cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Edutech
ISSN : 08521190     EISSN : 25020781     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Edutech adalah jurnal majalah ilmiah di Program Studi Teknologi Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia yang terbit sebanyak tiga kali dalam setahun pada bulan Februari, Juni, dan Oktober. Semua artikel yang dikirim melalui proses peer review double blind dan ulasan editor sebelum di publikasikan.Jurnal Edutech atau kepanjangan dari Educational Technology ini menerima artikel tentang pendidikan, teknologi pendidikan dan komunikasi
Arjuna Subject : -
Articles 267 Documents
TECHONOLOGICAL PEDAGOGICAL CONTENT KNOWLEDGE (TPACK) DALAM RANGKA PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN MAHASISWA PPG SD PRAJABATAN Hartati, Tatat; Heryanto, Dwi; Annisa, Nuri; Nuriyanti, Risma; Saputra, Alpin Herman; Sutedi, Rahmat
EDUTECH Vol 18, No 2 (2019)
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v18i2.15092

Abstract

The quality of learning carried out by an educator has not yet received serious attention. This has an impact on the low quality of graduates produced. The core research aims to develop and implement Technology Pedagogical Content Knowledge (TPACK) for participants of the Prajabatan Elementary Teacher Professional Program (PPG). The method used is a combined qualitative and quantitative approach with the R D method with a 4 D path modification, namely define, design, develop, and disseminate. The subjects in this study were 42 students of Prajabatan Elementary School PPG students who were divided into control and experimental classes. 21 students each. The results of this study are in the form of a literacy and high-level TPACK-based TPACK model and the results of the pretest and posttest scores with a significance value of 0.001 which can be concluded that the TPACK-based literacy model and high-level thinking abilities influence the learning quality of Prajabatan Elementary School students.Kualitas pembelajaran yang dilaksanakan seorang pendidik hingga saat ini belum mendapatkan perhatian yang serius. Hal ini berdampak pada rendahnya kualitas lulusan yang dihasilkan. Penelitian inti bertujuan untuk menyusun dan menerapkan Technology Pedagogical Content Knowledge (TPACK) bagi peserta Program Profesi Guru (PPG) SD Prajabatan. Metode yang digunakan adalah pendekatan gabungan kualitatif dan kuantitatif dengan metode R D dengan modifikasi alur 4 D, yakni define, design, develop, dan  disseminate  Subjek pada penelitian ini adalah mahasiswa PPG SD Prajabatan yang berjumlah 42 mahasiswa yang terbagi ke dalam kelas kontrol dan eksperimen yang masing-masing berjumlah 21 mahasiswa. Hasil dari penelitian ini adalah berupa model TPACK berbasis literasi dan kemampuan berpikir tingkat tinggi serta hasil perolehan nilai pretest dan postes dengan nilai signifikansi 0.001 yang dapat disimpulkan bahwa model TPACK berbasis literasi dan kemampuan berpikir tingkat tinggi berpengaruh terhadap kualitas pembelajaran mahasiswa PPG SD Prajabatan.
THE ROLE OF COMMUNICATION NETWORK IN DEVELOPING THE COHESIVENESS OF DRUG PLANT FARMER GROUP IN WEST JAVA Bakti, dkk, Iriana
EDUTECH Vol 14, No 3 (2015): INOVASI MODERN DALAM PENDIDIKAN
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edutech.v14i3.1386

