cover
Contact Name
Rizki Zakwandi
Contact Email
r.zakwandi@upi.edu
Phone
+6285669180173
Journal Mail Official
wapfi@upi.edu
Editorial Address
JL. Setiabudhi No. 229 Bandung, 40154 Jawa Barat - Indonesia. e-mail: wapfi@upi.edu Tel / fax : (022) 2004548 / (022) 2004548
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
WAPFI (Wahana Pendidikan Fisika)
ISSN : 23381027     EISSN : 26854414     DOI : https://doi.org/10.17509/wapfi
The below mentioned areas are just indicative. The editorial board also welcomes innovative articles that redefine any Science, especially Physics and Technology Education field. Earth Science and Education Basic Science in Physics Education New Technologies in Physics Education Research and Development in Physics Education Globalisation in Physics Education Women in Physics Education Computers, Internet, Multimedia in Physics Education Organization of Laboratories of Physic Curriculum Development on Physics Education Teaching, Media, and Learning Physics
Articles 216 Documents
Media Grafik Berbantu Memudahkan Siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Ngamprah Mengerjakan Soal Grafik Pada Materi Kalor Isrifah Isrifah
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 6, No 1 (2021): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Februari 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.404 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v6i1.32460

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi  masih banyak peserta didik di kelas 7 SMP Negeri 2 Ngamprah  belum mencapai nilai KKM (70) pada hasil belajar materi kalor dan perpindahannya pada KD.3.4. Guru seringkali menampilkan grafik pengaruh kalor terhadap perubahan suhu dan wujud zat secara langsung, utuh dan tanpa dijelaskan tahapan tahapannya. Peserta didik kesulitan membaca grafik dan menyelesaikan soal soal tentang kalor. Penelitian ini bertujuan memudahkan peserta didik dengan pembelajaran HOTS, sehingga dapat memperkuat penguasaan konsep IPA.  Data menunjukkan hampir setiap tahunnya tidak kurang dari 75% di bawah KKM. Upaya perbaikan yang dilakukan dengan memperbaiki pembelajaran memakai model discovery learning menggunakan media grafik berbantu berupa kertas warna yang diberi identitas, warna merah untuk ruas garis miring yang menunjukkan ada perubahan suhu, dan warna hijau untuk ruas garis datar tanpa perubahan suhu pada grafik kalor. Hasilnya menunjukkan peningkatkan hasil belajar peserta didik. Data yang dikumpulkan berupa tes pemahaman konsep, LKPD, lembar observasi, dan hasil dokumentasi pembelajaran. Penelitian ini berbentuk best practice dengan indikator keberhasilan 85% peserta didik mencapai KKM yang menunjukkan mampu meningkatkan hasil belajar peserta didik. Kata kunci: Grafik berbantu, kertas warna beridentitas  ABSTRACT The study was backgrounded by there were lots of students of the 7th grade in SMPN 2 Ngamprah who hadn't reached KKM point (70) of the result of the calorie material to the change of a substance temperature and form directly and without explanation of its steps. The students found difficulty in reading graphic and doing test about calorie. The goal of the study was making the students easy to learn with HOTS method in order to strengthen the understanding of the science concept. Data showed that every year there were about 75% of the students got the mark below KKM point. The effort of improvement was done by the discovery Learning method using graphic media help of colorfull paper which was given identity; the red color was for slash segment which showed the change of temperature, the green one for flat segment without change of temperature in calorie graphic. The result showed that there was an increase of the students leaning result. Data collected were the test of understanding concept, LKPD, Observation sheet, and the result of learning documentation. The study was the report of best practice by the success indicator of 85% of the students reached KKM point. This meant that the method could increase the learning result of the students. Key words: assisted graphics, identified colour papers 
APLIKASI ANDROID MODUL DIGITAL FISIKA BERBASIS DISCOVERY LEARNING Dewi Muliyati; Fauzi Bakri; Diah Ambarwulan
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 3, No 1 (2018): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (740.609 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v3i1.10944

