cover
Contact Name
Rizki Zakwandi
Contact Email
r.zakwandi@upi.edu
Phone
+6285669180173
Journal Mail Official
wapfi@upi.edu
Editorial Address
JL. Setiabudhi No. 229 Bandung, 40154 Jawa Barat - Indonesia. e-mail: wapfi@upi.edu Tel / fax : (022) 2004548 / (022) 2004548
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
WAPFI (Wahana Pendidikan Fisika)
ISSN : 23381027     EISSN : 26854414     DOI : https://doi.org/10.17509/wapfi
The below mentioned areas are just indicative. The editorial board also welcomes innovative articles that redefine any Science, especially Physics and Technology Education field. Earth Science and Education Basic Science in Physics Education New Technologies in Physics Education Research and Development in Physics Education Globalisation in Physics Education Women in Physics Education Computers, Internet, Multimedia in Physics Education Organization of Laboratories of Physic Curriculum Development on Physics Education Teaching, Media, and Learning Physics
Articles 216 Documents
Text Based Analogy (TBA) dan Conceptual Change Text (CCT) dalam Mengubah Konsepsi Siswa pada Materi Rangkaian Listrik Seri Reza Hesti Hasibuan
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 5, No 1 (2020): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.587 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v5i1.22681

Abstract

Kesalahan dalam mengidentifikasi konsep Fisika membuat siswa mengalami masalah dalam memahami konsep Fisika dan menyebabkan terjadinya miskonsepsi. Miskonsepsi menjadi salah satu penyebab utama yang membuat para siswa gagal dalam mempelajari Fisika. Konsep abstrak dalam rangkaian listrik dapat diatasi dengan mengaitkan konsep tersebut dengan pengalaman kehidupan sehari-hari. Penggunaan Text Based Analogy dan Conceptual Change Text merupakan cara dalam mengubah konsepsi dengan berbasis teks yang membantu guru dalam menyampaikan kebenaran ilmiah dalam rangka mengatasi miskonsepsi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kegunaan Text Based Analogy dan Conceptual Change Text dalam mengubah konsepsi siswa pada materi rangkaian listrik seri. Sampel dari penelitian ini adalah 24 orang siswa Madrasah Tsanawiyah yang diambil secara purposive dari satu madrasah di Jakarta Selatan. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah metode  quasi experimental dan desain yang digunakan adalah pretest-posstest experimental control group design dimana kelompok eksperimen menggunakan Text Based Analogy dan kelompok kontrol menggunakan Conceptual Change Text. Siswa yang dijadikan sebagai sampel sudah teridentifikasi miskonsepsi pada materi rangkaian listrik seri dengan menggunakan Tes Diagnostik Rangkaian Listrik Sederhana. Untuk dapat mengukur sejauh mana Text Based Analogy dan Conceptual Change Text dalam mengubah konsepsi siswa digunakan instrumen pengubah konsepsi rangkaian listrik seri dalam bentuk two tier. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa Text Based Analogy lebih berguna dalam mengubah konsepsi siswa jika dibandingkan dengan Conceptual Change Text. Kata Kunci: Pengubahan konsepsi; Miskonsepsi; Text Based Analogy (TBA); Conceptual Change Text (CCT); Rangkaian listrik sederhana.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR WEB FISIKA SMP BERORIENTASI LITERASI SAINS PADA MATERI KALOR Angga Bagja Nugraha; Taufik Ramlan Ramalis; Purwanto Purwanto
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 2, No 1 (2017): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.594 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v2i1.4850

