cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Edutech
ISSN : 08521190     EISSN : 25020781     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Edutech adalah jurnal majalah ilmiah di Program Studi Teknologi Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia yang terbit sebanyak tiga kali dalam setahun pada bulan Februari, Juni, dan Oktober. Semua artikel yang dikirim melalui proses peer review double blind dan ulasan editor sebelum di publikasikan.Jurnal Edutech atau kepanjangan dari Educational Technology ini menerima artikel tentang pendidikan, teknologi pendidikan dan komunikasi
Arjuna Subject : -
Articles 267 Documents
PENGEMBANGAN E-MODUL BERBASIS WEB DENGAN MENGGUNAKAN APLIKASI MOODLE PADA MATA KULIAH PENGELOLAAN PERPUSTAKAAN Yayang, Eza; Eldarni, Eldarni
EDUTECH Vol 18, No 1 (2019): PEMBELAJARAN DI DIGITAL ERA
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v18i1.14113

Abstract

Development e-modul web based of management library course was done as efforts learning resources supplementation for college student as a learning material that suitable with advisability media and material criteria. So that helps student of college to get course material suitable with syllabus till student of college can learn independently with easiness access whenever and wherever. The kind of research was done is research and development (RD). The validity test of product was done to four persons as validator with two persons as material validator and two persons as media validator. The product test was done to the student of college with major curriculum and educational technology FIP UNP that attend management library course with 2016 yaer of entry as much as 38 follow pretest and posttest for testing the effectiveness e-modul web based with see the differentiation both of them. Based on the result of advisability assessment from media validator and material validator was gotten the result of material validation 1 with average as much as 3,9 was categorized good, from material validation 2 was gotten average as much as 4,35 was categogrized very good and then the result of media validation 1 was gotten average as much as 4,35 was categorized very good while media validation 2 was gotten average as much as 4,65 was categorized very good. The result of practicality was gotten tcount as much as 7,413 then was seen ttable used table t with df= N-1 = 38-1 = 37 with α 0,05 so that ttable is 2,042. So that, tcount ttable therefore was found significant differentiation between the result of learn before and after has given e-modul web based. Based on the result of validation, practicality, and effectiveness can make conclution that e-modul web based  that was developed valid, practice and effective using in learning process management library course.  Pengembangan e-modul berbasis web pada mata kuliah Pengelolaan Perpustakaan menggunakan aplikasi moodle dilakukan sebagai upaya suplementasi sumber belajar untuk mahasiswa sebagai bahan belajar yang sesuai dengan kriteria kelayakan media dan materi. Sehingga membantu mahasiswa untuk memperoleh materi perkuliahan yang sesuai dengan silabus agar mahasiswa dapat belajar secara mandiri dengan kemudahan akses kapan saja dan di mana saja.Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian Research and Development (RD). Uji validitas produk dilakukan kepada empat orang validator dengan dua orang validator materi dan dua orang validator media. Uji coba produk dilakukan kepada mahasiswa jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan FIP UNP yang mengikuti mata kuliah Pengelolaan Perpustakaan tahun masuk 2016 dengan jumlah 38 orang mengikuti pretest dan posttest untuk menguji efektifitas e-modul berbasis web dengan melihat perbedaan signifikan antara keduanya. Berdasarkan hasil penilaian kelayakan dari validator materi dan validator media, diperoleh hasil validasi materi 1 rata-rata sebesar 3,9 dikategorikan baik, dari validasi materi 2 memperoleh rata-rata sebesar 4,35 dikategorikan sangat baik dan hasil validitas dari media 1 diperoleh rata-rata sebesar 4,35 dikategorikan sangat baik sedangkan validitas dari media 2 diperoleh rata-rata sebesar 4,65 dikategorikan sangat baik. Hasil uji praktikalitas memperoleh rata-rata sebesar 4,47 dikategorikan sangat praktis. Hasil uji efektifitas diperoleh thitung sebesar 7,413 kemudian dilihat ttabel menggunakan tabel t dengan df = N-1 = 38-1 = 37 dengan α 0,05 maka ttabel adalah 2,042. Jadi thitung ttabel, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar sebelum dan setelah diberikan e-modul berbasis web. Berdasarkan hasil uji validalitas, praktikalitas, dan efektifitas dapat disimpulkan bahwa e-modul berbasis web dapat dikembangkan dan efektif digunakan dalam proses pembelajaran mata kuliah Pengelolaan Perpustakaan.
THE DEVELOPMENT OF COGNITIVE TEST DEVICES FOR COMPETENCE MEASUREMENT OF FUTURE SENIOR VOCATIONAL SCHOOL TEACHERS IN FISHING VESSEL NAUTICAL EXPERTISE dkk, Eliza Merina
EDUTECH Vol 14, No 2 (2015): INOVASI DAN APLIKASI PENDIDIKAN
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edutech.v14i2.1375

