cover
Contact Name
Rizki Zakwandi
Contact Email
r.zakwandi@upi.edu
Phone
+6285669180173
Journal Mail Official
wapfi@upi.edu
Editorial Address
JL. Setiabudhi No. 229 Bandung, 40154 Jawa Barat - Indonesia. e-mail: wapfi@upi.edu Tel / fax : (022) 2004548 / (022) 2004548
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
WAPFI (Wahana Pendidikan Fisika)
ISSN : 23381027     EISSN : 26854414     DOI : https://doi.org/10.17509/wapfi
The below mentioned areas are just indicative. The editorial board also welcomes innovative articles that redefine any Science, especially Physics and Technology Education field. Earth Science and Education Basic Science in Physics Education New Technologies in Physics Education Research and Development in Physics Education Globalisation in Physics Education Women in Physics Education Computers, Internet, Multimedia in Physics Education Organization of Laboratories of Physic Curriculum Development on Physics Education Teaching, Media, and Learning Physics
Articles 216 Documents
Penggunaan PHET Virtual Lab dalam Uji Jarak Pola Gelap Terang pada Interferensi shidiq Andhika; Rena Denya Agustina; Yunissa Cesariyanti; Riki Purnama Putra; Amanda Putri; Muh Diki Setia Dermawan
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 7, No 1 (2022): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Februari 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1015.44 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v7i1.42974

Abstract

Gelombang cahaya memiliki kurang lebih empat karakteristik salah satunya interferensi cahaya. Interferensi mempunyai sifat konstruktif dan destruktif. Selain itu, interferensi juga berperan sebagai subjek dalam kegiatan laboratorium. Berkembangnya zaman membuat kegiatan laboratorium bisa dilakukan secara daring dengan memanfaatkan virtual-lab. Media laboratorium yang dapat dimanfaatkan untuk melakukan eksperimen adalah PhET virtual-lab. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan apakah ada pengaruh terhadap jarak antar celah dengan jarak antar pola terap pada layar dalam materi praktikum interferensi. Metode yang digunakan dalam analisis data adalah deskriptif kualitatif dengan membandingkan hubungan jarak antar celah dengan warna frekuensi maroon terhadap jarak 1200 nm; 1500 nm; 1800 nm. Hubungan antara jarak antar celah dengan jarak antar pola gelap terang yaitu berbanding terbalik. Semakin besar jarak antar celah, maka semakin kecil jarak antar pola gelap terang pada layar dan sebaliknya.  Hal ini membuktikan bahwa dengan menggunakan PhET virtual lab sangat efektif untuk menentukan hasil eksperimen pada materi interferensi.
PEMBELAJARAN BERBASIS STEM MELALUI PELATIHAN ROBOTIKA Yoana Nurul Asri
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 3, No 2 (2018): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.247 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v3i2.13735

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan pelatihan robotika di salah satu SMA Kota Bandung. Pelatihan robotika ini menjadi salah satu media untuk mengajarkan pelajaran fisika. Melalui robotika dapat menumbuhkan pendidikan STEM (science, technology, engineering and mathematics) dan meningkatkan kemampuan berpikir logis, kreatif, inovatif, problem solving, dan kemampuan bekerjasama dalam tim. Metode dalam penelitian ini adalah Pre-Experimental Design, metode deskriptif melalui observasi, penilaian angket, dan wawancara siswa. Hasil yang diperoleh ialah sebanyak 90% siswa dapat memahami materi pengenalan arduino, sinyal analog, dan pengenalan bahasa pemrograman. Sebanyak 98% sudah mampu merakit robot. Sebanyak 95% dapat menginput dan mengkoneksikan bahasa pemrograman ke dalam bluetooth untuk dihubungkan ke robot. Sebanyak 85% siswa memahami cara menganalisis data melalui grafik dan memverifikasinya dengan data dari robot.Kata Kunci: robotika, fisika, STEMABSTRACTRobotics training has been done in one of the high schools of Bandung. This robotics training became one of the media to teach physics lesson. Through robotics can grow STEM education (science, technology, engineering and mathematics) and improve the ability to think logically, creatively, innovatively, problem solving, and ability to work together in teams. Methods in this research are Pre-Experimental Design, descriptive method through observation, questionnaire assessment, and student interview. The results obtained are as much as 90% of students can understand the material introduction arduino, analog signals, and the introduction of programming languages. As many as 98% have been able to assemble robots. As many as 95% can input and connect programming language into bluetooth to robot. As many as 85% of students understand how to analyze data through graphs and verify them with data from robotsKeywords: robotics, physics, STEM
PENGEMBANGAN VIDEO ANIMASI 2D BERBASIS POWER POINT (PPT) PADA MATERI MOMENTUM & IMPLUS Agung Juliyanto
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 7, No 2 (2022): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) September 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1182.985 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v7i2.45265