Abstract

Abstract, This research entitled "Communication network role in developing a cohesive groups of medicinal plant farmer in West Java"; Focusing on the existence of group of medicinal plant farmer, committed to converge with other communities through interaction and collaboration in order to establish a communication network on medicinal plant farming management. Nevertheless the communication network has not yet exhibited the expected dynamic of the group. The activities occur are still limited to meeting among farmer's groups in disseminating a particular program and as a social function. The aims of this research are to explore (1) levels of communication network in dissemination of medicinal plants information. (2) The level of cohesiveness of groups involved in communication network. Method used in this research is descriptive, describing problems with qualitative and quantitative data to perceive deeper understanding. Results show that (1) Level of communication network among member of the group or with other groups is categorically high, as they frequently discuss, creates dialogue, and received information on medicinal plants problems. (2) Level of cohesiveness is also high, as most members of the farmer's group have same perception towards medicinal plants, enthusiasm in joining group's activities, willing to be given any task, and enjoying the cooperation among members of the groups or with other groups. Keywords : Communication Network, Cohesiveness, Medicinal Plant Abstrak, Penelitian ini berjudul "Peran  jejaring komunikasi   dalam membangun kohesivitas kelompok tani tanaman obat di Jawa Barat". Penelitian ini merujuk pada keberadaan kelompok tani tanaman obat yang memiliki komitmen  untuk berjumpa dengan sesama komunitas lainnya melalui interaksi dan berkolaborasi sehingga terbangun jaringan komunikasi dalam pengelolaan tanam obat, namun jaringan komunikasi kurang menunjukkan  kedinamisan kelompok, aktivitasnya lebih mengarah kepada sekedar upaya pertemuan kelompok tani untuk menjelaskan informasi tentang suatu program dan tempat menjalin tali silaturahmi. Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui 1) Tingkat jejaring komunikasi dalam penyebarluasan informasi tanaman herbal. 2) Kohesivitas kelompok yang terlibat dalam jejaring komunikasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif yang menggambarkan masalah berdasarkan sifat data kuantitatif dan kualitatif, sehingga dapat diperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang masalah yang diteliti. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa: 1) Anggota kelompok tani sering membicarakan, berdialog, dan menerima masukan  tentang masalah tanaman obat dengan sesama anggota kelompok maupun dengan pihak lain, sehingga tingkat jejaring komunikasi dalam kelompok ini dikategorikan tinggi. 2) Sebagian besar anggota kelompok tani memiliki kesamaan pandangan tentang tanaman obat, senang mengikuti kegiatan kelompok, senang diberi tugas, dan sering bekerja sama baik dengan sesama anggota kelompok maupun dengan pihak lain. Dengan demikian, tingkat kohesivitas kelompok tani tanaman obat dikategorikan tinggi. Kata kunci: Jejaring komunikasi,  Kohesivitas. (ditambahan minimal 1 Kata kunci lagi)
THE IMAGE MAINTENANCE OF PURWAKARTA REGENT THROUGH GEMPUNGAN ACTIVITIES IN PURWAKARTA REGENCY Herladiati, Anggita; Damayanto, Trie; Prastowo, FX. Ari Agung
EDUTECH Vol 15, No 2 (2016): METODE DAN PROGRAM PEMBELAJARAN
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edutech.v15i2.2607

Abstract

Abstrack, Gempungan is an implementation of Purwakartagovernment program contained in "Salapan Lengkah Ngawangun Nagri Raharja". In general, this activity is a form of service to the community that is "proactive", where services are provided in the form of administrative services of residence (KTP, KK, Birth Certificate, Book of Marriage and others), health services, blood donor, family planning services, mass circumcision, as well as input from religious leaders, community leaders and citizens as a whole. This activity is done once a week turning in 192 villages in the district of Purwakarta. The event ended with the "Ngahajatan urang overtime" show that held at night, filled with arts and entertainment event which is dedicated to citizens. This study aims to determine how Purwakarta Regent, Dedi Mulyadi namely imaging through Gempungan activities In Purwakarta district. The research method used in this research on imaging Purwakarta Regent through Gempungan In Purwakarta is qualitative method research with explorative case study approach. Data in this study were obtained through direct observation, interviews, and review of the literature and documents. The results showed that the activitiesof Gempungan made by Regent Dedi Mulyadi invented by people’s aspirationsthat have not been fulfilled by Purwakarta Government. In addition to the Gempunganactivities, Regent Dedi Mulyadi be able to know more about what kind of condition and the community needs so that the programs created by local government will be more effective and efficient. The community responded Gempungan activitiesas very positive, and the majority also stated that the Regent Dedi Mulyadi is a figure that highly regard the welfare of society and one of the best Regent,Purwakartaever owned.  Abstrak, Gempungan adalah implementasi dari program pemerintah purwakarta yang tertuang dalam“Salapan Lengkah Ngawangun Nagri Raharja”. Secara umum kegiatan ini merupakan bentuk pelayanan kepada masyarakat yang bersifat “jemput bola”, dimana pelayanan yang diberikan berupa pelayanan administrasi kependudukan (KTP, KK, Akte Kelahiran, Buku Nikah dan lainnya), pelayanan kesehatan, donor darah, pelayanan KB, khitanan massal, serta masukan dari tokoh agama, tokoh masyarakat serta warga secara keseluruhan. Kegiatan ini dilakukan seminggu sekali berputar di 192 desa dan kelurahan di wilayah kabupaten Purwakarta. Kegiatan ini diakhiri dengan acara “Ngahajatan urang lembur” yang dilaksanakan pada malam hari, diisi dengan acara kesenian serta hiburan yang khusus dipersembahkan kepada warga masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pencitraan Bupati Purwakarta yaitu Dedi Mulyadi melalui kegiatan Gempungan Di Kabupaten Purwakarta. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian mengenai pencitraan Bupati Purwakarta melalui kegiatan Gempungan Di Kabupaten Purwakarta adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus eksploratif. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui observasi langsung, wawancara mendalam, dan telaah pustaka dan dokumen.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan Gempungan dibuat oleh Bupati Dedi Mulyadi karena adanya aspirasi masyarakat yang belum sempat dipenuhi oleh Pemkab Purwakarta. Selain itu dengan adanya kegiatan Gempungan, Bupati Dedi Mulyadi lebih dapat mengetahui seperti apa kondisi dan kebutuhan masyarakat sehingga program-program yang diciptakan oleh Pemkab akan lebih efektif dan efisien. Masyarakat pun menanggapi kegiatan Gempungan ini sangat positif, dan mayoritas masyarakat juga menyatakan bahwa Bupati Dedi Mulyadi merupakan sosok yang sangat mempedulikan kesejahteraan masyarakat dan merupakan salah satu Bupati terbaik yang pernah dimiliki Purwakarta.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN PORTOFOLIO DALAM MATA KULIAH PLSBT UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PROBLEM SOLVING Sartika, Rika
EDUTECH Vol 13, No 2 (2014): KURIKULUM 2013 DAN INOVASI PEMBELAJARAN
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edutech.v13i2.3109