Abstract

Abstract. This research aimed to develop a valid and reliable cognitive test device for measuring the professional competence of the future teachers in the fishing vessel nautical science with a proper procedure. The method used in this study was research and development method with the following procedures: identification of measurement purposes, the development of test specifications, item writing, item review of the test (validity test), trial test 1, items analysis 1, reliability test, trial test 2, items analysis 2 , and the construction of the final test device. At the beginning of the development of test specifications and test item writing, there were 65 test items being developed and as the development going, the number of test items was decreasing. After being tested by 3 experts in the fishing vessel nautical science, the items have been reduced to 60 test items which then were being constructed to be the 1st trial test device. Following this, the 1st items analysis was carried out in accordance to classical test theory which consists the level of difficulties, item discrimination, and effectiveness of distractors. From this analysis the number of items has been reduced to 29 test items which were constructed to be 2nd trial test device. Reliability test was conducted for the 1st trial test using the internal consistency approach by calculating the reliability of Kuder Richardson (KR20). The result showed that the reliability coefficient is 0.71 which indicated that the 1st trial test was a reliable test. The 2nd trial test was conducted and followed by the 2nd items analysis which left 19 test items to be constructed as a final form test devices.Keywords : test development, competency measurement, fishing vessel nautical scienceAbstrak. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengembangkan sebuah perangkat tes kognitif yang valid dan reliabel untuk pengukuran kompetensi profesional calon-calon guru SMK Keahlian NKPI melalui prosedur yang benar. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah riset dan pengembangan. Prosedur yang dilalui dalam penelitan ini yaitu : identifikasi tujuan pengukuran, pengembangan spesifikasi tes, penulisan butir soal, penelaahan butir tes (uji validitas), uji coba tes 1, analisa butir tes 1, uji reliabilitas, uji coba tes 2, analisa butir tes 2, dan perakitan bentuk akhir tes. Pada awal pembuatan spesifikasi tes dan penulisan butir, jumlah butir yang dikembangkan berjumlah 65 butir tes. Seiring proses pengembangan tes dilakukan, jumlah butir tes mengalami degradasi (penurunan). Setelah melalui tahap telaah butir (uji validitas) yang dilakukan oleh 3 orang ahli di bidang NKPI, butir tes mengalami pengurangan 5 butir tes sehingga tersisa 60 butir tes untuk dirakit menjadi perangkat tes uji coba 1. Setelah uji coba 1 dilakukan dilanjutkan dengan analisis butir 1 yang dilakukan sesuai teori ujian klasik yang terdiri dari tingkat kesukaran, daya diskriminasi butir, dan efektivitas distraktor. Dari analisis tersebut, jumlah butir soal pun mengalami pengurangan hingga tersisa 29 butir tes untuk dirakit menjadi perangkat tes uji coba 2. Dari hasil uji coba 1 pun dilakukan uji reliabilitas menggunakan pendekatan konsistensi internal (internal consistency) yaitu dengan perhitungan reliabilitas Kuder Richardson (KR20). Diperoleh nilai koefisien reliabilitas sebesar 0,71 yang menunjukkan bahwa perangkat tes tergolong reliabel. Uji coba 2 dilakukan dan diteruskan dengan analisa butir 2, kembali lagi butir soal mengalami pengurangan hingga tersisa 19 butir tes untuk dirakit menjadi perangkat tes bentuk akhir.Kata Kunci : pengembangan tes, pengukuran kompetensi, nautika kapal penangkaan ikan
BUILDING RELIGIOUS GENERATION THROUGH WINNER SCHOLARSHIP PROGRAM IN ICD BUAH BATU BANDUNG CITY Putri, Priyanka Permata
EDUTECH Vol 15, No 1 (2016): MEDIA DAN MODEL PEMBELAJARAN TERBARU
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edutech.v15i1.2227

