cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Edutech
ISSN : 08521190     EISSN : 25020781     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Edutech adalah jurnal majalah ilmiah di Program Studi Teknologi Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia yang terbit sebanyak tiga kali dalam setahun pada bulan Februari, Juni, dan Oktober. Semua artikel yang dikirim melalui proses peer review double blind dan ulasan editor sebelum di publikasikan.Jurnal Edutech atau kepanjangan dari Educational Technology ini menerima artikel tentang pendidikan, teknologi pendidikan dan komunikasi
Arjuna Subject : -
Articles 267 Documents
COMMUNICATION MODEL IN SOCIALIZING OF URBAN FARMING “KAMPUNG BERKEBUN” INNOVATION PROGRAM IN BANDUNG CITY (MODEL KOMUNIKASI DALAM MEMASYARAKATKAN PROGRAM INOVASI URBAN FARMING “KAMPUNG BERKEBUN” DI KOTA BANDUNG PROPINSI JAWA BARAT) R, Henny Sri Mulyani; Suryana, Asep; Sugiana, Dadang
EDUTECH Vol 15, No 3 (2016): ESENSI PEMBELAJARAN MASA KINI
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edutech.v15i3.4133

Abstract

 An innovation promoted by the government of the city of Bandung in 2014 that urban gardening activities by utilizing their yards, vacant land, alley, dak  and the other, better known as Urban Farming. This activity was intended for residents of the city of Bandung with the hope of meeting the food needs of the household and supporting urban green open space. The purpose of this study was to determine the model of communication used by the Department of Agriculture and Food Security in the dissemination of innovation Urban Farming "Kampung Berkebun" in Bandung. This was accomplished through qualitative description methods of data collection and analysis using some observations, personal interviews and textual analysis. The results showed that the program of promoting Urban Farming "Kampung Berkebun" consists of two activities, namely the first event, to be disseminated to the subdistrict and village heads as the city of Bandung which is held at the Department of Agriculture and Food Security in Bandung, and the second activity is to provide training to the residents in the village location. Bandung has 34 districts and 151 villages. Training was conducted at each site include a village with a maximum of 50 people of the village residents. Deployment of innovative communication model Urban Farming "Kampung Berkebun" in the form of a model that is both mechanistic and interactional namely communication model David K Berlo (1960) and Schramm communication model (1954). Sebuah inovasi  dimasyarakatkan oleh pemerintahan Kota Bandung mulai tahun 2014 yaitu kegiatan berkebun diperkotaan dengan memanfaatkan lahan pekarangan, lahan tidur, gang, dak  dan yang lainnya   lebih dikenal dengan sebutan  Urban Farming. Kegiatan ini diperuntukan bagi   warga Kota Bandung dengan harapan dapat memenuhi kebutuhan pangan dalam skala rumah tangga dan menunjang ruang terbuka hijau perkotaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui model komunikasi yang digunakan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan   dalam memasyarakatkan inovasi Urban Farming “Kampung Berkebun” di Kota Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif  dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa   program memasyarakatkan  Urban Farming “Kampung Berkebun”  terdiri dari  dua kegiatan, yakni kegiatan pertama, dilakukan sosialisasi terhadap para camat dan lurah se Kota Bandung yang dilaksanakan di kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Bandung  dan kegiatan kedua adalah memberikan pelatihan teradap warga di lokasi  kelurahan. Kota Bandung memiliki 34 kecamatan dan 151 kelurahan. Pelatihan dilaksanakan disetiap lokasi kelurahan dengan menyertakan  maksimal  50 orang warga kelurahan tersebut. Model komunikasi  penyebaran inovasi Urban Farming “Kampung Berkebun”  berupa model yang bersifat mekanistis dan interaksional yaitu model komunikasi  David K Berlo (1960) dan model komunikasi Schramm (1954).
CORPORATE BRANDING COWORKING PLACE IN BANDUNG (CORPORATE BRANDING COWORKING SPACE DI BANDUNG) Damayanti, Dewi; Novianti, Evi; Priyatna, Centurion C.
EDUTECH Vol 16, No 2 (2017): GLOBAL EDUCATION
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v16i2.5171