Abstract

Abstract. the development of life aspect creates many useful innovation for human life, all at once it makes negative aspect if didn’t have equality in their application. Therefore need education role through material substantion and learning model which help students to solving problem. Learning model which can support that purpose is Project citizen. This article method based from literature and observation in a class of Education of Environment, Social, Culture, Techonology (PLSBT), Education of Primary School Teachers.Keywords : Project Citizen, Problem SolvingAbstrak. perkembangan aspek kehidupan menciptakan banyak inovasi yang berguna bagi kehidupan manusia, sekaligus membuat aspek negatif jika tidak terdapat kesetaraan dalam aplikasi keduanya. Oleh karena itu, diperlukan peran pendidikan melalui materi substantif dan model pembelajaran yang membantu siswa untuk memecahkan masalah. Model pembelajaran yang dapat mendukung tujuan itu adalah Project Citizen. Metode ini didasarkan pada literatur dan observasi di kelas Pendidikan Lingkungan Hidup, Sosial, Budaya, Teknologi (PLSBT), pada Pendidikan Guru Sekolah Dasar.Kata Kunci: Project Citizen, Penyelesaian Masalah
ANALYSIS OF ACTIVE LEARNING IN SCHOOL (ALIS) ON BIOLOGY SUBJECT AT SENIOR HIGH SCHOOL IN SALATIGA Priyayi, Desy Fajar; Situmorang, Risya Pramana; Airlanda, Gamaliel Septian
EDUTECH Vol 15, No 2 (2016): METODE DAN PROGRAM PEMBELAJARAN
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edutech.v15i2.4068