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan video animasi 2D berbasis powerpoint dan untuk mengetahui respon peserta didik terhadap video animasi 2D sebagai media pembelajaran. Jenis penelitian ini adalah research and development (RD). Subjek dalam penelitian ialah peserta didik MIPA kelas XI ditiga sekolah dibandar lampung diantaranya SMA 2 NATAR, SMA Bahrul Ulum an SMK Ibnu Batuta, dan validator yang digunakan yaitu ahli materi, ahli media dan ahli IT. Metode pengumpulan data yang digunakan berupa angket dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa video animasi 2D berbasis powerpoint pada materi momentum dan implus di ketiga SMA dibandar lampung sangat layak, karena telah melalui tahapan uji validasi dan uji coba dengan pencapaian sebesar menurut ahli materi, 86% menurut ahli media, 83% menurut ahli IT 95%, dan 82,4% uji coba lapangan. Dari hasil penelitian pengembangan video animasi 2D berbasis powerpoint momentum dan implus ini disimpulakan bahwa memenuhi persyaratan dengan kualitas sangat layak dan menarik digunakan sebagai media pembelajaran untuk peserta didik kelas XI.  
Penggunaan Model Pembelajaran Group Investigation pada Materi Listrik Dinamis dapat Meningkatkan Pemahaman Konsep dan Sikap Ilmiah Siswa Kelas IX.1 SMP N 1 NA IX-X, Kabupaten Labuhanbatu Utara Tahun Pelajaran 2017/2018 Timbul Donald Siagian
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 4, No 1 (2019): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.081 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v4i1.15823

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana penggunaan model pembelajaran group investigation materi listrik dinamis dapat meningkatkan pemahaman konsep dan sikap ilmiah siswa kelas IX.1 SMP N 1 NA IX-X, Kabupaten Labuhanbatu Utara. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) secara kolaboratif, menggunakan model Kemmis dan Taggart yang telah dimodifikasi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IX.1 SMP N 1 NA IX-X, Kabupaten Labuhanbatu Utara yang berjumlah  34 orang. Data mengenai keterlaksanaan guru dan siswa diperoleh melalui lembar observasi, adapun data hasil belajar kognitif siswa diperoleh menggunakan tes tertulis dalam bentuk multiple choice, sedangkan data sikap ilmiah didapat dari angket sikap ilmiah dalam bentuk skala likert. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif untuk menganalisis data pemahaman konsep dan analisis deskriptif kualitatif untuk menganalisis data hasil observasi. Hasil penelitian  menunjukkan  (1) persentase aktivitas rata-rata secara keseluruhan sebesar 80% pada siklus I meningkat menjadi 95% pada siklus II . (2) rata-rata pemahaman konsep siswa meningkat dari 35,08 menjadi 76,50 pada siklus I dan pada siklus II meningkat dari 50,00 menjadi 85,50  dan ketuntasan belajar siswa pada siklus I sebesar 70 % meningkat menjadi 90 % yang mendapat nilai diatas KKM. (3) sikap ilmiah siswa meningkat dari 45,30 sebelum dilaksanakan pembelajaran pada siklus I dan II, hingga naik menjadi 77,90. Hal ini menunjukkan  bahwa model pembelajaran group investigation dapat meningkatkan pemahaman siswa dan sikap ilmiah siswa.. Kata kunci: Group investigation, Pemahaman konsep, Sikap ilmiah               ABSTRACTThis study aims to determine the extent to which the use of dynamic electrical material investigation group learning models can improve the understanding of concepts and scientific attitudes of IX.1 students at SMP N 1 NA IX-X, Labuhanbatu Utara Regency. This type of research is collaborative Classroom Action Research (CAR), using the modified Kemmis and Taggart models. The subjects in this study were students of class IX.1 SMP N 1 NA IX-X, Labuhanbatu Utara Regency, which numbered 34 people. Data on the implementation of teachers and students were obtained through observation sheets, while the cognitive learning outcomes of students were obtained using written tests in the form of multiple choices, while scientific attitude data were obtained from scientific attitude questionnaires in the form of a Likert scale. The data analysis technique uses quantitative descriptive analysis to analyze the concept of understanding data and qualitative descriptive analysis to analyze observational data. The results of the study showed (1) the percentage of overall activity as much as 80% in the first cycle increased to 95% in the second cycle. (2) the average conceptual understanding of students increased from 35.08 to 76.50 in the first cycle and in the second cycle increased from 50.00 to 85.50 and the learning completeness of students in the first cycle of 70% increased to 90% which got value above KKM. (3) students' scientific attitudes increase from 45.30 before learning is carried out in cycles I and II, up to 77.90. This shows that the group investigation learning model can improve student understanding and scientific attitudes of students .. Keywords: Group investigation, Understanding of concepts, Scientific attitude
Profil Keterampilan Abad 21 Siswa SMA pada Project Based Learning (PjBL) Materi Tegangan Permukaan Vina Nurafiah; Setiya Utari; Winny Liliawati
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 4, No 2 (2019): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.268 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v4i2.20176

