cover
Contact Name
Mega Septia Sarda Dewi
Contact Email
mega.septia.ft@um.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
syahidah.faninastiti.ft@um.ac.id
Editorial Address
Jl. Semarang No. 5
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Bangunan
ISSN : -     EISSN : 26210959     DOI : 10.17977
Core Subject : Engineering,
This journal explores conceptual ideas, theories, practices, research, and education in the fields of Civil Engineering and Building Engineering.
Articles 132 Documents
COMPARING VOCATIONAL EDUCATION CURRICULA IN CHINA AND INDONESIA FOR ECONOMIC GROWTH Muhammad Aris Ichwanto; Mohammad Mustofa Al Ansyorie; Zhao Ping
Bangunan Vol. 26 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um071v26i22021p9-20

Abstract

Asia dicirikan oleh keragaman iklim, geografi, sumber daya alam, struktur populasi, tingkat melek huruf, struktur ekonomi, dan bentuk pemerintahan. Penelitian ini dilakukan di dua negara yaitu China dan Indonesia. Karena perekonomian China dan Indonesia tetap stabil dan meningkat di tengah krisis ekonomi global, apalagi negara-negara tersebut menduduki peringkat pertama dan kedua pertumbuhan ekonomi dunia. Tujuan dari studi di bidang pendidikan ini adalah untuk menginformasikan tentang kurikulum pendidikan kejuruan yang menciptakan lapangan kerja yang terampil, kreatif, berdaya saing tinggi, mudah diserap, yang pada gilirannya mendukung pertumbuhan ekonomi di kedua negara. Kajian melalui kubus Bray dan Thomas ini memberikan kerangka analisis pendidikan komparatif yang melibatkan tiga kategori yang disusun dalam kubus. Perbandingan kurikulum sains kedua negara menunjukkan bahwa mereka sebenarnya secara umum serupa. Relatif sedikit perbedaan yang ditemukan sehubungan dengan pengetahuan yang dimaksudkan dan konten kompetensi dalam hal perbedaan diamati kuantitas keseluruhan tersirat oleh dokumen kurikulum tampaknya seimbang.
PEMANFAATAN ABU SEKAM PADI UNTUK MENGHASILKAN BETON BERMUTU ULTRA TINGGI Shafira Shastri; Roby Siswanto Pratama; Moh. Nanang Lutfian
Bangunan Vol. 26 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um071v26i22021p21-32

Abstract

Beton mutu ultra tinggi dapat diaplikasikan di berbagai macam konstruksi, dengan karakteristiknya yang sangat padat dan kuat serta memiliki kuat tekan jauh di atas 100 MPa. Faktor yang mempengaruhi beton mutu ultra tinggi antara lain adalah fas (faktor air semen), penambahan superplasticizer dan juga penambahan bahan lain sebagai substitusi parsial semen, dimana pada penelitian ini digunakan abu sekam padi yang memiliki kadar SiO2 tinggi. Pada penelitian ini, dilakukan perhitungan mix design dengan proporsi material yang berbeda-beda untuk menentukan proporsi yang optimal dalam membuat beton mutu ultra tinggi. Dibuat 3 jenis campuran di dalam penelitian ini, (i) Campuran I, yaitu beton normal dengan menggunakan 2% superplasticizer dari berat semen; (ii) Campuran II, yaitu beton dengan tambahan abu sekam padi sebesar 5% dengan superplasticizer sebesar 0,7 L/100 kg semen; dan (iii) Campuran III, yaitu beton dengan tambahan abu sekam padi sebesar 5% dengan 2% superplasticizer dari berat semen. dari total penggunaan semen. Kemudian dibuat 4 buah silinder benda uji dengan ukuran Ø 10 cm x 20 cm pada setiap campuran untuk dilakukan pengujian kuat tekan beton dan volume beton ketika memasuki umur 7, 14, 21 dan 28 hari. Metode perawatan dilakukan dengan merendam beton di dalam air tawar selama 5 hari. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan bahwa penambahan superplasticizer sebesar 0,7 L/100 kg semen memiliki kuat tekan yang lebih besar dari penambahan superplasticizer sebesar 2% dari berat semen dan penambahan abu sekam padi sebesar 5% dapat meningkatkan kekuatan beton menjadi lebih tinggi.
INOVASI METODE LIFTING BENTANG UTAMA JEMBATAN SEI WAMPU DI SUMATERA UTARA Andrew Nugraha Standyarto
Bangunan Vol. 26 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um071v26i22021p33-46