Abstract

Penelitian ini memaparkan penelitian tentang pengembangan bahan ajar web fisika SMP berorientasi literasi sains yang mengacu pada kurikulum 2013 dan domain literasi sains dalam framework PISA 2015. Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan bahan ajar web fisika SMP berorientasi literasi sains yang teruji kualitasnya serta dapat membantu guru dan siswa dalam mempelajari materi kalor. Metode Research and Development (RD) model 4-D yang direduksi menjadi 3-D (Define, Design, dan Develop) digunakan untuk mengembangkan bahan ajar dalam penelitian ini. Instrumen yang digunakan meliputi angket kelayakan konten, angket kelayakan desain visual, dan angket kelayakan navigasi. Untuk mengetahui kualitas bahan ajar web fisika yang dikembangkan kemudian dilakukan uji coba terbatas melalui dua tahapan yakni uji ahli dan uji pengguna. Uji ahli dilakukan oleh enam orang ahli yang terdiri dari tiga ahli materi dan tiga ahli media. Uji pengguna dilakukan oleh lima orang guru mata pelajaran IPA dan 30 orang siswa kelas VIII SMP. Hasil uji coba terbatas menunjukkan bahwa bahan ajar web fisika yang dikembangkan memiliki karakteristik konten yang terkualifikasi “baik” dengan nilai tingkat ketercapaian kelayakan konten 86,7%, karakteristik desain visual yang terkualifikasi “baik” dengan nilai tingkat ketercapaian kelayakan desain visual 82,7%, dan karakteristik navigasi yang terkualifikasi “baik” dengan nilai tingkat ketercapaian kelayakan navigasi 83,7%.
Analisis Peta Wright Keterampilan Berpikir Level LOTs dan HOTs Siswa Kelas XI pada Materi Miopi Azura Azura; Achmad Samsudin; Setiya Utari
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 5, No 1 (2020): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.089 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v5i1.23447

Abstract

ABSTRAK Penelitian tentang peta Wright untuk mengidentifikasi keterampilan berpikir siswa dalam kaitannya dengan tingkat kesulitan soal masih jarang ditemukan.Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan keterampilan berpikir level LOTS dan HOTS peserta didik menurut Bloom pada materi miopi dengan analisis peta Wright pemodelan Rasch. Subjek penelitian terdiri dari 36 peserta didik kelas XI IPA di salah satu SMA Negeri di kota Bandung, 19 peserta didik perempuan dan 17 peserta didik laki-laki dengan rata-rata usia 16 Tahun. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan teknik random sampling. Instrument yang digunakan adalah dalam bentuk tes pilihan ganda materi miopi. Data level keterampilan berpikir peserta didik level LOTS dan HOTS dianalisis dengan menggunakan peta Wright. Berdasarkah analisis peta Wright, soal level HOTS berada diatas garis rata-rata dengan nilai logit soal +1,18 s.d +1,85. Sebanyak delapan  peserta didik  mampu mengerjakan soal level HOTS dan 28 peserta didik lainya hanya mampu menjawab soal level LOTS dengan nilai logit soal -2,03 s.d -0,10 sesuai dengan sebaran person dan item pada Wright map. Dapat disimpulkan bahwa Keterampilan Berpikir Level LOTS dan HOTS Peserta didik kelas XI pada materi miopi dapat dianalisis dengan baik dengan menggunakan analisis Peta Wright.  ABSTRACT The study about Wright's map to identify students' thinking skills in its relation to the question difficulty level is rarely to be found. The purpose of this study is to describe the thinking skills of Bloom’s LOTS and HOTS levels of students on myopia with the analysis of Rasch's Wright map modeling. The subjects of this research is 36 students of class XI IPA in one of the state high schools in Bandung with an average age of 16 years, 19 of them are female and 17 are male. The method used was descriptive research with random sampling techniques. The instrument used was in the form of multiple choice test myopic material. Data on the level of thinking skills of LOTS and HOTS students were analyzed using the Wright map. Based on Wright's map analysis, HOTS level questions are above the average line with a logit value of questions +1.18 to +1.85. The result of the research showed that 8 students are able to work on HOTS level questions and 28 other students are only able to answer LOTS level questions with logit value questions -2.03 to -0.10 according to the distribution of person and items on the Wright map. It can be concluded that the LOTS and HOTS Level Thinking Skills of Class XI Students on myopia material can be analyzed properly using the Wright Map analysis.. Kata kunci : HOTS, LOTS, Miopi, Peta Wright, Rasch Model.
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING PADA PEMBELAJARAN OPTIK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF DAN PRESTASI BELAJAR SISWA SMP A. L. Hidayat; A. Danawan; A. Hidayat
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 1, No 1 (2013): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2013
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.294 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v1i1.4894