Abstract

Abad 21 merupakan era pengetahuan, dimana masyarakat harus bisa melakukan berbagai hal dengan pengetahuan dan menciptakan pengetahuan baru. Peran pendidikan penting untuk mempersiapkan siswa menghadapi tantangan abad 21. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan profil keterampilan abad 21 sebagai pijakan dalam mengembangkan cara-cara melatih keterampilan abad 21. Keterampilan abad 21 yang diteliti meliputi 4 C yaitu keterampilan berfikir kritis, kreativitas, kolaborasi dan komunikasi. Indikator 4C mengacu kepada Framework Buck Institute For Education (BIE). Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif. Pengumpulan data menggunakan instrumen lembar observasi yang dilengkapi  rubrik hasil adaptasi dari BIE. Jumlah partisipan adalah 109 orang, diambil dari 3 kelas XI IPA di salah satu SMA Negeri di Kota Bandung. Teknik sampling menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan untuk berfikir kritis, 28 % siswa dibawah standar, 42 % siswa mendekati standar dan 30 % siswa sesuai standar. Untuk kreativitas,  48 % dibawah standar, 30 % mendekati standar dan 22 % sesuai standar. Untuk kolaborasi 18 % dibawah standar, 48 % mendekati standar, 33 % sesuai standar. Untuk komunikasi, 31 % dibawah standar, 36 % mendekati standar dan 33 % sesuai standar. Karena keterampilan siswa paling banyak pada kategori mendekati standar dan dibawah standar, hal tersebut menunjukkan bahwa keterampilan abad 21 siswa masih perlu ditingkatkan melalui strategi pembelajaran yang tepat. Kata kunci: keterampilan abad 21; deskriptif; kategori. ABSTRACT The 21st century is an era of knowledge, where people must be able to do things with knowledge and create new knowledge. The role of education is important to prepare students for the challenges of the 21st century. This study aims to obtain a profile of 21st century skills as a basis for developing ways to train 21st century skills of high school students. 21st century skills studied include 4 C, namely critical thinking skills, creativity, collaboration and communication. The 4C indicator refers to the Buck Institute For Education (BIE) Framework. This study uses a qualitative descriptive design. Data collection uses an observation sheet instrument that is equipped with an adaptation rubric from BIE. The number of participants was 109 people, taken from 3 XI IPA classes in one of the Public High Schools in Bandung City. The sampling technique uses purposive sampling. The results showed that for critical thinking, 28% of students were below the standard, 42% of students approached the standard and 30% of students were according to the standard. For creativity, 48% below the standard, 30% near the standard and 22% according to the standard. For collaboration 18% below the standard, 48% near the standard, 33% according to the standard. For communication, 31% below the standard, 36% near the standard and 33% according to the standard. Because students 'skills are the most in the category approaching standards and below standards, it shows that 21st century students' skills still need to be improved through appropriate learning strategies. Keywords: 21st century skills; descriptive; category.
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS) FISIKA UNTUK MELATIH KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI (HIGH ORDER THINKING SKILL) SISWA SMA Wulandari Fitriani; Fauzi Bakri; Sunaryo Sunaryo
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 2, No 1 (2017): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1074.264 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v2i1.4901

Abstract

Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan lembar kerja siswa (LKS) dalam mata pelajaranFisika yang dapat digunakan untuk melatih kemampuan berpikir tingkat tinggi (High Order Thinking Skill)Siswa SMA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Research and Developmentdengan pendekatan model Dick and Carey, yang dilakukan dari langkah pertama sampai langkahkesembilan. Pengembangan LKS (student worksheet) sudah sampai pada langkah evaluasi formatif yangdilakukan melalui validasi oleh ahli materi, ahli media, dan ahli pembelajaran. Ahli materi memvalidasikelayakan isi materi dan kebahasaan. Ahli media memvalidasi kelayakan format sampul, format LKS secaramenyeluruh, gambar, dan pendukung LKS. Ahli pembelajaran memvalidasi strategi praktikum dankomponen HOTS. Hasil validasi memberikan bahwa LKS yang dikembangkan sudah layak secara materi,media, dan pembelajaran dengan skala penilaian rata-rata di atas 85% yang dikategorikan sangat baik
SELF DIAGNOSIS SEBAGAI UPAYA UNTUK MENDUKUNG PEMAHAMAN KONSEP PESERTA DIDIK KELAS X PADA MATERI MOMENTUM DAN IMPULS Vina Rilantinawati; Parsaoran Siahaan; Unang Purwana
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 5, No 2 (2020): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (934.836 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v5i2.25687