Abstract

Jembatan merupakan bagian integral dari Infrastruktur jalan yang dibangun untuk menunjang konektivitas dan mobilitas masyarakat Indonesia dalam kegiatan ekonomi. Untuk menjamin konstruksi jembatan terbangun dengan aman dan sesuai desain, diperlukan pemilihan metode konstruksi yang tepat, terutama untuk pelengkung baja sepanjang 140 m yang merupakan bentang utama Jembatan Sei Wampu. Jembatan Sei Wampu merupakan jembatan yang terletak pada ruas jalan nasional dan menghubungkan daerah Stabat dengan Tanjung Pura di Provinsi Sumatera Utara. Paket pembangunan Jembatan Sei Wampu mengalami putus kontrak pada tahun 2019 dimana sistem lantai bentang utama jembatan berupa stringer dan cross girder telah terpasang di tengah sungai menggunakan sistem shoring. Maka dari itu, menindaklanjuti rencana tender lanjutan, dibutuhkan inovasi metode lifting elemen pelengkung dan hanger untuk menyelesaikan pekerjaan pemasangan bentang utama. Dengan menggunakan pendekatan studi literatur dan tinjauan lapangan, metode lifting ditentukan menggunakan tower backstay dan lifting segmen menggunakan heavy crane pada platform beton sementara di kedua sisi abutmen. Dari hasil analisis pengecekan radius dan load chart crane untuk segmen terberat Top Chord (TC), heavy crane 450 ton dipilih untuk melakukan lifting 6 segmen di arah Stabat dan heavy crane 450 ton + superlift 180 ton untuk lifting 9 segmen arah Tj. Pura dengan pondasi platform tiang pancang baja ø 60 cm berjumlah 9. Dengan telah ditentukannya metode lifting, tender paket pembangunan Jembatan Sei Wampu pun dapat dilakukan.
BESARI ( BETON SISA INDUSTRI ) FOR SUSTAINABLE DEVELOPMENT Arruna Rodhi Prasetya; Fadhilah Arifatunnisa; Riztira Yeca Tiya Milleda
Bangunan Vol. 26 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um071v26i22021p47-62

Abstract

High density concrete atau beton berat merupakan beton yang dihasilkan dari agregat yang mempunyai berat isi lebih besar dari berat beton normal. Beton yang mempunyai berat yang tinggi ini biasanya digunakan untuk kepentingan tertentu seperti menahan radiasi, menahan benturan dan lainnya. Untuk membuat beton tersebut diperlukan inovasi material yang berasal dari limbah, selain menghasilkan berat isi yang tinggi juga terciptanya beton ramah lingkungan. Tujuan penelitian ini, pembuatan beton ramah lingkungan kami beri nama BESARI (Beton Sisa Industri) dengan pembuatan beton SCC (Self Compacting Concrete) yang memanfaatkan limbah industri yaitu limbah steel slag dan granit sebagai pengganti agregat kasar, serbuk besi sebagai pengganti agregat halus, serta serbuk marmer sebagai filler dalam substitusi semen. Limbah yang kami gunakan didapatkan dari daerah sekitar Klaten dan Surakarta. Dengan menggunakan metode perencanaan American Concrete Instituted (ACI) dan standar EFNARC, pembuatan beton berjumlah 3 silinder ukuran 15 cm x 30 cm dan 1 kubus ukuran 15 cm x 15 cm dengan rancangan penambahan serbuk besi (10%) dari total agregat halus, steel slag (50%) dan granit (50%) dari total agregat kasar, serbuk marmer (10%) dari total semen, serta penambahan Sika Viscocrete 1003 sebesar 1,5% digunakan di Laboratorium Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Surakarta, dengan f’cr 45 MPa. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi inovasi beton sustainable, ramah lingkungan, efisien, serta ekonomis dari pada beton konvensional.
PENERAPAN STANDAR NEW NORMAL PADA PELAKSANAAN PROYEK KONSTRUKSI DI KOTA MALANG Bambang Djatmiko; Nemesius Bambang Revantoro; Edi Santoso; Muhamad Aris Ichwanto
Bangunan Vol. 28 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um071v28i12023p13-24