Abstract

Kemampuan berpikir kreatif perlu dikembangkan sejak dini karena diharapkan dapat menjadi bekal dalam menghadapi berbagai permasalahan dalam kehidupan salah satunya melalui Fisika sebagai wahana untuk menumbuhkan kemampuan berpikir. Berdasarkan observasi di SMP 10 Bandung bahwa proses pembelajaran fisika masih didominasi oleh guru. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu quasi experiment sedangkan desain penelitian yang digunakan yaitu One Group Pretest-Posttest Design yang dilakukan sebanyak tiga kali. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan instrumen tes standar kemampuan berpikir kreatif dan prestasi belajar berupa tes dalam bentuk pilihan ganda. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan berpikir kreatif pada tiap aspeknya. Untuk Aspek fluency diperoleh peningkatan paling tinggi pada kategori sedang, aspek flexibility diperoleh peningkatan paling tinggi pada kategori sangat kreatif, aspek originality diperoleh peningkatan paling tinggi pada kategori istimewa dan sangat kreatif, dan aspek elaboration diperoleh peningkatan pada kategori sangat kreatif dan sangat baik diatas rata-rata, untuk kategori istimewa pada aspek ini tidak ada peningkatan baik dalam pretest dan posttest. Berkaitan dengan prestasi belajar siswa, pertemuan kedua diperoleh nilai g sebesar 0,56 dengan kategori sedang dan pertemuan ketiga diperoleh nilai g sebesar 0,69 dengan kategori sedang.Creative thinking skills need to be developed early on because it is expected to be equipped to face the problems of life as through physics as a vehicle to foster thinking skills. Based on the observation in SMP 10 Bandung that learning physics is still dominated by the teacher. The method used in this study is a quasi experiment while the research design used was one group pretest-posttest design is performed three times. Data collection was carried out using standard test instruments the ability to think creatively and achievement in the form of a multiple choice test. The results have shown an increase in the ability to think creatively in every aspect. Aspects of Fluency obtained for the highest increase in the average category, aspects of the flexibility gained the highest increase in the category of very creative, originality aspect gained the highest increase in the category of special and very creative, and gained increasing elaboration aspects of the category of very creative and very good above averages, for a special category in this aspect there is no increase in both the pretest and posttest. Related to student achievement, the second meeting g value of 0.56 obtained with the medium category and the third meeting g value of 0.69 obtained with the medium category.
KARAKTERISTIK INSTRUMEN NON-TES SUSTAINABILITY AWARENESS MENGGUNAKAN ANALISIS RASCH MODEL MATERI PEMANASAN GLOBAL UNTUK SISWA SEKOLAH MENENGAH Adinda Amelia; Muslim Muslim; Agus Fanny Chandra
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 5, No 2 (2020): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (605.426 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v5i2.27431