Abstract

Peserta didik memiliki tingkat pemahaman konsep yang berbeda setelah pembelajaran dilakukan. Pemahaman konsep peserta didik dibedakan menjadi empat tipe, mulai dari yang paham konsep sampai tidak paham konsep. Self-diagnosis dapat membantu peserta didik yang memiliki pemahaman konsep rendah dengan segera melalui proses penerimaan feedback secara mandiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peran self-diagnosis dalam mendukung pemahaman konsep peserta didik kelas X pada materi momentum dan impuls. Penelitian ini menggunakan metode penelitian mixed method dengan desain embedded experimental model dan partisipan yang terlibat terdiri dari 26 peserta didik kelas X salah satu SMA di Kota Cimahi. Hasil temuan menunjukkan bahwa self-diagnosis memberikan dampak yang besar terhadap perubahan pemahaman konsep peserta didik dari test 1 ke test 2. Kategori perubahan pemahaman konsep ke arah positif memiliki persentase terbesar yaitu 70%. Self-diagnosis berperan dalam memberikan berbagai feedback yang masing-masing peserta didik butuhkan ketika mereka melalui serangkaian proses dari kriteria tahapan mengenali, mengakui, termasuk self-score sehingga mereka menerima berbagai feedback yang digunakan untuk mencapai tahap memperbaiki setiap pemahaman konsep nya dari berbagai perbaikan kesalahannya dan memicu perubahan pemahaman konsep ke arah yang positif. Sehingga, self-diagnosis dapat mendukung pemahaman konsep peserta didik kelas X pada materi momentum dan impuls ke tingkat yang lebih baik. Kata Kunci: Self-Diagnosis, Pemahaman Konsep, Momentum dan Impuls
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA BERBASIS DISCOVERY LEARNING BERBANTUAN PhET INTERACTIVE SIMULATIONS PADA MATERI HUKUM NEWTON Akbar Perdana; Siswoyo Siswoyo; Sunaryo Sunaryo
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 2, No 1 (2017): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.139 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v2i1.4908

Abstract

Fisika merupakan pelajaran yang harus seimbang antara teori dan eksperimen. Untuk eksperimen salahsatu yang dapat digunakan adalah dengan virtual laboratorium, khususnya simulasi PhET. Dalammenggunakan PhET tentunya diperlukan sebuah penuntun ataupun lembar kerja siswa (LKS). Tujuan daripenelitian ini adalah mengembangkan dan menghasilkan lembar kerja siswa berbasis discovery learningberbantuan PhET Interactive Simulations pada materi Hukum Newton. Penelitian ini dilakukan di JurusanFisika FMIPA UNJ dan uji coba terbatas dilakukan terhadap siswa SMAN 15 Bekasi kelas X. Penelitian inimenggunakan pendekatan ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation) untukmenganalisis, mendesain, mengembangkan, mengimplementasikan dan mengevaluasi LKS. Data diperolehmelalui angket analisis kebutuhan, hasil validasi ahli, hasil pretest dan postest, dan dokumentasi.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION (GI) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI SUHU DAN KALOR DI KELAS X SEMESTER II SMA NEGERI 1 LABUHAN DELI T.P 2016/2017 Febrina Ramadhani; Rahmatsyah Rahmatsyah
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 5, No 2 (2020): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.827 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v5i2.13601