Abstract

Akibat pandemi covid 19 pelaksanaan proyek konstruksi mengalami keterlambatan. Penelitian ini bertujuan mendiskripsikan sejauh mana para pelaksana konstruksi yang melanjutkan pekerjaanya dengan menerapkan standar new normal di Kota Malang. Sejauh penelusuran penelitian jenis ini belum pernah dilakukan. Populasi dan sampel purposive [10] tenaga kerja proyek, yaitu: 1) Bangunan gedung 30 orang dan 3) Bangunan perumahan 30 orang. Jika penelitian ini berhasil, maka bisa dipakai rujukan pemerintah daerah maupun owner untuk bahan pertimbangan pengambilan keputusan serta penelitian lebih lanjut. Kesimpulan:(1) Penerapan new standar normal covid 19 pada lingkungan proyek konstruksi bangunan gedung akumulasi rerata sebesar 89,00 % katergori bahaya terhadap penyebaran covid 19, (2) Penerapan new standar normal covid 19 pada lingkungan proyek perumahan kumulasi sebesar 61,73 %, katergori bahaya terhadap penyebaran covid 19 dan (3) Terdapat perbedaan yang signifikan penerapan standar normal new covid 19 pada proyek konstruksi bangunan gedung dengan lingkungan proyek perumahan dan sama- sama berbahaya terhadap penularan covid 19.
PENGEMBANGAN MODUL ELEKTRONIK PEMBELAJARAN ESTIMASI BIAYA KONSTRUKSI KELAS XI TEKNIK KONSTRUKSI PERUMAHAN SMK NEGERI 1 SINGOSARI KABUPATEN MALANG Priyono Priyono; M. Musthofa Al Ansyorie; Fariski Ismail Hasan
Bangunan Vol. 28 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um071v28i12023p25-34

Abstract

Dalam proses pembelajaran, terjadi komunikasi antara guru dan siswa. Guru berperan sebagai pengirim informasi sedangkan siswa berperan sebagai penerima informasi. Proses ini akan berhasil dengan baik jika antara keduanya berjalan dengan lancar, dimana guru mampu menyampaikan informasi dengan baik kepada siswa dan siswa mempunyai kemampuan menerima informasi tersebut dengan baik pula. Untuk menyempurnakan komunikasi antara pemberi dan penerima informasi agar tercipta komunikasi yang efektif diperlukan alat komunikasi atau media. Penggunaan multimedia dalam lingkungan belajar mengajar dapat mendukung perkembangan siswa sebagai pemikir kritis, belajar dengan cepat, dapat memecah masalah, cocok untuk pencarian informasi dan bahkan lebih memotivasi proses belajar mereka. Kurangnya media pembelajaran dapat menyebabkan lingkungan belajar yang buruk. Penerapan modul elektronik ini akan diterapkan penggunaannya terhadap siswa kelas XI Jurusan Teknik Konstruksi Perumahan SMKN 1 Singosari. Tahapan pelaksanaan yang dilakukan yaitu persiapan perencanaan penelitian dan analisis data penelitian dengan metode penelitian dan pengembangan untuk menguji keefektifitasan produk tersebut. Tahap pelaksanaan yaitu pembuatan desain modul elektronik pembelajaran Estimasi Biaya Konstruksi dengan QR Code serta link web video pembelajaran ke Youtube. Tahap akhir yaitu berupa evaluasi dan revisi produk setelah produk diujikan pada Ahli Materi, Ahli Media dan siswa kelas XI Teknik Konstruksi Perumahan SMKN 1 Singosari. Hasil dari kegiatan penelitian ini yaitu berupa produk modul elektronik Pembelajaran Estimasi Biaya Konstruksi Kelas XI Teknik Konstruksi Perumahan SMKN 1 Singosari.
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN PEMECAHAN MASALAH BERBASIS MOBILE LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR MAHASISWA Made Wena; Sutrisno Sutrisno; R. Machmud Sugandi; Sugiyanto Sugiyanto
Bangunan Vol. 28 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um071v28i12023p35-44