Abstract

The title of this research is “Corporate Branding Coworking Space in Bandung” with the subtitle is “Descriptive Study of Corporate Branding Coworking Space in Bandung to Create Product Differentiation”. The high demand for economical workspace makes business coworking space growing. The growth happen in Bandung and make the level of competition coworking space in Bandung is quite high, especially with the uniformity of the product offered each coworking space. Seeing these growth, researchers interested in conducting research on how corporate branding coworking space in Bandung to create product differentiation.The purpose of this study is to discover how company create the vision, implemented vision to their corporate culture, and the compability between their vision and image of Bandung Digital Valley, Freenovation, and Ruang Reka that stakeholder created. The method used in this research is descriptive method with qualitative data and Hatch Schultz’s concept of corporate branding. The data collection techniques used in interviews, observation, and documentation study.The result of this study indicate that Bandung Digital Valley, Freenovation, and Ruang Reka focus to introduce the company to their target market. Started from create the vision of the company by founder based on their experiences and business opportunity. Then, the application of corporate vision to corporate culture. Non of Bandung Digital Valley, Freenovation, or Ruang Reka implement the vision into corporate culture. Last, Bandung Digital Valley, Freenovation, and Ruang Reka think it is not a right time to create corporate image because they need to improve the quality of their facility first.   Keywords : corporate branding, product differentiation, Bandung Digital Valley, Freenovation, Ruang RekaJudul penelitian yang diangkat adalah “Corporate Branding Coworking Space di Bandung” dengan sub judul Studi Deskriptif mengenai Corporate Branding Coworking Space di Bandung dalam Melakukan Diferensiasi Produk”.  Tingginya kebutuhan akan ruang kerja yang ekonomis membuat bisnis coworking space semakin berkembang. Perkembangan ini terjadi di Bandung dan membuat tingkat persaingan coworking space di Bandung cukup tinggi, terlebih dengan keseragaman produk yang ditawarkan tiap coworking space. Melihat perkembangan tersebut, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian mengenai bagaimana corporate branding coworking space di Bandung dalam melakukan diferensiasi produk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pembentukan visi perusahaan, pengimplementasian visi ke dalam budaya, dan kesesuaian citra dengan visi Bandung Digital Valley, Freenovation, dan Ruang Reka yang dihasilkan oleh stakeholder. Mengacu kepada konsep Corporate Branding dari Hatch dan Schultz. Metode penelitian yaitu metode deskriptif dengan data kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Setelah melakukan penelitian hasil yang didapat menunjukkan bahwa Corporate branding Bandung Digital Valley, Freenovation, dan Ruang Reka diakui fokus pada pengenalan perusahaan ke target pasarnya. Dimulai dengan pembentukan visi oleh pendiri melihat dari pengalaman dan peluang yang dimiliki. Lalu, penerapan visi pada setiap aspek perusahaan, salah satunya budaya perusahaan tidak dilakukan oleh seluruh coworking space. Terakhir, pembentukan citra kepada stakeholder dirasa belum saatnya karena masih perlu meningkatkan kualitas internal namun sudah ada usaha kesana yang tidak disadari oleh  Bandung Digital Valley, Freenovation, dan Ruang Reka.Kata Kunci : pembentukan merek perusahaan, diferensiasi produk, Bandung Digital Valley, Freenovation, Ruang Reka.
The Development of Covey Trust Concepts Inside University Gamayanto, indra; Sukamto, Titien; Nugraha, Rizka; Rohmani, Asih; WM, Ibnu Utomo; Syukur, Abdul
EDUTECH Vol 17, No 1 (2018): INTERDISIPLINER PEMBELAJARAN
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v1i1.8552