Abstract

Abstract, Active learning in school (ALIS) is one of the learning models that can be applied by teachers to improve students’ achievement. This study aims to determine the implementation of ALIS indicator on biology subject at senior high school in Salatiga and to know the factors that influence it. This is a descriptive qualitative research and the data was collected using  questionnaires, observation, interview, and documentation technique. The objects of study were 156 students and 5 biology teachers at five senior high schools in Salatiga. The results showed the percentage of ALIS indicators from low level to high were: learning to encourage students to interact multidirectional (60.42%); using the environment as a medium and learning resources (64.94%); maintaining the learning environment (65.81%); learning encourages student to think at high level (66.11%); student-centered learning (66.91%); there are feedback on student work (70.47%); monitoring the learning process by teacher (71.04 %); contextual learning (73.63%); learning model accommodate different learning style (75.71%). Biology teachers in Salatiga have been implementing ALIS but there are some factors influence it which include lack of time to study with so many subject materials, inadequate facilities and infrastructure, and the students’ unfamiliarity with the application of active learning.Keywords: ALIS, active learning, biology teaching and learningAbstrak, Active learning in school (ALIS) merupakan salah satu pilihan model pembelajaran yang dapat diterapkan oleh guru dan memberikan dampak positif kepada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan indikator ALIS pada mata pelajaran biologi sekolah menengah atas (SMA) di Salatiga dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan angket, observasi, wawancara dan dokumentasi. Obyek penelitian adalah 156 siswa dan 5 guru biologi yang tersebar di  lima Sekolah Menengah Atas (SMA) kota Salatiga. Hasil penelitian menunjukkan persentase keterlaksanaan indikator ALIS dari tingkat rendah ke tinggi adalah: pembelajaran mendorong siswa untuk berinteraksi multiarah (60,42%), pembelajaran penggunaan lingkungan sebagai media dan sumber belajar (64,94%), adanya penataan lingkungan belajar (65,81%), pembelajaran mendorong anak untuk berpikir tingkat tinggi (66,11%), pembelajaran berpusat pada siswa (66,91%), adanya umpan balik terhadap hasil kerja siswa (70,47%), pemantauan proses belajar oleh guru (71,04%), pembelajaran terkait dengan kehidupan nyata (73,63%), pembelajaran mengakomodasi gaya belajar yang berbeda-beda (75,71%).Guru biologi di Salatiga telah melaksanakan ALIS, namun terdapat beberapa hambatan antara lain: keterbatasan waktu dengan tuntutan banyaknya materi, terbatasnya sarana dan prasarana, dan belum terbiasanya siswa menerapkan pembelajaran aktif.
PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP KONFLIK DALAM PEMBELAJARAN MATA KULIAH PENDIDIKAN RESOLUSI KONFLIK Sartika, Rika
EDUTECH Vol 16, No 1 (2017): JEJARING PENDIDIKAN
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v16i1.7111

Abstract

Abstract. Every year the number of conflict has increase, even the college student faced conflict in their life. There many case of college student conflict and its need conflict resolution subject so that they have skill to resolve the conflict. This article aims to analyze the perception of college student to conflict especially in conflict resolution subject. Perception include cognitive, affective, and psychomotor aspect at before and after conflict resolution teaching. The article based observation and questionnaire to seventy eight college students in Sociology Education Major. The result before conflict resolution teaching are 95% responden has negative perseption to conflict, 91% responden need others to resolve their conflict, 82% difficult to resolved conflict and 90% faced conflict with relented. There are different perception after conflict resolution teaching that change to positive perception, 76% responden has positive perception to conflict, 73% need others to solve their conflict, 62% difficult to resolve their conflict and 66% faced conflict with relented. The suggetion for this problem are learning methode of conflict resolution education touch affective aspect such as how to control emotion, how confidently resolve conflict, and how to use problem solving methode. The responden problem in faced conflict can depend on many factors like psychology and culture in their society.Abstrak. Jumlah konflik setiap tahun semakin meningkat bahkan kalangan mahasiswa sebagai kalangan akademisi tak luput menghadapi konflik. Terdapat beberapa kasus konflik yang menyangkut mahasiswa dan tentunya diperlukan mata kuliah Pendidikan Resolusi Konflik sehingga mereka memiliki kemampuan menyelesaikan konflik secara konstruktif. Artikel ini bertujuan menganalisis persepsi mahasiswa terhadap konflik dalam pembelajaran mata kuliah Pendidikan Resolusi Konflik. Persepsi yang dianalisis terkait dengan aspek kognitif, afektif, dan psikomotor. Data yang didapat berasal dari observasi dan angket kepada 79 mahasiswa Prodi Pendidikan Sosiologi. Hasil sebelum pembelajaran pendidikan resolusi konflik diperoleh data bahwa 95% responden memiliki persepsi negatif terhadap konflik, 91% responden membutuhkan orang lain untuk menyelesaikan konflik, 82% kesulitan dalam menyelesaikan konfilik, dan 90% sering mengalah dalam menyelesaikan konflik. Terdapat perubahan persepsi setelah pembelajaran Pendidikan Resolusi Konflik yang mengarah pada peningkatan positif yaitu 76% responden memiliki persepsi positif terhadap konflik, 73% responden membutuhkan orang lain dalam menyelesaikan konflik, 62% kesulitan dalam menyelesaikan konflik, dan 66% menghadapi konflik dengan mengalah. Saran bagi permasalahan tersebut yaitu metode pembelajaran Pendidikan Resolusi Konflik lebih menitikberatkan pada aspek afektif seperti bagaimana mengontrol emosi, menumbuhkan kepercayaan diri dalam menyelesaikan konflik, dan berlatih menggunakan metode problem solving. Permasalahan yang dihadapi responden dipengaruhi pula oleh aspek psikologis dan budaya dalam masyarakatnya.
PENERAPAN MODEL DISCOVERY LEARNING DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS PADA SISWA SMA NEGERI 1 SUBANG Nurbadri, Dodi; Virgianti, Indri; Suhartini, Nining
EDUTECH Vol 16, No 3 (2017): PERGESERAN DAN PERAN MEDIA DIGITAL
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v16i3.9894