Abstract

tujuan penelitian ini adalah: mengetahui perbedaan hasil belajar antara mahasiswa yang belajar dengan model pembelajaran pemecahan masalah berbasis mobile learning dibandingkan mahasiswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian ekpsperimen. Kelompok sampel yang mengalami perlakukan disebut disebut kelompok eksperimen, sedang kelompok sampel yang tidak mengalami perlakuan disebut kelompok kontrol. Untuk menguji hipotesis yang diajukan digunakan teknik uji t test. Berdasarkan hasil analisis data dapat disipulkan bahwa tidak ada perbedaan hasil belajar disebabkan oleh pembelajaran dengan mengunakan metode pemecahan masalah berbasis mobile learning dengan kelompok yang diajar menggunakan metode pembelajaran pemecahan masalah tanpa mobile learning. Pada sisi lain ada perbedaan hasil belajar yang signifikan antara kelompok mahasiswa yang memiliki motivasi berprestasi tinggi dengan kelompok mahasiswa yang memiliki motivasi berprestasi rendah.
EVALUASI KINERJA PEMELIHARAAN JALAN KEBUPATEN MENGGUNAKAN METODE IMPORTANCE PERFORMANCE ANALYSIS Henri Siswanto
Bangunan Vol. 28 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um071v28i12023p45-52

Abstract

Tingkat kerusakan jalan Kabupaten adalah tertinggi diantara jalan Kota, jalan Provinsi, dan jalan Nasional. Variabel-variabel apa yang menyebabkan kondisi tersebut perlu diketahui, sehingga dapat diidentifikasi langkah-langkah penyelesaiannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kinerja pemeliharaan jalan Kabupaten dengan metode importance performance analysis (IPA). Metode IPA dilakukan dengan pengumpulan data secara kuesioner terhadap responden. Respondennya adalah stakeholder pada pemegang otoritas pemeliharaan jalan di lima Kabupaten yang tersebar di Jawa Timur dan Jawa Barat. Pendekatan item yang dipakai adalah perspektif balance scorecard. Terdapat empat perspektif yaitu perpektif stakeholder, perspektif keuangan, perspektif bisnis internal dan perspektif pertumbuhan dan pembelajaran. Dengan metode IPA dapat diukur tingkat kepentingan, tingkat kinerja dan kesesuaian dintara keduanya. Selanjutnya dilakukan perhitungan gap analysis untuk mengetahui tingkat kinerjanya. Item dengan tingkat kinerja rendah dapat dipergunakan sebagai pijakan pembenahan menejemen pemeliharaan jalan ke depan sedangkan item dengan kinerja tinggi dapat dipertahannya atau ditingkatkan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perspektif stakeholder mempunyai tingkat kesesuaian sebesar 86,45%, tingkat kesesuaian tertinggi terdapat pada atribut pentingnya program pemeliharaan sebagai program unggulan. Ditinjau dari perspektif keuangan, tingkat kesesuaiannnya adalah sebesar 71,99% dengant ingat kesesuaian terendah adalah atribut kecukupan dana untuk pemeliharaan secara menyeluruh. Tingkat kesesuaian perspektif bisnis internal sebesar 79,15%, dengan tingkat kesesuaian tertinggi pada atribut kemampuan manager proyek dalam mengendalikan pelaksanaan pekerjaan. Sedangkan perspektif pertumbuhan dan pembelajaran mempunyai tingkat kesesuaian sebesar 74,61%, dengan tingkat kesesuaian terendah pada atribut perencanaan pelatihan pegawai.
SIMULASI DESAIN FASAD DALAM MENINGKATKAN KINERJA PENCAHAYAAN ALAMI PADA BANGUNAN RUMAH TINGGAL DI DAERAH TROPIS Cynthia Permata Dewi
Bangunan Vol. 27 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um071v27i12022p1-10