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen sustainability awareness dalam materi pemanasan global yang dapat mengukur sustainability awareness siswa sekolah menengah. Instrumen yang dikembangkan diharapkan dapat membantu pendidik dalam memodifikasi model pembelajaran yang digunakan untuk mendukung Education for Sustainable Development (ESD) sebagai salah satu upaya dalam mencapai 17 tantangan khusus dalam pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals). Data diambil dari responden siswa sekolah menengah yang berjumlah 453 orang. Hasil analisis menunjukan bahwa instrumen memiliki nilai reliabilitas keseluruhan yang bagus sekali (∝=0,81), nilai reliabilitas item (∝=0,99) dan reliabilitas responden (∝=0,70). Namun demikian, ditemukan beberapa item yang misfit karena tidak memenuhi syarat yang ditentukan. Secara keseluruhan, instrumen sustainability awareness ini mampu menjelaskan 42,6% varians pada kelompok responden. Berdasarkan hal tersebut, pengukuran sustainability awareness secara umum dapat dilakukan dengan instrumen ini. Kata Kunci: Education Sustainable for Development, Sustainability Awareness, Rasch Model. Pemanasn GlobalABSTRACT This study aims to develop an instrument of sustainability awareness that can measure the sustainability awareness of global warming subject on secondary school students. The instrument developed is expected to assist educators in modifying the learning model used to support Education for Sustainable Development (ESD) as an effort to achieve 17 Sustainable Development Goals (SDGs). The data was taken from 453 high school student respondents. The analysis shows that the instrument has a very good reliability value (∝ = 0.81), the value of item reliability (∝ = 0.99) and respondent reliability (∝ = 0.70). However, were found misfit because they did not conform the specified requirements. Overall, this sustainability awareness instrument was able to explain 42.6% of the variance in the group of respondents. Based on this, measurement of sustainability awareness in general can be mesaured with this instrument. Keywords: Education Sustainable for Development, Sustainability Awareness, Rasch Model, Global Warming.
STUDI TENTANG PRODUK KARYA MULTIMEDIA MAHASISWA CALON GURU FISIKA PADA PERKULIAHAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN FISIKA Hikmat Hikmat; Liliasari Liliasari; Dadi Rusdiana
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 2, No 2 (2017): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.196 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v2i2.8263

Abstract

Telah dilakukan penelitian produk mahasiswa calon guru fisika hasil penerapan program perkuliahan multimedia yang diperkaya dengan pengetahuan multirepresentasi. Penelitian ini bertujuan  menganalisis mutu produk multimedia yang dibuat oleh calon guru fisika sebelum dan sesudah mengikuti perkuliahan multimedia pembelajaran fisika yang diperkaya dengan pengetahuan multirepresentasi. Penelitian ini  melibatkan 23 mahasiswa calon guru fisika di salah satu LPTK di Bandung. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini bersifat kualitatif yang merujuk pada rubrik yang dipertimbangkan oleh ahli multimedia dan pembelajaran fisika. Secara umum, setelah mengikuti program perkuliahan multimedia pembelajaran fisika yang dilengkapi dengan pembekalan kemampuan multirepresentasi kualitas multimedia yang dihasilkan mahasiswa calon guru fisika mengalami peningkatan secara signifikan. Mutu produk multimedia yang semula hanya berkategori kurang dan sangat kurang, bergeser menjadi cukup dan baik. Beberapa penjelasan mengenai peningkatan ini dan beberapa kekuarangan disajikan penelitian ini. It has been studied products of prospective physics teacher in the implemention of physics multimedia learning course that enriched with multirepresentation knowledge. This study aims to analyze the quality of multimedia products made by physics prospective teachers. This research involved 23 students prospective physic teachers in one of LPTK in Bandung. The analysis used by qualitative method through a rubric considered by the expert of multimedia and physics learning. In general, after participating in the program of multimedia physics learning course equipped with multirepresentation, multimedia-quality produced capability by physics prospective teachers has increased significantly. The quality of multimedia products that originally only categorized less and very less, shifted into enough and good. Some explanations of this improvement as well as some of the lack of this research is descripted                                                                                                      Keyword : Multimedia of Physics Learning , Multiple Representation, Prospective Physics Teacher
Gerak Harmonik Teredam Untuk Menentukan Koefisien Viskositas Fluida Berbantuan Software Tracker Video Farikhatul Mukharomah; Azizah Mutiarani; Supiyadi Supiyadi; Sulhadi Sulhadi
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 6, No 1 (2021): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Februari 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1780.224 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v6i1.32385