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar dan aktivitas belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe group investigation, mengetahui hasil belajar siswa yang menggunakan pembelajaran langsung, serta mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tispe group investigation terhadap hasil belajar siswa. Jenis penelitian ini adalah quasi experiment. Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa kelas X MIA di SMA Negeri 1 Labuhan Deli. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari dua kelas yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol yang diambil dengan teknik class random sampling. Instrumen dalam penelitian ini yaitu tes hasil belajar dalam ranah kognitif dalam bentuk pilihan berganda dengan jumlah 15 soal yang telah divalidasi dan lembar observasi aktivitas siswa. Untuk menguji hipotesis digunakan uji beda (uji t), setelah uji prasyarat dilakukan, yaitu uji normalitas dan uji homogenitas. Nilai rata-rata pretes siswa pada kelas eksperimen sebesar 30,10 dan nilai rata-rata postes sebesar 70,53. Nilai rata-rata pretes siswa pada kelas kontrol sebesar 28,18 dan nilai rata-rata postes sebesar 65,16. Aktivitas siswa selama proses pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe group investigation mengalami peningkatan untuk lima aspek penilaian pada setiap pertemuan, dengan kategori cukup aktif untuk aspek I dan II, sedangkan aspek III, IV, dan V termasuk dalam kategori aktif. Dari hasil uji hipotesis t satu pihak diperoleh thitung = 1,90  ttabel = 1,67. Hal ini menunjukkan bahwa ada pengaruh penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe group investigation terhadap hasil belajar siswa pada materi suhu dan kalor di kelas X Semester II SMA Negeri 1 Labuhan Deli T.P 2016/2017.  Kata Kunci:  Kooperatif Tipe Group Investigation; Hasil Belajar; Aktivitas  Siswa 
PENGEMBANGAN LKS BERBASIS PBL (PROBLEM BASED LEARNING) PADA POKOK BAHASAN MOMENTUM DAN IMPULS FISIKA SMA KELAS XI Farah Nidyasafitri; Vina Serevina; Cecep E. Rustana
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 2, No 2 (2017): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1018.222 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v2i2.8279

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan LKS yang berbasis dengan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) pada pokok bahasan Momentum dan Impuls untuk SMA kelas XI. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Research and Development (RD) dengan menggunakan model ASSURE (Analyze Learner; State Standars and Objectives; Select Strategies, Technology, Media, and Materials; Utilize Technology, Media, and materials; Require Learner Parcipation; Evaluate and Revise. LKS yang dikembangkan berisi :1) Cover LKS, 2) daftar isi, 3) petunjuk belajar, 4) kompetensi belajar atau materi pokok, 5) informasi pendukung, 6) tugas atau langkah kerja, 7) penilaian. Langkah-langkah dalam mengembangkan LKS adalah analisis, menentukan standar dan tujuan, memilih strategi, menggunakan media, mengembangkan partisipasi peserta didik dan penyempurnaan. Berdasarkan hasil observasi ke lapangan dengan menggunakan kuisioner di SMA Jakarta dengan responden 40 siswa didapatkan bahwa kesulitan terbesar belajar fisika siswa disebabkan oleh faktor kesulitan memahami materi fisika yang disampaikan oleh guru, faktor ini memperoleh persentase sebanyak 52,5%. Dan angket menunjukkan bahwa siswa memerlukan bahan ajar LKS untuk memudahkan siswa dalam membantu dan memahami materi fisika dengan persentase 80% dan sebanyak 80% siswa merasa perlu menggunakan LKS dengan berbasis Problem Based Learning dalam pokok bahasan momentum dan impuls. Dan Pengambilan data validasi menggunakan instrumen berupa kuisioner kepada ahli materi, ahli media dan guru. Sehingga dapat disimpulkan dari analisis kebutuhan adalah pengembangan LKS berbasis Problem Based Learning dapat dijadikan media pembelajaran fisika pada materi momentum dan impuls.  This study aims to develop worksheets students based with learning model pbl on the subjects of momentum and impulses. The method used research and development (RD) using assure model (Analyze learner, standards and objectives; select strategies, technology, media, and materials; utilize technology, media, and materials; require learner participation; evaluate and revise).  Worksheets students developed by several sections: 1) Cover LKS, 2) table of contents, 3) Guidance Learning, 4) Competence study or subject,5) supporting information, 6) work steps, 7) assessment.  Steps in developing worksheets students were analytics, Determine standards and purpose, Choose a strategy, use media, improving participation students and completing Based on the results of observation by using questionnaire in high school Jakarta, consisting of 40 respondent students got that a learning disability Physics obtained from Difficulty understand factors subject physics that was delivered by the teacher, This factor obtain the percentage as many as 52.5 % And this shows that worksheets students is needed to ease students in helping and understand lesson in physics , As many as 80 % students feel that need for worksheets students based on PBL  in the subjects of momentum and impulses . And recovery data validation use of the instruments of questionnaire to the subject lesson, media experts and teachers. So that can be concluded from analysis needs is the development of worksheets students based PBL can be made by media learning physics to the matter momentum and impulses.Keywords: LKS, Problem Based Learning, Momentum and Impulses.

Page 10 of 22 | Total Record : 216