Abstract

ABSTRAK Jumlah pengguna android di Indonesia mendominasi sistem operasi smartphone. Hal ini menjadi landasan bahwa pengembangan aplikasi android akan terus meningkat, termasuk aplikasi kategori pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan aplikasi android yang berisi modul digital untuk pembelajaran Fisika dengan menerapkan sintaks discovery learning. Aplikasi ini dikembangkan dengan metode penelitian dan pengembangan model 4D yang tahapannya terdiri dari: Define, Design, Develop, Disseminate. Aplikasi yang dihasilkan dapat berjalan dengan baik pada semua perangkat dengan sistem operasi android. Konten modul dalam aplikasi ini telah sesuai dengan sintaks discovery learning, yang terdiri dari stimulasi, identifikasi masalah, pengumpulan data, pengolahan data, pembuktian, dan generalisasi. Tahapan-tahapan ini memfasilitasi peserta didik untuk dapat belajar mandiri melalui perangkat smartphone. Aplikasi yang dihasilkan ini merupakan salah satu kontribusi dalam pengembangan media pembelajaran berbasis android.      Kata Kunci:  Aplikasi Android, Modul Digital Fisika, Discovery Learning ABSTRACT The number of android users in Indonesia dominates the smartphone operating system. This is the reason that the android application development will continue to increase, including the application of educational categories. This study aims to develop android applications that contain digital modules for learning Physics by applying discovery learning syntax. This application was developed by research and development method of 4D model whose stages consist of: Define, Design, Develop, Disseminate. The resulting application can run well on all devices with the android operating system. The module content in this application is compatible with the syntax of discovery learning, which consists of stimulation, problem identification, data collection, data processing, verification, and generalization. These stages facilitate learners to be self-learning via smartphone devices. The resulting application is one of the contributions in the development of android-based learning media. Keywords: Android app, Digital Physics Module, Discovery Learning
Profil Self Regulated Learning dan Peningkatan Kemampuan Kognitif Peserta Didik SMA Melalui Strategi Writing to Learn pada Topik Elastisitas Bahan Siska Batiani Riyadi; Parlindungan Sinaga; Parsaoran Siahaan
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 6, No 2 (2021): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.721 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v6i2.30456

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas strategi writing to learn dalam meningkatkan kemampuan kognitif dan untuk mengidentifikasi profil self regulated learning peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi experimental design dengan Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas XI di salah satu SMA di Kota Bandung. Sampel penelitian terdiri dari 60 peserta didik kelas XI di salah satu SMA di Kota Bandung yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah tes kemampuan kognitif, kuesioner self regulated learning, dan lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi strategi writing to learn lebih meningkatkan kemampuan kognitif peserta didik dengan nilai n-gain kelas eksperimen sebesar 0,825 yang termasuk kategori tinggi dan nilai n-gain kelas kontrol sebesar 0,623 yang termasuk kategori sedang. Implementasi strategi writing to learn efektif dalam meningkatkan kemampuan kognitif peserta didik berdasarkan adanya perbedaan yang signifikan antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol dan nilai effect size sebesar 0,823 yang termasuk kategori tinggi. Adapun profil self regulated learning peserta didik kelas eksperimen dan kelas kontrol sebagian besar berada pada kategori sedang. Kata kunci : kemampuan kognitif, peserta didik, self regulated learning, writing to learn.
PENGEMBANGAN BUKU PENGAYAAN PENGETAHUAN BERBASIS ANDROID MATERI IMPLEMENTASI IPTEK NUKLIR UNTUK SISWA SMA Nenden Sri Arnida; Vina Serevina; Anggoro Budi S
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 3, No 2 (2018): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (923.896 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v3i2.13729