Abstract

Universities and education are important factors that need to be taken very seriously as the pro-cess will produce useful human resources to create useful progress for the community. The 8th Habits Method is one of the most proven methods to apply at the University level, especially to lecturers and students. Applying The 8th Habits Method is a big challenge that deserves to be accepted because it will result in the discovery of the purpose of life or the sound (meaning) of self as we know that there are many students (millennial generation) who do not have it and this may also happen to the lecturer. Dr Maggie Gilewicz in her book entitles Why Young Adults Don’t Know What to Do With Their Lives And What Can Be Done About It? argues that students and young adults do not know how they spend their life time because nothing can encourage them and no support from the environment (Gilewicz, 2017). On the other hand, parents focus on build-ing the millennial children’ self-esteem and always protect them from disappointments (Vance and Stephens, 2010). This paper offers some hypothesis and its application to the lecturers and students because both cannot be separated and should work in synergy to achieve The 8th Habits. Internal and external influences are also things that need to be examined and responded positively as these are two factors that can be one of the inhibiting factors in applying The 8th Habits-Covey trust systems. Finally, it is important that lecturers and students keep learning to be able to think and be positive, creative and flexible to be able to apply The 8th Habits-covey trust systems. Universitas dan pendidikan adalah faktor penting yang harus disikapi dengan sangat serius meng-ingat kedua factor ini akan menghasilkan sumber daya manusia yang berguna untuk menciptakan kemajuan dalam masyarakat. The 8th Habits Method merupakan salah satu metode yang paling terbukti dapat diterapkan di tingkat perguruan tinggi, khususnya pada dosen dan mahasiswa. Pen-erapan The 8th Habits Method adalah suatu tantangan besar yang harus dihadapi karena akan berujung pada penemuan tujuan hidup atau makna diri karena sebagaimana yang kita ketahui ban-yak mahasiswa (generasi millennial) yang tidak memilikinya dan hal sama dapat pula terjadi pada dosen. Dr Maggie Gilewicz dalam bukunya yang berjudul Why Young Adults Don’t Know What to Do With Their Lives And What Can Be Done About It? berpendapat bahwa maha-siswa dan remaja dewasa tidak mengetahui bagaimana mereka akan menghabiskan masa hidup mereka karena tidak ada yang mendukung mereka termasuk dukungan dari lingkungan (Gilewicz, 2017). Di sisi lain, orangtua terpaku pada bagaimana agar anak-anak mereka dapat menghargai diri mereka dan selalu melindung mereka dari hal-hal yang dapat mengecewakan mereka (Vance and Stephens, 2010). Artikel ini menawarkan hipotesis dan aplikasinya pada dosen dan mahasiswa kerena keduanya tidak terpisahkan dan harus bersinergi untuk mencapai The 8th Habit. Pengaruh internal dan eksternal penting pula untuk diketahui dan direspon secara positif karena dua faktor ini dapat menjadi penghalang penerapan The 8th Habit-Covey trust systems. Oleh karena itu, penting bagi dosen dan mahasiswa untuk terus belajar agar dapat berpikir dan menjadi positif, kreatif, dan fleksibel sehingga dapat menerapkan The 8th Habit-Covey trust systems.
PENGGUNAAN MEDIA ICT UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SMPN 3 PAGADEN Hilman, Ahmad
EDUTECH Vol 17, No 3 (2018): KOMPUTER, SEKOLAH & KOMUNITAS BELAJAR
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v17i3.14338

Abstract

Pada dasarnya pembelajaran adalah serangkaian proses yang melibatkan siswa untuk  mengalami proses belajar dan akhirnya diharapkan terjadi perubahan sikap seiring dengan bertambahnya wawasan siswa. Proses belajar yang dilakukan di dalam kelas akan mempengaruhi hasil belajar siswa, suasana yang menyenangkan serta pemanfaatan media pembelajaran yang efektif akan memberikan kesan pembelajaran yang lebih bermakna. Dalam hal ini pemanfaatan media ICT untuk meningkatkan hasil belajar siswa SMPN 3 Pagaden menjadi latar belakang penelitian ini karena dari hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika di kelas ....... menunjukan hasil yang kurang maksimal karena pembelajaran dilakukan dengan metode ceramah dimana siswa berperan sebagai pendengar tidak dilibatkan dalam proses belajar mengajar. Setelah dilakukannya pembelajaran dengan menggunakan media ICT pada mata pelajaran matematika di SMPN 3 pagaden ternyata hasil belajar siswa menunujukan hasil yang positif. Pada siklus pertama hasil belajar siswa ternyata nilai siswa yang belum tuntas lebih mendominasi yaitu sekitar 69,58% daripada siswa yang memperoleh nilai tuntas yang hanya 30,45%. Tetapi pada siklus kedua hasil belajar siswa menunjukan prubahan yang lebih baik jika sebelumnya siswa yang tuntas dalam mengerjakan latihan soal hanya 30,45% pada siklus kedua meningkat menjadi 37,97%. Kesimpulan yang dapat disampaikan pada penelitian ini adalah pembelajaran dengan penggunaan media ICT di SMPN 3 Pagaden pada mata pelajaran matematika dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
THE RELATIONSHIP BETWEEN STUDENTS ATTITUDE TO HEALTH EDUCATION AND LEARNING ENVIRONMENT BY LEARNING OUTCOMES OF HEALTH EDUCATION IN THE FIFTH DEGREE ELEMENTARY SCHOOL Sumantri, Mohamad Syarif
EDUTECH Vol 14, No 1 (2015): DINAMIKA PENDIDIKAN INDONESIA
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edutech.v14i1.945