Abstract

Abstract, ‘Beasiswa Juara’ program through regular development of the science of religion in ICD (Integrated Community Development) Buahbatu Bandung a positive impact on ‘Anak Juara’ with demonstrated by the presence of beneficiaries (PM) and there are success stories of one PM who shows positive impact on his life. The research objective was to determine the success of the development program ‘Beasiswa Juara’ grantee ‘Anak Juara’ in creating a religious generation. This research is descriptive with the method used is the study of literature, by looking at the secondary data from the achievements of the program implemented Rumah Zakat and look of ICD profile.Results from this research that the grantee children who follow a routine training activities of religious knowledge has a positive influence to be applied in everyday life so as to create a religious person, it is seen from the changes in children's behavior on the success story of one of the PM. Keywords: Rumah Zakat, Beasiswa Juara, Religious, Buahbatu, Bandung. Abstrak, Program Beasiswa Juara melalui pembinaan rutin tentang ilmu agama di ICD (Intergrated Community Development) atau lebih dikenal dengan desa binaan Buahbatu Kota Bandung memberikan dampak positif bagi anak juara dengan ditunjukkan oleh kehadiran Penerima Manfaat (PM) dan terdapat success story dari salah satu PM yang memperlihatkan dampak positif bagi kehidupannya. Tujuan penelitian adalah mengetahui keberhasilan program pembinaan anak juara penerima Beasiswa dalam menciptakan generasi religius. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode yang digunakan yaitu studi literatur, dengan melihat data sekunder dari capaian program yang diimplementasikan Rumah Zakat dan melihat dari profil ICD.Hasil dari penelitian ini yaitu siswa penerima Beasiswa Juara yang mengikuti kegiatan pembinaan rutin tentang ilmu agama ini telah memberikan pengaruh positif untuk diterapkan di kehidupan sehari-hari sehingga tercipta pribadi yang religius, hal ini terlihat dari perubahan perilaku anak juara pada success story salah satu PM. Kata Kunci : Rumah Zakat, Beasiswa Juara, Religius, Buahbatu, Bandung.
EFEKTIVITAS PENGEMBANGAN NILAI-NILAI KARAKTER BANGSA MELALUI EKSTRAKURIKULER PRAMUKA S, Supriadi U
EDUTECH Vol 13, No 3 (2014): DINAMIKA PENDIDIKAN DAN LAYANAN PEMBELAJARAN
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edutech.v13i3.3091

Abstract

Abstract. This study aims to analyze and effectiveness of the development of the character of the nation's values (self-reliance, self-discipline, tolerance, mutual cooperation, ketahanmalangan, and creativity) through extracurricular activities scout. The research method in this study using a survey method ex post facto by using multivariate data analysis techniques of analysis of variance (MANOVA). Research respondents are students and instructors extracurricular high school level. Data collection techniques used in this study was a questionnaire (questionnaire), interviews, and documentation. In an effort to obtain research data that can be justified or legitimate, then the data keabsahannnya research first examined by cross-checking techniques. Prior to testing the hypothesis, then the first test performed data analysis requirements consist of tests of normality and homogeneity tests. The results of hypothesis testing, it is concluded that there are differences in the values of national character (self-reliance, self-discipline, tolerance, mutual cooperation, ketahanmalangan, and creativity) in terms of their organization and extracurricular activities scout. So the advice that can be given in the development of national character values (self-reliance, self-discipline, tolerance, mutual cooperation, ketahanmalangan, and creativity) can scout through extracurricular activities. Keywords: the values of the nation's character, ektrakurikuler scout.  Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan efektivitas pengembangan nilai-nilai karakter bangsa (kemandirian, kedisiplinan, tenggang rasa, kegotongroyongan, ketahanmalangan, dan kreativitas) melalui kegiatan ekstrakurikuler pramuka. Metode penelitian dalam penelitian ini menggunakan metode survey expost facto dengan teknik analisis data mengunakan multivariat of analaisis varians (MANOVA). Responden penelitiannya adalah siswa dan pembina ekstrakurikuler di tingkat SLTA. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket (kuisioner), wawancara, dan dokumentasi. Dalam upaya memperoleh data penelitian yang dapat dipertanggungjawabkan atau absah, maka data penelitian terlebih dahulu diperiksa keabsahannnya dengan teknik cross check. Sebelum dilakukan pengujian hipotesis, maka dilakukan terlebih dahulu pengujian persyaratan analisis data yang terdiri dari uji normalitas dan uji homogenitas. Hasil pengujian hipotesis, maka disimpulkan bahwa terdapat perbedaan nilai-nilai karakter bangsa (kemandirian, kedisiplinan, tenggang rasa, kegotongroyongan, ketahanmalangan, dan kreativitas) ditinjau dari adanya organisasi dan kegiatan ekstrakurikuler pramuka. Sehingga dapat diberikan saran bahwa dalam pengembangan nilai-nilai karakter bangsa (kemandirian, kedisiplinan, tenggang rasa, kegotongroyongan, ketahanmalangan, dan kreativitas) dapat melalui kegiatan ekstrakurikuler pramuka. Kata kunci: nilai-nilai karakter bangsa, ektrakurikuler pramuka.
PENGGUNAAN KEDWIBAHASAAN SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI PENJUAL ASESORIS TOKO ROCK STUFF PLAZA PARAHYANGAN BANDUNG Damayanti, Welsi
EDUTECH Vol 13, No 1 (2014): DINAMIKA PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edutech.v13i1.3222

