cover
Contact Name
Rizki Zakwandi
Contact Email
r.zakwandi@upi.edu
Phone
+6285669180173
Journal Mail Official
wapfi@upi.edu
Editorial Address
JL. Setiabudhi No. 229 Bandung, 40154 Jawa Barat - Indonesia. e-mail: wapfi@upi.edu Tel / fax : (022) 2004548 / (022) 2004548
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
WAPFI (Wahana Pendidikan Fisika)
ISSN : 23381027     EISSN : 26854414     DOI : https://doi.org/10.17509/wapfi
The below mentioned areas are just indicative. The editorial board also welcomes innovative articles that redefine any Science, especially Physics and Technology Education field. Earth Science and Education Basic Science in Physics Education New Technologies in Physics Education Research and Development in Physics Education Globalisation in Physics Education Women in Physics Education Computers, Internet, Multimedia in Physics Education Organization of Laboratories of Physic Curriculum Development on Physics Education Teaching, Media, and Learning Physics
Articles 216 Documents
Analisis Karakteristik Tes Kemampuan Inkuiri Peserta Didik SMP pada Materi Suhu dan Kalor dengan Parameter Logistik Eka Fitri Rahayu
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 6, No 2 (2021): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (689.672 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v6i2.37859

Abstract

Kemampuan inkuiri diperlukan dalam proses penyelidikan ilmiah dan membangun konsep dalam pembelajaran sehingga menjadi salah satu kemampuan yang penting untuk dimiliki oleh peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi instrumen tes kemampuan inkuiri pada materi suhu dan kalor berdasarkan teori respon butir. Penelitian ini menggunakan desain konstruksi dan validasi, dan pengumpulan data dilakukan melalui judgment ahli dan hasil uji instrumen tes yang dibuat oleh peneliti dengan mengacu pada indikator inkuiri menurut Lou, dkk serta Miaoulis dan Cyr. Partisipan dalam penelitian ini dipilih secara acak dari 3 sekolah menengah pertama sebanyak 118 partisipan. Hasil penelitian menunjukkan instrumen tes memiliki daya pembeda (a) memiliki kategori baik, tingkat kesukaran (b) memiliki kategori sedang, dan faktor tebakan semu (c) memiliki kategori baik. Instrumen tes kemampuan inkuiri yang dibuat memiliki fungsi informasi sebesar 9,153 dengan SEM 0,331. Oleh karena itu tes kemampuan inkuiri sesuai apabila diberikan pada peserta didik dengan tingkat kemampuan sedang dan akan reliable apabila diberikan pada peserta didik dengan tingkat kemampuan rendah hingga kemampuan sangat tinggi.
PENERAPAN PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF ILMIAH DAN BERPIKIR KRITIS ILMIAH SISWA SMA PADA MATERI KESETIMBANGAN BENDA TEGAR Ida Rachmawati; Selly Feranie; Parlindungan Sinaga; Duden Saepuzaman
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 3, No 2 (2018): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.281 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v3i2.13725

Abstract

ABSTRAKKemampuan krisis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif menjadi kecakapan yang utama dalam kehidupan di abad 21. Pembelajaran di sekolah haruslah dapat melatih peserta didik agar dapat siap menjalani kehidupan di masa yang akan datang dengan memiliki keterampilan berpikir kreatif ilmiah dan berpikir kritis ilmiah. Dari berbagai penelitian, salah satu model pembelajaran yang mampu melatihkan keterampilan berpikir kreatif atau kemampuan berpikir kritis adalah pembelajaran berbasis proyek. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kreatif ilmiah dan keterampilan berpikir kritis ilmiah siswa SMA dengan menggunakan perlakuan Pembelajaran Berbasis Proyek secara bersamaan. Penelitian pre-experimental dengan desain penelitian one group pre-test post-test design dilakukan pada sampel berjumlah 26 siswa kelas XI IPA di salah satu SMA Negeri Kota Bandung. Untuk mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kreatif ilmiah dan berpikir kritis ilmiah setelah dilakukannya pembelajaran berbasis proyek, digunakan analisis data hasil pre-test dan post-test menggunakan normalized gain. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan kemampuan berpikir kreatif ilmiah dan berpikir kritis ilmiah setelah diterapkan pembelajaran berbasis proyek pada kategori sedang.Kata Kunci: Pembelajaran Berbasis Proyek, Keterampilan Berpikir Kreatif Ilmiah, Keterampilan Berpikir Kritis Ilmiah.ABSTRACTCritical, creative, collaborative, and communicative skills become the main skills in life in the 21st century. Learning at school should be able to train learners to be ready to live life in the future by having the skills of scientific creative thinking and critical scientific thinking. From a variety of studies, one of the learning models that can tap into the skills of creative thinking or critical thinking skills is project-based learning. This study aims to improve the skills of scientific creative thinking and scientific thinking critical skills of high school students by using the treatment of Project Based Learning simultaneously. Pre-experimental research with research design one group pre-test post-test design was done on the sample amounted to 26 students of eleventh grade in one of Bandung State High School. To know the improvement of scientific creative thinking ability and scientific critical thinking after doing project based learning, used data analysis of pre-test and post-test results using normalized gain. The results showed that there was an increase in the ability of scientific creative thinking and scientific critical thinking after applied project-based learning in the medium category.Keywords: Project Based Learning, Scientific Creative Thinking Ability, Scientific Critical Thinking Ability.
Pengembangan Komik Berbasis Pendekatan Saintifik sebagai Media Pembelajaran Fisika SMA pada Topik Kalor Ghaida Prinisa Achmad; Purwanto Purwanto; unang purwana
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 7, No 1 (2022): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Februari 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.451 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v7i1.42890