Abstract

Abstract .The purpose of this research is to analyze the relationship between students attitude to health education and learning environment by learning outcomes of health education .This   study by using methods of  survey correlation. The study is done in public primary schools in Bogor with n = 40. The sample used a technique of random sampling. The results of the study  showed: (1)  there is a positive correlation between the attitude of the student with learning out   comes health education (2) there is a positive relationship between learning environment    with learning outcomes health education  (3) there is a positive attitude of students to health   education and learning environment of the learning outcome of  health education. Based on the research showed that health education can be more optimal by raising the students attitude of education health and the environment to study for students properly.Keywords: student attitude, learning environment,  learning  outcomes  of health education.Abstrak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat hubungan antara sikap siswa terhadap pendidikan kesehatan dan lingkungan belajar dengan hasil belajar pendidikan kesehatan. Penelitian ini menggunakan metode survey yang mengimplementasikan teknik korelasi ganda. Penelitian ini dilakukan di Sekolah Dasar  Negeri  Bogor dengan n = 40 dengan menggunakan teknik random sampling. Hasil penelitian menunjukan: (1) ada korelasi positif antara sikap siswa dengan hasil belajar pendidikan kesehatan (2) ada hubungan positif antara lingkungan belajar dengan hasil belajar pendidikan kesehatan (3) ada hubungan yang positif antara sikap siswa terhadap pendidikan kesehatan dan lingkungan belajar secara bersama-sama terhadap hasil belajar pendidikan kesehatan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan hasil belajar pendidikan kesehatan dapat ditingkatkan dengan meningkatkan sikap siswa terhadap pendidikan kesehatan dan lingkungan belajar siswa yang baik.Kata Kunci: Sikap siswa, lingkungan belajar, hasil belajar pendidikan kesehatan.
UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR MAHASISWA DEPARTEMEN PENDIDIKAN KHUSUS FIP UPI PADA TOPIK PENGEMBANGAN KONSEP DALAM ORIENTASI DAN MOBILITAS MELALUI PEMBELAJARAN DENGAN MODEL LEARNING CYCLE Sidiq, Zulkifli
EDUTECH Vol 18, No 2 (2019)
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v18i2.15032

Abstract

This study aims to: (1) improve student learning outcomes in introductory orientation and mobility courses by applying the learning cycle model learning model to obtain an average value of at least 80% as instructional effects created by lecturers, (2) increase learning motivation which includes: relations of cooperation, participation, passion and enthusiasm for student learning in introductory orientation and mobility courses as part of the (nurturant effects). This research method uses classroom action research. The research subjects were 41 regular 3B students. The variables studied included learning completeness, motivation, and learning outcomes that were successfully achieved by students after the learning scenario for 2 (two) cycles was carried out. Data about learning events are taken using the observation sheet instrument, display data using student worksheets, and learning outcome data taken with the test instrument. Analysis of research data using quantitative and qualitative data analysis with descriptive statistical techniques. The results showed an increase, in which students showed an average post test score of 89.87, a number that was completed by 41 students. While the results of observations amounted to 100% of the aspects implemented. Student learning motivation shows an average of 87.89 (very high). The results of the correlation between learning outcomes and learning motivation show sufficient correlation. With the results of these studies it can be interpreted that improvement in learning can be said to be successful because it has exceeded the limit of 80% learning completeness criteria.Penelitian ini bertujuan untuk: (1) meningkatkan hasil belajar mahasiswa dalam mata kuliah pengantar orientasi dan mobilitas dengan menerapkan model pembelajaran model learning cycle hingga memperoleh nilai rerata minimal 80% sebagai efek pembelajaran (instructional effects) yang diciptakan dosen, (2) meningkatkan motivasi belajar yang meliputi: hubungan kerjasama, partisipasi, gairah dan semangat belajar mahasiswa pada mata kuliah pengantar orientasi dan mobilitas sebagai sertaan (nurturant effects). Metode penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) Subyek penelitian berjumlah 41 mahasiswa reguler 3B. Variabel yang diteliti meliputi ketuntasan belajar, motivasi, dan hasil belajar yang berhasil dicapai oleh mahasiswa setelah skenario pembelajaran selama 2 (dua) siklus dilaksanakan. Data tentang peristiwa pembelajaran diambil dengan menggunakan instrumen lembar observasi, data tampilan menggunakan lembar kerja mahasiswa, dan data hasil belajar diambil dengan instrumen tes. Analisis data penelitian menggunakan analisis data kuantitaif dan kualitatif dengan teknik statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan, dimana mahasiswa menunjukkan nilai rata-rata post test 89,87, jumlah yang tuntas 41 mahasiswa. Sedangkan hasil observasi sebesar 100% aspek yang dilaksanakan. Motivasi belajar mahasiswa menunjukkan rata-rata 87,89 (sangat tinggi). Hasil korelasi antara hasil belajar dan motivasi belajar menunjukkan korelasi yang cukup. Dengan hasil penelitian tersebut maka dapat ditafsirkan bahwa perbaikan pembelajaran dapat dikatakan berhasil karena telah melebihi batas dari kriteria ketuntasan belajar 80%. 
THE PUBLIC RELATION LITIGATION STRATEGIES OF PT POS INDONESIA COMMUNICATION DIVISION IN DEALING WITH THE PROCUREMENT OF PERSONAL DATA TERMINAL Widhiarti, dkk, Chandra Kesuma
EDUTECH Vol 14, No 3 (2015): INOVASI MODERN DALAM PENDIDIKAN
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edutech.v14i3.1385