Abstract

Abstract.Humans are social creatures humans would therefore need to master the various languages that relate to other human beings or to communicate within the community. Kedwibahasaan term can also be used for the community when the community in the life of a language is to use two or more languages alternately. This can happen if the people that there are two (or more) languages. In such circumstances there is also in Indonesia because in addition to Indonesian as the language of the country, there is also the local language of each tribe were several hundred in number. The research analyzes the habit of using a second language (B2) accessories sellers in Rock Stuff Accessories store this type of qualitative research using descriptive methods. The result is very attractive to researchers because of its being quite challenging discussion is about the habit of using a second language by the seller from Padang in store Rock Stuff Accessories. They always try to cater to buyers who came from Bandung using the language. All that for smooth and familiarity between sellers and buyers.Keywords: communication, bilingual, second languageAbstrak, Manusia adalah makhluk sosial karena itu manusia tentu perlu mengusai berbagai bahasa yang berhubungan dengan manusia lain atau berkomunikasi dalam masyarakat. Istilah kedwibahasaan dapat juga dipakai untuk masyarakat bila suatu masyarakat dalam kehidupan berbahasanya menggunakan dua bahasa atau lebih secara bergantian. Hal ini dapat terjadi jika dalam masyarakat itu ada dua (atau lebih) bahasa. Keadaan seperti itu terdapat pula di Indonesia sebab di samping bahasa Indonesia sebagai bahasa negara, terdapat juga bahasa daerah dari setiap suku bangsa yang beratus-ratus jumlahnya. Penelitian analisis kebiasaan menggunakan bahasa kedua (B2) para penjual asesoris di toko Rock Stuff Asesoris ini berjenis penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Hasil penelitian ini sangat menarik bagi peneliti karena yang menjadi pembahasannya cukup menantang yaitu tentang kebiasaan menggunakan bahasa kedua oleh penjual yang berasal dari Padang di toko Rock Stuff Asesoris. Hasil penelitian ini adalah adanya kedwibahasaan pada situasi jual beli yang terjadi di kota Bandung. Mereka selalu berusaha melayani pembeli yang berasal dari Bandung dengan menggunakan bahasa Sunda. Semua itu demi kelancaran dan keakraban antara penjual dan pembeli.Kata kunci: komunikasi, dwibahasa, bahasa kedua
THE UTILIZATION OF LEARNING MULTIMEDIA AS STRATEGIES TO INCREASE STUDENTS LEARNING ACHIEVEMENT (PEMANFAATAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN SEBAGAI STRATEGI PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR SISWA) Perdana, Novrian Satria
EDUTECH Vol 15, No 3 (2016): ESENSI PEMBELAJARAN MASA KINI
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edutech.v15i3.4134