Abstract

Media pembelajaran merupakan sumber belajar yang digunakan pendidik dalam membantu proses penyampaian materi pelajaran pada peserta didik untuk dapat memahami pesan yang disampaikan sehingga dapat tercipta lingkungan belajar yang kondusif. Namun, masih banyak peserta didik yang merasa jenuh dan kurang termotivasi untuk belajar fisika karena sulit untuk memahami materi yang disampaikan akibat penggunaan media yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berupa komik berbasis pendekatan saintifik pada topik kalor yang dapat memfasilitasi peserta didik untuk melakukan aktivitas-aktivitas yang mendukung pembelajaran berbasis pendekatan saintifik sesuai Kurikulum 2013 agar peserta didik dapat tetap termotivasi untuk belajar. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (RD) dengan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari tahap Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Kelayakan komik divalidasi menggunakan lembar validasi materi dan lembar validasi media. Hasil validasi materi bernilai 86,25% dan validasi media bernilai 85,67% dan dinyatakan sangat layak untuk digunakan dalam pembelajaran. Hasil uji pengguna dengan menggunakan angket respons kepada pendidik dan peserta didik menunjukkan respons yang sangat positif menunjukkan ketertarikan pada media pembelajaran berupa komik berbasis pendekatan saintifik sebagai media penunjang dalam pembelajaran. Kata kunci: Kalor, Komik, Media Pembelajaran, Pendekatan Saintifik
Analisis Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) Guru IPA untuk mengidentifikasi Profil Content Knowledge (CK) Guru pada Materi Global Warming Meili Yanti; Riandi Riandi
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 4, No 1 (2019): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.243 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v4i1.15815

Abstract

Content knowledge (CK) memberikan gambaran berupa pengetahuan guru tentang informasi terkait konten materi yang diajarkan kepada siswa. Selain itu Content Knowledge merupakan pengetahuan yang semestinya dikuasai oleh guru yang mencakup fakta, konsep, prinsip, hukum, dan teori. Selain itu CK juga menggambarkan kemampuan guru untuk mengorganisasi materi-materi yang akan diajarkan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan profil content knowledge guru pada materi global warming. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Subyek pada penelitian ini adalah tiga orang guru SMP yang berasal dari sekolah yang berbeda-beda. Masing – masing guru diminta untuk menguraikan konsep esensial atau big ideas pada materi Global warming sebagai representasi dari Content Knowledge guru tersebut. Kemampuan Content knowledge (CK) guru diukur dengan menggunakan instrument CoRe (Content Representation) yang berisi delapan item pertanyaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Content Knowledge (CK) guru berada pada kategori sedang. Kemampuan guru dalam mengimplementasikan CK materi Global warming berupa pengembangan dan pemilihan tugas, pemilihan representasi dan penjelasan, interpretasi tanggapan siswa, penekanan pada pemahaman siswa dan analisis kesalahan serta kesulitan yang mungkin dialami siswa. Kata kunci: Content Knowledge, CoRe (Content Representation), Global warming AbstractContent knowledge (CK) provides an overview of teacher knowledge about information related to material content taught to students. In addition, Content Knowledge is knowledge that should be mastered by teachers which includes facts, concepts, principles, laws, and theories. In addition CK also describes the ability of teachers to organize the material to be taught. This study aims to provide a profile of teacher content knowledge on global warming material. The method used is descriptive method. The subjects in this study were three junior high school teachers who came from different schools. Each teacher was asked to elaborate on an essential concept or big ideas on the subject of Global Warming as a representation of the teacher's Content Knowledge. The ability of teacher Content knowledge (CK) is measured using the CoRe (Content Representation) instrument which contains eight question items. The results of the study show that the teacher's Content Knowledge (CK) is in the medium category. The ability of teachers to implement CK material Global warming in the form of development and selection of tasks, selection of representations and explanations, interpretation of student responses, emphasis on student understanding and analysis of errors and difficulties that may be experienced by students. Keywords: Content Knowledge, CoRe (Content Representation), Global warming
Analisis Instrumen Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi pada Materi Gerak Lurus Menggunakan Teori Respons Butir Pungkas Wijiasmoro; Taufik R Ramalis; Purwanto Purwanto; Mutiara Syifa
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 8, No 1 (2023): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Februari 2023
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.729 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v8i1.48272