Abstract

 Abstract, Strategic Public Relations is the way that has been planned to obtain a certain result. The result can be the purpose or goal of the objectives to be achieved by the company. Likewise with PT Pos Indonesia (Persero) which is handling the crisis through Litigation Public Relations. Crisis management must be done quickly and accurately so it requires careful planning. The purpose of this descriptive study was to determine strategies Public Relations Corporate Communications team, especially when the crisis is still being processed in court. Public Relations strategy is tailored to the stage of settling disputes in court. Keyword: Crisis, Litigation PR, Public Relations Public Relations Strategy Abstrak, Strategi Public Relations merupakan cara yang telah direncanakan untuk mendapatkan hasil tertentu. Hasil tersebut dapat berupa tujuan ataupun sasaran dari tujuan yang ingin dicapai oleh perusahaan. Demikian halnya dengan PT Pos Indonesia (Persero) yang tengah menangani krisis melalui Litigasi Public Relations. Penanganan krisis harus dilakukan dengan cepat dan tepat sehingga diperlukan perencanaan yang matang. Tujuan dari penelitian deskriptif ini adalah untuk mengetahui strategi Public Relations Tim Komunikasi Korporat khususnya ketika krisis masih diproses di Pengadilan. Strategi Public Relations tersebut disesuaikan dengan tahap penyelesaian perkara yang ada di Pengadilan.Kata Kunci: Strategi Public Relations, Litigasi PR, Krisis, Public Relations
THE IMPLEMENTATION OF REBO NYUNDA PROGRAM IN FOSTERING STUDENTS’ LOCAL WISDOM EDUCATION Alia A, Mirna Nur
EDUTECH Vol 15, No 2 (2016): METODE DAN PROGRAM PEMBELAJARAN
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edutech.v15i2.2606