Abstract

ABSTRAKBuku pengayaan merupakan jenis buku non teks pelajaran yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar pendukung bagi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan buku pengayaan pengetahuan berbasis android materi implementasi iptek nuklir untuk siswa SMA kelas XII berdasarkan kompetensi dasar 3.10 yaitu, memahami karakteristik inti atom, radioaktivitas, dan pemanfaatannya dalam teknologi. Manfaat penelitian ini adalah untuk pengayaan informasi tentang iptek nuklir mencakup pemanfaatan teknologi nuklir dalam bidang kesehatan, pertanian dan peternakan, industri dan sumber energi, serta dampak yang ditimbulkan dari teknologi nuklir. Pengembangan buku pengayaan pengetahuan berbasis android materi implementasi iptek nuklir dilakukan atas dasar kurang aplikatifnya buku teks siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Research and Development (R D) yang merujuk pada penelitian dan pengembangan Dick Carey dengan langkah-langkah, yaitu (1) Mengidentifikasi kebutuhan instruksional dan menulis tujuan instruksional umum; (2) Melakukan analisis instruksional; (3) Mengidentifikasi perilaku dan karakteristik awal peserta didik; (4) Menulis tujuan instruksional khusus; (5) Menyusun alat penilaian hasil belajar; (6) Menyusun strategi instruksional; (7) Mengembangkan bahan instruksional; (8) enyusun desain dan melaksanakan evaluasi formatif; dan (9) Sistem instruksional. Uji validasi menggunakan instrumen skala Likert 1-5 dilakukan dengan tahapan sebagai berikut: 1) uji validasi keterbacaan oleh peserta didik dalam kelompok kecil; 2) uji validasi oleh ahli materi dan ahli media; 3) uji validasi oleh peserta didik dalam kelompok besar. Hasil penelitian ini berupa buku pengayaan pengetahuan materi implementasi iptek nuklir yang layak digunakan oleh siswa SMA.Kata kunci: buku pengayaan pengetahuan; android; implementasi iptek nuklir; Research and Development (R D)ABSTRACTEnrichment book is a kind of non-textbook that can used as a source of learning support for students. This study aims to result a book of knowledge based on android about an implementation of nuclear science and technology for high school students of class XII based on basic competence 3.10 such as understand the characteristics of atomic nuclear, radioactivity, and utilization in technology. The benefits of this research are to enrich information about nuclear science and technology includes the use of nuclear technology in the fields of health, agriculture and animal husbandry, industry and energy resources, as well as the impacts of nuclear technology. The development of the knowledge book based on the Android material of the implementation of nuclear science and technology is done on the basis of the less applicative textbook of students. The type of research used is Research and Development (R D) the research which refers to the research and development from Dick Carey with steps that are (1) Identify instructional needs and write general instructional objectives; (2) conducting instructional analysis; (3) Identify the initial behavior and characteristics of learners; (4) Write a specific instructional objectives; (5) Develop a learning outcome assessment tool; (6) Develop instructional strategies; (7) Develop instructional materials; (8) Prepare the design and carry out formative evaluation; and (9) Instructional systems. Validation test using Likert scale instrument 1-5 with the following stages: 1) validation test legibility by learners in small groups; 2) validation test by material experts and media experts; 3) validation test by learners in the large groups. The result of this research is a book of knowledge enrichment of science implementation of nuclear science and technology deserve to be used by high school students.Keywords: enrichment book of knowledge; android; the implementation of science and technology nuclear; Research and Development (R D)
PROFIL KONSISTENSI REPRESENTASI DAN KONSISTENSI ILMIAH KONSEP FISIKA PADA TOPIK USAHA DAN ENERGI SISWA SMA NEGERI PADA PEMBELAJARAN JARAK JAUH DI KABUPATEN BANDUNG Wawan Ruswandi; Parlindungan Sinaga; Purwanto Purwanto
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 7, No 2 (2022): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) September 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1114.526 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v7i2.43390

Abstract

Informasi mengenai profil konsistensi representasi dan konsistensi ilmiah pasca pembelajaran jarak jauh penting untuk diketahui karena kedua kemampuan ini berkaitan dengan pemahaman konsep dan kemampuan siswa dalam menggunakan multi representasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil konsistensi representasi dan konsistensi ilmiah siswa SMA Negeri pada pembelajaran jarak jauh di Kabupaten Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dengan memberikan tes pada siswa setelah terlaksananya proses pembelajaran. Ukuran sampel ditentukan berdasarkan rumus Isaac dan Michael dengan populasi seluruh siswa SMA Negeri di Kota Bandung kelas X yang telah mempelajari materi usaha dan energi. Teknik pengambilan sample adalah cluster random sampling. Pengambilan data dilakukan di tiga sekolah yang masing-masing dikategorikan sekolah klaster atas, klaster tengah, dan klaster bawah. Instrumen yang digunakan terdiri dari delapan tema dimana pada setiap tema terdapat tiga soal isomorfik (konteks dan kontennya sama) dengan representasi berbeda yang mengacu pada R-FCI dari Nieminen, dkk. (2010). Dari 450 siswa yang dijadikan sampel penelitian ditemukan bahwa untuk kategori konsistensi representasi 17,33% siswa berada pada tingkat konsisten, 38,45% cukup konsisten, dan 44,22% tidak konsisten. Sedangkan untuk konsistensi ilmiah ditemukan bahwa 12,44% siswa konsisten, 28,45% cukup konsisten, dan 59,11% tidak konsisten. Hasil ini menunjukkan bahwa meskipun siswa memiliki kemampuan dalam menggunakan multi representasi, sebagian besar siswa masih belum memahami konsep fisika pada materi usaha dan energi dengan benar. Kata Kunci: konsistensi representasi, konsistensi ilmiah, Pembelajaran Jarak Jauh, Multi Representasi, Usaha dan Energi
Upaya Meningkatkan Kemampuan Representasi Visual Siswa melalui Penerapan Pembelajaran Berbasis Masalah pada Pembelajaran Hukum Newton Rana Marzuqah; Lily Amalia; Andhy Setiawan; Iyon Suyana
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 4, No 1 (2019): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.597 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v4i1.15817