Abstract

Abstract. In an effort to provide an understanding of GIS to students through discovery learning, teachers can take advantage of information and communication technology (ICT), Text-books (Students' Books and Teachers' Books ), as well as student worksheet (LKS) as learning resourceS. Therefore, the objective of this research is the application of the discovery model of learning in improving the understanding of the Geographical Information System in SMA Negeri 1 Subang. This research used descriptive method and observation technique for data collection which referred to the work stages in geographic information systems. The result showed that the application of discovery learning learning model in teaching the utilization of GIS for inventory of natural resources and development planning can facilitate the students in studying and under-standing the materials in depth. This can be seen from the students’ learning outcome in the form of paper writing and daily test scores. Based on the papers that have been collected, it was found that they were able to observe and identify the data that would be needed to form a GIS database and during the learning process, most of the students were active, creative, and enthusiastic in learning the materials. The results also suggest that the teacher is expected to continue to im-prove their competence, especially pedagogical, so that teachers can develop strategies, ap-proaches, models, methods, and techniques of active learning, creative and innovative, so that learning becomes meaningful and fun and learning objectives can be achieved well and satisfac-tory.Abstrak. Dalam upaya memberikan pemahaman SIG kepada siswa melalui discovery learn-ing, guru dapat memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), Buku Teks (Buku Siswa dan Buku Guru), serta lembar kerja siswa (LKS) sebagai sumber belajar. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini adalah penerapan model discovery learning dalam meningkatkan pemahaman sistem informasi geografis pada siswa SMA Negeri 1 Subang. Penelitian ini menggunakan metode desktiptif dengan menggunakan teknik observasi dalam pengumpulan data dan mengacu pada tahapan Kerja dalam Sistem Informasi Geografis. Dapun hasilnya diketahui Penerapan model pembelajaran Discovery Learning dalam materi pemanfaatan SIG untuk inventarisasi sumber daya alam dan perencanaan pembangunan dapat memudahkan siswa dalam mempelajari dan memahami materi tersebut secara mendalam. Hal ini dapat terlihat dari perolehan hasil belajar siswa dalam bentuk karya tulis dan nilai ulangan harian dimana siswa. Berdasarkan kar-ya tulis yang telah dikumpulkan, dapat diketahui bahwa mereka mampu untuk melakukan ob-servasi dan identifikasi data yang akan dibutuhkan dalam membentuk basis data SIG. dan selama proses pembelajaran berlangsung, sebagian besar siswa terlihat aktif, kreatif, dan antusias da-lam mempelajari materi pemanfaatan SIG. Sedangkan saran yang dapat diajukan adalah Guru diharapkan terus meningkatkan kompetensinya, terutama kompetensi pedagogik, sehingga guu dapat menyusun strategi, pendekatan, model, metode, dan teknik pembelajaran yang aktif, kreatif, dan inovatif, sehingga proses pembelajaran menjadi bermakna dan menyenangkan serta tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik dan memuaskan.
KONSTRUKSI MAKNA PEREMPUAN BERHIJAB VERSI COVER MAJALAH SCARF Aisyah, Novrisa Nu; Hafiar, Hanny; Novianti, Evi
EDUTECH Vol 17, No 2 (2018): DINAMIKA DALAM KERANGKA ADAPTASI TEKNOLOGI PEMBELAJARAN
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v17i2.14100