Abstract

Abstract. This research is motivated by concerns about the degradation of Sundanese culture, West Java especially in Bandung. It is also caused due to the current modernization can not be avoided by all levels of society, where technology advances faster than the progress of the values and culture. In Bandung has been  Rebo Nyunda program, where on Wednesday the whole community Bandung, especially students are encouraged to speak and wear dress Sundanese. However, to implement the Rebo Nyunda program, society has not been able to implement, especially for students as the younger generation, which should not only be able to implement this program, but also can developing student’s local wisdom educations in modern era into themself. To get an idea of the implementations Rebo Nyunda program in developing student’s local wisdom educations in modern era , researchers used a qualitative approach. The study shows that students are still deeply affected by the current modernization, where there are still some students who have difficulty to implement values of the Sundanese culture, and some of them have a desire in developing student’s local wisdom educations in modern era , but the neighborhood has not been so support. The inhibiting factors such as the lack of knowledge, peers who often mocked, and also the outside school environment factors . As for the push factors are from families and schools  who give facilities to know Sundanese culture better. Keywords: Implementation value, Sundanese culture, Rebo Nyunda, Modern Era Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kekhawatiran akan lunturnya kebudayaan Sunda di Jawa Barat khususnya di Kota Bandung. Hal ini juga disebabkan karena arus modernisasi yang tidak dapat dihindari oleh semua lapisan masyarakat, dimana kemajuan teknologi lebih cepat dari kemajuan nilai-nilai dan budaya.  Di Bandung  terdapat program Rebo Nyunda dimana pada hari Rabu seluruh masyarakat Bandung, khusunya pelajar dihimbau untuk dapat berbahasa dan berpakaian Sunda. Namun untuk menerapkan program Rebo Nyunda tersebut masyarakat belum seluruhnya dapat melaksanakan, terutama bagi pelajar sebagai generasi muda penerus bangsa yang seharusnya tidak hanya dapat menerapkan namun juga dapat menumbuhkan pendidikan kearifan lokal siswa di era modern. Untuk mendapatkan gambaran mengenai implementasi program Rebo Nyunda dalam menumbuhkan pendidikan kearifan lokal siswa di era modern, penulis menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menyatakan bahwa siswa masih sangat terpengaruhi oleh arus modernisasi, dimana masih ada sebagian siswa yang kesulitan menginternalisasi nilai kebudayaan Sunda, dan sebagian lagi mempunyai keinginan untuk mengembangkan kebudayaan Sunda namun lingkungan sekitar belum begitu mendukung. Faktor penghambat yang mempengaruhi seperti kesadaran siswa sendiri karena masih kurangnya pengetahuan, teman sebaya yang sering mengolok-olok, dan juga lingkungan di luar sekolah. Adapun faktor pendorong, yakni dari keluarga dan sekolah yang memberikan fasilitas untuk mengenal budaya Sunda dengan lebih baik. Kata Kunci: Implementasi nilai, Kebudayan Sunda, Rebo Nyunda, Era Modern
KONTRIBUSI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN BERBASIS KOMPUTER TERHADAP KINERJA PEGAWAI PUSDIK INTELKAM POLRI BANDUNG -, Nurdin
EDUTECH Vol 13, No 2 (2014): KURIKULUM 2013 DAN INOVASI PEMBELAJARAN
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edutech.v13i2.3107

Abstract

Abstract, management Information System (MIS) is important in improving the performance of employess, especially those in the Office of Pusdik Intelkam Polri Bandung. The method used was descriptive with quantitative approach. The data was collected from 83 respondents as sample and used a closed questionnaire. The results of the calculation of general trend using Weighted Means Score (WMS) showed that the computer based management information system was in the excellent category with an average score of 3.23 and the employees’ performance was also in the excellent category with an average score 3.27. Analysis of the correlation between variable X and Y was 0.697 which meant the two variables had strong and positive correlation. The result of test of significance of correlation with the t-test on variable X to Y showed that 𝑡𝑣𝑎𝑙𝑢𝑒 𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 (8.738 1.98). It means that the correlation coefficient was significant. The result of determination coefficient test indicated that the effect X variable on Y variable was 48.5% while the rest 51.5% was affected by other factors.Keywords: computer based management information system, performanceAbstrak, sistem Informasi Manajemen (SIM) menjadi penting dalam memperbaiki kinerja pegawai, terutama di Kantor Pusdik Intelkam Polri Bandung. Metode yang digunakan penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan angket tertutup dan respondennya pegawai yang berjumlah 83 orang sebagai sampel penelitian. Hasil perhitungan kecenderungan umum menggunakan Weighted Means Score (WMS) menunjukkan bahwa sistem informasi manajemen berbasis komputer termasuk kategori sangat baik dengan skor rata-rata sebesar 3,23 dan kinerja pegawai juga termasuk kategori sangat baik dengan skor rata-rata sebesar 3,27. Analisis korelasi antara variabel X terhadap Y sebesar 0,697 artinya kedua variabel pada tingkat hubungan kuat dan terdapat korelasi yang positif. Hasil uji signifikansi korelasi dengan uji-t pada variabel X terhadap Y diperoleh 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 dari 𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 (8,738 1,98) artinya koefisien korelasi yang ditemukan adalah signifikan. Hasil uji koefisien determinasi yaitu variabel X memberikan pengaruh terhadap variabel Y sebesar 48,5% sedangkan sisanya 51,5% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain.Kata Kerja: Sistem Informasi Manajemen, Berbasis Komputer, Kinerja.
PEMAHAMAN GURU IPA DALAM STRATEGI PEMBELAJARAN PETA PIKIRAN (MIND MAP) Keliat, Natalia Rosa
EDUTECH Vol 16, No 1 (2017): JEJARING PENDIDIKAN
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v16i1.7110