Abstract

Abstract.This study aims to determine the most effective type of learning tool to improve stu-dents’ achievemen . This study uses quasi-experimental method, which connects the causality be-tween variables which are deliberately determined with another variable, with pretest - posttest control group design. The sample of this study is 376 students majoring in accounting at a state vocational school in Jakarta. The results showed: ( 1 ) The use of learning multimedia in the learning process of accounting subject was more effective to improve students’ cognitive abilities in accounting than the use textbooks; ( 2 ) Accounting learning with multimedia was better than learning with text books.Keywords : Learning Media , Multimedia , Learning Achievement .Abstrak.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis sarana pembelajaran apakah yang paling efektif untuk meningkatkan prestasi belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen, yang menghubungkan sebab akibat antara variabel y ang sengaja ditentukan dengan variabel lain, dengan desain pretest-posttest control group design. Sampel dalam penelitian sebanyak 376 siswa SMK Negeri jurusan akuntansi di DKI Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Penggunaan media pembelajaran multimedia dalam proses pembelajaran akuntansi lebih effektif dalam meningkatkan kemampuan kognitif akuntansi yang dimiliki siswa daripada penggunaan media buku teks. (2) Pembelajaran akuntansi dengan multimedia lebih baik dibandingkan dengan buku teks.Kata Kunci : Media Pembelajaran, Multimedia, Prestasi Belajar.
IMPLEMENTASI MANAJEMEN PROFESI DAN KARIER KEPALA SEKOLAH Perdana, Novrian Satria
EDUTECH Vol 16, No 2 (2017): GLOBAL EDUCATION
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v16i2.5762

Abstract

Abstract. Burden borne by the Principal in leading his school is not matched by the clarity of the position of Principal which in Permendiknas No. 28 of 2010 states that the principal is a "teacher who was given the additional task to lead ....". This makes the load a Principal to grow because he is also a teacher must fulfill teaching hours as much as 6 hours. Under these condi-tions, the authors conducted a study with the aim of the study include: (1) analyze the status of professions principal, (2) analyzing the career path (career path) the principal, and (3) analyze the suitability of legislation related to the duties and burdens working with the school principal conditions that occur in the field. The sample was elementary school principal to BC in the city of Palembang in 2016. The results of this study include: (1) Most of the characteristics of the profes-sion has been owned by the principals in the city of Palembang, except for earnings not describe a significant difference with the level of the job, (2) to become principals in the city of Palembang, to date, in accordance with existing regulations, which must be held by the teacher, not the other positions. There was also a school principal who was appointed did not pass training for candi-date principal, but there were appointed through political appointments / selection of regional heads, (3) the pattern of recruitment of principals in the city of Palembang yet fully implementing the Ministerial Regulation No. 28 of 2010, even to this day do not all principals have NUKS.Keywords: Principal, Profession, Career PathsAbstrak. Beratnya beban yang dipikul oleh Kepala Sekolah dalam memimpin sekolahnya tidak diimbangi dengan kejelasan posisi Kepala Sekolah yang mana dalam Permendiknas Nomor 28 Tahun 2010 menyebutkan bahwa Kepala Sekolah adalah “guru yang diberi tugas tambahan untuk memimpin….”. Hal ini membuat beban seorang Kepala Sekolah ber-tambah karena dia juga seorang guru yang harus memenuhi jam mengajar sebanyak 6 jam. Ber-dasarkan kondisi tersebut, penulis melakukan penelitian dengan tujuan penelitian antara lain: (1) menganalisis status keprofesian kepala sekolah, (2) menganalisis jalur karier (career path) kepala sekolah, dan (3) menganalisis kesesuaian peraturan perundang-undangan terkait dengan tugas dan beban kerja kepala sekolah dengan kondisi yang terjadi di lapangan. Sampel penelitian ini adalah kepala sekolah jenjang SD hingga SM di kota Palembang pada tahun 2016. Hasil penelitian ini antara lain: (1) Sebagian besar ciri-ciri profesi telah dimiliki oleh kepala sekolah di kota Palem-bang, kecuali mengenai penghasilan yang belum menggambarkan perbedaan yang signifikan dengan jenjang jabatan tersebut, (2) Untuk menjadi kepala sekolah di kota Palembang hingga saat ini telah sesuai dengan regulasi yang ada, yaitu harus dijabat oleh guru, tidak jabatan lain. Ada juga kepala sekolah yang diangkat juga tidak melewati Diklat Calon Kepala Sekolah, tetapi ada yang diangkat melalui jabatan politik/pilihan kepala daerah, (3) Pola rekrutmen kepala sekolah di kota Palembang belum sepenuhnya mengimplementasikan Permendiknas Nomor 28 Tahun 2010, bahkan hingga saat ini tidak semua kepala sekolah memiliki NUKS.Kata Kunci: Kepala Sekolah, Profesi, Jalur Karier
PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER DI SEKOLAH DALAM UPAYA PENCEGAHAN KENAKALAN REMAJA Perdana, Novrian Satria
EDUTECH Vol 17, No 1 (2018): INTERDISIPLINER PEMBELAJARAN
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v1i1.9860