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan representasi visual siswa melalui penerapan pembelajaran berbasil masalah pada pembelajaran Hukum Newton. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 6 Bandung pada semester ganjil tahun ajaran 2018/2019 pada bulan September dan Oktober tahun 2018. Subjek dalam penelitian ini adalah 35 siswa kelas X MIPA 5 dengan menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas sebanyak dua siklus. Pada siklus I untuk indikator membuat gambar sketsa sebesar 57,14% dinyatakan tuntas dan untuk indikator membuat diagram bebas benda sebesar 37,14% dinyatakan tuntas. Pada siklus II untuk indikator membuat gambar sketsa sebesar 77,14% dinyatakan tuntas dan untuk indikator membuat diagram bebas benda sebesar 51,43% dinyatakan tuntas. Kesimpulannya ialah melalui penerapan pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan kemampuan representasi visual siswa kelas X MIPA 5 pada pembelajaran Hukum Newton. Kata Kunci: Hukum Newton, pembelajaran berbasis masalah, penelitian tindakan kelas, representasi visual ABSTRACTThe purpose of this study was to improve the visual representation ability of students through the application of problem based learning in Law of Newton learning. This study was conducted in the State High School 6 of Bandung in the odd semester of the academic year 2018/2019 in September and Oktober 2018. The subjects for this study were 35 students of X MIPA 5 using a classroom action research design in two cycles. In the cycle I for the indicator of making sketch pictures reached 57,14% and for the indicator of making free body diagrams reached 37,14%. In the cycle II for the indicator of making sketch pictures reached 77,14% and for the indicator of making free body diagrams reached 51,43%. It was concluded that through the application of problem based learning could improve the visual representation ability of students of X MIPA 5 in Law of Newton learning. Keywords: classroom action research, Law of Newton, problem based learning, visual representation
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Fisika pada Materi Suhu dan Kalor Menggunakan Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Peserta Didik Didit Aditya Ningsih; Riki Perdana
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 8, No 1 (2023): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Februari 2023
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1317.883 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v8i1.53944

Abstract

Pemahaman konsep peserta didik pada pembelajaran fisika materi Suhu dan Kalor masih rendah, karena hal tersebut dibutuhkan perangkat pembelajaran dan model pembelajaran yang tepat agar dapat meningkatkan pemahaman konsep tersebut. Penggunaan perangkat pembelajaran RPP, LKPD, dan instrumen penilaian menggunakan model Problem Based Learning (PBL) dinilai mampu meningkatkan pemahaman konsep peserta didik. Berdasarkan hal tersebut tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui kelayakan dari perangkat pembelajaran fisika pada materi Suhu dan Kalor menggunakan model Problem Based Learning untuk meningkatkan pemahaman konsep peserta didik. Jenis peneilitian ini adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development) menggunakan model 4D yang terdiri dari tahapan define (pendefinisian), design (perancangan), develop (pengembangan), dan disseminate (penyebaran). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu lembar validasi yang diberikan kepada validator untuk menilai perangkat pembelajaran yang telah dikembangkan. Hasil dari penelitian ini diperoleh bahwa perangkat pembelajaran fisika pada materi Suhu dan Kalor menggunakan model Problem Based Learning untuk meningkatkan pemahaman konsep peserta didik yang telah dikembangkan dinyatakan sangat layak digunakan.
Profil Keterampilan Abad 21 Siswa SMA pada Pembelajaran Project Based Learning (PjBL) Materi Gerak Lurus Olivia Aliftika; Purwanto Purwanto; Setiya Utari
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 4, No 2 (2019): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.251 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v4i2.20178