Abstract

Desain pencahayaan alami pada bangunan rumah tinggal seringkali tidak dipertimbangkan sesuai dengan kebutuhan maupun kondisi geografis dan lingkungan setempat. pemanfaatan pencahayaan alami pada daerah tropis seperti Indonesia dengan penyinaran yang cukup kuat sepanjang tahun merupakan salah satu faktor yang harus dipertimbangkan. Pada penelitian ini, desain fasad yang meliputi lebar dan posisi bukaan dari lantai serta kombinasi dengan tipe shading device bertujuan untuk memperoleh tingkat pencahayaan alami yang sesuai dengan standar kebutuhan pencahayaan pada bangunan rumah tinggal. Hasil penelitian menunjukkan, desain jendela selebar 0.6m dengan posisi bukaan 0.5m di R1 dan 1.5m di R2 serta penggunaan shading device berupa overhang beton 0.5m mampu menghasilkan tingkat pencahayaan dalam ruang sebesar 300 lux sebesar 50% dari luas ruang R2. Desain ini paling efektif dalam mencapai standar kebutuhan pencahayaan dibandingkan alternatif lainnya.
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN PRAKTIK LABORATORY TRAINING BERBASIS WEB VIRTUAL TERHADAP HASIL BELAJAR MAHASISWA PADA MATAKULIAH TEORI DAN PRAKTIK KONSTRUKSI KAYU Priyono Priyono; Tri Kuncoro; Imam Alfianto; Isnandar Isnandar
Bangunan Vol. 27 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um071v27i12022p11-18

Abstract

tujuan peneltiian ini adalah mengetahui ada tidaknya perbedaan hasil belajar antara mahasiswa yang belajar dengan model pembelajaran praktik menggunakan model Laboratory Training Berbasis Web Virtual Laboratory dibandingkan mahasiswa yang belajar dengan metode konvensional pada matakuliah Teori Dan Praktik Konstruksi Kayu. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian ekperimen. Subyek penelitian adalah mahasiswa semester IV Prodi PTB TS FT UM, yang memprogram matakuliah Teori dan Praktik Konstruksi Kayu. Untuk uji eksperimen digunakan dua offering/ kelas, satu kelas sebagai kelompok eksperimen dan satu kelas yang lain sebagai kelompok kontrol. Ke dua kelompok ini diasumsikan sama dalam semua segi yang relevan dan hanya berbeda dalam pemberian perlakuan. Jenis data yang diperlukan adalah data tentang hasil belajar, yang diambil dengan teknik test perbuatan. Pengembangan tes berpedoman pada kisi-kisi pokok bahasan matakuliah praktik. Untuk menguji hipotesis yang diajukan digunakan teknik uji t test. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar antara kelompok mahasiswa yang diajar yang diajar dengan metode pembelajaran praktik laboratory training berbasis web virtual dan kelompok mahasiswa yang diajar yang diajar dengan metode pembelajaran praktik laboratory training tanpa berbasis web virtual. Hal ini berarti metode pembelajaran praktik laboratory training berbasis web virtual lebih unggul dari pada metode pembelajaran praktik laboratory training tanpa tanpa web virtual.

Page 5 of 14 | Total Record : 132