Abstract

Abstract. Many cases of juvenile delinquency that occurred in the community allegedly be-cause there are lack of exemplary and intensive supervision in our educational and community components. According to this reality, it is urgent to know the strategy of strengthening character education in schools to prevent juvenile delinquency. The purpose of this paper is to examine strat-egies in preventing juvenile delinquency through strengthening character education. This paper uses the theory of habituation from the Skinner, such as spontaneous activities, exemplary meth-ods are also a series of behaviorism theory from John Watson, and conditioning activities that are similar to behaviorism theory from Edwin Guthrie . This study includes the type of literature study research by finding reference theory that relevant to the cases or problems found. The data that have been obtained then analyzed by descriptive analysis method. The conclusions from this litera-ture study includes 1) education in Indonesia still focused on cognitive aspect or academic, while the aspect of soft skills or non academic which is the main element of character education so far still get less attention. 2) implementation of strategies to strengthen character education in schools in preventing juvenile delinquency, can be integrated into existing subjects, local content, self-development. 3) the headmaster as the leader of the school organization is fully responsible for the character building of students, so as a model school requires special efforts to integrate the values of character into the learning process and routine activities in schools. Based on the above conclu-sions, some suggestions were formulated: 1) learning in schools should focus on soft skills or non academic (affective and psychomotor) which are the main elements of character education through teaching and learning activities or extracurricular activities; 2)The national education ministries should formulate learning models that use the character component as the largest com-ponent; 3) the national education ministry should cooperate with TNI and POLRI by conducting education to defend the country that there are character and nationalism elements. Abstrak. Maraknya kasus kenakalan remaja yang terjadi di masyarakat diduga ku-rangnya keteladanan dan pengawasan intensif dari komponen pendidikan dan masyarakat. Ber-dasarkan hal tersebut, mendesak untuk diketahui strategi penguatan pendidikan karakter di sekolah dalam mencegah kenakalan remaja. Berdasarkan hal tersebut, tujuan penulisan ini adalah untuk mengkaji strategi dalam mencegah kenakalan remaja melalui penguatan pendidikan karakter. Penulisan ini menggunakan teori pembiasaan dari Skinner, berupa kegiatan-kegiatan spontan, metode keteladanan yang juga sejalan dengan teori behaviorisme dari John Watson, dan kegiatan pengkondisian yang sejalan dengan teori behaviorisme dari Edwin Guthrie. Penelitian ini termasuk jenis penelitian studi literatur dengan mencari referensi teori yang relefan dengan kasus atau per-masalahan yang ditemukan. Data-data yang sudah diperoleh kemudian dianalisis dengan metode analisis deskriptif. Kesimpulan dari studi literatur ini antara lain: 1) Pendidikan di Indonesia masih terfokus pada aspek-aspek kognitif atau akademik, sedangkan aspek soft skills atau non-akademik yang merupakan unsur utama pendidikan karakter selama ini masih kurang mendapatkan per-hatian; 2) Implementasi strategi penguatan pendidikan karakter di sekolah dalam upaya pencega-han kenakalan remaja dapat diintegrasikan ke dalam mata pelajaran yang sudah ada, muatan lokal, pengembangan diri, dan budaya sekolah, dan 3) Kepala sekolah sebagai pemimpin organisasi sekolah bertanggungjawab penuh terhadap pembinaan karakter peserta didik, sehingga sebagai teladan sekolah diperlukan upaya khusus untuk mengintegrasikan nilai-nilai karakter ke dalam proses pembelajaran dan aktivitas rutin di sekolah.. Berdasarkan kesimpulan di atas, dirumuskanbeberapa saran: 1) Pembelajaran di sekolah sebaiknya diutamakan menekankan pada soft skills atau non-akademik (afektif dan psikomotorik) yang merupakan unsur utama pendidikan karakter melalui KBM dan kegiatan ekstrakurikuler; 2) Kemendikbud sebaiknya merumuskan model penilaian yang menggunakan komponen karakter sebagai komponen terbesar; 3) Kemendikbud bekerjasama dengan TNI dan POLRI sebaiknya mengadakan pendidikan bela Negara yang dida-lamnya memuat unsur budi pekerti dan nasionalisme.
DEVELOPMENT AND VALIDATION OF INTERVIEW GUIDELINES FOR NEED ASSESSMENT UTILIZATION OF INFORMATION AND COMMUNICATION TECHNOLOGY (ICT) IN ELEMENTARY SCHOOL Aka, Kukuh Andri
EDUTECH Vol 17, No 3 (2018): KOMPUTER, SEKOLAH & KOMUNITAS BELAJAR
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v17i3.14340