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada abad 21 berkembang dengan sangat pesat. Perkembangan ini tentu menjadi sebuah tantangan bagi setiap individu yang hidup pada abad 21. Sehingga setiap individu tersebut membutuhkan keterampilan yang sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan pada abad 21 yang disebut keterampilan abad 21. Terdapat 4 kompetensi pada keterampilan abad 21 yang dikenal dengan “4Cs” yaitu (1) Critical Thinking (berpikir kritis), (2) Communication (komunikasi), (3) Collaboration (kolaborasi), dan (4) Creativity and Innovation (kreativitas dan inovasi). Pengembangan keterampilan abad 21 salah satunya dapat dicapai melalui pendidikan. Buck Institute of Education (BIE) telah mengembangkan pembelajaran PjBL yang melatihkan keterampilan abad 21 “4Cs” siswa. BIE juga telah mengembangkan rubrik untuk setiap kriteria keterampilan abad 21 siswa. Namun sebelum melatihkan keterampilan abad 21 siswa, dibutuhkan profil keterampilan abad 21 siswa. Hal ini agar pengembangan keterampilan abad 21 siswa dapat lebih efektif. Sehingga penelitian ini akan memberikan gambaran mengenai profil keterampilan abad 21 siswa salah satu SMA di Bandung. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif dan desain penelitian berupa studi kasus pada sampel sebanyak 139 siswa salah satu SMA di Bandung. Hasil yang diperoleh adalah bahwa keterampilan berpikir kritis, komunikasi dan kolaborasi siswa berada pada kategori mendekati standar sedangkan katerampilan kreativitas dan inovasi berada pada kategori dibawah standar. Kata Kunci : Keterampilan abad 21 ABSTRACT The development of science and technology in the 21st century developed very rapidly. This development certainly becomes a challenge for every individual who lives in the 21st century. So every individual needs skills that are in accordance with the qualifications needed in the 21st century called 21st century skills. There are 4 competencies in 21st century skills known as "4Cs" namely (1) Critical Thinking, (2) Communication, (3) Collaboration, and (4) Creativity and. The development of 21st century skills can be achieved through education. Buck Institute of Education (BIE) has developed PjBL learning that trains 21st century "4Cs" skills of students. BIE has also developed a rubric for each 21st century student skill criteria. But before training 21st century students 'skills, 21st century students' skill profiles are needed. This is so that 21st century students' skills development can be more effective. So this study will provide an overview of the 21st century skill profile of one high school student in Bandung. The type of research used is descriptive research and research design in the form of case studies on a sample of 139 students from one high school in Bandung. The results obtained are that critical thinking skills, communication and student collaboration are in the category of approaching standards while the creativity and innovation skills are in the below standard category. Keyword : 21st Century Skills
Pre-Class Tutorial (PCT) untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Calon Guru Fisika pada Perkuliahan Fisika Dasar Materi Usaha dan Energi Duden Saepuzaman; Saeful Karim; Selly Feranie; Ika Mustika Sari
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 5, No 1 (2020): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.222 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v5i1.23421