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis karakteristik instrumen keterampilan berpikir tingkat tinggi pada materi gerak lurus di sekolah menengah atas (SMA) menggunakan teori respons butir (IRT). Karakteristik instrumen yang dianalisis adalah model parameter logistik yang sesuai, validitas, reliabilitas, daya pembeda, dan taraf kesukaran. Metode penelitian yang dilakukan adalah deskriptif menggunakan data kuantitatif dan desain yang digunakan adalah ­one-shot design. Partisipan penelitian ini adalah 101 siswa SMA yang telah mempelajari gerak lurus. Data yang didapat dianalisis menggunakan teori respons butir model 2-PL. Instrumen berupa 22 soal pilihan ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen tersebut valid. Reliabilitas instrumen menunjukkan instrumen tersebut bisa diandalkan untuk diberikan pada siswa dengan kemampuan rendah hingga sedang dengan nilai kemampuan -1,1 hingga 0,9. Daya pembeda instrumen secara keseluruhan dinyatakan baik dengan nilai a = 1,98. Sedangkan untuk daya pembeda setiap soal, 11 soal dinyatakan memiliki daya pembeda baik dan 11 soal lainnya dinyatakan memiliki daya pembeda tidak baik. Taraf kesukaran instrumen secara keseluruhan termasuk dalam kategori sedang dengan nilai b = -0,1. Sedangkan untuk taraf keseluruhan setiap soal, satu soal termasuk dalam kategori soal mudah, satu soal termasuk dalam kategori sukar, dan 20 soal lainnya termasuk dalam kategori sedang.
Pengembangan dan Karakterisasi Tes Keterampilan Berpikir Kritis Materi Tekanan berdasarkan Teori Respon Butir Revi Novia; Taufik Ramlan Ramalis; Ridwan Efendi
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 4, No 2 (2019): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.487 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v4i2.20181

Abstract

Keterampilan berpikir kritis merupakan keterampilan yang harus dimiliki siswa pada abad 21. Dalam dunia pendidikan, keterampilan berpikir kritis siswa dapat diketahui melalui penilaian menggunakan alat ukur keterampilan berpikir kritis. Namun pada kenyataannya masih jarang sekali pendidik menyusun alat ukur yang dapat merangsang siswa untuk berpikir kritis. Alasan utamanya dikarenakan sulitnya mengkonstruksi dan menganalisis alat ukur keterampilan berpikir kritis karena membutuhkan waktunya yang cukup lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengkarakterisasi tes keterampilan berpikir kritis berdasarkan teori respon butir. Metode penelitian yang digunakan adalah metode pengembangan. Tes dikonstruk berdasarkan 16 subskill dari 6 aspek keterampilan berpikir kritis pada materi tekanan. Partisipan dalam penelitian ini yaitu 151 siswa di enam SMP di Lembang. Analisis data dalam peneltian ini berdasarkan teori respon butir dan dibantu dengan software IRTPRO4.2 Student. Hasil analisis dari kurva karakteristik tes menunjukkan bahwa parameter kesukaran ( terentang antara -0,15 sampai 0,92 dengan indeks kesukaran termasuk dalam kategori sedang dan parameter daya pembeda (a) benilai 0,49 yang berarti tes memiliki daya pembeda yang baik. Perpotongan antara total fungsi informasi dan SEM (standard error measurement) berada pada rentang -1,10 sampai 1,7. Hal ini berarti, keseluruhan tes ini dapat digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir kritis dari tingkat kemampuan rendah (dibawah rata-rata) sampai kemampuan tinggi (diatas rata-rata). Kata kunci: keterampilan berpikir kritis, pengembangan dan karakterisasi, teori respon butir ABSTRACK Critical thinking skills are the skills students must have in the 21st century. in the world of education, students' critical thinking ability can be seen through assessment use the critical thinking skill test. But in reality it is rare the educators to prepare a measurement tool that can stimulate students to think critically. The main reason because is difficult in building and analyzing critical thinking skills because it takes a long time. This study aims to develop and characterize critical thinking skills tests based on item response theory. The research method used is a method of development. The test is built on the basis of 16 subskill of 6 aspects of critical thinking skills in the pressure material. Participants in this study were 151 students in six middle schools in Lembang. The analysis of the data of this research is based on item response theory and assisted by using software IRTPRO4.2 Student.  The result of analysis from characteristic curve of the tests show that the parameter of level of difficulty (b) between -0.15 to 0.92 with index of level of difficulty included in the medium category and parameter of discriminating power (a) value of 0.49 which means that the test has a good category. The information function amount 18,83 and the intersection between the total information function and SEM (standard measurement error) is in the range -1.10 to 1.7. This means, the test is valid and it can be used to measure the critical thinking ability of low levels (below average) until the high ability levels (above average). Keywords: critical thinking skill, development and characterization, item response theory
Participatory Lesson Plan in Elective Courses: A Case in Physics of Natural Resources Dindin Nasrudin; Agus Setiawan; Dadi Rusdiana
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 5, No 1 (2020): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.314 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v5i1.23419