Abstract

Abstract. Muslim lifestyle in the city which one of the causes is the development of mass me-dia, especially in religious nuances magazines. By analyzing 13rd – 18th volume of SCARF Maga-zine Cover this research is done to find out how the Scarf magazine constructs hijaber in their cover magazine version. The method used in this study is a qualitative method with Peirce semiot-ics analysis and data collection techniques in this study is by Interview, Observation, and Library Studies. From the results of this study found that there are ten symbols on the cover of Scarf maga-zine that has a meaning in accordance with the criteria of muslimah urban Scarf magazine. The ten symbols are models are public figure, entrepreneur models symbol, a gesture tilting his head, a gesture raising one foot, hand closing gesture, a fashion symbol, a hijab headscarf, a symbol of wearing a headscarf, a symbol of different makeup styles - different, and SCARF text symbols. Where the meaning is to construct hijabers in version of Scarf magazine cover. The conclusion of this research is that the symbols have a meaning that construct a muslimah in magazine cover of Scarf magazine not only through fashion but also from other symbols that fit with the characteris-tics of Muslim according to the magazine that is smart, active, independent, confident, dynamic, and commit to spirituality value. From this research SCARF should more consider about spiritual-ity value and other symbol that shown through the cover magazine according to the vison of this magazine. Abstrak. perkembangan hijab bagi muslimah di kota besar salah satunya diakibatkan perkembangan media massa khususnya majalah bernuansa agama termasuk majalah SCARF. Dengan menganalisis Cover majalah SCARF volume 13-18 penelitian ini bertujuan untuk menge-tahui bagaimana majalah SCARF mengkonstruksi perempuan berhijab versi cover majalahnya. Metode yang digunakan yaitu metode penelitian kualitatif dengan analisis semiotika Charles Sand-ers Peirce dan teknik pengumpulan data Wawancara, Observasi, dan Studi Pustaka. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat sepuluh simbol pada cover majalah Scarf yang memiliki makna sesuai dengan kriteria muslimah urban mengkonstruksi perempuan berhijab versi cover majalah Scarf. Sepuluh simbol tersebut yaitu simbol model seorang public figure, simbol model seorang entrepreneur, simbol gesture mendongakkan kepala, simbol gesture meninggikan satu ka-ki, simbol gesture tangan menutup, simbol gaya busana, simbol jilbab tidak menutup dada, simbol penggunaan jilbab, simbol gaya riasan yang berbeda-beda, dan simbol teks SCARF. Simpulan dari penelitian ini simbol-simbol tersebut memiliki makna yang mengkonstruksi perempuan berhijab versi cover majalah Scarf tidak hanya melalui fashion tapi juga dari simbol lain yang sesuai dengan karakteristik muslimah menurut majalah tersebut yaitu smart, active, independent, confi-dent, dynamic, dan commit to spirituality value. Pada penelitian ini peneliti menyarankan agar majalah SCARF lebih mempertimbangkan simbol-simbol termasuk nilai-nilai spiritual yang di-tunjukkan melalui covernya agar lebih sesuai dengan tujuan majalah.
PENERAPAN METODE VASTMIND PADA MAHASISWA BIMBINGAN TINGKAT AKHIR UNTUK MONITORING PERSENTASE CAPAIAN PENYELESAIAN PROYEK PENELITIAN Aryani, Diah; Putri, Dian Mustika; Rahardja, Untung; Aini, Qurotul
EDUTECH Vol 18, No 1 (2019): PEMBELAJARAN DI DIGITAL ERA
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v18i1.14919