Abstract

Pembelajaran fisika tentang viskositas akan lebih bermakna dan mudah dipahami jika pendidik menggunakan metode praktikum. Salah satu praktikum pengukuran koefisien viskositas dapat dilakukan dengan metode gerak harmonik teredam. Pengambilan dan analisis data koefisien viskositas dengan metode garak harmonik teredam dibantu oleh Software Tracker Video. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan koefisien viskositas fluida dengan metode getaran harmonik teredam berbantuan software tracker video. Penelitian ini mengukur koefisien viskositas 3 fluida, yaitu air, alkohol, dan minyak. Pada setiap percobaan satu fluida, volume yang digunakan adalah 300 ml, 400 ml, dan 500 ml. Koefisien viskositas air, alkohol, dan minyak yang paling mendekati referensi berturut-turut adalah (0,99  0,01) x 10-3 Pa.s ketika volume air 500 ml, (1,18  0,02) x 10-3 Pa.s ketika volume alkohol 400 ml, dan (2,49  0,08) x 10-1 Pa.s ketika volume minyak 500 ml. Jadi dapat disimpulkan bahwa gerak harmonik teredam berbantuan software tracker video dapat menentukan koefisien viskositas fluida. Kata kunci : Gerak Harmonik Teredam, Koefisien Viskositas, Software Tracker Video  ABSTRACT Physics learning about viscosity will be more meaningful and easier to implement if teacher use the practicum method. One of the viscosity coefficient practicum can be done by using damped harmonic motion method. Retrieval and analysis of viscosity coefficient data using damped harmonic motion methods assisted by Software Tracker Video. This research aims to determine the viscosity coefficient of fluid with damped harmonic vibrations assisted by Software Tracker Video. This study measures the viscosity coefficient of 3 fluids, namely water, alcohol, and oil. In each one fluid experiment, the volumes used were 300 ml, 400 ml, and 500 ml. The viscosity coefficient of water, alcohol, and oil that is the most reference friendly is (0,99  0,01) x 10-3 Pa.s when the water volume is 500 ml, (1,18  0,02) x 10-3 Pa.s when the volume of alcohol is 400 ml, and (2,49  0,08) x 10-1 Pa.s when the oil volume is 500 ml. So it can be denied that the damped harmonic motion assisted by the Software Tracker Video can determine the viscosity coefficient of the fluid.  Keyword : Damped Harmonic Motion, Software Tracker Video, Viscosity Coefficient 
Halaman Depan WaPFi Vol 3 No 1 2018 Achmad Samsudin
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 3, No 1 (2018): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.23 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v3i1.10938

Abstract

Halaman Depan WaPFi Vol 3 No 1 2018
Pengaruh Reading Infusion pada Perangkat Pembelajaran Problem Solving Terhadap Perkembangan Keterampilan Abad 21 Siswa SMA pada Materi Fluida Statis Dini Aghnia Aisyah
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 6, No 2 (2021): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (24.009 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v6i2.31346

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan antara keterampilan abad 21 siswa yang diberi treatment menggunakan reading infusion dengan siswa yang tidak diberi treatment reading infusion. Dalam penelitian ini menggunakan model pembelajaran problem based learning yang mengacu pada Barret. Pengumpulan data pada penelitian ini diperoleh dengan teknik observasi selama kegiatan pembelajaran berlangsung dan penyebaran kuesioner setelah kegiatan pembelajaran selesai. Kegiatan observasi dilakukan dengan menggunakan rubrik keterampilan abad 21 yang diadaptasi dari Buck Institute of Education setelah dilakukan beberapa modifikasi pada berbagai aspek. Penelitian dilakukan disalah satu SMAN yang berada di kota Indramayu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan rancangan penelitian ”posttest only control group design” . Sampel Penelitian ini sebanyak 66 orang dengan kelas XI IPA 2 sebagai kelas kontrol yang tidak diberi treatment reading infusion, dan kelas XI IPA 1 sebagai kelas eksperimen yang diberi treatment berupa reading infusion. Data analisis menggunakan uji U Mann Whitney untuk keterampilan berpikir kritis. Pengolahan data untuk keterampilan kolaborasi, keterampilan komuikasi, dan keterampilan kreatif dan inovatif dilakukan dengan cara menjumlahkan perolehan masing-masing indikator pada setiap keterampilan abad 21. Hasil data menunjukan terdapat perbedaan ketermpilan abad 21 pada materi fluida statis antara siswa yang diberi treatment dengan siswa yang tidak diberi treatment.
ANALISIS BUKU AJAR FISIKA SMA KELAS XI SEMESTER 1 DI KOTA BANDUNG BERDASARKAN KESEIMBANGAN ASPEK LITERASI SAINS Nurdini Nurdini; Ika Mustika Sari; Iyon Suryana
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 3, No 1 (2018): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.117 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v3i1.10948