Abstract

ABSTRAK Rencana pembelajaran memainkan peran penting dalam mendukung efektivitas pembelajaran. Selama ini, dosen menyiapkan rencana pembelajaran sebelum pelaksanaan tanpa mempertimbangkan aspirasi mahasiswa. Makalah ini ingin mengungkapkan proses penyusunan rencana pembelajaran berdasarkan kebutuhan dan keinginan mahasiswa untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian dan Pengembangan (RD) dengan desain model ADDIE. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Aspirasi mahasiswa dan tujuan pembelajaran harus dipertimbangkan sebagai faktor utama dalam menyusun konten dan strategi pembelajaran. (2) Rencana pembelajaran dalam mata kuliah Fisika Sumber Daya Alam disusun berdasarkan kebutuhan mahasiswa terkait dengan proyek yang disepakati. (3) Rencana pembelajaran dapat diubah dan dimodifikasi selama pembelajaran sesuai kebutuhan. (4) Persepsi mahasiswa tentang rencana pembelajaran partisipatif sangat positif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa rencana pelajaran partisipatif sangat cocok untuk diterapkan pada mata kuliah pilihan. ABSTRACT Lesson plans play an essential role in supporting the effectiveness of learning. During this time, the lecturer prepares the lesson plan in advance of the implementation of learning without considering the aspirations of students. This paper wants to reveal the process of developing lesson plans based on the needs and desires of students to achieve specific learning goals. The research method used is Research and Development (RD) with the ADDIE model design. The results showed: (1) Student aspirations and learning objectives must be considered factors in compiling learning content and strategies. (2) The learning plan in the Physics of Natural Resources course is prepared based on student needs related to the agreed project. (3) Learning plans can be changed and modified during learning as needed. (4) Students' perceptions regarding participatory learning plans are very positive. This research concludes that a participatory lesson plan is very suitable to be applied for elective courses. Kata kunci : Elective Courses, Lesson Plans, Natural Resources, Project Based Learning
Media Pembelajaran Berbasis Android dengan Teknologi Augmented Reality Menggunakan Metode Jan Van Den Akker pada Materi Alat Optik Ira Apriliani; Imas Ratna Ermawati; Mirza Nur Hidayat
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 5, No 1 (2020): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.587 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v5i1.23451

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Menghasilkan media pembelajaran fisika berbasis Android dengan menggunakan Augmented Reality; 2) Mengetahui tingkat keefektifan dan kepraktisan media pembelajaran pada materi Alat Optik; 3) Mengetahui penilaian ahli materi dan ahli media terhadap media pembelajaran pada materi Alat Optik; 4) Mengetahui penilaian siswa terhadap media pembelajaran  pada materi Alat Optik. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah development research dari Jan Van Den Akker dengan evaluasi formatif Martin Tessmer. Tahap penelitian terdiri dari empat tahap: penelitian pendahuluan, tahap prototipe, evaluasi sumatif, serta refleksi sistematik dan dokumentasi. Media pembelajaran yang dihasilkan dinilai layak oleh ahli materi dan ahli media, sangat efektif dalam membantu proses pembelajaran (83,3%) siswa mendapatkan nilai ≥ KKM dan N-Gain sebesar 0,6 (sedang). Media dinyatakan sangat praktis (89,3%) untuk digunakan guru dan siswa di dalam kelas maupun di luar.  Kata kunci : Android, Augmented Reality (AR), Media pembelajaran  ABSTRACT This research aims to: 1) Produce Android-based physics learning media by using Augmented Reality; 2) Knowing the level of effectiveness and practicality of instructional media on optical instrument material; 3) Knowing the assessment of material experts and media experts on instructional media on optical instrument material; 4) Determine student assessment of learning media on optical instrument material.  The research method used in this research is development research from Jan Van Den Akker with Martin Tessmer's formative evaluation. The research phase consists of four stages: preliminary research, prototyping stage, summative evaluation, as well as systematic reflection and documentation. The learning media produced are considered appropriate by material experts and media experts, very effective for helping the learning process (83.3%) students get a score ≥ KKM and N-Gain score of 0.6 (medium). The media are stated to be very practical (89.3%) for teachers and students to use in the classroom and outside.  Keywords: Android, Augmented Reality (AR), Learning media
PENGEMBANGAN TERBATAS TES DIAGNOSTIK FORCE CONCEPT INVENTORY BERFORMAT FOUR-TIER TEST Aldi Zulfikar; Achmad Samsudin; Duden Saepuzaman
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 2, No 1 (2017): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.051 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v2i1.4903