Abstract

In today’s disruptive era, in addition to the technology that keeps developing and innovating, educational instruments are also required to have thinking skills as agent of change. Learning methods develop following the dynamic mindset from all perspectives and students are the main research object in the success of learning method application. Unfortunately, there has not been a suitable learning method to be used during the advising process so that the entire progress of the project under study cannot be effectively super-vised. After the implementation of vasTmind as the collaborative learning method, the project was resolved structurally, systematically, and effectively with the help of mindomo tool that can be accessed online by the students. VasTmind instruments include center (research title), branch in the form of a work list equipped with serial ID number, project objectives, and contributors. VasTmind application offers four benefits including systematic neat thinking, collaborative learning, project mapping, and gamification efficiency. The re-search found that collaborative learning using vasTmind improved the effi-ciency and effectiveness of students’ project completion outcomes.Memasuki perkembangan pendidikan pada era disruptif saat ini, selain teknologi yang terus berkembang dan mengalami inovasi. Para instrumen pendidikan juga dituntut untuk memiliki kemampuan keterampilan dalam berpikir, khususnya bagi mahasiswa sebagai agent of change. Metode pembelajaran terus berkembang mengikuti pola pikir dinamis dari seluruh sudut pandang, dan mahasiswa adalah objek penelitian utama dalam keberhasilan metode pembelajaran yang diterapkan. Salah satu bentuk inovasi metode pembelajaran adalah metode vasTmind yang merupakan metode penyelesaian project secara struktural, sistematis, efektif menggunakan alat mindomoyang dapat diakses secara online oleh mahasiswa bimbingan tingkat akhir. Terdapat 4 (empat) instrumen vasTmind, yaitu center (berupa judul penelitian), branch berupa list pekerjaan dilengkapi dengan nomor urut ID, tujuan project, serta kontributor. Memiliki 4 (empat) manfaat dalam penerapan vasTmind yaitu, sistematika pemikiran rapih, collaborative learning, project mapping, dan efisiensi gamifikasi. Telah dilakukan pengamatan proses penelitian pada 1 (satu) kelompok mahasiswa dengan fokus penelitian yang sama, dan terbukti dengan adanya implementasi pola collaborative learning ini, kualitas capaian penyelesaian proyek tiap mahasiswa juga memiliki perbedaan persentase. Sehingga, metode vasTmind untuk diimplementasikan pada proses penelitian dirasa sangat efisien dan efektif.
COMMUNICATION STRATEGIES OF NATURAL RESOURCES AND ENVIRONMENT PROTECTION AND MANAGEMENT POLICIES BASED ON LOCAL WISDOM IN TASIKMALAYA REGENCY Rosfiantika , dkk, Evi
EDUTECH Vol 14, No 2 (2015): INOVASI DAN APLIKASI PENDIDIKAN
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edutech.v14i2.1381

Abstract

Abstract. The purpose of this study was to determine the Communication Strategy Policy on the Protection and Management of Natural Resources and Environment based on local knowledge that can be applied in Tasikmalaya district and can be used as an alternative model of communication policies based on local wisdom. The method used is descriptive method with qualitative approach. Object of research is natural, or natural setting, The data collection techniques used in this study are: observation, interview and literature then Informants selected purposively composed of six (6) persons, namely: Head Section of Supervision Department of Mines and Energy Tasikmalaya District , cultural leaders, community residents, the Village Head Sindangkerta, iron sand material Entrepreneur and Chairman of RT. 01 RW 01 Sindangkerta Cipatujah village. The conclusion is communication policies that do not integrate with the local knowledge and the existence of traditional media in the society is not used to convey the message policies so that policy implementation does not run optimally in accordance with the purpose of government is needed communication strategy policy based on local wisdom in resolving implementation issues iron sand mining policy that is happening today in TasikmalayaKeyword: policy communication strategy, local wisdom, environment.Abstrak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Strategi Komunikasi Kebijakan Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Hidup berdasarkan kearifan lokal yang bisa diterapkan di Kabupaten Tasikmalaya dan bisa dijadikan alternatif model komunikasi kebijakan yang berbasis kearifan lokal. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Obyek penelitian yang alamiah, atau natural setting, Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah : observasi, wawancara dan studi pustaka kemudian Informan dipilih secara purposif terdiri dari 6 (enam) orang, yaitu : kepala Seksi Pengawasan Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Tasikmalaya, Tokoh budaya, Warga masyarakat , Kepala Desa Sindangkerta, Pengusaha material pasir besi dan Ketua RT. 01 RW 01 Desa Sindangkerta Cipatujah. Kesimpulan yang diperoleh adalah komunikasi kebijakan yang dilakukan belum diintegrasikan dengan kearifan lokal dan keberadaan media tradisional yang ada di masyarakat tidak dimanfaatkan untuk menyampaikan pesan kebijakan sehingga implementasi kebijakan tidak berjalan optimal sesuai dengan tujuan pemerintah maka dibutuhkan strategi komunikasi kebijakan yang berdasarkan kearifan lokal dalam menyelesaikan masalah implementasi kebijakan penambangan pasir besi yang terjadi saat ini di TasikmalayaKata kunci : strategi komunikasi kebijakan, kearifan lokal, Lingkungan hidup

Page 11 of 27 | Total Record : 267