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi temuan terkait pemahaman konsep fisika dasar mahasiswa calon guru Fisika yang menunjukkan adanya kesulitan-kesulitan konseptual perkuliahan Fisika Dasar I pada usaha dan energi. Adanya temuan ini jadi dasar dalam penentuan rencana alternatif solusi yang mendukung pencapaian hasil belajar yang lebih optimal salah satunya pengembangan Pre-Class Tutorial (PCT). Metode yang digunakan adalah metode eksperimen semu. Sebanyak tiga angkatan mahasiswa (tahun akademik 2015/2016 , 2016/2017 dan 2017/2018 masing-masing 82 mahasiswa) yang mengambil perkuliahan Fisika Dasar I pada Program Studi Pendidikan Fisika dilibatkan untuk mengumpulkan data penelitian.  Instrumen penelitian yang digunakan berupa PCT untuk mendapatkan deskripsi proses pemikiran mahasiswa terhadap konsep Fisika dan Tes penguasaan konsep Materi Usaha dan energi untuk mengetahui  pemahaman konsep. Hasil penelitian menunjukkan adanya PCT membantu mahasiswa mengkonstruk konsep Fisika  dan dapat meningkatkan penguasaan konsep materi sistem usaha dan energi.     ABSTRACT This research is motivated by findings related to the understanding of the basic physics concepts of pre-service physics teacher that shows the conceptual difficulties of  Basic Physics concept in work and energy concept. This finding is the fact in determining alternative solution to support the achievement of more optimal learning outcomes, one of which is the development of Pre-Class Tutorial (PCT). The method used is a quasi-experimental method. A total of three grade student (2015/2016, 2016/2017 and 2017/2018 in academic year, respectively 82 students) who took the Basic Physics I course in the Physics Education Study Program were involved to collect research data. The research instrument used in the form of PCT to get a description of students' thought processes on the concepts of Physics and the comprehension test of the concept of system of particle and Momentum to determine the understanding of Basic Physics concepts. The results showed that the using of PCT helped students construct concepts of physics and  improve Understanding of Prospective Physics Teacher in work and emergy Concepts.  Kata kunci : Calon guru fisika, Materi Usaha dan Energi, Pemahaman Konsep, Pre-Class Tutorial (PCT)
Karakteristik Tes Keterampilan Berpikir Kreatif pada Mata Pelajaran Fisika SMA Materi Fluida Statis Melalui Analisis Teori Respon Butir M. Qonit Abdullah; Taufik Ramlan Ramalis; Ida Kaniawati
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 5, No 1 (2020): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.134 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v5i1.23453

Abstract

ABSTRAKBerkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut siswa untuk mengembangkan kemampuannya salah satunya adalah kemampuan berpikir kreatif. Pada kenyataanya, tes yang digunakan di sekolah-sekolah belum dapat digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir kreatif siswa. Sehingga dilakukan penelitian yang bertujuan untuk menghasilkan tes keterampilan berpikir kreatif dan mengkaraterisasinya. Metode yang digunakan adalah mixed method dengan pengumpulan data yang didapatkan dari validasi ahli dan uji coba. Tes yang dibuat terdiri dari 13 butir soal uraian yang diujikan kepada 156 siswa di salah satu SMA di kota Cirebon. Berdasarkan validasi ahli, aspek materi memiliki indeks Aiken V dengan rerata sebesar 0,92; aspek konstruk sebesar 0,86; dan aspek bahasa sebesar 0,94. Secara keseluruhan, konstruksi tes memenuhi kriteria tes yang valid. Karakteristik tes menggunakan analisis teori respon butir dengan graded response model. Hasil analisis diperoleh nilai b atau parameter tingkat kesukaran sebesar 0,75 atau dalam kategori sedang dan juga nilai a atau daya pembeda dari kemiringan kurva yaitu tan 48o = 1,11 yang artinya parameter daya pembeda tes dalam kategori baik. Perpotongan antar kurva fungsi informasi dengan kesalahan pengukuran terletak pada skala -0,20 yang berarti tes ini dapat mengukur tingkat kemampuan sedang atau rata-rata..Kata kunci : karakteristik tes, keterampilan berpikir kreatif, teori respon butir.   ABSTRACTThe development of science and technology requires students to develop their abilities one of which is the ability to think creatively. In fact, tests used in schools cannot be used to measure students' creative thinking abilities yet. So the research is conducted which aims to produce creative thinking skills tests and characterize them. This research used mixed method as the research design with data collection obtained from expert validation and testing. The test consisted of 13 items which tested to 156 students in one of senior high schools in Cirebon city. Based on expert validation, the material aspect has an Aiken V index with an average of 0.92; construct aspects of 0.86; and language aspects 0.94. Overall, the test construction meets valid test criteria. Characteristics of the test using item response theory analysis with graded response models. The analysis results obtained by the value of b or difficulty level parameters of 0.75 or in the medium category and also the value of a or distinguishing power from the slope of the curve that is tan 48o = 1.11, which means the test distinguishing power parameters in either category. The intersection between the information function curve and the measurement error lies on a scale of -0.20 which means that this test can measure average ability. Keywords : test characteristics, creative thinking skills, item response theory

Page 11 of 22 | Total Record : 216