Abstract

Konsepsi siswa pada konsep gaya merupakan hal penting untuk menunjang proses pembelajaran di kelas. Oleh karena itu, diperlukan suatu instrumen tes diagnostik yang dapat mendiagnosis level konsepsi siswa pada konsep gaya. Hal inilah yang mendasari peneliti mengembangkan instrumen Force Conceptual Inventory (FCI) dalam format four-tier test (tes empat level). Tujuan penelitian ini disusun sebagai langkah awal pengembangan FCI berformat four-tier test sebagai salah satu instrumen tes diagnostik pada konsep gaya. Metode penelitian menggunakan desain Plomp dengan tahap (1) Investigasi Awal, (2) Desain, (3) Realisasi/Konstruksi, (4) Tes, Evaluasi, dan Revisi, (5) Implementasi. Instrumen yang dikembangkan diuji-cobakan pada 30 siswa di salah satu SMA Negeri di Kota Bandung. Hasil penelitian ini diperoleh bahwa instrumen tes diagnostik FCI berformat four-tier test yang dapat mendiagnosis level konsepsi siswa pada konsep gaya. Dengan demikian, hasil pengembangan FCI berformat four-tier test ini berpotensi untuk dijadikan salah satu instrumen tes diagnostik yang dapat mengungkap miskonsepsi.
KARAKTERISASI TES PENALARAN ILMIAH (TPI) PADA MATERI HUKUM GRAVITASI MENGGUNAKAN PENDEKATAN ITEM RESPONSE THEORY Indri Liani Sartika; Ridwan Efendi; Taufik Ramlan Ramalis
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 5, No 2 (2020): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.712 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v5i2.6923

Abstract

ABSTRAK Penalaran ilmiah merupakan keterampilan penting yang seharusnya dimiliki siswa pada abad ke-21. Namun, kemampuan ini di Indonesia masih tergolong rendah. Hal ini terlihat dari hasil tes PISA dimana peringkat Indonesia berada di posisi 64 dari total 72 negara. Salah satu bentuk penanggulangan permasalahan tersebut, peneliti melakukan karakteristik Tes Penalaran Ilmiah (TPI) pada materi hukum gravitasi dengan menggunakan item response theory. Tes dilakukan pada siswa SMA kelas X dan XI MIA di lima sekolah negeri di kota Bandung. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan desain konstruksi dan validasi. Data dianalisis menggunakan partial credit model, 15 dari soal 14 yang dikonstruksi  soal memiliki indeks kesukaran antara -2b2 artinya tergolong dalam kategori baik. Soal reliabel untuk kemampuan siswa rendah, sedang, dan tinggi karena bernilai -0,12.  Kata Kunci:  Penalaran Ilmiah; Item Response Theory; Partial Credit Model ABSTRACT Scientific reasoning is an important skill that students should have in the 21st century. However, this ability in Indonesia is still relatively low. This is evident from the results of the PISA test where Indonesia ranked in position 64 of a total of 72 countries. One form of overcoming these problems, researchers do characteristic of Scientific Reasoning Test (TPI) on gravity law material by using item response theory. The test was conducted on high school students of class X and XI MIA in five public schools in Bandung. The method used in this research is quantitative method with construction design and validation. Data were analyzed using a partial credit model, 15 of which 14 constructed about having an index of difficulty between -2≤b≤2 means belonging to either category. Reliable problem for low, medium, and high student ability because it is worth -0,1-2. Keywords: Scientific Reasoning Test; Item Response Theory; Partial Credit Models       

Page 3 of 22 | Total Record : 216