutrisno Sutrisno; Isnandar Isnandar
Bangunan Vol. 29 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um071v29i12024p41-52

Abstract

Keberadaan soal HOTS sangat penting sebagai salah satu alat mencapai tujuan pendidikan nasional. Namun demikian sebagian guru masih ada kendala dalam membuat soal HOTS. Mahasiswa calon guru secara bertahap disiapkan untuk mampu membuat soal HOTS yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tahapan dan peningkatan pemahaman soal HOTS mahasiswa sebelum, sesudah menempuh mata kuliah pedagogic, dan sesudah praktik lapangan mata kuliah pedagogik. Teknik analisis dalam penelitian ini adalah deskriptif komparatif dengan oneway anova dan uji scheffe dengan taraf signifikasi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan pemahaman soal HOTS mahasiswa sebelum menempuh mata kuliah pedagogik sebesar 27,52 berada pada kategori kurang, sesudah menempuh mata kuliah pedagogik pemahaman mahasiswa sebesar 32,78 berada pada kategori cukup, dan sesudah menempuh praktik lapangan mata kuliah pedagogik pemahaman mahasiswa sebesar 49,52 pada kriteria baik. Terjadi peningkatan pemahaman soal HOTS mahasiswa secara signifikan setelah melaksanakan praktik lapangan mata kuliah pedagogic. Keikutsertaan kuliah teoripedagogic saja belum mampu meningkatkan pemahaman soal HOTS mahasiswa secara signifikan.
ANALISA PERBANDINGAN EFEKTIVITAS ANTARA STRUKTUR EMBUNG MENGGUNAKAN GEOMEMBRAN DENGAN STRUKTUR MENGGUNAKAN BETON Aditya Ilham Firmansyah; Siti Nur Rahmah Anwar; Muhammad Sulton; Edi Santoso; Irma Aswani Ahmad
Bangunan Vol. 30 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um071v30i12025p87-90

Abstract

Embung atau bisa juga disebut bendungan kecil merupakan salah satu bangunan sumber air yang dapat difungsikan untuk menampung air, upaya konservasi air, dan juga dapat mengendalikan banjir walaupun dalam skala kecil. Embung Sigit merupakan langkah pemerintah bersama Badan Besar Wilayah Sungai (BBWS) Benngawan Solo untuk mengatasi Kondisi krisis air yang dialami mayoritas petani Desa Sigit, Kecamatan Tangen, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Pada uumnya embung maupun bendungan yang berskala besar biasanya menggunkan material beton maupun dengan pasangan batu sebagai tubuh embung, tetapi melihat kondisi lapangan pada studi kasus yang saya ambil tidak cocok menggnakan metode tersebut. Oleh karena itu inovasi dalam pemilihan material dan metode diperlukan untuk menyesuaikan kondisi lapangan, maka diplihlah material Geomembran sebagai tadah pada penampang embung tersebut. Selain itu melihat kondisi topografi di lapangan maka metode cut-and-fill diterapkan guna memanfaatkan galian dari lokasi tersebut. Mengingat fasilitas ini berdekatan dengan pemukiman penduduk maka perlu dilakukan analisis guna menghindari bencana yang disebabkan oleh kegalalan struktur. Pada Tugas Akhir ini, penulis telah melakukan analisis dengan menggunkan perbandingan kekuatan pada badan embung dengan aplikasi Plaxis untuk mengetahui nilai faktor keamanan embung terhadap kestabilan lereng.

Page 2 of 14 | Total Record : 132