Abstract

Abstract. This researchs were conducted in Salatiga primary high school, Central Java and the subject of were taken from 23 science teachers which used interview and observation tech-niques. The aim of this study was firstly, to assess learning strategies of science in Salatiga prima-ry high school, and secondly to assess the obstacles and constraints that faced the science teach-ers in the implementation of learning strategies in the classroom. Further more the percentage of the understanding and application of mind map model, and also to assess the obstacles and con-straints in the implementation of mind map in the classroom. Data were analyzed by using de-scriptive qualitative method. The results showed that the percentage of science teachers using discussion methods are 78.26%, 21.74% by concept maps, 30.43% by demonstrations, 39.13% by lectures, 34.78% using mind map respectively by other strategies such as card games, quiz, pro-ject based learning, discovery, problem based learning, contextual teaching learning, and inquiry is 43,8%. Teachers faced difficulty to allocate the time in the classroom because students who had lower levels of cognitive abilities require a longer time to understand the strategies in the class-room. The percentage of teachers using mind map in teaching only reach at 34.78%, while 65.22% teachers still not applying yet. Results of interview which were conducted approximately 47.83% to the teachers who understand the learning mechanisms model of mind map, and 52.17% did not understand the principles of learning using mind map. However, in its application in the classroom teachers face some problems, for example, it is take time to implemented, and the other subjects difficult to finished on time. More over, other constraints that faced are the students still have difficulty in making mind map because lack of exercise, as well as students who are already familiar with the habit pattern of teacher using teaching center.Abstrak. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Salatiga, Jawa Tengah dengan subjek penelitan adalah guru bidang studi IPA yang berjumlah 23 orang dengan menggunakan teknik wawancara dan observasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendata strategi pembelajaran IPA yang dilakukan guru SMP Kota Salatiga, kendala yang dihadapi guru dalam melaksanakan strategi pembelajaran di kelas, persentase pemahaman dan penerapan mind map oleh guru IPA SMP Kota Salatiga, serta kendala dalam melaksanakan strategi mind map di kelas. Analisis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil menunjukkan persentase guru IPA yang menggunakan strategi diskusi mencapai 78.26%, peta konsep 21,74%, demonstrasi 30,43%, ce-ramah 39,13%, mind map 34,78% dan strategi-strategi lain seperti permainan kartu, cerdas cer-mat, project based learning, discovery, problem based learning, CTL, inquiry mencapai 43,8%. Dalam menerapkan strategi yang bervariasi guru mengalami kesulitan dalam mengatur alokasi waktu pembelajaran di kelas dikarenakan peserta didik yang memiliki tingkat kemampuan kogni-tif rendah membutuhkan waktu yang lebih lama untuk memahami strategi pembelajaran yang dipakai di kelas. Dalam penerapan mind map, menunjukkan persentase jumlah guru yang menggunakan mind map dalam pembelajaran di SMP Kota Salatiga hanya mencapai 34,78% dan yang masih belum menerapkan pembelajaran model mind map mencapai 65,22%. Berdasarkan hasil wawancara diketahui bahwa sekitar 47,83% guru tersebut memahami prosedur pembelajaranmodel mind map, selebihnya sebesar 52,17% mengatakan belum memahami prinsip pembelajaran menggunakan mind map. Guru menjelaskan bahwa mind map sangat potensial digunakan se-bagai suatu teknik untuk meningkatkan pembelajaran peserta didik. Meskipun demikian, dalam penerapannya di kelas guru mengalami kendala dalam pengaplikasian mind map, misalnya dibu-tuhkan waktu yang cukup lama untuk menerapkan mind map sehingga materi lainnya tidak dapat diselesaikan tepat waktu. Selain itu, kendala lain seperti siswa masih kesulitan dalam membuat mind map dikarenakan kurang latihan, serta siswa yang sudah terbiasa dengan kebiasaan pola pengajaran teacher center sehingga model mind map ini dianggap sulit bagi siswa. 

Page 8 of 27 | Total Record : 267