Abstract

The purpose of this study was to develop structured interview guideline instruments for the use of technology facilities in primary schools which included aspects of (1) ICT concept, (2) types of sources and media of ICT-based learning in primary schools, (3) forms of use of ICTs by elementary teacher and students, and (4) efforts to increase ICT mastery by elementary school teachers. To achieve these objectives, activities are carried out including: (1) formulating the theoretical aspects of the learning plan developed; (2) compiling the interview guideline instrument; (3) arranging interview guide questions; (4) conducting expert judgment; (5) revision and improvement of instruments. Based on the results of the research and discussion, it can be concluded that according to the content validation by instrument experts can be said to have good categories, and can be used.
THE IMPLEMENTATION OF 2013 CURRICULUM AT ELEMENTARY SCHOOL Susilana, Rudi
EDUTECH Vol 14, No 1 (2015): DINAMIKA PENDIDIKAN INDONESIA
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edutech.v14i1.957

Abstract

Abstract. The implementation of the new 2013 Curriculum in schools has been started in July 2013. The implementation of the curriculum is expected to increase the quality of management and process of education at any unit of education that leads to the effort of improving the quality of learning and education. In connection with the application of the new curriculum, this research would like to reveal the problems regarding how elementary school teachers respond to the implementation of 2013 Curriculum in Bandung City with regard to planning, implementation, and assessment of curriculum. It also studied the best practice which can be emulated in terms of planning, implementation and assessment of curriculum conducted by elementary school teachers in Bandung City.The results showed that the response of elementary school teachers on the implementation of 2013 Curriculum in Bandung City was in the positive category. The planning activity was in the category of very positive while the implementation and assessment activities were in the positive category. Some best practices that can be emulated in planning, implementation and assessment conducted by the teachers in implementing the 2013 Curriculum are the activities of sharing, hearing, in-house training and real teaching modeling that were carried out in Teacher Working Group (KKG).Keywords: 2013 Curriculum, teachers’ response, best practice, curriculum implementation Abstrak. Penerapan kurikulum baru, yakni implementasi Kurikulum 2013 di sekolah telah dimulai sejak bulan Juli 2013.  Implementasi Kurikulum tersebut diharapkan mendorong peningkatan kualitas pengelolaan dan proses pendidikan pada setiap satuan pendidikan yang mengarah pada upaya peningkatan mutu pembelajaran dan pendidikan. Dilatarbelakangi oleh adanya penerapan kurikulum tersebut, penelitian ini ingin mengungkap permasalahan yang berkenaan dengan "Bagaimanakah respon guru SD terhadap terhadap implementasi Kurikulum 2013 di Kota Bandung dilihat dari kegiatan perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian kurikulum? dan "Best Practice" apa yang dapat dicontoh dalam hal perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian kurikulum yang dilakukan oleh guru SD di Kota Bandung? Hasil penelitian menunjukkan bahwa Respon guru SD terhadap terhadap implementasi Kurikulum 2013 di Kota Bandung berada pada kategori positif.  Untuk kegiatan perencanaan berada pada kategori sangat positif, sedangkan untuk kegiatan pelaksanaan dan penilaian kurikulum berada pada kategori positif. Terdapat beberapa  "best practice" yang dapat dicontoh dalam perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian  dari guru SD di Kota Bandung terkait dengan implementasi Kurikulum 2013 berupa kegiatan "sharing", "hearing", "in house training", dan "modelling real teaching" yang dilaksanakan di KKG atau KKG gugus. Kata kunci:      Kurikulum 2013, Respon Guru dan Best Practice Implementasi Kurikulum.

Page 10 of 27 | Total Record : 267