Abstract

ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi terkait keseimbangan aspek literasi sains pada isi buku ajar fisika SMA kelas XI yang digunakan oleh siswa SMA di Kota Bandung. Buku ajar memiliki peranan yang sangat penting dalam proses pembelajaran, karena berkaitan langsung dengan siswa maupun guru sebagai salah satu sumber pembelajaran. Maka kualitas buku ajar dijadikan salah satu acuan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Buku ajar yang disusun dan dikembangkan sesuai kurikulum yang berlaku akan sangat membantu guru dalam meningkatkan aspek literasi sains siswa. Mengingat pentingnya literasi sains sebagai bekal siswa untuk menghadapi tatangan perkembangan abad 21 dan buku ajar maka melatarbelakangi penelitian ini, khususnya pada pembelajaran fisika. Instrumen yang digunakan untuk menganalisis buku ajar fisika ini adalah lembar aspek literasi sains yang diadopsi dari John Wilkinson yang sebelumnya telah dikembangkan oleh Chiappetta, Fillman, dan Sethna. Aspek literasi sains yang digunakan pada penelitian ini adalah: pengetahuan sains; sains sebagai cara untuk menyelidiki; sains sebagai cara berpikir; serta interaksi antara sains, teknologi, dan masyarakat. Buku ajar yang di analisis sebanyak 3 buku dengan menggunakan kurikulum 2013 revisi 2016. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ruang lingkup literasi sains pada ke tiga buku ajar yang dianalisis lebih menekankan kepada aspek sains pengetahuan sains dengan rata-rata persentase sebesar 73,2% dan persentase aspek literasi sains yang paling rendah adalah aspek sains interaksi antara sains, teknologi dan masyarakat, sebesar 0,7%. Berdasarkan data tersebut memberikan gambaran bahwa buku ajar fisika yang beredar mempunyai aspek literasi sains yang tidak seimbang. Kata Kunci:  literasi sains; buku ajar AbstractThe purpose of this study was to obtain information about the balance of aspects scientific literacy on the content of textbooks physics high school for XI grade used student in Bandung. The textbooks have a very important role in the learning process, because that have direct contact related with students and teachers as one source of learning. So, the quality of the textbooks become one of the options to achive learning object. The textbooks are arranged and developed in accordance with the applicable curriculum will greatly assist teachers in improving aspects of students science literacy. Given the importance that as a stock of students to deal with the challenges of the development of the 21st century and textbooks, then this is the background of this research, especially on learning physics. The instrument used to analyze ths physics textbooks was scientific literacy sheet categories adopted from John Wilkinson previously developed by Chiappetta, Fillman, and Sethna. The scientific literacy aspect used in this research: the knowledge of science; the investigative nature of science; science as a way of thinking, and interaction of science, technology, and society. The textbooks  analyzed are  total of three books using  the 2013 revision curriculum  2016. The result of this study indicate the scope of science literacy in the three textbooks are analyzed more emphasis on aspect of science knowledge with average percentage of 73.2% and percentage  the lowest aspect of science literacy is aspect of interaction of science, technology and society, 0.7%. Based on these data provide illustrates the outstanding physics textbook generally has aspects of science literacy is not balanced. Keywords:  scientific literacy; textbooks

Page 9 of 22 | Total Record : 216